IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengaruh Musik K-Pop Terhadap Hafalan Al-Qur’an Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Fenomena maraknya budaya K-Pop telah berpengaruh hingga pada tingkat perguruan tinggi di Banjarmasin yang memiliki konsentrasi Agama Islam yang cukup tinggi yaitu UIN Antasari Banjarmasin. Terdapat beberapa mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang menunjukkan jati dirinya sebagai penggemar dengan menggunakan atribut atau barang yang berhubungan dengan idolanya, seperti menggunakan tas, sepatu, dan barang-barang terkait K-Pop lainnya. Oleh sebab itu, fenomena K-Pop ini menjadi menarik untuk diteliti. Khususnya dalam hafalan Al Qur’an yang merupakan salah satu skill dasar bagi seluruh mahasiswa UIN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hafalan Mahasiswa UIN Antasari yang menjadi penggemar musik K-Pop dan mengetahui faktor yang memengaruhi hafalan Mahasiswa UIN Antasari yang menjadi penggemar musik K Pop. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan melakukan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuisioner melalui tautan Google Form. Dari hasil penelitian, ditemukan kuantitas hafalan Al-Qur’an mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir angkatan 2021 dengan kriteria aktif (terdaftar sebagai mahasiswa aktif dengan membayar UKT) dan didapatkan 12 mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut dengan rincian 6 laki-laki dan 6 perempuan. Hampir seluruh responden termasuk ke dalam kategori baik sampai sangat baik dengan menguasai lebih dari 50% hafalan di juz 30. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas kuantitas hafalan Al-Qur’an mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir angkatan 2021 rata-rata sangat baik dan baik, meskipun terdapat satu responden yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan hafalan. Hasil tersebut dipengaruhi oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri responden seperti rasa malas dalam mengulang hafalan serta faktor eksternal seperti terlalu banyak berinteraksi dengan K-Pop. Adapun kiat-kiat yang efektif untuk menjaga stabilitas hafalan seperti murajaah dan mengatur jadwal dalam menghafal Al-Qur’an

    Konsep Al-Fâ’izûn Dalam Al-Qur’an

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini muncul dari pentingnya nilai kemenangan yang sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman. Orang yang menang di pikiran orang banyak adalah ketika berhasil mengalahkan lawan baik itu dalam sebuah pertandingan, perlombaan dan semacamnya atau saat mendapatkan keuntungan yang besar dalam berbisnis, berdagang atau bahkan ketika berhasil memperoleh jabatan atau gelar akademik yang tinggi. Al-Qur’an memandang kemenangan bukan sekadar perolehan itu semata, namun memberikan pandangan yang jauh lebih luas dari pencapaian-pencapaian di atas. Oleh sebab itu, peneliti menggali dan mengkaji lebih dalam bagaimana orang yang menang menurut perspektif Al-Qur’an beserta penafsiran-penafsiran yang mendukung penjelasan al-fâ’izûn. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung lafaz al-fâ’izûn dan menganalisis karakteristik yang terdapat pada al- fâ’izûn maupun derivasinya, sehingga dapat memunculkan pemahaman orang yang menang menurut perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan tafsir tematik. Hal ini digunakan untuk mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan al- fâ’izûn serta menganalisis orang yang menang menurut Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, al- fâ’izûn sesuai dengan namanya memiliki arti orang-orang yang menang. Istilah al-fâ’izûn ini merujuk pada beberapa ayat al-Qur’an, yaitu Q.S. At-Taubah ayat 20, Q.S. Al-Mu’minun ayat 111, Q.S. An-Nur ayat 52 dan Q.S. Al-Hasyr ayat 20 yang memerintahkan umat Islam agar memiliki karakteristik al-fâ’izûn yang dalam konteks Al-Qur’an berarti mereka yang beriman, berhijrah menuju tempat yang baik, berjihad di jalan Allah dan sabar menghadapi ujian-Nya. Berdasarkan penjelasan di atas, istilah ini muncul dalam Al-Qur’an sebagai penanda bagi mereka yang mendapatkan kenikmatan dunia dan kebahagian di akhirat. Temuan ini menegaskan bahwa orang yang menang dalam Al-Qur’an tidak hanya berhasil dan sukses di dunia saja namun mendapatkan kenikmatan abadi di akhirat kela

    Gambaran Gejala Depresi pada Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Wanita Kawin Muda di Tanah Bumbu)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga, menggambarkan gejala depresi yang di alami oleh Korban KDRT, dan cara korban menangani Gejala Depresi. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang istri dan ibu rumah tangga, berlokasi di kabupaten Tanah Bumbu kecamatan Sungai Loban. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus bersifat single case, yang dimana peneliti menggali suatu fenomena tertentu yang dapat berupa individu, peran, organisasi, komunitas, kelompok bahkan bangsa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, skala, dan dokumentasi. Perhitungan skala pada penelitian ini dengan skala Beck Depression Inventory II (BDI) dan skala Woodworth Questionnaire (WWQ) digunakan untuk menegaskan tingkat depresi pada seseorang. Adapun hasil penelitian ini, yaitu: Gambaran bentuk kekerasan yang dialami subjek, yaitu kekerasan fisik berupa pukulan (sudah sejak hubungan pacaran), di dorong, dibenturkan ke pintu hingga memar di beberapa anggota tubuh, tubuh di tarik-tarik kasar. Selain itu, kekerasan verbal juga sudah sering di terima subjek sejak sebelum menikah, seperti sering dimarahi, dibentak, dihina dengan kata-kata kasar “bodoh”, “murahan”, “mauan”. Sedangkan kekerasan psikologis yang dilakukan suami subjek yaitu sering kali diperlakukan tidak adil (lebih mengutamakan keluarga/ibunya), merasa tidak dipedulikan dan diperhatikan, mengabaikan tanggung jawab terhadap anaknya. Gejala depresi yang dialami oleh subjek seperti gejala fisik, gejala psikis, dan gejala sosial. Subjek NK mengalami sakit lambung, sering merasa kelelahan, sering sedih, merasa kosong, bingung, putus asa, ketakutan yang berlebihan, tidak ada berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lingkungan, tidak ada semangat untuk melakukan sesuatu, hanya berpikir untuk bisa tidur dalam waktu yang lama. Membuat emosi dan perasaannya hancur, tidak stabil, dan putus asa, hingga berpikiran untuk mengakhiri hidupnya. Kekerasan psikologis subjek merasa diperlakukan tidak adil, tidak diperhatikan dan tidak bertanggung jawab. Kekerasan tersebut memberikan dampak secara fisik dan psikologis terhadap subjek

    Mimpi Menurut Erich Fromm (Analisis Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre)

    Get PDF
    Fenomena mimpi telah lama menjadi objek perdebatan di berbagai bidang keilmuan, baik dalam psikologi, agama, maupun filsafat. Dalam konteks filsafat, mimpi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas alam bawah sadar, tetapi juga sebagai cerminan dari keberadaan dan makna eksistensial manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kajian filosofis yang mengkaji mimpi sebagai ekspresi eksistensi manusia secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi pemikiran Erich Fromm tentang mimpi sebagai bentuk komunikasi simbolik yang memiliki makna psikologis dan kemanusiaan yang dalam, serta menganalisisnya melalui perspektif filsafat eksistensialisme Jean Paul Sartre yang menekankan pada kebebasan,kesadaran manusia, dan makna dalam eksistensi manusia. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana konsep mimpi menurut Erich Fromm. 2) Bagaimana analisis filsafat eksistensialisme Jean Paul Sartre terhadap pandangan Erich Fromm tentang kaitan mimpi dan eksistensi manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), serta menggunakan analisis hermeneutika filosofis sebagai pisau bedah untuk memahami teks dan pemikiran tokoh. Data primer diambil dari Buku “Bahasa yang Terlupakan: Pengantar Tafsir Mimpi, Dongeng, dan Mitos” karya Erich Fromm dan buku “Psikologi Imajinasi” karya Jean Paul Sartre, data sekunder berasal dari buku, jurnal, skripsi, artikel, dan literatur lainnya yang relevan. Data diolah menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Erich Fromm memandang mimpi sebagai bahasa simbolik yang mampu mengungkapkan kondisi psikologis manusia secara jujur, serta memberikan wawasan terhadap kepribadian individu (si pemimpi). Semntara itu, berdasarkan analisis filsafat eksistensialisme Jean Paul Sartre terhadap pandangan Erich Fromm tersebut, menemukan bahwa mimpi sebagai bagian dari kesadaran imajinatif pasif, yang di mana kebebasan manusia dalam mimpi tidak sepenuhnya hadir karena tidak adanya kesadaran reflektif. Karena itu, Sartre memandang bahwa manusia tidak dapat mengontrol atau mengarahkan isi mimpinya seperti halnya dalam keadaan sadar, sehingga kebebasan manusia dalam mimpi bersifat terbatas. Namun demikian, dari pertemuan dua pemikiran tokoh ini, dapat dipahami bahwa mimpi tetap memiliki nilai eksistensial manusi

    Dinamika Psikologis Homoseksual Pasien Dengan Fatherless

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya kasus fatherless yang diduga memiliki keterkaitan dengan pembentukan identitas seksual serta perkembangan psikologis. Lebih parah lagi homoseksual dan kasus HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah dinamika psikologis homoseksual pasien dengan fatherless dan bagaimanakah fatherless dapat menimbulkan terjadinya homoseksual. Jenis dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subjek penelitian ini adalah pasien homoseksual dengan kondisi fatherless pada poliklinik VCT RSUD Ratu Zalecha Martapura. Sedangkan objek penelitiannya adalah dinamika psikologis. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Secara keseluruhan, Intake Interview terdiri dari 38 pertanyaan dengan verbatim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketiadaan figur ayah (fatherless) menunjukan kompleksitas dinamika psikologis pasien yang terbentuk dari pola asuh, pengalaman masa kecil, kenyataan yang dihadapi, kejadian trauma, konflik-konflik, gejala klinis dan penyimpangan seksual. Pada aspek kognitif pasien menunjukan distorsi identitas diri dan disorientasi seksual dengan berusaha memenuhi kebutuhan figur ayah melalui orang lain. Pada aspek afektif menunjukan adanya kekosongan emosional, kurang dicintai sejak kecil, perasaan tidak terlindungi, hampa, marah, iri, dan membutuhkan afeksi laki-laki dengan merasa nyaman saat terjalin kedekatan. Pada aspek konatif aktivitas homoseksual sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan psikologis meskipun ada motivasi untuk sembuh dengan menjalani pengobatan. Kedua, fatherless dapat membentuk homoseksual disebabkan terjadinya kehilangan model maskulinitas sebagai panutan sehingga mencari figur pengganti pada orang lain dalam hal ini sosok laki-laki yang lebih tua. Keadaan ini juga sebagai bentuk reaksi atas kebutuhan afeksi yang tidak terpenuhi yang muncul dengan sikap ketertarikan sesama jenis. Disisi lain konflik batin dan pertahanan diri diwujudkan dengan kesulitan menerima penampilan fisik dan berusaha untuk sembuh dari penyakit medis kronis HI

    Etika Pembebasan dalam Islam Menurut Tariq Ramadan perspektif Ali Shariati

    Get PDF
    Adanya problem etika dalam masyarakat Muslim kontemporer yang di warnai keterbatasan pemikiran, ketidakadilan sosial, serta marginalisasi kelompok tertentu, menunjukkan bahwa umat Islam masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Situasi ini menegaskan perlu adanya etika pembebasan yang tidak hanya berisi nilai-nilai moral, tetapi juga mengarahkan pada penerapan langsung dalam menghadapi ketidakadilan tersebut. Tariq Ramadan menawarkan konsep etika pembebasan yang menekankan pentingnya tauhid sebagai pembebasan, keadilan sosial, pendidikan kritis, politisasi agama, perjuangan dan pengorbanan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perspektif Ali Shariati sebagai pisau analisis untuk melihat konsep etika pembebasan Tariq Ramadan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya Tariq Ramadan, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku, jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis, yaitu menguraikan gagasan-gagasan pokok kedua tokoh kemudia dianalisis secara kritis untuk menemukan titik temu serta relevansinya dalam konteks sosial keagamaan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pembebasan menurut Tariq Ramadan bertujuan membebaskan umat Islam dari penindasan, keterbelakangan, dan ketidakadilan melalui penguatan nilai tauhid, keadilan sosial, perjuangan dan pengorbanan, serta penolakan terhadap politisasi agama. Pendidikan berperan sebagai sarana utama dalam membangun kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial umat. Adapun hasil analisis dari pemikiran Ali Shariati menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut memiliki kesinambungan dengan pemikirannya, terutama dalam memahami tauhid sebagai landasan pembebasan, keadilan sosial, perjuangan dan pengorbanan, depolitisasi agama dan pendidikan sebagai media transformasi sosial. Dengan demikian, terdapat kesalarasan antara pemikiran Ali Shariati dan Tariq Ramadan dalam merumuskan etika pembebasan dalam Islam yang relevan bagi kondisi masyarakat Muslim kontempore

    Optimalisasi Pendaftaran Haji Melalui Aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin (Studi Kasus Pendaftaran Haji Tahun 2025)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari kondisi masih rendahnya penggunaan aplikasi haji pintar oleh calon jemaah haji di kota Banjarmasin. Padahal, aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah proses pendaftaran serta meningkatkan kualitas layanan haji agar lebih tepat, cepat, dan transparan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana aplikasi haji pintar mampu mengoptimalkan proses pendaftaran haji secara online melalui dua indikator utama, yaitu efektivitas dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumenter.Teknis analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi yang meliputi triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data dari beberapa narasumber, seperti pegawai penyelenggara haji dan calon jemaah haji, sedangkan triangulasi waktu dilakukan dengan pengumpulan data pada waktu yang berbeda untuk memastikan konsistensi informasi. Hasil dari penelitian ini penggunaan aplikasi haji pintar di Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin masih belum optimal. Hasil dari optimal ini dilihat dari segi efektivitas, aplikasi haji pintar dinilai sudah cukup baik dalam memberikan kemudahan bagi calon jemaah yang memahami teknologi. Aplikasi ini membantu mempercepat proses pendaftaran, meminimalkan kesalahan data, dan memberikan informasi yang lebih transparan. Namun, pemahaman masyarakat terhadap aplikasi ini masih terbatas, terutama bagi pengguna lanjut usia, sehingga sosialisasi dan pendampingan masih perlu ditingkatkan. Dari sisi efisiensi, aplikasi ini mampu mempercepat waktu respons, memberikan informasi yang akurat dan memudahkan akses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor. Meski demikian, masih ditemukan kendala teknis seperti kesalahan input data dan keterbatasan fitur koreksi mandiri

    Perlindungan Hukum Bagi Instruktur Mengemudi Terhadap Kerusakan Mobil di Banjarmasin

    Get PDF
    Masih ditemukan praktik pembebanan ganti rugi secara sepihak kepada instruktur mengemudi, tanpa adanya perjanjian kerja yang jelas dan tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan dalam hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk hubungan kerja antara lembaga kursus mengemudi dan instruktur di Banjarmasin serta bagaimana perlindungan hukum bagi instruktur terhadap kerusakan mobil dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan instruktur mengemudi dan pihak pengelola lembaga kursus di Banjarmasin, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, peraturan perundang-undangan, dan fatwa terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengungkap pola hubungan kerja, bentuk akad yang digunakan, serta mekanisme tanggung jawab atas kerusakan mobil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hubungan kerja antara lembaga kursus dan instruktur pada umumnya tidak diformalkan dalam akad tertulis, sehingga perlindungan hukum bagi instruktur menjadi lemah. Dalam beberapa kasus, kerusakan mobil langsung dibebankan kepada instruktur meskipun tidak terdapat bukti kelalaian. Dari perspektif hukum positif, perlindungan seharusnya diberikan melalui ketentuan KUH Perdata, UU Ketenagakerjaan, dan regulasi sektor informal yang mengharuskan pemberi kerja menyediakan alat kerja yang layak dan memberikan perlindungan keselamatan kerja. Sementara itu, dalam perspektif hukum ekonomi syariah melalui teori ijarah, tanggung jawab kerusakan kendaraan berada pada pemilik barang selama kerusakan tidak disebabkan oleh kesengajaan atau kelalaian (ta’addi) dari instruktur. Dengan demikian, praktik pembebanan kerusakan secara sepihak tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan perlindungan hukum dalam syaria

    Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa Tentang Daya Antiseptik Daun Beluntas (Pluchea indica L.) Pada Praktikum Mikrobiologi

    Get PDF
    Daun beluntas (Pluchea indica L.) merupakan tanaman yang dikenal mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya antiseptik daun beluntas pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aereus, mendeskripsikan validitas dan kepraktisan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) tentang daya antiseptik daun beluntas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan desain Educational Design Research (EDR) yang dibatasi sampai tahap development or prototyping phase dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini dihasilkan produk berupa LKM yang dikembangkan berdasarkan hasil eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi ekstrak (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%). LKM kemudian di uji validitas dan kepraktisannya dengan menggunakan model evaluasi formatif Tessmer (1993). Data dianalisis menggunakan statistik inferensial melalui uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, meskipun tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada tiap konsentrasi. Faktor yang mempengaruhi di antaranya jenis pelarut yang digunakan serta dugaan dari penurunan kadar senyawa aktif akibat suhu pada proses pengeringan. Hasil validasi LKM oleh ahli materi memperoleh nilai 86,05% dan ahli media memperoleh 86,25% sehingga didapatkan nilai rata-rata 86,15% dengan kategori sangat valid, dapat digunakan tanpa revisi. Hasil dari uji kepraktisan memperoleh nilai 86,98% dengan kategori sangat praktis, dapat digunakan tanpa revisi. Dengan demikian, LKM yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung praktikum Mikrobiologi

    Pendekatan Restorative Justice Penyelesaian Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Polresta Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan pendekatan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Polresta Banjarmasin. Permasalahan KDRT merupakan isu yang kompleks dan seringkali tidak dapat diselesaikan secara efektif melalui pendekatan hukum pidana konvensional, mengingat adanya hubungan personal dan legal antara pelaku dan korban. Restorative justice menjadi alternatif penyelesaian yang lebih menekankan pada pemulihan hak-hak korban, serta pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, dibandingkan dengan sekadar pemberian sanksi pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Polresta Banjarmasin. Restorative justice merupakan metode penyelesaian perkara pidana yang menekankan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, keluarga, dan masyarakat melalui musyawarah serta mediasi guna mencapai perdamaian dan keadilan yang substantif. Studi ini juga mengintegrasikan teori adat Badamai sebagai kearifan lokal masyarakat Banjar yang sejalan dengan prinsip restorative justice dalam menjaga harmoni sosial. Penelitian membatasi penerapan restorative justice pada tindak pidana ringan sesuai peraturan yang berlaku, yaitu kasus dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan kerugian materil tidak lebih dari Rp2,5 juta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan restorative justice, dalam kerangka hukum nasional dan nilai-nilai adat Badamai, efektif digunakan sebagai alternatif penyelesaian perkara KDRT di Polresta Banjarmasin dengan berbagai tantangan dan peluang dalam implementasinya. Pendekatan ini tidak hanya mendorong tanggung jawab pelaku tetapi juga memulihkan hak dan kondisi korban serta menjaga keutuhan sosial di masyarakat. Penerapan restorative justice diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala seperti kurangnya pemenuhan hak korban dan dampak psikologis yang berkepanjangan. Mekanisme yang diterapkan di Polresta Banjarmasin meliputi antara pelaku dan korban, pembuatan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan, serta penghentian proses penyidikan apabila tercapai perdamaian yang disaksikan oleh keluarga dan tokoh masyaraka

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇