IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengaruh Kompetensi Teknologi dan Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Terhadap Kepuasan Kerja Guru Madrasah Aliyah Negeri Se-Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Get PDF
    Kepuasan kerja guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di madrasah yang menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan kompetensi kepala madrasah yang tidak hanya unggul secara manajerial, tetapi memiliki kemampuan dalam menguasai teknologi untuk mendukung efektivitas pengelolaan madrasah. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa sebagian guru menghadapi beban tambahan akibat transformasi digital, sehingga diperlukan kepemimpinan kepala madrasah yang adaptif untuk menjaga kepuasan kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi teknologi dan kompetensi manajerial kepala madrasah terhadap kepuasan kerja guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Hulu Sungai Utara, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian berjumlah 187 guru dari lima MAN, dan sampel sebanyak 127 guru yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dengan empat pilihan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kompetensi teknologi kepala madrasah tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru dengan nilai signifikansi (0,207 > 0,05). Sebaliknya, kompetensi manajerial kepala madrasah berpengaruh positif signifikan dengan nilai signifikansi (0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru dengan nilai (F = 114,742) dan signifikansi (0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,649 menunjukkan bahwa 64,9% variasi kepuasan kerja guru dapat dijelaskan oleh kompetensi teknologi dan kompetensi manajerial kepala madrasah, sedangkan sisanya 35,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja guru lebih banyak ditentukan oleh kompetensi manajerial kepala madrasah. Sementara itu, kompetensi teknologi belum terbukti memberikan pengaruh langsung, meskipun tetap penting sebagai faktor pendukung dalam pengelolaan pendidikan berbasis digita

    Pandangan Guru Syukrani Terhadap Konsep Tazkiyah al-Nafs Syekh Abd al-Shamad al-Palimbani Dalam Kitab Hidâyah al-Sâlikîn

    Get PDF
    Perkembangan zaman menghadirkan tantangan moral dan spiritual yang menuntut pembinaan jiwa melalui tazkiyah al-nafs, yaitu proses penyucian diri dari sifat tercela dan penguatan akhlak mulia. Syekh Abd al-Shamad al-Palimbani menyusun konsep tazkiyah al-nafs secara sistematis dalam Hidâyah al-Sâlikîn, sementara Guru Muhammad Syukrani menekankan penerapannya secara praktis dalam kehidupan sehari-hari melalui pengendalian hawa nafsu dan pembinaan akhlak. Studi mengenai pemahaman dan praktik tazkiyah al-nafs oleh Guru Syukrani masih terbatas, padahal penting untuk menilai relevansi ajaran tasawuf klasik dalam pendidikan dan kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep tazkiyah al-nafs dalam kitab Hidâyah al-Sâlikîn karya Syekh Abd al-Shamad al-Palimbani dan mengetahui pandangan Guru Muhammad Syukrani terhadap tazkiyah al-nafs tersebut. Jenis penelitian ini adalah lapangan (field research), metode kualitatif dan pendekatan kualitatif mengandalkan keterlibatan aktif peneliti di lapangan mengumpulkan melalui observasi dan partisipasi aktif dalam penelitian. Prosesnya dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Kemudian, dianalisis menggunakan teori Imam al-Ghazali dan Ibnu Qoyyim tentang konsep tazkiyah al-nafs Penelitian ini menemukan dua hal utama. Pertama, tazkiyah al-nafs dalam kitab Hidâyah al-Sâlikîn bersifat sistematis dan teoretis dengan berlandaskan tradisi tasawuf klasik, yang menempatkan penyucian jiwa sebagai inti perjalanan spiritual melalui tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli, kebersihan batin menjadi syarat diterimanya ibadah dan jalan menuju ma’rifat kepada Allah Swt. Kedua, Tazkiyah al-nafs menurut Guru Muhammad Syukrani adalah proses seumur hidup untuk membersihkan hati, menanam akhlak terpuji, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui praktik dzikir, muhasabah, pengendalian nafsu serta bimbingan guru, sehingga tercapai amal bermanfaat, akhlak mulia, dan ketenangan bati

    Pengaruh Kepemimpinan Akademik Dan Budaya Sekolah Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Negeri Gugus Anggrek Di Kota Banjarbaru

    Get PDF
    Peningkatan mutu pendidikan pada jenjang sekolah dasar sangat bergantung pada kualitas kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kinerja pembelajaran yang optimal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu guru, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kepemimpinan akademik kepala sekolah dan budaya sekolah yang terbentuk di lingkungan kerja. Kepemimpinan akademik yang efektif mampu mengarahkan guru dalam pelaksanaan tugasnya melalui pembinaan, supervisi, dan pengambilan keputusan yang konstruktif. Sementara itu, budaya sekolah yang kondusif menciptakan iklim kerja yang penuh disiplin, tanggung jawab, dan kolaborasi antar warga sekolah. Namun, kenyataannya masih ditemukan permasalahan seperti rendahnya kedisiplinan, keterlambatan penyusunan perangkat ajar, serta kurangnya pengelolaan kelas oleh sebagian guru di Gugus Anggrek Kota Banjarbaru. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan akademik dan budaya sekolah terhadap kinerja pembelajaran guru Sekolah Dasar Negeri di Gugus Anggrek Kota Banjarbaru, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 135 guru dengan sampel 101 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji regresi, dengan bantuan Smart PLS 4. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen pendidikan, sekaligus menjadi rekomendasi praktis bagi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan kepemimpinan dan budaya sekola

    Bimbingan Keagamaan dalam Pembentukan Kecerdasan Spiritual Anak Asuh di Panti Asuhan Sentosa, Panti Asuhan Norhidayah dan Panti Asuhan Aisyiyah Hikmah Zam-zam Banjarmasin

    Get PDF
    Pada masa sekarang melemahnya akhlak dan nilai spiritual pada diri anak menjadi tantangan besar bagi lembaga pengasuhan. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan bimbingan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mendidik dan membentuk karakter secara menyeluruh. Oleh karena itu, bimbingan keagamaan menjadi sarana utama dalam menumbuhkan kecerdasan spiritual, yaitu kemampuan anak memahami makna hidup, mengenal Tuhan, serta menghubungkan perilaku sehari-hari dengan nilai-nilai keislaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan bimbingan keagamaan diterapkan di Panti Asuhan Sentosa, Panti Asuhan Norhidayah, dan Panti Asuhan Aisyiyah Hikmah Zam-Zam, serta bagaimana hasil bimbingan tersebut berkontribusi terhadap pembentukan kecerdasan spiritual anak asuh. Penelitian menggunakan metode lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Pelaksanaan bimbingan keagamaan di ketiga panti asuhan dilakukan secara terstruktur dan konsisten pada waktu-waktu tertentu, seperti ba’da Subuh dan ba’da Magrib, serta didukung oleh kegiatan tambahan, sehingga efektif dalam membentuk kebiasaan ibadah dan kedisiplinan spiritual anak. Materi bimbingan meliputi akidah, ibadah, dan akhlak yang disampaikan secara terpadu melalui berbagai metode, seperti ceramah, tanya jawab, pembiasaan, praktik, keteladanan, serta pemberian hadiah dan hukuman. Hasil bimbingan keagamaan menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan kecerdasan spiritual anak asuh, yang tercermin dari meningkatnya kesadaran beribadah, terbentuknya akhlak mulia, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab, kepedulian, dan empati dalam kehidupan sehari-hari

    Etika Dalam Tradisi Ziarah Kubur Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Perspektif Imam Al-Ghazali

    Get PDF
    Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ziarah kubur yang banyak dilakukan oleh penziarah kubur banyak hal yang dilakukan diluar dari nilai-nilai ajaran agama Islam. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya penziarah kubur yang melakukan tindakan atau perilaku diluar dari tuntunan atau etika ajaran ziarah kubur dalam ajaran agama Islam, seperti mengambil air wudhu, mencium batu nisan, tenda (kelambu makam) serta pagar makam dan menaruh bunga rerampai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana etika atau perilaku dalam tradisi ziarah kubur pada makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari serta melihat pada perspektif Imam Al-Ghazali. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa etika atau perilaku yang penziarah lakukan ketika ziarah kubur dimakam Syekh Muammmad Arsyad Al-Banjari yaitu: pertama, mengambil air wudhu sebelum masuk kedalam area makam, kedua, mengucap salam, ketiga menbaca surah Yasin dan tahlil, keempat, membaca doa, kelima, menaruh bunga rerampai di depan makam, keenam, mencium batu nisan, tenda (kelambu) dan pagar makam, ketujuh, melakukan selamatan. Berdasarkan dari pandangan Imam Al-Ghazali dapat diketahui bahwa perilaku atau etika yang dilakukan oleh penziarah kubur tidaklah sesuai dengan yang beliau jelaskan, dapat kita lihat pada perilaku penziarah yang mengambil wudhu terlebih dahulu sebelum masuk area makam, menaruh bunga rerampai di depan makam, mencium batu nisan, tenda (kelambu), dan pagar makam, dan melaukan selamatan. Sedangkan yang sesuai dengan pandangan Imam Al-Ghazali adalah perilaku mengucap salam ketika masuk makam, membaca surah Yasin dan tahlil (membaca Al-Qu‟ran) dan berdoa

    Implementasi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Melalui Metode Iqra’ Pada Peserta Didik SDN Gambut 1 Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Pemilihan metode yang tepat dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan metode yang beragam dapat membantu menyeimbangkan dan memberikan suasana belajar yang bervariasi, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) melalui metode Iqra’pada peserta didik SDN Gambut 1 Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi implementasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) melalui metode Iqra pada peserta didik SDN Gambut 1 Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dijadikan teori, dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru BTA dan peserta didik kelas II. Objek penelitian ini adalah implementasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) melalui metode Iqra’ pada anak serta faktor yang mempengaruhi implementasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) melalui metode Iqra’’ pada peserta didik SDN Gambut 1 Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an (BTA) dengan metode iqra’ pada peserta didik terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan yang mana dalam tahap ini terdapat 4 kegiatan dalam pelaksanaannya yaitu kegiatan membaca, menghafal, menulis dan tanya jawab, dan terakhir tahap evaluasi pembelajaran. Terdapat juga faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an melalui metode iqro’ yaitu faktor pendukung seperti faktor guru, faktor sarana dan prasana, dan faktor peserta didik. Adapun faktor penghambat yaitu adanya faktor waktu yang kurang cukup

    Picturing the Students Emotional Experiences In Learning Speaking Using The Snake and Ladder Game

    Get PDF
    Students often face difficulties in developing their English speaking skills due to lack of motivation, uninteresting learning methods and limited emotional management. These factors hinder the development of their speaking skills in both academic and social contexts. To address these issues, an innovative approach is needed that can create an enjoyable learning atmosphere and support the development of students speaking skills and emotional management. This study aims to investigate student’s emotional experiences and the impact of snakes and ladders game on improving English speaking skills. This study used a qualitative approach with the Photovoice method to explore students' experiences at MAN 3 Banjarmasin. Data was collected through photographs taken by students and in depth interviews to gain a deeper understanding of their perceptions of learning to speak English using the snakes and ladders game. The results showed that the snakes and ladders game had a positive influence on students' speaking skills. It increased their confidence, improved social interaction, and increased engagement in the learning process. In addition, the snakes and ladders game also helps students manage their emotions better and maintain a positive attitude during learning. With its fun and interactive approach, the snakes and ladders game can be an effective alternative in overcoming the barriers students face in developing English speaking skills. This research provides important insights into innovative ways to improve the quality of English language learning in schools

    تحليل جودة محتوى كتاب اللغة العربية الــمدرسي بــمنهج مرديكا لحسن سيف الله للصف السابع في الـمدرسة الـمتوسطة الإسلامية = Analisis Kelayakan Isi Buku Bahasa Arab Kelas 7 MTs Kurikulum Merdeka Karangan Hasan Saefulloh

    Get PDF
    Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia kini mulai menerapkan kurikulum merdeka. Dalam penerapan kurikulum merdeka untuk pembelajaran bahasa Arab tentu memerlukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Buku berjudul "Semangat mendalami bahasa Arab kelas 7 MTs" karangan Hasan Saefullah merupakan salah satu buku ajar terbitan Penerbit Erlangga yang disusun untuk pembelajaran bahasa Arab kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan isi materi maharah isttima’ dan maharah kalam dalam buku tersebut. Standar kelayakan yang digunakan dalam analisis ini adalah standar kelayakan isi buku yang ditetapkan oleh Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi pustaka (library reserach). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi dan teknik keabsahan data dengan meningkatkan ketekunan atau kecermatan. Hasil penelitian ini adalah 1) Materi maharah istima’ dalam buku ini sebagian besar telah memenuhi standar kelayakan isi dan hanya sebagian kecil yang belum memenuhi, 2) Materi Materi maharah kalam juga telah memenuhi sebagian besar standar kelayakan isi dan hanya sebagian kecil yang belum memenuhi, 3) Secara keseluruhan, isi materi istima' dan kalam pada buku ini dinilai baik dan layak digunakan. Namun, pengembangan lebih lanjut diperlukan, terutama dalam hal integrasi teknologi dan penggunaan referensi yang lebih mutakhir

    Pengaruh Model Pembelajaran Authentic Problem Based Learning Berbasis Green School terhadap Kemampuan Kognitif Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga

    Get PDF
    Peserta didik di SMAN 1 Daha Utara menunjukkan kurangnya aktivitas pembelajaran yang interaktif, terutama pada materi kimia seperti larutan penyangga. Metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru membuat peserta didik cenderung pasif dan kurang memahami konsep mendalam. Untuk itu, diperlukan model pembelajaran inovatif seperti Authentic Problem-Based Learning berbasis Green School, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan model APBL berbasis Green School terhadap kemampuan berpikir kognitif peserta didik kelas XI SMAN 1 Daha Utara dalam mempelajari materi larutan penyangga. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI SMAN 1 Daha Utara dan sampel yang digunakan terdiri dari dua kelas: XI F4 (kelas eksperimen) dan XI F2 (kelas kontrol), dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes 5 soal essay dengan indikator berpikir kognitif dengan hasil validasi 64,6% oleh tim validator. Hasil uji reliabilitas cronbach’s alpha sebesar 0,721, uji hipotesis dilakukan dengan independent sample test serta lembar observasi untuk menilai keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test melalui SPSS. Hasil penelitian diperoleh nilai tes kemampuan berpikir kognitif dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,039 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model APBL berbasis Green School secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kognitif peserta didik pada materi larutan penyangga dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Rata-rata nilai post-test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu dengan nilai rata-rata 84,1445 pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol dengan nilai rata-rata 79,3775. Temuan ini menunjukkan bahwa model APBL berpengaruh terhadap kemampuan kognitif peserta didik pada materi larutan penyangga dalam memecahkan masalah kehidupan nyata

    Peran Perpustakaan Sekolah sebagai Pusat Kegiatan Akademik dan Non Akademik di Perpustakaan SMAN 1 Banjarbaru

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang peran perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan akademik dan non akademik di Perpustakaan SMAN 1 Banjarbaru. Dalam konteks perkembangan pendidikan yang sudah semakin kompleks, perpustakaan diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi zaman saat ini. Perpustakaan dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik agar nantinya di pikiran pemustaka perpustakaan adalah tempat yang bisa dijadikan sebagai pusat kegiatan yang multifungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan akademik dan non akademik di SMAN 1 Banjarbaru dan kendala dalam pelaksanaan peran perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan akademik dan non akademik di SMAN 1 Banjarbaru. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkan dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan akademik dan non akademik di Perpustakaan SMAN 1 Banjarbaru yaitu sebagai pusat informasi, sumber belajar, tempat rekreasi pendidikan, dan tempat klub belajar. Adapun kendala dalam pelaksanaan peran perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan akademik dan non akademik yaitu anggaran dana, pengguna perpustakaan, dan bahan koleksi yang masih kurang dari segi jumlah dalam jenis tertent

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇