IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Perbandingan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Jigsaw pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Kelas VIII MTsN 5 Banjar Tahun Pelajaran 2024/2025
Representasi matematis merupakan kemampuan yang penting untuk
memahami konsep dan menyelesaikan masalah matematika. Namun, peneliti
menemukan kemampuan representasi matematis siswa masih rendah dan kurang
berkembang. Masih banyak siswa kesulitan dalam merepresentasikan matematika
pada materi SPLDV. Serta pembelajaran yang masih dominan menggunakan
pembelajaran konvensional. Cara mengatasi kondisi ini dengan menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Jigsaw karena dipercaya efektif dalam
pembelajaran sehingga diharapkan siswa mampu membangun representasinya
sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan kemampuan
representasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
STAD pada materi SPLDV, (2) Peningkatan kemampuan representasi matematis
siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi
SPLDV, (3) Apakah ada perbedaan peningkatan kemampuan representasi
matematis siswa yang signifikan antara kelas yang menerapkan model
pembelajaran kooperatif STAD dengan Jigsaw pada materi SPLDV.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan quasi
experimental design. Sampel penelitian melibatkan 42 siswa yang diambil
menggunakan teknik purposive sampling. Kelas VIII B sebagai kelas eksperimen I
dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen II, dengan materi SPLDV. Teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan rumus N-gain dengan uji normalitas,
homogenitas, one sample t-test dan independent sample t-test.
Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Kemampuan representasi matematis
siswa dengan model pembelajaran STAD memiliki peningkatan sebesar 0,79
dengan kategori tinggi, (2) Kemampuan representasi matematis siswa dengan
model pembelajaran jigsaw memiliki peningkatan sebesar 0,72 dengan kategori
tinggi, (3) tidak terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang
signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran STAD dengan model
pembelajaran jigsa
Dampak Wisata Religi Makam KH Ahmad Zuhdianoor Dalam Meningkatkan Pendapatan Pedagang Masyarakat Sekitar Makam Di Kelurahan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utar
Salah satu objek Wisata religi Makam KH Ahmad Zuhdianoor adalah ulama
besar yang berpengaruh dan kharismatik yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan.
Makam Guru Zuhdi setiap harinya di datangi oleh para peziarah yang berasal dari
masyarakat lokal maupun luar daerah. Makam Guru Zuhdi setiap hari nya ramai
dikunjungi oleh peziarah yang berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat
sekitar sehingga menciptakan peluang usaha dalam melakukan aktivitas menjadi
pedagang. Pedagang yang berjualan di sekitar Makam Guru Zuhdi mendapatkan
pendapatan dari para peziarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada yaitu
Bagaimana Perekonomian masyarakat sekitar dengan adanya Makam KH Ahmad
Zuhdianoor
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang
menghasilkan data berupa kata-kata atau tindakan baik secara lisan maupun tulisan.
Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan jenis
pengumpulan data yang digunakan melalui metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian penulis adalah pedagang yang berjualan
sebelum adanya Makam sebanyak lima orang pedagang yang berjualan disekitar
makam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak makam KH Ahmad
Zuhdianoor dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, bagi pedagang yang
berdagang sebelum adanya makam pendapatan mereka maupun sesudah adanya
makam pendapatan mereka mengalami peningkatan karena banyaknya para
pengunjung untuk berziarah ke maka
Semiologi Tabarruj Perempuan Bercadar di Media Sosial Perspektif Ferdinand de Saussure
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perilaku menyimpang yangdilakukan oleh sebagian perempuan bercadar pada aplikasi tiktok dan instagramPenelitian ini memiliki dua pokok permasalahan. Pertama, bagaimana gambaran
tanda tabarruj perempuan bercadar di media sosial. Kedua, Apa makna tandatabarruj perempuan bercadar di media sosial perspektif semiologi Ferdinand deSaussure pada aspek penanda dan petanda, dengan menganalisis tanda yang adabaik itu berupa gerak-gerik, ekspresi wajah, suara, bentuk pakaian, dan kalimadalam foto atau video pada postingan perempuan bercadar di media sosial.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (libraryresearch) dengan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan
cara mengumpulkan foto dan video berupa screenshot, yang berasal dari aplikastiktok dan instagram pada akun perempuan bercadar. Objek formal penelitian ini
adalah analisis semiologi Ferdinand de Saussure sedangkan objek material darpenelitian ini adalah perilaku tabarruj pada perempuan bercadar.
Hasil penelitian ini adalah ditemukannya perilaku tabarruj padabeberapa akun perempuan bercadar di media sosial, dengan menggunakan teorpenanda dan petanda dari semiologi Ferdinand de Saussure, yang mana perempuan
bercadar dipandang sebagai perempuan yang taat dalam menegakkan aturan
menutup aurat, akan tetapi ternyata meskipun demikian, tidak menjamin seorangperempuan bercadar tidak melakukan hal yang terlarang, sehingga pada hasipenelitian ini, peneliti memaparkan tanda-tanda apa saja pada perempuan bercadaryang dapat dimaknai sebagai perilaku tabarruj
Paragraph Writing Ability Differences between Male and Female English Department Students: A Comparative Study
The study titled "Paragraph Writing Ability Differences between Male and
Female English Department Students: A Comparative Study". The study investigates
whether there are significant differences in paragraph writing abilities between male
and female students. It addresses the question of how gender may influence writing
skills, particularly in the context of paragraph writing. The study employs a
quantitative approach with an ex post facto design. The target population consists of
66 students from the English Education Department, with 41 female and 25 male
students. the technique of data collection is by written test and observation. The test
includes two writing assignments: a descriptive paragraph and an expository
paragraph by statistical analysis using independent sample t-test and Mann-Whitney
test the result show both descriptive paragraph and expository paragraph, there was
no statistically significant difference between male and female students in their ability
to write both paragraphs. The results of the score analysis on each aspect show some
differences, namely in the descriptive paragraph, male students showed slightly
higher scores in organization and content aspects, while female students performed
better in language features. While in expository paragraph, male students had more
variability in their scores, with some falling into the fair and poor categories for
organization and content, while female students were more consistent. The study
concludes that there are no significant differences in paragraph writing abilities
between male and female students in the English Department at Antasari State
Islamic University, Banjarmasin. Both groups demonstrated good writing ability in
both descriptive and expository paragraphs. The findings suggest that gender does not
play a significant role in paragraph writing abilities among these students
Gamification for Learning English: An Analysis of the Features in “Genshin Impact” for Learning Listening
In this digital era, the use of games as a learning medium is increasingly
common, especially in English language learning. One of the interesting games in
English language learning to improve listening skills is “Genshin Impact”, which not
only provides fun gameplay but also has the potential to improve listening skills. This
study aims to analyze the features of “Genshin Impact” that can be used as a tool for
learning listening skills in English. The research questions are: " What are the features
of “Genshin Impact” that can be implemented in learning listening?" and “What are the
advantages and drawbacks of implementing “Genshin Impact” features for learning
listening?”.
The method used in this study is qualitative content analysis where researcher
understand and record language interactions that occur throughout the game. The data
were collected through systematic observation and documentation of game
performance, rather than involving human participants directly. Data analysis was
carried out using the Miles and Huberman method, which includes data reduction, data
display,and drawing conclusion.
Based on the findings and discussion in this study, it can be concluded that
“Genshin Impact” has significant potential as a learning tool to improve English
language skills through interactive features such as Character Voice Line, Dialogue in
Quest, Ambient and NPC Dialogue, Paimon's Commentary, and Music with Lyrics.
Some of these features have advantages and drawbacks, such as Dialogue in Quest
which has subtitles or captions, while Character Voice Line does not. The features
mentioned above also have advantages and drawbacks in other areas such as hearing
clarity, visual accompaniment, audio/video playback, and accent or intonatio
Strategi Promosi Berbasis Online pada Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan
Strategi promosi merupakan salah satu langkah atau taktik yang ditempuh
oleh seorang atasan perusahaan dalam memasarkan produk usahanya. Promosi
digunakan untuk menginformasikan mengenai produk dan membujuk para
konsumen di pasar sasaran sebuah perusahaan dengan memberikan informasi yang
bersifat terbuka agar khalayak menjadi tahu mengenai apa yang dihasilkan atau
ditawarkan oleh lembaga ke pasarnya, dengan sifatnya yang terbuka.
Penelitian ini memiliki rumusan masalah berupa bagaimana strategi
promosi dan apa saja faktor pendukung dan penghambat promosi berbasis online
yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Penelitian
ini dilakukan secara langsung di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai
atau penelitian lapangan (field research), penulis menggunakan metode deskriptifanalisis
dalam
penelitian
ini.
Berdasarkan hasil dari penelitian, maka diketahui bahwa strategi promosi
berbasis online yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah
Amuntai sudah dapat dikatakan sebagai strategi promosi berbasis online yang baik
dan terstruktur. Hal tersebut penulis kaitkan dengan pendapat Kasmir tentang
berbagai macam sarana promosi yang harus ditempuh jika ingin memiliki promosi
yang masuk dalam kategori promosi yang baik. sarana promosi tersebut sudah
penulis jelaskan di pembahasan sebelumnya yakni dengan melakukan periklanan,
promosi penjualan, publisitas, dan penjualan pribadi. Beberapa faktor pendukung
proses promosi berbasis online diantaranya adalah dengan banyaknya sosial media
yang dapat menunjang promosi berbasis online di masa sekarang ini seperti
facebook, instagram, youtube, dan website, yang mana semua jenis sosial media
tersebut sudah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh orang-orang yang terlibat
dalam promosi. Selain hal tersebut, dengan adanya dukungan dan tenaga suka rela
untuk melakukan promosi seperti dari beberapa santri dan mahasiswa yang
menimba ilmu di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Sedangkan
untuk faktor penghambat promosi berbasis online adalah masih sedikitnya follower
atau subscriber yang dimiliki oleh beberapa sosial media Pondok Pesantren
Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai
Tradisi Pelangkahan Menjelang Prnikahan (Studi Kasus di Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebiasaan masyarakat di Desa
Hawang dan Desa Kabang Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah
melakukan tradisi pelangkahan apabila adik menikah lebih dahulu dari kakak
perempuan kandung. Dalam tradisi pelangkahan ini terdapat variasi yaitu memberikan
hadiah dan cukup hanya permintaan izin. Meskipun sebagian besar masyarakat di
kedua desa tidak mengetahui secara pasti asal-usul tradisi mereka tetap konsisten
melestarikannya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Permasalahan tradisi
pelangkahan menjelang pernikahan ini tidak diatur dalam al-qur’an maupun Hadis,
maka penulis menganalisis dalam hukum Islam dengan kaidah-kaidah fiqh sebagai
kategori ‘urf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi pelangkahan
dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap tradisi pelangkahan di Desa Hawang
dan Desa Kabang Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis
penelitian hukum empiris dan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian
ini adalah orang yang melakukan tradisi pelangkahan, kakak yang dilangkahi, orang
tua yang bersangkutan, dan masyarakat yang menyaksikan langsung tradisi
pelangkahan. Selanjutnya data diolah dalam bentuk editing dan matriks. Dan teknik
deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi pelangkahan sebagai
bentuk ikhtiar dari adik yang melangkahi dengan tujuan kakak yang dilangkahi tidak
merasa sedih dan ikut berbahagia atas pernikahan adiknya. Pemberian hadiah
pelangkahan bisa berupa apa saja baik berupa pakaian dari kepala sampai ujung kaki,
uang maupun cincin emas. Tradisi pelangkahan dilihat dari sudut pandang tokoh agama
dan hukum Islam di Desa Hawang dan Desa Kabang Kecamatan Limpasu termasuk
‘urf shahih atau kebiasaan yang baik dan masih dapat dilakukan selama tidak
bertentangan dengan syaria
Marital Rape dalam Pandangan Hakim Pengadilan Agama Martapura
Sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia kita turut andil dalam
merespon permasalahan marital rape. Cukup banyak pihak yang menolak term
marital rape ini dikarenakan Islam tidak mengenal istilah perkosaan dalam
pernikahan. Perkosaan hanya terjadi di luar pernikahan atau bagi mereka yang belum
menjalin hubungan dalam ikatan yang sah secara agama. Atau lebih dikenal sebagai
perbuatan zina. Di dalam Islam berkenaan dengan persoalan hubungan suami istri ini
hanya didapati istilah nusyuz yang mana hal ini cukup berbeda dengan marital rape
dalam pendefinisiannya. Perkosaan dalam pernikahan atau marital rape masih kurang
mendapat perhatian dari masyarakat Sikap wajar yang mengakar pada masyarakat
terhadap perkosaan dalam perkawinan menyebabkan kekerasan tersebut sering terjadi
karena beberapa alasan. Pada akhirnya marital rape menjadi sebuah isu yang sangat
kompleks dalam konteks hukum terutama dalam hukum Islam, dan penting
mendapatkan dan mempertimbangkan pandangan dari berbagai pihak untuk
mendapatkan pemahaman yang komprehensif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Hakim
Pengadilan Agama terkait dengan konsep marital rape dan apa yang menjadi
argumentasi dari pandangan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum
empiris Penelitian ini merupakan bagian dari field research atau biasanya dikenal
dengan penelitian lapangan. Data-data yang telah didapat, diperoleh dan yang
telah dikumpulkan, selanjutnya akan diolah dengan metode analisis deskriptif,
merupakan sebuah analisis yang memaparkan objek dan subjek penelitian dari
hasil penelitian yang telah dilakukan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan, pandangan Hakim Pengadilan Agama
Martapura terbagi menjadi tiga: ada yang menyetujui penggunaan istilah
pemerkosaan dalam perkawinan, ada juga yang menolak akan istilah pemerkosaan
tersebut, dan ada juga yang bersifat netral. Perbedaan pandangan dalam
pendefinisian ini dilatarbelakangi oleh keilmuan masing-masing. Menurut mereka
tindakan marital rape dapat menjadi alasan perceraian dan masuk kategori
sebagai kekerasan dalam rumah tangga dan pertengkaran terus-menerus
Kesadaran Hukum Produsen Kerupuk Terhadap Sertifikasi Halal di Kota Banjarmasin
Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,
memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kehalalan produk makanan
yang beredar di masyarakat. Meskipun sertifikasi halal diwajibkan oleh Undang
Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), kesadaran
hukum di kalangan produsen kerupuk di Kota Banjarmasin masih tergolong
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesadaran hukum
produsen terkait kewajiban sertifikasi halal dan faktor-faktor yang memengaruhi
implementasinya. Dalam konteks ini, sertifikasi halal menjadi elemen penting
untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan kepercayaan konsumen terhadap
produk.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis
dengan jenis penelitian hukum empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara
dan analisis literatur. Penelitian dilakukan terhadap tujuh produsen kerupuk di
Kota Banjarmasin, dengan fokus pada indikator kesadaran hukum seperti
pengetahuan, pemahaman, sikap, dan pola perilaku hukum terhadap peraturan
sertifikasi halal.
Hasil penemuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas
produsen tidak memahami kewajiban hukum terkait sertifikasi halal, terutama
dalam hal proses pendaftaran dan manfaatnya. Faktor utama yang menghambat
adalah edukasi pentingnya sertifikasi halal dan sosialisasi, serta keterbatasan
biaya, kurangnya pemahaman tentang prosedur, serta anggapan bahwa produk
mereka sudah aman tanpa sertifikasi. Dengan demikian, tingkat kesadaran hukum
produsen kerupuk terhadap sertifikasi halal di Kota Banjarmasin masih rendah,
memerlukan upaya edukasi dan sosialisasi intensif oleh pihak berwenang untuk
meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi ini
Penyaluran Dana Zakat untuk Beasiswa Pendidikan oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan
Dalam mencapai kesejahteraan masyarakat dan kesetaraan pendidikan di
perlukan adanya lembaga yang ikut serta di dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Pendistribusian dan penyaluran dana zakat mencakup serangkaian upaya atau
kegaitan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan teretntu dalam
pemanfaatan hasil zakat secara optimal, tepat sasaran dan terarah. Berkaitan
dengan sistem distribusi zakat oleh Baznas Prov. Kalsel untuk beasiswa
pendidikan. Penulis tertarik meneliti pada Baznas Prov. Kalsel dalam
mekanisme penyaluran dana zakat untuk beasiswa pendidikan dan apa kendala
yang dihadapi oleh Baznas Prov. Kalsel dalam penyaluran dana zakat untuk
program beasiswa pendidikan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian
hukum empiris dan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan
mengumpulkan data melalui wawancara dan studi dokumentasi.
Terdapat hasil temuan pada penelitian ini yaitu, penyaluran bantuan
beasiswa pendidikan oleh Baznas Prov. kalsel dengan sasaran utama dan kriteria
penerima beasiswa, yaitu golongan fakir miskin dan fī sabīlilah. Mekanisme
penyaluran dana zakat untuk beasiswa pendidikan dalam program beasiswa
cendikia oleh Baznas Prov. Kalsel melalui tiga tahapan: Tahap pertama, seleksi
berkas dengan mengisi formulir dan memenuhi persyaratan-persyaratan seperti
yang dicantumkan. Tahap kedua, melakukan seleksi wawancara, dan tahap
ketiga survei tempat tinggal calon penerima beasiswa. Kendala yang dihadapi
oleh Baznas Prov. Kalsel dalam penyaluran untuk program beasiswa
keterlambatan pihak UPZ di setiap kampus dalam menyalurkan kepada
penerima beasiswa. Baznas Prov. Kalsel pernah terkendala terkait keterbatasan
dana untuk beasiswa hal ini terjadi oleh kurangnya pemasukan dana zakat.
Kendala lain adalah sulitnya pembinaan untuk penerima beasiswa karena
penerima berasal dari kampus yang berbeda sehingga pembinaan tidak berjalan
optima