IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Akad Pinjaman Di Koperasi (Analisis Hukum Positif dan Hukum Islam)
Akad pinjaman di koperasi adalah perjanjian atau kesepakatan yang mengikat
antara koperasi sebagai pemberi pinjaman dan anggota koperasi sebagai penerima
pinjaman. Akad menjadi dasar hukum dan rujukan bagi kedua belah pihak terkait
hak dan kewajiban dalam transaksi peminjaman. Dalam hukum positif akad
pinjaman berlandaskan KUHPerdata sedangkan dalam Hukum Islam Akad
pinjaman belandaskan dari prinsip-prinsip Syariah.
Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif deskriptif dengan
pendekatan komparatif. Penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti
bahan kepustakaan (data sekunder) maupun bahan hukum utama (primer), terutama
yang berkaitan dengan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu akad pinjaman di
koperasi (Analisis hukum Positif dan hukum islam) dan peraturan khususnya yang
berkaitan dengan permasalahan yang di angkat seperti regulasi Undang-undang &
Fatwa MUI.
Berdasarkan hasil penelitian Dalam Hukum Positif, akad pinjaman
merupakan perjanjian yang mengharuskan peminjam mengembalikan uang atau
barang dengan kewajiban yang jelas, termasuk penerapan bunga sebagai imbalan.
Sedangkan dalam Hukum Islam disebut akad Qardh, yang bertujuan untuk
membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan, dengan larangan tegas terhadap
riba. Hukum Positif memberikan kepastian hukum, namun dapat menciptakan
pinjaman yang memberatkan, sedangkan Hukum Islam menekankan keadilan dan
etika, berpotensi menciptakan solidaritas sosial dan mengurangi kemiskinan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Hukum Positif berlandaskan peraturan
KUHPerdata, sementara Hukum Islam berlandaskan prinsip syaria
Pendapat Ulama Kota Banjarmasin Terhadap Jual Beli Barang Bekas di Pasar Kasbah
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena berdasarkan
pengalaman orang yang kehilangan helm dan ketika mencari barang tersebut di
pasar kasbah, barang yang hilang ternyata diperjual belikan disana, helm yang
ditemui tersebut sama persis ciri-cirinya dengan helm yang hilang. Sehingga perlu
pendapat dari para ulama mengenai hal tersebut karena banyak orang beranggapan
bahwa barang barang yang dijual disitu merupakan hasil curian namun masih tidak
terbukti kebenaran akan persepsi masyarakat Banjarmasin.
Jenis Penelitian ini adalah peneliti hukum empiris dengan pendekatan
kualitatif. Subjek penelitian yaitu para ulama kota Banjarmasin. Objek penelitian
yaitu pendapat ulama kota Banjarmasin dan dasar hukum yang mendasari pendapat
ulama kota Banjarmasin terhadap jual beli barang bekas yang diragukan asal
usulnya. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Adapun teknik pengolahan
data yaitu editing, klasifikasi data, verifikasi, dan matriks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapat ulama Kota Banjarmasin
mengenai jual beli barang bekas yang diragukan asal usulnya terbagi menjadi dua:
1) Membolehkan dengan dua kriteria, yaitu jika syarat dan rukun jual beli terpenuhi,
atau membolehkan tapi sebaiknya dihindari. 2) Tidak membolehkan. Barang yang
diperjualbelikan harus jelas kondisi, spesifikasi, dan fungsinya untuk menghindari
gharar. Barang juga harus sah dimiliki, bukan hasil curian, rampasan, atau haram.
Selain itu, barang bekas tersebut harus bermanfaat dan tidak digunakan untuk
kemaksiatan. Kemudian argumentasi yang mendasari hukum ulama kota
Banjarmasin membolehkan jual beli dengan dua kriteria: pertama, jika syarat dan
rukun jual beli terpenuhi menurut Hadis Shahih Muslim no 2563, barang yang
diperjualbelikan harus memberi manfaat, sesuai dengan ajaran kitab al-Matn Gayah
wa al-Taqrib dan yang kedua berdasarkan beberapa hadits yang telah dituangkan
dalam bab pembahasa
Keengganan Wali Dalam Menikahkan Orang yang Berada Dalam Perwaliannya (Studi Kasus di Desa Labunganak Kecamatan Batang Alai Utara)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya wali nikah yang menolak atau
tidak bersedia menikahkan seorang perempuan yang berada dalam tanggung jawab
perwaliannya. Dalam praktiknya, keberadaan wali nikah merupakan salah satu
rukun penting dalam prosesi pernikahan yang tidak dapat diabaikan. Meskipun
demikian, posisi wali sering kali menjadi sumber konflik atau kendala dalam
penyelenggraan pernikahan. Khususnya ketika wali tersebut menolak untuk
memberikan izin atau menolak melangsungkan pernikahan dengan berbagai alasan
pribadi. Wali yang menolak atau enggan untuk menikahkan dikenal dengan istilah
wali ‘adhal yakni wali yang menghalangi hak perempuan untuk menikah secara
syar’i.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dari keangganan wali
dalam menikahkan orang yang berada dalam perwaliannya dan mengetahui akibat
dari keengganan wali adhal’. Selain itu, penelitian ini berupaya memberikan
rekomendasi terkait penyelesaian kasus serupa guna melindungi kepentingan para
pihak.
Penelitian ini menggunakan studi hukum empiris, yaitu penelitian yang
berfokus pada data lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi dari pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah individu yang
terlibat langsung, sedangkan objeknya adalah faktor permasalahan yang diteliti.
Data terdiri dari data primer (data utama) dan data sekunder (data pendukung).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keengganan wali dipengaruhi oleh
beberapa faktor, yakni faktor sosial yakni pandangan masyarakat, faktor ekonomi
yaitu kekhawatiran dan ketidakmampuan finansial, serta faktor yang khawatir
tentang masa depan si perempuan. Selain itu, perbedaan pandangan mengenai nilai
nilai pernikahan juga berkontribusi terhadap keputusan wali. Dampak dari
keengganan wali ini sangat signifikan, mencakup kestabilan emosional bagi
individu yang ingin menikah. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam
mengenai dinamika pernikahan dalam konteks hukum keluarga Islam dan
menyoroti pentingnya peran wali dalam proses pernikaha
Isbat Nikah Kumulasi Cerai yang Tidak Dapat Diterima (Analisis Putusan Nomor 115/Pdt.G/2023/PA.Pnj)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Putusan Pengadilan Agama Penajam
Nomor 115/Pdt.G/2023/PA.Pnj dalam perkara Isbat Nikah yang dikumulasi dengan
gugatan cerai. Permohonan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima yang
menimbulkan dampak hukum tidak dapat diakuinya anak sebagai anak sah dan
tidak ada upaya hukum yang dapat ditempuh. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pertimbangan hakim (dasar hukum dan alasan) pada isbat nikah
kumulasi cerai yang tidak dapat diterima.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan statute approach dan case approach. Bahan hukum utama penelitian
adalah Nomor 115/Pdt.G/2023/PA.Pnj, yang dianalisis menggunakan Teknik
deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan Majelis Hakim lebih mengedepankan aspek
yuridis dalam mempertimbangkan hukum. Berdasarkan Pasal 7 ayat (3) Kompilasi
Hukum Islam dan Pasal 3 Undang-Undang Perkawinan, Termohon masih berstatus
istri orang lain saat akad dilangsungkan sehingga perkawinan tersebut dianggap
tidak sah menurut hukum negara, meskipun secara agama para pihak merasa telah
memenuhi syarat-syarat keagamaan. Hakim juga perlu menempatkan perlindungan
anak sebagai pertimbangan penting agar hukum tidak hanya menegakkan kepastian
hukum, tetapi juga mewujudkan keadilan substantif dan kemaslahatan. Penolakan
isbat tanpa solusi lanjutan dapat menghilangkan hak-hak anak atas pengakuan,
waris, dan dokumen kependudukan serta membuka peluang diskriminasi sosial
Peran Pengasuh dalam Memotivasi Beribadah pada Lansia di Panti Lansia Yayasan Uma Kandung Banjarmasin
Lansia merupakan fase perkembangan terakhir manusia. dengan berbagai
penurunan dari segi fisik, mental, serta kehilangan motivasi membuat lansia
memerlukan semua bantuan yang bisa didapatkan. Panti lansia menjadi salah satu
bantuan yang diberikan kepada lansia, salah satunya yaitu panti lansia Yayasan
Uma Kandung Banjarmasin. Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh
lansia,
pengasuh memberikan motivasi beribadah kepada lansia untuk
meningkatkan kesejahteraan hidup lansia. Melalui pemberian motivasi beribadah
tersebut, lansia diharapkan memiliki peningkatan dalam kualitas beribadah. Dengan
demikian peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai peran pengasuh
dalam memberikan motivasi beribadah kepada lansia di panti lansia Yayasan Uma
Kandung Banjarmasin. Untuk mendapatkan jawaban tersebut peneliti melakukan
field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif. Melalui
pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh
serta lansia sebagai informan utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh memiliki peran signifikan
dalam memberikan dorongan spiritual, emosional, serta bimbingan praktek ibadah
seperti shalat dan mengaji. Pengasuh menggunakan pendekatan persuasif dan
pendekatan personal dalam membangun hubungan yang hangat dengan lansia.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah mendapatkan motivasi
dari pengasuh, lansia mengalami peningkatan kesadaran dan konsistensi dalam
menjalankan ibada
Manifestasi Resiliensi Nabi Musa as. Perspektif Al-Qur’an
Dalam dinamika sosial, manusia pasti akan mengalami problematika pada
setiap perkembangannya selama ia hidup, baik secara fisik, maupun mental, yang
tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Resiliensi menjadi penting untuk dibahas
agar individu dapat memahami dan mengatasi tantangan kesehatan mental dalam
menghadapai probematika kehidupan. Resiliensi menarik untuk dikaji dari
perspektif agama, sebab salah satu fungsi dari agama adalah untuk menjaga
kesehatan pemeluknya. Islam sebagai agama tentu perduli atas kesehatan mental,
bahkan dalam Al-Qur’an melalui pentunjuk ayat-ayat-Nya, Allah swt. memberi
cara mengatasinya dan melalui kisah Nabi Musa as. karakter relisiensnya dapat
dijadikan teladan. Nabi Musa as. dipilih sebagai fokus dalam penelitian ini karena
beliau merupakan salah satu Nabi ûlul ‘azmi yang mengalami berbagai ujian
kompleks dalam bentuk penindasan, penolakan dakwah, hingga krisis kepercayaan
dari kaumnya sendiri. Keunikan kisah hidup Nabi Musa yang melibatkan
konfrontasi langsung dengan otoritas zalim (Fir’aun), pengkhianatan umat (anak
lembu emas), serta ujian ilmu dan kesabaran saat berguru kepada Khidir,
menjadikannya sebagai figur yang sangat relevan dijadikan teladan resiliensi lintas
zaman. Dalam pemecahan masalah, penulis menggunakan bantuan kitab tafsir Al
Munîr karya Wahbah az-Zuhaylî, kitab tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab,
kitab tafsir Fî Zhîlalil Qur’an karya Sayyid Qutub, kitab tafsir An-Nur karya
Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, dan kitab tafsir Al-Azhar karya Buya
Hamka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi resiliensi Nabi Musa
as. ketika menghadapi ujian, dan mengetahui relevansi resiliensi Nabi Musa as.
dalam Al-Qur’an dengan konteks kehidupan modern. Adapun jenis penelitian yang
digunakan, yaitu penelitian kepustakaan (library research) atau studi pustaka
dengan menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kulaitatif untuk
menguraikan hasil penelitian. Menggunakan metode penafsiran mawdhû’îy dengan
pendekatan pragmatis dan adabi al ijtima’i untuk mengupas makna ayat dan
relevansinya dengan konteks kehidupan modern berdasarkan data berupa ayat dan
penafsiran, sehingga data, hasil, dan analisa yang didapatkan sitematis dan relevan
dengan pokok permasalahan yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi Nabi Musa as. terwujud
melalui kesabaran, jiwa besar, optimisme, dan keberanian dalam tiga episode
utama, yaitu: (1) Q.S. Thâhâ/20: 40-41 yang mengisahkan tentang proses resiliensi
vii
nabi dari bayi hingga diangkat sebagai rasul oleh Allah swt., (2) Q.S. Al-A’râf/7:
148-154 yang mengisahkan tentang ujian nabi atas kaumnya yang berpaling
menyembah patung anak lembu emas, dan (3) Q.S. Al-Kahf/18: 65-82 yang
mengisahkan tentang bergurunya nabi dengan Khidir,
Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa resiliensi Nabi Musa as.
memiliki relevansi dalam konteks kehidupan modern, terutama dalam menghadapi
tekanan hidup, tantangan kepemimpinan, serta proses belajar dan beradaptasi.
Keteladanan Nabi Musa as. memberi inspirasi bahwa ketahanan mental dan
spiritual bukan hanya dapat dibangun melalui kekuatan individu dalam menghadapi
kenyataan, tetapi juga melalui iman, dan kemauan untuk belaja
Strategi Single Parent dalam Menghadapi Tantangan Pengasuhan Anak di Daerah Pesisir (Studi Kasus di Kecamatan Pulaulaut Sigam Kabupaten Kotabaru)
Kehidupan rumah tangga pada umumnya pasangan suami istri yang saling
berbagi kasih sayang kepada anaknya. Namun, berbeda dengan kondisi rumah
tangga yang mengalami perceraian. Akibat dari perceraian tersebut menjadi
ketidaklengkapannya orang tua menjadi pengaruh dalam pola asuh yang diberikan
orang tua kepada anak dan adanya berbagai macam faktor tantangan dalam
pengasuhan anak oleh single parent untuk mencapai sebuah keharmonisan dalam
lingkungan keluarga.
Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif
kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pulaulaut Sigam Kabupaten
Kotabaru. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data
sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara wawancara
semi-terstruktur dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah
reduksi data, pengajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengasuhan oleh single
parent dengan berbagai tantangan dan pola asuh yang berbeda-beda. Pola
pengasuhan single parent kepada anak yang meliputi pola asuh otoriter yang
dilakukan oleh ibu NP, pola asuh permisif yang dilakukan oleh ibu WN, dan
terakhir pola asuh demokratis yang dilakukan oleh ibu IR dan ibu M serta tantangan
yang dihadapi single parent seperti sosial ekonomi, peran ganda, psikologis, dan
pendidikan. Penelitian ini juga menemukan pentingnya pendidikan orang tua
karena sangat berpengaruh pada pola asuh yang diterapkan dan juga dalam hal
pekerjaan agar kestabilan ekonomi untuk kebutuhan dalam pengasuhan tetap
tercukupi
Pengaruh Gratitude (Kebersyukuran) Terhadap Flow Akademik Siswa MAN 2 Hulu Sungai Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
kebersyukuran terhadap flow akademik pada siswa MAN 2 Hulu Sungai Tengah
(HST). Fenomena awal menunjukkan bahwa beberapa siswa memiliki flow
akademik yang rendah, ditandai dengan kebosanan dan kurangnya konsentrasi saat
mengikuti pembelajaran. Beberapa individu, khususnya religiusitas dan
kebersyukuran, memiliki potensi memengaruhi pengalaman flow akademik. Dalam
perspektif Psikologi Islam, rasa syukur merupakan nilai spiritual yang berkaitan
dengan kemampuan memahami dan menghargai nikmat Allah secara bijaksana,
yang berpotensi meningkatkan keterlibatan dalam aktivitas akademik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei,
dengan populasi 242 dan diambil sampel penelitian yang terdiri dari 70 siswa kelas
X hingga XII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner
Gratitude (kebersyukuran) Questionnaire (GQ-6) dan Learning Flow Scale (LIS),
yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji regresi linear
sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS 26.
Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara
gratitude (kebersyukuran) dan flow akademik. Nilai koefisien determinasi (R
Square) sebesar 0,664 mengindikasikan bahwa gratitude (kebersyukuran)
memberikan kontribusi sebesar 66,4% terhadap flow akademik siswa. Tingkat
gratitude (kebersyukuran) siswa berada dalam kategori baik dengan persentase
Tingkat Capaian Responden (TCR) sebesar 81,6%, sedangkan tingkat flow
akademik siswa juga termasuk dalam kategori baik dengan TCR sebesar 83%.
Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi kebersyukuran siswa, maka
semakin besar kemungkinan mereka untuk mengalami flow akademik yang optimal
dalam proses belaja
Pembacaan Manaqib Siti Khadijah dan Guru Sekumpul di Martapura (Studi Pendapat Tokoh Agama dan Masyarakat)
Penelitian ini berfokus pada tradisi pembacaan Manaqib Siti Khadijah dan
Guru Sekumpul yang dilakukan oleh masyarakat di Martapura, Kalimantan Selatan.
Tradisi ini merupakan bentuk kearifan lokal yang memiliki nilai keagamaan dan
menjadi sarana dakwah yang hidup di tengah masyarakat. Pembacaan Manaqib
sebagai media penyampaian ajaran Islam yang dikemas dalam bentuk cerita
keteladanan dari tokoh-tokoh saleh. Siti Khadijah dikenal sebagai istri pertama
Nabi Muhammad yang memiliki akhlak mulia dan peran besar dalam sejarah Islam,
sementara Guru Sekumpul atau Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani
adalah sosok ulama kharismatik yang dihormati dan dicintai masyarakat Banjar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan
tokoh agama dan masyarakat serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tokoh
agama dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah serta masyarakat dari Nahdlatul
Ulama dan Muhammadiyah yang berjumlah keseluruhan 12 orang Narasumber.
Lokasi penelitian dipilih di Martapura karena merupakan salah satu daerah yang
secara aktif melaksanakan kegiatan ini secara rutin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dari Nahdlatul Ulama
melihat pembacaan Manaqib sebagai bagian dari dakwah kultural yang bernilai
positif, karena mampu membangkitkan kecintaan kepada para ulama dan
mendorong peneladanan terhadap akhlak mereka. Sementara itu, tokoh dari
Muhammadiyah memandang tradisi ini perlu disikapi secara hati-hati, dengan
penekanan pada pemahaman isi Manaqib agar tidak keluar dari prinsip tauhid dan
tidak mengarah pada sikap berlebihan. Kesimpulannya, pembacaan Manaqib di
Martapura memiliki peranan penting dalam menjaga warisan budaya Islam serta
memperkuat praktik dakwah kultural yang efektif di tengah masyaraka
Perceraian Karena Perselisihan dan Pertengkaran Terus Menerus Suami Istri (Studi Kasus di Kecamatan Beruntung Baru)
Perceraian merupakan bagian dari perkawinan, sebab tidak ada perceraian
tanpa adanya perkawinan terlebih dahulu.Perceraian memang boleh,tetapi sesuatu
yang di benci Allah. Perceraian dapat terjadi akibat adanya perselisihan dan
pertengkaran secara terus menerus.Seperti halnya yang terjadi di kecamatan
Beruntung Baru. Alasan perceraian karena perselisihan dan pertengkaran terus
menerus adalah paling dominan/banyak yaitu pada tahun 2022 sebanyak 18 kasus
(75%),pada tahun 2023 sebanyak 13 kasus (65%) pada tahun 2024 sebanyak 21
kasus (91%). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran perceraian
karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus di Kecamatan Beruntung
Baru, dan faktor perceraian karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus di
Kecamatan Beruntung Baru.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah field study
research (penelitian lapangan) yakni penelitian yang dilakukan dengan cara
penulis langsung menemui para informan. Penelitian ini bersifat deskriptif
kualitatif, yaitu pendekatan yang menghasilkan data langsung dari informan
mengenai peristiwa atau pengalam yang terjadi secara langsung. Sehingga hasil dari
deskriptif kualitatif adalah informasi empiris dan faktual.
Hasil penelitian ini gambaran perceraian karena perselisihan dan
pertengkaran terus menerus di kecamatan Beruntung Baru adalah semua kasus
perceraian 1-5 yang terjadi merupakan perkara gugatan dari istri/cerai
gugat/khulu’,dan telah pisah ranjang lebih dari 6 bulan lamanya,pada kasus 4 dan
5 telah terjadi Talak di luar Pengadilan yang dilakukan oleh suami. Mengenai
faktor terjadinya perselisihan dan pertengkaran terus menerus di kecematan
Beruntung Baru adalah karena faktor kurangnya nafkah,dan suami atau istri yang
bersifat nusyuz dua faktor ini adalah faktor dominan yang terjadi.Faktor lain
adalah pada kasus 1 dan 3 terjadi perselingkuhan dan hilangnya kepercayaan