IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Manajemen Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan dan Pengembangan Karir Tenaga Kependidikan di SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin
Tenaga kependidikan adalah salah satu penunjang keberhasilan sekolah
dalam mencapai tujuannya. Untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan, harus
dilakukan pelatihan dan pengembangan karir yang berkelanjutan. Yang mana ini
adalah salah satu ruang lingkup dari manajemen SDM.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses kegiatan pelatihan dan
pengembangan karir tenaga kependididkan di SMK Muhammadiyah 1
Banjarmasin, dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
Penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
jenis deskriptif. Sumber data yang diperoleh dengan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, serta informan
tambahan tenaga kependidikan seperti kepala tata usaha dan guru bimbingan
konseling. Objek penelitian adalah proses kegiatan pelatihan dan pengembangan
karir. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap penyajian
data dan tahap penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pengembangan
karir di SMK Muhammadiyah 1 Banjarnasin, melalui tahap perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. pentingnya pembinaan karir bagi
tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerja agar tujuan sekolah bisa tercapai
dengan maksimal. Pelatihan dan pengembangan karir di SMK Muhammadiyah 1
Banjarmasin bisa dikatakan cukup efektif, karena kalau dilihat dari kegiatan yang
dilaksanakan pihak sekolah per tri-semester. Kemudian kendalanya yang terjadi
adalah bagi tenaga kependidikan kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah itu
masih kurang, jadi berinisiatif mencari informasi kegiatan workshop yang diadakan
oleh pihak luar sekolah
Representasi Relasi Kelas dalam Film Modern Times karya Charlie Chaplin
Penelitian ini menganalisis Film “Modern Times”(1936) karya
Charlie Chaplin melalui lensa teori kelas Karl Marx, dengan tujuan utama
mengungkap bagaimana film ini memvisualisasikan dinamika, konflik, dan
konsekuensi dari relasi kelas dalam masyarakat kapitalis. Film ini di menjadi
gambaran dari penderitaan kelas pekerja dan dampak dehumanisasi dari sistem
kapitalis. Metode analisis konten kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi
dan menafsirkan elemen-elemen film yang beresonansi dengan konsep kunci
Marx.
Analisis menunjukan bahwa “Modern Times” secara gamblang
menampilkan struktur kelas yang diuraikan Marx. Borjuis direpresentasikan
melalui figur pemilik pabrik yang terisolasi dan para manajer yang terobsesi
dengan efesiensi dan profit, yang menegendalikan penuh alat produksi yang
berupa pabrik dan berbagai mesin di dalamnya. Kontrol ini memungkinkan
mereka mendikte seluruh proses kerja dan menguasai kehidupan pekerja. Di
sisi lain, Proletar individu digambarkan melalui tokoh The Tramp dan Proletar
kolektif diperankan oleh individu yang seragam. Film ini juga menghadirkan
representasi lumenproletar melalui karakter The Gamin, menyoroti dampak
sistem kapitalis yang meluas
Secara keseluruhan, film ini bukan hanya sebuah karya seni yang
menghibur, melainkan sebuah kritik visual yang kuat terhadap kapitalisme
industrial yang sangat berhubungan dengan analisis Marx. Chaplin berhasil
menerjemahkan konsep-konsep sosiologis dan ekonomi yang kompleks
menjadi narasi visual yang mudah dipahami, menyoroti bahwa kemajuan
teknologi tanpa pertimbangan sosial yang memadai dapat mengarah pada
dehumanisasi dan ketidakadilan yang parah
Exploring the Story Elements in AI Character Chatbots for Learning English
The development of technology and advanced learning media led to so
many ways in learning English as foreign language. With the emergence of
Artificial Intelegents agents colaborated into websites, applications, and many other
media ease the access for a creative and enjoyable way of studying English and
custumized reading materials such as characterized AI Chatbots. This research aim
to exemine the story elements of characterized chatbots, and how these bots work
and generate within the story elements. This research explores the various ways on
how the stories produced by the bots implement storytelling elements such as plot,
characterization, setting, dialogue quality, theme, narrative flow, emotional impact,
conflict resolution, and narrative depth. Based on the study's results, AI character
chatbots can handle difficult subjects like conflict, passion, personality, and
legacies while providing an innovative take on the potential utilization of artificial
intelligence in digital narrative generation and fiction
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Boikot Produk Terafiliasi Israel (Studi pada Warganet Platform X)
Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah memicu solidaritas
global, termasuk dalam bentuk ajakan memboikot produk yang berafiliasi dengan
Israel. Di Indonesia, gerakan ini menguat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat
dan pemanfaatan media sosial, khususnya platform X, sebagai sarana penyebaran
informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh faktor agama,
budaya, sosial, pribadi, dan psikologis terhadap keputusan boikot produk oleh
warganet pengguna platform X.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data
dikumpulkan dari 96 responden melalui penyebaran kuesioner, menggunakan teknik
pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Analisis dilakukan
melalui regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kelima faktor
independen memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan boikot. Namun secara
parsial, hanya faktor agama, budaya, pribadi, dan psikologis yang berpengaruh secara
signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya nilai keagamaan, kebiasaan budaya,
karakter individu, serta sikap dan persepsi konsumen dalam menentukan sikap boikot
terhadap produk tertentu
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Siswa Kelas V MI Taman Pemuda Islam Keramat Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam
proses pembelajaran, khususnya dalam kemampuan interpretasi berpikir siswa.
Dalam pembelajaran di sekolah dasar, kemampuan berpikir siswa merupakan aspek
penting yang perlu dikembangkan. Kemampuan ini memungkinkan siswa tidak
hanya mengingat, memahami, serta menyebutkan suatu masalah yang berkaitan
dengan materi pelajaran. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru
sering kali membuat siswa kurang aktif dan kurang terlatih dalam kemampuan
berpikir mereka. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu
mendorong keterlibatan aktif siswa, salah satunya adalah Problem Based Learning.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Model Problem
Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Siswa Kelas V MI Taman Pemuda
Islam Keramat Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi
eksperimen dengan bentuk desain nonequivlent cotrol group design. Sampel
penelitian terdiri dari dua kelas VB (kelas eksperimen) yang menerima perlakuan
model Problem Based Learning dan kelas VA (kelas kontrol) yang tidak menerima
perlakuan model Problem Based Learning. Instrumen yang digunakan meliputi tes
pre-test dan poss-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara
hasil kemampuan berpikir siswa sebelum dan sesudah penerapan model Problem
Based Learning. Rata-rata nilai pretest kelas eksperimen adalah 26,95 dan
meningkat menjadi 80,60 pada posttest. Sementara itu, kelas kontrol memiliki rata
rata pretest 31,25 dan posttest 76,60. Uji t-test menunjukkan hasil Asymp. Sig
sebesar 0,020 < 0,05 terdapat pengaruh yang signifikan yang membuktikan bahwa
penerapan model Problem Based Learning memberikan pengaruh terhadap
kemampuan berpikir siswa kelas V MI Taman Pemuda Islam Keramat Banjarmasin.
Dengan demikian, model Problem Based Learning terbukti efektif terhadap
kemampuan berpikir siswa pada materi ekosistem. Model ini tidak hanya
meningkatkan pemahaman konsep tetapi juga melatih keterampilan berpikir siswa
seperti mengingat, memahami, serta menyebutkan suatu masalah yang berkaitan
dengan materi pelajaran. Oleh karena itu, penerapan Problem Based Learning
direkomendasikan sebagai model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran
IPA di tingkat sekolah dasar
Peran Ekstrakulikuler dalam Pembentukan Karakter: Strategi Kepala Sekolah di SMAN 1 Pangkalan Bun
Program Ekstrakulikuler merupakan salah satu program susunan dari pihak
sekolah yang diperuntukkan kepada peserta didik agar dapat berkontribusi serta
memberikan fasilitas khusus dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Selain itu
ekstrakulikuler dapat menjadi salah satu penunjang bagi peserta didik dalam
membentuk karakter yang tertanam dalam dirinya. Sekolah yang menjadi salah satu
fasilitas pendidikan tentunya tidak hanya fokus dalam pengembangan akademik
maupun akreditasi saja, melainkan memiliki program khusus yang ekstrakulikuler
sehingga para peserta didik dapat tercukupi dalam segi non-akademik untuk jangka
waktu yang panjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah
dalam menjalankan program ekstrakuliker sebagai penunjang dalam pembentukan
karakter siswa serta faktor pendukung maupun penghambat yang terjadi di SMAN
1 Pangkalan Bun dengan menghasilkan output yang jelas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research)
melalui metode-metode ilmiah dengan teknik pengumpulan data. Sumber data yang
diperoleh dengan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan
triangulasi. Adapun subjek dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil kepala
sekolah bidang kesiswaan, dan beberapa guru Pembina ekstrakulikuler lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang ada telah menunjukkan bahwa upaya dari
strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter ini melalui program
ekstrakuliker telah membuahkan hasil yang sesuai namun ada beberapa hal yang
menjadi persoalan menjadi penghambat dalam pelaksanaan tersebut, baik secara
minat siswanya maupun faktor lainnya yang mengganggu aktifitas tersebut. Akan
tetapi, komitmen daripada kepala sekolah beserta bagian kesiswaan dan juga guru
pembina untuk terus berupaya menjalankan program tersebut sebagai bentuk
peningkatan kualitas siswa dan juga akreditasi sekolah tersendiri
Pengaruh Stereotip Gender Terhadap Aktualisasi Diri Peserta Didik Laki-Laki di SMKN 4 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena stereotip
gender maskulin yang berpotensi menghambat proses aktualisasi diri peserta didik
laki-laki, khususnya pada jurusan yang secara kultural lebih diasosiasikan dengan
perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stereotip
gender, mengetahui tingkat aktualisasi diri mereka, serta menganalisis pengaruh
stereotip gender terhadap aktualisasi diri pada peserta didik laki-laki di SMKN 4
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
korelasional kausalitas (sebab-akibat). Sampel penelitian berjumlah 42 peserta
didik laki-laki dari jurusan Desain dan Produksi Busana, dan Kuliner yang diambil
dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala
stereotip gender (berdasarkan aspek Firin dalam Dewi Manila, 2023) dan skala
aktualisasi diri Short Index of Self Actualization (SISA) dari Jones & Crandall
(1986) yang telah diadopsi. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana
dengan bantuan SPSS 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik laki-laki
memiliki stereotip gender pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 50,38 dan
tingkat aktualisasi diri pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 30,36. Hasil uji
regresi linear sederhana menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan
antara stereotip gender terhadap aktualisasi diri (p = 0,126 > 0,05), dengan
determinasi sebesar 5,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa stereotip gender tidak
secara signifikan mempengaruhi aktualisasi diri peserta didik laki-laki, dan terdapat
faktor lain yang lebih dominan
Teacher’s Practices on Integrating Local Culture in Teaching EFL
This research discusses teacher’s practices on integrating local culture into teaching
English as a foreign language (EFL). The aim is to find out how the teacher applies
local culture as teaching material and the benefits felt by students. This study was
conducted at SMPN 4 Banjarmasin through observation and interviews with one
teacher and 31 students. The total number of participants in this study there are 31.
This study uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected
through classroom observation and interviews with one teacher and 30 students at
SMPN 4 Banjarmasin. The focus was on the implementation of local culture in
English language teaching and the perceived benefits. Data analysis was performed
using thematic analysis techniques. The result of the teacher integrating local
culture into English is achieved by selecting relevant local content and using
authentic materials such as videos and reading materials related to local culture. In
addition, implementing local cultural elements such as the Batimung tradition made
students more interested, easier to understand the material, and improved their
speaking skills and motivation to learn English. The teacher also found it easier to
teach because the material was relevant to the students’ lives and fostered a sense
of pride in their own culture. This study concludes that integrating local culture into
EFL learning effectively improves students’ understanding, motivation, and
cultural pride. It is recommended that the teacher use more local culture-based
materials in English teaching to create contextual, interesting, and meaningful
learning for students
Pengaruh PowerPoint Interaktif pada Mata Pelajaran Fiqh untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III MI TPI Keramat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi pada
pembelajaran Fiqh, yang menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelas III masih
rendah. Selain itu, Proses pembelajaran yang monoton membuat siswa menjadi
bosan selama proses pembelajaran Fiqh. Karena itu, perlu adanya Media
PowerPoint Interaktif yang dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media PowerPoint
interaktif pada mata pelajaran Fiqh terhadap hasil belajar siswa di MI TPI Keramat.
Penelitian ini berupaya menganalisis sejauh mana pengaruh media PowerPoint
interaktif terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Adapun desain
penelitian ini merupakan desain eksperimen yang digunakan untuk mengevaluasi
pengaruh suatu perlakuan pada kelompok tertentu. Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yaitu berupa tes
pra-pembelajaran dan tes pasca-pembelajaran sebagai data pokok. Kemudian
observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai data penunjnag. Pengujian
hipotesis menggunakan uji-t sampel independen dengan bantuan aplikasi SPSS
versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan tes pra-pembelajaran di kelas eksperimen dan
kontrol tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai sig. (2-tailed)
sebesar 0,45. Sedangkan, hasil tes pra-pembelajaran menunjukan perbedaan
signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol dengan nilai sig. (2
tailed) sebesar Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif
diterima dan hipotesis nol ditolak. Hal ini menunjukan bahwa, pembelajaran Fiqh
dengan menggunakan PowerPoint interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa kelas III MI TPI Keramat
Pemanfaatan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarmasin
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sering dianggap kurang menarik
karena penyampaiannya yang bersifat teoritis dan monoton. Oleh karena itu,
dibutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan
perkembangan teknologi agar mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
Salah satu alternatif media yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi Canva, sebuah
platform desain grafis digital yang menyediakan berbagai fitur visual yang menarik
dan mudah digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Canva
sebagai media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 2 Banjarmasin
serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam
pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek
penelitian meliputi guru SKI, dan siswa kelas IX.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi Canva sebagai
media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 2 Banjarmasin mampu
menyajikan materi dalam bentuk visual yang menarik dan interaktif, sehingga
memudahkan siswa memahami tokoh, peristiwa, dan nilai-nilai sejarah secara lebih
konkret. Proses pembelajaran dimulai dari penyampaian materi oleh guru,
dilanjutkan dengan penugasan kepada siswa untuk membuat desain visual seperti
poster atau infografis menggunakan Canva, kemudian mempresentasikan hasil
karyanya di depan kelas. Siswa terlibat aktif dalam merancang dan menyajikan
materi, sementara guru berperan sebagai pembimbing selama proses berlangsung.
Faktor pendukung keberhasilan pemanfaatan Canva meliputi dukungan sekolah,
ketersediaan fasilitas, kesiapan dan minat siswa, kemudahan penggunaan aplikasi,
serta peran guru. Adapun faktor penghambatnya mencakup keterbatasan perangkat,
keterbatasan akses internet, membutuhkan waktu yang lenih lama, dan keterbatasan
akses Canva.
Dengan demikian, pemanfaatan Canva terbukti efektif dalam meningkatkan
minat belajar, kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap materi SKI. Pemanfaatan
media digital seperti Canva perlu terus dikembangkan agar pembelajaran menjadi
lebih inovatif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan zama