IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Strategi Pemberdayaan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Administrasi pada MTsN 4 Tapin
Penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran tenaga kependidikan
sebagai bagian penting dalam mendukung layanan pendidikan yang bermutu.
Pemberdayaan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan profesionalisme kerja
tenaga kependidikan yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kualitas
layanan administrasi yang diterima oleh seluruh pengguna layanan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan tenaga kependidikan dalam
meningkatkan kualitas layanan serta mengetahui kualitas layanan administrasi di
MTsN 4 Tapin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, kepala tenaga
kependidikan dan dua orang staf tenaga kependidikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah MTsN 4 Tapin telah
mengimplementasikan strategi pemberdayaan tenaga kependidikan berdasarkan
delapan indikator. 1) pemberdayaan dilaksanakan secara terstruktur melalui
penyusunan indikator kinerja yang terukur, 2) keteladanan dalam pelaksanaan
kerja, 3) komunikasi yang intensif, 4) Peninjauan struktur organisasi dilakukan
secara berkala, 5) penguatan kerja tim diwujudkan dengan pelibatan aktif tenaga
kependidikan dalam penyusunan perjanjian kinerja, 6) pengembangan pribadi juga
didukung melalui pelatihan teknis dan pemberian akses informasi beasiswa, 7)
seluruh proses tersebut berorientasi pada peningkatan layanan administrasi, 8)
dilengkapi evaluasi kinerja secara rutin. Sedangkan dari segi kualitas layanan
administrasi di MTsN 4 Tapin telah memenuhi lima indikator layanan berkualitas
yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. 1) keandalan
tercermin dalam kecepatan dan ketepatan layanan, 2) daya tanggap melalui inisiatif
staf dalam penyelesaian masalah, 3) jaminan diwujudkan lewat pengelolaan data
yang aman, 4) empati ditunjukkan dalam sikap ramah, 5) bukti fisik berupa sarana
dan prasarana yang mendukung meskipun masih butuh peningkatan
Manajemen Strategi Kepala MTsN 1 Banjar Dalam Dalam Upaya Pengembangan Sumber Daya Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Pengembangan sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan merupakan
aspek kunci dalam strategi manajerial Kepala MTsN 1 Banjar, karena tidak hanya
berdampak pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan,
tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas peserta didik serta kemajuan
madrasah secara menyeluruh. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk
mencapai hal tersebut adalah melalui penerapan manajemen strategi, yang
mencakup peningkatan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan tenaga
pendidik dan kependidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen strategi kepala
MTsN 1 Banjar dalam upaya pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan,
mengidentifikasi permasalahan yang ada, serta mencari solusi praktis guna
meningkatkan pengembangan SDM secara optimal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
triangulasi data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengamatan kinerja dilakukan secara sistematis dan berbasis
teknologi, serta ditindaklanjuti dengan pembinaan dan apresiasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi pengembangan
sumber daya pendidik dan kependidikan di MTsN 1 Banjar dilakukan secara
sistematis, berbasis kebutuhan nyata, dan merujuk pada visi-misi Kementerian
Agama. Implementasi strategi dijalankan secara terstruktur dengan pelibatan aktif
seluruh pemangku kepentingan melalui koordinasi, pelatihan, dan kerja sama
eksternal. Evaluasi dan supervisi dilakukan secara rutin dengan pendekatan
dialogis dan berbasis data, menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Meskipun
strategi dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme
tenaga pendidik dan kependidikan, penelitian ini masih memiliki keterbatasan
dalam dokumentasi data tertulis, seperti belum lengkapnya laporan evaluasi dan
dokumen pendukung lainnya, yang berdampak pada keterbatasan validasi temuan
secara administrati
Validitas BIP POC CANTIONA Terhdap Pertumbuhan Tanaman Cabai Hiyung (Capsicum frutescens L.)
Pupuk organik cair (POC) CANTIONA (Cangkang Nutrisi Telur dan Pisang
Organik Nutrisi Alami) merupakan inovasi yang memanfaatkan limbah cangkang
telur dan kulit pisang sebagai alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan. POC
CANTIONA mengandung unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium
yang mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas pemberian POC CANTIONA terhadap pertumbuhan
tanaman cabai hiyung (Capsicum frutescens L.) dan mendeskripsikan validitas
Buku Ilmiah Populer (BIP).
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan pendidikan atau
Educational Design Research (EDR) dengan pendekatan kuantitatif. Pupuk organik
cair CANTIONA diaplikasikan pada tanaman cabai hiyung dengan variasi
konsentrasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.
Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan
lebar daun. Hasil pengamatan dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur
efektivitas POC CANTIONA terhadap pertumbuhan cabai Hiyung. Data diperoleh
melalui observasi langsung dan dokumentasi terhadap tanaman, sedangkan validasi
Buku Ilmiah Populer (BIP) yang dikembangkan dilakukan oleh tiga validator ahli
menggunakan instrumen berupa lembar angket. Seluruh proses pengembangan
media merujuk pada tahapan evaluasi formatif menurut Tessmer hingga tahap uji
pakar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC CANTIONA dengan konsentrasi P4
(17,5%) memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai
hiyung, dengan peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar
daun yang paling optimal. Kandungan nutrisi dalam POC CANTIONA
berkontribusi dalam meningkatkan laju fotosintesis dan perkembangan jaringan
tanaman. Validasi BIP menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 86,45% (sangat
valid), sehingga buku ini layak digunakan sebagai bahan pembelajaran dan
referensi bagi masyarakat yang tertarik dalam pemanfaatan limbah organik. Secara
keseluruhan, POC CANTIONA berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan dalam
mendukung pertumbuhan tanaman budidaya secara berkelanjutan
Tingkat Kesejahteraan Psikologis Individu Paruh Baya Yang Mengikuti Metode Tilawati Dewasa Di TPA Hidayatul Ilmi Paliat Kecamatan Kelua
Individu paruh baya merupakan kelompok usia yang rentan mengalami
berbagai perubahan fisik maupun psikologis, seperti krisis identitas, perasaan
hampa, dan penurunan peran sosial. Pada fase ini, individu cenderung mencari
makna hidup dan ketenangan batin melalui aktivitas yang bersifat reflektif dan
spiritual. Salah satu bentuk aktivitas tersebut adalah metode tilawati dewasa, yakni
pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dirancang untuk orang dewasa. Kegiatan
ini tidak hanya memberikan manfaat religius, tetapi juga berpotensi berkontribusi
terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat kesejahteraan psikologis individu paruh baya yang mengikuti metode
Tilawati dewasa di TPA Hidayatul Ilmi Paliat, Kecamatan Kelua.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode
survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri paruh baya yang
mengikuti metode Tilawati dewasa di TPA Hidayatul Ilmi Paliat Kecamatan Kelua.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang santri paruh baya. Instrumen
yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis berdasarkan teori Carol Ryff
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan psikologis
individu paruh baya secara umum berada dalam kategori sedang, dengan frekuensi
47 dari 60 responden (78%). Sementara itu, sebanyak 6 responden (10%) berada
dalam kategori tinggi dan 7 responden (12%) dalam kategori rendah. Analisis per
dimensi juga menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang,
yakni pada dimensi penerimaan diri (58%), hubungan positif (62%), otonomi
(70%), penguasaan lingkungan (78%), tujuan hidup (73%), dan pertumbuhan
pribadi (80%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar individu paruh baya
yang mengikuti pembelajaran al-qur’an metode Tilawati dewasa memiliki tingkat
kesejahteraan psikologis yang cukup baik dan stabil di berbagai dimensiny
Metode Komunikasi Ustadzah dalam Membimbing Santri Menghafal Al-quran di Pondok Pesantren Darul Ilmi Lianganggang Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan
Pembinaan tahfiz al-Qur'an sangatlah esensial karena masih banyak
generasi muda yang belum memahami kitab suci ini. Selain itu, kesadaran dan
penerapan nilai-nilai agama di kalangan umat muslim juga masih minim.Metode
komunikasi adalah pendekatan yang digunakan untuk menguraikan proses
komunikasi antarmanusia dan memvisualisasikannya melalui beragam simbol.
Dengan demikian, metode komunikasi menyederhanakan kompleksitas komunikasi
tanpa menghilangkan elemen-elemen penting yang terkandung di dalamnya,
sehingga membentuk perspektif komunikasi yang lebih jelas.
Pondok Pesantren Darul Ilmi Lianganggang melaksanakan pembinaan
tahfiz cenderung mengaplikasikan empat metode komunikasi utama. Metode
metode tersebut mencakup komunikasi informatif, persuasif, instruktif/koersif,
serta hubungan manusiawi, di mana model hubungan manusiawi sangat ditekankan.
Penelitian ini dikategorikan sebagai studi lapangan karena peneliti terjun
langsung ke lokasi objek studi untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Dalam
proses penghimpunan informasi, peneliti menggunakan berbagai metode, termasuk
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, serangkaian
tahapan
pengolahan
dilakukan,
meliputi
pengumpulan, penyuntingan,
pengelompokan, dan interpretasi data. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif yang mencakup pengumpulan, reduksi,
penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah ustazah
dan santri, dengan fokus pada metode komunikasi yang diterapkan oleh ustazah.
Metode komunikasi yang digunakan ustazah dalam pembinaan tahfiz saling
melengkapi dan seimbang, sehingga proses komunikasi dalam pembinaan tahfiz
Al-Qur'an berlangsung dengan efektif, efisien, dan intensif. Keadaan ini
menciptakan atmosfer yang nyaman dan menyenangkan, menumbuhkan
kepatuhan, serta mendorong pemahaman yang mengarahkan pada tindakan sesuai
dengan harapan ustazah dalam kegiatan tahfiz. Oleh karena itu, para santri di elas
tahfiz dapat menghafal Al-Qur'an dengan baik dan lancar
Pengaruh Metode Pembelajaran Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Al-Qadr Mata Pelajaran Al-Quran Hadis Kelas V Di MIN 13 HSU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya interaksi antara guru dan
siswa sehingga siswa kurang aktif dalam belajar. Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di
tingkat sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius
dan pemahaman nilai-nilai keislaman sejak dini. Namun, dalam praktiknya, masih
banyak siswa yang kurang antusias dan mengalami kesulitan dalam memahami
materi yang disampaikan secara konvensional. Hal ini disebabkan oleh metode
pembelajaran yang kurang variatif dan tidak mampu mendorong partisipasi aktif
siswa dalam proses belajar. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang
inovatif dan interaktif terhadap hasil belajar siswa, salah satunya adalah metode
Talking Stick.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran
Talking Stick terhadap hasil belajar siswa materi Al-Qadr mata pelajaran Al-Qur’an
Hadis Kelas V di MIN 13 HSU. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi
eksperimen (quasi experimental) dengan bentuk desain nonequivlent cotrol group
design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas VA sebagai kelas eksperimen yang
menerima perlakuan metode Talking Stick dan kelas VB sebagai kelas kontrol yang
tidak menerima perlakuan metode Talking Stick. Instrumen yang digunakan
meliputi tes pre-test dan poss-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara
hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode Talking Stick. Rata-rata
nilai pretest kelas eksperimen adalah 43,60 dan meningkat menjadi 85,65 pada
posttest. Sementara itu, kelas kontrol memiliki rata-rata pretest 48,25 dan posttest
78,05. Uji t-test menunjukkan hasil Asymp. Sig sebesar 0,005 < 0,05 terdapat
pengaruh yang signifikan yang membuktikan bahwa penerapan metode Talking
Stick memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Dengan demikian, metode pembelajaran Talking Stick terbukti efektif dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Al-Qadr mata pelajaran Al-Qur’an
Hadis. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep tetapi juga
melatih untuk membuat seluruh siswa lebih siap dan fokus selama pembelajaran
berlangsung. Oleh karena itu, penerapan metode Talking Stick direkomendasikan
sebagai metode pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis
di tingkat sekolah dasar
Peran Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Percaya Diri Anak Pada TK Seroja Kabupaten Tanah Laut
Pengembangan kemampuan rasa percaya diri pada anak sejak dini
merupakan salah upaya dalam membangun potensial di dalam tumbuh kembang
anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan
kemampuan percaya diri pada anak TK Seroja Kabupaten Tanah Laut serta kendala
yang dihadapi dalam meningkatkan percaya diri anak TK pada usia 4-6 tahun.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini guru, sedangkan yang menjadi objek
dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mengembangkan kemampuan percaya
diri pada TK Seroja Kabupaten Tanah Laut. Pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi serta dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode induktif.
Hasil penelitian diketahui bahwa guru berperan penting dalam
mengembangkan kepercayaan diri pada TK Seroja Kabupaten Tanah Laut. Peran
guru dalam meningkatkan kepercayaan diri dengan memberikan stimulus seperti
adanya reward berupa pujian, hadiah, apresiasi. Guru berperan sebagai pendidik,
pembimbing, motivator, fasilitator, demonstrator, dan evaluator, mulai perencanaan
dan melaksanakan pembelajaran, menggunakan berbagai metode, media, alat
peraga, menciptakan situasi yang menyenangkan dan melakukan evaluasi.. Adapun
kendala yang dihadapi yaitu kurangnya fasilitas pendukung dan masih jarang
memanfaatkan alat peraga edukatif sebagai media dalam upaya mengembangkan
kepercayaan diri anak pada TK Seroja. Kemudian pola asuh orangtua yang jarang
komunikasi mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam beradaptasi serta
kurangnya stimulus yang diberikan untuk anak menjadikan faktor kemampuan
percaya diri anak dan perbedaan karakter anak seperti pemalu, pendiam, dan tidak
percaya dir
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kitab Maulid al-Dibâ’i Karya Imam Abdurrahman Al-Dibâ’i
Penulisan ini mengkaji nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkanding dalam
kitab Maulid al-Dibâ’i karya Imam Abdurrahman al-Diba‟i, seorang ulama besar
dari Yaman yang dikenal karena kontribusinya dalam bidang hadits, fiqh, dan
tasawuf. Kitab Maulid al-Dibâ’i merupakan salah satu karya sastra keislaman
yang berisi pujian dan syair tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad Saw.,
mulai dari penciptaan Nur Muhammad hingga perjuangan beliau dalam
menyebarkan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kandungan nilai-nilai
pendidikan Islam yang terdapat dalam kitab tersebut serta menilai relevansinya
dalam konteks kehidupan umat Islam masa kini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
pustaka (library research). Data primer yang digunakan adalah kitab Maulid al
Dibâ’i itu sendiri, sementara data sekunder diperoleh dari buku-buku pendukung,
jurnal ilmiah, dan karya-karya akademik lainnya yang berkaitan dengan
pendidikan Islam dan kitab maulid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
dokumentasi, dan analisis data menggunakan teknik analisis deskripsi untuk
mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam kitab Maulid
al-Dibâ’i, serta untuk menelaah relevansi nilai-nilai tersebut dengan kebutuhan
pendidikan Islam kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Maulid al-Dibâ’i memuat
sejumlah nilai-nilai pendidikan Islam yang terbagi dalam tiga kategori utama: (1)
nilai i‟tiqadiyah (keimanan), seperti keesaan Allah Swt. dan keimanan kepada
Rasulullah Saw.; (2) nilai khuluqiyah (akhlak), seperti kejujuran, kesabaran, dan
syukur; serta (3) nilai amaliyah (ibadah), seperti dzikir dan shalawat. Nilai-nilai
tersebut tidak hanya memiliki dasar teologis, tetapi juga sangat relevan untuk
membentuk karakter dan spiritualitas umat Islam masa kini.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kajian
pendidikan Islam berbasis karya sastra klasik, serta membuka peluang kajian lebih
lanjut terhadap kitab-kitab maulid sebagai sumber pembelajaran yang holistik dan
inspiratif
Strategi Kerjasama Guru Pendidikan Agama Islam Dan Bimbingan Konseling Dalam Menanamkan Nilai Kedisiplinan Pada Siswa Kelas XI MAN 1 Kapuas
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam
dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk akhlak dan kedisiplinan pada
peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Guru Bimbingan
Konseling (BK) memiliki peran yang sangat penting dalam membina karakter
siswa. Kerjasama antara keduanya sangat penting dalam pembentukan nilai
akhlak dan kedisiplinan pada peserta didik.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kerjasama antara
guru PAI dan BK serta kendala yang mereka hadapi dalam menanamkan nilai
nilai tersebut pada siswa kelas XI MAN Kapuas. Objek penelitian ini adalah
kerjasama guru PAI dan BK dalam menanamkan nilai Akhlak dan disiplin peserta
didik.c
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, guru BK, dan siswa kelas XI
MAN 1 Kapuas. Data dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kerjasama antara guru PAI
dan BK dilaksanakan melalui kegiatan keagamaan rutin seperti pelaksanaan sholat
Dzuhur berjama’ah dan pengajian rutin jum’at. Kendala yang dihadapi antara lain
tidak adanya SK (Surat Keputusan) resmi dari kepala sekolah, keterbatasan tenaga
pengajar. Meski demikian, kerjasama ini mampu memberikan dampak positif
dalam pembentukan akhlak dan kedisiplinan siswa, yang terlihat dari
meningkatnya kesadaran siswa terhadap peraturan sekolah dan nilai-nilai
keagamaa
Penggunaan Alat Kontrasepsi Untuk Perlindungan Perempuan Menurut Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam
Alat kontrasepsi adalah segala bentuk alat, obat, atau metode yang
digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Tujuannya adalah mengatur jarak
kehamilan, membatasi jumlah anak, atau bahkan mencegah kehamilan secara
permanen. Jenis-jenis alat kontrasepsi diantaranya kondom,suntik KB, susuk atau
implan, IUD dan koyo KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
penggunaan alat kontrasepsi sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan
ditinjau dari perspektif hukum positif dan hukum Islam, serta untuk menganalisis
perbandingan antara keduanya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan komparatif, yakni mengkaji bahan hukum primer dan sekunder melalui
studi kepustakaan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengaturan
hukum kontrasepsi. Pendekatan ini bertujuan untuk membandingkan ketentuan
hukum yang berlaku di Indonesia dengan ketentuan hukum lain yang relevan,
sehingga dapat ditemukan persamaan, perbedaan, serta keunggulan maupun
kelemahan masing-masing regulasi.
Dalam hukum positif Indonesia, penggunaan alat kontrasepsi merupakan
hak perempuan yang secara legal dilindungi sebagai bagian dari upaya menjaga
kesehatan reproduksi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sementara itu,
dalam perspektif hukum Islam, penggunaan alat kontrasepsi diperbolehkan dengan
syarat tidak menimbulkan mudarat, bersifat sementara, serta dilakukan atas dasar
kesepakatan antara suami dan istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik
hukum positif maupun hukum Islam sama-sama mengakui pentingnya
perlindungan terhadap perempuan dalam penggunaan alat kontrasepsi, meskipun
terdapat perbedaan orientasi. Hukum positif lebih berfokus pada aspek medis dan
kesejahteraan sosial, sedangkan hukum Islam menitikberatkan pada nilai-nilai
moral, etika, dan prinsip syaria