IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Beban Kerja Pegawai di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISPERDAGIN) Kota Banjarmasin
Beban kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan
kesejahteraan pegawai. Salah satu aspek yang memengaruhi persepsi terhadap
beban kerja adalah work-life balance, yaitu kemampuan individu dalam
menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance terhadap beban kerja
pegawai.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel
penelitian berjumlah 67 pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota
Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Work-Life Balance
dan Skala Beban Kerja, serta dianalisis dengan uji regresi linear sederhana
menggunakan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh
signifikan terhadap beban kerja, dengan nilai t hitung sebesar 2,148 dan signifikansi
0,035 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,066 mengindikasikan
bahwa work-life balance memberikan kontribusi sebesar 6,6% terhadap beban
kerja
Gaya Bahasa Dakwah Gus Iqdam dalam Channel YouTube Gus Iqdam Official
Penelitian ini dilatarbelakangi dari dakwah Gus Muhammad Iqdam yang
masyhur di berbagai lapisan masyarakat Jawa Timur khususnya daerah Blitar dan
sekitarnya. Terkenalnya dakwah beliau karena tidak hanya dilakukan secara
langsung, melainkan juga disiarkan melalui Channel YouTube Gus Iqdam Official.
Banyak penonton dari berbagai daerah menyukai dakwah beliau melalui YouTube
karena gaya bahasa yang digunakan menarik dan variatif serta mudah untuk
dipahami oleh masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa dakwah Gus
Muhammad Iqdam di Channel YouTube Gus Iqdam Official.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif.
Subjek penelitian adalah video Gus Muhammad Iqdam dengan objek penelitian
yakni gaya bahasa yang digunakan beliau pada Channel YouTube Gus Iqdam
Official. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi dianalisis
dengan teknik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan oleh Gus
Muhammad Iqdam di Channel YouTube Gus Iqdam Official ada tiga. Pertama,
gaya bahasa berdasarkan pilihan kata, yakni gaya bahasa resmi, tidak resmi dan
percakapan. Kedua, gaya bahasa berdasarkan nada, yakni gaya bahasa sederhana,
mulia dan bertenaga, serta menengah. Ketiga, gaya bahasa berdasarkan struktur
kalimat, yakni gaya bahasa klimaks, paralelisme, antithesis, dan repetisi. Gaya
bahasa ini ada pada setiap dakwah beliau meskipun secara menyeluruh tidak semua
gaya bahasa digunakan. Gaya bahasa yang digunakan ditambah dengan cara beliau
berdakwah menambah kesan positif terhadap apa yang disampaikan, sehingga
wajar ketika masyarakat menyukai dakwah belia
Strategi Dakwah Guru KH. Muhammad Bakhiet Melalui Channel Youtube Bengkel Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap strategi
dakwah yang dilakukan oleh Guru Kh. Muhammad Bakhiet melalui media
YouTube, khususnya pada akun Bengkel Islam. Media digital seperti YouTube
telah menjadi salah satu sarana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan
keagamaan kepada masyarakat luas, sehingga penting untuk memahami strategi
dakwah yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi
dakwah yang digunakan oleh Guru KH. Muhammad Bakhiet dalam
menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui akun Bengkel Islam, serta faktor
pendukung strategi dakwah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library
research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai
sumber, termasuk video dakwah yang diunggah pada akun Bengkel Islam, buku,
artikel, dan jurnal yang relevan. Analisis data dilakukan dengan deskriptif melalui
reduksi, penyajian dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa strategi dakwah
Guru K.H. Muhammad Bakhiet di Channel YouTube Bengkel Islam. Pertama
strategi sentimental, dilakukan dengan memberikan motivasi kepada jemaah.
Kedua, strategi rasional, dilakukan dengan membuat jemaah berpikir dan
merenung atas fenomena kehidupan. Ketiga strategi indrawi, dilakukan dengan
menceritakan kisah pada masa Nabi dan para sahabat. Ada beberapa faktor yang
mendukung strategi dakwah yang disampaikan oleh Guru KH. Muhammad
Bakhiet pada Channel YouTube Bengkel Islam. Pertama, kepribadian da‘i yang
mencerminkan akhlak Islami, keteladanan, dan integritas yang tinggi. Kedua,
pemahaman terhadap konteks sosial budaya lokal, khususnya budaya Banjar.
Ketuga, Pemanfaatan media digital, khususnya platform YouTube. Keempat,
Kesesuaian metode dakwah dengan karakteristik mad‘u, menggunakan
pendekatan bil hikmah dan mau’izhah hasanah
Reformulasi Pengaturan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018
Penelitian ini dilatarbelakangi tindak pidana korupsi sebagai kejahatan luar
biasa yang berdampak sistemik terhadap stabilitas nasional, kesejahteraan sosial,
dan integritas pemerintahan. Upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung
pada lembaga penegak hukum, tetapi juga menuntut partisipasi aktif masyarakat.
Pada era digital, media sosial menjadi salah satu saluran efektif bagi masyarakat
untuk melaporkan dugaan korupsi secara cepat dan luas. Namun, belum terdapat
kepastian hukum yang eksplisit mengenai legalitas pelaporan tindak pidana korupsi
melalui media sosial. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai
perlindungan hukum terhadap pelapor yang menggunakan media sosial sebagai
sarana pengaduan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi pelaporan tindak
pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun
2018 serta mengkaji legalitas pelaporan melalui media sosial dalam konteks
perlindungan hukum bagi pelapor. Dengan mengangkat kasus-kasus viral seperti
Rafael Alun, penelitian ini mencoba membaca realitas partisipasi digital
masyarakat dan signifikansinya terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
berbasis studi kepustakaan (library research), dengan pendekatan perundang-
undangan. Data diperoleh dari buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, serta
unggahan dan informasi dari media sosial seperti X (Twitter) dan Instagram yang
relevan dengan objek penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif
terhadap dokumen hukum dan konten digital yang menjadi objek kajian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan melalui media sosial dapat
dipahami sebagai bagian dari peran serta masyarakat sebagaimana diatur dalam PP
No. 43 Tahun 2018. Akan tetapi, media sosial sebagai medium pelaporan belum
memperoleh legitimasi hukum secara eksplisit, sehingga pelapor masih berpotensi
berhadapan dengan risiko hukum lain, seperti pencemaran nama baik atau
pelanggaran privasi. Oleh karena itu, diperlukan formulasi hukum yang tegas dan
adaptif guna melindungi pelapor yang bertindak demi kepentingan publik dalam
konteks digita
Efektivitas Peran Mediator Non Hakim dalam Membantu Menyelesaikan Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peran mediator non
hakim dalam menyelesaikan perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Banjarbaru
serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan
mediasi tersebut. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya angka
perceraian serta pentingnya peran mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa
secara damai dan efisien. Terlebih, Pengadilan Agama Banjarbaru memperoleh
penghargaan dari Mahkamah Agung RI pada tahun 2024 sebagai peringkat pertama
dalam penanganan mediasi pada kategori pengadilan agama dengan beban perkara
1001–2500.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yang menitikberatkan
pada studi terhadap hukum sebagai perilaku nyata di masyarakat. Data diperoleh
melalui wawancara langsung dengan mediator non hakim, hakim, dan pihak yang
berperkara, serta observasi terhadap proses mediasi di Pengadilan Agama
Banjarbaru. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis
dan menggunakan teori efektivitas hukum dari Soerjono Soekanto sebagai
landasan teoritik, yang menekankan lima faktor utama penentu keberhasilan
hukum: substansi hukum, penegak hukum, sarana dan prasarana, masyarakat, dan
budaya hukum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mediator non hakim tergolong
efektif dalam menyelesaikan perkara cerai gugat, ditandai dengan beberapa
keberhasilan mediasi yang menghasilkan perdamaian tanpa putusan hakim. Faktor
pendukung antara lain adalah keterampilan mediator, dukungan kelembagaan, dan
fasilitas pengadilan. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya
kesadaran hukum masyarakat, sikap kurang kooperatif para pihak, dan
keterbatasan waktu mediasi. Penelitian ini menegaskan bahwa mediasi oleh
mediator non hakim dapat menjadi solusi alternatif yang konstruktif dalam
penyelesaian
Kinerja Kepala Desa Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) (Studi Pada Pemerintahan Desa Muara Tupuh)
Negara Kesatuan Republik Indonesia menjunjung tinggi prinsip otonomi
daerah sebagai strategi pemerintahan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada
masyarakat, termasuk di tingkat desa sebagai unit pemerintahan terkecil. Desa,
yang sering dikaitkan dengan masyarakat adat, memiliki peran strategis dalam
pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang berlandaskan demokrasi
dan kearifan lokal. Dalam konteks good governance, tata kelola pemerintahan desa
harus mencerminkan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam seperti maslahat dan maqashid
syariah. Pemerintah desa, termasuk Kepala Desa dan aparatnya, memiliki amanah
besar dalam mengelola dana dan pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Hal ini
menuntut kepemimpinan yang adil, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi,
sebagaimana tercermin dalam ajaran Islam dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Studi kasus di Desa Muara Tupuh menunjukkan bahwa pelaksanaan good
governance masih menghadapi berbagai tantangan infrastruktur dan pelayanan
publik yang belum optimal, sehingga diperlukan strategi kolaboratif antara
pemerintah desa dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang merata
dan berkeadilan.Peran kepala desa di Desa Muara Tupuh memiliki implikasi yang
sangat besar dalam menentukan kebijakan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Sebagai pemimpin pemerintahan desa, kepala desa bertanggung jawab atas
berbagai aspek yang berhubungan langsung dengan masyarakat, seperti
penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan
ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan warga. Keberhasilan pembangunan desa
sangat bergantung pada efektivitas peran kepala desa dalam mengelola sumber daya,
menyusun kebijakan yang tepat, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak,
termasuk masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pemerintah
daerah.
Konsep good governance, yang selaras dengan prinsip-prinsip fikih siyasah
Islam, mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan
bermaslahat, terutama dalam konteks lokal seperti di Desa Muara Tupuh. Tata
kelola desa yang baik tidak hanya bergantung pada struktur formal, tetapi juga pada
keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan, serta komitmen bersama untuk menciptakan pemerintahan desa
yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan kolekti
Problematika rumah tangga oleh kepala keluarga pemadat (Studi kasus di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kelurahan Kuin Selatan dan Kelurahan Kuin Utara)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seorang suami yang menjadi pribadi
pemadat yang mengakibatkan gangguan yang terjadi dalam keluarga yaitu keluarga
tidak bisa hidup harmonis lagi karena sudah tidak ada lagi rasa peduli terhadap
kesejahteraan keluarga tetapi sudah terpusat pada kebutuhan pribadinya untuk
mengkonsumsi minuman keras, narkoba, narkotika dan hal-hal lainnya hal ini yang
dialami oleh pasangan di tiga kelurahan yaitu kelurahan Kuin Cerucuk, Kelurahan
Kuin Selatan dan Kelurahan Kuin Utara, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran problematika dan dampak kehidupan rumah tangga oleh kepala keluarga
pemadat..
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
yuridis sosiologis. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 pasangan yang kepala
keluarga pemadat dan objek dalam penelitian ini adalah gambaran problematika
kehidupan rumah tangga. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan
dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran problematika kehidupan
rumah tangga kepala keluarga pemadat yang dialami oleh ketiga pasangan suami
istri di kelurahan Kuin Cerucuk, Kelurahan Kuin Selatan dan Kelurahan Kuin Utara
terlihat dari hak seorang istri yang tidak dapat dipenuhi kepala keluarga dilihat dari
kewajiban seorang suami untuk memberikan nafkah dan pakaian yang layak,
mengajarkan ilmu agama. Menasihati dengan cara yang baik. Kehidupan rumah
tangga yang terjadi malah sering mengalami perkelahian dan suami sering marah
dan lalai akan tanggung jawabnya kepada istri. Kemudian dampak dari
problematika rumah tangga kepala keluarga pemadat menyebabkan sering
terjadinya pertengkaran, permasalahan ekonomi, hak seorang istri dan kewajiban
seorang suami tidak terjalankan dengan baik bahkan hingga perceraian. Tujuan
perkawinan yang seharusnya menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan
rahmah berakhir dengan perselisihan terus menerus. Kepala keluarga pemadat ini
merupakan sering konsumsi minuman keras, narkoba, narkotika yang sangat
banyak dampak bahayanya bagi kesehatan, jasmani maupun rohani tidak hanya
dampak bagi diri sendiri melainkan juga berdampak pada kehidupan rumah tangga
serta pola pikir anak dan mengenai psikologis terhadap ana
Dampak Inovasi Pengadilan Agama Kandangan dalam Perkara Dispensasi Kawin terhadap Masyarakat Hulu Sungai Selatan
Pengadilan Agama Kandangan mempunyai banyak program inovasi, satu
satunya program inovasi dalam dispensasi kawin adalah konseling psikologis
dispensasi kawin (Kopi Diska), dengan inovasi tersebut harapannya akan menekan
tingginya laju perkawinan anak, sejalan Perma Nomor 5 Tahun 2019 tentang
pedoman mengadili dispensasi kawin, tujuan awal adanya Kopi Diska guna
melindungi hak-hak perempuan dan anak, namun nyatanya diterapkannya kopi diska
justru meningkatkan jumlah perkawinan anak secara sirri, sehingga masyarakat tidak
terlindungi secara hukum, hak-haknya diabaikan.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum lapangan bersifat kualitatif,
Penelitian lapangan yang menggali permasalahan melalui informan langsung dari
Pengadilan Agama Kandangan dan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan
mengenai dampak Inovasi Kopi Diska di Pengadilan Agama Kandangan sehingga
diketahui sejauh mana perlindungan hukum bagi anak dan perempuan telah atau
belum dicapai.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah diberlakukannya kebijakan
Inovasi Kopi Diska berupa konseling yang bekerjasama dengan Puspaga Rakat
Mufakat, terdapat 3 (tiga) hal yang menjadi dampak dari pemberlakuan inovasi
tersebut, yakni 1) berkurangnya accees to justice masyarakat Hulu Sungai Selatan
dalam mengakses keadilan pada perkara Dispensasi Kawin, 2) Meningkatnya
perkawinan anak sirri di Hulu Sungai Selatan, 3) Meningkatnya pengetahuan
masyarakat Hulu Sungai Selatan terhadap perkawinan anak. Poin pertama dan kedua
dampak tersebut menyebabkan perlindungan hukum terhadap anak belum tercapai
karena keengganan masyarakat mengakses keadilan sehingga nikah sirri anak
meningkat, sementara indikator pengetahuan masyarakat yang meningkat (dampak
ketiga) dalam perkawinan anak hanya sebatas pada masyarakat tertentu saja
Kontribusi Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT Masada Jaya Lines
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat motivasi kerja dan
kinerja karyawan, serta menganalisis kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan di PT Masada Jaya Lines Banjarmasin. Motivasi kerja dapat berarti dorongan
internal maupun eksternal yang membangkitkan semangat, mengarahkan tindakan, dan
meningkatkan komitmen individu untuk mencapai tujuan. Sedangkan kinerja
karyawan berarti hasil kerja individu dalam suatu organisasi yang mencakup kualitas
dan kuantitas pekerjaan yang dicapai.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan skala
pengukuran motivasi kerja berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, dan
kinerja karyawan mengacu pada indikator yang dikembangkan oleh Koopmans.
Instrumen penelitian terdiri atas 12 item untuk motivasi kerja dan 18 item untuk kinerja
karyawan. Dari total 71 karyawan di PT Masada Jaya Lines Banjarmasin, diambil
sampel sebanyak 61 karyawan sebagai responden dalam penelitian ini.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 70,5% karyawan memiliki
kategori motivasi kerja tinggi dan 62,3% memiliki kinerja tinggi. Analisis regresi linear
sederhana menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menandakan bahwa
motivasi kerja berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai
koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa motivasi kerja berkontribusi sebesar
21,7% terhadap variasi kinerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain
Wakaf Saham di Pasar Modal Syariah (Studi Terhadap Keuangan Syariah Kontemporer)
Penelitian ini menganalisis wakaf saham sebagai inovasi instrumen
keuangan sosial syariah di Indonesia yang menghadapi tantangan kekosongan
regulatif dan ketiadaan standar syariah komprehensif. Permasalahan utama meliputi
kekosongan peraturan khusus tentang wakaf saham baik dari norma hukum syariah
(Fatwa MUI dan DSN-MUI) maupun norma hukum positif (UU dan peraturan
turunannya) yang menciptakan ketidakpastian hukum dalam implementasinya di
Indonesia. Berdasarkan penelitian terdahulu, studi komprehensif tentang wakaf
saham sebagai produk BEI yang mengkaji aspek filosofis-normatif dan standar
syariah secara mendalam belum terpetakan. Penelitian bertujuan menganalisis
hakikat dan kerangka filosofis-normatif wakaf saham, konstruksi fikih wakaf
kontemporer berbasis ijtihad kolektif, dan merumuskan standar syariah berbasis
mashlaẖah untuk mengatasi kesenjangan norma dalam konteks Indonesia.
Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif filosofis konseptual
berbasis mashlaẖah dengan mengkaji sumber hukum Islam primer, ijtihad kolektif
dari lembaga otoritatif (IIFA, AAOIFI, MUI, DSN-MUI), literatur fikih, dan
regulasi keuangan syariah kontemporer Indonesia. Analisis data dilakukan melalui
kajian doktrinal untuk menjawab ketiga rumusan masalah secara sistematis.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa hakikat wakaf saham dikonstruksi
sebagai evolusi kontemporer institusi wakaf klasik yang mengintegrasikan prinsip
filantropi Islam dengan dinamika pasar modal modern. Kerangka filosofis
normatifnya dibangun melalui integrasi maqâshid khâshshah Ibn ‘Âsyûr dalam
transaksi keuangan dan akad tabarru’, serta dimensi maqâshid fikih wakaf klasik
oleh Abdullah. Konstruksi fikih wakaf saham kontemporer menjembatani
kesenjangan antara literatur fikih klasik dengan kebutuhan inovasi keuangan
modern melalui tiga transformasi konseptual fundamental: evolusi taẖbîs al-ashl,
reinterpretasi tasbîl al-tsamrah, dan rekontekstualisasi istibdâl berbasis mashlaẖah
râjiẖah. Transformasi ini dilegitimasi oleh ijtihad kolektif dari Resolusi IIFA
Nomor 181 (7/19), Standar Syariah AAOIFI Nomor 60, dan Fatwa MUI Nomor 2
Tahun 2002. Formulasi standar syariah wakaf saham berbasis mashlaẖah
menghasilkan empat komponen terintegrasi: kriteria seleksi berbasis maqâshid
dengan enam parameter bertingkat, ketentuan pengelolaan portofolio yang
mengimplementasikan mashlaẖah, mekanisme istibdâl strategis yang
mengintegrasikan kriteria kondisi AAOIFI dengan karakteristik pasar modal
Indonesia, dan ketentuan distribusi hasil berbasis klasifikasi dividen/capital gain.
Standar ini secara langsung mengisi kekosongan normatif dan menawarkan solusi
aplikatif untuk pengembangan keuangan sosial syariah di pasar modal modern