IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Kompleksitas Isbat Nikah dalam Menjamin Kepastian Hukum dan Hak Asasi Pasangan Nikah Siri di Hulu Sungai Utara
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika nikah siri di Hulu Sungai
Utara yang menimbulkan dilema hukum, khususnya bagi pasangan tanpa anak
akibat penolakan tajdidun nikah di KUA serta batasan ketat syarat isbat nikah
dalam Pasal 7 ayat (3) KHI. Status hukum tersebut menyebabkan diskriminasi
terhadap hak sipil pada pasangan tanpa anak, karena tidak mendapatkan urgensi
hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompleksitas isbat nikah
dalam menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Secara
spesifik, penelitian ini bermaksud mengidentifikasi serta menganalisis peran
Pengadilan Agama Amuntai dalam memberikan jaminan perlindungan hak sipil,
sekaligus menganalisis kompleksitas isbat nikah untuk mendapatkan perlindungan
hukum bagi pasangan nikah siri tanpa anak di Pengadilan Agama Amuntai.
Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris (field research)
dengan pendekatan kasus (case approach). Data dikumpulkan melalui wawancara
dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perlindungan hukum di
Pengadilan Agama Amuntai masih terhambat oleh aturan administrasi yang kaku,
di mana petugas sering membatasi pendaftaran isbat nikah bagi pasangan yang
belum memiliki anak. Pembatasan ini disebabkan karena calon pemohon tersebut
dianggap tidak memiliki kepentingan mendesak. Praktik ini akhirnya
menghalangi hak warga untuk mendapatkan kepastian hukum, karena seharusnya
keputusan diterima atau tidaknya sebuah perkara berada di tangan hakim melalui
persidangan, bukan diputus di meja pendaftaran. Untuk itu, diperlukan
kemudahan akses dan kerja sama antara petugas serta hakim agar setiap warga,
tanpa kecuali, bisa mendapatkan keadilan dan perlindungan status hukum demi
martabat mereka
Literasi Mahasiswa terhadap Urgensi Integrasi Ilmu di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Integrasi ilmu merupakan paradigma utama dalam pengembangan
pendidikan tinggi keislaman, termasuk di Program Studi Pendidikan Agama Islam
(PAI). Keberhasilan integrasi ilmu tidak hanya ditentukan oleh konsep dan
kebijakan institusional, melainkan juga oleh kesiapan literasi mahasiswa sebagai
subjek pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi
mahasiswa terhadap integrasi ilmu, implikasi literasi mahasiswa terhadap
paradigma berpikir integratif, dan tantangan bagi mahasiswa dalam memahami
literasi integrasi ilmu di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah
Dosen Pengajar Mata Kuliah Pengantar Integrasi Ilmu dan Mahasiswa PAI
Semester 2 Tahun Akademik 2025/20226. Analisis data ini dilakukan melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi mahasiswa terhadap urgensi
integrasi ilmu di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari
Banjarmasin meliputi literasi sains, literasi agama, literasi akademik, literasi digital
dan literasi integratif. Mahasiswa mulai mengaitkan sains dengan nilai-nilai
keislaman dengan kehidupan sehari-hari, serta memahami ajaran agama secara
kontekstual dengan realitas sosial. Namun, pada aspek literasi akademik dan digital,
mahasiswa masih cenderung bersifat konsumtif, bergantung pada sumber poprler
dan AI tanpa proses verifikiasi kritis. Literasi tersebut berimplikasi pada
berkembangnya pola pikir holistik, kritisi, dan reflektif yang tercermin dalam
kebiasaan menghubungkan dalil keagamaan dengan bukti empiris, diskusi
akademik, serta kemampuan menghasilkan karya tulis ilmiah bertema integrasi
ilmu. Adapaun tantangan yang dihadapi mahasiswa meliputi keterbatasan
pemahaman bahasa ilmiah dan asing, rendahnya minat baca terhadap literatur
integratif berkualitas, sikap belajar pasif, ketergantungan pada AI, serta kesulitas
mensisntesis perbedaan metodologi antara ilmu agama dan ilmu umum. Bagi
peneliti selanjutnya berpeluang mengkaji pengembangan model pembelajaran
integratif berbasis penguatan literasi akademik dan pengaruh literasi integratif
terhadap capaian akademik mahasiswa
Analisis Sosiologis Yuridis Pelayanan Isbat Nikah Massal Oleh Pengadilan Agama Tanjung di kecamatan Bintang Ara Kab. Tabalong
Penelitian ini berjudul “Analisis Sosiologis-Yuridis terhadap Pelayanan
Isbat Nikah Massal oleh Pengadilan Agama Tanjung di Kecamatan Bintang Ara
Kabupaten Tabalong.” Latar belakang penelitian ini adalah masih maraknya
praktik perkawinan tidak tercatat (nikah sirri) di wilayah pedesaan akibat faktor
ekonomi, jarak geografis, dan rendahnya pemahaman hukum masyarakat. Kondisi
tersebut menimbulkan permasalahan hukum terkait status istri dan anak. Untuk
mengatasinya, Pengadilan Agama Tanjung melaksanakan program Isbat Nikah
Massal melalui gerakan GEMPAR (Gerakan Melayani Masyarakat Pencari
Keadilan dari Desa Terluar) sebagai bentuk pelayanan hukum terpadu bagi
masyarakat terpencil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan isbat nikah massal
di Kecamatan Bintang Ara tahun 2021 serta menganalisisnya dari sisi sosiologis
yuridis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim
Pengadilan Agama, Kepala KUA, aparat desa, dan peserta isbat nikah massal,
serta dokumentasi dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pelaksanaan isbat nikah massal dilakukan secara terpadu dan sistematis melalui
tahapan koordinasi (16 Februari 2021), pendataan peserta (10–16 Februari 2021),
sidang lapangan (18 Februari 2021), dan penyerahan dokumen (25 Februari 2021)
dengan jumlah peserta 41 pasangan suami istri.
Dari aspek yuridis, pelaksanaan isbat nikah massal merupakan
implementasi Pasal 2 dan 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Pasal 7
KHI yang memberikan dasar hukum bagi Pengadilan Agama untuk menetapkan
keabsahan perkawinan yang belum tercatat. Dari aspek sosiologis, kegiatan ini
mencerminkan adaptasi sosial masyarakat terhadap hukum formal dan
peningkatan kesadaran hukum. Dengan demikian, isbat nikah massal tidak hanya
memberikan kepastian hukum, tetapi juga berperan sebagai sarana perubahan
sosial dan pelayanan hukum yang humanis, inklusif, dan berkeadilan bagi
masyarakat pedesaa
Penanaman Akhlak Terpuji Terhadap Guru Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Slb Negeri 2 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di lapangan yang
menunjukkan bahwa masih terdapat siswa tunagrahita yang belum mampu
menerapkan akhlak terpuji kepada guru secara optimal. Hal ini terlihat dari berbagai
perilaku, seperti kurang santun dalam berkomunikasi, tidak membiasakan diri
memberi salam atau menyapa guru, berbicara ketika proses pembelajaran sedang
berlangsung, serta belum menunjukkan sikap hormat secara konsisten dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut mengindikasikan
bahwa penanaman nilai-nilai akhlak pada siswa tunagrahita memerlukan
pendekatan yang lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan melalui
pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB Negeri 2 Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses
penanaman akhlak terpuji kepada guru pada siswa tunagrahita dalam pembelajaran
PAI, sekaligus mengkaji berbagai faktor yang menjadi pendukung maupun
penghambat dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya
menggambarkan praktik pembelajaran, tetapi juga memberikan gambaran
kontekstual mengenai dinamika yang terjadi di lingkungan sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan wakil
kepala sekolah bidang kurikulum. Objek penelitian mencakup perencanaan
pembelajaran, metode, strategi, media, serta pendekatan yang digunakan guru
dalam menanamkan akhlak terpuji kepada siswa tunagrahita. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun perencanaan
pembelajaran yang inklusif dan menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam
pelaksanaannya, guru menggunakan strategi variatif, keteladanan, media yang
sesuai, serta pendekatan emosional, dengan evaluasi melalui pengamatan dan
penilaian individual. Namun, penanaman akhlak terpuji masih terkendala oleh
pergaulan peserta didik dan ketidakkonsistenan keteladanan sebagian guru,
sehingga menghambat proses internalisasi nila
Penerapan Metode Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah SMIP 1946 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan metode
pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak secara
efektif dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Berdasarkan observasi awal di
Madrasah Aliyah SMIP 1946 Banjarmasin, ditemukan bahwa meskipun materi
Aqidah Akhlak telah disampaikan secara teoritis, tidak seluruh siswa menunjukkan
pemahaman dan penghayatan nilai yang optimal dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembelajaran yang tidak hanya
berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mampu menyentuh aspek afektif dan
membangun keterlibatan aktif peserta didik dengan menggunakan berbagai metode
dalam penerapannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode
pembelajaran dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak serta mengidentifikasi
hambatan dan solusi dalam pelaksanaannya di Madrasah Aliyah SMIP 1946
Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru Aqidah Akhlak
serta 6 siswi kelas XI dan XII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran
dilakukan dengan mengombinasikan beberapa metode dalam proses pembelajaran
melalui penyampaian materi, tanya jawab, ceramah, diskusi, serta penyampaian
metode bercerita seperti contoh atau kisah yang relevan dengan materi. Hambatan
yang ditemukan meliputi menurunnya konsentrasi siswa, kondisi kelas yang kurang
kondusif, serta rasa malu dan kurang percaya diri siswa ketika diminta
berpartisipasi dalam pembelajaran. Solusi yang dilakukan guru antara lain
mengombinasikan beberapa metode pembelajaran, mengatur durasi dan teknik
penyampaian materi, serta melibatkan siswa secara bertahap untuk meningkatkan
keberanian dan partisipasi aktif
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan di SMA Negeri 7 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Manajemen Mutu
Terpadu (MMT) dalam meningkatkan kualitas layanan dan proses pembelajaran
secara berkelanjutan di lembaga pendidikan. Pendekatan MMT menekankan
prinsip perbaikan terus-menerus melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA).
SMA Negeri 7 Banjarmasin merupakan salah satu sekolah yang telah
mengimplementasikan berbagai program peningkatan mutu, sehingga menarik
untuk dikaji secara komprehensif berdasarkan tahapan perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perencanaan
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin,
menjelaskan pelaksanaan Manajemen Mutu Terpadu, menguraikan pelaksanaan
evaluasi dalam implementasi Manajemen Mutu Terpadu, serta mendeskripsikan
tindak lanjut hasil evaluasi dalam peningkatan mutu pendidikan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga
kependidikan, siswa, dan orang tua dengan total 10 informan. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan
konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Manajemen Mutu
Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan secara sistematis melalui
penerapan siklus PDCA. Pada tahap Plan, sekolah melakukan perencanaan program
melalui evaluasi dan refleksi kegiatan tahun sebelumnya serta penyusunan rencana
kerja dan anggaran sekolah. Pada tahap Do, pelaksanaan mutu diwujudkan melalui
penguatan program kurikulum, kegiatan kesiswaan, pengembangan sarana
prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Pada tahap Check, sekolah
melaksanakan evaluasi secara berkala melalui supervisi akademik, rapat evaluasi,
dan penilaian kinerja. Selanjutnya pada tahap Act, sekolah melakukan tindak lanjut
berupa perbaikan dan penyempurnaan program berdasarkan hasil evaluasi sebagai
bentuk penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan
kontribusi dalam memperkaya kajian implementasi Manajemen Mutu Terpadu
berbasis siklus PDCA pada jenjang SMA, khususnya di Kalimantan Selatan
فعالية استخدام وسيلة العجلة الدوّارة في تعليم مهارة الكلام لطلبة الصف العاشر بالمدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية 2 بنجرماسين = Efektivitas Media Roda Putar (Spin Wheel) dalam Pembelajaran Maharah Kalam untuk Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 2 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara (maharah kalam) siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas media Roda Putar (Spin Wheel) dalam pembelajaran maharah kalam dengan membandingkan hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan media tersebut dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Data diperoleh melalui tes dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan melalui uji instrumen, uji prasyarat, dan uji hipotesis.
Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,017 pada kelas kontrol yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Sedangkan pada kelas eksperimen diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara pretest dan posttest. Dan Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,458, yang lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (H0) diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media roda putar tidak efektif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara siswa kelas X di MAN 2 Banjarmasin
Rancangan Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di MAN Tanah Laut
Rendahnya motivasi belajar peserta didik berkaitan dengan manajemen kelas
yang belum optimal. Terlihat dari kurangnya keaktifan, ketidakpatuhan terhadap aturan
kelas, serta rendahnya tanggung jawab dalam mengerjakan tugas. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa suasana kelas belum mampu mendorong perhatian, keterlibatan,
dan minat belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan manajemen
kelas yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, tertib, dan
kondusif. Dengan pengelolaan kelas yang baik, hambatan dalam pembelajaran dapat
diminimalkan sehingga motivasi dan kemampuan peserta didik dapat berkembang
secara optimal.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rancangan manajemen kelas dalam
meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN Tanah Laut dan mengetahui
strategi manajemen Kelas dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN
Tanah Laut.
Metode penelitian yang digunakan untuk jenis penelitiannya adalah penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kepala Madrasah,
guru dan peserta didik yang memberikan informasi tentang data yang digali. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan manajemen kelas yang dirancang dan diterapkan
secara efektif mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penerapan aturan
dan prosedur yang jelas, penguatan positif, konsekuensi yang bersifat mendidik,
pengelolaan waktu yang baik, serta penataan ruang kelas yang nyaman menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong peserta didik untuk lebih fokus dan
termotivasi. Selain itu, strategi manajemen kelas melalui penataan lingkungan belajar,
penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta pembimbingan perilaku dan
pemberian motivasi oleh guru berperan penting dalam meningkatkan partisipasi, rasa
percaya diri, dan semangat belajar peserta didik. Dengan demikian, manajemen kelas
yang baik menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran
Pengaruh Social Media Marketing terhadap Brand Evangelist Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan strategi pemasaran,
termasuk dalam konteks institusi pendidikan tinggi. Social media marketing (SMM)
dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi strategis untuk membangun hubungan
emosional, keterlibatan dan citra positif institusi. Dalam persaingan pendidikan
tinggi yang semakin kompetitif, kemampuan mahasiswa untuk berperan sebagai
brand evangelist menjadi aset penting karena mereka secara sukarela menyebarkan
pengalaman positif dan rekomendasi melalui word of mouth (WOM). Penelitian ini
bertujuan untuk memverifikasi tingkat aktivitas elemen social media marketing serta
menganalisis pengaruh social media marketing terhadap brand evangelist mahasiswa
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain prediktif
kausalitas. Metode survei diterapkan melalui penyebaran kuesioner kepada 415
mahasiswa sebagai responden, yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling.
Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4.0.9.9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan penilaian yang
cukup baik terhadap aktivitas social media marketing dan brand evangelist dengan
nilai rata-rata sebesar 3,26. Hasil pengujian struktural membuktikan bahwa dimensi
entertainment, interaction dan trendiness berpengaruh signifikan terhadap brand
evangelist, sedangkan dimensi customization tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konten media sosial yang
menghibur, interaktif dan relevan dengan tren terkini berperan penting dalam
mendorong mahasiswa menjadi brand evangelist Universitas Islam Negeri Antasari
Banjarmasi
Layanan Referensi di Perpustakaan (Studi Deskriptif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan)
Skripsi ini membahas tentang layanan referensi di dinas perpustakaan dan
kearsipan provinsi Kalimantan Selatan dan Kendala yang dihadapi pustakawan
dalam meningkatkan layanan referensi pada dinas perpustakaan dan kearsipan
provinsi Kalimantan Selatan.
Tujuan penelitian ini adalah Mendiskripsikan bagaimana layanan referensi
pada dinas perpustakaan dan kearsipan daerah provinsi Kalimantan Selatan dalam
meningkatkan layanan referensi serta Mendiskripsikan kendala apa saja yang
dihadapi pustakawan dalam meningkatkan layanan referensi pada perpustakaan dan
kearsipan daerah provinsi Kalimantan Selatan.
Adapun jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) yang
bersifat deskriptif kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data pada penelitian
ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan juga dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan referensi pada Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan telah berjalan
dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat melalui peningkatan aksebilitas,
penyediaan koleksi yang beragam, serta komitmen pustakawan dalam memberikan
pelayanan yang akurat, ramah, dan profesional. Layanan ini didukung dengan jam
operasional yang luas, prosedur pelayanan yang sederhana, juga upaya
berkelanjutan dalam memperbaiki kinerja pustakawan, memperbaharui koleksi,
dan mendokumentasikan seluruh kegiatan layanan. Meskipun layanan referensi
masih bersifat offline dan menerapkan sistem tertutup, pemanfaatan katalog online
serta inovasi ruang layanan menunjukkan adanya perkembangan positif. Namun
disamping itu, ada kendala yang dihadapi pustakawan dalam meningkatkan layanan
referensi pada dinas perpustakaan dan kearsipan daerah provinsi Kalimantan
Selatan seperti perbedaan ekspetasi pemustaka dalam sistem layanan tertutup.
Kendala ini menjadi tantangan bagi pustakawan dalam menjaga agar pengalaman
pengguna tetap nyaman. Diperlukan strategi komunikasi dan inovasi layanan lebih
lanjut untuk menjembatani antara prosedur operasional perpustakaan dan
ekspektasi pemustaka. Hal ini menjadi perhatian agar pengalaman pemustaka atau
pengguna tetap optimal