IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Efektivitas Tiktok dalam Mempengaruhi Perilaku Beragama Bagi Mahasiswa/I FDIK UIN Antasari
TikTok menjadi media sosial masa kini yang tentu saja sangat popular dikalangan masyrakat terutama generasi zillenial yang banyak memiliki kemampuan dalam menggunakan akses internet dan perferensi penggunaan media sosial. Dalam pemanfaatan nya TikTok juga dapat digunakan sebagai media dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas plarform TikTok dalam mempengaruhi perilaku beragama di kalangan mahasiswa/i Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif, jenis dari penelitian deskriptif yang peneliti gunakan adalah penelitian korelasi sebab akibat dimana untuk mengetahui efektivitas penggunaan platfrom TikTok dalam mempengaruhi Perilaku Beragama bagi mahasiswa/i FDIK UIN Antasari menggunakan metode probability sampling dengan teknik sampling cluster sampling pada Mahasiswa/i FDIK Uin Antasari 2020-2022 dengan jumlah populasi 816 orang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha diterima yakni disimpulkan Terdapat efektivitas tiktok dalam mempengaruhi perilaku beragama bagi mahasiswa/i FDIK Uin Antasari dengan tingkat penggunaan platform tiktok sebagai media dakwah pada mahasiswa/i FDIK UIN Antasari Banjamasin pada angkatan 2020 – 2022 sebesar 60%, dengan efektivitas dakwah pada perubahan perilaku beragama bagi mahasiswa/i FDIK UIN Antasari Banjamasin pada angkatan 2020 sebesar 36,8%, terdapat hubungan kuat antara penggunaan platform tiktok sebagai salah satu media dakwah terhadap perubahan perlaku beragama dengan koefesien pearson koelasi sebesar 0,80 dengan tingkat pengaruh atau efektivitas yang ditimbulkan variabel X Terhadap Variabel Y adalah sebesar 0,642
Judi Online Sebagai Alasan Gugatan Perceraian (Analisis Putusan Pengadilan Agama Banjarbaru dari Tahun 2016-2022)
Fenomena judi online telah menjadi pemicu signifikan keretakan rumah
tangga di Indonesia, seringkali berujung pada gugatan perceraian. Dampak negatif
yang ditimbulkan oleh judi online meliputi ketidakjujuran, pengkhianatan, kerugian
finansial, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang semuanya
bertentangan dengan nilai-nilai Islam tentang tanggung jawab dan keadilan dalam
keluarga. Pasal 116 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam (KHI). Pengadilan Agama
Banjarbaru mencatat adanya 28 kasus gugatan cerai yang dipicu judi online antara
tahun 2016-2022 dengan mayoritas putusan dikabulkan, kecuali satu kasus yang
dicabut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim
Pengadilan Agama Banjarbaru dalam mengabulkan dan mengkualifikasikan
gugatan perceraian dan memahami perspektif sosiologis terhadap putusan hakim
dalam menangani kasus-kasus gugatan perceraian.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif (doktrinal)
dengan pendekatan kasus (case approach). Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui studi dokumen dan studi pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber. Data
dianalisis secara kualitatif untuk memahami permasalahan yang dibahas oleh
penulis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam
mengabulkan dan mengkualifikasikkan gugatan perceraian berlatar belakang judi
online dari tahun 2016-2022 secara konsisten merujuk pada perselisihan dan
pertengkaran terus menerus yang tidak dapat didamaikan lagi sesuai Pasal 19 huruf
(f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang
Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi
Hukum Islam sedangkan satu putusan yang terdapat pada tahun 2019 yakni
Putusan Nomor 329/Pdt.G/2016/PA.Bjb majelis hakim menginterprestasikan
alasan perceraiannya dengan Pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9
Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Perkawinan jo Kompilasi Hukum Islam Pasal 116 huruf (b) menganai salah satu
pihak meninggalkan pihak lain tanpa alasan yang sah.
Secara sosiologis pertimbangan hakim mencerminkan upaya untuk
memaksimalkan kebahagiaan dan menghentikan penderitaan, terutama bagi istri
dan anak, sejalan dengan teori utilitarianisme. Keberhasilan mediasi dalam satu
kasus (Nomor 163/Pdt.G/2021/PA.Bjb) menunjukkan bahwa perdamaian dapat
tercapai jika kedua belah pihak memiliki itikad baik
Upaya Keluarga Miskin Dalam Menjalankan Hak dan Kewajiban Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Handil Salintak Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemiskinan diduga menjadi salah satu
faktor dalam rumah tangga melakukan perceraian. Salah satu cara menghindari
terjadinya perceraian pada keluarga miskin yaitu dengan menjaga keharmonisan
rumah tangga. Melihat hal ini penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya
keluarga miskin dalam menjalankan hak dan kewajiban dalam menjaga
keharmonisan rumah tangga.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 pasangan keluarga miskin
dan objek dalam penelitian ini adalah upaya keluarga miskin menjalankan hak dan
kewajiban dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya keluarga miskin dalam
menjalankan hak dan kewajiban suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah
tangga di Desa Handil Salintak Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas melihat hak
dan kewajiban seorang suami istri dalam Islam menurut pendapat Yazid bin Abu
Qodir Jawas ini, hak yang harus dipenuhi dan kewajiban suami, suami dari ketiga
pasangan ini telah memberikan hak yang harus dipenuhi kepada seorang istri
mereka yakni memberikan nafkah dan saling menjaga di kehidupan rumah tangga.
Kemudian selama berumah tangga tidak ada main kasar terhadap istrinya, dan
menasehati istri dengan cara yang baik. Apabila ada suatu permasalahan dalam
rumah tangga selalu di komunikasikan dengan baik dan saling pengertian karena
hidup dalam kondisi yang miskin. Faktor pendukung dalam keluarga miskin dalam
menjalankan kewajiban suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga
meliputi komunikasi yang baik, saling pengertian, dan sabar serta menyikapi
keadaan dengan bijak. Kemudian hambatannya meliputi permasalahan ekonomi,
kelelahan akibat pekerjaan fisik yang berat dan omongan negatif dari orang lai
Gambaran Motivasi Kerja Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam UIN Antasari Yang Bekerja
Pada saat ini, semakin banyak mahasiswa yang menjalankan peran ganda
sebagai pelajar dan juga pekerja. Mahasiswa yang bekerja sendiri adalah seorang
yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dan juga aktif sebagai seseorang yang
menjalankan usaha atau sedang berusaha mengerjakan sesuatu yang mendapatkan
upah, uang ataupun sejenisnya yang dapat dinikmati oleh orang tersebut. Penelitian
ini dilakukan untuk menggambarkan motivasi kerja pada mahasiswa Psikologi
Islam UIN Antasari Banjarmasin yang bekerja serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya dengan berfokus pada teori motivasi Abraham Maslow.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara tidak terstruktur dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini melibatkan tiga orang mahasiswa aktif
jurusan Psikologi Islam fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari
Banjarmasin dengan inisial SM, NH dan R. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi kesimpulan dengan
triangulasi sumber dan teori.
Berdasarkan hasil penelitian, ketiga subjek (SM, NH, dan R) menunjukkan
motivasi kerja berbasis aktualisasi diri dengan pola pendorong yang berbeda. SM
terutama termotivasi oleh keinginan untuk mandiri secara finansial dan kebebasan
dari ketergantungan pada orang tua, didukung pula oleh faktor hubungan sosial dan
relasi. NH memanfaatkan pekerjaan terutama sebagai pengisi waktu luang dan
pelarian diri dari masalah, meski kebebasan finansial juga menjadi faktor, serta
didorong oleh hubungan sosial. Sementara itu, R termotivasi oleh kombinasi faktor
finansial dan hubungan sosial, termasuk hubungan baik dengan atasan. Secara
keseluruhan, faktor penghambat utama motivasi kerja ketiganya adalah kelelahan
fisik. Khusus pada SM dan R, kelelahan ini diperparah oleh kurang tidur,
sedangkan pada NH, kurangnya peran serta dukungan dari teman dan orang tua
turut menjadi penghambat selain kelelahan fisi
Pelayanan Publik dalam Pembuatan Sertipikat Tanah Perspektif Fikih Siyasah di Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi pelayanan publik dalam pembuatan sertipikat
tanah di Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin. Diduga pelayanan itu, masih kurang
memuaskan. Padahal Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik
telah ditetapkan untuk menjamin pelayanan yang transparan, akuntabel, efisien, dan
adil. Skripsi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana dugaan itu terbukti dilapangan
dan apakah ketidakpuasan pelayanan itu berarti bahwa Kantor Pertanahan Kota
Banjarmasin belum memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun
2009 itu.
Skripsi ini berjenis penelitian hukum empiris, menggunakan pendekatan
sosiologis. Penulis melakukan observasi selama 3 hari di Kantor Pertanahan Kota
Banjarmasin tahun 2023 dan dilanjutkan dengan wawancara dan studi dokumen.
Dengan informan yang berjumlah 7 orang yaitu petugas loket/staf bagian di
Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Kota Banjarmasin
dan Masyarakat yang sedang melakukan proses pendaftaran sertipikat tanah. Data
yang terkumpul selanjutnya dinarasikan secara deskriptif dan dianalisis secara
kualitatif, dengan pendekatan perspektif Fikih Siyasah Idariyah.
Penelitian ini meghasilkan dua temuan utama. Pertama, meskipun kantor
pertanahan Kota Banjarmasin telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan
pendaftaran sertifikat tanah sesuai undang-undang nomor 25 tahun 2009 dan prinsip
fikih siyasah, namun, masih adanya kekurangan hal ini bisa bisa di ukur dengan lima
dimensi kulitas pelayanan Bukti Langsung (tangibles), Keandalan (reliability),
Daya Tanggap (responsiveness), Jaminan (assurance) dan Empati (emphaty). Kedua,
hambatan yang terjadi (1) Kurangnya kesadaran diri dan wawasan pengetahuan
petugas loket pelayanan dan (2) Fasilitas yang kurang di optimalkan. Upaya yang
dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi memberikan pelatihan kepada
petugas loket pelayanan dan memberikan tugas kepada satpam untuk membantu
masyarakat menggunakan fasilitas yang disediaka
Percikan Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun Ala
Globalisasi yang semakin meningkat menyebabkan munculnya berbagai
karya sastra yang berdampak besar pada pendidikan di Indonesia. Karya sastra,
terutama yang berkaitan dengan agama, memiliki banyak pelajaran yang dapat
diambil oleh pembaca. Novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun Ala
merupakan karya sastra yang di dalamnya terdapat banyak nilai pendidikan, salah
satunya adalah nilai-nilai pendidikan Islam. Dalam novel tersebut terdapat nilai
nilai fiqih ibadah dan fiqih muamalah yang disampaikan dalam bentuk dialog dan
narasi dari para tokoh yang terlibat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan
Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun
Ala, yakni nilai-nilai fiqih ibadah dan muamalah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah Novel
“Seribu Wajah Ayah” Karya Azhar Nurun Ala. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini adalah dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis isi. Teknik
validitas dan keabsahan data dengan teknik kecukupan referensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai fiqih ibadah dalam novel
terbagi menjadi dua, yaitu salat dan akikah. Adapun aspek fiqih muamalah
terbagi menjadi enam, yakni pemberian nafkah dari orang tua pada anak,
pengorbanan, berbakti pada orang tua, kasih sayang, tasyakuran, dan tolong
menolong
Kontribusi Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Perilaku Asertif pada Mahasiswa di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Setiap orang pasti memiliki perilaku yang berbeda-beda begitu pula
dengan cara menyikapi kondisi terjadi di sekitarnya, seseorang berperilaku sesuai
perasaan sendiri untuk mengekspresikannya, salah satunya perilaku asertif.
Perilaku yang dapat terjadi dengan kesadaran bahkan tanpa kesadaran seseorang
dapat berperilaku asertif, hadirnya media sosial instagram yang akan menjadi
fasilitator untuk mengidentifikasi perilaku asertif yang dimiliki agar mendapatkan
apa yang ingin dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
serta mengetahui tingkatan pada intensitas penggunaan media sosial instagram,
tingkatan pada perilaku asertif serta apakah terdapat hasil kontribusi antara
intensitas penggunaan media sosial instagram terhadap perilaku asertif pada
mahasiswa di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini dengan jenis penelitian kuantitatif menggunakan analisis
data uji regresi linear sederhana dengan populasi sebanyak 228 mahasiswa aktif
pada angkatan 2023 di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari
Banjarmasin. Sampel yang digunakan sebanyak 138 orang mahasiswa menjadi
responden dalam penelitian ini dengan mengisikan skala intensitas penggunaan
media sosial instagram menurut aspek-aspek dengan turunan item sebanyak 16
dari Del Barrio dan perilaku asertif menurut aspek-aspek dengan turunan item
sebanyak 30 dari Alberti dan Emmons dalam bentuk kuesioner yang disebarkan.
Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data dengan menunjukkan
bahwa 1.) Tingkat intensitas penggunaan media sosial instagram pada mahasiswa
berada pada kategori sedang 71%), 2.) Tingkat perilaku asertif yang dimiliki
mahasiswa berada pada kategori sedang 69%), dan 3.) Terdapat kontribusi
terhadap intensitas penggunaan media sosial instagram terhadap perilaku asertif
pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora 2023 UIN Antasari
Banjarmasin dengan diperoleh hasil nilai R sebesar = 0,202 termasuk pada
koefisien kolerasi dalam tingkat hubungan yang rendah, memperoleh nilai
koefisien regresi = 0,243 dan nilai sig. 0,022 < 0,05 sehingga Ha = Hipotesis
Alternatif diterima), serta nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,041,
artinya nilai dari kontribusi intensitas penggunaan media sosial instagram
terhadap perilaku asertif sebesar 4,1% dan 95,9% dipengaruhi oleh faktor lain)
Peran dan Kedudukan Ibu Dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an (Telaah Kisah Maryam)
Dalam Islam, peran ibu menempati posisi yang sangat strategis, tidak hanya
sebagai sosok biologis yang melahirkan dan menyusui, tetapi juga sebagai
pendidik, pembentuk karakter, serta penjaga nilai spiritual dalam keluarga. Al
Qur’an secara eksplisit menekankan pentingnya penghormatan terhadap ibu,
sebagaimana tercermin dalam surah Al-Baqarah: 233 dan Al-Ahqaf: 15-16. Dalam
sejarah pra-Islam, perempuan kerap terpinggirkan, namun Islam kemudian
mengangkat derajat perempuan, termasuk melalui figur Maryam binti Imran. Kisah
Maryam diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan ideal seorang ibu yang
salehah, tegar, dan berkontribusi besar dalam pembentukan generasi. Keistimewaan
Maryam sebagai satu-satunya perempuan yang namanya dijadikan nama surah
dalam Al-Qur’an menjadi bukti pentingnya kedudukan perempuan dalam Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kedudukan ibu
dalam keluarga dengan menelaah kisah Maryam menurut perspektif Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif (content Analysis) dengan menggunakan metode
tafsir tahlili. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap secara mendalam peran
dan kedudukan ibu dalam keluarga dengan menelaah kisah Maryam dalam Al
Qur’an menggunakan metode tafsir tahlili. Metode Tafsir Tahlili dalam penelitian
ini digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat secara berurutan dan menyeluruh,
dengan memperhatikan konteks bahasa, asbabun nuzul, serta munasabah ayat
berdasarkan penjelasan dalam Tafsir Al-Mishbah.
Peran ibu dalam kisah Maryam yaitu: Menazarkan anaknya untuk
kepentingan agama (Q. S. Ali Imran (3): 35), memberikan pendidik yang baik bagi
anak (Q. S. Ali Imran (3): 37), memberikan nama yang baik dan mendoakan anak
(Q. S.Ali Imran (3): 36), memelihara kehormatan (Q. S. Maryam (19):16-18),
mengandung (Q. S. Maryam (19): 22) dan melahirkan (Q.S. Maryam (19): 23-26).
Dalam perspektif Al-Qur’an, kedudukan seorang ibu bukan sekadar karena ia
melahirkan dan merawat anak, tetapi karena kesalehan pribadi, keteguhan iman,
dan kontribusi spiritualnya dalam sejarah manusia. Dalam kisah Maryam Allah
Swt. telah memilih keluarga Imran sebagai keluarga terbaik (Q. S. Ali Imran (3):
33-34) dan Allah Swt. memilih Maryam dari wanita lainnya (Q. S. Ali Imran (3):
42
Mind Mapping Strategy as a Tool to Facilitate Dialogic Collaborative Learning
The research, entitled “Mind Mapping Strategy as a Tool to Facilitate
Dialogic Collaborative Learning,” aims to explore the perspectives of students in
using Mind Mapping strategies within a dialogic collaborative learning context.
This study was conducted at the English Language Education Study Program,
Antasari State Islamic University Banjarmasin, involving participants from the
Class of 2022. The research is guided by two central questions: (1) What are the
experiences of the participants in using Mind Mapping strategies in dialogic
collaborative learning? And (2) What are the challenges students face in using
Mind Mapping as a dialogic collaborative learning tool? A total of six
participants, labeled P1 to P6, were involved in this research. Data were collected
through in-depth interviews using open-ended and probing questions to elicit rich,
narrative responses. The data analysis employed Miles and Huberman’s
Interactive Model, enabling the researcher to identify themes and patterns across
the participants’ experiences. Findings reveal that participants generally view
Mind Mapping as a positive and constructive tool. Following to the participants'
experiences, (1) mind mapping is generally seen favorably because it reduces
complex information to simpler, more manageable ideas, though individual
experience varies; (2) mind mapping facilitates informal dialogic interaction in
collaborative settings, but most tasks are still individual, making structured
collaboration less visible; and (3) all participants acknowledged that mind
mapping facilitates creativity and critical thinking by assisting them in processing
and engaging with content more deeply. The following are some of the
challenges: (1) varying preferences between digital and manual formats can make
it difficult to collaborate; (2) certain group members control the process, which
reduces equal participation; and (3) concentrating on visual attractiveness can take
up time and detract from the quality of the information
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Penguatan Budaya Organisasi di MTsN 1 Banjar
Strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam penguatan budaya
organisasi yang ada di madrasah sangatlah penting, karena seorang pemimpin
sangat berpengaruh bagi bawahannya sebagai penggerak dan contoh bagi siswa
siswi maupun guru yang ada di madrasah tersebut.
Tujuan dari penelitian ini: (1) Mengetahui dan mendeskripsikan strategi
kepemimpinan kepala madrasah dalam penguatan budaya organisasi di MTsN 1
Banjar, (2) Mengetahui apa tantangan yang dihadapi oleh kepala madrasah dalam
upaya memperkuat budaya organisasi di MTsN 1 Banjar, (3) Mengetahui apa saja
faktor pendukung dalam penguatan budaya organisasi di MTsN 1 Banjar.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan jenis penelitian studi kasus, sedangkan teknis analisis data menggunakan
model Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, memilih data,
penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala
madrasah dalam penguatan budaya organisasi di MTsN 1 Banjar diwujudkan
melalui kegiatan bersama seperti upacara pagi, shalat berjamaah, tadarus, dan
takziah. Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas, khususnya
musholla yang tidak mampu menampung seluruh siswa. Adapun faktor
pendukungnya meliputi keterlibatan aktif guru sebagai teladan, partisipasi siswa
dalam kegiatan, serta peran orang tua dalam membimbing anak di rumah agar
mempertahankan kebiasaan baik seperti shalat dan tadarus Al-Qur’an sehingga
terciptanya kebiasaan baik pada diri siswa