IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Implementasi Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Pengumpulan Zakat Melalui Baznas di Lingkungan Pengadilan Agama Di Wilayah Kalimantan Selatan
Zakat profesi merupakan bagian dari objek zakat kontemporer yang telah
mendapat perhatian dalam regulasi nasional maupun kelembagaan, seperti
Peraturan Menteri Agama, Peraturan Daerah, dan Surat Edaran Sekretaris
Mahkamah Agung (SE SEKMA) Nomor 6 Tahun 2023. Namun, implementasi
kebijakan zakat profesi di lingkungan ASN, khususnya di peradilan agama, belum
berjalan optimal karena perbedaan pemahaman fiqhiyah, hambatan administratif,
serta ketidakharmonisan regulatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kalimantan
Selatan yang meliputi 13 Pengadilan Agama dan 1 Pengadilan Tinggi Agama,
menggunakan pendekatan normatif-empiris melalui studi kepustakaan,
dokumentasi hukum, kuisioner, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ASN memiliki penghasilan
bruto di atas Rp7.000.000, sehingga memenuhi syarat wajib zakat menurut nisab
zakat profesi. Namun, terdapat perdebatan dalam praktik karena sebagian ASN
lebih memilih pendekatan netto dalam menghitung zakat, yakni setelah dikurangi
pajak dan kebutuhan pokok. Di sisi lain, implementasi SE SEKMA No. 6 Tahun
2023 terbentur pada lemahnya koordinasi dengan BAZNAS daerah, kurangnya
sosialisasi teknis, serta belum adanya ketentuan eksplisit dalam regulasi lokal
mengenai mekanisme pemotongan otomatis. Temuan ini menunjukkan adanya
disharmoni antara regulasi pusat dan daerah. Analisis dengan Teori Kolaborasi
Antar-Lembaga (Barbara Gray) menunjukkan bahwa ketiadaan mekanisme
koordinasi struktural antara Mahkamah Agung, peradilan agama, dan BAZNAS
menjadi faktor penghambat utama implementasi kebijakan. Sedangkan berdasarkan
Teori Kepatuhan (Herbert C. Kelman), mayoritas ASN menunjukkan kepatuhan
bersifat identification—yakni tunduk karena dorongan struktural dan keteladanan
pimpinan—dan belum mencapai tahapan internalisasi. Padahal secara fiqh,
terutama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang dominan di wilayah ini, zakat
profesi telah diakui sebagai kewajiban. Namun persepsi bahwa zakat lebih afdhal
disalurkan langsung kepada mustahik masih kuat, mengindikasikan belum
optimalnya legitimasi sistem distribusi formal. Dengan demikian, reformulasi
kebijakan zakat profesi sangat diperlukan, baik dari segi substansi hukum maupun
strategi pelaksanaan. Penguatan komunikasi antar-lembaga, edukasi zakat berbasis
nilai, serta standardisasi mekanisme pemotongan zakat berbasis penghasilan netto
menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan regulasi
zakat profesi di lingkungan ASN peradilan agam
Jihad Dan Ahimsa Sebagai Etika Perjuangan (Studi Komparatif Pemikiran Fazlur Rahman Dan Mahatma Gandhi)
Studi ini mengkaji tentang kekerasan atas nama agama, yaitu mereka yang
melakukan aksi kekerasan ini mengatasnamakan perbuatannya sebagai bentuk
perjuangan jihad. Jihad merupakan salah satu ajaran Islam yang paling sering
disalahpahami maknanya khususnya semenjak adanya aksi terorisme dengan atas
agama Islam. Tujuan dari penelitian ini berupaya untuk menghindari kekerasan
dan berada dalam jihad yang benar, sehingga tidak ada lagi pembenaran terhadap
aksi kekerasan yang mengatasnamakan jihad atau agama Islam. Dalam penelitian
ini data diperoleh dengan dengan memaparkan jihad dalam metode Fazlur
Rahman dan ahimsa dari pemikiran Mahatma Gandhi. Kemudian diuraikan
dengan membandingkan antara metode Fazlur Rahman dan pemikiran Mahatma
Gandhi, sehingga dapat diketahui hubungan dan persamaan antara satu sama lain.
Dengan mengaplikasikan metode Fazlur Rahman terhadap jihad dapat
memberikan pemahaman bahwa, jihad adalah perjuangan dimulai dengan cara
yang damai seperti dialog dan dakwah dengan menyesuaikan keadaan umat
muslim. Jihad dalam bentuk ini adalah perjuangan untuk menciptakan masyarakat
yang lebih adil dan damai dengan menekankan pentingnya menghormati hak asasi
manusia. Konsep ahimsa yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi dapat dimaknai
sebagai sebuah perjuangan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai konteks
untuk mewujudkan tatanan kehidupan ideal yang bebas dari segala bentuk
kekerasan. Kedua tokoh ini telah memberikan pemahaman yang mengarahkan
kepada ideal moral, yaitu menjadikan perjuangan dengan menekankan nilai etika
yang meliputi keadilan, kedamaian, dan kemerdekaan. Kedua konsep tokoh ini
berasal dari sumber ajaran yang berbeda, yaitu Fazlur Rahman dari ajaran agama
Islam dan Mahatma Gandhi dari ajaran agama Hindu.
Metode dari Fazlur Rahman yaitu dengan menggunakan pendekatan sosio
historis
telah
membantu memaparkan konsep jihad dan mampu
menghubungkannya dengan pemikiran dari Mahatma gandhi, karena kedua hal ini
sejalan dan tidak bertentangan satu sama lain. Gagasan pemikiran Mahatma
Gandhi dapat kita jadikan sebagai suatu perspektif dan solusi terhadap isu jihad,
sekaligus memberikan landasan etis sebelum melaksanakannya. Ahimsa dan
satyagraha merupakan salah satu pendekatan terbaik yang perlu diterapkan oleh
seluruh umat manusia di bumi. Dengan mengedepankan nilai sosial, kemanusiaan,
kebenaran, dan kepedulian, diharapkan setiap individu di dunia ini dapat
merasakan kedamaian dalam diri masing-masing
Pengaruh Green Product dan Label Halal terhadap Keputusan Pembelian Mie Instan di Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat
terhadap aspek kesehatan dan kehalalan yang harus diperhatikan sebelum membeli
suatu produk makanan. Namun masih terdapat pertanyaan mengenai sejauh mana
pengaruh green product dan label halal terhadap keputusan pembelian di Kota
Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh
green product dan label halal baik secara simultan maupun parsial terhadap
keputusan pembelian mie instan di Kota Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dimana
peneliti langsung ke lapangan untuk mencari data. Pendekatan penelitian yang
digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik
purposive sampling dalam pengambilan sampelnya dengan menyebarkan kuesioner
kepada 100 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial masing-masing variabel
green product dan label halal memiliki pengaruh yang signifikan. Variabel green
product memiliki nilai thitung sebesar 4,561 lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1,6606
dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Variabel label halal memiliki nilai
thitung sebesar 4,684 lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1,6606 dan nilai signifikansi
0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa green product dan label
halal secara individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian sehingga Ha diterima. Selain itu, variabel green product dan label halal
secara simultan memiliki nilai fhitung sebesar 71,43609 lebih besar dari nilai ftabel
yaitu 2,3702 dan nilai probabiltas signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05.
Hal ini menunjukkan bahwa green product dan label halal secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sehingga Ha
diterim
Implementasi Pendidikan Enam Dimensi Karakter Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran PAI di SMA Kota Pangkalan Bun
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan
karakter di tengah tantangan globalisasi, arus informasi digital, dan kemerosotan
nilai-nilai moral generasi muda. Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi
pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter pelajar, terutama melalui
implementasi pendidikan enam dimensi karakter profil pelajar Pancasila dalam
setiap aspek pembelajaran PAI. Enam dimensi tersebut meliputi: (1) beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) berkebhinekaan
global; (3) bergotong royong; (4) bernalar kritis; (5) mandiri; dan (6) kreatif. Tujuan
penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, mengeksplorasi pelaksanaan,
serta mengidentifikasi evaluasi pendidikan enam dimensi karakter Profil Pelajar
Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Kota
Pangkalan Bun.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif di tiga SMA, yakni SMAN 1
sebagai sekolah unggulan, SMAN 3 Pangkalan Bun sebagai sekolah penggerak, dan
SMAS Islam Al-Hasyimiyyah Pangkalan Bun sebagai sekolah swasta berbasis
Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan, guru PAI
merumuskan tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang terintegrasi dengan enam
dimensi karakter. Tujuan pembelajaran diarahkan tidak hanya pada capaian
kognitif, tetapi juga pembiasaan sikap dan akhlak. Materi disusun integratif, metode
dipilih variatif (pembiasaan, diskusi, studi kasus, proyek), dan evaluasi dirancang
autentik melalui rubrik, jurnal refleksi, serta portofolio. Pada aspek pelaksanaan,
pembelajaran PAI berjalan aktif dan kontekstual. Dimensi religius ditekankan
melalui pembiasaan ibadah dan teladan guru, dimensi kebhinekaan melalui dialog
toleransi dan khilafiyah, dimensi gotong royong lewat kerja kelompok dan proyek
sosial, dimensi kritis melalui diskusi dan analisis isu aktual, dimensi mandiri
melalui penugasan individu dan refleksi, serta dimensi kreatif melalui karya digital
maupun seni Islami. Media pembelajaran bervariasi dari kitab suci, literatur klasik,
hingga media digital. Pada aspek evaluasi, guru menggunakan instrumen yang
beragam seperti jurnal ibadah, portofolio, rubrik kolaborasi, hingga karya kreatif
siswa. Bentuk penilaian bersifat autentik, reflektif, dan menyentuh kognitif, afektif,
serta psikomotor. Sekolah negeri cenderung menekankan evaluasi akademik
kontekstual, sedangkan sekolah Islam berbasis pondok menambahkan evaluasi
holistik yang mencakup kehidupan asrama dan pembiasaan spiritual
الدراسة المقارنة لجودة كتاب تعليم اللغة العربية بين إصدار وزارة الشؤون الدينية وإيرلانجا للفصل العاشر الثانوي على أساس نظرية ماكي(Mackey)
تنبع خلفية هذا البحث من التحول في دور المعلم من كونه مركز التعلم (التركيز على المعلم) إلى مجرد ميسّر، ومع ذلك فإنه لا يزال بحاجة إلى كتاب دراسي يعتمد عليه. إن وجود الكتاب المدرسي يساهم في حل مشكلة محدودية قدرات المعلمين في عملية التعليم داخل الفصل. كما أنّ الكتاب المدرسي يُستخدم لفهم خصائص الطلاب الفردية ومعالجتها بشكل مناسب، ويُساعد في التغلب على ضعف تحقيق الذات لدى الطلاب، حيث يمكنهم استكشاف المواد غير المفهومة بأنفسهم من خلال الكتاب. ومن جهة أخرى، فإنّ الكتاب المدرسي يُعد من الوسائل التعليمية التي لا يمكن فصلها عن المنهج الدراسي بالنظر إلى محتواه. وقد بيّن ويليام فرانسيس ماكي في كتابه تحليل تعليم اللغة الجوانب التي تُستخدم لتقييم جودة المادة التعليمية، وهي: جانب الاختيار، وجانب التدرّج، وجانب العرض، وجانب التكرار.
نوع هذا البحث هو بحث مكتبي، وهو سلسلة من الأنشطة المتعلقة بأساليب جمع البيانات من المصادر المكتبية، وقراءتها وتدوينها ومعالجتها، دون الحاجة إلى البحث الميداني.
أظهرت نتائج هذا البحث أن كتاب اللغة العربية للصف العاشر في المرحلة الثانوية الصادر عن وزارة الشؤون الدينية وكتاب إرلانجا كلاهما يفي بالمعايير حسب نظرية ماكي، من حيث جوانب الاختيار، والتدرّج، والعرض، والتكرار. لكل كتاب ميزات ونواقص في كل جانب. ففي جانب الاختيار، قدّم كتاب وزارة الشؤون الدينية مفردات أكثر من كتاب إرلانجا، بينما يتميز كتاب إرلانجا بالثبات في تكرار المفردات ضمن النصوص. وفي جانب التدرج، يوجد اختلاف في ترتيب المهارات؛ حيث يبدأ كتاب وزارة الشؤون الدينية بمهارة الاستماع، ثم القراءة، فالقواعد، فالمحادثة، ثم الكتابة، بينما يبدأ كتاب إرلانجا بالاستماع، فالمحادثة، فالقراءة، ثم الكتابة، وأخيراً التراكيب. وفي جانب العرض، يستخدم كتاب إرلانجا اللغة الإندونيسية بكثرة في تعليمات المواد والأسئلة، في حين يتميز كتاب وزارة الشؤون الدينية بالصور الملونة الجذابة. أما في جانب التكرار، فكلا الكتابين يحتويان على تدريبات في كل مهارة لغوية، مع فارق أن كتاب إرلانجا يحتوي على اختبارات شاملة في نهاية كل وحدة تغطي جميع المهارات
تحليل مواد التعليم فى كتاب العربية المفرحة لطلب مركز اللغات بجامعة أنتسارى الإسلامية الحكومية بنجرماسين = Analisis Bahan Ajar Buku al-Arabiyyah al Mufrihah Mahasiswa UPB UIN Antasari
Penelitian ini membahas tentang Analisis Bahan Ajar Buku al-Arabiyyah
al-Mufrihah Mahasiswa UPB UIN Antasari. Didapat sebagian perbedaan teori
dasar-dasar menyusun materi ajar Mahmud Kamil an-Naqah. Rumusan Masalah :
Bagaimana Materi ajar buku al-Arabiyyah al-Mufrihah dari aspek psikologi,
pendidikan, budaya, dan bahasa? Tujuan Penelitian : Mengetahui Materi ajar buku
al-Arabiyyah al-Mufrihah dari aspek psikologi, pendidikan, budaya, dan bahasa.
Jenis penelitian adalah kualitatif dengan melalui analisis isi dan pendekatan kajian
pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku al-‘Arabiyyah al-Mufriḥah
sangat sesuai dengan landasan penyusunan bahan ajar bahasa Arab menurut
Mahmud Kamil al-Naqah, dengan tingkat kesesuaian lebih dari 90% pada aspek
psikologis,
kultural,
pedagogis, dan linguistik. Hasil penelitian juga
memperlihatkan bahwa materi mampu mendukung motivasi belajar,
merefleksikan nilai-nilai budaya dan pendidikan yang jelas, serta selaras dengan
prinsip linguistik dalam kosakata, struktur, dan empat keterampilan berbahasa.
Namun demikian, terdapat beberapa catatan kecil seperti kurangnya konsistensi
prinsip bertahap di beberapa bagian dan adanya kesalahan teknis ringan (misalnya
harakat), tetapi hal ini tidak memengaruhi kelayakan buku sebagai bahan ajar di
tingkat perguruan tinggi. Penelitian ini juga menemukan beberapa hal baru di luar
teori Mahmud Kamil an-Naqah, yaitu adanya keterpaduan antara aspek budaya
dan psikologis dalam meningkatkan motivasi belajar, penerapan prinsip Task
Based Learning dan penggunaan media pembelajaran modern, serta adanya
gradasi linguistik yang menggabungkan pendekatan struktural dan komunikatif.
Temuan-temuan ini menjadi kontribusi baru bagi pengembangan teori penyusunan
bahan ajar bahasa Arab sesuai konteks pembelajaran di Indonesi
Analisis Implementasi Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Anak Tunagrahita Di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kota Banjarmasin
Pendidikan bagi anak tunagrahita membutuhkan pendekatan yang khas dan
adaptif mengingat keterbatasan intelektual yang dimiliki. Kurikulum Merdeka
hadir sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel,
kontekstual, dan berpihak pada peserta didik. Namun demikian, implementasinya
di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama
dalam penyusunan modul ajar serta penerapannya pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) yang menuntut pemahaman konseptual sekaligus praktikal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi modul ajar
Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI bab salat bagi siswa tunagrahita di
SMALB Kota Banjarmasin. Fokus analisis meliputi tiga aspek utama, yaitu
perencanaan dan pengembangan modul ajar oleh guru, penerapan metode dan
strategi pembelajaran, serta sistem asesmen capaian belajar siswa.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Subjek penelitian meliputi guru PAI dan kepala sekolah di tiga SMALB Kota
Banjarmasin, yakni SLB Negeri Pelambuan, SLB Negeri 2, dan SLB Negeri 3.
Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan sehingga diperoleh gambaran menyeluruh terkait implementasi
Kurikulum Merdeka di ketiga sekolah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan modul ajar telah sesuai
struktur Kurikulum Merdeka, namun masih perlu penyempurnaan dalam
penyederhanaan bahasa, diferensiasi materi, dan variasi media. Pelaksanaan
pembelajaran didominasi oleh metode praktik langsung dan demonstrasi yang
efektif bagi siswa tunagrahita, tetapi kurang didukung variasi media kreatif.
Asesmen sudah mencakup diagnostik, formatif, dan sumatif, namun masih
sederhana dan belum terdokumentasi secara sistematis, kecuali di SLB Negeri 3
yang relatif lebih baik. Dengan demikian, implementasi modul ajar Kurikulum
Merdeka pada pembelajaran PAI bab salat telah berjalan, meski masih perlu
penguatan agar lebih adaptif dan inklusif sesuai kebutuhan siswa tunagrahit
Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Siklus Pertanian Padi di Desa Pekauman Kecamatan Martapura Timur
Kota Martapura kaya akan tradisi dan cara dalam pengamalan ayat-ayat Al-
Qur'an, sebagian di antaranya digunakan untuk tujuan tertentu. Pembacaan ayatayat
Al-Qur'an
diterapkan
dalam
berbagai
aspek
kehidupan,
mulai
dari
pengobatan,
penglaris
dagangan, hingga pertanian. Hal ini juga berlaku di daerah terpencil
seperti Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, di mana masyarakat
meyakini bahwa membaca ayat-ayat Al-Qur'an memberikan manfaat dalam
kehidupan beragama mereka, termasuk dalam praktik pembacaan ayat-ayat AlQur'an
selama
siklus
pertanian
padi.
Penelitian ini mengkaji praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam
siklus pertanian padi di Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, dengan
fokus pada pemahaman tokoh agama, motivasi petani, dan relevansi ritual tersebut
dalam kehidupan masyarakat agraris. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode fenomenologi transendental, fungsionalisme struktural
(Bronislaw Malinowski), dan teori tindakan sosial Max Weber. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan petani, serta
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an
dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan sosial oleh tokoh agama, seperti Guru
Wahyiddin dan Guru Fakhruzzaini, yang menekankan makna ayat-ayat seperti
Surah Al-Waqi’ah (63-64) sebagai pengakuan akan kehendak Allah dalam
pertanian. Motivasi petani meliputi aspek spiritual (tawakal, doa), psikologis,
ketenangan, harapan, dan sosial solidaritas komunitas. Pengamalan ini juga
berfungsi sebagai mekanisme adaptasi terhadap ketidakpastian alam dan
memperkuat nilai-nilai kolektif. Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam siklus
pertanian padi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan praktik living Qur’an yang
mengintegrasikan nilai agama, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini berkonstribusi
terhadap pelestarian tradisi sebagai bagian dari kearifan lokal serta penguatan
pemahaman keagamaan yang kontekstual bagi petani
Peran UKM Perternakan Bebek dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tambak Danau
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya usaha yang dapat dijalankan oleh
sebagian masyarakat secara kecil maupun besar (UKM) di Desa Tambak Danau
Kabupaten Banjar, yakni peternakan bebek untuk mendapatkan suatu penghasilan
untuk memenuhi segala kebutuhan hidup mereka. Peternak bebek memanfaatkan
daging dan telurnya untuk dijual agar hidup mereka lebih sejahtera. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui peran UKM peternakan bebek di Desa Tambak
Danau dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tambak Danau sebelum
dan sesudah memiliki UKM peternakan bebek.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan
kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peternak bebek dan pihak yang terlibat
dalam peternakan bebek. Objek dalam penelitian ini adalah peran UKM peternakan
bebek dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di di Desa Tambak Danau
dibanding sebelum memiliki UKM peternakan bebek. Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, UKM peternakan bebek di
Desa Tambak Danau sangat memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi
masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang memiliki
UKM peternakan bebek untuk menambah penghasilannya baik sebagai usaha
pokok maupun usaha sampingan. Juga membuka peluang usaha atau lapangan kerja
bagi masyarakat sekitarnya. Kedua, terdapat peningkatan kesejahteraan masyarakat
Desa Tambak Danau dibanding sebelumnya, misalnya masyarakat dapat
membangun rumah semi permanen dengan fasilitas yang lengkap, pendapatan
masyarakat dapat mencapai level yang tinggi, kesehatan masyarakat membaik,
dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, akses
layanan kesehatan mudah dan memiliki fasilitas transportasi