IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Literasi Keuangan Syariah Ustadz Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah Alalak Tengah
Perkembangan sistem keuangan memberikan dampak positif pada sektor
keuangan syariah. Didukung oleh mayoritas penduduk muslim, keuangan syariah
menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya. Namun, di balik
pertumbuhan tersebut, masih terdapat tantangan besar berupa rendahnya literasi
masyarakat terhadap keuangan syariah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
literasi dan kendala keuangan syariah pada para ustadz di Pondok Pesantren
Tarbiyatul Islamiyah Alalak Tengah, Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan
dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang
mencakup tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan pertama bahwa ustadz memiliki pengetahuan
yang kurang mengenai keuangan syariah, sikap dan kemampuan pengelolaan
keuangan pribadi yang cukup baik, dan untuk kepercayaan terhadap lembaga
keuangan syariah masih kurang. Kedua kendala literasi keuangan syariah para
ustadz di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah terletak pada minimnya akses
edukasi langsung dari lembaga keuangan syariah dan terbatasnya pemahaman
mendalam tentang prinsip serta produk keuangan syariah. Informasi yang diterima
sebagian besar bersumber dari media informal seperti teman, ceramah, media
sosial, dan internet, yang seringkali menimbulkan keraguan dan kesalahpahaman
Strategi Pelayanan Dalam Meningkatkan Minat Calon Jemaah Umrah Pada PT. Wahyu Titian Insani Banjarmasin
Upaya untuk meningkatkan minat jemaah memerlukan penerapan strategi
pelayanan yang efektif. Strategi tersebut harus mampu memberikan pengalaman
layanan yang optimal, sehingga jemaah merasa puas atas pelayanan yang diterima.
Kepuasan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya hubungan yang kuat dan
berkelanjutan antara jemaah dengan perusahaan dalam jangka Panjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pelayanan yang diterapkan
oleh PT. Wahyu Titian Insani Banjarmasin dalam upaya meningkatkan minat
masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah di wilayah Banjarmasin. Pendekatan
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informan dalam penelitian ini
terdiri dari karyawan PT. Wahyu Titian Insani serta jemaah yang telah melakukan
pendaftaran melalui biro tersebut.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan
jumlah jemaah umrah, PT. Wahyu Titian Insani perlu mengimplementasikan strategi
pelayanan yang bersifat menyeluruh. Strategi tersebut mencakup peningkatan mutu
pelayanan melalui sikap yang ramah, profesional, dan responsif, serta memastikan
jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah dengan baik. Di samping itu, upaya
promosi juga dilakukan secara optimal melalui media cetak dan media sosial, serta
dengan menghadirkan tokoh-tokoh ustadz yang dikenal luas. Penawaran paket
perjalanan yang kompetitif, harga yang terjangkau, variasi fasilitas, serta opsi
pembayaran yang fleksibel menjadi daya tarik tersendiri bagi calon jemaah. Penguatan
sumber daya manusia dilakukan melalui perekrutan dan pelatihan staf yang
profesional, termasuk tour leader yang telah bersertifikasi. PT. Wahyu Titian Insani
juga mengedepankan tiga konsep utama dalam layanannya, yaitu pendampingan,
pembimbingan, dan pelayanan langsung kepada jemaah. Selain itu, biro ini
menjunjung prinsip-prinsip dasar seperti keselamatan (safety), kepercayaan (trust), dan
kepemimpinan (leading), serta menerapkan pendekatan humanis dan persuasif dengan
nuansa kekeluargaan dalam setiap interaksi dengan jemaah
Etika Komunikasi Murid Dan Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum
Penelitian ini membahas tentang etika komunikasi antara murid dan guru
dalam kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum. Etika
komunikasi dipahami sebagai seperangkat nilai moral, akhlak, dan adab yang
mengatur interaksi antara murid dan guru, yang dalam konteks pesantren tidak
hanya berlangsung secara akademis, tetapi juga bersifat spiritual dan kultural.
Penelitian ini menggunakan teori etika komunikasi Aristoteles (ethos, logos,
pathos) dan konsep komunikasi dari Habermas untuk menelaah dinamika
komunikasi yang terjadi di lingkungan pesantren.Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan bagaimana praktik etika komunikasi diterapkan antara
murid dan guru, baik guru pondok (ustaz) maupun guru negeri, serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Selain itu, penelitian ini
juga bertujuan merumuskan strategi penguatan etika komunikasi di pesantren agar
tercipta suasana belajar yang lebih harmonis, manusiawi, dan beradab. Penelitian
ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
disparitas etika komunikasi antara murid dan dua tipe guru tersebut. Murid
cenderung lebih beradab dan santun kepada ustaz pondok dibanding kepada guru
negeri, yang sering dipandang lebih transaksional dan kurang melibatkan nilai
spiritual. Faktor budaya pesantren, keteladanan guru, dan kitab-kitab akhlak seperti
Ta’lim al-Muta’allim menjadi penguat utama dalam pembentukan etika komunikasi
santri. Sementara itu, tantangan utama berasal dari perbedaan latar belakang guru,
kurangnya keterlibatan emosional, dan absennya kode etik formal yang mengikat
semua pihak secara merata
Strategi Memenuhi Kebutuhan Hidup Petani Lansia Desa Tatah Layap Kec. Tatah Makmur Kab. Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena petani lansia di Desa Tatah
Layap, Kabupaten Banjar yang terus bekerja di sektor pertanian untuk memenuhi
kebutuhan hidup di tengah berbagai keterbatasan fisik, minimnya regenerasi petani,
dan ketiadaan dukungan formal. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi
secara mendalam strategi bertahan hidup yang mereka terapkan serta faktor-faktor
yang mendorong mereka untuk tetap bertani di usia lanjut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer dikumpulkan dari enam informan
petani lansia melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data
sekunder diperoleh dari studi pustaka dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan
secara berkelanjutan selama proses penelitian, meliputi reduksi data, penyajian
data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani lansia di Desa Tatah Layap
menerapkan kombinasi strategi bertahan hidup yang adaptif, meliputi strategi aktif
(diversifikasi usaha tani dan non tani, pemanfaatan tenaga sendiri, pengelolaan
lahan), strategi pasif (berhemat, menyimpan hasil panen, prioritas pengeluaran,
menghindari utang), dan strategi jaringan (dukungan dari keluarga, praktik
resiprositas seperti "baurunan", dan akses bantuan pemerintah). Faktor pendorong
utama mereka tetap bertani adalah kebutuhan ekonomi mendesak dan ketiadaan
alternatif pekerjaan, didukung oleh faktor non-ekonomi seperti kebiasaan,
keinginan menjaga kesehatan, makna spiritual dalam bekerja, serta dinamika sosial
keluarga yang menekankan kemandirian dan dukungan timbal bali
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Jemaah Haji 2024 (Studi Kasus UPT. Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan
terhadap kepuasan jemaah haji tahun 2024 di UPT. Asrama Haji Embarkasi
Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran
asrama haji sebagai titik awal pelayanan terhadap jemaah sebelum keberangkatan
ke tanah suci. Kualitas pelayanan diukur melalui lima dimensi SERVQUAL, yaitu
tangibles (wujud), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap),
assurance (jaminan), dan empathy (empati).
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 jemaah
haji yang diberangkatkan melalui embarkasi Banjarmasin. Analisis data dilakukan
menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing
dimensi terhadap kepuasan jemaah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi kualitas pelayanan
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan jemaah haji, dengan dimensi empathy
(empati) memiliki pengaruh paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa
peningkatan kualitas pelayanan di asrama haji, khususnya dalam hal empati, dapat
meningkatkan kepuasan jemaah secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan
implikasi praktis bagi pengelola asrama haji dalam upaya peningkatan mutu
layanan menjelang keberangkatan ibadah haji.
Kelima variabel bebas, yaitu wujud, kehandalan, daya tanggap, jaminan,
dan empati, secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap kepuasan jemaah haji tahun 2024 di Asrama Haji Embarkasi
Banjarmasin. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi atau semakin baik
kualitas wujud, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati yang diberikan,
maka tingkat kepuasan jemaah haji 2024 di Asrama Haji tersebut juga akan semakin
meningkat
Hukum Penukaran Tiket dari Permainan Timezone Duta Mall Menurut Pendapat Ulama MUI di Kota Banjarmasin
Permainan modern berbasis teknologi seperti Timezone kini menjadi bagian
dari gaya hidup masyarakat urban, termasuk di Kota Banjarmasin. Salah satu daya
tariknya adalah sistem penukaran tiket dari hasil permainan dengan berbagai
hadiah. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan hukum dalam perspektif Islam,
khususnya terkait unsur maysir (Judi) dan gharar (ketidakpastian). Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat ulama MUI di Kota
Banjarmasin tentang hukum penukaran tiket dari permainan Timezone serta dasar
hukum yang mereka gunakan. Menurut dua pendapat yang berbeda adalah pertama
dasar permainan yang mengandung gharar dan yang kedua niat pemain yang hanya
untuk bersenang-senang saja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima
informan dari MUI Kota Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan, serta
studi dokumen terkait hukum Islam tentang muamalah, maysir, dan hadiah. Analisis
dilakukan secara deskriptif untuk mengungkap pandangan dan dalil yang digunakan
para ulama.
Dari hasil temuan terdapat dua pendapat ulama MUI di Kota Banjarmasin
tentang hukum penukaran tiket dari permainan Timezone Duta Mall di Kota
Banjarmasin yaitu 1) Memperbolehkan dengan syarat tertentu yakni dari pendapat
informan 1, 2, dan 2) Tidak diperbolehkan yakni dari pendapat informan 3, 4, dan
5. Dasar hukum pendapat ulama MUI di Kota Banjarmasin tentang hukum
penukaran tiket dari permainan timezone Duta Mall di Kota Banjarmasin yaitu 1)
Memperbolehkan dengan syarat tertentu adalah dalam kaidah ushul fikih, HR.
Bukhari No. 1968, HR. Al-Bukhari No.594. 2) Dasar hukum yang tidak
memperbolehkan dalam QS. Al-Maidah ayat 90-91 dan QS. Al-Baqarah ayat 219
Persepsi Netizen UIN Antasari Terhadap Konten Ajaran Islam Yang Dianggap Misinformasi Pada Akun Tiktok @Pimrasholawat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa UIN Antasari
terhadap konten keagamaan yang berpotensi mengandung misinformasi pada akun
TikTok @pimrasholawat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh maraknya
penyebaran informasi keagamaan di media sosial, khususnya TikTok, yang belum
tentu memiliki dasar keilmuan yang kuat, namun tetap dikonsumsi secara luas oleh
pengguna, termasuk mahasiswa. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran terkait
penyimpangan pemahaman ajaran Islam di kalangan generasi muda. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
berupa wawancara mendalam terhadap 25 informan mahasiswa UIN Antasari yang
aktif menggunakan TikTok dan pernah mengakses konten akun @pimrasholawat.
Data dianalisis menggunakan teori persepsi Bimo Walgito untuk melihat
bagaimana proses kognitif dan latar belakang individu memengaruhi interpretasi
terhadap konten keagamaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi
mahasiswa UIN Antasari terhadap akun @pimrasholawat beragam: ada yang
percaya, kurang percaya, menganggap kurang tepat, hingga tidak percaya sama
sekali. Perbedaan persepsi ini dipengaruhi oleh tingkat literasi keagamaan,
pengalaman pribadi, dan sikap kritis terhadap sumber informasi. Selain itu,
mayoritas informan menekankan pentingnya sikap tabayyun (klarifikasi) sebelum
menerima dan mengamalkan konten dakwah dari media sosial. Penelitian ini
merekomendasikan peningkatan literasi digital dan keagamaan di lingkungan
kampus, serta perlunya edukasi bagi konten kreator untuk menyampaikan ajaran
Islam dengan merujuk pada sumber yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmia
Penyelesaian Sengketa Bagi Hasil antara Petani Penggarap dan Pemilik Lahan di Desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar
Pertanian merupakan sektor penting yang mendukung perekonomian
Indonesia, terutama di daerah pedesaan, di mana banyak penduduk bergantung
pada hasil pertanian sebagai sumber penghidupan. Di Desa Manarap Baru,
praktik bagi hasil antara petani penggarap dan pemilik lahan telah menjadi
budaya setempat. Namun, terdapat sengketa terkait pembagian hasil panen, di
mana petani penggarap merasa tidak mendapatkan imbalan yang sesuai dengan
kesepakatan, sementara pemilik lahan merasa hasil panen tidak memenuhi
harapan. Sistem kerja sama ini sering kali dilakukan secara lisan tanpa
dokumen tertulis, yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari akibat
ketidakjelasan perjanjian dan kurangnya pemahaman hukum di kalangan
masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami pola
penyelesaian sengketa yang diaharapkan menemukan solusi yang adil dan
berkelanjutan.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode
hukum empiris, dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini terletak di
desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Sumber
data dalam penelitian ini diperoleh dari Informan yang terdiri dari Petani
Penggarap dan Pemilik Lahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara langsung dengan narasumber, dan teknik analisis data melibatkan
penelaahan mendalam terhadap data primer dan sekunder, serta
menghubungkannya untuk dideskripsikan secara lengkap. Hasil analisis
menggambarkan kondisi atau fenomena menggunakan kata-kata, yang
kemudian diklasifikasikan sesuai karakteristiknya untuk mendapatkan
simpulan dari penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian bagi hasil yang
umumnya dilakukan secara sering kali menimbulkan sengketa, terutama ketika
terjadi kondisi gagal panen. Ketidakjelasan dalam perjanjian dan pembagian
hasil yang tidak adil menjadi faktor utama penyebab konflik. Penyelesaian
sengketa dilakukan melalui negosiasi langsung, di mana komunikasi yang
terbuka dan saling pengertian antara kedua belah pihak berperan penting dalam
mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, disarankan agar perjanjian bagi hasil
didokumentasikan secara tertulis dan melibatkan klausul penanganan risiko
untuk mencegah sengketa di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi pengembangan model perjanjian yang lebih adil
dan berkelanjutan dalam konteks pertanian di daerah pedesaa
Manajemen Pengelolaan Dana Pada Masjid Khairullah Sungai Lulut
Masjid Agung Khairullah Sungai Lulut di Kecamatan Sungai
Tabuk, Kabupaten Banjar, memiliki jemaah yang banyak dan beragam
kegiatan keagamaan. Pengelolaan dana yang efektif dan terencana sangat
penting untuk memaksimalkan pemanfaatan dana. Namun, sering ditemui
kendala seperti ketidakjelasan dalam pengelolaan keuangan dan minimnya
pengetahuan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan
penelitian deskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian
lapangan.
Objek dalam penelitian ialah Manajemen Pengelolaan Dana pada
Masjid Khairulah Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten
Banjar, seperti transparansi pengelolaan dana, sumber dana dan pengunaan
dana, pengorganisasian, pengawasan serta cara menyikapi dan mengatasi,
jika ada kendala/permasalahan internal tentang keuangan pada Masjid
Khairullah Sungai lulut dengan metode observasi, dokumentasi dan
wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan
dana dilakukan melalui fungsi manajemen yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, serta evaluasi dan pengawasan secara
partisipatif dan terbuka. Sumber dana utama berasal dari celengan Jumat,
donasi sukarela, dan hasil kegiatan sosial. Pengurus masjid mengatasi
kendala keuangan dengan prinsip kehati-hatian, melakukan musyawarah
untuk menentukan skala prioritas, menjamin kegiatan jika dana tidak
mencukupi, serta meningkatkan koordinasi dan kapasitas pengurus melalui
pembagian tugas yang jelas dan pelibatan kader muda. Pendekatan
keterbukaan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan
pengelolaan dana yang berkelanjutan di masjid in
Pengaruh Lokasi, Harga, dan Fasilitas terhadap Keputusan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dalam Memilih Kos
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya mahasiswa yang berasal dari luar
daerah dan menyebabkan peningkatan permintaan tempat tinggal sementara
seperti kos. Namun, pengambilan keputusan dalam memilih kos tidak dapat
dilakukan secara spontan karena harus mempertimbangkan beberapa faktor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi, harga, dan fasilitas
secara simultan dan parsial terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih kos.
Penelitian ini penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif deskriptif terhadap 100 mahasiswa pengguna jasa kos. Data kuesioner
diperoleh dengan membagikan kuesioner secara online seperti broadcast pesan
via WA, scan QR barcode dan menemui responden secara langsung. Data
kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda melalui SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, variabel lokasi, harga, dan
fasilitas secara simultan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa UIN
Antasari Banjarmasin dalam memilih kos, dibuktikan dengan nilai signifikansi uji
F sebesar 0,000 < 0,05. Kedua, secara parsial hanya variabel harga dan fasilitas
yang terbukti berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar
0,58 atau sebanyak 58,6% variasi keputusan mahasiswa dalam memilih kos dapat
dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain diluar penelitian ini