IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Pada Tradisi Keagamaan Masyarakat di Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar
Indonesia saat ini berada dalam era Revolusi Industri 5.0, sebuah periode
yang dicirikan oleh integrasi teknologi lintas ranah fisik, digital, dan biologis,
yang berdampak pada segala aspek mulai dari ilmu pengetahuan hingga
pemerintahan. Timbul keresahan masyarakat terhadap perilaku manusia Indonesia
yang telah menyimpang dari nilai luhur bangsa baik nilai-nilai agama, nilai
budaya, dan nilai falsafah negara. Oleh karena itu, harus ada upaya agar nilai-nilai
yang dulu terpatri dalam diri bangsa ini tetap terjaga dan berimplikasi positif
keberlangsungan hidup bangsa Indonesia. Salah satu cara yang bisa ditempuh
ialah dengan memperbaiki model pendidikan nasional kita, yang lebih
menitikberatkan pada pembangunan karakter. Karena itulah konsep pendidikan
karakter sangat diperlukan. Dalam penerapannya, pendidikan karakter tidak boleh
mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam pada masyarakat Indonesia.
Salah satu kearifan lokal yang dapat memberi kontribusi terhadap nilai pendidikan
karakter ialah nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi keagamaan masyarakat
Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengggunakan metode
deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah
mengetahui bagaimana gambaran kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, Apa
saja nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi keagamaan dan
bagaimana proses internalisasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam
tradisi keagamaan tersebut. Data lapangan digali melalui teknik observasi,
wawancara dan dokumenter.
Hasil penelitian menyimpulkan, warga masyarakat sebagian masih
melaksanakan kegiatan keagamaan, baik yang merupakan warisan kepercayaan
sebelum Islam maupun sesudah Islam. Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam
tradisi keagamaan meliputi nilai religius, nilai gotong royong, nilai toleransi, nilai
tanggung jawab, nilai peduli sosial, nilai bersahabat/komunikatif, nilai disiplin,
nilai gemar membaca, nilai cinta damai dan nilai cinta tanah air. Proses
internalisasi nilai ke dalam diri masyarakat melalui tiga tahapan yakni: tahap
transformasi nilai dilakukan melalui pengajian-pengajian yang di lakukan secara
rutin seperti pengajian mingguan, bulanan dan sebagainya. Tahapan kedua adalah
tahap transaksi nilai, didapatkan melalui kegiatan keagamaan langsung dimana
ulama dan masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut secara
bersamaan. Tahap yang ketiga adalah tahap transinternalisasi, didapat melalui
kepribadian keseharian ulama yang berada di lingkungan masyaraka
Pesan Dakwah Khutbah Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap pesan
dakwah dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru.
Fokus utamanya adalah menyoroti kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat
dalam memahami agama dan kehidupan bermasyarakat, meskipun pendidikan
agama telah diberikan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai
efektivitas pesan dakwah dalam khutbah Jumat serta mengevaluasi sejauh mana
pesan tersebut mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran keagamaan
jamaah.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode
penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara
dengan jamaah, dan analisis isi materi khutbah yang disampaikan dalam kurun
waktu tertentu. Dari hasil wawancara, ditemukan bahwa materi khutbah umumnya
berkualitas baik dan relevan dengan kehidupan masyarakat, meskipun terdapat
peluang untuk meningkatkan keterkaitan tema khutbah dengan pengalaman sehari
hari jamaah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa khutbah Jumat di Masjid Agung Al
Munawwarah Banjarbaru mencakup tema-tema utama seperti akidah, ibadah,
akhlak, introspeksi diri, dan ketaqwaan. Penyampaian pesan oleh khatib dinilai
cukup efektif, dengan suara yang jelas, durasi yang tepat, dan pendekatan yang baik.
Namun, diperlukan inovasi dalam memilih tema agar lebih sesuai dengan
kebutuhan jamaah serta mampu memperkuat pemahaman mereka tentang agama.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampaian pesan dakwah yang
efektif membutuhkan perencanaan tema yang kontekstual dan pendekatan yang
lebih mendalam terhadap kebutuhan spiritual jamaah. Penulis merekomendasikan
agar khatib menyampaikan tema-tema yang ringan namun bermakna, serta
membahas isu-isu relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dakwah dapat
memberikan dampak yang lebih signifikan di masyarakat
Pengaruh Kualitas Layanan Digital Salam Terhadap Loyalitas Digital Salam UIN Antasari Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kualitas layanan digital
dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas mahasiswa terhadap institusi
pendidikan tinggi. Digital Salam sebagai sistem layanan akademik terpadu di UIN
Antasari Banjarmasin diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akademik
mahasiswa secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat kualitas layanan digital Salam, tingkat loyalitas mahasiswa, serta pengaruh
kualitas layanan digital terhadap loyalitas mahasiswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 406 mahasiswa aktif UIN
Antasari Banjarmasin yang ditentukan menggunakan rumus Cohen. Data
dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dan dianalisis menggunakan
metode Partian Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan
bantuan software SmartPLS 4.0.9.9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan digital Salam berada
pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,26 dan loyalitas digital mahasiswa juga
berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,37. Analisis PLS-SEM
membuktikan bahwa kualitas layanan digital berpengaruh signifikan terhadap
loyalitas digital mahasiswa dengan nilai koefisien β = 0,649, T = 15.411, dan p =
0,000. Nilai R² sebesar 0,552 mengindikasikan bahwa 55,2% variasi loyalitas
digital dapat dijelaskan oleh kualitas layanan digital. Dengan demikian, semakin
baik kualitas layanan digital Salam, semakin tinggi pula loyalitas mahasiswa dalam
menggunakannya
Manajemen Pembiayaan Pendidikan pada SDIT Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio
Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan bangsa. Banyak faktor mendukung keberhasilan pendidikan, dan biaya adalah salah satunya. Biaya bukan faktor utama, tetapi pendukung penting. Biaya pendidikan dipengaruhi bagi ukuran institusi, jumlah siswa, gaji guru, dan berbagai faktor lainnya.
Grand Theory digunakan riset ini adalah teori dari Donnely, Gibson, dan Ivancevich terdiri dari beberapa elemen-elemen dasar dari manajemen pembiayaan yaitu pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, tanggung jawab, dan laporan
Riset ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif jenis riset deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan bukti berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis bukti menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi bukti, penyajian bukti, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan memeriksa keabsahan bukti, peneliti menggunakan teknik triangulasi bukti.
Hasil riset ini menunjukkan bahwa: Kegiatan pelaksanaan pembiayaan pendidikan meliputi penerimaan dana dan pengeluaran dana, melaksanakan kegiatan dan kebutuhan sekolah, SDIT Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio membuat usulan pencairan dana (UPD) ke Yayasan Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio disetujui dan dicairkan setelah kegiatan selesai maka SDIT Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio membuat laporan penggunaan dana diserahkan ke Yayasan Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio. Proses ini membuat SDIT Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio merasa kesulitan ketika membutuhkan dana keperluan mendesak dan menambah sarana prasarana karena harus melewati sistematika Yayasan Ihsanul Amal Sungai Sandung Alabio
Kesempurnaan Sholat dan Peranannya dalam Memperkuat Spiritualitas Umat Islam (Analisis Syarah Kitab Sullam al Tawfīq; Mirqāt Su‘ūd al-Taṣdīq)
Sholat merupakan ibadah pokok dalam Islam yang memiliki kedudukan
sebagai tiang agama serta sarana untuk memperkuat hubungan seorang hamba
dengan Allah Swt. Namun, kualitas pelaksanaan sholat di masyarakat masih
menunjukkan adanya kesenjangan antara aspek fiqh dan penghayatan batin,
sehingga ibadah sering dilakukan hanya sebagai rutinitas. Syarah Kitab Sullam al
Tawfīq; Mirqāt Su‘ūd al-Taṣdīq karya Muhammad Nawawi al-Jawi asy-Syafi‘i
memberikan penjelasan komprehensif tentang konsep kesempurnaan sholat yang
meliputi dimensi syariat, adab, dan spiritualitas. Hal ini menjadi dasar penting
dalam memperkuat kedisiplinan dan spiritualitas umat Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan konsep kesempurnaan
sholat menurut kitab Mirqāt Su‘ūd al-Taṣdīq; (2) mengidentifikasi komponen
kesempurnaan sholat dari perspektif Pendidikan Islam melalui aspek ta‘līm, ta’dīb,
dan tarbiyah; serta (3) menganalisis implikasinya terhadap pembentukan
kedisiplinan diri dan kesadaran sosial umat Islam.
Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan
sumber data primer berupa syarah Sullam al-Tawfīq, serta literatur pendukung
mengenai fikih Syafi‘i, pendidikan Islam, dan spiritualitas. Analisis data dilakukan
dengan teknik content analysis untuk menggali makna, struktur pemikiran, dan
relevansi konsep kesempurnaan sholat dalam kehidupan keagamaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesempurnaan sholat menurut
Nawawi al-Jawi mencakup pemenuhan syarat dan rukun, penghayatan batin, serta
praktik adab yang melahirkan kekhusyukan. Tiga komponen pendidikan Islam
berperan penting dalam menyempurnakan sholat: ta‘līm menegaskan aspek
pengetahuan hukum ibadah; ta’dīb menekankan adab, ketenangan, dan kehadiran
hati; sedangkan tarbiyah membentuk konsistensi, kedisiplinan, dan transformasi
akhlak. Kesempurnaan sholat terbukti berimplikasi pada pembentukan kedisiplinan
diri serta peningkatan kesadaran sosial melalui nilai ketertiban, kesucian, dan
kebersamaan yang dipraktikkan dalam ibadah
Perspektif Praktisi Hukum di Kota Banjarmasin Terhadap Surat Edaran Nomor: P005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lahirnya Surat Edaran Nomor: P
005/DJ.III/HK.00.7/10/2021 tentang Pernikahan dalam Masa Idah Istri yang
memunculkan konsep syibhul ‘iddah bagi laki-laki guna mencegah poligami
terselubung. Konsep ini belum diatur dalam hukum positif maupun hukum Islam
sehingga diperlukan perspektif praktisi hukum terhadap Surat Edaran dengan tujuan
perlindungan bagi perempuan.
Tujuan penelitian meliputi: (1) Perspektif praktisi hukum di kota
Banjarmasin
terhadap
penerapan
Surat
Edaran
Nomor:
P
005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 dalam konteks perlindungan hukum terhadap
perempuan; (2) Dasar yuridis yang dapat dijadikan legitimasi dalam penerapan
Surat Edaran Nomor: P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 menurut sistem hukum
nasional dan hukum Islam; (3) Relevansi dan implikasi penerapan Surat Edaran
Nomor: P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 sebagai perlindungan perempuan pasca
perceraian di Kota Banjarmasin.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan sosiologis. Data diperoleh
melalui wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teori
perlindungan hukum Philipus M. Hadjon dan teori maslahah mursalah Muhammad
Said Ramadhan al-Buthi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Surat Edaran sebagai inovasi
hukum yang strategis untuk melindungi perempuan pasca perceraian secara
preventif; (2) Dasar Surat Edaran dalam hukum nasional didasarkan pada asas
monogami Pasal 15 dan Pasal 24 UUP, Pasal 41 dan 42 KHI. Dalam hukum Islam
Fiqh Islam Wa Adillatuhu juz 9 halaman 536; dan (3) Surat Edaran relevan untuk
mencegah praktek poligami tersebulung dan adanya pertimbangan rujuk.
Implikasinya diharuskan izin poligami apabila rujuk dan perlindungan hak ekonomi
istri selama masa ‘iddah
تأثير العوامل غير اللغوية على إتقان اللغة العربية لطالبات الصف الإعدادي في معهد دار الهجرة للبنات مارتابورا = Pengaruh Faktor Non-Linguistik Terhadap Penguasaan Bahasa Arab Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura
Kurangnya optimalisasi hasil belajar bahasa Arab di pesantren tidak hanya berasal dari faktor linguistik tetapi juga dipengaruhi faktor psikologis dan lingkungan belajar. Penelitian ini menganalisis pengaruh tujuh faktor non-linguistik motivasi dan minat, sarana belajar, kompetensi guru, metode pembelajaran, waktu belajar, lingkungan belajar, serta kepercayaan diri terhadap penguasaan bahasa Arab santriwati kelas intensif Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert sebanyak 41 butir dan tes objektif 20 soal. Berdasarkan uji korelasi Pearson, seluruh variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara ketujuh faktor non-linguistik dengan penguasaan bahasa Arab. Seluruh faktor menunjukkan adanya hubungan positif dengan penguasaan bahasa Arab. Tingkat korelasinya berkisar dari kategori sedang hingga sangat lemah. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya pengaruh signifikan faktor non-linguistik terhadap penguasaan bahasa Arab ditolak, karena hubungan yang ditemukan tidak signifikan secara statisti
Eksistensi Masjid Su’ada dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Wasah Hilir Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran masjid sebagai pusat
keagamaan dan pendidikan Islam, khususnya di masyarakat pedesaan yang masih
menjaga tradisi keilmuan Islam. Masjid Su’ada Wasah Hilir merupakan masjid
bersejarah yang berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai
pusat pendidikan Islam melalui majelis ta’lim, pendidikan al-Qur’an serta kegiatan
sosial-keagamaan lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Masjid Su’ada
dalam perkembangan pendidikan Islam di Wasah Hilir, Kecamatan Simpur,
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang meliputi sejarah berdirinya, bentuk-bentuk
kegiatan pendidikan Islam yang diselenggarakan, serta peran dan kontribusi Masjid
Su’ada dalam membina dan mengembangkan pendidikan Islam ditengah
masyarakat.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian ini adalah pengurus di Masjid Su’ada Wasah Hilir. Sedangkan
objek penelitian ini adalah perkembangan pendidikan islam di Wasah Hilir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Su’ada memiliki fungsi
strategis sebagai pusat perkembangan pendidikan Islam melalui majelis ta’lim,
gedung Musyawaratutthalibin, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan peringatan Haul
Datu Abbas. Eksistensinya didukung oleh masyarakat, tokoh agama, serta
lingkungan sosial religius yang menjaga keberlanjutan kegiatan pendidikan Islam.
Penelitian ini menemukan bahwa aktivitas pendidikan berjalan secara partisipatif
dengan keterlibatan langsung masyarakat, sehingga membentuk Community Based
Islamic Education yang membuat masjid tetap hidup dan berkembang didesa Wasah
Hilir
Intervensi Regulasi Emosi Oleh Guru Pendamping khusus (GPK) pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di Homeschooling Sukacita Banjarmasin
Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami
hambatan dalam regulasi emosi yang dapat memicu perilaku menantang. Regulasi
emosi berperan penting dalam keterampilan sosial, kesejahteraan psikologis, dan
kemampuan penyesuaian diri. Guru pendamping khusus (GPK) memiliki peran
strategis tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam membantu
perkembangan emosional melalui intervensi terstruktur. Penelitian ini berfokus
pada tahapan intervensi regulasi emosi yang dilakukan GPK di Homeschooling
Sukacita Banjarmasin.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan intervensi regulasi
emosi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam
pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
kasus. Subjek penelitian adalah dua guru Pendamping Khusus (GPK), dengan objek
berupa bentuk tahapan intervensi regulasi emosi pada anak Autism Spectrum
Disorder (ASD). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan
teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi dilakukan melalui lima
tahapan menurut Gross: pemilihan situasi, modifikasi situasi, pengalihan perhatian,
perubahan kognitif, dan modulasi respons. Implementasinya meliputi latihan
pernapasan, pemberian ruang tenang, instruksi sederhana, serta strategi individual.
Intervensi ini berdampak positif, terlihat dari berkurangnya tantrum, meningkatnya
kemampuan menunda keinginan, dan membaiknya ekspresi emosi. Faktor
pendukung meliputi keterlibatan orang tua, kompetensi guru Pendamping Khusus
(GPK), dan lingkungan kondusif, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan
sarana, perbedaan karakteristik anak, dan kondisi emosional yang tidak stabil