IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Praktik Kepanitiaan Zakat Fitrah pada Masjid di Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan (Studi Penerapan Pasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014)
Praktik pengelolaan zakat di Indonesia dikelola oleh Badan Amil Zakat
Nasional (BAZNAS) sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 23
Tahun 2011 dan turunannya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014.
Melalui Pasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 yang pada pokoknya
menerangkan bahwa BAZNAS berwenang untuk melaksanakan pengumpulan
zakat secara langsung, atau dapat membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) pada
beberapa lembaga salah satunya adalah masjid. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
ketertarikan penulis untuk meneliti apakah masjid-masjid di Kecamatan
Lampihong sudah menerapkan peraturan ini dengan tujuan membantu BAZNAS
dalam melakukan pengumpulan zakat mengingat sudah lamanya peraturan tersebut
disahkan melalui praktik pembentukan kepanitiaan zakat fitrah yang biasa mereka
laksanakan. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana praktik pembentukan kepanitiaan zakat fitrah dan
penerapan Pasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 diterapkan pada
masjid-masjid di Kecamatan Lampihong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian ini
menunjukkan dari 13 masjid yang ada di Kecamatan Lampihong, ada 6 masjid yang
rutin membentuk kepanitiaan zakat fitrah, adapun praktik kepanitiaan zakat fitrah
ini biasanya mereka membentuk satu hari sebelum hari raya Idul Fitri untuk
menerima zakat fitrah dari jamaah masjid tersebut, kemudian pada malam harinya
akan disalurkan kepada para mustahik di sana, dan 4 masjid dari 6 masjid tersebut
sudah terdaftar secara resmi sebagai Unit Pengumpulan Zakat pada KUA
Kecamatan Lampihong dan BAZNAS Kabupaten Balangan. Sehingga penulis
berpendapat bahwa penerapan Pasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun
2014 dirasa masih belum maksimal, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian
dan sinergitas antara BAZNAS Kabupaten Balangan serta para pengurus masjid
yang ada di tingkat kecamatan
Pengaruh Kepemimpinan yang Memberdayakan terhadap Keterikatan Kerja pada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang dimoderasi oleh Motivasi Intrinsik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gambut
Keterikatan kerja memiliki dampak positif pada organisasi, seperti
peningkatan kepuasan kerja, kinerja, kegigihan, serta kondisi pegawai itu sendiri.
Kemudian, kepemimpinan yang memberdayakan menjadi salah satu faktor yang
secara konseptual dapat berpengaruh terhadap intensi turnover, serta peningkatan
keterikatan kerja seseorang. Dengan demikian, diperlukan peran kepemimpinan
yang mampu untuk menumbuhkan keterikatan kerja orang yang dipimpinnya untuk
mencapai visi dan tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Berdasarkan
penelitian terdahulu, motivasi intrinsik juga diketahui dapat mempengaruhi
keterikatan kerja pegawai. Kepemimpinan yang memberdayakan dapat diperkuat
dengan adanya motivasi intrinsik yang tinggi dari seorang pegawai. Sehingga
diasumsikan bahwa motivasi intrinsik memiliki peran terhadap keterikatan kerja
pegawai yang diberdayakan oleh pemimpinnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan yang
memberdayakan terhadap keterikatan kerja, dan peran motivasi intrinsik dalam
memoderasi kepemimpinan yang memberdayakan terhadap keterikatan kerja pada
guru dan tenaga kependidikan di SMK Negeri 1 Gambut. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kuantitatif korelasional berupa hubungan kausal yang
akan dimoderatori oleh variabel lain. Teknik yang digunakan adalah purposive
sampling dan didapatkan sampel berjumlah 62 guru dan tenaga kependidikan
(GTK) dengan minimal masa kerja 1 tahun. Analisis data menggunakan uji regresi
linear sederhana dan Moderate Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS
versi 26.0 for windows dan PROCESS Procedure for SPSS 4.2.
Hasil penelitian ini yaitu (1) Kepemimpinan yang memberdayakan pada
GTK SMK Negeri 1 Gambut berada pada tingkat tinggi. (2) Keterikatan kerja pada
GTK SMK Negeri 1 Gambut berada pada tingkat tinggi. (3) Motivasi intrinsik pada
GTK SMK Negeri 1 Gambut berada pada tingkat tinggi. (4) Hasil analisis regresi
linear sederhana menunjukkan kepemimpinan yang memberdayakan memiliki
pengaruh positif sedang dan signifikan terhadap keterikatan kerja (5) Hasil MRA
menunjukkan nilai Int_1 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, kepemimpinan
yang memberdayakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja
namun tidak dapat dimoderasi oleh motivasi intrinsi
Pengaruh Identitas Etnis dan Latar Belakang Sosioekonomi Keluarga terhadap Kinerja Akademik Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin
Pendidikan tinggi harus memperhatikan latar belakang mahasiswa.
Berbagai hasil riset terdahulu menyatakan identitas etnis dan latar belakang
sosioekonomi keluarga mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa. Meskipun
penting, penelitian-penelitian di Indonesia tentang topik tersebut masih terbatas
karena luasnya wilayah dan terbatasnya peneliti yang ada. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh dari identitas etnis dan tingkat sosioekonomi keluarga
terhadap kinerja akademik mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang menggunakan
pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan langsung dari mahasiswa UIN Antasari
Banjarmasin. Proses pengumpulan data dilakukan secara online melalui kuesioner
yang disebarkan dengan menggunakan aplikasi Google Form. Untuk pengambilan
sampel, digunakan teknik convenience snowballing sampling, dengan jumlah
sampel minimal 375 mahasiswa. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah
analisis PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS versi 4.0.9.9.
Hasil penelitian pada variabel bebas Identitas Etnis (X1) memiliki tingkat
sebesar 0,062. Sedangkan latar belakang Sosioekonomi Keluarga (X2) terbagi
menjadi 3 yaitu pendidikan ibu, ayah dan ekonomi keluarga. Pendidikan ibu dan
ayah mendapatkan nilai minus. Ekonomi keluarga memiliki tingkat 0.130.
Variabel terikat kinerja akademik mahasiswa (Y) memiliki tingkat sebesar 0.022.
Ekonomi keluarga memiliki dampak positif terhadap loyalitas mahasiswa UIN
Antasari Banjarmasin. Hal ini diperoleh dari jalur koefisien (0.130), T statistik
(2.113) dan P value (0.035) yang memenuhi syaratnya. Kesimpulan pada
penelitian ini adalah identitas etnis, pendidikan ayah dan ibu tidak memberikan
pengaruh terhadap kinerja akademik mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.
Adapun ekonomi keluarga memberikan pengaruh terhadap kinerja akademik
mahasiswa di UIN Antasari Banjarmasin
Minat Peserta didik Wanita Terhadap Pembelajaran Fikih Pada Materi Haid Dan Istihadhah Di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin
Minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih, khususnya dalam
materi haid dan istihadhah, berpengaruh besar terhadap pemahaman mereka dalam
menjalankan ibadah dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih pada materi haid
dan istihadhah di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin, serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pondok ini dipilih karena
memiliki sistem pembelajaran fikih yang terstruktur.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat peserta didik wanita
terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren
Insan Madani Banjarmasin dengan menggunakan indikator-indikator yang sudah
ditetapkan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi minat peserta didik wanita
terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren
Insan Madani Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri tiga puluh (30) peserta didik
wanita. 10 peserta didik wanita kelas VII MTs, 10 Peserta didik wanita kelas VIII
MTs dan 10 peserta didik wanita kelas IX di Pondok Pesantren Insan Madani
Banjarmasin serta guru fikih di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik wanita di Pondok
Pesantren Insan Madani Banjarmasin memiliki minat yang tinggi terhadap
pembelajaran fikih, khususnya pada materi haid dan istihadhah. Melalui hasil
wawancara, observasi serta hasil dari indikator yang telah ditetapkan terhadap
minat peserta didik wanita kelas VII, VIII, dan IX MTs. Faktor-faktor yang
mempengaruhi minat mereka juga memiliki perubahan minat. Adapun faktor ini
meliputi faktor internal, seperti rasa penasaran, motivasi, dan kepercayaan diri,
serta faktor eksternal, seperti dukungan keluarga, peran guru, kebijakan pesantren
serta lingkungan pesantren yang kondusi
Penyusutan Arsip Perpustakaan di Dinas Perpustakan Dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyusutan arsip di Depot
Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, dan untuk
mengetahui kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan penyusutan arsip di
Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyusutan arsip di Depot
Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan meliputi
tiga kegiatan yaitu pemindahan arsip, pemusnahan arsip, dan penyerahan arsip.
Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2017 dan telah dilakukan secara rutin satu kali
dalam setiap tahun. Proses pemindahan arsip inaktif di Depot Arsip meliputi
penyeleksian arsip inaktif, penataan arsip inaktif, pembuatan daftar arsip inaktif,
pembuatan berita acara pemindahan arsip inaktif, dan penerimaan arsip. Proses
pemusnahan arsip di Depot Arsip meliputi pembentukan panitia atau tim penilai
arsip, penyeleksian arsip berupa penilaian atau penelitian arsip oleh tim penilai
arsip, pembuatan daftar arsip usul musnah, penilaian oleh tim panitia penilai arsip
berupa persetujuan atau verifikasi dari SKPD asal arsip, permintaan persetujuan
kepada ANRI, penetapan arsip musnah berupa SK gubernur Kalimantan Selatan,
dan pelaksanaan pemusnahan arsip. Arsip yang dimusnahkan adalah arsip yang
sudah mencapai jangka waktu retensi selama 10 tahun. Sedangkan proses
penyerahan arsip di Depot Arsip meliputi proses yang lebih formal, dengan berita
acara dan daftar arsip yang diserahkan. Arsip yang diserahkan berupa arsip statis.
Adapun kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan penyusutan arsip di
Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan ini
adalah kurangnya sumber daya manusia, proses antrian verifikasi berkas yang
masuk ke pimpinan memerlukan waktu yang lama, keterbatasan sarana dan
prasarana, dan kurangnya daya listrik yang tidak memada
Pengaruh Kegiatan Dakwah Terhadap Keberagamaan Santriwati Tahfidzul Qur'an Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Kertak Hanyar
Keberagamaan merupakan aspek penting dalam kehidupan seorang
muslim,
terutama bagi santriwati yang sedang menempuh pendidikan di
lingkungan pesantren. Salah satu faktor yang berperan besar dalam meningkatkan
keberagamaan santriwati adalah kegiatan dakwah. Dakwah tidak hanya berfungsi
sebagai sarana penyampaian ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai media
pembentukan karakter dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam. Kegiatan
dakwah ini diharapkan dapat membentuk santriwati menjadi pribadi yang lebih
disiplin dalam beribadah, memiliki pemahaman agama yang mendalam, serta
mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Kertak Hanyar sebagai salah satu
lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membina santriwati,
khususnya mereka yang mengikuti program Tahfidzul Qur’an. Para santriwati
tidak hanya dituntut untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan
mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Untuk mendukung hal tersebut, pondok
pesantren ini menerapkan berbagai kegiatan dakwah yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas keberagamaan santriwati. Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa
angket,
observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
menggunakan uji statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis
regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil uji
validitas menunjukkan semua item kuesioner memiliki nilai r_hitung > r_tabel
(0,2078), sehingga dinyatakan valid, sedangkan hasil uji reliabilitas memperoleh
nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,873, yang menunjukkan instrumen penelitian
memiliki tingkat reliabilitas tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dakwah berpengaruh
signifikan terhadap keberagamaan santriwati. Berdasarkan uji regresi linear
sederhana, diperoleh persamaan regresi Y = 78,893 + 0,699X, yang menunjukkan
bahwa setiap peningkatan satu satuan kegiatan dakwah akan meningkatkan
keberagamaan santriwati sebesar 0,699. Selain itu, nilai R Square sebesar 0,358
mengindikasikan bahwa 35,8% variasi dalam keberagamaan santriwati dijelaskan
oleh kegiatan dakwah, sedangkan sisanya 64,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang
tidak diteliti dalam penelitian ini
Evaluasi Program Rumah Belajar Dengan Model CIPP (Context, Input, Process, Product) di SDN Sungai Salai Kecamatan Candi Laras Utara
Kemampuan literasi dasar peserta didik, terutama dalam membaca, menulis,
dan berhitung (calistung), mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19. Hal
ini menjadi tantangan bagi SDN Sungai Salai dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Rumah Belajar yang
digagas oleh Pemuda Bakti Banua diterapkan sebagai solusi pendidikan bagi siswa
yang masih mengalami kesulitan dalam calistung. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas Program Rumah Belajar dengan menggunakan Model
Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari
berbagai pihak terkait, termasuk kepala sekolah, guru, peserta didik, serta orang tua
siswa. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan yang mendalam sesuai dengan model evaluasi CIPP.
Validitas data diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk
memastikan keabsahan informasi yang diperoleh selama penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Rumah Belajar memiliki
dampak positif terhadap peningkatan keterampilan calistung peserta didik. Dari
aspek konteks, program ini sesuai dengan visi dan misi sekolah. Dari aspek input,
program ini didukung oleh relawan pendidik yang memiliki latar belakang di
bidang pendidikan. Dalam aspek proses, metode pembelajaran yang digunakan
meliputi pembelajaran interaktif, pendekatan personal, serta evaluasi berkala. Dari
aspek produk, terjadi peningkatan kemampuan calistung peserta didik yang terlihat
dari keaktifan dalam pembelajaran dan hasil asesmen.
Kesimpulannya, Program Rumah Belajar efektif dalam meningkatkan
literasi dasar peserta didik di SDN Sungai Salai. Program ini layak untuk terus
dikembangkan dengan memperhatikan aspek keterlibatan orang tua dan
peningkatan kualitas pelatihan guru sebagai bentuk keberlanjutan program
pendidikan berbasis masyaraka
Kajian Terhadap Pemikiran Ibnu Taimiyah Tentang Tsaman Al Misl Dan Implikasinya (Studi Kasus di Kota Banjarbaru)
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya konsep harga yang adil
dalam transaksi jual beli. Ibnu Taimiyah mengembangkan konsep tsaman al-misl
atau harga yang setara, yaitu harga yang mencerminkan nilai wajar suatu barang
berdasarkan kondisi pasar dan tidak merugikan salah satu pihak. Konsep ini relevan
dalam menghadapi persoalan fluktuasi harga bahan pokok di masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
studi kepustakaan dan lapangan. Data diperoleh dari kitab karangan Ibnu Taimiyah,
wawancara dengan pedagang, konsumen, serta Dinas Perdagangan Kota
Banjarbaru. Analisis dilakukan secara tematik untuk melihat Implikasi teori tsaman
al-misl dalam praktik ekonomi lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga disebut setara jika sesuai dengan
nilai barang dan kondisi pasar. Pemerintah berperan menjaga stabilitas harga
melalui Kebijakan Harga Eceran Tertinggi dan pemantauan harga pokok. Konsep
tsaman al-misl terbukti berimplikasi sebagai dasar etika ekonomi Islam yang
menekankan keadilan dalam jual bel
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Angkatan 21 Terhadap Manfaat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Dalam Membangun Sikap Toleransi di UIN Antasari Banjarmasin
Indonesia sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya,
memerlukan upaya berkelanjutan dalam membangun dan memperkuat sikap
toleransi di kalangan generasi muda. Mahasiswa sebagai agen perubahan, memiliki
peran penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan harmonis. Dalam
konteks ini, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang
dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek) diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam
menumbuhkan sikap toleransi di kalangan mahasiswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa
terhadap merdeka belajar kampus merdeka, persepsi mahasiswa terhadap manfaat
merdeka belajar kampus merdeka dalam membangun sikap toleransi, dan faktor
faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap manfaat merdeka belajar
kampus merdeka dalam membangun sikap toleransi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian ini adalah 5 mahasiswa Program Studi PAI yang mengikuti
program MBKM pertukaran mahasiswa internal UIN Antasari Banjarmasin dan 2
orang dosen. Sedangkan objek penelitian ini adalah persepsi mahasiswa pendidikan
agama islam angkatan 21 terhadap manfaat merdeka belajar kampus merdeka
dalam membangun sikap toleransi di UIN Antasari Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, mahasiswa berpersepsi
MBKM sebagai peluang untuk memperluas wawasan akademik, memperluas
relasi, serta membangun keterampilan sosial dan kesiapan kerja. Kedua, mahasiswa
berpersepsi MBKM mendorong interaksi dengan individu dari berbagai latar
belakang, sehingga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan
komunikasi, berpikir terbuka, dan sikap toleransi. Ketiga, persepsi mahasiswa
terhadap MBKM dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, kesiapan diri,
dan minat terhadap pengalaman baru. Serta faktor eksternal seperti kebijakan
kampus, dukungan dari sekitar, dan lingkungan sosial
Peran Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Kasus Perempuan Pedagang Kue di Pasar Induk Amuntai)
Penelitian ini dilatarbelakangi pada realita sosial ekonomi di mana banyak
perempuan yang turut mengambil peran dalam menambah pendapatan keluarga
akibat pendapatan suami yang tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peran perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui
aktivitas berdagang kue di Pasar Induk Amuntai dan faktor penyebab keikutsertaan
perempuan dalam perekonomian keluarga serta meninjau perempuan bekerja
tersebut dari perspektif ekonomi Islam.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh
melalui observasi dan wawancara terhadap tujuh informan perempuan yang
berprofesi sebagai pedagang kue di Pasar Induk Amuntai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pedagang kue memiliki
peran penting mereka tidak hanya berkontribusi dalam pendapatan rumah tangga,
tetapi juga tetap menjalankan perannya sebagi pengelola rumah tangga. Pendapatan
yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya pendidikan
anak, kesehatan, hingga tabungan keluarga. Faktor-faktor yang menyebabkan
keikutsertaan perempuan bekerja yaitu faktor ekonomi, faktor sosial, serta faktor
keterampilan, psikologis dan motivasi diri. Dalam perspektif ekonomi Islam,
bekerja diperbolehkan bagi perempuan selama sesuai syariat Islam, pekerjaannya
tidak dilarang oleh agama, menjaga kehormatan diri, dan tidak mengabaikan
kewajiban utamanya