IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Kontribusi Beban Kerja Terhadap Kinerja Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Bersertifikasi Di SMKN 1 Marabahan

    Get PDF
    Lingkungan kerja yang mendukung diyakini mampu meningkatkan motivasi dan kinerja guru, sedangkan beban kerja yang tinggi dapat menjadi penghambat dalam pelaksanaan tugas dan pencapaian hasil kerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat beban kerja serta tingkat kinerja guru Aparatur Sipil Negara (ASN) bersertifikasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Marabahan. Secara khusus, penelitian ini ingin mengetahui kontribusi beban kerja terhadap kinerja guru di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengukur kontribusi antara beban kerja dan kinerja secara objektif. Subjek penelitian adalah seluruh guru ASN yang telah bersertifikasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Marabahan, dengan jumlah populasi sebanyak 33 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan merupakan skala adaptasi yang didasarkan pada teori beban kerja dari Hard dan Staveland, serta teori kinerja dari Stephen P. Robbins. Instrumen diadaptasi dari skripsi Muhammad Mina untuk beban kerja dan dari skripsi Muhammad Ali Musa Nasution untuk kinerja. Validitas instrumen menunjukkan bahwa seluruh item pada skala beban kerja (r hitung > r tabel 0,284) dan skala kinerja guru (r hitung > r tabel 0,213) dinyatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersertifikasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Marabahan memiliki tingkat beban kerja pada kategori sedang (63,6%) dan kinerja pada kategori rendah (51,5%). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru nilai sig. = 0,002 < 0,05), yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,268 menunjukkan bahwa 26,8% variasi dalam kinerja guru dapat dijelaskan oleh beban kerja, sementara sisanya berkontribusi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa beban kerja memiliki kontribusi nyata terhadap kinerja guru, namun faktor lain di luar beban kerja juga perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kinerja secara menyeluru

    Youtube Videos as Brainstorming Media in Teaching and Learning English

    Get PDF
    This study investigated the effectiveness of using YouTube videos as a brainstorming medium in teaching and learning English vocabulary. Using a quasi-experimental design with 30 eighth grade students from Hidayatullah Martapura Junior High School, the class was divided into two groups with 1 group of 15 students each i.e. treatment group and control group. Both groups took a vocabulary pre-test and post-test consisting of 20 items. The treatment group was taught using YouTube videos as Brainstorming media before the initial lesson to improve students' vocabulary, while the control group received conventional instruction before starting the lesson. The questions totaled 20 items with 3 different criteria, multiple choice, sentence structure, and fill in the right word in a text, the questions were given during the Pre-Test (before treatment) and Post-Test (after treatment) with different question contents. In Treatment there will be 3 meetings in each group, with 3 different materials each meeting (Verb-ing, preposition of place, describing people). Data were analyzed using SPSS version 26, using normality test, independent sample t-test, paired sample t-test, and N-Gain. The results showed a statistically significant increase in vocabulary acquisition in the treatment group compared to the control group. The findings revealed that YouTube-based brainstorming activities effectively improved students' vocabulary proficiency. The findings support the integration of digital media and creative pre learning strategies in the EFL classroom

    Pengembangan Buku Referensi Keanekaragaman Tegakan di Kampus II UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Tegakan adalah kumpulan pohon yang tumbuh bersama dalam suatu area hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tegakan yang terdapat Kampus II UIN Antasari Banjarmasin, mendeskripsikan keanekaragamannya, serta menguji validitas buku referensi yang dikembangkan berdasarkan data tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian kuantitatif, menggunakan model Educational Design Research (EDR) Plomp & Nieveen (2013) yang dibatasi pada tahap pengembangan. Penelitian ini menghasilkan buku referensi yang dikembangkan berdasarkan hasil data field research. Buku referensi ini kemudian diuji validitasnya dengan menggunakan evaluasi formatif Tessmer. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh tegakan yang terdapat di Kampus II UIN Antasari Banjarmasin. Sampel diambil secara purposive sampling dengan pertimbangan eksistensi tegakan dengan plot sebanyak 35 plot berukuran 10×10 meter (5% dari 70 ha). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan angket, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Ditemukan 15 spesies tegakan, antara lain Acacia auriculiformis, Acacia mangium, Artocarpus integra, Cocos nucifera, Commersonia bartramia, Mangifera sp., Melaleuca leucadendron, Muntingia calabura, Pistacia chinensis, Psidium guajava, Samanea saman, Swietenia mahagoni, Syzygium myrtifolium, Terminalia catappa, dan Vitex pubescens. Indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0,405 menunjukkan keanekaragaman rendah, dengan nilai tertinggi pada Acacia mangium (0,160) dan terendah pada Artocarpus integra, Muntingia calabura, Psidium guajava, serta Terminalia catappa (0,02). Uji validitas buku referensi menunjukkan nilai rata-rata 80,3% dalam kategori cukup valid dan dapat digunakan dengan perbaikan kecil sesuai masukan validator

    Nilai-Nilai Tasawuf pada Album “Don’t Make Me Sad” Karya Grup Band Letto Perspektif Jalaluddin Rumi

    Get PDF
    Seni musik bukan sekadar permainan nada dan irama, melainkan ekspresi jiwa yang mampu menyampaikan perasaan dan makna terdalam yang tak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata. Namun, tidak semua lirik lagu menyampaikan makna secara langsung; beberapa justru menyimpan pesan tersembunyi yang menuntut penafsiran lebih dalam. Hal ini tampak dalam album “Don't Make Me Sad” karya grup musik Letto, yang dikenal dengan lirik-liriknya yang puitis dan penuh makna. Lirik yang tampak sederhana kadang justru mencerminkan perjalanan batin seseorang dalam mendekatkan diri kepada Tuhan, di mana cinta yang dimaksud tak sebatas antar manusia, tetapi juga menggambarkan cinta Ilahi yang lebih dalam dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai tasawuf dalam album “Don’t Make Me Sad” karya Letto melalui perspektif pemikiran Jalaluddin Rumi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika serta teknik analisis isi untuk menafsirkan makna-makna spiritual yang tersirat dalam lirik lagu-lagu di album tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa album “Don't Make Me Sad” karya Letto mengandung nilai-nilai tasawuf yang mencakup Muraqabah (kesadaran akan kehadiran Tuhan), fana’ (meleburkan diri dalam Tuhan), syauq (kerinduan), tawakkal (kepasrahan penuh kepada Tuhan), dan mahabbah (cinta Ilahi). Nilai-nilai ini sejalan dengan pemikiran Jalaluddin Rumi, yang menekankan bahwa cinta dan kerinduan adalah inti dari hubungan spiritual dengan Tuhan. Lagu-lagu seperti “My Liberty Goodbye”, “Sebelum Cahaya”, dan “Permintaan Hati” mencerminkan cinta dan kerinduan ilahi sebagaimana digambarkan dalam puisi-puisi Rumi. Lagu lagu lainnya seperti “Rasakanlah Makna”, “Ephemera”, dan “Sejenak” menyampaikan pesan-pesan sufistik berupa nasihat untuk melepaskan keterikatan duniawi dan merenungi makna hidup. Sementara itu, lagu “Hantui Aku”, “Don’t Make Me Sad”, dan “Memiliki Kehilangan” berisi pertanyaan batin dan kegelisahan spiritual, yang sejalan dengan cara Rumi menjawab kegundahan jiwa lewat puisi-puisinya. Adapun lagu “Innosense’s-Innocence” dan “Bunga di Malam Itu” menghadirkan pengalaman ruhani yang lebih dalam berupa perjumpaan batin dan penyucian jiwa. Hal ini selaras dengan konsep tajalli dan mahabbah dalam tasawuf Rumi, yakni cinta suci yang membuka tirai-tirai dunia dan mengantarkan jiwa menuju cahaya Ilahi

    Program English Practice pada Anak Kelompok B di TK Telkom Banjarbaru

    Get PDF
    Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang sangat penting untuk dikenalkan pada anak usia dini, karena menjadi bahasa internasional yang digunakan untuk berkomunikasi di seluruh dunia. Penguasaan Bahasa Inggris dapat menambah kosakata, meningkatkan kemampuan kognitif, dan dapat membuka peluang karir di masa depan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta faktor yang mempengaruhi program English Practice pada anak Kelompok B di TK Telkom Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan studi kasus dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru dan 16 anak. Objek penelitiannya yaitu program English Practice pada anak kelompok B di TK Telkom Banjarbaru. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Serta keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program English Practice tidak memiliki perencanaan formal dalam RPPH, hanya menyesuaikan tema yang berlangsung. Pelaksanaan program English Practice dilaksanakan setiap hari menggunakan metode-metode seperti: perintah, menyanyi, permainan, menonton video, dengar ulangi, dengar lakukan, tanya jawab, menggambar, pemodelan demonstrasi, dan aktivitas diluar. Evaluasi program English Practice tidak dinilai secara formal hanya melalui observasi secara langsung. Adapun faktor pendukung yaitu pengenalan sambil bermain, keterlibatan aktif anak, guru yang berpengalaman, keanekaragaman materi, konsistensi. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya bahan ajar, ketidakmampuan guru, kurangnya partisipasi orang tua, kurangnya sumber daya, dan tidak adanya evaluasi

    Program Parenting Teaching Meeting dalam Meningkatkan Keterlibatan Orangtua di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru

    Get PDF
    Keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak tidak hanya sebatas kehadiran dalam kegiatan sekolah, tetapi juga mencakup perhatian terhadap perkembangan anak, menjalin komunikasi yang aktif dengan guru, dan mendukung proses belajar anak di rumah. Salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap hal ini adalah melalui program parenting teaching meeting yang dilaksanakan di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru. Program ini menjadi jembatan komunikasi antara orangtua dan guru, serta memberikan ruang bagi orangtua untuk lebih memahami dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaksanaan program parenting teaching meeting dalam meningkatkan keterlibatan orangtua, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat keberhasilan program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas B1 dan B3, serta enam orangtua dari kelas B1 dan B3. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program parenting teaching meeting terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini berhasil meningkatkan keterlibatan orangtua dalam aspek komunikasi dua arah, strategi dalam pengasuhan, dan mendorong partisipasi orangtua dalam kegiatan sekolah. Faktor pendukungnya adalah komunikasi terbuka dan intensif, kesiapan guru dalam menyampaikan materi, dukungan kepala sekolah dan lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterlibatan aktif dan komitmen orangtua. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu orangtua, kurangnya kesadaran atau tindak lanjut di rumah, dan keterbatasan dalam memahami laporan atau arahan guru

    تداخل اللغة الباكمبائية إلی اللغة العربية لدى طلاب معهد المجاهدين الإسلامي بمرابهان كلمنتان الجنوبية = Interferensi Bahasa Bakumpai ke dalam Bahasa Arab pada Santri Pondok Pesantren Al-Mujahidin Marabahan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk, pola, serta faktor penyebab terjadinya interferensi bahasa Bakumpai ke dalam bahasa Arab pada santri putra Pondok Pesantren Al-Mujahidin Marabahan. Interferensi bahasa merupakan fenomena linguistik yang lazim terjadi dalam masyarakat bilingual, di mana unsur-unsur bahasa pertama terbawa ke dalam penggunaan bahasa kedua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penggunaan bahasa Arab oleh santri yang memiliki latar belakang bahasa ibu Bakumpai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi pada lima aspek linguistik, yaitu: (1) fonologi—pengucapan fonem bahasa Arab yang tergantikan oleh fonem Bakumpai; (2) morfologi—penggunaan sistem afiksasi dan struktur kata khas Bakumpai dalam bahasa Arab; (3) sintaksis—penerapan pola kalimat Bakumpai dalam ujaran berbahasa Arab; (4) semantik—pergeseran makna akibat persepsi dari bahasa pertama; dan (5) leksikal—penggunaan langsung kata-kata Bakumpai dalam komunikasi berbahasa Arab. Pola interferensi ini diperkuat oleh dominasi penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga dan sosial santri. Adapun faktor penyebab interferensi meliputi ketidakseimbangan penguasaan kedua bahasa, keterbatasan kosakata bahasa Arab, dan lemahnya lingkungan berbahasa Arab secara konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengajaran bahasa Arab di pesantren, dengan menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang adaptif terhadap latar belakang bahasa ibu santri agar dapat meminimalisasi interferensi dan meningkatkan kompentensi berbahasa Arab secara efektif

    Persepsi Masyarakat Terhadap Ritual Permainan Kuda Lumping "Tri Krido Budoyo” di Desa Kerta Bakti Kalimantan Timur

    Get PDF
    Ritual permainan Kuda Lumping "Tri Krido Budoyo" adalah bagian dari warisan budaya yang ada di Desa Kerta Bakti, Kalimantan Timur, memberikan makna dan nilai budaya yang penting bagi komunitas setempat. Namun, terdapat perbedaan cara pandang di kalangan masyarakat mengenai ritual ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk secara mendetail menjelaskan proses permainan Kuda Lumping yang terjadi di Desa Kerta Bakti, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan acara. Selain itu, tugas penelitian ini juga mencakup analisis tentang pandangan masyarakat Desa Kerta Bakti mengenai ritual permainan Kuda Lumping, termasuk makna yang diyakini, nilai-nilai yang tersimpan, dan dampak dari ritual terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk memahami fenomena sosial dan budaya yang beragam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Adapun hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya dua tipe sudut pandang masyarakat terhadap ritual permainan Kuda Lumping "Tri Krido Budoyo". Pandangan positif dari warga Desa Kerta Bakti menganggap seni kuda lumping sebagai warisan budaya yang berharga dan harus dilestarikan. Mereka percaya bahwa pertunjukan ini lebih dari sekadar hiburan; ia berfungsi sebagai sarana edukasi yang mengajarkan nilai-nilai dari leluhur dan memperkuat hubungan antar warga desa. Selain itu, berbagai ritual yang mendampingi pementasan Kuda Lumping dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan alam. Sedangkan pandangan negatif dari sebagian masyarakat yang skeptis terhadap ritual yang berlangsung dalam pertunjukan tersebut, seperti praktik kesurupan. Beberapa warga merasa bahwa ritual-ritual ini bertentangan dengan ajaran agama yang mereka anut. Beberapa ulama yang menentang seni Kuda Lumping berpendapat bahwa pertunjukan ini mengandung unsur syirik atau mempersekutukan Tuhan. Oleh karena itu, bagi para ulama ini, adanya ritual-ritual dalam Kuda Lumping dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip agama yang mereka anut

    Analisis Pola Narasi Konten Dakwah pada Channel Youtube Al-Bahjah TV

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola narasi dakwah yang diterapkan oleh Channel Al-Bahjah TV di platform YouTube. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, peneliti menelaah struktur cerita, gaya bahasa, unsur emosional, serta strategi konten digital yang digunakan untuk menyampaikan ajaran Islam. Fokus utama penelitian ini mencakup identifikasi pola narasi dalam video dakwah, pemanfaatan fitur YouTube sebagai media dakwah, dampak pola penyampaian terhadap keterlibatan audiens, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam dakwah digital. Hasil temuan menunjukkan bahwa Al-Bahjah TV secara konsisten menggunakan narasi yang terstruktur, relevan, dan komunikatif, dengan sentuhan emosional yang kuat, serta memanfaatkan potensi interaktif media sosial untuk membangun kedekatan dengan audiens. Strategi ini terbukti efektif dalam memperluas jangkauan dakwah dan membentuk loyalitas pemirsa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan komunikasi dakwah digital yang adaptif dan strategis di era media sosial

    Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VB MIN 4 Banjar

    Get PDF
    Berdasarkan observasi awal pada saat PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) 2 di MIN 4 BANJAR peneliti melihat secara langsung pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VB kebanyakan siswa yang kurang fokus pada pembelajaran Bahasa Indonesia, padahal pembelajaran Bahasa Indonesia itu berada di pagi hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa terhadap pembelajararan Bahasa Indonesia dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia. Jenis penelitian kualitatif bersifat menggunakan teknik observasi, wawancara, dekriptif, pengumpulan data dan dokumentasi. Kemudian dijadikan teori dengan subjek penelitian guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 3 peserta didik kelah VB MIN 4 Banjar Berdasarkan temuan dan analisis penulis, hasil penelitian ini menunjukkan minat belajar siswa kelas VB MIN 4 Banjar terhadap pelajaran Bahasa Indonesia tergolong cukup tinggi, lebih antusias, aktif dan terampil di depan kelas. Faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada pembelajaan Bahasa Indonesia faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup kondisi fisik, kesehatan, kecerdasan, serta motivasi, sementara itu faktor eksternal suasana belajar, metode pengajaran guru, serta sarana dan prasarana

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇