IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kiai, Kurikulum dan Motivasi Guru Terhadap Minat Berwirausaha Santri Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Di Kabupaten Banjar, perkembangan pesantren menunjukkan tren yang positif, namun minat santri dalam bidang wirausaha masih tergolong rendah. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi munculnya minat tersebut adalah gaya kepemimpinan transformasional kiai, kurikulum dan motivasi guru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak wirausaha yang ada di Pondok Pesantren modern namun minat berwirausaha santri masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional kiai, kurikulum, dan motivasi guru terhadap minat berwirausaha santri Pondok Peantren Modern di Kabupaten Banjar, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian diambil dari santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, Pondok Pesantren An Najah Putri dan Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Martapura. Dengan sampel yang berjumlah sebanyak 81 santri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian baik secara parsial maupun simultan yakni: (1) Ada peingaruih, gaya kepemimpinan transformasional kiai, kurikulum, dan motivasi guru teirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,05. (2) Ada peingaruih, gaya kepemimpinan transformasional kiai dan kurikulum teirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,05. (3) Ada peingaruih, gaya kepemimpinan transformasional kiai dan motivasi guru teirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,05. (4) Ada peingaruih, kurikulum dan motivasi guru teirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,05. (5) Ada peingaruih gaya kepemimpinan transformasional kiai teirhadap minat berwirausaha santri yang dituinjuikkan deingan hasil uiji t variabeil gaya kepemimpinan transformasional kiai teirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,05. (6) Ada peingaruih kurikulumteirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,05 (7) Ada peingaruih motivasi guru teirhadap minat berwirausaha santri deingan signifikansi 0,000 < 0,

    Budaya Hukum dan Relasi Sosial dalam Pencegahan Perkawinan Dibawah Umur di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Perkawinan di bawah umur masih menjadi masalah serius di Kalimantan Selatan karena dipengaruhi oleh faktor hukum, sosial, budaya, dan agama. Meski batas usia minimal menikah telah diatur dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019, praktik ini tetap marak dan melanggar hak anak. Lemahnyaefektivitas hukum menunjukkan kuatnya pengaruh budaya lokal dan relasi-relasi sosial dalam masyarakat yang kurang mendukung kebijakan dimaksud. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran budaya dan relasi-relasi sosial dalam mendorong atau mencegah perkawinan dibawah umur serta merumuskan strategi pencegahannya, dengan menggunakan metode hukum empiris melalui pendekatan sosio-legal yang memadukan kajian hukum dan data empiris dari lapangan yang mencakup wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya hukum dan relasi sosial masyarakat Kalimantan Selatan menjadi faktor utama yang melanggengkan praktik perkawinan dibawah umur, meskipun angka dispensasi kawin secara statistik menurun. Rendahnya kesadaran hukum terlihat dari tingginya jumlah dispensasi yang dikabulkan dan maraknya kasus penetapan asal-usul anak akibat nikah siri. Masyarakat cenderung lebih mengandalkan nilai lokal, adat, dan agama yang membenarkan perkawinan dibawah umursebagai solusi atas masalah moral, ekonomi, dan pendidikan. Selain itu, pola asuh yang permisif, pengaruh tokoh masyarakat, dan tekanan sosial turut mempercepat praktik ini, meskipun anak belum cukup umur secara hukum maupun psikologis. Untuk itu, rekonstruksi budaya hukum dilakukan melalui pendidikan hukum, reinterpretasi nilai-nilai lokal secara kontekstual, penegakan hukum yang konsisten, dan harmonisasi hukum agama dan negara. Di sisi lain, rekonstruksi relasi sosial melalui penguatan komunitas, advokasi lintas sektor, serta pemanfaatan media sosial guna membangun opini publik yang berpihak pada perlindungan anak. Kesimpulannya, pencegahan perkawinan dibawah umur tidak bisa hanya mengandalkan aturan hukum, tetapi juga harus memperhatikan struktur sosial dan budaya yang hidup di masyarakat. Pendekatan sosio-legal penting agar strategi pencegahan lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapanga

    Pengaruh Promosi dan Pengetahuan Terhadap Keputusan Mahasiswa FEBI UIN Antasari Banjarmasin dalam Menjadi Nasabah Tabungan E-MAS Bank Syariah Indonesia

    Get PDF
    BSI mengeluarkan produk tabungan E-mas dengan menggunakan fitur menabung emas melalui BSI Mobile. Adanya produk-produk baru diperlukan adanya strategi yang matang untuk menarik nasabah baru. Keputusan konsumen dipengaruhi oleh berbagai hal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi dan pengetahuan terhadap keputusan mahasiswa FEBI UIN Antasari menjadi nasabah tabungan e-mas Bank Syariah Indonsia Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 96 orang responden yaitu mahasiswa FEBI UIN Antasari, Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuisioner, Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel promosi (X1) dan variabel pengetahuan konsumen (X2) berpengaruh secara parsial terhadap keputusan mahasiswa (Y), (X1) dengan nilai t hitung 10.567 lebih besar dari t tabel 1.985 dengan tingkat signifikasi 0,000 lebih kecil daripada 0,05 kemudian (X2) dengan nilai t hitung 4.915 lebih besar dari t tabel 1.985 dengan tingkat signifikasi 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Kemudian variabel promosi (X1) dan pengetahuan konsumen (X2) secara simultan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa (Y) dalam menjadi nasabah produk E-mas Bank Syariah Indonesia dengan nilai F hitung sebesar 157.589 dan F tabel sebesar 3.093 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05

    Analisis Terhadap Praktik Pembinaan Keagamaan Para Mualaf di Desa Palapi Kabupaten Balangan dan Desa Haratai Kabupaten Hulu Sungai Selatan

    Get PDF
    Pembinaan keagamaan bagi para mualaf merupakan hal yang urgent untuk dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat muslim, lembaga maupun pemerintah. Membina mualaf dalam memahami agama menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Mualaf termasuk golongan yang baru dalam keyakinannya dan memerlukan pendekatan dakwah yang efektif dalam proses pembinaannya. Bertanggung jawab terhadap pembinaan mualaf menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan keagamaan, dengan menerapkan sistem manajemen yang terorganisir dengan baik Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis proses praktik pembinaan keagamaan para mualaf di Desa Palapi dan Desa Haratai dan tantangan dalam praktik pembinaan keagamaan para mualaf di Desa Palapi dan Desa Haratai. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dan dilakukan di dua desa yaitu Desa Palapi dan Desa Haratai. Adapun subjek penelitian ini adalah tiga pembina mualaf di Desa Palapi, satu pembina mualaf di Desa Haratai serta beberapa mualaf di kedua desa tersebut. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa di Desa Palapi, Kabupaten Balangan, dan Desa Haratai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ditemukan bahwa praktik pembinaan keagamaan terhadap para mualaf di kedua desa tersebut memiliki pola yang berbeda namun sama-sama menunjukkan peran signifikan dalam membentuk kepribadian keislaman para mualaf. Di Desa Palapi, pembinaan difokuskan oleh lembaga keagamaan yakni Yayasan Ansharul Muallafin sedangkan di Desa Haratai, pembinaan dilakukan oleh penyuluh agama dari Kantor Urusan Keagamaan (KUA) Kecamatan Loksado. Pembinaan keagamaan mualaf di Desa Palapi mencakup dua jenis pembinaan yaitu pembinaan secara fisik dan non-fisik. Sedangkan di Desa Haratai hanya mencakup pembinaan secara non-fisik yang terdiri dari beberapa aspek yaitu pembinaan tauhid, pembinaan fikih, pembinaan akhlak serta pembinaan Al-Qur’an. Peran pembina tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penyuluh, motivator, fasilitator, problem solver, yang memberikan dampak positif dalam proses adaptasi sosial dan spiritual para mualaf. Adapun peran pembinaan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman ajaran Islam, penguatan identitas keislaman, serta kemampuan mualaf dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di lingkungan mereka masing-masin

    Perspektif Kepala KUA Banjarbaru Tentang Pernikahan Misyâr

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji perspektif para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Banjarbaru terhadap pernikahan misyâr, sebuah model pernikahan kontemporer dalam wacana fikih yang memperbolehkan istri menggugurkan sebagian haknya, seperti nafkah dan tempat tinggal. Latar belakang penelitian ini adalah adanya ketegangan antara konsep nikah misyâr yang lahir dari konteks sosial-hukum Timur Tengah dengan kerangka hukum perkawinan dan norma sosial di Indonesia yang sangat menekankan kewajiban suami dan keutuhan institusi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis pemahaman Kepala KUA tentang hakikat pernikahan misyâr; dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis pandangan mereka terhadap praktik tersebut dari konteks agama, hukum positif, dan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima Kepala KUA di Kota Banjarbaru. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menginterpretasi makna di balik pernyataan para informan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pemahaman para Kepala KUA cenderung mereduksi konsep nikah misyâr yang spesifik secara fikih menjadi sinonim dari nikah sirri (pernikahan tidak tercatat), yang disebabkan oleh fokus utama mereka pada aspek legalitas administratif. Kedua, pandangan mereka bersifat kompleks dan multi-lapis: (a) Secara agama, mereka mengakui potensi keabsahan formalnya jika rukun dan syarat terpenuhi, namun menolaknya secara substantif karena bertentangan dengan pandangan Mazhab Syafi'i mengenai kewajiban nafkah yang tidak dapat digugurkan; (b) Secara hukum negara, praktik ini tidak diakui jika tidak tercatat dan perjanjian privatnya berada di luar yurisdiksi KUA jika tercatat; (c) Secara sosial, praktik ini dinilai tidak relevan dan berpotensi merusak tujuan luhur pernikahan untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Perspektif gabungan ini dapat disintesiskan sebagai sebuah model penalaran "Fikih Birokratis", di mana pertimbangan administratif negara, mazhab dominan, dan maqashid al-syari'ah berpadu untuk menolak praktik nikah misyâr dalam konteks Indonesi

    Tradisi Papajar Dalam Pernikahan Adat Banjar di Desa Bintang Ara Kabupaten Tabalong

    Get PDF
    Tradisi papajar merupakan salah satu ritual adat Banjar yang masih lestari di tengah masyarakat Desa Bintang Ara, kabupaten Tabalong. Ritual ini diyakini sebagai bentuk perlindungan dari gangguan ghaib menjelang pernikahan dan se bagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Di Tengah arus modernisasi dan berkembangnya pandangan keagamaan yang lebih rasional, keberlangsungan tradisi menjadi menarik untuk dikaji, terutama dalam konteks sosial budaya Masyarakat Banjar yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi papajar dalam pernikahan adat Banjar dan pandangan masyarakat terhadap proses pelaksanaan di Desa Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Tradisi papajar merupakan ritual warisan leluhur yang diyakini sebagai bentuk per lindungan terhadap gangguan gaib menjelang pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapan gan (field research) dan pendekatan antropologi, yang memfokuskan kajian pada interaksi manusia, nilai-nilai, dan simbol-simbol adat. Data diperoleh melalui wa wancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemuka agama, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi papajar dilakukan dua hingga tiga hari sebelum prosesi pernikahan dengan meletakkan sesaji di beberapa lokasi strategis seperti di kamar pengantin dan pelaminan. Bahan yang digunakan berupa beras ketan, telur, kelapa, gula merah, dan pisang. Pelaksanaannya hanya dilakukan oleh keluarga dengan garis keturunan tertentu dan dilaksanakan oleh tokoh sepuh yang dianggap memiliki pengetahuan adat. Masyarakat memandang tradisi ini pent ing sebagai bagian dari pembersihan lahir dan batin serta bentuk penghormatan ter hadap leluhur, meskipun sebagian menganggapnya sebagai budaya turun-temurun yang tidak boleh ditinggalkan, tanpa mempersoalkan asal-usulnya. Tradisi ini di pertahankan karena diyakini tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam

    Kesetaraan Gender Perempuan Pedagang Pakaian di Pasar Senin Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perempuan pedagang pakaian di Pasar Senin Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang memiliki peran ganda, yaitu menjalankan peran domestik dalam rumah tangga sekaligus aktif mencari nafkah di ranah publik. Kondisi ini menimbulkan dinamika baru dalam relasi suami-istri yang secara tradisional di masyarakat Banjar cenderung menempatkan laki-laki sebagai pencari nafkah utama dan perempuan pada ranah domestik. Di tengah norma sosial yang sering membatasi peran perempuan dalam ranah domestik, mereka justru berperan aktif membantu ekonomi keluarga tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai istri dan ibu, sehingga memunculkan perubahan dalam pembagian peran dan tanggung jawab keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender perempuan pedagang pakaian di Pasar Senin Negara berdasarkan kerangka pemberdayaan perempuan Longwe, mengkaji praktik kesetaraan peran suami-istri dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, serta mengungkap pandangan Hukum Keluarga Islam terhadap peran ganda perempuan. Dengan fokus ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana kesetaraan gender terwujud dalam konteks sosial, budaya, dan agama. Penelitian ini merupakan studi hukum emperis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum dan antropologi hukum. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap 4 pasangan perempuan pedagang pakaian beserta suami serta tokoh Agama, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka pemberdayaan perempuan Longwe untuk menilai tingkat kesetaraan gender, pendekatan Hukum Keluarga Islam untuk mengukur kesesuaian praktik dengan prinsip syariat, serta analisis antropologi hukum untuk memahami interaksi antara norma agama, hukum, dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pedagang pakaian telah mencapai kesetaraan gender dari kesejahteraan hingga kontrol, yang terlihat dari kontribusi ekonomi, akses terhadap sumber daya, kesadaran pembagian peran, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan kendali atas pengelolaan usaha. Kesetaraan peran suami-istri tercermin dari pencarian nafkah yang dilakukan bersama dan musyawarah dalam mengambil keputusan rumah tangga maupun usaha. Analisis antropologi hukum menunjukkan bahwa pola ini merupakan adaptasi hukum Islam dengan budaya Banjar yang memberi ruang bagi partisipasi ekonomi perempuan tanpa mengurangi peran domestik dan nilai keluarga. Pandangan hukum Islam mendukung peran ganda tersebut selama kewajiban rumah tangga dan prinsip agama tetap dijaga

    تحليل الأخطاء النحوية الشائعة في ضوء التداخل اللغوي لدى طلبة الدراسات العليا في قسم تعليم اللغة العربية بجامعة أنتساري الإسلامية الحكومية بنجرماسين = Analisis Kesalahan Tata Bahasa Umum dalam Perspektif Interferensi Bahasa pada Mahasiswa Pascasarjana di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Pembelajaran struktur tata bahasa Arab merupakan tantangan utama bagi penutur asing, terutama pada jenjang pascasarjana, yang menuntut ketepatan dalam penggunaan bentuk dan struktur kalimat. Penelitian ini mengamati beragam kesalahan sintaksis yang berulang dalam tulisan akademik mahasiswa pascasarjana, khususnya pada tarkib idafah, na‘at, dan tawkid, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan teori tata bahasa dan penerapannya dalam konteks nyata. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan pada dua rumusan masalah: (1) bagaimana jenis-jenis kesalahan dalam tarkib idafah yang umum terjadi pada mahasiswa pascasarjana di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin; dan (2) bagaimana jenis-jenis kesalahan dalam tarkib at-tawabi‘ pada na‘at dan tawkid, yang umum terjadi pada mahasiswa pascasarjana di Jurusan yang sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan analisis dokumen sebagai metode utama. Sumber data terdiri atas data primer berupa tesis mahasiswa PBA UIN Antasari angkatan 2019 sebagai sampel analisis kesalahan sintaksis, dan data sekunder berupa dokumen pendidikan resmi untuk mendukung pemahaman konteks pembelajaran. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: identifikasi, deskripsi, dan penjelasan kesalahan tata bahasa berdasarkan model linguistik terapan, dengan fokus pada penyimpangan sintaksis dan faktor penyebabnya, seperti interferensi bahasa pertama (L1) dan kelemahan dalam penguasaan kaidah gramatikal. Hasil penelitian ini adalah: (1) Jenis kesalahan yang paling dominan terjadi dalam tarkib idafah, yaitu: penyisipan "al" pada mudhaf, tidak menjadikan mudhaf ilaih dalam bentuk majrur, penggunaan tanwin pada mudhaf, serta tidak menghapus nun pada bentuk mutsanna dan jamak. Kesalahan ini ditemukan sebanyak 88 kali dalam tesis pertama, 63 kali dalam tesis kedua, dan 38 kali dalam tesis ketiga;(2) Jenis kesalahan tarkib tawabi’ (khususnya na‘at), mencakup ketidaksesuaian dalam jenis (mudzakkar–mu’annats) dan jamak, ketidaksesuaian ma‘rifah–nakirah, serta ketidaksesuaian i‘rab, dengan jumlah masing-masing 28, 52, dan 25 kesalahan. Adapun dalam (tarkib tawkid), ditemukan kesalahan berupa ketidaksesuaian i‘rab, jenis, jumlah, hilangnya dhamir pada tawkid ma‘nawi, serta pengulangan yang tidak tepat, masing-masing sebanyak 23, 26, 13 dan 3 kali. Hasil ini menunjukkan bahwa selain kurangnya penguasaan kaidah tata bahasa Arab, terdapat pula pengaruh transfer negatif dari bahasa ibu (bahasa Indonesia) dalam bentuk tindakan interferensi atau tadākhul lughawī akibat perbedaan mendasar antara sistem bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan aspek praktis dalam pembelajaran tata bahasa Arab serta penggunaan pendekatan kontekstual dan komunikatif bagi penutur asing

    Transformasi Sistem Pernikahan Para Santri Pondok Pesantren di Kalimantan Timur dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah dan Sosiologis

    Get PDF
    Disertasi ini mengkaji tentang transformasi sistem pernikahan para santri di lima Pondok Pesantren Kalimantan lim. Salah satu hal unik dalam sistem pernikahan ini adalah calon pengantin tidak diberi tahu siapa pasangannya sebelum akad nikah, sebagaimana terjadi di pesantren Balikpapan di masa awal. Selain itu, setelah akad, mereka juga menjalani karantina selama satu minggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem pernikahan para santri, analisis maqāṣid al syarī‘ah dan sosiologi terhadap transformasi sistem pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis. Jenis penelitian adalah penelian lapangan, yang dilakukan di lima pesantren yang ada di Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Berau. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dengan data kualitatif bersumber dari informan dengan teknik wawancara, observasi dan telaah pustaka. Data diolah dan dianalisis mencakup reduksi, penyederhanaan dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori maqāṣid al-syarī‘ah Ibnu Asyur, teori sosilogi Ibnu Khaldun dan Parsons. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, sistem pernikahan di pesantren dilakukan melalui tahap pranikah yang meliputi sosialisasi, karantina, pembekalan, penetapan pasangan dan administrasi. Setelah itu, dilaksanakan prosesi pernikahan. Pada tahap pascanikah, pesantren menyediakan tempat tinggal dan pendampingan bagi pasangan yang mengalami ketidaksesuaian. Kedua, sistem pernikahan di pesantren selaras dengan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, yaitu ikatan nasab dan kekerabatan. Akan tetapi, berdasarkan maqāṣid yang umum, penetapan pasangan tanpa taaruf dinilai tidak selaras dengan fitrah dan nilai ḥurriyah (kebebasan) dalam mengenal dan memilih pasangan. Kritik ini juga dapat dikenakan pada karantina pasca akad. Ketiga, analisis sosiologis dapat diaplikasikan melalui teori transformasi sosial, seperti teori siklus badāwah-ḥaḍārah Ibnu Khaldun, di mana sistem pernikahan menunjukkan pergeseran dari pola tradisional ke pola modern yang lebih terstruktur (ḥaḍārah), khususnya dalam proses taaruf dan penentuan jodoh. Sementara itu, berdasarkan teori AGIL, dari aspek adaptation tercermin dari kemampuan pesantren menyesuaikan dengan dinamika sosial. Dimensi goal attainment terlihat dalam upaya pesantren mencapai tujuan. Aspek integration diwujudkan melalui kolaborasi pesantren dengan wali, KUA dan lembaga terkait. Fungsi latency tercermin dalam mempertahankan nilai-nilai dan tradisi pesantren. Transformasi sistem pernikahan menunjukkan bahwa pesantren mengikuti perubahan dengan melestarikan tradisi yang masih relevan, serta mengadopsi pembaruan yang membawa kemaslahatan yang lebih besar. Perubahan ini merupakan implikasi logis dari dinamika zaman dan kondisi sosial

    Analisis Orientasi Kewirausahaan dan Keunggulan Bersaing dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Studi Kasus pada Warung Kaum Ketupat Kandangan Banjarmasin)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi persaingan usaha yang semakin ketat mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan menyusun strategi yang tepat agar tetap bertahan dan berkembang. Warung Kaum Ketupat Kandangan di Banjarmasin menjadi contoh usaha mikro yang mengandalkan orientasi kewirausahaan dan keunggulan bersaing untuk meningkatkan kinerja pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kedua aspek tersebut dalam mendorong keberhasilan kinerja pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta dokumentasi pendukung. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman, serta validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan diimplementasikan melalui inovasi produk, keberanian mengambil risiko, dan sikap proaktif. Keunggulan bersaing tercermin dari keunikan produk dan tempat yang dimiliki, kualitas makanan yang halal dan bebas bermutu, serta strategi harga yang kompetitif. Integrasi kedua aspek ini meningkatkan persepsi dalam kinerja pemasaran, terlihat dari peningkatan nilai penjualan, pertumbuhan penjualan, jangkauan porsi pasar dan digital market yang tinggi

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇