IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Tunjangan Profesi dan Iklim Kepercayaan Terhadap Inovasi Guru pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Se-Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah
Pendidikan yang berkualitas sangat bergantung pada inovasi yang
diterapkan oleh para pendidik. Guru memiliki peran dalam meningkatkan kualitas
pendidikan, yang didukung oleh tunjangan profesi sebagai bentuk penghargaan atas
profesionalitas mereka. Selain itu, iklim kepercayaan di lingkungan pendidikan
menjadi pendukung guru dalam berinovasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunjangan profesi dan
iklim kepercayaan terhadap inovasi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri se
Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dikumpulkan melalui kuesioner
yang disebarkan kepada 51 responden yang terdiri dari guru dan kepala madrasah.
Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda dengan
bantuan aplikasi SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kepercayaan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap inovasi guru, sementara gender juga berpengaruh
signifikan namun dengan arah negatif. Sebaliknya, tunjangan profesi tidak
berpengaruh signifikan terhadap inovasi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya
membangun iklim kepercayaan di lingkungan madrasah untuk mendorong inovasi
guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebaliknya, tunjangan profesi
belum mampu mendorong inovasi secara signifikan, yang kemungkinan
disebabkan oleh pemanfaatan tunjangan yang lebih fokus pada pemenuhan
kebutuhan pribadi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi
pengelola pendidikan dalam merancang strategi peningkatan inovasi di lingkungan
madrasah serta perlunya peningkatan iklim kepercayaan di madrasah dan evaluasi
kebijakan tunjangan profesi untuk mendorong inovasi yang lebih efektif di
kalangan guru
Persepsi Tenaga Pengajar Madrasah Ibtidaiyah Hayatuddiniyah Desa Sungai Pantai Terhadap Asuransi Syariah
Asuransi syariah merupakan salah satu produk keuangan syariah
yang dapat membantu masyarakat dalam mengelola risiko. Namun, masih
banyak masyarakat yang belum memahami tentang asuransi syariah,
termasuk tenaga pengajar di Madrasah Ibtidaiyah Hayatuddiniyah Desa
Sungai Pantai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
persepsi tenaga pengajar terhadap asuransi syariah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
dengan 5 tenaga pengajar di Madrasah Ibtidaiyah Hayatuddiniyah Desa
Sungai Pantai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga pengajar di Madrasah
Ibtidaiyah Hayatuddiniyah Desa Sungai Pantai memiliki persepsi yang
positif terhadap asuransi syariah. Mereka memahami bahwa asuransi
syariah dapat membantu masyarakat dalam mengelola risiko dan
memberikan perlindungan finansial. Namun, masih ada beberapa tenaga
pengajar yang belum memahami tentang mekanisme dan produk asuransi
syariah. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi tentang
asuransi syariah kepada tenaga pengajar dan masyarakat luas
Penerapan Metode Wafa Dalam Pembelajaran Huruf Hijaiyah Di PAUD Islam Terpadu (IT) Robbani Banjarbaru
Pengenalan huruf hijaiyah sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam
pendidikan keagamaan anak, terutama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap
Al-Qur‟an. PAUD Islam Terpadu (IT) Robbani Banjarbaru sebagai lembaga
pendidikan anak usia dini, menerapkan metode Wafa sebagai program unggulan
dalam pengajaran huruf hijaiyah. Metode ini dipilih karena pendekatannya yang
mengoptimalkan kerja otak kanan melalui teknik multisensori, seperti visual,
audio, gerakan, serta pendekatan TANDUR dan 5P yang sesuai dengan
karakteristik anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana penerapan metode Wafa dalam pembelajaran huruf hijaiyah di
kelompok A1 dan B1, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat penerapannya.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian meliputi guru Al-Qur‟an dan
anak-anak kelompok A1 dan B1 di PAUD IT Robbani Banjarbaru. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam,
dan dokumentasi. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber,
triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan dengan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahap perencanaan, guru
menyusun media pembelajaran, jadwal, dan strategi sesuai prinsip metode Wafa.
Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang
menyenangkan dan interaktif, seperti penggunaan lagu, kartu huruf, dan gerakan.
Evaluasi dilakukan melalui buku penghubung dan ujian kenaikan jilid. Faktor
pendukung keberhasilan metode ini antara lain dukungan dari wali kelas,
pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, support atau dukungan dari orang
tua, dan ketersediaan fasilitas yang mendukung pembelajaran metode wafa di
sekolah sedangkan hambatannya adalah perbedaan kemampuan anak dalam
menyerap materi dan anak pindahan dari sekolah lai
Analisis Yuridis Terhadap Penetapan Anak Angkat sebagai Ahli Waris dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Penetapan Nomor 90/Pdt.P/2022/PA.Plh)
Hakim pemeriksa perkara wajib menghindari terjadinya kekeliruan dalam
memeriksa dan menilai fakta hukum serta memilih dasar hukum yang relevan
dalam membuat keputusan agar antara dasar pertimbangan dan amar penetapan
saling bersesuaian antara satu sama lain. Realitasnya penulis menemukan sebuah
Penetapan Nomor 90/Pdt.P/2022/PA.Plh tepatnya pada bagian amar penetapan ada
satu kaidah hukum baru bahwa seorang anak angkat bisa menjadi ahli waris bagi
orang tua angkatnya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti
persoalan ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana dasar pertimbangan
hukum yang digunakan oleh hakim sampai dapat memutuskan amar penetapan
yang cukup kontradiktif dan untuk mengetahui lebih mendalam apakah alasan
hukum yang digunakan memang benar demikian ataukah ada kekeliruan dari hakim
dalam menemukan hukum pada perkara ini.
Jenis penelitian ini adalah hukum normatif dengan menggunakan
pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan analitis, hal ini
sebagai upaya untuk melakukan telaah secara komprehensif. Pada bagian-bagian
tertentu akan didukung dengan data empiris.
Hasil temuan dari penelitian ini setelah ditelaah dan dikaji secara
komprehensif dijelaskan bahwa dasar pertimbangan hukum yang digunakan hakim
pada Penetapan Nomor 90/Pdt.P/2022/PA.Plh telah keliru dan salah dalam
menerapkan ketentuan hukum bagi anak angkat agar ia bisa menjadi ahli waris
untuk orang tua angkatnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 174 Ayat (2) KHI, Pasal
209 KHI, petitum subsider dan Q.S An-Nisa Ayat 7. Tidak ada satupun dari norma
hukum di atas yang dapat membenarkan tindakan majelis hakim dalam memberikan
sebuah penetapan ahli waris untuk anak angkat pada bagian amar penetapannya.
Terlebih aturan yang ada baik itu dalam hukum Islam, Kompilasi Hukum Islam dan
hukum positif yang berlaku saat ini tidak ada satu aturan pun yang dapat
memberikan celah bagi anak angkat untuk dapat menerima bagian harta
peninggalan orang tua angkatnya sebagai ahli waris. Sehingga dapat dikatakan
bahwa penetapan anak angkat sebagai ahli waris tidak berdasar dan beralasan
hukum
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Channel YouTube Hafiz & Hafizah dalam series “Apa Yang Disukai Allah?”
Penelitian ini mengkaji tentang Pesan Dakwah yang ditemukan 3 episode
animasi Hafiz & Hafizah, yang mana film ini menceritakan bagaimana kegiatan
kesaharian mereka yang ditayangkan pada Channel Youtube. Penelitian ini
diharapkan dapat meningkatkan nilai nilai Islam dalam kehidupan anak. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif.
Data diambil dari kalimat, gambar, dan tindakan tanpa menggunakan angka. Subjek
penelitian seri Animasi video “Hafiz & Hafizah: Apa yang disukai Allah?” yang
dianalisis untuk menemukan pesan dakwah pada narasi atau dialog dalam film
animasi ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tayangan 3 video yang
diteliti, mengajarkan karakter Islam kepada setiap penonton melalui berbagai tokoh
yang diperankan dalam film animasi Hafiz & Hafizah. (1) Berbagi buah tangan,
Ajakan jika mendengar Azan berkumandang untuk segera melaksanakan sholat,
Percaya diri, Musyawarah, Shalat pada waktunya. (2) Berkata jujur. (3) Kegiatan
mengaji bersama, Keutamaan sikap sabar, Perkataan thayyibah (Astagfirulah),
bersenda gurau boleh tapi tidak menyakiti perasaan orang lain, menahan amarah,
meminta maaf dan saling memaafkan. Pesan dakwah yang terdapat pada animasi
ini meliputi, pesan dakwah akidah, pesan dakwah syariah dan pesan dakwah akhlak
Manajemen Relawan untuk Kenyamanan Jemaah di Majelis Taklim Al-Husna Komplek Luthfia Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar
Majelis Taklim Al-Husna Komplek Luthfia Kecamatan Gambut Kabupaten
Banjar adalah salah satu majelis taklim terbesar di Gambut yang didirikan oleh
Almarhum K.H. Ahmad Bakeri dan kini diteruskan oleh Tuan Guru H. Muhammad
Rasyid Ridha. Kegiatan rutin yang dilaksanakan di majelis ini meliputi pengajian,
pembacaan Maulid Habsyi, ceramah agama serta kegiatan sosial keagamaan
lainnya. Keberlangsungan kegiatan di Majelis Taklim Al-Husna tidak lepas dari
peran para relawan yang dengan sukarela membantu dalam berbagai aspek, mulai
dari pengaturan tempat, keamanan, hingga pelayanan jemaah dan kelancaran acara
keagamaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
manajemen relawan di Majelis Taklim Al-Husna, dengan fokus pada fungsi utama
dalam manajemen SDM, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengawasan,
pengadaan,
pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian. Selain itu, penelitian ini juga
mengidentifikasi kendala dalam pengelolaan relawan yang dapat mempengaruhi
kenyamanan jemaah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ini terdiri dari pengurus,
anggota relawan, serta jemaah aktif di Majelis Taklim Al-Husna. Sementara itu,
objek penelitian berfokus pada manajemen relawan untuk kenyamanan jemaah.
Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Untuk analisis data, penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu
kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data
dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen relawan di Majelis
Taklim Al-Husna telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif
terhadap kenyamanan jemaah. Hal ini dibuktikan dengan jemaah yang merasa
nyaman dan terbantu dengan pelayanan yang diberikan oleh relawan, terutama
dalam aspek kebersihan, ketertiban, dan keramahan dalam penyambutan. Namun,
kendala utama yang masih dihadapi adalah belum adanya sistem pelatihan yang
terstruktur bagi relawan, yang berdampak pada efektivitas kerja mereka. Oleh
karena itu, diperlukan upaya peningkatan dalam pelatihan dan sistem manajemen
relawan agar pelayanan di majelis semakin optimal
Pendapat Ulama mengenai Sighat Taklik Talak Dalam Perkawinan
Sighat taklik talak merupakan pernyataan talak bersyarat yang diucapkan oleh
suami setelah akad nikah dan menjadi sah apabila syarat yang ditetapkan dilanggar. Di
Indonesia, pembacaan sighat ini telah menjadi praktik umum dalam prosesi
pernikahan, meskipun secara hukum tidak diwajibkan. Fenomena ini memunculkan
perbedaan pandangan di kalangan ulama, termasuk di Kota Pangkalan Bun, mengenai
status hukum dan urgensi pembacaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pandangan ulama Kota Pangkalan Bun terhadap hukum sighat taklik talak, serta
mengidentifikasi alasan dan dasar hukum yang mendasari pandangan mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian
empiris (sosiologis hukum). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima
orang ulama yang kompeten di bidang fikih munakahat dan aktif dalam kegiatan
keagamaan di wilayah Kota Pangkalan Bun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua klasifikasi pandangan.
Pertama, sebagian ulama mendukung pembacaan sighat taklik talak sebagai bentuk
komitmen moral dan hukum suami kepada istri, yang bertujuan melindungi hak-hak
perempuan. Kedua, sebagian lainnya menolak atau tidak menyarankan pembacaan
tersebut karena dianggap tidak wajib secara syar’i dan berpotensi menimbulkan
ketegangan dalam rumah tangga. Dari segi alasan dan dasar hukum, kelompok yang
mendukung merujuk pada prinsip maslahah, Pasal 46 dan 47 Kompilasi Hukum Islam
(KHI), serta perlindungan hak istri menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.
Sementara kelompok yang menolak berpegang pada kaidah ushul bahwa hukum asal
segala sesuatu adalah mubah, selama tidak terdapat dalil yang mewajibkannya.
Kesimpulannya, praktik pembacaan sighat taklik talak dipandang sah dan
memiliki dasar hukum yang kuat, namun penerapannya tidak bersifat mutlak. Oleh
karena itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat agar memahami makna, hukum, dan
konsekuensi dari sighat tersebut sebelum diucapkan dalam akad nika
Perilaku Hukum Pelaku Perkawinan Poliandri (Studi Kasus Di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku hukum salah satu anggota
masyarakat di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar yang
melakukan perkawinan poliandri. Perkawinan ini merupakan fenomena sosial yang
menarik untuk dikaji karena wanita menikah dengan beberapa pria. Perkawinan ini
menimbulkan berbagai implikasi hukum dan sosial yang kompleks. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku hukum pelaku perkawinan
poliandri, alasan praktik perkawinan poliandri dan dampak yang ditimbulkan dari
praktik perkawinan poliandri di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman
Kabupaten Banjar.
Jenis dari penelitian ini adalah penelitian hukum empiris berupa penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan
data menggunakan wawancara. Lokasi penelitian ini di desa Sungai Jati Kecamatan
Mataraman Kabupaten Banjar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini
dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Sungai Jati terdapat
praktik perkawinan poliandri yang dilakukan oleh Ibu RW. Perkawinan poliandri
ini bisa terjadi dengan cara: perkawinan dengan suami pertama dilakukan secara
resmi dan perkawinan kedua dilakukan secara sirri. Adapun faktor yang
melatarbelakangi perkawinan poliandri yang dilakukan di Desa Sungai Jati
disebabkan faktor ekonomi, faktor jarak, faktor kurangnya pengetahuan tentang
prosedur perkawinan dan faktor untuk menghindari zina. Perkawinan poliandri di
Desa Sungai Jati menimbulkan dampak-dampak hukum, dampak psikologis dan
dampak sosiologis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku hukum pelaku perkawinan
poliandri di Desa Sungai Jati mencerminkan adanya penyimpangan dari hukum
Islam dan hukum positif. Perkawinan poliandri di latarbelakangi faktor ekonomi,
faktor jarak, faktor kurangnya pengetahuan tentang prosedur perkawinan dan faktor
untuk menghindari zina. Dan juga terdapat beberapa dampak yaitu dampak hukum,
dampak psikologis dan dampak sosiologi
Peran Asatidz dalam Pembentukan Karakter Santri Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap karakter
terpuji yang tercermin dalam perilaku sehari-hari para santri di Pondok Pesantren
Al-Madaniyah Jaro Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan yang menjadi
inspirasi dalam mengkaji nilai-nilai positif dalam kehidupan di pesantren.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran asatidz
dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro dan
faktor pendukung serta penghambat peran asatidz dalam pembentukan karakter
santri di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah asatidz dan santri di Pondok
Pesantren Al-Madaniyah Jaro. Sedangkan objek penelitian ini adalah peran asatidz
dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro dan
faktor pendukung serta penghambatnya. Pengumpulan data dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data,
display data dan verifikasi data serta analisis data menggunakan deskriptif
kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Peran asatidz dalam pembentukan
karakter santri di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro meliputi asatidz sebagai
pendidik, asatidz sebagai pengajar, asatidz sebagai pembimbing, asatidz sebagai
pengarah, dan asatidz sebagai pelatih. 2) Faktor pendukungnya meliputi pendidikan
asatidz baik dan lingkungan pesantren baik. Adapun faktor penghambatnya
meliputi latar belakang pendidikan santri dan ekonomi keluarga santr
Gharîb Al-Qur’an dalam Surah Al-Mulk: Analisis Makna dalam Kitab Tafsir Al-Azhar Karya Hamka
Dalam studi ilmu Al-Qur’an, istilah gharîb Al-Qur’an merujuk kepada kata
kata yang terdengar asing, ganjil atau sulit dipahami maknanya oleh pembaca awam.
Karena itulah, gharîb Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam proses penafsiran, agar
makna yang terkandung dalam ayat Al-Qur’an tidak disalahartikan atau dipahami
secara dangkal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji istilah gharîb Al-Qur’an dalam surah
Al-Mulk serta menganalisis penafsiran HAMKA terhadap kata gharîb dalam kitab
Tafsir Al-Azhar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
kepustakaan (library research) dan analisis isi. Sumber utama yang digunakan adalah
Tafsir Al-Azhar karya HAMKA dan Kitab Al-Mufradat fî Ghâribil Qur’an karya Ar
Raghib Al-Ashfahani, serta didukung dengan referensi yang relevan dengan ilmu
gharîb Al-Qur’an. Fokus penelitian seputar Surah Al-Mulk yang terdapat di dalam Al
Qur’an
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa di dalam Al
Qur’an surah Al-Mulk terdapat 27 kata yang tergolong gharîb baik secara lafadz,
makna maupun susunan (tarkib). HAMKA dalam tafsirnya mengaitkan makna dari
kata-kata tersebut dengan konteks sosial, moral dan spiritual sehingga makna yang
didapatkan menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca masa kini. Gaya penulisan
yang komunikatif dan kaya akan nilai-nilai sosial budaya menjadikan tafsir HAMKA
memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan tafsir lainnya. Dalam Menafsirkan 27 kata,
HAMKA memfokuskan analisisnya pada 8 kata yang mewakili dari 27 kata gharîb
baik dari segi lafadz, makna maupun tarkib.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian terhadap kata-kata gharîb sangat
penting untuk mendukung pemahaman yang benar terhadap isi Al-Qur’an dan
menghindari kesalahan dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an. Selain itu, penelitian ini
juga membuka peluang untuk pengembangan kajian lebih lanjut terhadap tafsir tematik
dari tokoh nusantara dalam isi kandungan makna dari setiap ayat Al-Qur’an, tidak
terbatas pada satu surah saja