IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
المجاز في قصيدة البردة والقيم التربوية فيها = Majaz di dalam Qasidah Burdah dan Nilai-Nilai Pendidikan di dalamnya
المجاز هو ما استعمل فيما لم يكن موضوعا له في اصطلاح به التخاتب، ولا في غيره، أو لفظ مستعمل في غيره ما وضع له لعلاقة مع قرينة دالة على عدم إرادة المعنى الأصلي.كلفظ "الأسد" بالمعنى الرجل الشجاع.
قصيدة البردة هي قصيدة التى ألفه إمام البوصيري لها عشرة فصولا و مائة وستون
أبياتا. وقصيدة البردة هي من أعمال أدبية مدحية عن النبي ﷺ التي يؤلف البوصيري وهي
نتائج الفكر التي تكتبها من خلال اللغة كوسائل الإتصال
ومنهج البحث في هذا البحث فهو البحث المكتبي. والأسلوب المستخدم لجمع
البيانات في هذا البحث هو بتحديد كل الأيبات في قصيدة البردة التي يوجد فيها المجاز
والقيم التربوية، وبقراءة الكتب والبحوث العلمية المتعلقة بهذا البحث. ثم تحلل البيانات
باستخدام أسلوب تحليل المضمون. أم نتائج البحث فهي: (1) وجدت في قصيدة البردة
ثمانية وأربعون الابيات التي تتضمن فيها تراكيب المجاز. (2) ووجدت في قصيدة البردة ستة الابيات التي تتضمن فيها قيمة التربوية
Segmentation, Targeting dan Positioning pada D’Silva Cafe & Resto di Kecamatan Kapuas Timur
Penerapan konsep Segmentation, Targeting dan Positioning pada D’Silva
Cafe & Resto di Kecamatan Kapuas Timur sangatlah penting untuk menganalisis
bagaimana kafe ini menjalankan segmentasi yang tepat, memilih target yang sesuai
untuk mereka, dan memposisikan diri dengan cara membedakan dari para pesaing.
Berdasarkan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dari itu tujuan penelitian ini
adalah menjelaskan strategi Segmentation, Targeting dan Positioning pada D’Silva
Cafe & Resto
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Penelitian
yang dilakukan dengan cara terjun langsung (field research), agar mendapatkan
data yang berkaitan dengan permasalahan, maka harus melibatkan kegiatan
wawancara kepada bagian administrasi, kasir, dan studi dokumen yang ada di
D’Silva Cafe & Resto.
D'Silva Cafe & Resto telah berhasil menerapkan strategi STP secara optimal
melalui proses segmentasi dengan mempertimbangkan aspek geografis,
demografis, psikografis, serta perilaku konsumen. Pendekatan mereka
memungkinkan perusahaan lebih memahami preferensi dan kebutuhan pelanggan
yang beragam. Dengan pemahaman tersebut, D’Silva Cafe & Resto dapat
menetapkan target pasar secara lebih tepat, yaitu dengan memilih segmen mana
yang dianggap paling menguntungkan. Strategi targeting didasarkan dengan
segmentasi yang matang dan terbukti efektif dalam memperluas pangsa pasar.
D’Silva Cafe & Resto menerapkan strategi positioning dengan menciptakan citra
merek yang khas dan mudah dikenali. Citra yang unik ini menjadi pembeda dari
kompetitor serta berperan penting dalam meningkatkan kesadaran para konsumen
Manajemen Pondok Pesantren Nurul Fikri Banjarbaru dalam Membentuk Karakter Santri yang Qurani, Cerdas, dan Mandiri
Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri yang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Pondok Pesantren Nurul Fikri Banjarbaru dalam membentuk karakter santri yang Qurani, cerdas, dan mandiri. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memegang peranan penting dalam pembentukan karakter melalui sistem pendidikan berbasis asrama, nilai-nilai keislaman, dan keteladanan dari para pendidik. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) sebagaimana teori POAC yang dikemukakan oleh George R. Terry. Perencanaan dilakukan melalui program pendidikan terpadu seperti tahfiz Al-Qur’an, pembelajaran akademik, pelatihan keterampilan, dan kegiatan keasramaan. Pengorganisasian mencakup pembagian peran dan tanggung jawab antar pendidik, meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan keteladanan dan pembiasaan nilai-nilai Islam dalam keseharian. Sementara itu, pengawasan dilakukan melalui evaluasi berkala, meskipun belum sepenuhnya sistematis.
Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor penghambat, antara lain keterbatasan tenaga pendidik, kurangnya seleksi ketat terhadap santri, lemahnya koordinasi internal, serta latar belakang keluarga santri yang beragam. Dengan demikian, diperlukan penguatan aspek manajerial, peningkatan kompetensi SDM, serta pengembangan pendekatan pembinaan yang lebih holistik dan integratif agar pembentukan karakter santri dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan
Penguatan Motivasi Pencapaian Cita – Cita Anak Melalui Kelas Inspirasi di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penguatan
motivasi pencapaian cita-cita anak dapat dilakukan melalui program Kelas Inspirasi
di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru. Motivasi belajar sejak usia dini sangat
penting sebagai landasan dalam membentuk semangat, arah hidup, serta
pengembangan potensi anak secara optimal. Kelas Inspirasi merupakan kegiatan
pembelajaran nonformal yang menghadirkan narasumber dari berbagai profesi
untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada anak-anak. Program ini
dirancang untuk memperkenalkan dunia kerja kepada anak dengan cara yang
menyenangkan, sehingga mereka memiliki gambaran awal mengenai berbagai
pilihan profesi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, 1 guru kelas, 2 orang tua,
dan anak didik kelompok A1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Kelas Inspirasi dirancang
secara kolaboratif antara guru dan orang tua, serta dilaksanakan secara rutin satu
kali dalam sebulan. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan tahapan
perkembangan anak dan disajikan melalui media pembelajaran yang konkret,
visual, dan interaktif. Kegiatan Kelas Inspirasi memberikan pengaruh positif
terhadap motivasi anak dalam meraih cita-cita, ditunjukkan dengan meningkatnya
minat, keterlibatan aktif, serta kemunculan ekspresi verbal anak mengenai profesi
yang diidamkan. Faktor-faktor pendukung pelaksanaan program meliputi
partisipasi aktif orang tua, dukungan guru, serta lingkungan belajar yang
mendukung. Sementara itu, faktor penghambat adanya keterbatasan waktu
narasumber dan kesiapan teknis menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan
kegiatan. Program ini memberikan kontribusi dalam membangun semangat belajar
dan memperkuat pemahaman anak mengenai berbagai profesi sejak usia dini
Boarding School Teacher’s Creativity In Teaching English Through Extracurricular Activites
This study investigates the creativity of English teachers in enhancing
students' language skills through extracurricular activities at Darul Istiqamah
Islamic Boarding School. Employing a qualitative descriptive approach, data were
collected through observations and interviews. The findings show that teachers
apply various creative strategies such as self-esteem building, inquiry-based
learning, and metaphorical techniques to engage students in speaking-oriented
activities like debates, dramas, and speeches. These approaches effectively boost
students’ motivation, confidence, and participation, even with limited technological
resources. Despite these efforts, students still face challenges, including limited
vocabulary, linguistic barriers, and psychological issues such as anxiety and low
self-confidence. The study underscores the critical role of teacher creativity in
fostering inclusive and effective English learning environments, particularly in
extracurricular settings that emphasize public performance. These challenges also
represent ongoing obstacles for teachers in managing English instruction outside
the classroo
Pandangan Pasangan Nikah di Bawah Tangan Terhadap Kedudukan Anak dalam Kewarisan dan Wali Nikah di Kabupaten Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi dari banyaknya masyarakat yang masih kurang
memahami dan memperdulikan status kedudukan anak khususnya dalam hal
kewarisan dan juga wali nikah. Dibuktikan dengan mereka membuat akta kelahiran
anak tetapi hanya atas nama ibu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pandangan dan faktor yang mempengaruhi pandangan pasangan nikah di bawah
tangan terhadap kedudukan anak dalam kewarisan dan wali nikah
Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Data yang digali pada penelitian ialah pandangan dan faktor
yang mempengaruhi pandangan tersebut. Sumber data atau informan penelitian
ialah 10 orang informan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Data
kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan pasangan nikah di bawah
tangan terhadap kedudukan anak dalam kewarisan dan wali nikah cenderung
minim, karena hanya 2 dari 10 informan yang benar-benar memahami implikasi
hukumnya, meskipun seluruhnya membuat akta kelahiran bagi anak mereka.
Pandangan masyarakat dipengaruhi oleh tiga faktor utama yakni praktik pernikahan
di bawah umur, kurangnya pengetahuan tentang hukum perkawinan Indonesia, dan
beranggapan bahwa keabsahan agama sudah cukup tanpa pencatatan negara.
Ketidaktahuan ini menyebabkan banyak pasangan mengabaikan terhadap risiko
hukum dan sosial yang akan dihadapi anak-anak mereka, sehingga sikap permisif
terhadap nikah di bawah tangan justru menimbulkan dampak negatif yang lua
Analisis Perbandingan Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Peserta Asuransi Bpjs Kesehatan Pekerja Muslim Sektor Formal dan Informal Di Kota Banjarmasin
Asuransi kesehatan mempunyai perana penting untuk melindungi individu
dan keluarga dari risiko biaya perawatan kesehatan yang tidak terduga. Dalam latar
belakang ini, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara utama jaminan kesehatan di
Indonesia berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan
yang layak dan terjangkau.
Penelitian
ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan peserta asuransi BPJS Kesehatan di Kota Banjarmasin,
dengan fokus pada perbandingan antara pekerja sektor formal dan informal.
Penelitian ini termasuk dalam kategori penilitian lapangan (field reseach) yang
menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis faktor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan faktor- faktor yang
mempengaruhi keputusan peserta asuransi menggunakan BPJS Kesehatan antara
pekerja muslim sektor formal dan informal dikota banjarmasin dipengaruhi secara
signifikan oleh tiga faktor utama yaitu faktor pribadi (13, 047 %), kondisi sosial
(22, 909 %) dan faktor budaya (48, 093 %). Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan wawasan bagi lembaga terkait untuk meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam program jaminan kesehata
Pengaruh Kesepian Terhadap Perilaku Judi Online di Kota Banjarmasin Dengan Locus of Control Sebagai Variabel Moderator
Perkembangan teknologi digital telah mendorong kemudahan akses
terhadap berbagai bentuk hiburan daring, termasuk judi online. Di Kota
Banjarmasin, maraknya iklan judi online yang tersebar melalui media sosial, situs
web, dan aplikasi percakapan seperti WhatsApp telah memicu kekhawatiran akan
meningkatnya perilaku berjudi secara online di masyarakat. Salah satu faktor
psikologis yang diduga berperan dalam perilaku tersebut adalah kesepian, yang
dapat diperkuat atau diperlemah oleh persepsi individu terhadap kontrol dalam
hidupnya, atau Locus of Control. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian terhadap perilaku judi online, serta
menguji peran Locus of Control sebagai variabel moderator dalam hubungan
tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
dan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Jumlah responden dalam
penelitian ini adalah 390 orang. Teknik analisis data dilakukan menggunakan
regresi sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil analisis menunjukkan bahwa kesepian memiliki pengaruh positif yang
signifikan terhadap perilaku judi online, dengan nilai p < .001 dan koefisien regresi
sebesar 0.260. Nilai R² sebesar 0.038 menunjukkan bahwa kesepian menjelaskan
3,8% variasi perilaku judi online. Namun, uji interaksi antara kesepian dan Locus
of Control secara keseluruhan menunjukkan nilai p = 0.068, yang berarti tidak
signifikan. Ketika Locus of Control dianalisis berdasarkan tiga dimensinya,
ditemukan efek moderasi yang signifikan; (1) Internal Control (p = 0.045; R² =
0.140 = 14%) dengan arah interaksi negatif, menunjukkan bahwa kontrol internal
yang tinggi melemahkan pengaruh kesepian terhadap perilaku judi online. (2)
Powerful Others (p = 0.042; R² = 0,090 = 9%) menunjukkan arah interaksi positif,
artinya persepsi bahwa orang lain berkuasa memperkuat hubungan tersebut. (3)
Chance Control (p = 0.012; R² = 0,055 = 5.5%) juga menunjukkan arah positif,
menandakan bahwa keyakinan hidup ditentukan oleh keberuntungan memperkuat
pengaruh kesepian terhadap perilaku judi online
Pengembangan Buku Saku Tumbuhan Obat di Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas
Masyarakat Desa Mawar Mekar secara turun-temurun memanfaatkan
tumbuhan sebagai obat tradisional, namun minat generasi muda terhadap
penggunaan ini mulai menurun. Oleh karena itu, perlu dibuat dokumentasi dalam
bentuk buku saku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tumbuhan
obat, cara pemanfaatannya oleh masyarakat, serta validitas buku saku tumbuhan
obat di Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain
Educational Design Research (EDR) dengan pendekatan penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk berupa buku saku yang
dikembangkan berdasarkan hasil penelitian lapangan tentang tumbuhan obat di
Desa Mawar Mekar. Produk diuji validitasnya dengan Evaluasi Formatif Tessmer
(1993). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan
snowball sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi,
wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik
analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.
Hasil penelitian ditemukan 13 tumbuhan obat yang dimanfaatkan di Desa
Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas yaitu sirsak (Annona
muricata L.), jambu biji (Psidium guajava L.), serai (Cymbopogon citratus L.),
gelinggang (Cassia alata L.), benalu (Dendrophthoe pentandra), sirih (Piper betle
L.), cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.), kumis kucing (Orthosiphon aristatus),
kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bakung (Crinum asiaticum L.), laos
(Alpinia galanga L.), daun karuk (Piper sarmentosum), dan belimbing wuluh
(Averrhoa bilimbi L.). Cara pengolahan tumbuhan sebagai obat yaitu direbus,
diremas-remas, dikunyah, ditumbuk, dibakar, diparut, dan direndam air hangat.
Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh buku saku dinyatakan dapat digunakan
dengan persentase hasil validitas ahli materi sebesar 75% dan validitas ahli media
sebesar 72,43% dengan kategori valid yaitu boleh digunakan dengan revisi kecil,
validitas ahli bahasa sebesar 91,66% dengan kategori sangat valid yaitu sangat
baik untuk digunakan. Persentase rata-rata sebesar 79,69% dengan kategori valid.
Hal ini berarti buku saku yang dikembangkan boleh digunakan dengan revisi
keci
Teaching English Speaking Skills To Junior High School Level Through Information Gap Technique
Penelitian
ini
bertujuan untuk menyelidiki apakah pengajaran
keterampilan berbicara dengan menggunakan Teknik Kesenjangan Informasi
(Information Gap Technique) memiliki dampak yang signifikan terhadap
pembelajaran siswa. Subjek utama penelitian adalah siswa kelas VIII-C di MTsN
3 Kota Banjarmasin yang berjumlah 34 siswa. Selain itu, seorang guru Bahasa
Inggris juga diwawancarai sebagai informan untuk memberikan perspektif
tambahan mengenai pelaksanaan teknik pembelajaran di kelas. Penelitian ini
menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam
dua siklus. Teknik ini menekankan pada komunikasi bermakna di mana setiap
siswa memiliki informasi berbeda yang harus dibagikan melalui interaksi lisan.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan
berbicara siswa, yang terlihat dari skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan
pretest. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam
menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Teknik ini juga terbukti mampu
menciptakan suasana kelas yang interaktif dan kolaboratif. Oleh karena itu,
Information Gap Technique dapat direkomendasikan sebagai strategi alternatif
yang efektif untuk mengajarkan keterampilan berbicara kepada siswa sekolah
menengah pertam