IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
فعالية وسيلة "كويزيز" فى تعليم مهارة القراءة للصف العاشر في المدرسة الثناوية الاسلامية الحكومية الأولى بنجرماسين = Efektivitas Media Kuis Berbasis Quiziz Terhadap Penguasaan Maharoh Qiro’ah Kelas X MAN 1 Banjarmasin
Formulasi Hukum Pembuktian Terbalik (Omkering Van Het Bewijslast) Dalam Fatwa DSN Nomor 105/DSN-MUI/X/2016 (Upaya Mengembangkan Hukum Acara Peradilan Agama)
Pembuktian dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah tidak hanya
berpedoman pada asas umum pembuktian namun juga menganut asas pembuktian
terbalik terhadap perkara tertentu. Terdapat lex specialist terhadap ketentuan ini
berdasarkan Fatwa DSN Nomor 105/DSN-MUI/X/2016 tentang penjaminan
pengembalian modal pembiayaan mudharabah, musyarakah dan wakalah bil
istitsmar. Ketika terjadi perbedaan pendapat tentang kerugian usaha dan pemilik
modal menuntut pengelola untuk mengembalikan modal, maka wajib bagi
pengelola membuktikan bahwa kerugian bukan disebabkan oleh ta’addi, tafrith dan
muhkalafath al-syuruth. Fatwa DSN Nomor 105/DSN-MUI/X/2016 mengandung
norma hukum pembuktian terbalik yang selama ini belum diatur secara khusus
dalam hukum acara ekonomi syariah. Kevakuman hukum ini akan berpotensi
melahirkan ketidakseimbangan dalam praktik pembebanan alat bukti kepada pihak
yang bersengketa.
Disertasi ini bertujuan untuk: 1). Mengeksplorasi konsep pembuktian
terbalik dalam fatwa DSN Nomor 105/DSN-MUI/X/2016 dan UU Nomor 8 tahun
1999 tentang Perlindungan Konsumen. 2). Menemukan ratio legis dibalik
penerapan hukum pembuktian terbalik dalam Fatwa DSN dalam perspektif hukum
ekonomi syariah, yuridis dan filosofis. 3). Membangun formulasi hukum dan
mekanisme pembuktian terbalik dalam fatwa DSN sebagai bentuk pengembangan
dan pembaharuan hukum acara peradilan agama.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normative law)
dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual
(conseptual approach). Bahan hukum primer adalah Fatwa DSN Nomor 105/DSN
MUI/X/2016 dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999. Adapun bahan hukum
sekunder berupa kitab, buku dan jurnal penelitian yang berhubungan dengan topik
penelitian. Metode analisis yang digunakan yaitu preskriptif dan komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan, pertama, norma hukum pembuktian terbalik
dalam fatwa DSN dilatarbelakangi oleh sulitnya pembuktian yang dilakukan
pemilik modal terkait unsur ta’addi (melampaui batas), tafrith (kelalaian) dan
mukhalafath al-syuruth (melanggar perjanjian) yang dilakukan pengelola modal
v
karena kunci pengelolaan usaha berada pada pengelola modal. Latar belakang ini
juga ditemukan dalam UU Nomor 8 tahun 1999, dimana konsumen mengalami
kesulitan membuktikan terjadinya kesalahan produksi barang karena kunci
produksi dipegang oleh pelaku usaha.
Kedua, menurut Nazih Hammad, pembuktian terbalik dalam perspektif
ekonomi syariah didasarkan pada 4 (empat) faktor, pertama, urf, yaitu pergeseran
norma yang mengubah paradigma hukum asal tentang bebasnya tanggungjawab
pengelola modal menjadi bersifat tidak mutlak (relatif). Kedua, tuhmah yaitu
praduga/persangkaan terhadap pengelola terkait adanya unsur kesalahan dalam
menjalankan usaha, ketiga, maslahah, yaitu modal yang dikucurkan harus terjaga
dari bentuk kelalaian dan kesengajaan pengelola. Dan ke empat, dalalah al-hal
yaitu petunjuk (qarinah) yang mengarah kepada fakta tentang benar tidaknya
pengelola dalam mengelola modal. Dalam konteks yuridis, penerapan hukum
pembuktian terbalik bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum kepada
pemilik modal yang beriktikad baik. Secara filosofis, pembuktian terbalik bertujuan
memberikan keadilan substantif dan berimbang kepada para pihak dalam
menyelesaikan sengketa ekonomi syariah.
Ketiga, formulasi hukum pembuktian terbalik yang dibangun dalam fatwa
DSN bersumber dari prinsip tanggungjawab mutlak (strict liability) yang lahir dari
perjanjian antara pemilik modal dan pengelola. Sebagai viengahvi pembaruan
hukum acara ekonomi syariah, maka mekanisme pembuktian terbalik diterapkan
dengan 3 (tiga) metode, pertama, tergugat (pengelola) harus membuktikan tidak
adanya unsur kesalahan dalam pengelolaan usaha. Kedua, beban alat bukti lebih
dimaksimalkan kepada pihak tergugat (pengelola modal). Ketiga, seluruh dalil yang
menjadi gugatan penggugat harus dibuktikan secara sebaliknya (negatif) oleh pihak
terguga
Strategi Majelis Taklim Ahbaabul Musthofa dalam Meningkatkan Jumlah Jemaah di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu
Penelitian mengenai strategi Majelis Taklim Ahbaabul Musthofa dalam
meningkatkan jumlah jemaah di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu
dilatar belakangi oleh kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan pada
masyarakat di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu. Majelis taklim ini
menarik perhatian karena mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah
jemaah ditengah masyarakat yang masih kurang pemahaman terhadap nilai-nilai
keagamaan tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana strategi yang digunakan oleh Majelis Taklim Ahbaabul Musthofa dalam
meningkatkan jumlah jemaah, khususnya di wilayah Kecamatan Kusan Hulu.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengasuh
majelis, pengurus majelis dan jemaah aktif. Proses analisis data dilakukan secara
sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam meningkatkan jumlah
jemaah dilakukan melalui tiga tahap utama unsur strategi: formulasi, implementasi,
dan evaluasi. Pada tahap formulasi, strategi disusun berdasarkan analisis kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT), dengan rumusan strategi yang
dilakukan yaitu melakukan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial. Tahap
implementasi mencakup pelaksanaan kegiatan keagamaan yang didalamnya ada
pengajian rutinan dan peringatan hari besar Islam dengan mengundang ulama luar
daerah, kegiatan sosial yang didalamnya ada mancing bersama masyarakat dan
kerja bakti disekitaran Kecamatan Kusan Hulu. Evaluasi strategi dilakukan secara
berkala melalui pemantauan kehadiran jemaah dan umpan balik masyarakat.
Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah jemaah dan loyalitas
mereka terhadap majeli
تطوير نموذج الإشراف التربوي على أساس تكنولوجيا المعلومات والاتصالات لترقية الكفاءة التربوية لمدرسي اللغة العربية المبتدئين في المعهد العصري النجاح شندي آلوس = Pengembangan Model Pendampingan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Arab Pemula di Pesantren Modern An-Najah Cindai Alus
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 dan Permendiknas No. 16
Tahun 2007, guru diwajibkan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D
IV serta menguasai kompetensi pedagogik secara memadai. Namun, kenyataannya
di sejumlah pesantren modern masih ditemukan guru non-pendidikan, bahkan ada
yang belum menyelesaikan jenjang S1, sehingga belum memenuhi standar
profesional sebagaimana ditetapkan regulasi. Maka dari itu, perlu diadakan
pendampingan pedagogis yang dirancang secara sistematis untuk membantu para
guru meningkatkan kompetensinya sesuai tuntutan zaman. Menanggapi persoalan
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendampingan
pedagogis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna
meningkatkan kompetensi pedagogik guru Bahasa Arab di pesantren modern.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan
model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), namun dibatasi pada tiga tahap
awal karena keterbatasan waktu dan tenaga peneliti.
Karakteristik model ini terletak pada pendekatannya yang fleksibel,
terintegrasi secara digital, dan berbasis praktik langsung. Pelaksanaan model
pendampingan ini mengikuti pola offline–online yang terintegrasi langsung dengan
modul digital sebagai media utama. Tahap pertama diawali dengan pertemuan tatap
muka selama satu hari yang mencakup penyampaian teori inti dan orientasi
penggunaan modul. Tahap kedua dilakukan secara daring melalui platform S.id
yang tercantum dalam modul, sehingga peserta dapat mengakses seluruh materi,
video, dan penugasan secara terpusat. Pola pelaksanaannya mencakup membaca
modul sebagai pengantar konseptual, menyimak paparan video melalui YouTube,
mengerjakan tugas berbasis praktik, serta melakukan pendalaman materi melalui
forum diskusi daring. Khusus pada tahap pengembangan media pembelajaran,
disediakan pula pendampingan langsung secara offline untuk memastikan kualitas
dan ketuntasan hasil kerja peserta.
Hasil evaluasi para ahli menunjukkan bahwa model ini sangat layak, dengan
skor 98,8% dari ahli materi dan 83% dari ahli media pembelajaran. Dari sisi
efektivitas, terdapat peningkatan signifikan dalam hasil peserta, yaitu dari 74,1%
sebelum pelatihan menjadi 93,2% setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan kemajuan
nyata dalam kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, mengembangkan
media, menyusun evaluasi, dan melaksanakan pembelajaran aktif secara efektif
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Jemaah Umrah pada PT. Al-Taif Saudi Wisata
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya persaingan antar biro
perjalanan umrah (PPIU) di Kalimantan Selatan, yang mendorong masing-masing
penyedia jasa untuk meningkatkan kualitas layanan. PT. Al-Taif Saudi Wisata
merupakan salah satu PPIU yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam hal
jumlah keberangkatan jemaah setiap tahunnya. Namun, dalam upaya
mempertahankan kepercayaan dan loyalitas jemaah, perusahaan ini perlu terus
menyusun strategi peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas pelayanan jemaah
umrah yang diterapkan oleh PT. Al-Taif Saudi Wisata, serta mengidentifikasi faktor
pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
menggunakan metode lapangan (Field Research). Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun uji keabsahan data dalam
penelitian ini menggunakan triangulasi data yaitu triangulasi sumber, triangulasi
teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Al-Taif Saudi Wisata telah
menerapkan strategi pelayanan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan
ServQual. Secara fisik, perusahaan menyediakan perlengkapan ibadah lengkap dan
kantor yang nyaman, namun media promosi digital belum optimal. Dalam hal
keandalan, pelayanan yang dijanjikan sesuai realisasi, sehingga membangun
kepercayaan jemaah. Staf menunjukkan daya tanggap yang baik, meski belum ada
sistem pengelolaan keluhan yang terdokumentasi. Dari sisi jaminan, staf bersikap
profesional dan mampu menangani situasi darurat dengan tenang. Empati juga
terlihat dari perhatian terhadap jemaah lansia dan pemula. Faktor pendukung
keberhasilan pelayanan meliputi lokasi strategis, kinerja karyawan, dan izin resmi
dari Kementerian Agama. Sedangkan hambatannya adalah Keterbatasan SDM,
keterbatasan teknologi digital, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta perubahan
regulasi pemerintah
Pengembangan Buku Ilmiah Populer Jenis Tumbuhan Paku Epifit di Hutan Campuran, Perkebunan Karet, dan Perkebunan Sawit di Desa Pingaran Ulu
Tumbuhan epifit merupakan tumbuhan yang hidup menempel pada batang
tumbuhan lain. Banyaknya tumbuhan paku epifit di Desa Pingaran Ulu yang didukung
dengan faktor lingkungannya yang baik dan kurangnya literatur atau bahan ajar yang
membahas secara khusus mengenai jenis tumbuhan paku epifit menjadi latar belakang
perlunya pengembangan media pembelajaran yang dapat digunakan secara mandiri,
baik oleh peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan jenis tumbuhan paku epifit
di hutan campuran, perkebunan karet perkebunan kelapa sawit di Desa Pingaran Ulu.
(2) mendeskripsikan validasi buku ilmiah jenis tumbuhan paku epifit di hutan
campuran, perkebunan karet perkebunan kelapa sawit di Desa Pingaran Ulu. (3)
mendeskripsikan keterbacan buku ilmiah populer jenis tumbuhan paku epifit di hutan
campuran, perkebunan karet perkebunan kelapa sawit di Desa Pingaran Ulu.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan
pendekatan Educational Design Research (EDR), serta evaluasi formatif
menggunakan model Tessmer dengan tahapan, 1) Evaluasi Diri (self-evaluation); 2)
Tinjauan Ahli (expert review); 3) Uji Perorangan (one-to-one evaluation).
Pengambilan data menggunakan metode jelajah (survey explorative).
Data hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 spesies tumbuhan paku epifit,
yaitu Lygodium japonicum (Thunb.) Sw., Lygodium volubile Sw., Phymatosorus
scolopendria (Burm. f.), Microsorum fortune (Moore) Ching, Drynaria rigidula (Sw.)
Bedd, Nephrolepis cordifolia (L.) C. Presl., Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott,
Davallia solida (J.R. Forst.) Sw., Asplenium nidus Linn. Microsorum scolopendria
(Burm.d.) Copel, dan Ophioglossum pendulum L. Uji validitas oleh tiga ahli
menunjukkan persentase kelayakan sebesar 84,93% (valid), sedangkan uji keterbacaan
one-to-one oleh tiga responden menunjukkan persentase sebesar 91,67% (sangat
valid). Kesimpulannya, BIP yang dikembangkan dinyatakan layak dan sangat
potensial untuk digunakan dalam pembelajaran. Diharapkan penelitian lanjutan dapat
mengevaluasi kepraktisan dan efektivitas
Gambaran Self-Compassion Narapidana dengan Vonis 20 Tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum self
compassion pada subjek terkait penerimaan diri, dukungan keluarga, aktivitas
positif, kemampuan menerima kesalahan, memaafkan diri dan orang lain, serta
dukungan sosial yang berperan penting dalam adaptasi psikologis dan kesejahteraan
mereka. Self-compassion atau kebaikan terhadap diri sendiri, merupakan elemen
penting untuk kesejahteraan emosional, terutama terhadap individu yang
merasakan kritik diri dan masa lalu yang kelam seperti seorang narapidana. Konsep
ini mendorong penerimaan rasa sakit agar tidak menyalahkan diri sendiri yang
berujung mengkritik diri secara berlebihan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan pengaruh self
compassion pada narapidana dengan vonis 20 tahun di Lembaga Pemasyarakatan
Kelas IIA Banjarmasin. Menggunakan metode field research untuk mendapatkan
informasi langsung, penelitian ini menganalisis pengalaman tiga subjek di antara
subjek R.S, M.A, dan J.U. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam yang
kemudian dilengkapi dengan alat tes psikologi 16 PF serta melampirkan
dokumentasi data subjek penelitian. Kemudian menggunakan metode analisis data
deskriptif dari Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan gambaran yang bervariasi pada aspek self
kindness, common humanity, dan mindfulness. Subjek R.S dan M.A secara jelas
menunjukkan kemampuan menerima ketidaksempurnaan, kepedulian, dan kasih
sayang terhadap diri sendiri. Keduanya aktif beribadah, berinteraksi sosial, dan
menjadikan keluarga sebagai motivasi utama. Mereka juga mampu mengelola
emosi dan menyalahkan diri sendiri dalam waktu sementara, lalu segera tenang dan
mengevaluasi diri, serta tidak merasa terisolasi. Dalam aspek mindfulness, R.S dan
M.A menunjukkan kesadaran dalam menerima pengalaman dan mampu memilah
hal penting. Sebaliknya, subjek J.U masih berjuang dalam menerima diri sendiri
akibat penyesalan mendalam, meskipun ia berupaya mengelola perasaannya
melalui aktivitas bermanfaat. J.U lebih sering menyalahkan diri sendiri dan
terkadang orang lain saat menghadapi masalah serta merasa terisolasi, meskipun ia
juga menyadari bahwa kesalahan adalah bagian dari pengalaman manusia dan
mudah memaafkan orang lain. Secara keseluruhan, R.S dan M.A telah berhasil
mengelola emosi dengan baik, sementara J.U masih dalam proses untuk
mencapainya
Pengembangan Wisata Air Terjun Riam Mambanin untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Marindi, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong
Wisata Air Terjun Riam Mambanin merupakan salah satu potensi wisata alam yang
dimiliki oleh Desa Marindi, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong. Keindahan
alam yang masih asri dan aliran air terjun yang menawan menjadi daya tarik utama
bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
pengembangan objek wisata Air Terjun Riam Mambanin dapat berkontribusi
dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Serta kendala dan
strategi pengembangannya
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan
terdiri dari masyarakat lokal, perangkat desa, dan pihak terkait lainnya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa meskipun potensi wisata sangat menjanjikan,
masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya fasilitas penunjang, belum
optimalnya promosi, serta keterbatasan akses menuju lokasi air terjun. Dalam hal
ini masyarakat dan pemerintah telah berupaya untuk mengatasi kendala-kendala
yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan wisata Air Terjun Riam Mambanin
terbukti mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan
masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian
lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang erat antara masyarakat,
pemerintah, dan sektor swasta guna mengelola dan mengembangkan destinasi
wisata ini secara berkelanjutan dan berdampak positif terhadap perekonomian
lokal
Manajemen Strategi Baznas Provinsi Kalsel dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Berzakat di Masyarakat
Tingkat kesadaran masyarakat Kalimantan Selatan dalam menunaikan zakat
masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi zakat yang diperkirakan
mencapai Rp3,1 triliun. Namun, jumlah zakat yang berhasil dikumpulkan masih
jauh dari angka tersebut. Rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor,
seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang zakat, terbatasnya informasi
yang tersedia, serta rendahnya kesadaran untuk menyalurkan zakat melalui lembaga
resmi. Padahal, zakat memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan
sosial dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Oleh sebab itu, diperlukan penerapan
manajemen strategi yang tepat dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan guna
meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
manajemen strategi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan
kesadaran berzakat di masyarakat, dengan fokus pada tiga tahapan utama yaitu
perumusan strategi, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Data diperoleh melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya
melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan
Selatan menerapkan berbagai strategi seperti program roadshow ke lembaga
pendidikan dan instansi, pembentukan relawan zakat untuk memperluas jangkauan
edukasi, serta kampanye melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan
YouTube. Strategi-strategi ini dilaksanakan secara terencana dan terstruktur dengan
dukungan dari pemerintah daerah, media, serta tokoh masyarakat. Meskipun masih
dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan
kurangnya literasi zakat di sebagian masyarakat, strategi yang dijalankan telah
memberikan dampak positif terhadap peningkatan penghimpunan zakat serta
kesadaran masyarakat untuk berzakat. Dengan penerapan strategi yang tepat dan
berkelanjutan, zakat diharapkan dapat menjadi budaya dalam kehidupan
masyarakat Kalimantan Selatan