IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Bahasa Indonesia Melalui Kegiatan Pembelajaraan Kelompok Siswa di kelas 1 SDN Pekapuran 3 Banjarmasin

    Get PDF
    Kemampuan membaca, pembelajaran kelompok, Bahasa Indonesia, Upaya kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang penting dalam mendukung pencapaian akademik siswa, terutama di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan pengamatan awal di SDN Pekapuran Raya 3 Banjarmasin, ditemukan bahwa masih banyak siswa yang belum lancar membaca teks bahasa Indonesia. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa secara efektif, salah satunya melalui pembelajaran kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca teks bahasa Indonesia melalui kegiatan pembelajaran kelompok. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam upaya pembelajaran sangat beragam, mulai dari masalah terkait karakteristik siswa, kurangnya keterampilan teknologi, hingga keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dianalisis secara induktif untuk mengungkap strategi yang diterapkan guru, kendala yang dihadapi, dan dampak pembelajaran kelompok terhadap kemampuan membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan beberapa upaya seperti membentuk kelompok belajar heterogen, menetapkan peran siswa dalam kelompok, memberikan bimbingan langsung, dan memfasilitasi diskusi sederhana. Pembelajaran kelompok terbukti mampu meningkatkan interaksi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap bacaan. Kendala yang dihadapi antara lain rendahnya minat baca siswa, perbedaan kemampuan membaca dalam kelompok, serta keterbatasan waktu dan media pembelajaran. Meskipun demikian, strategi pembelajaran kelompok yang dilakukan secara konsisten mampu membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca teks bahasa Indonesia

    Integrasi Doa Dalam Pembelajaran Al-qur’an di TPQ Baburrahmah Landasan Ulin

    Get PDF
    Pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan adab islami. Salah satu praktik spiritual yang menjadi pembiasaan di TPQ Baburrahmah Landasan Ulin adalah berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Doa dianggap sebagai bentuk pengakuan atas ketergantungan manusia kepada Allah sebagai sumber ilmu, serta sebagai upaya untuk menciptakan suasana belajar yang khusyuk dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab empat rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana bentuk dan isi doa yang dipraktikkan sebelum pembelajaran Al Qur’an; (2) apa tujuan dan makna spiritual doa menurut guru dan santri; (3) bagaimana integrasi praktik doa dalam metode Tilawati; dan (4) apa dampak praktik doa terhadap proses dan hasil pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Baburrahmah. Fokus penelitian ini terarah pada pembelajaran Al-Qur’an dengan pendekatan integratif antara nilai spiritual dan metode pembelajaran modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang santri yang dipilih dari kelas tahfiz dan tahsin, serta empat ustadz/ustadzah dari total 40 pengajar. Analisis data dilakukan secara induktif dengan merujuk pada teori behavioristik, integrasi ilmu dan agama, serta antropologi agama Clifford Geertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik doa sebelum pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Baburrahmah telah menjadi budaya yang mengakar. Doa yang dibaca bersifat baku dan dipimpin oleh guru, dengan tujuan menumbuhkan semangat belajar, ketenangan hati, dan kesadaran spiritual. Praktik ini terintegrasi dalam metode Tilawati sebagai pengantar sebelum materi diberikan, dan berpengaruh positif terhadap disiplin, kekhusyukan, serta daya serap santri terhadap materi pembelajaran. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi nilai spiritual dalam strategi pembelajaran Al-Qur’a

    Penetapan Harga Makanan dan Minuman oleh Pedagang di Objek Wisata Pagat Batu Benawa

    Get PDF
    Penetapan harga makanan dan minuman di kawasan wisata merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Di Objek Wisata Pagat Batu Benawa, sebagian pedagang masih menetapkan harga tanpa perhitungan terstruktur, yang dapat menimbulkan keluhan konsumen terhadap harga produk yang ditawarkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana pedagang menetapkan harga serta komponen apa saja yang menjadi pertimbangannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai praktik penetapan harga oleh pedagang di kawasan wisata tersebut. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan delapan pedagang makanan dan minuman, lima pengunjung, dan satu pengelola kawasan wisata Pagat Batu Benawa. Observasi dan dokumentasi juga digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan harga dilakukan secara mandiri oleh pedagang tanpa acuan resmi dari pemerintah atau pengelola wisata. Penetapan harga didasarkan pada pengalaman, kondisi pasar, dan kebiasaan setempat, dengan mempertimbangkan biaya bahan baku, operasional, serta daya beli konsumen. Lima orang pedagang menggunakan metode variable costing, sedangkan tiga lainnya menerapkan metode full costing. Harga juga dipengaruhi oleh margin keuntungan, persaingan, dan jumlah pengunjung. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik penetapan harga ini mencerminkan prinsip keadilan, kejujuran, dan keberkahan usaha. Pedagang menghindari penipuan, menetapkan harga secara wajar, serta menjaga stabilitas melalui kesepakatan bersama dalam paguyuban. Dengan demikian, penetapan harga oleh pedagang di kawasan ini menunjukkan kesesuaian antara praktik ekonomi lokal dengan nilai-nilai Islam

    Komisaris Independen Sebagai Pemoderasi Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kepemilikan Institusional, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Islamic Social Reporting (ISR) Pada Perusahaan Ekstraktif Yang Terdaftar Di JII Tahun 2019-2024

    Get PDF
    Islamic Social Reporting (ISR) merupakan bentuk pelaporan tanggung jawab sosial yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai syariah dalam aktivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan ISR, serta menguji peran komisaris independen sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 8 perusahaan sektor ekstraktif yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2019–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan software EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap ISR dengan nilai probabilitas 0,1680. Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap ISR dengan nilai probabilitas 0,0380 (p < 0,05). Kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ISR dengan probabilitas 0,0119 (p < 0,05). Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap ISR dengan probabilitas 0,2350. Selanjutnya, hasil uji MRA menunjukkan bahwa komisaris independen tidak mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas (p = 0,4775), leverage (p = 0,1524), kepemilikan institusional (p = 0,7322), maupun ukuran perusahaan (p = 0,6406) terhadap IS

    تأثير دوافع المدرس على الاهتمام بتعلم اللغة العربية لطلبة الصف السابع من المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية ١ في كابواس = Pengaruh Motivasi Guru Terhadap Minat Belajar Bahasa Arab Siswa MTsN 1 Kapuas

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik kelas VII dalam pembelajaran bahasa Arab di MTsN 1 Kapuas. Rendahnya minat belajar ini terlihat dari kurangnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, sikap acuh terhadap materi, serta kesulitan dalam memahami kosakata dan struktur bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat belajar peserta didik dalam mempelajari bahasa Arab, sejauh mana motivasi guru memengaruhi minat tersebut, serta menjelaskan hubungan antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa kelas VII. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25, menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan uji hipotesis (uji korelasi Pearson). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi guru berada dalam kategori tinggi, sementara minat belajar siswa berada pada kategori sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi guru dengan minat belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Arab di MTsN 1 Kapuas, dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,603 yang menunjukkan hubungan kua

    Pengaruh Media Sosial Terhadap Kemampuan Empati Anak Sekolah Dasar di Lingkungan Kelurahan Alalak Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kemampuan empati siswa sekolah dasar di Kelurahan Alalak Selatan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak yang menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan sosial mereka, khususnya dalam aspek empati. Media sosial berperan sebagai sarana komunikasi yang dapat membentuk perilaku anak, baik secara positif dalam hal keterbukaan informasi maupun secara negatif melalui penurunan sensitivitas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa sekolah dasar di Kelurahan Alalak Selatan, dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan tingkat empati siswa. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel yang diteliti secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat penggunaan media sosial yang tinggi, terutama pada platform YouTube dan Instagram. Analisis data mengungkapkan adanya kecenderungan negatif, yaitu semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin rendah tingkat kepekaan sosial siswa. Hal ini tercermin dari perilaku kurang peduli terhadap lingkungan sekitar dan kecenderungan menyelesaikan konflik dengan cara emosional atau agresif. Meskipun demikian, terdapat pula siswa yang tetap menunjukkan perilaku empatik, seperti menyapa guru dan membantu teman, yang mengindikasikan adanya faktor lain yang turut memengaruhi kemampuan empati anak. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kemampuan empati siswa sekolah dasar. Semakin tinggi frekuensi penggunaan media sosial, semakin menurun kecenderungan empati yang dimiliki oleh anak. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengawasan dan pendampingan dari orang tua maupun pendidik terhadap aktivitas anak di media sosial, serta perlunya penguatan nilai-nilai empati melalui pendidikan karakter sebagai upaya pencegahan dampak negatif dari penggunaan media sosial

    Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas, dan Sosial terhadap Keputusan Masyarakat Kecamatan Banjarmasin Barat dalam Menggunakan Produk Perbankan Syariah

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengetahuan, religiusitas, dan sosial yang merupakan diantara faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat. Dalam konteks perbankan, keputusan masyarakat dalam menggunakan produk perbankan syariah merupakan unsur penting dan sangat diperlukan dalam memenangkan persaingan bisnis dan mempertahankan nasabah yang sudah ada. Kota Banjarmasin didominasi oleh masyarakat beragama Islam, sehingga memiliki keunikan tersendiri terhadap perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi suatu produk dalam perbankan, begitu pula dengan keadaan geografis yang dapat mempengaruhi terhadap keputusan masyarakat dalam menggunakan produk perbankan syariah. Salah satu alasan masyarakat menggunakan produk perbankan syariah adalah setiap produknya akan selalu berlandaskan nilai-nilai islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, religiusitas dan sosial terhadap keputusan masyarakat kecamatan Banjarmasin Barat dalam menggunakan produk perbankan syariah secara parsial dan simultan. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat sekecamatan Banjarrmasin Barat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat kecamatan Banjarrmasin Barat. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, secara parsial berdasarkan pada hasil uji t masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Pengetahuan, religiusitas dan sosial berpengaruh terhadap keputusan masyarakat kecamatan Banjarmasin Barat dalam menggunakan produk perbankan syariah. Kedua, berdasarkan pada hasil uji F secara simultan pengetahuan, religiusitas dan sosial berpengaruh terhadap keputusan masyarakat kecamatan Banjarmasin Barat dalam menggunakan produk perbankan syariah

    Analisis Kritis Waktu Penghitungan Nisab Zakat Pertambangan Dalam Keputusan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banjar Nomor: 07/Kep/Kf-Mui/VII.2023 Tentang Hukum Zakat Pertambangan

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kab. Banjar nomor: 07/Kep/Kf-Mui/VII.2023 tentang hukum zakat pertambangan dengan keputusannya bahwa nisab zakat pertambangan dihitung dalam ruang lingkup satu tahun, penghitungan nisab zakat dalam lingkup satu tahun didasari kepada pendapat Yusuf Qardhawi, namun pendapat pendapat Yusuf Qardhawi tersebut secara mantȗq tidaklah menyatakan bahwa penghitungan nisab zakat pertambangan dalam lingkup satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa secara kritis bagaimana ketentuan waktu penghitungan nisab zakat pertambangan dan dasar hukumnya dalam keputusan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banjar nomor: 07/Kep/Kf-Mui/VII.2023 tentang hukum zakat pertambangan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dimana kajiannya berfokus pada bahan hukum primer yaitu keputusan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banjar nomor: 07/Kep/Kf Mui/VII.2023 tentang hukum zakat pertambangan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa ketentuan waktu penghitungan nisab zakat barang tambang yang dibatasi dalam lingkup satu tahun memiliki nilai maslahat dan mafsadah yang setara, dalam hal ini meninggalkan ketentuan tersebut lebih dianjurkan. Dalam hukum Islam dan hukum nasional ketentuan waktu penghitungan nisab zakat barang tambang yang dibatasi dalam lingkup satu tahun tersebut secara umum tidak memiliki daya ikat yang memaksa. Adapun pertimbangan sebagai dasar hukum untuk menentukan batas lingkup satu tahun dalam menghitung nisab zakat barang tambang yaitu berdasarkan mashlaẖah mursalah dan pendapat Yusuf Qardhawi. Namun kedua dasar hukum ini tidaklah sesuai karena syarat mashlaẖah mursalah dapat dijadikan dasar hukum itu harus mashlaẖah yang hakiki yang tidak bersifat wahmiyah (sangkaan) dan pendapat Yusuf Qardhawi dalam pengitungan nisab zakat pertambangan tidak menyatakan bahwa penghitungan nisab zakat barang tambang dalam lingkup satu tahu

    Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Tradisi Bapidara di Desa Tinggiran Baru Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Al-Qur’an memegang peranan yang sangat fundamental dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya dipandang sebagai kitab suci yang berisi hukum-hukum syariat dan petunjuk hidup, tetapi juga sebagai sumber kekuatan spiritual, moral, dan psikologis yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan manusia. Dalam konteks budaya masyarakat muslim tradisional, ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dijadikan bacaan untuk ibadah ritual formal seperti shalat, tetapi juga digunakan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari untuk berbagai tujuan praktis yang bersifat spiritual. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi agama. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan interpretasi dan penyusunan secara sistematis terhadap data yang telah dikumpulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan ayat-ayat Al Qur'an dalam tradisi bapidara yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tradisi bapidara di Desa Tinggiran Baru, ayat-ayat Al-Qur’an dijadikan sebagai bacaan utama dalam mantra atau doa yang dilafalkan oleh seorang penanamba. Ayat-ayat tersebut digunakan dalam rangka ritual penyembuhan dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. dari penyakit non-medis atau gangguan yang dipercaya berasal dari makhluk halus. Tradisi ini memiliki motif yang beragam dan termasuk fenomena yang relevan dengan resepsi living Qur’an, tafâ’ul dan iqtibâs. Masyarakat meyakini bahwa penggunaan ayat-ayat suci ini bukan hanya sebagai bentuk ikhtiar lahiriah, tetapi juga sebagai wujud keimanan dan pelestarian nilai nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi bapidara di Desa Tinggiran Baru merupakan bentuk akulturasi antara ajaran Islam dengan budaya lokal, yang memperlihatkan bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an dimaknai dan diimplementasikan dalam konteks tradisi masyarakat Banjar secara harmoni

    Potensi Pengembangan Usaha Mikro di Kawasan Wisata Religi Kubah Surgi Mufti Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Objek wisata religi Kubah Surgi Mufti adalah salah satu objek wisata religi di banjarmasin yang seharusnya bisa meningkatkan usaha mikro di kawasan sekitar. Namun di banding wisata religi yang lain seperti kubah Guru Zuhdi, kubah Surgi Mufti tergolong sepi dari pedagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terkini serta menganalisis potensi pengembangan usaha mikro di kawasan wisata religi Kubah Surgi Mufti Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan tektik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi.dengan teknis analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Kondisi usaha mikro di kawasan tersebut didominasi oleh warung makan sederhana milik warga setempat, seperti Warung Bainah dan Warung Fahniah, yang menyajikan makanan khas dengan harga terjangkau. 2) Potensi pengembangan usaha mikro di wisata religi kubah Surgi Mufti menunjukkan perkembangan positif dengan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi, seperti warung makan dan penjualan makanan ringan. Dukungan infrastruktur seperti masjid, lahan parkir, dan akses jalan turut mendorong pertumbuhan usaha mikr

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇