IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qir’an Di Kalangan Petani Padi Dalam Marandam Banih Di Desa Pamarangan Kanan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong

    Get PDF
    Istilah. Marandam banih berati proses atau cara menggunakan ayat al Qur’an ketika bercocok tanam padi tiba, dengan melakukan perendaman benih padi sampai tumbuh akar atau kecambah. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Surah atau ayat Al-Qur’an apa saja yang dibacakan oleh petani padi saat melakukan tradisi marandam banih di Desa Pamarangan, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, (2) Bagaimana pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dalam marandam banih di Desa Pamarangan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong dan (3) Bagaimana pemaknaan Petani padi terhadap ayat-ayat al-Qur’an dalam marandam banih di Desa Pamarangan Kanan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan lokasi penelitian di Desa Pamarangan Kanan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan pendekatan living Qur’an yaitu pendekatan penelitian terhadap. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interview dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan living Qur’an yaitu pendekatan penelitian terhadap fenomena Al-Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Dan untuk menguji data yang diperoleh, peneliti menggunakan teori Karl Mannheim untuk mengungkap perilaku atau praktik penggunaan ayat-ayat al Qur’an dalam marandam banih di Desa Pamarangan Kanan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, yaitu ayat-ayat al-Qur’an yang digunakan dalam marandam banih adalah surah al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas, Ayat Kursi Yasin, dan al-Baqarah ayat 255. Pemaknaan petani padi sesuai dengan teori Karl Mannheim, pertama, makna objektif bagi para petani adalah al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca saat shalat, tetapi sebagai pedoman yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam praktik marandam banih. Kedua, makna ekspresif penggunaan ayat-ayat al-Qur’an penerapan nilai-nilai moral dalam ajaran al-Qur’an. Misalnya sabar dan tawakal kepada Allah Swt atas hasil panen dan untuk mendukung beribadah kepada Allah Swt. Ketiga, makna dokumenter yang diungkapkan oleh para responden berkaitan dengan penggunaan ayat-ayat al Qur’an dalam marandam banih. Seluruh responden menyebutkan bahwa tujuan pembacaan ayat-ayat tersebut untuk memperoleh keberkahan, membukakan pintu rezeki, hasil panen yang melimpah, terhindar dari segala penyakit kebiasaan penggunaan ayat-ayat al-Qur’an dalam marandam banih tersebut layak untuk dilestarikan secara turun temurun, karena dalam tradisi ini banyak terdapat manfaatny

    Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Resitasi Terhadap Hasil belajar Tematik Siswa Kelas III Di UPTD SD Negeri 1 Nusa Indah Bati-Bati

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penerapan metode pembelajaran resitasi terhadap hasil belajar tematik siswa kelas III di UPTD SD Negeri 1 Nusa Indah Bati-Bati. Metode resitasi merupakan metode pembelajaran yang di gunakan tugas kepada siswa untuk melakukan kegiatan belajar, baik secara individu maupun kelompok. Tujuan dilaksankannya penelitian untuk mengetahui 1. Bagaimana hasil belajar siswa kelas III sebelum penerapan metode resitasi di UPTD SD Negeri 1 Nusa Indah. 2. Bagaimana hasil belajar tematik siswa kela III sesudah penerapan metode resitasi di UPTD SD Negeri 1 Nusa Indah. 3. Apakah terdapat pengaruh pembelajaran metode resitasi terhaadap hasil belajar tematik siswa kelas III di UPTD SD Negeri 1 Nusa Indah. Metode penelitian yang di gunakan adalah quasi eksperiment. Menerapkan desain pretest-posttest Nonequivalent Control Group Design. Penelilian ini memanfaatkan dua kelas eksperimen dan kelas kontrol populasi dari penelitian ini berjumlah 47 orang. Sampling yang diterapkan, sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Tes yang dugunakan pre-test dan post-test. Non-tes lembar sikap peserta didik dan angket analisis respon psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai Lhitung > Ltabel yang berarti H0 ditolak. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen yang diterapkan metode resitasi dengan kelas kontrol yang diterapkan metode konvensional

    Pelaksanaan Akad Istishna dalam Jual Beli Mebel Aluminium Agnia di Kecamatan Banjarmasin Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini menggambarkan Pelaksanaan Akad Istishna dalam Jual Beli Mebel Aluminium Agnia di Kecamatan Banjarmasin Selatan, rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan akad Istishna dalam jual beli mebel aluminium Agnia di Kecamatan Banjarmasin Selatan, dan bagaimana penyelesaian permasalahan pada pelaksanaan akad Istishna dalam jual beli mebel aluminium Agnia di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik dan pembuat mebel aluminium Agnia yaitu bapak Abdullah sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan jual beli istishna dalam pemesanan mebel aluminium Agnia di kecamatan Banjarmasin Selatan sebagian sudah sesuai dengan konsep istishna namun, ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai dengan konsep ekonomi Islam, seperti dalam hal pembayaran masih belum sesuai. Dalam hal spesifikasi pembuatan barang sudah sesuai dengan konsep istishna. Kemudian dalam hal penyelesaian yang dilakukan hendaknya baik penjual atau pembeli mengetahui aturan jual beli secara ekonomi Islam sehingga tidak menimbulkan kerugian disalah satu pihak. Serta perlunya ketegasan dan tanggung jawab yang harus dimiliki baik penjual maupun pembel

    Nilai-Nilai Akidah Islamiyah dalam Tradisi Pelaksanaan Maulidan di Dusun Emil, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi Maulidan yang masih eksis dan berkembang di tengah masyarakat Dusun Emil, Kecamatan Paramasan. Tradisi ini tidak hanya menjadi peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga berfungsi sebagai media pewarisan nilai-nilai akidah Islamiyah kepada masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan seperti pembacaan syair Maulid, shalawat, dan ceramah agama, masyarakat mendapatkan penguatan iman yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, dokumentasi kegiatan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan tradisi Maulidan selama dua bulan. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggali nilai-nilai akidah Islam seperti iman kepada Allah, Rasul, kitab-kitab suci, hari kiamat, malaikat, dan takdir yang tercermin dalam kegiatan tradisional keagamaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai akidah Islamiyah dalam pelaksanaan tradisi Maulidan serta mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut berkontribusi terhadap penguatan keyakinan keagamaan mereka. Selain itu, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai relevansi budaya lokal sebagai media efektif dalam pengajaran nilai-nilai dasar keislaman kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maulidan berperan penting dalam membentuk kesadaran spiritual masyarakat Dusun Emil. Kegiatan keagamaan yang dilakukan selama perayaan Maulid mampu menumbuhkan cinta kepada Rasul, memperkuat nilai tauhid, dan meningkatkan pemahaman terhadap kehidupan akhirat. Dengan demikian, tradisi Maulidan menjadi sarana edukasi dan transformasi akidah Islamiyah yang kontekstual dan membumi di kalangan masyarakat pedesaa

    Kedudukan dan Kewenangan Legislasi Wali Nanggroe Aceh dalam HTN Indonesia

    Get PDF
    Aceh memiliki kedudukan istimewa yang diatur dalam perundang undangan untuk menjalankan pemerintahan secara lebih mandiri dan sesuai dengan budaya dan hukum adatnya yang dipimpin oleh wali nanggroe. Wali nanggroe diakui dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai lembaga kepemimpinan adat yang berperan sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat 17 UUPA, Wali Nanggroe memiliki peran dalam menjaga kearifan local Aceh. Namun, kewenangannya sering dipertanyakan karena bukan termasuk lembaga eksekutif maupun legislatif yang menyebabkan posisinya dianggap ambigu. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan analisis hukum, peneliti menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Dalam hal ini peneliti fokus pada peraturan serta perundang-undangan yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kedudukan Wali Nanggroe dalam pandangan Hukum Tatanegara lahir dari kebutuhan historis dan rekonsiliasi pasca konflik Aceh. Meskipun bukan lembaga negara, namun kedudukannya dilegalisasi melalui qanun dan diakui secara khusus. Adapun kewenangan Wali Nanggroe, meskipun tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, tetapi kebijakannya kerap mempengaruhi kebijakan yang ada. Adanya kaitannya dengan Hukum Tatanegara, diharap sebagai pengawasan mencegah penyalahgunaan kewenangan pada otonomi khusus, agar tetap berada dalam kerangka hukum yang transparan dan akuntabel

    Makna Filosofis Tradisi Mamapa Lewu Di Sampit Kalimanta Tengah (Anlisis Semiotika Charles Sandres Peirce)

    Get PDF
    Tradisi Mamapas Lewu merupakan kegiatn membersihkan kampung yang salah satu warisan budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang masih dipertahankan hingga saat ini di tengah arus modernisasi yang mulai ditinggalkan. Tradisi ini mengarah pada pembersihan material dan spiritual kampung yang menghubungkan manusia dengan alam, leluhur, makhluk gaib dan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tradisi mamapas lewu dan mengungkap makna filosofi yang terkandung dalam tradisi Mamapas Lewu analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskrftif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat lokal, serta dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan teori segitiga tanda Peirce untuk mengkaji sistem tanda yang muncul dalam tradisi Mamapas Lewu. Penelitian ini menemukan dua hal utama. Pertama, tradisi Mamapas Lewu dilaksanakan melalui beberapa tahapan, seperti pembersihan lingkungan, penyajian sesajen, pembacaan doa dan mantra, hingga pelarungan sesaji ke sungai. Kedua, simbol-simbol dalam ritual ini mengandung makna filosofis yang mendalam: air suci sebagai ikon penyucian, asap kemenyan sebagai indeks kehadiran roh leluhur, serta hinting lewu (sesajen) dan mantra sebagai simbol spiritual yang disepakati secara budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa Mamapas Lewu bukan sekadar ritual adat, tetapi merupakan bentuk komunikasi simbolik yang mencerminkan nilai-nilai harmonisasi antara manusia, alam, dan roh leluhur. Pendekatan semiotika Peirce mampu mengungkap peran penting setiap unsur simbolik dalam menjaga keseimbangan hidup masyarakat Dayak sekaligus mempertahankan identitas budaya merek

    Manajemen Pengelolaan Sarana dan Prasarana di Masjid Keramat Pelajau Kecamatan pandawan Kabupaten Hulu sungai Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh sarana dan prasarana yang tersedia di masjid Keramat Palajau dan bagaimana mengelola sarana dan prasarana itu sudah cukup memenuhi dan memadai, serta fasilitas yang cukup baik. Untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang berguna untuk mendiskripsikan atau menggambarkan pada kegiatan atau peristiwa dari adanya manajemen pengelolaan sarana dan prasarana masjid Keramat Palajau. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis data primer dan sekunder yang diperloleh dari informan serta dokumen mengenai jenis data-data yang dibutuhkan. Dalam menggali data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen pengelolaan sarana dan prasarana di Masjid Keramat Pelajau yang terletak di Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Fokus utama penelitian ini adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi pengelolaan fasilitas masjid guna mendukung kegiatan ibadah dan sosial keagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di Masjid Keramat Pelajau dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dan pengurus masjid, dengan perencanaan yang bersifat musyawarah, pelaksanaan berbasis gotong royong, serta evaluasi yang dilakukan secara teratur. Meskipun terdapat keterbatasan dana dan sumber daya, semangat kebersamaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga dan mengembangkan fasilitas masjid. Kelebihan Masjid Keramat Palajau adalah Arsitektur jawa yang otentik pada bangunan, memiliki tradisi Batumbang, tempat ziarah, symbol perlawanan terhadap penjajah, bangunan dikelola oleh masyarakat, dan Kapasitas yang luas hingga 700 jamaah. Peneliti menyarankan perlunya menyediakan fasilitas masjid yang dirasa masih kurang seperti pos keamanan, untuk memudahkan kordinasi dan menjaga keamanan masjid agar Jemaah merasa aman dalam lingkungan masjid serta dukungan dari pemerintah daerah untuk pengembangan sarana dan prasarana yang lebih optimal

    Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Loneliness dengan Perceived Social Support Sebagai Variabel Moderator Pada Mahasiswa Perantau di UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Perasaan loneliness merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami mahasiswa perantau akibat transisi dari lingkungan sosialnya. Perasaan ini secara tidak langsung membuat mereka cenderung fokus pada hal-hal negatif yang terjadi dan sulit menghargai hal positif dalam hidupnya. Pada akhirnya muncul perasaan putus asa dan rendah diri untuk berada dilingkungan sosialnya. Makadari itu, kebersyukuran yang berhubungan dengan peningkatan kebahagiaan, kepuasaan hidup serta daya tarik sosial diyakini dapat menekan emosi negatif dari perasaan loneliness dan mendorong individu untuk lebih aktif membangun hubungan sosial. Kemudian, perceived social support juga dirasa mampu untuk memperkuat efek kebersyukuran terhadap penurunan tingkat loneliness, karena individu yang merasa didukung cenderung lebih mudah mengekspresikan rasa syukur dan menginterpretasikan pengalaman hidup secara lebih positif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional untuk mengetahui pengaruh kebersyukuran terhadap loneliness dan peran perceived social support dalam memoderasi pengaruh tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability purposive sampling yang melibatkan 388 mahasiswa perantau di salah satu universitas di Kalimantan Selatan yang sesuai dengan kriteria responden. Data dikumpulkan menggunakan skala kebersyukuran berdasarkan aspek Al-Ghazali, loneliness (UCLA) versi 3, dan perceived social support (MPSS) dengan analisis data menggunakan Statistics Program For School Science (SPSS) for windows versi 26.0. Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh negatif antara kebersyukuran terhadap loneliness pada mahasiswa perantau. Namun perceived social support yang diasumsikan dapat memoderasi perngaruh tersebut ternyata hanya berperan sebagai variabel prediktor yang memiliki pengaruh lebih kuat dalam menurunkan perasaan loneliness dibandingkan dengan kebersyukuran. Artinya perceived social support dalam model penelitian ini tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh kebersyukuran terhadap loneliness pada mahasiswa perantau

    Badan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Perspektif UUD NRI 1945

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang menandai babak baru dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia. Pemerintah menetapkan konsep Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai penyelenggara pemerintahan daerah khusus yang setingkat provinsi, namun tidak memiliki struktur pemerintahan daerah konvensional seperti gubernur dan DPRD. Model ini menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip demokrasi, otonomi daerah, dan sistem pemerintahan dalam UUD NRI Tahun 1945. Di sisi lain, tujuan strategis pemindahan IKN seperti pemerataan pembangunan dan efisiensi administratif turut menjadi alasan pembenar yang cukup kuat. Ketegangan antara aspek konstitusionalitas dan tujuan pembangunan inilah yang menjadi fokus utama kajian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kelembagaan Badan Otorita IKN dalam perspektif Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menelaah secara yuridis dinamika pro dan kontra yang muncul di tengah masyarakat dan kalangan akademik mengenai legitimasi serta efektivitas model pemerintahan yang diusung. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta dilengkapi dengan wawancara terhadap narasumber ahli untuk memperkaya perspektif analisis. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Otorita IKN secara formal memiliki dasar hukum yang sah melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 dan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. Namun, secara struktural dan fungsional, terdapat ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip demokrasi dan desentralisasi yang dijamin konstitusi, seperti tidak adanya pemilihan langsung dan lembaga legislatif daerah. Kritik juga muncul terkait potensi tumpang tindih kekuasaan, beban anggaran yang besar, serta risiko marginalisasi masyarakat lokal. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan koreksi terhadap desain kelembagaan Otorita IKN agar tidak melanggar prinsip-prinsip konstitusional dan demokratis yang menjadi pilar sistem hukum Indonesi

    Optimalisasi Penggunaan Dana Desa Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Desa Teluk Timbau Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Dana Desa merupakan salah satu instrumen penting yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Program ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan dengan memperkuat infrastruktur desa, meningkatkan segi kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Namun, kenyataannya implementasi dana desa ternyata masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait tata kelola, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat yang masih terbatas. Dengan metode penelitian hukum empiris, penelitian ini menelaah aspek regulasi, implementasi, serta praktik pengelolaan Dana Desa di tingkat desa, termasuk peran aparat desa dan partisipasi masyarakat dalam proses pengelolaan dana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi yang memberikan gambaran komprehensif mengenai tata kelola dana desa yang berjalan saat ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa saat ini penggunaan dana desa untuk pembangunan desa masih kurang optimal, terdapat berbagai tantangan seperti, kurangnya transparansi dan akuntabilitas, dan keterbatasan partisipasi aktif masyarakat dalam hal pengambilan keputusan. Kondisi tersebut menghambat efektivitas dan efisiensi pemanfaatan dana desa secara optimal

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇