IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Akses dan Persepsi Masyarakat Pedesaan terhadap Perguruan Tinggi di Kabupaten Banjar
Akses dan persepsi masyarakat pedesaan terhadap perguruan tinggi
merupakan isu penting yang mencerminkan kesenjangan dalam pemerataan
pendidikan. Kabupaten Banjar, dengan dominasi wilayah pedesaan seperti
Kecamatan Karang Intan, Astambul, dan Sungai Tabuk, menghadapi berbagai
tantangan dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang merata. Faktor
geografis, ekonomi, dan sosial budaya sering kali menjadi penghambat utama yang
menyebabkan rendahnya angka partisipasi perguruan tinggi. Di sisi lain, persepsi
masyarakat terhadap perguruan tinggi juga berpengaruh terhadap minat
melanjutkan pendidikan, terutama terkait prioritas antara pendidikan dan kebutuhan
ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akses pendidikan,
faktor penghambat, peran pemerintah, serta persepsi dan minat masyarakat
pedesaan terhadap pendidikan tinggi di Kabupaten Banjar.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Lokasi penelitian ini bertempat di Kabupaten Banjar yaitu pada Kecamatan Karang
Intan (desa Balau, desa Sungai Besar dan desa Mandi Kapau Barat), Kecamatan
Astambul (desa Pingaran Ilir, desa Astambul Kota dan desa Kelampaian Tengah)
dan Kecamatan Sungai Tabuk (desa Lok Baintan Dalam, desa Paku Alam dan desa
Sungai Tabuk Keramat).
Penelitian ini mengkaji akses dan persepsi masyarakat pedesaan terhadap
perguruan tinggi di Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keterbatasan ekonomi, minimnya informasi pendidikan, infrastruktur yang belum
memadai, serta norma sosial budaya menjadi hambatan utama bagi masyarakat desa
dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, di sisi lain ditemukan adanya
motivasi yang kuat di kalangan generasi muda pedesaan untuk mengakses
perguruan tinggi, yang dipandang sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan
hidup sekaligus mendukung pembangunan desa. Persepsi masyarakat terhadap
perguruan tinggi cenderung positif, meskipun tidak selalu diiringi oleh akses yang
setara dan merata. Dukungan keluarga dan program pemerintah terbukti menjadi
faktor pendorong penting dalam mendorong partisipasi perguruan tinggi, meskipun
distribusinya belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini
merekomendasikan perlunya peningkatan penyebaran informasi pendidikan,
penguatan program beasiswa berbasis desa, serta pengembangan program studi
yang relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal, guna memperluas partisipasi
perguruan tinggi di kawasan pedesaan Kabupaten Banjar
Upaya Peningkatan Kualitas Keagamaan Anak-Anak di TPA Miftahul Ulum Kecamatan Rantau Badauh
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas
keagamaan pada anak-anak sebagai penerus estafet dakwah dalam Islam.
Perkembangan zaman semakin pesat yang bisa berdampak negatif bagi mereka
menyebabkan pentingnya peningkatan kualitas keagamaan bagi anak sejak usia
dini. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) menjadi wadah bagi anak-anak dalam
aktivitas keagamaan sehingga disana terlihat bagaimana kualitas keagamaan
mereka dan upaya peningkatan kualitas keagamaan yang dijalankan. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas keagamaan anak-anak dan
upaya peningkatan kualitas keagamaan anak-anak di TPA Miftahul Ulum
Kecamatan Rantau Badauh.
Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif, jenis penelitian field research dengan subjek dan objek penelitian adalah
pengajar dan anak-anak di TPA Miftahul Ulum. Pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dan di cek
keabsahannya dengan triangulasi data.
Hasil penelitian kualitas keagamaan anak-anak di TPA Miftahul Ulum
Kecamatan Rantau Badauh secara umum menunjukkan kualitas keagamaan yang
baik. Hal tersebut tercermin dari kemampuan membaca Al-Qur’an dan pengetahuan
dasar mereka tentang agama seperti tauhid, fikih, dan akhlak yang secara umumnya
sudah baik. Hanya beberapa anak yang masih perlu dibimbing lebih ekstra agar
kualitas keagamaan anak-anak disana setara. Upaya peningkatan kualitas
keagamaan anak-anak di TPA Miftahul Ulum dilakukan melalui metode
pembelajaran yang efektif dan sesuai karakter mereka. Pembelajaran Al-Qur’an
menggunakan metode iqro dan talaqqi dengan pencatatan progres bacaan untuk
memastikan perkembangan anak. Pemberian nilai pada catatan materi menjadi
apresiasi yang meningkatkan motivasi belajar. Pengajaran tauhid, akhlak, dan fikih
disesuaikan dengan tahap perkembangan anak melalui nyanyian, penjelasan
sederhana, dan praktik langsung. Pembelajaran tambahan seperti tarikh, kaligrafi,
kosakata bahasa Arab, dan hadis memperkaya wawasan keagamaan. Metode
nyanyian efektif membantu anak memahami ketauhidan secara menyenangkan dan
interaktif
Ayat-Ayat Wa Man Lam Yaḥkum dalam Tafsir Fî Zhilâlil Qur’an, Karya Sayyid Qutb
Radikalisme saat ini telah menjadi perhatian yang sangat penting, terutama
dalam konteks agama Islam. Salah satu tokoh yang sering kali dibicarakan
mengenai radikalisme Islam adalah Sayyid Qutb, seorang pemikir Islam dari Mesir
yang dikatakan telah menuangkan ide-ide radikalisme dalam berbagai karyanya,
termasuk dalam tafsir Al-Qur’an yang terkenal, yaitu Tafsir Fî Zhilâlil Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam
mengenai pemikiran Sayyid Qutb serta implikasinya dalam permasalahan
radikalismeisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian
kualitatif dan analisis teks yang terdiri dari dua tahap utama: Pengumpulan Data
dan Analisis. Pada tahap Pengumpulan Data, sumber utama yang digunakan adalah
teks Fî Zhilâlil Qur’an. Selain itu, data sekunder diperoleh dari penelitian yang
telah dilakukan sebelumnya, artikel, buku, dan materi-materi lain yang relevan
mengenai Sayyid Sayyid Qutb dan konteks radikalismeisme. Tahap kedua, Analisis
Teks dan Analisis Isi, mencakup tinjauan kritis terhadap teks Fî Zilâlil Qur’an
dengan menggunakan epistemologi tafsir untuk mengetahui sumber penafsiran Fî
Zilâlil Qur’an.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa
dalam penafsiran Sayyid Qutb terhadap Q.S al-Maidah Ayat 44-47 yaitu,
"...Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka adalah orang-orang yang kafir." lafal "man" 'siapa saja'
sebagai isim syarat dan jumlah syarat sesudahnya, yang menunjukkan
keberlakuannya melampaui batas-batas lingkungan dan kondisi, masa, dan tempat.
Hukumnya berlaku secara umum atas semua orang yang tidak memutuskan perkara
dengan apa yang diturunkan Allah, pada generasi kapan pun, dan dari bangsa
manapun, maka dia adalah kafir.
Adapun Implikasi penafsirannya Sayyid Qutb, memang disinyalir bisa
menjadi salah satu penyebab pemahaman radikalisme, karena Sayyid Sayyid Qutb
menafsirkan ayat itu untuk seluruh manusia yang ada dimuka bumi ini, apabila tidak
memakai hukum Allah, maka orang itu kafir, seperti seorang penguasa jika
menghukumi dengan selain hukum syara’ maka ia telah kafir, rakyatnya juga kafir,
baik yang patuh kepadanya maupun yang tidak, sehingga orang yang berpatokan
atau bersumber dengan ayat ini akan mudah sekali dalam mengkafirkan orang lain
الطرق المستخدمة لتعليم اللغة العربية بالمدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية ١ تابالونج = Metode-Metode yang Digunakan dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Tabalong
Metode pembelajaran merupakan cara terstruktur dalam menyampaikan materi
kepada siswa guna mencapai tujuan pembelajaran. Namun, dalam penerapan
metode pembelajaran bahasa Arab masih banyak masalah yang dihadapi, seperti
kurangnya variasi metode, metode yang tidak sesuai dengan kebutuhan peserta
didik, kurangnya media pembelajaran yang menarik hingga kurangnya pelatihan
bagi guru bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode-metode
yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Tabalong serta
mengetahui faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat pembelajaran
bahasa Arab di sekolah ini. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dokumentasi dan pengisian kuesioner oleh siswa. Hasil penelitian ini
adalah (1) metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di MAN 1
Tabalong adalah metode terjemah dan metode ceramah. (2) Faktor-faktor
pendukung pembelajaran bahasa Arab di sekolah ini adalah guru yang kompeten,
adanya fasilitas pembelajaran (buku, media, ruang kelas), suasana kelas yang
kondusif, minat siswa yang tinggi, latar belakang siswa pindahan dari pondok
pesantren, dan adanya komunitas bahasa Arab. Kemudian faktor-faktor
penghambatnya adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran bahasa Arab,
kurangnya fasilitas belajar, metode pengajaran yang kurang menarik, kurangnya
waktu untuk belajar bahasa Arab, guru tidak masuk kelas dan tidak memberi tugas,
pembelajaran yang monoton dan lingkungan yang tidak mendukung untuk
berbahasa Arab
Optimalisasi Peran Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri
Kurikulum Merdeka menekankan perlunya menyesuaikan metode
pengajaran berdasarkan tingkat kemahiran siswa, sehingga membuat proses
pembelajaran lebih mudah beradaptasi dan fleksibel. Kurikulum ini, dengan
desain, memungkinkan peserta didik di SMA Darul Hijrah Putri untuk
menumbuhkan dan memelihara kemampuan mereka secara efektif. Meskipun
demikian beberapa tantangan turut hadir dalam penerapan Kurikulum Merdeka
Belajar di SMA Darul Hijrah Putri seperti kemampuan berpikir kritis siswa, hal
tersebut ditandai dengan sumber daya yang terbatas, pasif, motivasi rendah, dan
siswa kurang mahir dalam menganalisis atau memecahkan masalah secara
objektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses optimalisasi peran guru
PAI sebagai fasilitator, sumber belajar, dan motivator dalam menanamkan nilai
nilai Islam melalui implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMA Darul
Hijrah Putri.
Metode penelitian dengan jenis field research yang bersifat deskriptif dan
menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis optimalisasi peran guru
dalam pembelajaran PAI di SMA Darul Hijrah Putri melalui implementasi
Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian meliputi guru PAI, santriwati kelas X dan
XI, serta pihak sekolah terkait. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif oleh
Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Guru PAI di SMA Darul Hijrah Putri
telah optimal menjalankan perannya sebagai fasilitator, sumber belajar, dan
motivator, meskipun ada keterbatasan akses teknologi digital. Mereka tetap
mampu menyediakan materi yang relevan, menanamkan nilai-nilai Islam secara
kreatif, dan menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai kebutuhan peserta didik.
Dukungan lembaga Pondok pun turut memperkuat peran guru dan meningkatkan
efektivitas pembelajara
Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Beragama Siswa di SMPN 1 Benua Lima Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman bukan hanya
ras, suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat akantetapi juga keberagaman agama.
Tentunya keberagaman agama ini dapat membawa dampak positif dan negatif,
salah satunya adalah memicu munculnya konflik antar umat beragama. Toleransi
menjadi unsur penting yang harus dimiliki individu yang hidup ditengah
keberagaman di Indonesia. Oleh karena itu, peran sekolah dalam penanaman nilai
nilai toleransi beragama sangatlah penting untuk mempersiapkan siswa agar
mampu mengembangkan dan menerapkan sikap toleransi didalam kehidupan sosial
di masyarakat.
Berangkat dari fenomena di SMPN 1 Benua Lima yang mana terdapat tiga
macam agama yang dianut siswa, yakni agama Islam, Kristen Protestan dan Kristen
Katolik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman nilai
nilai toleransi beragama terhadap siswa, mendekripsikan hasil penanaman nilai
nilai toleransi beragama pada siswa, serta faktor pendukung dan penghambat
penanaman nilai-nilai toleransi pada siswa di SMPN 1 Benua Lima.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan
(field research), dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik, guru mata pelajaran
PAI, guru mata pelajaran Agama Kristen, guru mata pelajaran Agama Katolik, guru
mata pelajaran umum, guru BK dan Kepala Sekolah. Adapun objek dalam
penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai toleransi beragama di SMPN 1 Benua
Lima.
Hasil dari penelitian adalah, pertama, proses penanaman nilai-nilai
toleransi pada siswa melalui 3 tahap yakni pengetahuan moral (moral knowing),
perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action) yang
dilaksanakan baik dalam proses pembelajaran di kelas, di luar kelas ataupun pada
kegiatan ekstrakulikuler. Kedua, hasil dari penanaman nilai-nilai toleransi
beragama pada siswa tersebut adalah siswa dapat hidup dengan rukun karena
mereka saling menghormati dan saling menghargai perbedaan agama dan tidak
pernah membeda-bedakan teman dalam bergaul. Ketiga, faktor penanaman nilai
nilai toleransi beragama di SMPN 1 Benua Lima. Faktor pendukung, adanya
kerjasama antar warga sekolah, fasilitas yang memadai untuk belajar sesuai agama
dan kepercayaan masing-masing, suasana sekolah yang cukup kondusif untuk
penanaman nilai-nilai toleransi beragama. Kemudian, faktor penghambat yaitu
kematangan emosional, dan peraturan sekolah
مشكلات تعليم مهارة القراءة وحلها لدى طلبة مدرسة إحياء علوم الدين المتوسطة الإسلامية في بنجربارو = Problematika Pembelajaran Maharah Qira’ah dan Solusinya Pada Siswa MTs Ihya Ulumuddin Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apa saja problem yang dihadapi
siswa lulusan sekolah dasar saat pembelajaran maharah qira’ah dan apa saja upaya
dari guru untuk mengatasi hal tersebut di Kelas VII, MTs Ihya Ulumuddin
Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan subjek guru dan
siswa dan objeknya tentang problematika pembelajaran maharah qira’ah dan
solusinya, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi terhadap proses pembelajaran, kendala yang dihadapi siswa, dan
upaya mengatasi problem tersebut dari guru bahasa Arab. Data dan sumber data
didapatkan dari guru dan siswa. Kemudian data dianalisis menggunakan teori miles
and huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua problem linguistik yaitu
problem fonologi dan kosa kata, kemudian empat problem non linguistik yaitu
motivasi dan minat belajar, sarana belajar, metode pembelajaran, dan lingkungan.
Pada saat proses pembelajaran hampir seluruh siswa tidak lancar membaca
dikarenakan masih sebagai pemula. Upaya dari guru yang menarik yaitu
menerapkan remedial teaching pada saat awal semester untuk mengajarkan kembali
pembelajaran huruf hijaiyah, makharijul huruf dan menghafal kosa kata untuk
menunjang bahasa Arab di awal agar siswa tidak kesulitan belajar bahasa Arab
hingga lulus dari sekolah. Penerapan remedial teaching memberikan dampak positif
kepada siswa berupa peningkatan kemampuan membaca dari yang tidak bisa
membaca menjadi bisa membaca walaupun tidak lancar sepenuhny
Peran Perempuan di Ruang Publik dan Domestik dalam Tafsir Nûr-Îhsân karya Syeikh Muhammad Sa’id
Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Indeks Harga Saham Gabungan Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah di Indonesia tahun 2021-2023
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena ekonomi global dan
domestik mengalami berbagai tantangan, termasuk tekanan inflasi, kebijakan suku
bunga yang fluktuatif, serta volatilitas pasar saham. Perubahan dalam ketiga faktor
tersebut dapat berdampak pada daya tarik investasi reksadana syariah dan
mempengaruhi tingkat pengembalian serta jumlah dana kelolaan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana inflasi, suku bunga dan Indeks
Harga Saham Gabungan berdampak pada Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah
indonesia selama periode 2021-2023. Hasilnya diharapkan dapat membantu
investor, manajer investasi dan regulator memahami bagaimana pasar reksadana
berkembang.
Jenis penelitian yang digunakan bersifat asosiatif dan menggunakan
pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan situs
webresmi. Jumlah data yang dikumpulkan oleh subjek penelitian mencakup 144
data untuk variabel independen dan variabel dependen. Analisis data dengan uji
regresi linear berganda menggunakan SPSS 25.
Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa, pada periode 2021
2023, inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih
reksadana syariah di Indonesia, dengan hasil 0,336 lebih besar dari 0,05. Suku
bunga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana
syariah di Indonesia, dengan hasil 0,776 lebih besar dari 0,05. Kemudian Indeks
Harga Saham Gabungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Aktiva
Bersih reksadana syariah di Indonesia pada periode 2021-2023, dengan hasil 0,037
kurang dari 0,0
Thariqah Alawiyah dalam Persepektif Pendidikan Islam: Tela’ah Buku Thariqah Alawiyah Tasawuf Bani Alawi
Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya isu nasab oleh seorang tokoh dari
pulau jawa dan pentingnya memahami sejarah sebagai alat untuk belajar dari
pengalaman masa lalu, baik yang positif maupun negatif. Serta dalam
perjalanannya Bani Alawi banyak melahirkan pengaruh yaitu lahirnya thariqah
Alawiyah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Thariqah Alawiyah
Dalam Persepektif Pendidikan Islam Tela’ah Buku Thariqah Alawiyah Tasawuf Bani
Alawi. yang berfokus pada pendidikan Islam, thariqah Alawiyah serta asas-asas
yang terkandung dalam thariqah Alawiyah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research),
dengan pendekatan kualitatif guna memberikan penjelasan, dan validasi berkenaan
dengan masalah yang diteliti. Adapun teknik analisis, peneliti menggunakan
metode analisis isi. Subjek penelitian ini adalah buku Thariqah Alawiyah Tasawuf
Bani Alawi. Adapun objek dalam penelitian ini adalah thariqah Alawiyah dalam
pendidikan Islam yang terkandung dalam buku Thariqah Alawiyah Tasawuf Bani
Alawi.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, menunjukan bahwa di dalam buku
Thariqah Alawiyah Tasawuf Bani Alawi Tujuan pendidikan adalah untuk
membentuk peserta didik yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia, berupa
wara’, khauf, dan ikhlas. Kurikulumnya dirancang untuk membentuk karakter
berakhlak mulia dengan menanamkan sifat-sifat tersebut. Pendidik berperan
sebagai pembimbing dengan ilmunya, pengamalannya, dan akhlak mulia berupa
wara’, khauf, dan ikhlas. Peserta didik merupakan individu yang belajar dengan hati
dan niat yang ikhlas. Materi ajarnya mencakup ilmu agama dan umum. Metode
yang digunakan adalah keteladanan melalui akhlak mulia. Evaluasinya, evaluasi
non tes, dengan menilai sejauh mana peserta didik mengamalkan ilmunya