IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Efektivitas Model Pembelajaran Mastery Learning Ditinjau dari Kemampuan Representasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Kintap

    Get PDF
    Materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami dengan menggunakan efektivitas model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran mastery learning terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa pada materi statistika di kelas VIII SMP Negeri 1 Kintap, serta mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan representasi matematis antara kedua kelas tersebut dan apakah ada perbedaan peningkatan yang signifikan antara belajar menggunakan model pembelajaran mastery learning dengan belajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes representasi matematis diberikan sebelum (pretest) dan sesudah pembelajaran (posttest). Dari hasil pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut akan dianalisis menggunakan uji normalitas, perhitungan N-Gain, serta uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan peningkatan hasil belajar antar kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan representasi matematis setelah diterapkan model pembelajaran mastery learning. (2) tidak terdapat peningkatan kemampuan representasi matematis pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori, meskipun tidak sebesar kelas eksperimen, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana peningkatan kelas eksperimen lebih tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran mastery learning efektif dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada materi statistika di kelas VIII B SMP Negeri 1 Kinta

    Pengembangan Buku Referensi Jenis Jenis Capung (Odonata) di Kampus II Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Capung adalah serangga yang memiliki tubuh ramping dan dua pasang sayap transparan, termasuk dalam ordo Odonata. Kampus II UIN Antasari Banjarmasin memiliki jenis capung yang banyak, sehingga jenis capung ini diteliti yang menjadi sebuah produk berupa buku referensi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan validitas buku referensi jenis-jenis capung di Kampus II UIN Antasari Banjarmasin. Jenis penelitian adalah Educational Design Research terdiri dari preliminary research, development or prototyping phase, dan assessment phase yang dibatasi pada development or prototyping phase (Plomp et al., 2013) Pada development or prototyping phase dilakukan evaluasi Buku Referensi yang dikembangkan menggunakan evaluasi formatif Tessmer (1993) yang terdiri dari self evaluation, expert review, one-to-one evaluation, small group, dan field test yang dibatasi sampai tahap expert review. Buku Referensi dikembangkan berdasarkan data hasil kajian lapangan tentang jenis capung. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik sampling yaitu purposive sampling dan metode jelajah (field research). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan 15 jenis yaitu Brachydiplax chalybea, Orthetrum sabina, Pantala flavescens, Rhyothemis phyllis, Neurothemis fluctuans, Brachythemis contaminate, Agriocnemis femina, Ischnura verticalis, Agriocnemis pygmaea, Ceriagrion cerinorubellum, Ischnura senegalensis, Telebasis carmesina, Ischnura ramburii, Pseudagrion microcephalum, dan Ischnura heterosticta. Berdasarkan hasil uji validitas buku referensi memperoleh presenta rata-rata 86% berkategori sangat valid dapat digunakan dengan revis

    Pilihan Ayat Al-Qur’an Qari dan Qariah dalam Berbagai Acara Keagamaan: Studi Living Qur’an di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang tidak hanya dibaca sebagai bentuk ibadah, tetapi juga dihayati dan dilantunkan dalam berbagai acara keagamaan. Fenomena pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Qari dan Qariah di berbagai kegiatan keagamaan menjadi salah satu bentuk nyata dari kajian Living Qur’an, yaitu bagaimana Al-Qur’an hidup dalam kehidupan sosial masyarakat. Menariknya, dalam praktik tersebut, ditemukan adanya perbedaan dalam pilihan ayat meskipun acara keagamaannya sama. Hal ini menunjukkan adanya pertimbangan dan faktor khusus dalam membacakan ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ayat-ayat yang biasa dibacakan oleh Qari dan Qariah dalam berbagai acara keagamaan di Kota Banjarmasin, menggali alasan mereka dalam memilih ayat tersebut, serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhi perbedaan pilihan ayat yang mereka bacakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian, penelitian ini menggunakan metode living Qur’an dengan tujuan untuk menggali pemahaman Qari atau Qariah mengenai ayat yang sering mereka bacakan saat acara keagamaan. Adapun Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan tiga Qari dan dua Qariah yang aktif di Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan ayat yang dibacakan dalam acara keagamaan, seperti Isra Mikraj, Maulid Nabi Muhammad saw, Nuzulul Qur’an, Akikah dan Tasmiyah, serta Walîmatul ‘Ursy sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, pengalaman, lingkungan, durasi acara, nada dalam tilawah, dan kehendak pribadi. Adapun ayat yang bisa dibacakan saat acara Isra Mikraj adalah Q.S. al Isrâ`/17: 1-3, Q.S. al Isrâ`/17: 78-79, Q.S. al Najm/53: 1-18, dan Q.S. Âli ‘Imrân/3: 144. Ayat yang bisa dibacakan saat acara Maulid Nabi Muhammad saw adalah Q.S. Âli ‘Imrân/3: 144, Q.S. al Anbiyâ`/21: 107, Q.S. al Ahzâb/33: 21, Q.S. al Ahzâb/33: 40-43, Q.S. al Ahzâb/33: 56, dan Q.S. al Fath/48: 28-29. Ayat yang bisa dibacakan saat acara Nuzulul Qur’an adalah Q.S. al Baqarah/2: 185, Q.S. al Isrâ`/17: 9-15, Q.S. al Isrâ`/17: 82-83, Q.S. al Hasyr/59: 21-24 dan Q.S al ‘Alaq/96: 1-5. Ayat yang bisa dibacakan saat acara Akikah dan Tasmiyah adalah Q.S. Âli ‘Imrân/3: 33-37, Q.S. Maryam/19: 1-10, dan Q.S. Luqmân/31: 12-15. Dan ayat yang bisa dibacakan saat acara Walîmatul ‘Ursy adalah Q.S. al Nisâ/4: 1, Q.S al Rûm/30: 21, dan Q.S al Hujurât/49: 13

    Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis VAK Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fluida

    Get PDF
    Hasil belajar fisika pada materi fluida statis di SMA Darul Hijrah Putri masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh metode pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi perbedaan gaya belajar peserta didik. Setiap siswa memiliki kecenderungan belajar yang berbeda, seperti visual, auditori, dan kinestetik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi berbasis model VAK menjadi salah satu alternatif yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis VAK pada materi fluida, mengetahui perbedaan hasil belajar berdasarkan gaya belajar, dan menganalisis efektivitas pembelajaran berdiferensiasi berbasis VAK terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 20 peserta didik kelas XI D yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket identifikasi gaya belajar, tes hasil belajar (pretest–posttest), serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui uji Kruskal-Wallis, uji Paired Sample T-test dan Wilcoxon, dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berbasis VAK mencapai 98% dengan kategori sangat baik. Tidak terdapat perbedaan signifikan hasil belajar berdasarkan gaya belajar. Namun, terdapat peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada sebagian besar siswa, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,75 yang termasuk kriteria tinggi dan efektivitas sebesar 63,6% yang termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi berbasis VAK terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika pada materi fluida statis

    Peran Guru PAI dan Teman Sebaya dalam Terbentuknya Etika Sosial Para Siswa di SMA Negeri 9 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengamatan peneliti terhadap fenomena etika sosial siswa masa kini yang cenderung mengikuti teman sebaya, banyak siswa yang meniru perilaku, gaya berbicara, cara berpakaian, hingga sikap sosial teman sebayanya, bahkan menjadikan teman sebaya sebagai panutan atau role model dalam kehidupan sehari-hari, hal ini menunjukkan bahwa lingkungan pertemanan memiliki peranan yang cukup besar terhadap perkembangan etika sosial siswa. Selain itu, peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) juga sangat penting dalam membantu terbentuknya etika sosial siswa melalui pembelajaran, keteladanan, serta pembinaan nilai-nilai moral dan akhlak dalam kehidupan di sekolah. SMA Negeri 9 Banjarmasin adalah sekolah yang berada di antara kawasan desa dan kota, kondisi ini menjadikan siswa-siswinya memiliki latar belakang sosial dan budaya yang beragam, ada siswa yang berasal dari daerah pedesaan dengan nilai-nilai sosial tradisional yang kuat, dan ada pula siswa dari lingkungan perkotaan yang lebih modern dan terbuka, dengan ini membuat peneliti lebih banyak mendapatkan informasi dan wawasan mengenai etika sosial dari beragam nya latar belakang siswa tersebut, maka dari itu peneliti merasa perlu melakukan penelitian di sekolah SMA Negeri 9 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami secara mendalam peran guru PAI dan teman sebaya dalam proses terbenntuknya etika sosial siswa, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan siswa/i SMA Negeri 9 Banjarmasin, Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pembentuk kebiasaan, pemberi nasihat, teladan, fasilitator, motivator, evaluator, dan pemberi rasa nyaman bagi siswa. Sementara itu, teman sebaya berperan sebagai pendengar yang baik, support system, penentu arah perilaku, serta tempat siswa mengembangkan keterampilan sosial. Faktor pendukung bagi guru meliputi lingkungan tempat tinggal siswa, dukungan keluarga, kebijakan sekolah, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Adapun faktor penghambatnya meliputi kurangnya kerja sama antara guru dan orang tua, fasilitas yang belum memadai, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Pada sisi teman sebaya, faktor pendukung adalah peraturan sekolah, kegiatan positif, didikan orang tua, dan lingkungan pertemanan, sedangkan faktor penghambatnya mencakup kondisi keluarga yang kurang harmonis, kurangnya kesadaran siswa, serta pergaulan kurang baik

    Penerapan Intervensi Dini Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga Tumbuh Kembang Kreasi Musika

    Get PDF
    Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memerlukan intervensi dini dalam mengoptimalkan potensi perkembangannya. Kreasi Musika merupakan salah satu lembaga tumbuh kembang di Banjarbaru yang menyediakan layanan intervensi dini bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya pada anak yang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Tujuan penelian ini untuk mendeskripsikan penerapan intervensi dini bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang ada di Kreasi Musika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan untuk jenisnya yaitu dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian ini bertempat di Kreasi Musika yang merupakan salah satu lembaga tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK). Subjek dalam penelitian ini adalah kepala lembaga, guru/terapis di Lembaga tumbuh kembang di Kreasi Musika Banjarbaru. Sedangkan objek pada penelitian ini adalah mengenai penerapan intervensi dini bagi anak berkebutuhan khusus dari segi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun faktor pendukung dan penghambat intervensi dini bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Kreasi Musika. Sumber data yang ada pada penelitian ini meliputi informan, responden, dan dokumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, terakhir dokumentasi. Dalam analisis data diantaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan intervensi dini di Kreasi Musika telah dilaksanakan secara terstruktur, dimulai dari asesmen komprehensif, penyusunan program individual (IEP), hingga pelaksanaan intervensi dengan strategi yang disesuaikan, seperti instruksi singkat, visualisasi, dan positive reinforcement untuk anak ADHD. Faktor pendukung utamanya adalah SDM yang terlatih, sarana yang memadai, dan kolaborasi dengan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat terbesar adalah kurangnya konsistensi penerapan intervensi di rumah oleh orang tua, seperti pemberian gawai berlebihan yang menghambat perkembangan anak

    Pembelajaran Fisika Berbantuan KIT Praktikum Energi Hijau Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Materi Energi Terbarukan

    Get PDF
    Penelitian ini di latarbelakangi oleh keterbatasan ketersediaan alat praktikum atau KIT di SMA sehingga pembelajaran fisika kurang memberikan pengalaman belajar langsung dan berdampak pada rendahnya pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran fisika berbantuan KIT praktikum energi hijau untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa materi energi terbarukan (2) Mengetahui efektivitas pembelajaran fisika berbantuan KIT praktikum energi hijau untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa materi energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain embedded, dengan data kualitatif menjadi data utama dan data kuantitatif sebagai data pendukung. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas X B SMA Negeri 10 Banjarmasin. Data kualitatif diperoleh melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes pemahaman konsep berupa pretest dan posttest berbentuk soal esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran fisika berbantuan KIT praktikum energi hijau terlaksana dengan model Cooperative Learning kategori baik (75%) dan model Problem Based Learning kategori sangat baik (87,08%). Hasil analisis pretest dan posttest menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, dengan nilai 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,56 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa pembelajaran fisika berbantuan KIT praktikum energi hijau efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi energi terbaruka

    Batasan Mengusap Tangan Ketika Tayamum Menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali

    Get PDF
    Tayamum merupakan salah satu bentuk dalam pensucian diri tanpa menggunakan air ketika air tidak tersedia. Dalam ajaran Islam, syariat memberikan keringanan (rukhsah) kepada umatnya dengan menggunakan debu atau tanah sebagai media bersuci. Tujuan tayamum adalah menghilangkan hadas kecil maupun besar, sehingga seorang muslim tetap dapat melaksanakan salat fardhu atau ibadah keagamaan lainnya. Berdasarkan hadis Ammar bin Yasir dan Ibnu Umar, dijelaskan tata cara pelaksanaan tayamum, meskipun terdapat perbedaan dalam praktiknya. Hal ini kemudian melahirkan perbedaan pendapat fikih di kalangan ulama, di antaranya mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan argumentasi kedua mazhab tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan komparatif. Bahan hukum diambil dari kitab-kitab primer kedua mazhab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mazhab Syafi’i memiliki dua qaul dalam menetapkan batasan mengusap tangan ketika tayamum, yaitu qaul qadim dan qaul jadid. Qaul qadim menetapkan batasan mengusap tangan sampai pergelangan tangan dengan berdasarkan pada al-Qur’an surah al-Maidah ayat 6, hadis riwayat Ammar bin Yasir. Adapun qaul jadid mazhab Syafi’i menetapkan batasan mengusap tangan sampai siku, yang didasarkan pada Al-Qur’an Surah al-Maidah ayat 6 dan hadis riwayat Ibnu Umar, serta menyamakan tayamum sebagai pengganti wudhu. Sementara itu, mazhab Hanbali berpendapat bahwa batasan mengusap hanya sampai pergelangan tangan. Mazhab Hanbali berpendapat bahwa batasan mengusap tangan dalam tayamum adalah sampai pergelangan tangan, yang didasarkan pada pemahaman zahir nash dalam Al-Qur’an Surah al-Maidah ayat 6 sekaligus menekankan makna asli kata “tangan” dalam bentuk mutlak, serta diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ammar bin Yasi

    Pengembangan Lift The Flap Book untuk Pembelajaran Anti Bullying Pada Anak Usia Dini di TK Tunas Pembangunan Batulicin

    Get PDF
    Banyaknya kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa permasalahan ini masih sering dialami oleh anak, termasuk pada jenjang anak usia dini. Bullying yang tidak ditangani sejak dini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini sebagai upaya pencegahan bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Lift the Flap Book bertema anti-bullying serta mengetahui keefektifitas sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Dan Evaluasi. teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan tes. Adapun sumber data ada 2 yaitu guru beserta kepala sekolah dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Lift the Flap Book bertema anti-bullying dinyatakan layak berdasarkan validasi media yang di lakukan oleh ahli dengan nilai 75% dan validasi ahli materi dengan nilai 90%. Media juga efektif dalam pembelajaran anti bullying hasil tes pada anak dengan nilai statistik yaitu sebesar 0,001 yang berarti 0,001<0,05 yang artinya penggunaan Lift The Flap Book mampu meningkatkan kemampuan anak. Kelompok B TK Tunas Pembanguna

    Peran Guru Kelas Terhadap Keterampilan Komunikasi Siswa Melalui Pembelajaran Interaktif di Kelas VI MI Al-Muhajirin Banjarmasin

    Get PDF
    Keterampilan komunikasi merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar dalam menunjang keberhasilan belajar dan perkembangan sosial, namun dalam praktik pembelajaran masih ditemukan siswa yang kurang berani menyampaikan pendapat, bertanya, dan berinteraksi secara aktif di kelas. Kondisi ini menunjukkan perlunya peran guru kelas sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif dan partisipatif melalui penerapan pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran guru kelas dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa melalui pembelajaran interaktif di kelas VI MI Al-Muhajirin Banjarmasin, serta mengkaji faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam mengembangkan keberanian, keaktifan, dan kemampuan komunikasi siswa Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas VI dan siswa kelas VI MI Al-Muhajirin Banjarmasin, sedangkan objek penelitian adalah peran guru kelas terhadap keterampilan komunikasi siswa melalui pembelajaran interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta menggunakan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan komunikasi siswa, seperti keberanian berbicara, kemampuan mengemukakan pendapat, bertanya, dan berpartisipasi dalam diskusi. Guru kelas berperan sebagai fasilitator, komunikator, motivator, dan pengelola kelas yang menciptakan suasana pembelajaran aktif dan kondusif. Faktor pendukung dalam peningkatan keterampilan komunikasi siswa meliputi sikap guru yang terbuka, penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif, serta lingkungan kelas yang mendukung. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan karakter siswa, rendahnya rasa percaya diri sebagian siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇