IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Implementasi Sekolah Ramah Anak di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin

    Get PDF
    Sekolah Ramah Anak merupakan tempat pendidikan sekolah yang mampu memberikan hak anak dalam aktivitasnya di sekolah, dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Serta bebas terhindar dari bullying atau kekerasan dan diskriminasi. Pada program Sekolah Ramah Anak ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, mendukung dan responsif terhadap kebutuhan beragam dari anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta hasil dan dampak dalam implementasi sekolah ramah anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu semua warga sekolah dari kepala sekolah, guru, anak, staf pendukung (keamanan, kebersihan, dapur) dan orang tua. Objek penelitiannya yaitu mengenai implementasi sekolah ramah anak di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Serta keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin telah mengimplementasikan praktek Sekolah Ramah Anak yang sesuai dengan prinsip SRA, berupa 1) Menerima dan memberikan pelayanan sekolah yang nondiskriminasi kepada anak 2) Sekolah menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat 3) Sekolah memberikan hak atas kelangsungan hidup dan perkembangan anak melalui berbagai kegiatan fisik maupun motorik 4) Melibatkan anak secara aktif pada kegiatan pembelajaran dan 5) Pengelolaan yang tertib pada kebijakan sekolah dan prosedur kerja

    Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak di PAUD Rumah Belajar Senyum Banjarmasin

    Get PDF
    Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga PAUD, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga. Namun, pada praktiknya, tingkat keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak masih beragam, baik dari segi bentuk maupun intensitas keterlibatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak serta manfaat keterlibatan orang tua di PAUD Rumah Belajar Senyum Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala PAUD, guru, dan orang tua anak, sedangkan objek penelitian adalah keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di PAUD Rumah Belajar Senyum Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta pengecekan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua di PAUD Rumah Belajar Senyum Banjarmasin terwujud dalam beberapa bentuk, yaitu keterlibatan orang tua dalam kegiatan Parent Teaching, Parenting, dan pembelajaran di rumah. Program Parent Teaching memberikan kesempatan kepada orang tua untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Program Parenting berfungsi sebagai sarana pembekalan orang tua dalam memahami dan mendampingi perkembangan anak, sedangkan pembelajaran di rumah memperkuat kesinambungan antara pembelajaran di sekolah dan di lingkungan keluarga. Keterlibatan orang tua tersebut memberikan manfaat positif terhadap perkembangan anak, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, motivasi belajar, serta mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua

    Pengaruh Work Engagement Terhadap Kinerja Pegawai di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru

    Get PDF
    Kinerja pegawai merupakan aspek penting dalam mendukung efektivitas organisasi, khususnya pada instansi pelayanan publik. Salah satu faktor psikologis yang diduga berkontribusi terhadap kinerja adalah work engagement, yaitu kondisi keterlibatan positif pegawai dalam pekerjaannya. Namun, tingkat work engagement dan pengaruhnya terhadap kinerja tidak selalu menunjukkan hasil yang sama pada setiap individu maupun organisasi. Sejumlah penelitian terdahulu juga menunjukkan temuan yang belum konsisten mengenai hubungan antara work engagement dan kinerja, terutama pada konteks instansi pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh work engagement terhadap kinerja pegawai di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BSPJI Banjarbaru yang berjumlah 90 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 81 pegawai yang memenuhi kriteria sebagai pegawai aktif di instansi tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala work engagement dan skala kinerja yang disusun dalam bentuk skala Likert. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement pegawai BSPJI Banjarbaru secara umum berada pada kategori tinggi, dengan sebanyak 51 orang (63%) pegawai menunjukkan keterlibatan kerja yang tinggi. Sementara itu, tingkat kinerja pegawai juga dominan berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 42 orang (51,9%) pegawai. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai t-hitung sebesar 10,227 yang lebih besar dari t-tabel (1,990), sehingga dapat disimpulkan bahwa work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kinerja pegawai secara umum berada pada kategori sedang, tingkat keterlibatan kerja yang tinggi berperan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai

    Transformasi Regulasi Sertifikasi Halal Produk Pangan Lokal: Studi Kasus Tempe Gembus di Kecamatan Batu Ampar

    Get PDF
    Indonesia sebagai negara kesatuan mempunyai berbagai regulasi. Aturan tersebut tidak hanya menjadi sarana dalam menertibkan produsen melainkan juga untuk melindungi dan memberikan hak kepada konsumen. Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen merupakan aturan secara eksplisit menegaskan akan pentingnya hak-hak pada konsumen seperti hak untuk pemberian informasi terkait barang atau produk yang di jualbelikan. Selain dari pada itu, mayoritas penduduk Indonesia beragama islam maka isu tentang makanan halal adalah suatu yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi regulasi sertifikasi halal pada produk pangan lokal. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengolahan produk tempe gembus dan kaitanya dengan perspektif hukum posistif serta tantangan yang dihadapi produsen tempe gembus dalam pemenuhan persyaratan sertifikasi halal dan dampak yang ditimbulkan bagi konsumen muslim. Penelitian ini merupakan peneltian empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi dengan analisis data berupa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa awalnya sertifikasi halal di Indonesia bersifat sukarela dan dilaksanakan atas inisiatif pelaku usaha dengan LPPOM-MUI sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pemeriksaan kehalalan produk namun sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal, sertifikasi halal tidak lagi bersifat sukarela melainkan menjadi kewajiban bagi setiap pelaku usaha yang memproduksi dan memperdagangkan di Indonesia termasuk produk pangan lokal yang penyelenggaraanya berada dibawah kewenangan BPJPH. Tempe gembus adalah produk pangan lokal yang diproduksi di Kecamatan Batu Ampar dengan bahan dan proses yang sederhana serta menggunakan bahan fermentasi yang halal. Namun, produsen tempe gembus belum sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku seperti pencantuman informasi produk dan kepemilikan sertifikasi halal. Tantangan yang dihadapi produsen dalam pemenuhan sertifikasi halal meliputi minimnya sosialisasi dan edukasi dari pemerintah yang menyebabkan keterbatasan pemahaman pelaku usaha tempe gembus terhadap sertifikasi halal, serta kompleksitas persyaratan adminstrasi yang berdampak pada munculnya keraguan dan ketidapastian produk yang dikonsumsi oleh konsumen muslim

    Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Institusi Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri dan Darul Ilmi Putri

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana perempuan mampu memimpin lembaga pesantren dengan efektif melalui nilai spiritual, manajerial, dan sosial. Kepemimpinan perempuan di lingkungan pesantren menjadi fenomena penting dalam dinamika pendidikan islam modern. Selama ini, kepemimpinan di pesantren didominasi laki-laki, namun munculnya pemimpin perempuan seperti di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri dan Pondok Pesantren Darul Ilmi Putri menunjukkan perubahan paradigma baru. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penggerak, pengambil kebijakan, dan penjaga nilai-nilai keislaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kepemimpinan mudirah dan kepala sekolah serta strategi kepemimpinan dalam pengembangan institusi Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri dan Darul Ilmi Putri. Secara teoretis, kepemimpinan transformasional dan partisipatif yang menempatkan pemimpin sebagai agen perubahan dalam organisasi. Kepemimpinan transformasional menekankan kemampuan pemimpin dalam membangun visi, memberikan inspirasi, keteladanan, motivasi, serta pemberdayaan sumber daya manusia untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan. Kepemimpinan perempuan secara teoretis memiliki kekhasan pada dimensi empati, keibuan, dan pendekatan emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus ganda di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura dan Darul Ilmi Putri Banjarbaru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1).Kepemimpinan perempuan di kedua pondok pesantren memiliki karakteristik gaya kepemimpinan transformasional partisipatif yang tercermin dalam kemampuan pemimpin dan membangun visi bersama, Konsep kepemimpinan transformasional yang diterapkan bersifat leadership dengan menekankan keteladanan, penguatan nilai, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Kepemimpinan perempuan ditandai dengan karakter empati, keibuan, dan pendekatan emosional yang mampu menciptakan hubungan interpersonal yang harmonis dan kondusif, 2). Adapun strategi kepemimpinan yang diterapkan berfokus pada pembinaan dan pengembangan guru, serta penguatan karakter dan kompetensi santri, Dalam perannya sebagai agen perubahan, pemimpin perempuan berkontribusi dalam mendorong inovasi kelembagaan, peningkatan kualitas guru, serta pengembangan potensi santri

    التناوب اللغوي والخلط بين اللغات في تعليم اللغة العربية بمعهد الفرقان بنجرماسين = Alih Kode dan Campur Kode Pada Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al- Furqan Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor penyebab, dan pengaruh penggunaan alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Furqan Muhammadiyah Banjarmasin. Fenomena ini sering muncul dalam interaksi antara guru dan santri selama proses belajar mengajar, baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun tulisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori alih kode Poplack dan teori campur kode Muysken . Hasil dari penelitian ada tiga jenis, yaitu alih kode antar kalimat (intersentential switching), alih kode dalam kalimat (intrasentential switching), dan alih kode berupa sisipan kata atau frasa pendek (tag switching). Sedangkan, campur kode terbagi menjadi tiga bentuk utama, yaitu insertion (penyisipan unsur bahasa), alternation (pergantian struktur antar bahasa), dan congruent lexicalization (penggabungan unsur leksikal dari dua bahasa yang serupa dalam struktur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan alih kode dan campur kode untuk berbagai tujuan pedagogis, seperti mempermudah pemahaman, memperjelas makna, serta menarik perhatian santri selama proses pembelajaran. Faktor-faktor penyebabnya meliputi faktor situasional, topikal, dan kebutuhan komunikatif guru. Fenomena ini memiliki dampak positif dan negatif. Secara positif, alih kode dan campur kode membantu meningkatkan pemahaman santri, menciptakan suasana belajar yang komunikatif, serta menjembatani bahasa ibu dan bahasa Arab. Namun secara negatif, penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi intensitas praktik bahasa Arab fusha di lingkungan pesantren. Secara keseluruhan, penggunaan alih kode dan campur kode mencerminkan strategi pengajaran yang adaptif dan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Arab di pesantre

    Pengembangan Kertas Indikator Alami Berbasis Etnokimia Banjar dalam Petunjuk Ptaktikum Asam Basa

    Get PDF
    Praktikum asam basa di sekolah biasanya hanya menggunakan bahan bahan sintesis yang relatif mahal, apabila dibuang sembarangan akan berdampak merusak lingkungan. Sehingga peneliti tertarik untuk mengembangkan produk kertas indikator alami dari serbuk kayu ulin dan bunga karamunting yang relatif murah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, validitas, dan respon peserta didik terhadap pengembangan kertas indikator alami berbasis etnokimia Banjar dalam petunjuk praktikum asam basa. Peneliti menggunakan model ADDIE melalui 5 tahapan, yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Data diperoleh berdasarkan uji validitas ahli materi dan ahli media oleh 2 dosen dan 2 guru kimia, serta 15 orang peserta didik untuk dilakukan uji respon peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang kemudian dilakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan dengan model ADDIE yaitu validitas produk yang dikembangkan terbukti sangat layak digunakan, nilai validitas oleh ahli materi diperoleh sebesar 83% dan ahli media diperoleh sebesar 93%, serta respon peserta didik diperoleh sebesar 83%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa produk kertas indikator alami berbasis etnokimia Banjar dalam petunjuk praktikum asam basa sangat layak digunakan dalam kegiatan pebelajaran praktikum asam basa

    Pengaruh status sosial Ekonomi Orang tua Terhadap Kinerja Akademik siswa di SMAN 1 Daha Utara

    Get PDF
    Status sosial ekonomi orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja akademik siswa. Latar belakang masalah dalam penelitian ini berfokus pada ketimpangan akses sumber daya pendidikan antara siswa dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dan rendah, yang berdampak pada perbedaan pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap kinerja akademik siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan 237 siswa tingkat menengah di sekolah negeri. Status sosial ekonomi orang tua diukur berdasarkan tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan, sedangkan kinerja akademik siswa diukur melalui Kognitif, Afektif, Psikomotorik Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier serdahana untuk melihat hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dan kinerja akademik siswa. Siswa dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi memiliki akademik lebih tinggi, yang didukung oleh akses lebih baik terhadap fasilitas belajar, bimbingan tambahan, dan dukungan emosional. Namun, ditemukan pula bahwa siswa dengan status sosial ekonomi rendah dapat tetap apabila menerima dukungan emosional yang kuat dari orang tua. Hasil dari penelitian ini nilai Variabel Status Sosial Ekonomi (X) dengan koefisien regresi sebesar 0,548 menunjukkan T-hitung (3,726) > T-tabel (1,970) sedangkan nilai signifikan status sosial ekonomi 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua secara parsial berpengaruh terhadap kinerja akademik Siswa di SMAN 1 Daha Utara. Korelasi (R) variabel status sosial ekonomi (X) sebesar 0,233 hal ini menunjukkan adanya hubungan status sosial ekonomi terhadap kinerja akademik siswa sebesar 0,233 atau sebesar 23,3 persen. Sedangkan nilai koefisien determinan (R square) sebesar 0,054 artinya bahwa pengaruh variabel status sosial ekonomi terhadap kinerja akademik sebesar 0,054 atau sebesar 5 persen dan sisanya sebesar 95 persen dipengaruhi oleh faktor lai

    Kepatuhan Masyarakat Kecamatan Banjarmasin Timur Terhadap Penggunaan Helm Pada Saat Kegiatan Shalat Jumat

    Get PDF
    Penggunaan helm merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan ketika menggunakan sepeda motor roda dua. Helm merupakan perlengkapan keselamatan yang wajib digunakan sebagaimana diatur dalam peraturan lalu lintas yaitu Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 pada pasal 106 ayat (8). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan masyarakat Kecamatan Banjarmasin Timur terhadap penggunaan helm saat berkendara, khususnya pada saat bepergian untuk melaksanakan shalat Jumat, penelitian ini beranjak dari banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi aturan yaitu penggunaan helm terutama dalam perjalanan menuju masjid untuk shalat Jumat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum, peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan instansi Satlantas Polres Banjarmasin serta 15 informan pengendara sepeda motor yang berada di lokasi-lokasi penelitian yang berada di Kecamatan Banjarmasin Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan helm, khususnya pada saat bepergian menuju masjid untuk melaksankan sholat Jumat masih rendah, dengan alasan utama karena jarak tempuh yang dekat, persepsi resiko kecelakaan rendah. Faktor-faktor budaya turut mempengaruhi kepatuhan masyarakat. Adapun kendala dalam penerapan aturan ini yakni kurangnya sosialisasi dari pihak implementator, ketersediaan sumber daya penegak hukum yang kurang dalam menegakkan peraturan ini, kesadaran masyarakat tentang hukum yang rendah juga menjadi penghambat dalam proses penegakan hukum in

    Pendapat Ulama Kabupaten Banjar Terkait Hukum Menerima Beasiswa Dari Perbankan Konvensional

    Get PDF
    Banyak universitas yang ada di Negara Indonesia yang memprogramkan bantuan pendidikan berupa beasiswa. Mereka bekerjasama dengan pihak instansi yang ingin memberikan bantuan berupa biaya pendidikan dll, seperti instansi per bankan konvensional. Perbankan konvensional adalah bank yang pada dasarnya menjalankan kegiatan usahanya dengan mencari keuntungan, mengambil sebuah manfaat berupa kelebihan ataupun tambahan dari usahanya (bunga). Berdasarkan permasalahan tersebut penulis ingin mengetahui bagaimana pendapat ulama kabu paten banjar terkait hukum menerima beasiswa dari perbankan konvensional dan dasar hukum mereka. Metode penelitian ini yaitu metode penelitan hukum empiris, menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun lokasi penelitian bertempat di kabupaten banjar dengan teknik pengumpulan data secara wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan ketika data sudah terkumpul menggunakan teknik deskriptif kuali tatif. Pendapat para ulama yang peneliti wawancarai terbagi kepada 2 yaitu per tama membolehkan menerima beasiswa dari perbankan konvensional yaitu in forman ke 3 dengan dasar hukum HR Muslim No. 1015 dan informan 7 dengan dasar hukum Kaidah Fikih (idza Ijtama’a al-halal wa al-Haram Ghullib al-Haram). Kedua tidak memperbolehkan menerima beasiswa dari perbankan konvensional yaitu informan 1 dengan dasar hukumnya HR. Muslim, no. 1598, informan 2 dengan dasar hukumnya HR Bukhari no. 2084, informan 4 dengan dasar hukumnya HR Ath Thabrani No 1871, informan 5 dengan dasar hukumnya HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. dan informan 6 dengan dasar hukumnya Q.S Al Baqarah (275) dan H.R. Haitsami, No. 437. Intisari dari setiap hadis yang menjadi dalil terkait penerimaan beasiswa tersebut menjelaskan tentang berbahanya dosa seorang pelaku riba dan orang yang memakannya serta laknat Rasullulah SAW Kepada mereka, adapun dalil ayat al-Quran Al-Baqarah 275 menjelaskan tentang pelaku riba itu menentang secara langsung hukum yang telah ditetapkan haram oleh Allah SWT dengan menghalalkannya dan memakannya. Adapun kaidah fikih yang ditetapkan sebagai dalil menurut penulis tidak tepat sebagai dalil pada pembahasan mengenai harta rib

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇