IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Penegakan Hukum Negara Terhadap Praktik Judi Togel pada Kalangan Masyarakat Menengah Ke Bawah di Kota Banjarmasin
Penelitian ini berangkat dari maraknya praktek perjudian, khususnya judi
togel, yang masih berlangsung di tengah masyarakat menengah ke bawah meskipun
telah ada aturan hukum yang melarangnya. Praktik tersebut tidak hanya
menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, moral,
dan ketertiban umum.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penegakan
hukum terhadap praktik judi togel di Kota Banjarmasin, faktor-faktor yang
mempengaruhi keberlangsungan praktik tersebut, serta upaya aparat penegak
hukum dalam menanggulanginya. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode empiris, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi,
dan bersifat kualitatif yaitu suatu proses penelitian dengan hasil dalam bentuk data
deskriptif analitis, untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan metode yang digunakan hasil penelitian sebagai berikut:
penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap praktik judi togel di
Kota Banjarmasin telah dilakukan melalui penerapan ketentuan Pasal 303 KUHP
dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Namun,
dalam prakteknya masih ditemukan hambatan, antara lain faktor ekonomi
masyarakat menengah ke bawah yang menjadikan togel sebagai harapan instan
memperoleh keuntungan, lemahnya kesadaran hukum masyarakat, serta
keterbatasan pengawasan aparat. Upaya yang dilakukan aparat kepolisian meliputi
tindakan represif berupa penangkapan dan proses hukum, serta upaya preventif
melalui sosialisasi hukum dan kerja sama dengan masyarakat
Stigma Masyarakat Banjar Terhadap Pasangan Childfree dalam Perspektif Hukum Keluarga
Fenomena pasangan yang memilih untuk menunda atau menjalani
kehidupan childfree semakin terlihat di masyarakat modern, termasuk di Kota
Banjarmasin. Namun, dalam masyarakat Banjar yang menjunjung tinggi nilai
keluarga dan keberlanjutan garis keturunan, keberadaan anak masih dipandang
sebagai indikator utama keberhasilan dan kelengkapan sebuah perkawinan.
Akibatnya, pasangan yang menunda memiliki anak seringkali menghadapi stigma
sosial berupa pertanyaan, nasihat, sindiran, dan penilaian moral yang dapat
memengaruhi kehidupan psikologis dan relasi sosial mereka. Fenomena ini
menunjukkan adanya ketegangan antara pilihan hidup individu dengan norma
sosial dan nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stigma masyarakat terhadap pasangan
childfree, pengaruh stigma tersebut terhadap kondisi psikologis pasangan, serta
faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pasangan untuk menunda memiliki
anak ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan
pendekatan kualitatif dan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam terhadap pasangan childfree dan masyarakat di Kota Banjarmasin.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma masyarakat Banjar terhadap
pasangan yang menunda memiliki anak berakar pada norma sosial dan budaya
yang memaknai anak sebagai simbol keberhasilan dan keberkahan perkawinan.
Norma ini kemudian menjadi living law. Stigma tersebut berdampak pada kondisi
psikologis pasangan childfree, seperti munculnya rasa tidak nyaman, kecemasan,
tekanan batin, dan ketakutan akan penilaian negatif. Meskipun demikian,
pasangan tidak bersikap pasif terhadap stigma, melainkan menunjukkan bentuk
resistensi melalui strategi perlawanan simbolik, yaitu tetap menjaga keharmonisan
sosial di ruang publik sambil mempertahankan keputusan mereka dalam ruang
privat. Penelitian ini juga menemukan bahwa keputusan menunda kehamilan
dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan mental dan emosional, kondisi
ekonomi, pendidikan dan karier, pengalaman masa lalu, serta kesepakatan antara
suami dan istri. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, penundaan kehamilan
dapat dibenarkan selama didasarkan pada pertimbangan maslahat, dilakukan
melalui musyawarah, dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma terhadap pasangan
childfree di masyarakat Banjar tidak dapat dibenarkan secara hukum Islam, karena
bertentangan dengan prinsip menjaga kehormatan, larangan berprasangka buruk,
dan keadilan sosial.
vi
Makna Hidup dalam Buku The Subtle Art of Not Giving A Fuck Perspektif Pendidikan Agama Islam
Kehidupan modern menunjukkan meningkatnya kebingungan individu dalam memaknai hidup yang berdampak pada ketahanan psikologis dan orientasi nilai. Pendidikan Agama Islam dalam praktiknya belum sepenuhnya menyentuh dimensi pemaknaan hidup secara kontekstual. Di sisi lain, karya populer seperti The Subtle Art of Not Giving A Fuck karya Mark Manson banyak memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap makna hidup. Kondisi ini mendorong perlunya kajian yang menganalisis konsep makna hidup dalam karya tersebut dari perspektif Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep makna hidup dalam buku The Subtle Art of Not Giving A Fuck karya Mark Manson serta relevansinya dalam perspektif Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama berupa buku karya Mark Manson, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur psikologi dan Pendidikan Agama Islam yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan normatif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep makna hidup menurut Mark Manson menekankan tiga aspek utama, yaitu pemilihan penderitaan yang tepat, penerimaan diri dan realitas kehidupan, serta penentuan prioritas nilai. Secara psikologis, konsep tersebut sejalan dengan psikologi eksistensial, psikologi humanistik, dan teori makna hidup Michael F. Steger. Dalam perspektif Pendidikan
Agama Islam, makna hidup tidak dipahami semata sebagai konstruksi subjektif individu, tetapi sebagai bagian dari tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Mark Manson dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi kontekstual dalam Pendidikan Agama Islam selama ditempatkan dalam kerangka normatif Islam dan diarahkan pada tujuan hidup yang bersifat transenden
Pengaruh Persepsi Tentang kegunaan dan Kemudahan dalam Penggunaan Terhadap Sikap Pembelajaraan Online dengan LMS Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi dan menganalisis pengaruh
persepsi manfaat dan persepsi kemudahan dalam penggunaan pembelajaran
berbasis LMS terhadap sikap mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari
Banjarmasin.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan dengan survei.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif predictive causal. Penetapan
sampel menggunakan Teknik purposive sampling dan convenience sampling.
Penulis mendistribusikan kuesioner kepada responden dengan menyebarkannya
melalui pesan WhatsApp kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian
serta memanfaatkan kemudahan akses kontak responden yang tersedia, termasuk
melalui bantuan pihak lain yang memiliki jaringan atau informasi kontak yang
relevan. Penulis juga menemui responden yang memungkinkan untuk ditemui
secara langsung dengan membagikan tautan kuesioner melalui kode QR. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu analisis PLS-SEM dengan bantuan software
SmartPLS 4.0.9.9. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa aktif UIN Antasari
Banjarmasin. Responden penelitian berjumlah 404 orang. Jumlah responden
penelitian ini sudah memenuhi batas minimal sampel menurut analisis power yaitu
67 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat berpengaruh
signifikan terhadap sikap pembelajaran online mahasiswa. Selain itu, persepsi
kemudahan penggunaan juga terbukti memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap sikap mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran online. Temuan ini
menunjukkan bahwa persepsi manfaat dan persepsi kemudahan secara bersama
sama berkontribusi besar dalam membentuk sikap pembelajaran online mahasiswa
dalam menggunakan LMS Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial kedua variabel tersebut
berpengaruh signifikan, dan secara simultan keduanya merupakan faktor penting
yang memengaruhi sikap mahasiswa dalam memanfaatkan LMS UIN Antasari
Banjarmasin
Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Keluarga Terhadap Pergaulan Peserta Didik Kelas IX di SMP Negeri 27 Banjarmasin
Kata Kunci: Pengaruh, Lingkungann Sekolah, Lingkungan Keluarga, Pergaulan
Pergaulan peserta didik merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial remaja karena berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan perilaku sehari-hari. Berbagai fenomena seperti bullying, pelanggaran tata tertib, dan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa kualitas pergaulan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar, khususnya lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga. Lingkungan yang kondusif diharapkan mampu membentuk pergaulan yang positif, sedangkan lingkungan yang kurang mendukung berpotensi menimbulkan perilaku negatif pada peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap pergaulan peserta didik, pengaruh lingkungan keluarga terhadap pergaulan peserta didik, serta pengaruh lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga secara simultan terhadap pergaulan peserta didik kelas IX di SMP Negeri 27 Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 27 Banjarmasin yang berjumlah 211 peserta didik, dengan sampel sebanyak 29 peserta didik kelas IX A yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap pergaulan peserta didik, sedangkan lingkungan keluarga tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pergaulan peserta didik. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,667 menunjukkan bahwa 66,7% variasi pergaulan peserta didik dipengaruhi oleh lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga, sementara 33,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini
فعالية استخدام استراتيجية مباراة اللعبة الجماعية (Teams Game Tournament) في تعليم مهارة القراءة لطلبة الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية ٤ هولو سونجاي الجنوبية = Efektivitas Penggunaan Strategi Teams Game Tournament (TGT) pada Pembelajaran Maharah Qira’ah Bahasa Arab untuk Siswa Kelas VII di MTsN 4 Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan
Peneliti mengangkat judul ini karena menemukan di kelas VII MTsN 4 Hulu
Sungai Selatan terdapat minimnya keinginan siswa dalam mengikuti pembelajaran
bahasa Arab. Hal ini terjadi karena strategi pembelajaran yang digunakan guru
hanya dengan strategi latihan, dan metode ceramah, sehingga siswa merasa bosan
dan kurang mampu menguasi materi bahasa arab khususnya pada materi
keterampilan membaca bahasa Arab. Oleh karena itu, peneliti mencoba
menggunakan sebuah strategi Teams Game Tournament dengan tujuan agar siswa
mampu menguasai keterampilan membaca bahasa Arab sesuai dengan tingkatannya
dan pembelajaran di kelas menjadi lebih aktif dan menyenangkan.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan strategi
Teams Game Tournament (TGT) pada keterampilan membaca bahasa Arab untuk
siswa kelas VII di MTsN 4 Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif, dengan metode quasi eksperimen Nonequivalent Group
Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua
siswa kelas VII MTsN 4 Hulu Sungai Selatan. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII
B sebagai kelas kontrol dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen. Adapun teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah tes (Pre-Test dan Post-Test), observasi,
wawancara, dan dokumentasi, dengan teknis analisis data IBM statistik SPSS versi
25.
Hasil menunjukkan bahwa dalam pembelajaran keterampilan membaca
bagi siswa berdasarkan hasil perhitungan IBM SPSS versi 25 menunjukkan nilai
rata-rata post-test kelas eksperimen 88,40 lebih tinggi dari kelas kontrol dengan
nilai rata-rata 62,41. Dan hasil uji U, bahwa nilai Sig. (2-Tailed) 0,000 < dari 0,05,
maka Ha di terima dan Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan
demikian peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan strategi Teams Game
Tournament (TGT) dalam keterampilan membaca bahasa Arab untuk siswa kelas
VII MTsN 4 Hulu Sungai Selatan adalah efekti
Analyzing Speaking Performance Based On Drama Video From Syarifah Irnina Youtube Channel
This research aims to analyze the speaking performance of university students in short drama videos uploaded on the Syarifah Irnina YouTube channel. The research is conducted to answer two research questions: (1) How is the students’ speaking performance in the short drama videos? and (2) What are the strengths and weaknesses of the students’ speaking performance based on fluency, accuracy, pronunciation, and intonation? This study uses a qualitative approach with content analysis as the research method. The data were collected through observation and transcription of students’ dialogues from two short drama videos entitled Supporting Each Other and Beware of Stranger, performed by university students. The findings show that students demonstrate different levels of speaking performance across the four aspects. Fluency appears as a strength for several students who are able to speak smoothly with minimal hesitation, while others show interruptions caused by pauses and fillers. Accuracy is identified as a common weakness, particularly in sentence structure and word choice. Pronunciation is generally understandable, although minor errors occur in fast or spontaneous speech. Intonation varies among students, with some showing appropriate pitch patterns while others display limited variation. In conclusion, the strengths and weaknesses of students’ speaking performance are clearly reflected in the four assessed aspects, indicating uneven development of fluency, accuracy, pronunciation, and intonation among university student
Analisis Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar dalam Novel “Yang Telah Lama Pergi” karya Tere Liye
Penelitian ini mengkaji amar ma’ruf dan nahi mungkar yang terkandung
dalam novel “Yang Telah Lama Pergi” karya Tere Liye. Novel sebagai salah satu
bentuk dakwah bil-kitabah memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan
moral dan keislaman secara kontekstual dan mudah diterima oleh pembaca.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk amar ma’ruf dan
nahi mungkar yang disampaikan secara eksplisit, serta menganalisis bagaimana
amar ma’ruf dan nahi mungkar tersebut dikonstruksikan melalui unsur intrinsik
novel, seperti alur cerita, sikap tokoh, dialog tidak langsung, dan rangkaian
peristiwa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi objek dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan
metode analisis isi (content analysis) yang meliputi tahap persiapan,
pengorganisasian, dan pelaporan. Sumber data utama penelitian ini adalah novel
“Yang Telah Lama Pergi” karya Tere Liye, yang didukung oleh berbagai literatur
ilmiah relevan sebagai data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa amar ma’ruf dalam novel ditampilkan
melalui ajakan untuk berbuat kebaikan, menolong sesama, bersikap bijaksana,
bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sementara itu, nahi
mungkar direpresentasikan melalui upaya pencegahan terhadap kekerasan,
kezaliman, keserakahan, dan tindakan yang merugikan orang lain. Amar ma’ruf dan
nahi mungkar tidak hanya disampaikan secara eksplisit melalui dialog dan tindakan
tokoh, tetapi juga dikonstruksikan secara implisit melalui intrinsik novel seperti alur
cerita, sikap tokoh, dialog tidak langsung, dan rangkaian peristiwa. Dengan
demikian, novel “Yang Telah Lama Pergi” dapat dipahami sebagai media dakwah
tulis yang menyampaikan pesan amar ma’ruf dan nahi mungkar secara halus,
reflektif, dan kontekstual
Analisis Metode Dakwah dalam Novel “Janji” Karya Tere Liye
Dakwah kini banyak disampaikan melalui isi cerita pada karya tulis berupa
novel. Novel “Janji” menjadi salah satu novel yang telah diteliti mengandung
dakwah berupa unsur-unsur dakwah seperti dai, mad’u, dan pesan atau materi
dakwah di dalam ceritanya. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang
menjelaskan metode dakwah yang terkandung pada isi cerita dalam novel “Janji”.
Tentunya jika ada pesan dakwah yang tersampaikan dalam isi cerita, pasti ada pula
metode dakwah yang digunakan sesuai isi cerita dalam novel.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dakwah yang terkandung
dalam isi cerita pada Novel “Janji” karya Tere Liye. Diharapkan, penelitian ini
dapat memberikan gambaran terkait metode dakwah yang dapat digunakan dan
diterapkan secara efektif untuk menyampaikan dakwah.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian literatur atau kepustakaan
dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data
didapatkan dengan menerapkan prosedur pada tahapan analisis isi yaitu dengan
membaca isi keseluruhan novel “Janji”, dilanjutkan dengan mengklasifikasikan
data yang diperoleh, kemudian menarik kesimpulan dari data yang telah disajikan.
Hasil penelitian yang diperoleh, ditemukan bahwa metode dakwah bil hal
diterapkan dengan perbuatan berupa; menolong orang yang lemah dan teraniaya,
bersikap baik terhadap tetangga, berperilaku jujur setiap membuka usaha, tidak
mencuri barang yang bukan haknya, selalu bersedekah kepada fakir miskin dan
anak yatim, membangun majelis ilmu, mengadakan kursus atau pelatihan bagi
generasi muda yang tidak bekerja, dan menginisiasi pengembangan potensi pada
masyarakat dengan mengusulkan serta memulai gerakan peduli terhadap
lingkungan. Sedangkan metode dakwah bil lisan digambarkan dengan teknik
berdialog, berdebat, larangan berupa perintah, pemberian nasehat dengan kalimat
persuasif, dan seruan dengan kalimat ajakan.
Simpulan dari penelitian dan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa
metode dakwah yang terkandung di dalam isi cerita pada Novel “Janji” hanya
terdapat dua buah metode dakwah, yaitu metode dakwah bil hal, dan metode
dakwah bil lisan. Sedangkan metode dakwah bil kitabah tidak ditemukan
Adat Pernikahan Bugis Malloāngeng dalam Perspektif Hukum Islam (Studi kasus di Desa Teluk Mesjid, Kabupaten Kotabaru)
Pernikahan dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai ikatan hukum yang
menghalalkan hubungan antara perempuan dan laki-laki, tetapi ikatan yang
bertujuan mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakînah, mawaddah, dan
rahmah. Dalam realitas sosial masyarakat Bugis pernikahan tidak terlepas dari adat
istiadat, salah satunya adalah Adat Malloāngeng. Adat ini dilaksanakan setelah
akad nikah dengan prosesi saling berlomba berdiri dan menginjak kaki antara kedua
mempelai, yang secara simbolik dimaknai sebagai penentuan pihak yang
“memegang kunci” atau dianggap akan berkuasa dalam rumah tangga. Pemaknaan
tersebut menimbulkan persoalan ketika dikaitkan dengan tujuan pernikahan dan
prinsip relasi suami istri dalam Hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Adat Malloāngeng serta
menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip dan tujuan pernikahan dalam perspektif
Hukum Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan
Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru. Data diperoleh melalui wawancara
langsung dengan tokoh adat dan masyarakat Bugis yang pernah melaksanakan Adat
Malloāngeng, disertai observasi dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari
literatur hukum Islam, dokumen, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis
data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap pemeriksaan dan klasifikasi
data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adat Malloāngeng masih
dilaksanakan dan pada umumnya dimaknai oleh masyarakat sebagai simbol
penentuan pihak yang akan lebih dominan dalam rumah tangga. Mayoritas
informan meyakini adanya pengaruh adat tersebut terhadap relasi suami istri, dan
informan lainnya memandangnya hanya sebagai simbol budaya tanpa dampak
nyata. Berdasarkan hasil penelitian, dalam perspektif hukum Islam praktik adat
Malloāngeng di Desa Teluk Mesjid cenderung termasuk ‘urf fâsid karena sebagian
masyarakat masih meyakini makna simbolik tentang kekuasaan dalam rumah
tangga. Keyakinan tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemitraan
dalam pernikahan sehingga cenderung dapat dihukumi haram. Namun, jika
dipahami hanya sebagai simbol budaya tanpa meyakini maknanya, adat ini dapat
menjadi ‘urf shahîh dan tetap bisa dilestarikan oleh masyarakat Suku Bugi