IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Layanan Mandiri (Self Service) Berbasis Teknologi RFID Terhadap Tingkat Kepuasan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Kampus 2 Banjarbaru
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai
aspek kehidupan, termasuk di bidang perpustakaan. Salah satu inovasi yang diterapkan
dalam layanan perpustakaan adalah teknologi RFID (Radio Frequency Identification).
Perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin kampus 2 Banjarbaru
merupakan satu-satunya perpustakaan di Kalimantan Selatan yang mengadopsi
teknologi ini untuk meningkatkan efesiensi layanan sirkulasi. Namun, masih terdapat
kendala dalam pemanfaatan layanan ini, terutama terkait pemahaan pemustaka dalam
penggunaannya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui
sejauhmana layanan mandiri berbasis RFID terhadap tingkat kepuasan pemustaka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan mandiri
berbasis RFID di perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin kampus
2 Banjarbaru, mengukur tingkat kepuasan pemustaka serta mengetahui pengaruh
layanan mandiri berbasis RFID terhadap kepuasan pemustaka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data dikumpulkan
melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden sebagai pemustaka aktif
perpustakaan. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, analisis
deskriptif, uji hipotesis, serta uji regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan
antara variabel layanan mandiri dan kepuasan pemustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan mandiri berbasis RFID
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pemustaka, dengan nilai koefisien
determinasi (R2) sebesar 26%. Tingkat kepuasan pemustaka tergolong tinggi, dengan
rata-rata skor pada tangibels (4.10), reliability (4.05), responsiveness (4.12), assurance
(4.10), dan empathy (4.09). temuan ini menunjukkan bahwa layanan RFID mampu
meningkatkan efesiensi perpustakaan dan memberikan pengalaman yang baik bagi
pemustak
Gambaran Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS Setelah Fase III Average Progressor di KDS Borneo Plus
Virus HIV secara signifikan memengaruhi sistem kekebalan tubuh
manusia, menyebabkan penurunan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.
Penyakit terkait yaitu AIDS, menjadi masalah kesehatan global dengan jutaan
orang terinfeksi dan banyak yang meninggal. Kualitas hidup orang dengan
HIV/AIDS (ODHA) dipengaruhi oleh faktor fisik, psikologis, dan sosial. Banyak
ODHA menghadapi stigma dan diskriminasi, yang memperburuk kualitas hidup
subjek, serta mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi dan
kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi kualitas hidup ODHA pada fase III, terutama bagi subjek yang
merupakan average progressor, serta memberikan rekomendasi untuk
meningkatkan dukungan dan intervensi yang diperlukan.
Jenis penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi
kasus, melibatkan individu yang hidup dengan HIV/AIDS terdaftar di KDS
Borneo Plus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi
partisipatif
menggunakan panduan wawancara semi-terstruktur untuk
mengeksplorasi pengalaman dan persepsi subjek tentang kualitas hidup subjek.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kualitas hidup orang dengan
HIV/AIDS fase III average progressor di KDS Borneo Plus digambarkan
mengalami penurunan kemampuan fisik yang drastis, yang mengakibatkan
meningkatnya kerentanan terhadap infeksi dan masalah kesehatan lainnya. Hal ini
menyebabkan gejala seperti kelelahan, penurunan berat badan, dan gangguan
kesehatan mental. Selain itu, ODHA dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk
aspek fisik, psikologis, dan sosial. Rata-rata skor kualitas hidup responden adalah
65 dengan simpang baku 10, menandakan bahwa banyak responden menghadapi
tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut menunjukkan bahwa kualitas
hidup orang dengan HIV/AIDS fase III average progressor di KDS Borneo Plus
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti dukungan sosial, akses layanan kesehatan,
dan kondisi psikologis
Minat Masyarakat Terhadap pembiayaan Multiguna Haji di Bank Muamalat Indonesia KCP Barabai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat dan pemahaman
masyarakat terhadap pembiayaan multiguna haji di Bank Muamalat Indonesia KCP
Barabai serta mengetahui fakto-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan masyarakat dalam pemilihan dan penggunaan produk
pembiayaan haji di wilayah Barabai.
Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)
menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi kepada
responden yaitu masyarakat sekitar kota Barabai dengan total ada 10 orang responden
yang bersedia untuk diminta informasi tentang minatnya terhadap pembiayaan
multiguna haji di Bank Muamalat Indonesia KCP Barabai. Hal ini dilakukan agar
data yang didapat tersebut bersifat relevan dan dapat dipertanggung jawabkan.
Selanjutnya analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Minat masyarakat Banua Kupang
(Barabai) terhadap produk pembiayaan haji multiguna di Bank Muamalat Indonesia
KCP Barabai yaitu Masyarakat Banua Kupang berminat memilih produk
pembiayaan multiguna haji di Bank Muamalat Indonesia KCP Barabai. Sebagian
masyarakat Banua Kupang ada juga yang belum berminat terhadap produk
pembiayaan haji disebabkan oleh beberapa faktor. Dari 10 orang informan yang
diwawancarai dapat terhitung bahwa sebanyak 3 orang yang belum berminat dan sebanyak 7 orang berminat memilih produk pembiayaan multiguna haji di Bank
Muamalat Indonesia KCP Barabai. Adapun faktor yang mempengaruhi kurangnya
minat masyarakat Banua Kupang terhadap pembiayaan multiguna haji di Bank
Muamalat Indonesia KCP Barabai yaitu karena Kurangnya Pengetahuan terhadap
produk pembiayaan multiguna haji, Kurangnya sosialisasi dan promosi dari pihak
perbankan terkait, dan Kurangnya pengalaman dari lingkungan baik keluarga dan
tetangga hingga masyarakat sekitar
Analisis Penggunaan Power Point Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Ma Plus Al-Hamid Banjarmasin
Pesatnya perkembangan teknologi, membuat pembelajaran juga semakin
berkembang, salah satunya melalui penggunaan media seperti power point. Media
ini membuat siswa terlibat aktif, menjadikan pembelajaran lebih menarik, dan
memudahkan pemahaman materi. Pembelajaran menggunakan media power point
juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi, dan bekerja sama karena
terdapat presentasi berkelompok, sehingga meningkatkan pemahaman mereka
terhadap materi, seperti Sejarah Kebudayaan Islam, serta meningkatkan semangat
belajar.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan
siswa dalam penggunaan media power point pada Mata Pelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam, Faktor pendukung dan penghambat guru dan siswa dalam
Penggunaan media power point pada mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan
persepsi guru dan siswa dalam Penggunaan media power point pada mata pelajaran
Sejarah Kebudayaan Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) memakai
metode analisis deskriftif kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu guru
Sejarah Kebudayaan Islam dan siswa kelas XII di MA Plus Al-Hamid Banjarmasin,
sedangkan objek dari penelitian ini yaitu penggunaan media power point. Selain
itu, terdapat pula Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data seperti
wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu
reduksi data, penyajian data dan verifikasi.
Hasil yang didapatkan dalam penelitian analisis penggunaan power point
Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Ma Plus Al-Hamid Banjarmasin
yaitu efektif meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman siswa dalam
pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Meskipun ada tantangan seperti waktu
pemasangan LCD dan cahaya yang terlalu terang, pembelajaran ini membuat materi
lebih menarik dan memudahkan interaksi antar siswa. Dan juga Guru dan siswa
memiliki persepsi positif terhadap penggunaan power point, yang membuat
pembelajaran lebih efisien, aktif, dan menyenangka
Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Menggunakan Media Barang Bekas di RA Al Musshallun Handil Bakti
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan kreativitas peserta didik
kelompok B3 RA Al Mushallun yang masih minim. Hal tersebut nampak dari
kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas hanya sebatas kegiatan mewarnai,
menggambar atau menggunting. Sehingga kreativitas anak kurang berkembang.
Ketika dilakukan observasi awal dengan menggunakan kegiatan berkreasi
menggunakan media alam. Anak-anak menunjukkan respon kurang memuaskan,
seperti tidak ada ide, bermain-main saja tanpa membuat bentuk apa-apa dan hanya
meniru bentuk teman lainnya.
Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan langkah
kegiatan berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik
penggumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian
dilakukan sebanyak 2 siklus dengan 3 kali pertemuan dan jumlah subjek
penelitian sebanyak 12 anak kelompok B3 RA Al Mushallun. Hasil observasi
selama penelitian menunjukkan keaktifan anak selama kegiatan yang nampak
pada siklus I adalah tingginya minat anak pada media yang digunakan, beberapa
anak mudah teralihkan perhatiannya, cepat bosan dan tidak menyelesaikan tugas
hingga perlu pendampingan dari awal hingga akhir pengerjaan.
Hasil penelitian pada siklus 1 yaitu 2 anak (16,7%) kriteria Belum
Berkembang, 3 anak (25%) kriteria Mulai Berkembang, 3 anak (25%) kriteria
Berkembang Sesuai Harapan dan 4 anak (33,3%) kriteria Berkembang Sangat
Baik. Kemudian pada siklus II, anak sudah memperhatikan penjelasan materi dari
guru serta aktif saat kegiatan dilakukan, pada sesi tanya jawab anak aktif
menyampaikan gagasan serta mampu bersikap untuk taat pada aturan kegiatan
main. Observasi kemampuan anak juga menunjukkan adanya peningkatan, data
menunjukkan 10 anak (83,4%) di kriteria Berkembang Sesuai Harapan dan
Berkembang Sangat Baik, 1 anak (8,3%) kriteria Mulai Berkembang dan 1 anak
(8,3%) kriteria Belum Berkembang . Jika dibandingkan dengan siklus I maka
terdapat peningkatan sebesar 25,1% dengan indikator penilaian kemampuan
kreativitas anak mampu berkreasi dengan mengkombinasikan bahan barang bekas
Strategi Perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Banjarmasin dalam Menghadapi Akreditasi Perpustakaan
Di Kota Banjarmasin terdapat lima perpustakaan sekolah menengah atas
yang telah terakreditasi dengan mendapatkan predikat A, salah satunya yaitu
SMKN 4 Banjarmasin berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kalimantan
Selatan dan Direktorat Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional
Indonesia. Strategi perpustakaan sekolah dalam menghadapi akreditasi
perpustakaan menarik untuk diteliti karena masih banyak perpustakaan sekolah
menengah yang belum mendapatkan predikat A dan belum terakditasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perpustakaan sekolah
SMKN 4 Banjarmasin dalam menghadapi akreditasi perpustakaan dan kendala
kendala yang dihadapi perpustakaan sekolah SMKN 4 Banjarmasin dalam
menghadapi akreditasi perpustakaan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah
kepala sekolah, kepala perpustakaan, satu orang pustakawan, dan tenaga kerja
bidang IT perpustakaan. Sedangkan objek penelitian ini yaitu strategi perpustakaan
sekolah SMKN 4 Banjarmasin dalam menghadapi akreditasi perpustakaan. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Adapun analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data,
penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan perpustakaan
sekolah SMKN 4 Banjarmasin dalam menghadapi akreditasi perpustakaan yaitu
dengan cara meningkatkan fasilitas serta sarana prasarana yang bertahap setiap
tahunnya dan pemenuhan sembilan komponen akreditasi perpustakaan untuk
mencapai akreditasi A. Kendala-kendala yang di hadapi kepala sekolah, kepala
perpustakaan, pustakawan dan tenaga kerja IT perpustakaan di antaranya seperti
keterbatasan dana untuk kegiatan akreditasi perpustakaan, waktu yang singkat
dalam menyiapkan dokumen, mencari ulang dokumen dan data untuk pemenuhan
Sembilan komponen akreditasi oleh pustakawa
Pengabaian Kewajiban Nafkah Pasangan Suami Istri di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur
Dalam masyarakat saat ini banyak terjadi perubahan sosial yang
mempengaruhi peran tradisional dalam rumah tangga seperti kasus di Kecamatan
Cempaga, dimana istri menjadi pencari nafkah sementara suami tidak bekerja. Hal
ini menunjukkan adanya perbedaan antara ketentuan agama yang mengatur
kewajiban suami untuk menafkahi keluarga dan kenyataan di lapangan. Meskipun
Islam mengajarkan bahwa suami harus menanggung nafkah keluarga, faktor
ekonomi dan kondisi sosial sering kali mendorong istri untuk bekerja demi
memenuhi kebutuhan hidup. Kasus ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara
norma agama dan kenyataan sosial, di mana banyak istri yang bekerja di luar rumah,
bahkan ketika suami tidak memenuhi kewajibannya.
Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris.
Penelitian hukum empiris mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai perilaku
nyata, sebagai gejala sosial yang sifatnya tidak tertulis, yang dialami setiap orang
dalam kehidupan bermasyarakat.
Hasil dari penelitian ini adalah pengabaian kewajiban nafkah yang terjadi
karena suami tidak bekerja mencari nafkah untuk keluarga karena alasan sakit
pinggang yang dialami oleh suami sehingga menuntut istri untuk bekerja mencari
nafkah keluarga. Pandangan hukum islam dalam hal mencari nafkah keluarga
adalah suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada istri sebagai
bentuk kewajiban yang mencakup kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan
papan. Namun, Islam juga memberikan kelonggaran jika suami mengalami
kesulitan fisik, seperti sakit atau cacat, yang menghalangi kemampuannya untuk
bekerja. Mayoritas ulama sepakat bahwa suami tetap dianggap berutang atas nafkah
yang belum dibayarkan, baik berdasarkan keputusan hakim maupun tidak. Seperti
halnya utang lainnya, kewajiban nafkah tersebut tidak akan gugur kecuali dilunasi
atau diikhlaskan oleh istr
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Anjir Muara
Kurikulum Merdeka adalah sebuah kerangka pendidikan yang menekankan
pada fleksibilitas, kemandirian, dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing
siswa. Dalam program ini, siswa didorong untuk aktif berpartisipasi dalam proses
belajar yang sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan pribadi mereka. Semua
lembaga pendidikan di Indonesia mulai menerapkan kurikulum ini dalam kegiatan
pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dan mengevaluasi
penerapan Kurikulum Merdeka guna mengetahui sejauh mana implementasinya di
sekolah serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses
pembelajaran.
Penelitian ini yang bertujuan untuk meneliti Implementasi Kurikulum
Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Anjir
Muara serta faktor pendukung dan penghambat Implementasi Kurikulum Merdeka
Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Anjir Muara.
Penelitian ini merupakan Penelitian lapangan (Field Research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengolahan data yang dilakukan dengan langkah
langkah koleksi, pengeditan, dan klasifikasi data. Subjek penelitian ini adalah guru
Pendidikan Agama Islam. Adapun objek penelitian ini yaitu Implementasi
Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran pendidikan agama islam di SMAN
1 Anjir Muara serta faktor pendukung dan penghambatnya. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik
analisis data dengan langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka
dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Anjir Muara telah
terlaksana, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga asesmen yang
dilaksanakan oleh guru PAI. Beberapa faktor pendukungnya antara lain adanya
fasilitas yang memadai serta guru yang kompeten. Sementara itu, faktor
penghambatnya mencakup kesadaran dan pemahaman guru yang masih kurang
menyeluruh, kesulitan guru dalam mengontrol aktivitas belajar siswa, dan
perbedaan kemampuan antara setiap siswa
Integrasi Nilai-nilai Dakwah dalam Pelayanan Rumah Singgah pada Dinas Sosial Banjarbaru terhadap Orang Terlantar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana integrasi nilai-nilai dakwah dalam pelayanan rumah singgah yang dikelola oleh Dinas Sosial Banjarbaru terhadap orang terlantar. Rumah singgah memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi individu yang terabaikan atau tidak memiliki tempat tinggal. Dalam konteks ini, dakwah sebagai upaya penyebaran nilai-nilai agama dan moral dapat diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memotivasi individu untuk kembali ke masyarakat, serta memberikan harapan baru bagi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam (in-depth interview), observasi langsung di lokasi rumah singgah, dan dokumentasi terhadap berbagai kegiatan dan program pelayanan. Ketiga teknik ini digunakan untuk menggali secara menyeluruh bagaimana nilai-nilai dakwah diterapkan dalam proses pelayanan serta dalam interaksi antara petugas dan orang terlantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai dakwah dapat memperkuat aspek kemanusiaan dalam pelayanan rumah singgah, sekaligus memberikan dampak positif terhadap proses rehabilitasi sosial orang terlantar di Banjarbar
Dinamika Penafsîran Fî Sabîlillâh dalam Konteks Zakat menurut Tafsîr Ath-Thabarî, Fakhruddin Ar-Râzî dan Hamkâ
Zakat merupakan salah satu pilar utama dalam Islam yang memiliki peran
sentral dalam pemerataan kesejahteraan umat. Salah satu kategori penerima zakat
yang disebutkan dalam Surah at-Taubah ayat 60 adalah fî Sabîlillâh (di jalan Allah),
fî Sabîlillâh dalam konteks zakat telah mengalami perkembangan dalam berbagai
tafsîr dari periode klasik hingga modern. Studi ini bertujuan untuk menganalisis
kesinambungan dan perubahan fî Sabîlillâh dalam konteks zakat sebagaimana
ditafsirkan dalam tiga periode tafsîr utama: klasik (ath-Thabarî), pertengahan
(Fakhruddin ar-Râzî), dan modern (Hamkâ). Metode penelitian yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research), mengkaji
berbagai kitab tafsîr dan literatur pendukung lainnya.
Hasil penelitian, Dinamika penafsîran fî Sabîlillâh dalam konteks zakat,
berdasarkan kesinambungan dan perubahan antara ketiga kitab tafsīr yaitu, Jâmiʿ
al-Bayân fi Taʾwîl Ây al-Qurʾân, al-Tafsîr al-Kabîr wa Mafâtîh al-Ghaib, dan al
Azhâr. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kitab tafsīr Jâmiʿ al-Bayân
fi Taʾwîl Ây al-Qurʾân, pemahaman klasik lebih banyak menekankan penggunaan
zakat sebagai jihad fisik dan peperangan melawan orang kafir. Ini menunjukkan
bahwa penggunaan zakat untuk keperluan perang dan pertahanan Islam,
mencerminkan konteks historis dan tantangan yang dihadapi umat Islam pada masa
itu. Manakala di dalam kitab al-Tafsîr al-Kabîr wa Mafâtîh al-Ghaib pula,
memperluaskan fî Sabîlillâh dalam konteks zakat dari sekadar jihad fisik menjadi
berbagai amal yang mendukung agama, seperti membina masjid dan menyediakan
kebutuhan orang miskin. Hal ini, menunjukkan bahwa zakat dapat digunakan untuk
berbagai tujuan yang bermanfaat bagi masyarakat, mencerminkan pemahaman
yang lebih inklusif. Sedangkan, kitab tafsīr al-Azhâr mengambil langkah lebih jauh
dengan menyesuaikan interpretasi fî Sabîlillâh sesuai dengan perubahan zaman.
Tafsîr ini menekankan bahwa zakat tidak hanya digunakan untuk jihad, tetapi juga
untuk pembangunan sosial, pendidikan, dan dakwah. Dalam konteks ini, ulama
yang mengabdikan diri untuk ilmu pengetahuan dan memimpi masyarakat berhak
menerima zakat, terlepas dari status ekonomi mereka. Ini menunjukkan peran
penting ulama dalam masyarakat Islam dan relevansi zakat dalam konteks modern.
Secara keseluruhan, kesinambungan dan perubahan fî Sabîlillâh dari tafsîr klasik
hingga modern menunjukkan bahwa Islam memberikan fleksibilitas dalam
pengelolaan zakat sesuai dengan kebutuhan umat. Oleh karna itu, pemahaman zakat
yang lebih luas dan kontekstual dapat membantu meningkatkan kesejahteraan umat
Islam secara lebih efekti