IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Implementasi Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Pengumpulan Zakat Melalui Baznas di Lingkungan Pengadilan Agama Di Wilayah Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Zakat profesi merupakan bagian dari objek zakat kontemporer yang telah mendapat perhatian dalam regulasi nasional maupun kelembagaan, seperti Peraturan Menteri Agama, Peraturan Daerah, dan Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung (SE SEKMA) Nomor 6 Tahun 2023. Namun, implementasi kebijakan zakat profesi di lingkungan ASN, khususnya di peradilan agama, belum berjalan optimal karena perbedaan pemahaman fiqhiyah, hambatan administratif, serta ketidakharmonisan regulatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan yang meliputi 13 Pengadilan Agama dan 1 Pengadilan Tinggi Agama, menggunakan pendekatan normatif-empiris melalui studi kepustakaan, dokumentasi hukum, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ASN memiliki penghasilan bruto di atas Rp7.000.000, sehingga memenuhi syarat wajib zakat menurut nisab zakat profesi. Namun, terdapat perdebatan dalam praktik karena sebagian ASN lebih memilih pendekatan netto dalam menghitung zakat, yakni setelah dikurangi pajak dan kebutuhan pokok. Di sisi lain, implementasi SE SEKMA No. 6 Tahun 2023 terbentur pada lemahnya koordinasi dengan BAZNAS daerah, kurangnya sosialisasi teknis, serta belum adanya ketentuan eksplisit dalam regulasi lokal mengenai mekanisme pemotongan otomatis. Temuan ini menunjukkan adanya disharmoni antara regulasi pusat dan daerah. Analisis dengan Teori Kolaborasi Antar-Lembaga (Barbara Gray) menunjukkan bahwa ketiadaan mekanisme koordinasi struktural antara Mahkamah Agung, peradilan agama, dan BAZNAS menjadi faktor penghambat utama implementasi kebijakan. Sedangkan berdasarkan Teori Kepatuhan (Herbert C. Kelman), mayoritas ASN menunjukkan kepatuhan bersifat identification—yakni tunduk karena dorongan struktural dan keteladanan pimpinan—dan belum mencapai tahapan internalisasi. Padahal secara fiqh, terutama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang dominan di wilayah ini, zakat profesi telah diakui sebagai kewajiban. Namun persepsi bahwa zakat lebih afdhal disalurkan langsung kepada mustahik masih kuat, mengindikasikan belum optimalnya legitimasi sistem distribusi formal. Dengan demikian, reformulasi kebijakan zakat profesi sangat diperlukan, baik dari segi substansi hukum maupun strategi pelaksanaan. Penguatan komunikasi antar-lembaga, edukasi zakat berbasis nilai, serta standardisasi mekanisme pemotongan zakat berbasis penghasilan netto menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan regulasi zakat profesi di lingkungan ASN peradilan agam

    Jihad Dan Ahimsa Sebagai Etika Perjuangan (Studi Komparatif Pemikiran Fazlur Rahman Dan Mahatma Gandhi)

    Get PDF
    Studi ini mengkaji tentang kekerasan atas nama agama, yaitu mereka yang melakukan aksi kekerasan ini mengatasnamakan perbuatannya sebagai bentuk perjuangan jihad. Jihad merupakan salah satu ajaran Islam yang paling sering disalahpahami maknanya khususnya semenjak adanya aksi terorisme dengan atas agama Islam. Tujuan dari penelitian ini berupaya untuk menghindari kekerasan dan berada dalam jihad yang benar, sehingga tidak ada lagi pembenaran terhadap aksi kekerasan yang mengatasnamakan jihad atau agama Islam. Dalam penelitian ini data diperoleh dengan dengan memaparkan jihad dalam metode Fazlur Rahman dan ahimsa dari pemikiran Mahatma Gandhi. Kemudian diuraikan dengan membandingkan antara metode Fazlur Rahman dan pemikiran Mahatma Gandhi, sehingga dapat diketahui hubungan dan persamaan antara satu sama lain. Dengan mengaplikasikan metode Fazlur Rahman terhadap jihad dapat memberikan pemahaman bahwa, jihad adalah perjuangan dimulai dengan cara yang damai seperti dialog dan dakwah dengan menyesuaikan keadaan umat muslim. Jihad dalam bentuk ini adalah perjuangan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai dengan menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia. Konsep ahimsa yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi dapat dimaknai sebagai sebuah perjuangan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai konteks untuk mewujudkan tatanan kehidupan ideal yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Kedua tokoh ini telah memberikan pemahaman yang mengarahkan kepada ideal moral, yaitu menjadikan perjuangan dengan menekankan nilai etika yang meliputi keadilan, kedamaian, dan kemerdekaan. Kedua konsep tokoh ini berasal dari sumber ajaran yang berbeda, yaitu Fazlur Rahman dari ajaran agama Islam dan Mahatma Gandhi dari ajaran agama Hindu. Metode dari Fazlur Rahman yaitu dengan menggunakan pendekatan sosio historis telah membantu memaparkan konsep jihad dan mampu menghubungkannya dengan pemikiran dari Mahatma gandhi, karena kedua hal ini sejalan dan tidak bertentangan satu sama lain. Gagasan pemikiran Mahatma Gandhi dapat kita jadikan sebagai suatu perspektif dan solusi terhadap isu jihad, sekaligus memberikan landasan etis sebelum melaksanakannya. Ahimsa dan satyagraha merupakan salah satu pendekatan terbaik yang perlu diterapkan oleh seluruh umat manusia di bumi. Dengan mengedepankan nilai sosial, kemanusiaan, kebenaran, dan kepedulian, diharapkan setiap individu di dunia ini dapat merasakan kedamaian dalam diri masing-masing

    Pengaruh Green Product dan Label Halal terhadap Keputusan Pembelian Mie Instan di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek kesehatan dan kehalalan yang harus diperhatikan sebelum membeli suatu produk makanan. Namun masih terdapat pertanyaan mengenai sejauh mana pengaruh green product dan label halal terhadap keputusan pembelian di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh green product dan label halal baik secara simultan maupun parsial terhadap keputusan pembelian mie instan di Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dimana peneliti langsung ke lapangan untuk mencari data. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampelnya dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial masing-masing variabel green product dan label halal memiliki pengaruh yang signifikan. Variabel green product memiliki nilai thitung sebesar 4,561 lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1,6606 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Variabel label halal memiliki nilai thitung sebesar 4,684 lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1,6606 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa green product dan label halal secara individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sehingga Ha diterima. Selain itu, variabel green product dan label halal secara simultan memiliki nilai fhitung sebesar 71,43609 lebih besar dari nilai ftabel yaitu 2,3702 dan nilai probabiltas signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa green product dan label halal secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sehingga Ha diterim

    Implementasi Pendidikan Enam Dimensi Karakter Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran PAI di SMA Kota Pangkalan Bun

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan karakter di tengah tantangan globalisasi, arus informasi digital, dan kemerosotan nilai-nilai moral generasi muda. Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter pelajar, terutama melalui implementasi pendidikan enam dimensi karakter profil pelajar Pancasila dalam setiap aspek pembelajaran PAI. Enam dimensi tersebut meliputi: (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) berkebhinekaan global; (3) bergotong royong; (4) bernalar kritis; (5) mandiri; dan (6) kreatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, mengeksplorasi pelaksanaan, serta mengidentifikasi evaluasi pendidikan enam dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Kota Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif di tiga SMA, yakni SMAN 1 sebagai sekolah unggulan, SMAN 3 Pangkalan Bun sebagai sekolah penggerak, dan SMAS Islam Al-Hasyimiyyah Pangkalan Bun sebagai sekolah swasta berbasis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan, guru PAI merumuskan tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang terintegrasi dengan enam dimensi karakter. Tujuan pembelajaran diarahkan tidak hanya pada capaian kognitif, tetapi juga pembiasaan sikap dan akhlak. Materi disusun integratif, metode dipilih variatif (pembiasaan, diskusi, studi kasus, proyek), dan evaluasi dirancang autentik melalui rubrik, jurnal refleksi, serta portofolio. Pada aspek pelaksanaan, pembelajaran PAI berjalan aktif dan kontekstual. Dimensi religius ditekankan melalui pembiasaan ibadah dan teladan guru, dimensi kebhinekaan melalui dialog toleransi dan khilafiyah, dimensi gotong royong lewat kerja kelompok dan proyek sosial, dimensi kritis melalui diskusi dan analisis isu aktual, dimensi mandiri melalui penugasan individu dan refleksi, serta dimensi kreatif melalui karya digital maupun seni Islami. Media pembelajaran bervariasi dari kitab suci, literatur klasik, hingga media digital. Pada aspek evaluasi, guru menggunakan instrumen yang beragam seperti jurnal ibadah, portofolio, rubrik kolaborasi, hingga karya kreatif siswa. Bentuk penilaian bersifat autentik, reflektif, dan menyentuh kognitif, afektif, serta psikomotor. Sekolah negeri cenderung menekankan evaluasi akademik kontekstual, sedangkan sekolah Islam berbasis pondok menambahkan evaluasi holistik yang mencakup kehidupan asrama dan pembiasaan spiritual

    الدراسة المقارنة لجودة كتاب تعليم اللغة العربية بين إصدار وزارة الشؤون الدينية وإيرلانجا للفصل العاشر الثانوي على أساس نظرية ماكي(Mackey)

    Get PDF
    تنبع خلفية هذا البحث من التحول في دور المعلم من كونه مركز التعلم (التركيز على المعلم) إلى مجرد ميسّر، ومع ذلك فإنه لا يزال بحاجة إلى كتاب دراسي يعتمد عليه. إن وجود الكتاب المدرسي يساهم في حل مشكلة محدودية قدرات المعلمين في عملية التعليم داخل الفصل. كما أنّ الكتاب المدرسي يُستخدم لفهم خصائص الطلاب الفردية ومعالجتها بشكل مناسب، ويُساعد في التغلب على ضعف تحقيق الذات لدى الطلاب، حيث يمكنهم استكشاف المواد غير المفهومة بأنفسهم من خلال الكتاب. ومن جهة أخرى، فإنّ الكتاب المدرسي يُعد من الوسائل التعليمية التي لا يمكن فصلها عن المنهج الدراسي بالنظر إلى محتواه. وقد بيّن ويليام فرانسيس ماكي في كتابه تحليل تعليم اللغة الجوانب التي تُستخدم لتقييم جودة المادة التعليمية، وهي: جانب الاختيار، وجانب التدرّج، وجانب العرض، وجانب التكرار. نوع هذا البحث هو بحث مكتبي، وهو سلسلة من الأنشطة المتعلقة بأساليب جمع البيانات من المصادر المكتبية، وقراءتها وتدوينها ومعالجتها، دون الحاجة إلى البحث الميداني. أظهرت نتائج هذا البحث أن كتاب اللغة العربية للصف العاشر في المرحلة الثانوية الصادر عن وزارة الشؤون الدينية وكتاب إرلانجا كلاهما يفي بالمعايير حسب نظرية ماكي، من حيث جوانب الاختيار، والتدرّج، والعرض، والتكرار. لكل كتاب ميزات ونواقص في كل جانب. ففي جانب الاختيار، قدّم كتاب وزارة الشؤون الدينية مفردات أكثر من كتاب إرلانجا، بينما يتميز كتاب إرلانجا بالثبات في تكرار المفردات ضمن النصوص. وفي جانب التدرج، يوجد اختلاف في ترتيب المهارات؛ حيث يبدأ كتاب وزارة الشؤون الدينية بمهارة الاستماع، ثم القراءة، فالقواعد، فالمحادثة، ثم الكتابة، بينما يبدأ كتاب إرلانجا بالاستماع، فالمحادثة، فالقراءة، ثم الكتابة، وأخيراً التراكيب. وفي جانب العرض، يستخدم كتاب إرلانجا اللغة الإندونيسية بكثرة في تعليمات المواد والأسئلة، في حين يتميز كتاب وزارة الشؤون الدينية بالصور الملونة الجذابة. أما في جانب التكرار، فكلا الكتابين يحتويان على تدريبات في كل مهارة لغوية، مع فارق أن كتاب إرلانجا يحتوي على اختبارات شاملة في نهاية كل وحدة تغطي جميع المهارات

    تحليل مواد التعليم فى كتاب العربية المفرحة لطلب مركز اللغات بجامعة أنتسارى الإسلامية الحكومية بنجرماسين = Analisis Bahan Ajar Buku al-Arabiyyah al Mufrihah Mahasiswa UPB UIN Antasari

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang Analisis Bahan Ajar Buku al-Arabiyyah al-Mufrihah Mahasiswa UPB UIN Antasari. Didapat sebagian perbedaan teori dasar-dasar menyusun materi ajar Mahmud Kamil an-Naqah. Rumusan Masalah : Bagaimana Materi ajar buku al-Arabiyyah al-Mufrihah dari aspek psikologi, pendidikan, budaya, dan bahasa? Tujuan Penelitian : Mengetahui Materi ajar buku al-Arabiyyah al-Mufrihah dari aspek psikologi, pendidikan, budaya, dan bahasa. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan melalui analisis isi dan pendekatan kajian pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku al-‘Arabiyyah al-Mufriḥah sangat sesuai dengan landasan penyusunan bahan ajar bahasa Arab menurut Mahmud Kamil al-Naqah, dengan tingkat kesesuaian lebih dari 90% pada aspek psikologis, kultural, pedagogis, dan linguistik. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa materi mampu mendukung motivasi belajar, merefleksikan nilai-nilai budaya dan pendidikan yang jelas, serta selaras dengan prinsip linguistik dalam kosakata, struktur, dan empat keterampilan berbahasa. Namun demikian, terdapat beberapa catatan kecil seperti kurangnya konsistensi prinsip bertahap di beberapa bagian dan adanya kesalahan teknis ringan (misalnya harakat), tetapi hal ini tidak memengaruhi kelayakan buku sebagai bahan ajar di tingkat perguruan tinggi. Penelitian ini juga menemukan beberapa hal baru di luar teori Mahmud Kamil an-Naqah, yaitu adanya keterpaduan antara aspek budaya dan psikologis dalam meningkatkan motivasi belajar, penerapan prinsip Task Based Learning dan penggunaan media pembelajaran modern, serta adanya gradasi linguistik yang menggabungkan pendekatan struktural dan komunikatif. Temuan-temuan ini menjadi kontribusi baru bagi pengembangan teori penyusunan bahan ajar bahasa Arab sesuai konteks pembelajaran di Indonesi

    Implementing Deep Learning in EFL through Community Language Learning

    Get PDF

    Analisis Implementasi Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Anak Tunagrahita Di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pendidikan bagi anak tunagrahita membutuhkan pendekatan yang khas dan adaptif mengingat keterbatasan intelektual yang dimiliki. Kurikulum Merdeka hadir sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpihak pada peserta didik. Namun demikian, implementasinya di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyusunan modul ajar serta penerapannya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut pemahaman konseptual sekaligus praktikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi modul ajar Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI bab salat bagi siswa tunagrahita di SMALB Kota Banjarmasin. Fokus analisis meliputi tiga aspek utama, yaitu perencanaan dan pengembangan modul ajar oleh guru, penerapan metode dan strategi pembelajaran, serta sistem asesmen capaian belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI dan kepala sekolah di tiga SMALB Kota Banjarmasin, yakni SLB Negeri Pelambuan, SLB Negeri 2, dan SLB Negeri 3. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh gambaran menyeluruh terkait implementasi Kurikulum Merdeka di ketiga sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan modul ajar telah sesuai struktur Kurikulum Merdeka, namun masih perlu penyempurnaan dalam penyederhanaan bahasa, diferensiasi materi, dan variasi media. Pelaksanaan pembelajaran didominasi oleh metode praktik langsung dan demonstrasi yang efektif bagi siswa tunagrahita, tetapi kurang didukung variasi media kreatif. Asesmen sudah mencakup diagnostik, formatif, dan sumatif, namun masih sederhana dan belum terdokumentasi secara sistematis, kecuali di SLB Negeri 3 yang relatif lebih baik. Dengan demikian, implementasi modul ajar Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI bab salat telah berjalan, meski masih perlu penguatan agar lebih adaptif dan inklusif sesuai kebutuhan siswa tunagrahit

    Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Siklus Pertanian Padi di Desa Pekauman Kecamatan Martapura Timur

    Get PDF
    Kota Martapura kaya akan tradisi dan cara dalam pengamalan ayat-ayat Al- Qur'an, sebagian di antaranya digunakan untuk tujuan tertentu. Pembacaan ayatayat Al-Qur'an diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengobatan, penglaris dagangan, hingga pertanian. Hal ini juga berlaku di daerah terpencil seperti Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, di mana masyarakat meyakini bahwa membaca ayat-ayat Al-Qur'an memberikan manfaat dalam kehidupan beragama mereka, termasuk dalam praktik pembacaan ayat-ayat AlQur'an selama siklus pertanian padi. Penelitian ini mengkaji praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam siklus pertanian padi di Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, dengan fokus pada pemahaman tokoh agama, motivasi petani, dan relevansi ritual tersebut dalam kehidupan masyarakat agraris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental, fungsionalisme struktural (Bronislaw Malinowski), dan teori tindakan sosial Max Weber. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan petani, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan sosial oleh tokoh agama, seperti Guru Wahyiddin dan Guru Fakhruzzaini, yang menekankan makna ayat-ayat seperti Surah Al-Waqi’ah (63-64) sebagai pengakuan akan kehendak Allah dalam pertanian. Motivasi petani meliputi aspek spiritual (tawakal, doa), psikologis, ketenangan, harapan, dan sosial solidaritas komunitas. Pengamalan ini juga berfungsi sebagai mekanisme adaptasi terhadap ketidakpastian alam dan memperkuat nilai-nilai kolektif. Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam siklus pertanian padi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan praktik living Qur’an yang mengintegrasikan nilai agama, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini berkonstribusi terhadap pelestarian tradisi sebagai bagian dari kearifan lokal serta penguatan pemahaman keagamaan yang kontekstual bagi petani

    Peran UKM Perternakan Bebek dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tambak Danau

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya usaha yang dapat dijalankan oleh sebagian masyarakat secara kecil maupun besar (UKM) di Desa Tambak Danau Kabupaten Banjar, yakni peternakan bebek untuk mendapatkan suatu penghasilan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup mereka. Peternak bebek memanfaatkan daging dan telurnya untuk dijual agar hidup mereka lebih sejahtera. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran UKM peternakan bebek di Desa Tambak Danau dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tambak Danau sebelum dan sesudah memiliki UKM peternakan bebek. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peternak bebek dan pihak yang terlibat dalam peternakan bebek. Objek dalam penelitian ini adalah peran UKM peternakan bebek dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di di Desa Tambak Danau dibanding sebelum memiliki UKM peternakan bebek. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, UKM peternakan bebek di Desa Tambak Danau sangat memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang memiliki UKM peternakan bebek untuk menambah penghasilannya baik sebagai usaha pokok maupun usaha sampingan. Juga membuka peluang usaha atau lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya. Kedua, terdapat peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tambak Danau dibanding sebelumnya, misalnya masyarakat dapat membangun rumah semi permanen dengan fasilitas yang lengkap, pendapatan masyarakat dapat mencapai level yang tinggi, kesehatan masyarakat membaik, dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, akses layanan kesehatan mudah dan memiliki fasilitas transportasi

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇