IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Teacher Strategies in Developing Students' Emotional Competence in English Language Learning: A Narrative Inquiry Study
Learning English is difficult, particularly for non-native speakers who have to
become proficient in not just grammar and vocabulary but also emotional competency
to convey clearly. Language acquisition is significantly influenced by emotional
competence, which is the capacity to identify, comprehend, and regulate one's own and
others' emotions. This study is to look at the ways English language teachers use to
help their students become emotionally competent.
This study gathers interview data using a narrative inquiry technique to expose
the lived experiences and perspectives of English teachers. The study of the data
emphasizes trends and narratives showing how emotional competency is included into
English instruction methods.
The results show that teachers successfully enhance students' emotional
competency by using contextual textbooks, presentations, English songs, observational
assessments, and honest evaluations among other approaches. This study adds to the
body of knowledge on emotional intelligence in the classroom and has application for
curriculum creation and teacher preparation programs.
This study aims to explore teachers’ strategies in developing students’
emotional competence and their impact on the success of English language learning
through a narrative inquiry approach. The findings offer practical insights for
improving teacher training and curriculum development in order to support a balanced
integration of students’ emotional and academic development
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Masalah Perilaku Remaja pada Siswa di SMKN 2 Marabahan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai kenakalan
remaja. Dalam mengatasi masalah perilaku remaja pada siswa diperlukannya
bantuan guru bimbingan dan konseling untuk menuntaskannya. Tujuan dari
penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk masalah perilaku remaja, upaya
guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah perilaku remaja pada
siswa di SMK Negeri 2 Marabahan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
pendekatan lapangan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara,
dokumentasi. Subjek penelitian ini ada tiga guru BK. Objek penelitian ini adalah
upaya guru BK dalam mengatasi masalah perilaku remaja pada siswa di SMKN 2
Marabahan. Teknik analisi data yang diguakan reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi data
Hasil penelitian ini menunjukkan 1) bentuk-bentuk masalah tingkah laku
sisway yang terjadi seperti bolos sekolah, datang terlambat, tidak memakai atribut
lengkap, perkelahian antar sekolah, konflik fisik, pengambilan barang hak orang
lain, media erotic dan promiskuitas seksual. 2) Upaya guru BK dalam mengatasi
masalah tingkah laku siswa melalui layanan konseling individual untuk
mengentaskan permasalahan terutama tingkah laku pada siswa
Pengajian Fiqih Ustadz H. Faturahim didesa Pagaran kec. Hantakan Kab. Hulu sungai tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengajian fiqih
oleh Ustadz H. Faturahim di Desa Pagaran, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu
Sungai Tengah, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat keberlangsungan kegiatan tersebut. Latar belakang penelitian ini
adalah pentingnya kegiatan pengajian sebagai salah satu bentuk pendidikan Islam
nonformal yang berperan dalam membina pemahaman keagamaan masyarakat,
khususnya dalam aspek fiqih ibadah. Pengajian ini berlangsung secara rutin sejak
tahun 2010 dan masih terus dilaksanakan hingga saat ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Ustadz H. Faturahim sebagai
pengajar, pengurus langgar sebagai pendukung kegiatan, dan jamaah pengajian
sebagai peserta. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengajian fiqih dilaksanakan
secara rutin setiap malam Jumat dengan materi fiqih ibadah yang bersumber dari
kitab Tangga Ibadah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab,
yang disampaikan dalam bahasa daerah agar mudah dipahami jamaah dari berbagai
latar belakang. Faktor pendukung pengajian antara lain adalah komitmen ustadz,
dukungan pengurus langgar, metode penyampaian yang sesuai, serta semangat
jamaah. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi kondisi akses jalan yang
sulit, keterbatasan fasilitas seperti alat pengeras suara, dan waktu pelaksanaan yang
terbatas.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajian fiqih yang dilaksanakan oleh
Ustadz H. Faturahim memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan
pemahaman dan praktik ibadah masyarakat, meskipun masih dihadapkan pada
beberapa kendala teknis yang perlu menjadi perhatian bersama
Analisis Teori Keadilan Terhadap Putusan Pengadilan Agama dalam Perkara Cerai Akibat Istri Nusyuz
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Putusan Pengadilan Agama Pelaihari
dalam perkara cerai akibat istri nusyuz, yang menimbulkan pertanyaan mengenai
penerapan teori keadilan dalam putusan tersebut. Dalam hukum Islam, nusyuz
memiliki konsekuensi hukum tertentu, termasuk hak-hak finansial bagi istri dan
suami pasca perceraian. Oleh karena itu, diperlukan analisis sejauh mana putusan
tersebut mencerminkan prinsip keadilan bagi kedua belah pihak serta
kesesuaiannya dengan asas keadilan dalam hukum Islam dan hukum positif di
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan konseptual (conceptual approach) perundang-undangan (statute
approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber hukum utama yang
digunakan adalah putusan Pengadilan Agama Pelaihari yang dikaji dengan teori
keadilan dalam hukum Islam dan teori keadilan menurut filsafat hukum. Analisis
dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif guna memahami pertimbangan
hukum hakim serta implikasinya terhadap hak-hak para pihak dalam perkara cerai
akibat istri nusyuz.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menggunakan dasar hukum
yang kuat, merujuk pada Pasal 83 ayat (1) dan Pasal 84 ayat (1) Kompilasi
Hukum Islam (KHI), sehingga mengedepankan aspek kepastian hukum dengan
menegaskan bahwa istri yang nusyuz kehilangan hak atas nafkah iddah. Namun
demikian, dalam proses pengambilan keputusan, hakim tidak semata-mata
berpijak pada aturan normatif, melainkan juga memperhatikan dinamika rumah
tangga yang melatarbelakangi konflik, yang memungkinkan pengkategorian
tindakan nusyuz secara kontekstual. Dari perspektif keadilan, putusan ini
mencerminkan pendekatan keadilan distributif, di mana pemberian mut’ah kepada
istri yang nusyuz menunjukkan adanya pertimbangan atas kerentanan ekonomi
pihak perempuan pascaperceraian. Meski demikian hakim dalam perkara Nomor
592/Pdt.G/2022/PA.Plh tidak memberikan mut’ah yang menunjukkan adanya
inkonsistensi dalam hal pertimbangan hukum
التحليل التعليمي لبرنامج المتون فى معهد الفلاح للبنات ببنجربارو = Analisis Pengajaran Program Mutun di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru
Program mutun merupakan salah satu tradisi pendidikan khas pesantren yang
menekankan pada hafalan matan-matan kitab klasik berbahasa Arab sebagai dasar dalam
pembentukan keilmuan santri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian
metode pembelajaran tradisional di tengah arus modernisasi pendidikan, khususnya di Pondok
Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru yang secara konsisten menjalankan program ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program mutun
di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru serta jenis kegiatan pendidikan yang terdapat
di dalamnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan
(field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu mudir,
ustadzah dan santriwati, objek penelitian yaitu Program Mutun di Pondok Pesantrean Al-Falah
Puteri Banjarbaru, Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung,
wawancara dengan pengasuh, ustadzah, dan santriwati, serta dokumentasi. Adapun teknik
pengolahan data yang digunakan yaitu koleksi data, editing, dan interpretasi data, sedangkan
analisis data mengggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mutun dilaksanakan secara rutin melalui
metode talaqqi, hafalan, dan muraja’ah. Matan-matan yang dihafalkan meliputi kitab
Jurumiyah dan matan dasar lainnya. Program ini terbukti efektif dalam mengembangkan
kemampuan dasar bahasa Arab dan memperkuat penguasaan ilmu-ilmu keislaman. Dari sisi
sistem pendidikan, program mutun tergolong sebagai pendidikan nonformal (kokurikuler) yang
memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, serta
keterampilan santri dalam memahami teks Arab klasik secara aplikatif
Strategi Peningkatan Efisiensi Operasional Front Office di Bank Syariah Indonesia KC Tanjung
Seiring kemajuan teknologi yang pesat, perbankan syariah menghadapi
tantangan dalam meningkatkan efisiensi operasional untuk memenuhi kebutuhan
nasabah secara optimal. Front Office yang terdiri dari Teller, Customer Service, dan
Security berperan penting sebagai garda terdepan pelayanan. Namun, keterbatasan
personel menyebabkan antrian panjang dan penurunan kenyamanan nasabah.
Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi peningkatan efisiensi operasional Front
Office di Bank Syariah Indonesia KC Tanjung. Pendekatan yang digunakan adalah
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi
operasional dianalisis melalui tiga aspek: waktu, tenaga kerja, dan alat pendukung.
Dari aspek waktu, pegawai telah mematuhi SOP meskipun masih terdapat kendala
saat ramai. Dari aspek tenaga kerja, kompetensi sudah memadai, namun beban kerja
tinggi pada jam sibuk. Dari aspek alat pendukung, teknologi seperti sistem
komputer, mesin antrian, dan layanan digital sangat membantu, meski sesekali
terjadi gangguan teknis. Penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi yang
terencana untuk meningkatkan efisiensi kerja Front Office dalam menghadapi
tantangan operasional dan tuntutan pelayanan prim
Keberagamaan Anak Pada Keluarga Broken Home di Desa Al-Kautsar Kec. Satui Kab. Tanah Bumbu
Skripsi ini membahas mengenai bagaimana gambaran keberagamaan anak
di Desa Al-Kautsar Kec. Satui Kab. Tanah Bumbu, terutama dari anak keluarga
yang broken home. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana
keberagamaan anak pada keluarga broken home serta mengetahui apa saja faktor
penunjang dan penghambat keberagamaan anak pada keluarga broken home.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang memusatkan
pada prinsip-prinsip umum dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat, dimana
data yang dikumpulkan diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada
informan kunci keluarga tidak harmonis atau broken home yang terdiri dari 4 orang
anak.
Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis dengan analisis deskriptif
kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana keberagamaan anak pada
keluarga broken home cukup variatif meskipun mereka mengalami kondisi yang
sama. Mereka menunjukkan gejala atau respon yang berbeda-beda dengan faktor
yang berbeda-beda pula. Kemudian, dari hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat
beberapa faktor yang dapat menyebabkan sebuah keluarga dapat menyebabkan
broken home sehingga menyebabkan beberapa faktor penghambat dan penunjang
bagi keberagamaanny
Strategi Direct Marketing Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di PT. Asuransi Umum Bumida Cabang Banjarmasin
Direct marketing merupakan bentuk pemasaran tanpa perantara yang
memungkinkan perusahaan menjalin komunikasi langsung dengan konsumen.
Strategi ini dianggap mampu membangun kedekatan serta meningkatkan efektivitas
promosi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi direct
marketing yang diterapkan PT. Asuransi Umum Bumida 1967 Cabang Banjarmasin
dalam meningkatkan jumlah nasabah, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang
dihadapi dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan observasi secara langsung ke
lokasi, serta mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek
penelitian terdiri dari kepala cabang, agen, dan staf PT. Asuransi Umum Bumida
1967 Cabang Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama: strategi direct marketing
dilakukan melalui komunikasi via WhatsApp, email, kunjungan langsung, serta
media sosial seperti Instagram dan TikTok. Kedua: tantangan yang dihadapi
mencakup keterbatasan tenaga pemasar, respon calon nasabah yang masih rendah,
serta kurangnya kemampuan komunikasi dari agen. Dengan penerapan strategi
yang tepat dan peningkatan kualitas SDM, direct marketing terbukti mampu
meningkatkan jumlah nasaba
Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Bawang Fatimah di Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan
Usaha Kerupuk Bawang Fatimah merupakan usaha mikro rumah tangga
yang telah beroperasi sejak tahun 2007 dan dikenal luas oleh masyarakat
Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Usaha ini dikelola secara
mandiri dengan proses produksi tradisional dan keterlibatan tenaga kerja lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha dan
mengetahui analisis SWOT pada usaha Kerupuk Bawang Fatimah di Kelurahan
Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan
pendekatan kualitatif deskriftif. Informan terdiri atas 1 orang pemilik, 2 orang
karyawan, 3 orang pelanggan. Menggunakan tektik pengumpulan data yaitu
dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta di analisis dengan teknik
analisis SWOT menggunakan data menurut Fredy Rangkuti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha masih
berfokus pada lima aspek utama, yaitu: (1) inovasi produk yang mempertahankan
cita rasa tradisional tanpa varian baru, (2) pemasaran yang masih bersifat
konvensional dan mengandalkan sistem titip jual serta promosi dari mulut ke
mulut, (3) manajemen keuangan yang belum terstruktur, dengan pencampuran
antara keuangan pribadi dan usaha, (4) pengelolaan sumber daya manusia yang
masih non-formal tanpa pelatihan keterampilan khusus, dan (5) teknologi
produksi yang masih tradisional tanpa bantuan mesin modern. Berdasarkan
analisis SWOT, kekuatan utama usaha terletak pada kualitas rasa dan loyalitas
pelanggan, sementara kelemahan mencakup manajemen keuangan yang belum
profesional dan keterbatasan teknologi. Peluang terbuka pada dukungan
masyarakat dan potensi digitalisasi, sedangkan ancaman berasal dari kompetisi
produk serupa dan keterbatasan promosi
Kontribusi Self Stigma Terhadap Kualitas Hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Pada Kelompok Penggagas (KP) Borneo Plus Banjarmasin
Orang dengan HIV/AIDS menghadapi berbagai permasalahan yang dapat
berdampak pada kualitas hidupnya, misalnya dalam aspek fisik, orang yang
mengidap HIV/AIDS akan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh yang
menyebabkan rentan terkena berbagai macam infeksi oportunistik. Selain itu, orang
yang hidup dengan HIV dan AIDS tidak hanya menghadapi tantangan kesehatan
fisik, seperti penurunan daya tahan tubuh dan komplikasi akibat penyakit tersebut,
tetapi juga berbagai masalah psikososial. Mereka sering kali mengalami stigma
sosial, kesulitan finansial, depresi, serta perasaan putus asa yang berkepanjangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi self stigma terhadap
kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada Kelompok Penggagas
(KP) Borneo Plus Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional dan uji regresi linear sederhana. Instrumen pada penelitian ini
menggunakan skala modifikasi berger HIV Stigma Scale yang sudah diterjemahkan
ke bahasa Indonesia oleh Nurdin dan skala kualitas hidup WHOQOL-HIV BREF
versi Indonesia. Subjek pada penelitian ini adalah anggota Kelompok Penggagas
(KP) Borneo Plus Banjarmasin yang berjumlah 48 orang. Adapun sampel yang
diambil sebanyak 48 orang.
Adapun hasil dari penelitian ini, yaitu: 1) Tingkat self stigma yang didapat
ODHA pada Kelompok Penggagas (KP) Borneo Plus Banjarsmasin berada pada
kategori “Sedang” dengan persentase sebesar 63% atau sebanyak 30 orang. 2)
Tingkat kuliatas hidup ODHA pada Kelompok Penggagas (KP) Borneo Plus
Banjarsmasin berada pada kategori “Sedang” dengan persentase sebesar 58% atau
sebanyak 28 orang. 3) Terdapat kontribusi negatif antara variabel self stigma
dengan kualitas hidup. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi dengan nilai
koefisien regresi variabel stigma adalah -0,321 dengan tingkat signifikansi (sig)
sebesar 0,001. Artinya, semakin tinggi tingkat stigma, maka semakin rendah pula
tingkat kualitas hidup. Adapun kontribusi self stigma terhadap kualitas hidup
dengan nilai R Square sebesar 0,223 atau sebesar 22,3%. Sementara 77,7%
dipengaruhi faktor lain di luar model regres