IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Studi Komparatif Hukum Bersalaman dengan Lawan Jenis Bukan Mahram yang Lebih Tua Menurut Mazhab Syafii dan Mazhab Hanbali

    Get PDF
    Seperti yang kita ketahui bahwa bersalaman adalah bagian dari ibadah dan termasuk salah satu Sunnah Rasulullah. Akan tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan bersalaman menjadi diharamkan, salah satunya bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram. Mazhab Syafii dan Mazhab Hanbali memiliki pandangan berbeda mengenai bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tua. Salah satu perbedaan mencolok adalah Mazhab Syafii mengharamkan bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tua, sementara Mazhab Hanbali menyatakan bahwa bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tua adaah makruh. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif komparatif yang berfokus kepada kajian keislaman dengan menelaah buku-buku hukum islam, kitab kitab fikih mazhab khususnya sebagai bahan analisis. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Mazhab Syaf‘i dan Mazhab Hanbali memiliki perbedaaan pendapat bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tua. Mazhab Maliki Syafii mutlak menyebutkan bahwa diharamkan bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram. Sedangkan Mazhab Hanbali memakruhkan bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tua dengan syarat tanpa diiringi dengan syahwat. Dan mengenai metode istinbath dalam pengambilan hukum bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tua menurut Mazhab Syafii dan Mazhab Hanbali sama sama menggunakan dalil hadist sahih sebagai dasar hukum bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram yang lebih tu

    Program Pembinaan Keagamaan di SMP Tahfidz Plus Istana Al-Qur’an dan SMPTQ Taman Cinta Al-Qur’an Barito Kuala

    Get PDF
    Penelitian ini membahas program pembinaan keagamaan di SMP Tahfidz Plus Istana Al-Qur'an dan SMPTQ Taman Cinta Al-Qur’an Barito Kuala yang berperan dalam pembentukan karakter Islami, penguatan literasi keagamaan, dan penguatan praktik keagamaan siswa. Program ini dirancang untuk membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia melalui berbagai kegiatan berbasis nilai Islam, seperti tahfidz Al-Qur’an, pelatihan imam, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengelolaan yang baik, dukungan fasilitas yang memadai, serta pendekatan yang adaptif dalam membimbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang implementasi program pembinaan keagamaan, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap perkembangan karakter Islami siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan keagamaan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa melalui pembelajaran tahfidz, bahasa Arab, dan Qur’an Presentation. Selain itu, praktik keagamaan diperkuat melalui salat berjamaah, pelatihan imam dan muazin, serta kegiatan berbasis nilai-nilai Islam seperti outbound Islami. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang optimal, program pembinaan keagamaan ini berperan penting dalam membentuk karakter Islami siswa, memperkuat literasi keagamaan, serta meningkatkan kualitas praktik keagamaan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, program pembinaan keagamaan di sekolah ini terbukti efektif dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, namun keberlanjutannya sangat bergantung pada kualitas pengelolaan, sarana prasarana yang memadai, serta pendampingan yang konsisten dari tenaga pendidi

    Bimbingan Keagamaan pada Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Bimbingan Keagamaan pada Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam berada di desa Atu-atu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, TKA/TPA ini mengajarkan nilai-nilai keagamaan berupa bimbingan membaca dan menulis Al-Qur’an, tajwid, hafalan surah pendek, mengajarkan bacaan dan gerakan dalam salat, dan adab dalam berperilaku sehari-hari Bimbingan keagamaan pada anak-anak in akan menjadi pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dengan baik dalam setiap anak sejak dini, hal tersebut merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Waktu belajar Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam dilaksanakan sore hari setelah shalat Ashar sampai menjelang waktu Maghrib. TKA/TPA ini diperuntukkan bagi anak-anak yang pagi harinya sekolah di TK umum, lalu sore harinya sekolah di TK Al-Quran. Sedangkan TPA diperuntukkan bagi anak-anak yang pagi harinya sekolah di SD, lalu sore harinya belajar di TPA. Bimbingan keagamaaan pada anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam ada tiga yaitu, pertama bimbingan baca tulis al-qur’an, adapun metode bimbingan membaca al�qur‟an menggunakan metode iqro dan waktu pelaksanaan Senin sampai Kamis jam 16.00-18.00 WITA. Kedua bimbingan salat, materi praktik salat diajarkan terkhusus pada hari Jumat. Ketiga bimbingan akhlak, pembimbing memberikan contoh teladan dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam serta para sahabat dan pendukung beliau Adapun faktor pendukung masih berjalannya bimbingan keagamaaan pada anak�anak di TK/TPA Arkanul Islam yaitu karena adanya motivasi dari orang tua anak, motivasi dari anaknya sendiri yang ingin belajar dan dukungan dari lingkungan masyarakat setempat. Sedangkan faktor penghambat antara lain kondisi sarana dan prasarana, layanan bimbingan, dan tidak adanya dukungan dari pihak lai

    Pengaruh Identitas Diri terhadap Impulsive Buying Belanja Online pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Belanja online di era globalisasi saat ini sangatlah mudah apalagi hanya dalam hitungan menit melalui handphone bisa mengunduh berbagai aplikasi yang diinginkan salah satunya aplikasi berbelanja online. Namun dibalik kemudahan dalam belanja secara online akan mendatangkan keborosan apabila tidak memiliki perencanaan dalam berbelanja yang biasanya disebut dengan impulsive buying. Maka dari itu mahasiswa harus memiliki prinsip dan keputusan yang kuat ketika membeli barang secara online yang disebut identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat identitas diri dan tingkat impulsive buying mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora yang berbelanja online, dan pengaruh dari identitas diri terhadap impulsive buying belanja online pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2022 dan 2023 sebanyak 483 orang, dengan sampel pada penelitian ini ialah 173 mahasiswa. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin yang terdiri dari lima program studi yaitu, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-agama, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Psikologi Islam, dan Ilmu Hadis. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala likert dengan 2 macam skala yaitu identitas diri, dan impulsive buying. Analisis penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat identitas diri 147 responden masuk ke dalam kategori identitas diri yang rendah dengan persentase (85%), dan 26 responden masuk dalam kategori sedang dengan persentase (15%). Sumbangan aspek yang paling berpengaruh ialah aspek genetik sebesar (31,13%) dan aspek adaptif memberikan nilai sebesar (24,25%). Pada tingkat impulsive buying kategori sedang menunjukkan 159 responden dengan persentase (91,9%), dan untuk kategori tinggi menunjukkan 14 responden dengan persentase (8,1%). Nilai afektif yang paling berpengaruh besar pada impulsive buying sebesar (53,50%). Hasil koefisien (R Square) sebesar (0,07%) yang artinya tidak ada pengaruh antara identitas diri terhadap impulsive buying belanja online pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humanior

    Analisis Implementasi Modul Ajar Tentang Praktik Tata Cara Wudu Pada Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Darussalim Kecamatan Bati-Bati

    Get PDF
    Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk kualitas kehidupan manusia, dengan guru sebagai komponen utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Salah satu alat yang mendukung efektivitas pembelajaran adalah modul ajar, yang dirancang sistematis untuk membantu guru dan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi modul ajar tentang praktik tata cara wudu di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Darussalim Kecamatan Bati-Bati. Jenis peneli an yang digunakan dalam peneli an ini adalah peneli an lapangan (filed research.). Peneli an ini menggunakan pendekatan kualita f dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah guru PAI kelas VII di MTS Darussalim. Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas guru agama Islam dalam mengimplementasikan atau menerapkan modul ajar praktik tata cara berwudu kepada anak kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Darussalim. Adapun teknik pengolahan data pada penelitian ini menggunakan teknik editing, klasifikasi data dan interpretasi data sedangkan analisis data meliputi tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul ajar di madrasah ini telah berjalan sesuai pedoman Kurikulum Merdeka, dengan penyusunan modul yang sistematis dan mencakup berbagai komponen pembelajaran, seperti tujuan, strategi, dan asesmen. Modul ajar dirancang menarik dan relevan, memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas wudu dan alokasi waktu yang kurang memadai untuk kegiatan praktik. Meskipun demikian, guru telah berupaya mengatasi kendala tersebut melalui adaptasi metode pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif. Kesimpulannya, modul ajar memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun perlu adanya perbaikan pada aspek sarana dan perencanaan waktu agar implementasi lebih optimal

    تطبيق طريقة الشاهد باستخدام كتاب إسعاف الطالبين في التعليم النحو للطلاب في مصلى المباركة بنجرماسين = Penerapan Metode Syahid menggunakan kitab Is’afut Tholibin dalam pembelajaran nahwu untuk peserta didik di musholla Al-Mubarakah Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Metode Syahid menggunakan kitab Is’afut Tholibin dalam pembelajaran Nahwu di Musholla Al Mubarakah Banjarmasin. Metode Syahid merupakan pendekatan visual yang memanfaatkan tabel sebagai alat bantu untuk memudahkan peserta didik memahami kaidah tata bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap proses pembelajaran dan pengalaman peserta didik serta ustadz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Syahid berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ilmu Nahwu, terutama dalam mengenali kaidah tata bahasa dan menerapkannya pada teks Arab gundul. Proses pembelajaran dalam metode ini mencakup pengenalan kaidah melalui tabel Syahid, diikuti dengan latihan intensif menggunakan contoh-contoh dari kitab kuning dan Al-Qur’an. Suasana pembelajaran yang interaktif tampak mendorong peserta didik untuk lebih antusias dan percaya diri dalam mempraktikkan kemampuan mereka. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu belajar akibat jadwal yang padat, variasi tingkat pemahaman peserta didik, dan minimnya fasilitas pembelajaran seperti buku referensi tambahan dan alat bantu visual. Kendala ini berhasil diatasi melalui berbagai solusi, seperti pemberian bimbingan personal oleh ustadz, penugasan tambahan di luar kelas, dan pemanfaatan media sederhana seperti tabel Syahid dan papan tulis. Penerapan Metode Syahid memberikan dampak positif berupa peningkatan kemampuan membaca kitab kuning, pemahaman tata bahasa, dan kepercayaan diri peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas pembelajaran, pelatihan bagi ustadz, serta penerapan program pembelajaran intensif untuk mendukung keberhasilan metode ini di masa depa

    Differentiated Assessment in English Subject within Independent Curriculum Implementation

    Get PDF
    Differentiated assessment is an essential approach in the independent curriculum to meet the diverse learning needs of each student. This study aims to determine how the teacher implements differentiated assessment and its benefits and analyze its effectiveness in supporting learning outcomes, developing students' potential, and integrating students' learning styles and interests in the assessment process. This approach promotes more personalized and meaningful learning by allowing the teacher to customize assessment strategies based on students' needs, interests, and learning styles. This research was conducted at SMAN 5 Banjarmasin, one of the driving schools implementing the independent curriculum. The researcher observed the assessment of learning activities and interviewed an English teacher and twenty students from four classes. The research was conducted through a case study method with data collection techniques in the form of observation and interview, providing data on how the teacher implements differentiated assessment in English within an independent curriculum. The interview results provide data on the benefits of implementing differentiated assessment from the perspective of the teacher and students. The results show that differentiated assessment can increase students' active participation, conceptual understanding, and learning motivation and strengthen students' engagement by recognizing their learning style preferences and interests. In addition, this approach allows the teacher to implement more effective targeted actions to support the development of students' full potential. The implementation of differentiated assessment within the independent curriculum offers the opportunity to create a more inclusive, personalized learning environment that is adaptive to each student's unique needs

    Makna Filosofis Kesenian Kuda Lumping Masyarakat Desa Lamunti Kapuas : Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl

    Get PDF
    Kesenian Kuda Lumping merupakan kesenian yang diwariskan secara turun temurun yang masih tetap dilestarikan. Kuda Lumping yang sangat identik dengan kesurupan (trace), sesaji, dan juga tarian dalam hal ini membuat masyarakat berasumsi yang tidak benar. Oleh karena itu, Penting bagi masyarakat untuk mengetahui makna yang sebenarnya dalam kesenian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyajian kesenian Kuda Lumping Turonggo Putro Budoyo masyarakat Desa Lamunti Kapuas dan makna filosofis kesenian Kuda Lumping masyarakat Desa Lamunti Kapuas dengan menggunakan perspektif fenomenologi Edmund Husserl. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dari lapangan yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data yang diperoleh dari literatur. Kemudian data yang sudah didapatkan dianalisis menggunakan perspektif teori fenomenologi Edmund Husserl. Kesenian Kuda Lumping menjadi warisan budaya yang berasal dari perjuangan prajurit Mataram Islam pada abad ke-17. Di Desa Lamunti Permai kesenian ini merupakan hiburan sekaligus sebagai simbol pelestarian identitas seni dan tradisi bagi para transmigran Jawa. Kesenian ini terus berkembang dengan adaptasi terhadap kemajuan teknologi, seperti penggunaan alat musik modern, namun tetap mempertahankan aspek tradisionalnya, termasuk perlengkapan, busana, tata rias, dan ritual sesaji. Keterlibatan berbagai peran dalam pertunjukan dari sesepuh, bopo, pawang, penari, hingga pemusik dan sinden menunjukkan bahwa Kuda Lumping bukan sekadar hiburan, melainkan juga ekspresi spiritual dan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat. Kesenian Kuda Lumping dalam perspektif fenomenologi Edmund Husserl dapat dipahami melalui tiga tahap reduksi: fenomenologis, eidetis, dan transendental. Reduksi fenomenologis menyingkirkan asumsi negatif seperti anggapan kuno atau syirik. Reduksi eidetis menunjukkan pemahaman masyarakat bahwa Kuda Lumping adalah tradisi, warisan budaya, dan hiburan yang harus dijaga. Reduksi transendental mencerminkan kesadaran kolektif yang membuat kesenian ini tak terpisahkan dari masyarakat. Analisis intensionalitas menunjukkan keterarahan dan kecintaan mendalam masyarakat terhadap seni ini, yang didukung oleh lebenswelt, yaitu lingkungan sosial dan budaya Desa Lamunti yang mempertahankan tradisi Kuda Lumpin

    Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Fiqih Melalui Film Kartun Syamil dan Dodo dalam Meningkatkan Hasil Belajar di MIN 3 Pulang Pisau

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi masih banyak siswa yang kurangnya motivasi saat belajar mata pelajaran fiqih tentang shalat siswa masih banyak salah dalam mempratekan gerakan dan kurangnya strategi dalam pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon dan motivasi siswa setelah menonton film kartun Syamil dan Dodo serta menjelaskan hambatan dalam memahami pesan pesan yang disampaikan melalui film kartun Syamil dan Dodo dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III B MIN 3 Pulang Pisau. Penilitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan informan dalam penelitian ini guru mata pelajaran fiqih, siswa, dan kepala sekolah. Analisis data yang dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber, triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan setelah menonton film kartun Syamil dan Dodo siswa termotivasi belajar materi shalat yang digabungkan, diantaranya siswa terlihat sangat antusias mengikuti pelajaran rasa ingin tahu dengan apa yang diajarkan guru, memperhatikan tentang apa yang ditayangkan oleh guru, dan siswa terlihat semangat mengerjakan tugas yang diberikan guru. Respon siswa terhadap film kartun Syamil dan Dodo sangat baik, karena membuat mereka lebih memahami pelajaran selain itu mereka juga senang dan tertarik. Saat pelajaran berlangsung siswa menyimak dengan baik tayangan film kartun Syamil dan Dodo. Hambatan siswa dan guru dalam memahami pesan dalam film kartun Syamil dan Dodo hampir tidak ada, karena pesan yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami baik oleh guru maupun siswa. Hambatan hanya dirasakan oleh guru pada saat menayangkan terkadang listrik padam, sehingga tertunda penanyangan film kartun Syamil dan Dodo. Penggunaan film Kartun Syamil dan Dodo terbukti dapat meningkat hasil belajar siswa. Setelah menggunakan film ini, siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik, menunjukkan bahwa mereka memahami materi lebih efektif. Media ini berhasil membantu proses pembelajaran dan dapat digunakan untuk mendukung pengajaran Fiqih

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇