IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Strategi Coping Stres Dalam Mengatasi Problema Akademik Mahasiswa FTK Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin menghadapi berbagai problema akademik yang berpotensi menimbulkan stres, seperti tuntutan akademik yang tinggi, kesulitan dalam pengelolaan waktu, pemahaman materi perkuliahan, serta tekanan dalam penyusunan tugas akhir. Stres akademik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis, emosional, dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping stres yang digunakan mahasiswa FTK UIN Antasari Banjarmasin dalam mengatasi problema akademik. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk strategi coping yang diterapkan mahasiswa serta cara mereka mengelola tekanan akademik yang dialami selama proses perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif Jurusan Pendidikan Agama Islam semester 9 angkatan 2021 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan dua strategi coping utama, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping. Strategi problem-focused coping meliputi pengaturan manajemen waktu, mencari bantuan akademik, dan modifikasi strategi belajar. Sementara itu, strategi emotion-focused coping dilakukan melalui pendekatan spiritual, relaksasi dan pengalihan aktivitas, serta dukungan sosial dari keluarga, teman, dan dosen pembimbing. Kedua strategi tersebut digunakan secara fleksibel sesuai dengan situasi stres yang dihadapi mahasisw

    Penerapan Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Aparat Desa (Studi Kasus di Desa Teluk Aru Kecamatan Pulaulaut Kepulauan)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di desa Teluk Aru Kecamatan Pulaulaut Kepuluan kabupaten Kotabaru dengan bertolak masih banyaknya kepalada desa melakukan pelanggaran dalam prosesi pemberhentian aparat desa . Selain itu, untuk mengatuhi kendala yang dihadapi oleh pihak Kepala Desa sehingga melakukan pelanggaran dalam proses pemberhntian aparat desa sessuai dengan mekanisme yang berlaku yaitu Permendagri No 67 Tahun 2017 Tentang Pengengkatan dan Pembrhentian aparat desa. Penelitian ini merupakan metode Penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Teluk Aru, Aparat Desa yang diberhentiankan serta Camat Pulaulaut Kepuluan Kabupaten Kotabaru, sementara objek dalam penelitian ini adalah Tindakan Kepala Desa dalam melakukan pemberhetian Aparat Desa dalam tinjauan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Mekanisme Pengangkatan dan Pemberhentian Aparat desa. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menerangkan: adalah terbukti Bahwa Kepala Desa Teluk Aru Kecamatan Pulaulaut Kepulauan Terbukti melakukan Pembehentian Aparat Desa tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Mekanisme Pengangkatan dan Pemberhentian Aparat Desa, hal ini dipengaruhi karna ketidak tahuan Kepala Desa mekanisme pemberhentia

    Interpretasi Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Konsep Hidup Mulia Perspektif Buya Hamka dalam Tafsȋr Al-Azhar

    Get PDF
    Konsep hidup mulia merupakan salah satu tema fundamental dalam Al- Qur’an yang sering dipahami secara sempit sebagai keberhasilan material dan pencapaian status sosial. Padahal, Al-Qur’an menawarkan pandangan yang lebih komprehensif mengenai kemuliaan hidup yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat terhadap ayat-ayat Al- Qur’an tentang hidup mulia menjadi penting, khususnya melalui penafsiran para mufasir yang memiliki perhatian terhadap realitas kehidupan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an tentang konsep hidup mulia menurut perspektif Buya Hamka dalam Tafsîr Al- Azhar, serta mengkaji pandangan falsafah Qur’ani yang melandasi penafsirannya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kerangka pemikiran Buya Hamka dalam memaknai kemuliaan hidup manusia melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, sehingga diperoleh pemahaman yang utuh dan sistematis mengenai konsep hidup mulia dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan studi tokoh. Tafsîr Al-Azhar karya Buya Hamka dijadikan sebagai sumber data primer, sementara penafsiran terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan konsep hidup mulia dianalisis melalui cara tematik. Meskipun secara corak Tafsîr Al-Azhar tergolong tafsir tahlîlî, penelitian ini melakukan tematisasi ayat- ayat untuk memperoleh gambaran utuh mengenai pemikiran Buya Hamka tentang hidup mulia. Fokus kajian diarahkan pada empat konsep utama, yaitu taqwâ, ihsân, Hayâtan thayyibah, dan sa‘âdah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Buya Hamka, hidup mulia tidak ditentukan oleh aspek duniawi seperti kekayaan, keturunan, dan kedudukan sosial, melainkan oleh ketakwaan kepada Allah yang tercermin dalam keikhlasan, keluhuran akhlak, serta tanggung jawab sosial. Penafsiran Buya Hamka menegaskan pentingnya keseimbangan antara kesalehan spiritual dan kesalehan sosial sebagai fondasi kemuliaan hidup. Dengan demikian, penelitian ini mempertegas relevansi pemikiran Buya Hamka dalam merumuskan konsep hidup mulia yang bersumber dari Al-Qur’an dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat Muslim

    Fungsi Pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut tercermin dari adanya pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan terkait berbagai permasalahan pelayanan publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fungsi pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan dalam meningkatkan mutu pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam menjalankan fungsi pengawasan tersebut pada tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif dengan berlandaskan pada ketentuan hukum positif, khususnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 dan Undang Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan telah melaksanakan fungsi pengawasan melalui penerimaan dan verifikasi laporan masyarakat, pemeriksaan dan investigasi laporan, serta pemberian rekomendasi kepada instansi penyelenggara pelayanan publik. Pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut berkontribusi dalam mendorong perbaikan mutu pelayanan publik. Namun demikian, pengawasan belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pengaduan, serta belum optimalnya tindak lanjut rekomendasi oleh instansi terkai

    Penanganan Maladministrasi dalam kasus Kabel Telekomunikasi Tidak Beraturan di Handil Bakti Oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari dugaan maladministrasi dalam pengelolaan kabel telekomunikasi yang tidak beraturan di wilayah Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala. Kondisi kabel yang menjuntai dan tidak tertata dinilai membahayakan keselamatan masyarakat serta mencerminkan adanya pengabaian kewajiban hukum oleh instansi terkait. Ketidakresponsifan pihak penyelenggara pelayanan publik terhadap laporan masyarakat mendorong pengaduan diajukan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan. Penelitian ini difokuskan pada dua rumusan masalah utama, yaitu: (1) bagaimana penanganan maladministrasi oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan terhadap laporan masyarakat mengenai kabel telekomunikasi tidak beraturan di Handil Bakti; dan (2) apakah proses penanganan tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Penyelesaian Laporan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian hukum empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pihak Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, observasi lapangan, serta studi dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan telah melakukan penanganan laporan sesuai dengan tahapan pemeriksaan yang diatur dalam Peraturan Ombudsman Nomor 58 Tahun 2023, mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan formil dan materiil, pemeriksaan substantif, hingga penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Ombudsman menemukan adanya maladministrasi berupa pengabaian kewajiban hukum oleh instansi terkait. Namun, dalam kasus ini Ombudsman lebih mengedepankan tindakan korektif berupa perapian kabel telekomunikasi demi menjamin keselamatan masyarakat, sehingga tidak sampai pada penerbitan rekomendasi formal karena tindakan korektif telah dilaksanakan oleh pihak terlapor. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penanganan maladministrasi dalam kasus ini telah berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, meskipun masih diperlukan penguatan pengawasan dan koordinasi lintas instansi agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari

    Manajemen Strategi Dalam Menarik Minat Dan Keaktifan Jemaah Untuk Datang Ke Masjid Jami Baiturrahman

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya partisipasi jemaah dalam kegiatan masjid pada era modern, termasuk di lingkungan Masjid Jami Baiturrahman Kota Banjarbaru. Padahal, masjid memiliki fungsi strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan keagamaan dan pembinaan moral masyarakat. Di tengah tantangan sosial seperti keberadaan warung malam yang kurang sesuai dengan norma Islam, pengurus masjid dituntut untuk menerapkan manajemen strategi yang tepat agar dapat menarik minat serta meningkatkan keaktifan jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk manajemen strategi yang diterapkan Masjid Jami Baiturrahman dalam menarik minat dan keaktifan jemaah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta teknik triangulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi yang diterapkan pengurus masjid mengacu pada tiga tahapan menurut Fred R. David, yaitu: (1) Formulasi Strategi, berupa penyusunan visi, misi, program kegiatan keagamaan, serta peningkatan fasilitas masjid; (2) Implementasi Strategi, dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan rutin seperti shalat berjemaah, tausiyah subuh, TPA, Jumat Berkah, kegiatan Ramadhan, serta pengelolaan fasilitas dan keuangan yang transparan; dan (3) Evaluasi Strategi, dilakukan secara berkala melalui rapat internal untuk perbaikan program dan pelayanan. Faktor pendukung strategi ini antara lain dukungan jemaah, pengelolaan keuangan yang baik, kegiatan keagamaan yang variatif, serta fasilitas yang memadai. Adapun faktor vi penghambatnya meliputi keterbatasan dana pembangunan dan kondisi sosial masyarakat sekita

    Kaderisasi Da’i di Pondok Pesantren Nurul Janah Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan

    Get PDF
    Kaderisasi da’i merupakan proses yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan dan kesinambungan dakwah Islam di tengah masyarakat. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berperan dalam mentransmisikan ilmu keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengkaderan calon da’i yang memiliki kompetensi keilmuan, keterampilan berdakwah, serta kesiapan mental dan spiritual. Pondok Pesantren Nurul Jannah Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang melaksanakan kegiatan kaderisasi da’i secara terencana melalui berbagai program keagamaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui bagaimana pelaksanaan kaderisasi da’i di pesantren tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk pelaksanaan kaderisasi da’i serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Nurul Jannah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kaderisasi da’i serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi pengasuh pondok pesantren, ustadz dan ustadzah, serta santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa kaderisasi da’i di Pondok Pesantren Nurul Jannah dilaksanakan melalui kegiatan muhadharah, mujadalah, maulid habsyi, ta’limulQur’an, dan pengajian kitab kuning. Faktor pendukung kaderisasi meliputi dukungan pengasuh dan tenaga pendidik, lingkungan pesantren yang kondusif, serta program kegiatan yang terstruktur. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu santri, perbedaan kemampuan santri, serta sarana dan prasarana yang belum optimal

    Analisis Konten Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok Pada Akun Ihza Mahendra

    Get PDF
    Perkembangan media digital telah mendorong pergeseran praktik dakwah dari metode konvensional menuju dakwah berbasis media sosial, salah satunya melalui platform TikTok yang bersifat audio visual dan interaktif, sehingga menjadi ruang strategis bagi penyampaian pesan dakwah yang menyesuaikan dengan karakter audiens generasi muda. Namun, kajian dakwah digital masih relatif terbatas dalam mengkaji keterpaduan antara isi pesan dakwah dan unsur audio visual sebagai pembentuk makna pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pesan dakwah serta mengidentifikasi karakteristik unsur audio visual dalam konten TikTok akun Ihza Mahendra dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis isi menurut Klaus Krippendorff. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi non-partisipatif terhadap konten video periode April–Mei 2025 dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah didominasi oleh pesan akhlak, diikuti pesan syariah dan akidah, yang disampaikan secara kontekstual melalui pengangkatan fenomena sosial kekinian. Unsur audio visual seperti gaya talking head, ekspresi wajah, teks overla

    Tinjauan Hukum Positif dan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Perjokian Tugas di Perguruan Tinggi

    Get PDF
    Praktik perjokian tugas di perguruan tinggi menjadi fenomena yang semakin memprihatinkan karena bertentangan dengan tujuan pendidikan, prinsip kejujuran akademik, dan etika intelektual. Perjokian tidak hanya merusak integritas akademik, tetapi juga menghambat pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan ilmiah yang mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks hukum, praktik ini menimbulkan persoalan baik dari perspektif hukum positif yang menilai legalitas dan keabsahan perjanjian, maupun dari perspektif hukum ekonomi syariah yang menilai akad berdasarkan prinsip kejujuran, amanah, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, kajian terhadap praktik perjokian diperlukan untuk memahami kedudukannya menurut kedua sistem hukum tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perjokian tugas berdasarkan hukum positif dan hukum ekonomi syariah, guna memberikan gambaran mengenai keabsahan perjanjian dan implikasi hukumnya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang- undangan, buku, jurnal, serta literatur relevan lainnya. Bahan hukum yang dikaji meliputi KUHPerdata, UU Pendidikan Nasional, UU Hak Cipta, serta prinsip- prinsip syariah seperti larangan tadlis dan ketentuan akad ijarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perjokian tugas melanggar prinsip kejujuran akademik dan tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 serta berpotensi bertentangan dengan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dalam hukum positif, hubungan antara mahasiswa dan penjoki merupakan perjanjian yang tidak sah karena tidak memenuhi syarat ―sebab yang halal‖ dalam Pasal 1320 KUHPerdata, bahkan bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan sebagaimana Pasal 1337, sehingga perjanjian tersebut batal menurut Pasal 1335 KUHPerdata. Sementara itu, dalam perspektif hukum ekonomi syariah, praktik ini menyerupai akad ijarah tetapi tidak memenuhi syarat sahnya, karena kewajiban akademik bersifat personal, mengandung unsur kecurangan (ghisy dan tadlis), serta melanggar prinsip ta‘awun. Penggunaan jasa pihak lain hanya dibolehkan sebatas bantuan teknis seperti jasa ketik dalam kondisi uzur yang dibenarkan dan tidak menghilangkan substansi intelektual mahasiswa. Secara keseluruhan, kedua sistem hukum sepakat bahwa perjokian tugas tidak dapat dibenarkan; perbedaannya terletak pada fokus penilaian, di mana hukum positif bertumpu pada legalitas formal, sedangkan hukum ekonomi syariah bertumpu pada nilai etis dan kemaslahatan

    Manajemen Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Dakwah Islam

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manajemen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalimantan Selatan dalam melaksanakan Dakwah Islam serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini didasarkan pada tuntutan adaptasi dakwah di era modern yang menuntut implementasi nyata dalam menjawab persoalan sosial umat. DMI Kalsel telah menginisiasi berbagai program Dakwah Islam,seperti pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid, pelayanan kesehatan/pengurangan risiko bencana, dan bakti sosial sunatan massal. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan fokus analisis pada fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen DMI Kalsel diwujudkan melalui perencanaan strategis yang adaptif (berdasarkan ketersediaan dana dan analisis berkelanjutan) , pengorganisasian yang terperinci melalui sembilan departemen yang menjalankan 11 program utama dan penggerakan yang menekankan kolaborasi intensif dengan pemerintah daerah dan jaringan masjid lokal. Faktor pendukung utama mencakup dukungan sejarah dan jaringan kelembagaan yang kuat, kolaborasi strategis yang efektif, serta motivasi keagamaan yang mendalam dari relawan. Sementara itu, faktor penghambat yang dominan adalah keterbatasan pendanaan, karena mengandalkan hibah yang bersifat dua tahunan, serta kapasitas sumber daya manusia (SDM) relawan yang terbatas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan basis pendanaan melalui pendirian Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAS) lokal serta peningkatan keterlibatan relawan untuk mencapai efektivitas program yang optimal dan berkelanjuta

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇