IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Kontribusi Majelis Ta’lim An-Nur dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Masyarakat Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin
Adanya kesenjangan antara pengetahuan keagamaan yang seharusnya
dimiliki masyarakat secara ideal sebagai muslim untuk menjalankan ajaran Islam
secara komprehensif dengan pengetahuan keagamaan yang masyarakat dapatkan
dari pendidikan formal sangat rendah berpotensi mempengaruhi kedalaman
pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam serta kemampuan masyarakat untuk
menerapkan nilai-nilai keagamaan secara benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Majelis Ta’lim An-Nur sebagai lembaga pendidikan nonformal dinilai
dapat mengatasi kesenjangan yang terjadi di masyakarat tersebut melalui beberapa
kontribusi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kontribusi
Majelis Ta’lim An-Nur dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam masyarakat
kecamatan Binuang kabupaten Tapin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu pimpinan majelis, pengajar,
pengurus dan jamaah atau masyarakat Binuang. Objek pada penelitian ini adalah
kontribusi Majelis Ta’lim An-Nur dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam
masyarakat, perubahan yang dialami masyarakat, serta faktor penghambat dan
pendukung dari kontribusi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara
observasi, wawancara dan dokumentasi.
Majelis Ta’lim An-Nur berkontribusi melalui beberapa program yakni,
program pendidikan, pembinaan, pelaksanaan ibadah fisik, peringatan hari besar
Islam, pelaksanaan kurban dan akikah murah, dan pelatihan seni budaya. Kontribusi
melalui program-program tersebut menghasilkan peningkatan atau perubahan di
masyarakat pada aspek pendidikan Islam dan pemahaman agama, kesadaran moral
dan etika, serta aspek sosial keagamaan. Disamping itu juga terdapat faktor
pendukung seperti lingkungan majelis, metode, materi, dan media yang digunakan
serta pengelolaan kegiatan majelis yang terstruktur serta faktor penghambat seperti
kurangnya tenaga pendidik dan ketiadaan sumber dana tetap
Analisis Pembelian Ulang Melalui Pengalaman Konsumen dan Persepsi Nilai Pada Konsumen Depot Bakso Larasati
Industri kuliner di Banjarmasin menunjukkan pertumbuhan pesat yang
ditandai dengan meningkatnya jumlah restoran dan pelaku UMKM. Persaingan
yang semakin ketat menuntut pelaku usaha, termasuk Depot Bakso Larasati, untuk
tidak hanya mengandalkan cita rasa, tetapi memberikan pengalaman positif serta
persepsi nilai yang tinggi agar mampu mempertahankan loyalitas pelanggan.
Karena mempertahankan pelanggan lebih susah daripada menghasilkan konsumen
baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengalaman konsumen dan
persepsi nilai terhadap keputusan pembelian ulang pada Depot Bakso Larasati.
Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa meskipun citra kualitas dan keaslian
produk menjadi daya tarik utama, pengalaman negatif terkait pelayanan dan harga
berpotensi menurunkan minat pembelian ulang. Sehingga penelitian ini
menganalisis pengaruh pengalaman konsumen dan persepsi nilai terhadap
pembelian ulang di Depot Bakso Larasati secara simultan maupun parsial.
Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian lapangan, khususnya
menggunakan teknik pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini
merupakan seluruh konsumen Depot Bakso Larasati dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan accidental sampling. Pengujian data dilakukan uji regresi
linear berganda menggunakan aplikasi SPSS Statistic 26.Hasil penelitian diperoleh
pengalaman konsumen (X1), persepsi nilai (X2) secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap pembelian ulang (Y). Sedangkan secara parsial pengalaman
konsumen (X1) dan persepsi nilai (X2) secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap pembelian ulang (Y) di Depot Bakso Larasat
Exploring English Language Engagement through Experiential Learning: A Case Study of Students in Desa Lonthoir, Banda Neira.
This study explored how experiential learning promoted students’
engagement specifically behavioural, emotional, and cognitive engagement and the
challenges they faced in learning English in a remote school setting at SMPN 94
Maluku Tengah. Data were gathered through online semi-structured interviews with
five students from mixed-grade classes and classroom observations using a
qualitative descriptive approach with a case study design. Singing, role-playing, and
the "Dream Tree" project were among the experiential learning tasks used to
explore how students engaged with English in relevant, contextualized settings.
These findings showed that students' levels of engagement varied, with seventh and
eighth graders showing higher enthusiasm, confidence, and willingness to
contribute than ninth graders, who tended to be hesitant and self-conscious.
Activities such as singing "Que Sera Sera" encouraged students to improve their
pronunciation in a joyful and emotionally supportive vibe, while role-playing and
Dream Tree creation motivated them to use fresh phrases with creativity and
reflection. However, students also faced a number of challenges, such as lack of
vocabulary, learning anxiety, difficulties interpreting English instructions, and
limited access to relevant learning materials. Although these challenges, the
experiential approach improved students' motivation, confidence, and language
application by allowing them to relate what they learned in the classroom to real-
world situations. Overall, the study finds that by encouraging meaningful language
use and active involvement, experiential learning provides a flexible and successful
method for improving English training in remote areas. The findings provide
insights for teachers, volunteers, and educational stakeholders seeking to improve
English learning experiences in under-resourced setting
Pengembangan Buku Cerita Bergambar untuk Pembelajaran Mitigasi Bencana Banjir pada Anak Usia Dini di PAUD Sabilal Muhtadin Desa Dalam Pagar Martapura
Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana banjir, termasuk Desa Dalam Pagar Martapura yang secara geografis berada di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya mitigasi bencana sejak dini, khususnya bagi anak usia dini yang tergolong kelompok rentan. Namun, pembelajaran mitigasi bencana banjir di PAUD masih terbatas pada penyampaian lisan dan belum didukung media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa buku cerita bergambar yang dapat digunakan untuk mengenalkan konsep mitigasi bencana banjir kepada anak usia 5–6 tahun di PAUD Sabilal Muhtadin Desa Dalam Pagar Martapura.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan dan evaluasi produk. Penelitian ini tanpa tahap implementasi (pelaksanaan) dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya yang akan dikeluarkan. Produk yang dikembangkan berupa buku cerita bergambar bertema mitigasi bencana banjir yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan validasi produk. Uji kelayakan media dilakukan oleh ahli materi dan ahli media menggunakan instrumen penilaian berbentuk skala Likert.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran mitigasi bencana banjir bagi anak usia dini. Validasi ahli materi memperoleh skor sebesar 95,5% dengan kategori sangat layak digunakan dengan revisi, sedangkan validasi ahli media memperoleh skor 91,3% dengan kategori yang sama. Revisi yang dilakukan meliputi penyesuaian karakter, ilustrasi, jenis huruf, penggunaan huruf kapital, serta penambahan sinopsis. Berdasarkan hasil validasi tersebut, buku cerita bergambar ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran mitigasi bencana banjir pada anak usia dini, dengan rekomendasi penelitian lanjutan untuk melakukan uji coba lapangan guna mengetahui efektivitas media secara langsun
The Implementation of TPACK in English Language Teaching: A Study on Teacher Self-Efficacy and Confidence
The increasing use of technology in education has encouraged teachers to
integrate digital tools into English language teaching. This research aimed to
examine how the TPACK framework was applied in the teaching process and to
identify the factors that influenced the teacher’s self-efficacy and confidence in
using technology. This research employed a case study approach, with data
collected through classroom observation and a semi structured interview involving
one English teacher at SDN SN Pelambuan 4 Banjarmasin. The findings show that
the teacher applied TPACK by integrating technology, pedagogy, and content
through the use of smartboards, tablets, and instructional videos to support
vocabulary learning. The teacher demonstrated confidence in operating digital tools
and adapting teaching strategies in response to student needs and classroom
conditions. Factors influencing the teacher’s self-efficacy and confidence included
technological familiarity, previous organizational experience, independent
learning, available school facilities, and positive student responses. Overall, the
case study indicates that the implementation of TPACK supported more interactive
instruction and contributed to strengthening the teacher’s confidence in integrating
technology into English language teaching
Inovasi Pengawasan dan Penilaian Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SMKN 4 Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan kinerja sebagian tenaga pendidik dan kependidikan yang masih kurang optimal, misalnya keterlambatan hadir di sekolah, keluar pada jam pelajaran, serta kecenderungan hanya memberikan tugas tanpa penjelasan yang memadai.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji inovasi pengawasan dan penilaian kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru dan staf. Landasan teori yang digunakan adalah teori inovasi Peter F. Drucker yang menyebutkan tujuh sumber utama inovasi: hal-hal tak terduga, ketidaksesuaian, kebutuhan proses, perubahan industri atau struktur pasar, demografi, perubahan persepsi, suasana hati, dan makna. Selain itu, penelitian ini juga mengacu pada teori supervisi Carl D. Glickman yang menekankan tugas pengawasan teknis seperti bantuan langsung, pengembangan kelompok, pengembangan kurikulum, penelitian tindakan, fasilitasi perubahan, mengatasi keragaman, serta membangun komunitas.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan kepala sekolah, guru, serta staf tata usaha.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa penentuan tujuan dan standar kinerja sudah berjalan baik melalui forum pertemuan dan evaluasi teratur. Pengumpulan data kinerja dilakukan sistematis, melibatkan laporan guru piket, staf, siswa, dan observasi langsung. Namun, evaluasi dan analisis kerja belum optimal karena kesiapan guru yang berbeda tiap tahun. Umpan balik telah menekankan pembinaan, tindakan korektif dilakukan bertahap, monitoring berkelanjutan berorientasi pada perbaikan, serta penghargaan diberikan dalam bentuk sertifikat, dana pembinaan, fasilitas tambahan, hingga piala
قدرة الطلاب على مهارة القراءة للصف العاشر في المدرسة الثانوية الإسلامية بمعهد أم القرى في أمونتاي = Kemampuan Siswa Pada Keterampilan Membaca Kelas X di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ummul Qura di Amuntai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X
dalam keterampilan membaca di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ummul
Qura Amuntai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif.
Subjek penelitian adalah siswa kelas X yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan
data dilakukan melalui tes kemampuan membaca yang terdiri atas 20 butir soal.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan
menghitung nilai rata-rata, persentase ketuntasan belajar dan kategori
kemampuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa berada
pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 68,12. Persentase ketuntasan
belajar siswa mencapai 83,3%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa
telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 60.
Selain itu Kategori kemampuan siswa yang masuk kategori tinggi hanya sekitar 8,
3%, sedang 45,8%, rendah (tuntas) 29,1% dan rendah (gagal) 16,7%. Dengan
demikian, masih terdapat variasi kemampuan membaca antar siswa, sehingga
diperlukan upaya peningkatan pembelajaran membaca secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa
kelas X di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ummul Qura Amuntai tergolong
cukup baik, namun belum optima
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII MTs Ar Rahmah Sungai Tabuk
Hasil studi PISA tahun 2022 menunjukan bahwa tingkat kemampuan
berpikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan
berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika perlu mendapat perhatian
serius. Hal ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang
optimal, dimana guru cenderung menerapkan model konvensional yang membuat
siswa menjadi pasif. Untuk mengatasi hal ini, model pembelajaran inquiry based
learning (IBL) dapat menjadi solusi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry based learning (IBL) terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bilangan bulat kelas VII MTs Ar
Rahmah Sungai Tabuk.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi
experiment dan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi
penelitian seluruh siswa kelas VII MTs Ar Rahmah Sungai Tabuk, yang terdiri dari
empat kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling,
sehingga sampel penelitian adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII D
sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan tes (pretest dan posttest),
lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah uji prasyarat dan uji hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
model pembelajaran inquiry based learning (IBL) terhadap kemampuan berpikir
kritis siswa pada materi bilangan bulat kelas VII MTs Ar Rahmah Sungai Tabuk
Speaking Proficiency Levels Of Mobile Legends Players In The English Education Department At UIN Antasari Banjarmasin
The purpose of this study is to measure the speaking proficiency level of English Education Department students who are active players of the mobile game Mobile Legends: Bang Bang. To achieve this, the study employs a descriptive quantitative approach to analyze the participants' oral performance. Data were collected from 28 participants through a comprehensive assessment consisting of multiple-choice items and oral performance tasks (Fluency and Pronunciation). Before the main analysis, the instrument was tested and proven highly valid with Corrected Item-Total Correlation values ranging from 0.476 to 0.970, exceeding the critical r-table value of 0.374. The instrument also demonstrated excellent reliability with a Cronbach’s Alpha of 0.930. The results of the descriptive analysis revealed that the students' proficiency scores ranged from 8 to 100, with an overall mean score of 73. Based on the cumulative score classification, this average indicates that the students' proficiency falls into the ‘Fair’ category. The study concludes that while gaming engagement provides English exposure, there is a significant diversity in speaking proficiency levels among learners, with individual scores distributed across all levels from ‘Very Poor’ to ‘Excellent’
Studi Kasus Pandangan Ulama Tabalong Terhadap Karamah Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan ulama yang khususnya
di Tabalong terhadap karamah Syekh Muhammad Nafis al-Banjari serta
menganalisisnya dalam perspektif tasawuf. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara
mendalam terhadap lima tokoh spiritual Kalimantan Selatan di daerah Tabalong,
yakni Guru Hamdani, Guru Ahmad, Guru Idham, Guru Ribhan, dan Guru
Syahruji. Lokasi penelitian berpusat di Desa Binturu, Kecamatan Kelua,
Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama tersebut secara umum
memaknai karamah Syekh Muhammad Nafis bukan dalam bentuk fenomena
lahiriah atau keajaiban fisik, melainkan sebagai manifestasi keilmuan dan
kedalaman makrifat kepada Allah. Kitab Addurunnafis dipandang sebagai bentuk
karamah terbesar, karena memuat ajaran tauhid yang mendalam serta menjadi
rujukan penting dalam khazanah tasawuf Banjar. Fenomena keberadaan lebih dari
satu makam Syekh Nafis diinterpretasikan secara simbolik sebagai refleksi
keluasan ruhani dan strategi dakwah dalam menghadapi masa kolonial.
Dari perspektif tasawuf, karamah dipahami sebagai tajalli dan hasil dari
maqam ma‘rifat, yang tidak selalu dapat dilihat secara lahiriah. Tradisi ziarah,
pengajian rutin kitab Addurunnafis, serta keyakinan masyarakat terhadap barakah
dari makam beliau, memperlihatkan bahwa warisan spiritual Syekh Muhammad
Nafis terus hidup dan berakar dalam praktik keberagamaan masyarakat Banjar.
Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami karamah dalam konteks
spiritualitas dan kedalaman batin, sebagaimana diajarkan dalam tradisi tasawuf