IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
فعالية استخدام الحوار المتسلسل في تعليم مهارة الكلام لطلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 4 بنجرماسين كاليمنتان الجنوبية = Efektivitas Penggunaan Dialog Berantai dalam Pembelajaran Maharah Kalam pada Siswa Kelas VIII di MTsN 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan
يهدف هذا البحث إلى معرفة فعالية استخدام الحوار المتسلسل في تعليم مهارة الكلام لدى الطلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 4 بنجرماسين كاليمانتان الجنوبية. مهارة الكلام هي واحدة من الكفاءات الرئيسية في تعلم اللغة العربية، ولكن في الممارسة العملية، يواجه الطلبة غالبًا عقبات مثل نقص المفردات، وانعدام الثقة بالنفس، وقلة الفرص للتدريب بشكل مستمر. تم اختيار تقنية الحوار المتسلسل لأنها توفر للطلاب فرصة المشاركة الفعالة في المحادثة، وتعزز مهارات الاستجابة السريعة، وتدرب على الطلاقة في التحدث بشكل طبيعي.
يستخدم هذا البحث منهجًا كميًا بتصميم شبه تجريبي من نوع اختبار قبلي- بعدي لمجموعة واحدة. موضوع البحث هو طلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 4 بنجرماسين الذين يتكون من 32 طالبًا. الأدوات المستخدمة تشمل اختبار مهارة الكلام، ورقة ملاحظة نشاطات الطلبة، والتوثيق. تم تحليل البيانات باستخدام اختبار إحصائي لرؤية الفرق في النتائج قبل وبعد المعالجة. أظهرت نتائج البحث أن استخدام الحوار المتسلسل له تأثير كبير على تحسين مهارة الكلام لدى الطلبة. يظهر ذلك من خلال زيادة معدل درجات الاختبار البعدي (75،44) أكبر من نتيجة الاختبار القبلي (60،00)، وكذلك كثافة مشاركة الطلبة الأعلى خلال عملية التعلم. وبذلك، يمكن الاستنتاج أن الحوار المتسلسل هو استراتيجية فعالة لتحسين مهارات الكلام باللغة العربية في مستوى المدرسة وخاصة في تعليم الصف الثامن
Kontribusi Work Environment Terhadap Job Satisfaction Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Kota Banjarmasin
Job Satisfaction (kepuasan kerja) merupakan refleksi dari perasaan dan
sikap positif seorang pegawai terhadap pekerjaannya yang dipengaruhi oleh
berbagai faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor pendorong Job Satisfaction
pegawai adalah lingkungan kerja kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kontribusi Work Environment terhadap Job Satisfaction pegawai pada
Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji regresi linier
sederhana. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang
berjumlah 47 pegawai. Penelitian ini menggunakan skala yang telah diuji dan
memenuhi validitas dan reliabilitas, dengan indeks reliabilitas pada instrumen Work
Environment sebesar 0,906 dan pada instrumen Job Satisfaction sebesar 0,889.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Job Satisfaction Pegawai
Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarmasin, berada
pada kategori sedang dengan persentase (74,5%). Tingkat Work Environment
berada pada kategori sedang dengan persentase (66%). Berdasarkan analisis regresi
linier sederhana diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,447 dengan tingkat
signifikansi 0,004 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa arah pengaruh positif
antara kedua variabel. Hal ini berarti, setiap peningkatan kualitas lingkungan kerja,
semakin meningkat pula kepuasan kerja pegawai. Nilai koefisien determinasi (R²)
sebesar 0,169 menunjukkan bahwa Work Environment berkontribusi sebesar 16,9%
dalam menjelaskan variasi Job Satisfaction, sedangkan sisanya 83,1%
dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dapat disimpulkan bahwa
peningkatan kualitas lingkungan kerja akan berkotribusi secara signifikan terhadap
peningkatan kepuasan kerja pegawai pada instansi tersebu
Praktik Jual Beli Hari Kerja (Studi Kasus di Desa Salaman Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya praktik jual beli hari kerja
(HK) di Desa Salaman, Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, yaitu kegiatan
ini menjual upah kerja yang belum diterima oleh para buruh sawit kepada pihak lain
dengan harga lebih rendah dari nilai upah sebenarnya. Praktik ini dipandang sebagai
solusi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan dana mendesak, namun
menimbulkan persoalan hukum karena objek yang diperjualbelikan belum ada
(ma‘dum), adanya ketidakseimbangan nilai tukar, serta praktik penahanan kartu
ATM sebagai jaminan yang berpotensi mengandung unsur riba atau gharar. Kondisi
tersebut menjadi penting untuk dikaji dalam perspektif hukum ekonomi syariah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan jenis
penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan para pelaku
transaksi, observasi langsung, serta telaah pustaka yang berkaitan dengan konsep
jual beli, akad, dan syarat sahnya objek menurut fikih muamalah. Analisis
dilakukan secara kualitatif dengan mengaitkan realitas lapangan dengan ketentuan
hukum Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli HK di Desa Salaman
dilakukan dengan pola penjualan hari kerja kepada pembeli secara tunai, kemudian
pelunasan dilakukan saat penerimaan gaji bulanan dengan nilai yang lebih besar
daripada uang yang diterima sebelumnya. Penjual menyerahkan kartu ATM sebagai
bentuk jaminan. Dalam perspektif hukum Islam, transaksi tersebut tidak memenuhi
syarat sah objek akad karena upah yang dijual belum ada, tidak jelas, serta belum
menjadi hak penuh pekerja. Selain itu, adanya selisih nominal antara uang yang
diterima dan jumlah yang harus dikembalikan menunjukkan adanya unsur
tambahan yang dapat dikategorikan sebagai riba. Dengan demikian, praktik jual
beli HK di Desa Salaman dinilai tidak sah menurut hukum ekonomi syariah
Strategi Pemasaran Usaha Peternak telur Itik di Desa Masiraan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang
diterapkan oleh peternak telur itik di Desa Masiraan serta mengkaji penerapan
etika bisnis Islam dalam aktivitas pemasaran tersebut. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh fakta bahwa usaha peternakan itik di desa tersebut memiliki
peran penting dalam menunjang ekonomi keluarga, namun praktik pemasaran
masih bersifat tradisional dan bergantung pada pengepul. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap peternak telur itik di Desa
Masiraan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran peternak dapat
dianalisis melalui pendekatan Customer Relationship Management (CRM),
bauran pemasaran 4P, serta STP, meskipun penerapannya masih sederhana dan
belum terstruktur. CRM dilakukan melalui upaya menjaga hubungan baik,
komunikasi informal, dan pemenuhan kebutuhan pengepul. Pada aspek 4P,
produk yang ditawarkan berfokus pada kualitas telur tanpa diferensiasi, harga
mengikuti pasar dengan proses tawar-menawar tradisional, distribusi (place)
bergantung pada pengepul yang datang langsung, dan promosi dilakukan secara
alami melalui jaringan sosial tanpa strategi promosi formal. Penerapan STP juga
tampak dalam segmentasi sederhana terhadap pengepul, pedagang kecil, dan
pembeli lokal, dengan targeting utama kepada pengepul dan positioning yang
belum terbangun secara jelas.
Dalam perspektif etika bisnis Islam, peternak telah menerapkan prinsip
kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab meskipun belum dikemas sebagai
strategi syariah. Kejujuran tampak pada keterbukaan informasi mengenai kualitas
telur, keadilan terlihat pada penetapan harga yang tidak merugikan kedua pihak,
dan prinsip tanggung jawab diwujudkan melalui pemeliharaan kebersihan,
pengelolaan limbah sederhana, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Penelitian ini juga menemukan fenomena ekonomi seperti tingginya biaya pakan,
ketergantungan pada pengepul, peran mitra penampung telur, serta harapan
peternak untuk memperluas pasar.
Secara praktis, penelitian ini mengimplikasikan perlunya pelatihan
efisiensi pakan, pembentukan kelompok peternak, penguatan akses pasar, serta
peningkatan keterampilan pemasaran berbasis digital. Secara teoretis, penelitian
ini memberikan kontribusi pada kajian pemasaran agribisnis, pemberdayaan
masyarakat berbasis komunitas, dan ekonomi rumah tangga petani, khususnya
dalam konteks penerapan nilai ekonomi Islam dalam usaha peternakan rakyat
Analisis Implementasi Strategi STP (Segmenting, Targeting, Positioning) Manajemen BAZNAS Kalimantan Selatan untuk Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kalimantan Selatan
Zakat merupakan instrumen penting dalam ekonomi Islam yang berfungsi
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia, pengelolaan zakat
dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Meskipun penghimpunan
zakat di BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan peningkatan,
realisasinya masih belum sebanding dengan potensi zakat yang tersedia. Kondisi
ini melatarbelakangi perlunya analisis terhadap strategi pengelolaan zakat,
khususnya melalui pendekatan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) guna
mengoptimalkan pengumpulan zakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi
Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) yang diterapkan oleh BAZNAS
Provinsi Kalimantan Selatan dalam optimalisasi pengumpulan zakat serta
mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian
lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi terhadap pihak-pihak terkait di BAZNAS Kalimantan Selatan.
Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kalimantan Selatan telah
menerapkan strategi STP melalui segmentasi muzakki, penentuan target potensial,
serta pembentukan citra lembaga yang amanah dan profesional. Strategi tersebut
berkontribusi terhadap peningkatan pengumpulan zakat, meskipun masih
menghadapi tantangan pada aspek literasi zakat, sumber daya manusia dan
kurangnya data penerimaan zakat
Strategi Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Para Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru
Penelitian ini berangkat dari pentingnya peran kepemimpinan dalam membentuk
kedisiplinan santri sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan pesantren.
Tujuannya yaitu mengetahui strategi kepemimpinan yang pimpinan Pondok Pesantren
Al Falah Putera terapkan untuk meningkatkan kedisiplinan santri, kemudian faktor
pendukung maupun penghambat yang ada, serta implikasi kepemimpinan terhadap
perilaku santri.
Metode yang dipergunakan berupa deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data
dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang didapat selanjutnya
dianalisis secara deskriptif melalui tahap berupa reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Kemudian untuk keabsahan dari data diperoleh melalui
triangulasi sumber.
Hasil yang didapat mengungkapkan pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Putera
dominan menggunakan gaya kepemimpinan karismatik, dengan memadukan prinsip
keteladanan, kedekatan emosional, serta pemberian motivasi kepada santri. Strategi
yang diterapkan meliputi perencanaan kegiatan disiplin, pelaksanaan melalui
pembiasaan aturan pesantren, serta pengawasan dan evaluasi secara langsung,
termasuk inspeksi mendadak ke asrama. Faktor pendukung strategi kepemimpinan ini
antara lain adanya kultur pesantren yang kuat, dukungan dari dewan guru, serta
keteladanan pimpinan. Adapun faktor penghambat meliputi beragamnya latar
belakang dari santri, sarana yang terbatas, serta resistensi sebagian santri terhadap
aturan
Etika Komunikasi Dakwah dalam Serial Omar & Hana di Kanal YouTube Omar & Hana Indonesia
Serial animasi Omar & Hana yang ditayangkan melalui kanal YouTube Omar & Hana
Indonesia merupakan salah satu media dakwah anak yang menyampaikan nilai-nilai Islam
melalui cerita keseharian dengan pendekatan edukatif, komunikatif, dan sesuai dengan
karakteristik perkembangan anak usia dini. Dalam konteks komunikasi dakwah, penting untuk
memastikan bahwa pesan keislaman disampaikan dengan memperhatikan prinsip-prinsip etika
agar pesan dapat diterima secara efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi audiens.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika komunikasi dakwah dalam serial
animasi Omar & Hana yang ditayangkan melalui kanal YouTube Omar & Hana Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis isi.
Kerangka teori yang digunakan merujuk pada prinsip etika komunikasi dakwah menurut
Jalaluddin Rakhmat, yang meliputi qaulan sadidan, qaulan baligha, qaulan layyina, qaulan
maysura, qaulan karima, dan qaulan ma’rufan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi terhadap lima season serial Omar & Hana yang memiliki unsur cerita, serta
dokumentasi terhadap dialog, adegan visual, dan narasi yang relevan dengan rumusan masalah.
Data dianalisis melalui tahap pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial Omar & Hana secara konsisten menerapkan enam
prinsip etika komunikasi dakwah. Prinsip qaulan layyina dan qaulan ma’rufan tampak dominan
melalui penggunaan bahasa yang lembut, santun, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Prinsip
qaulan sadidan tercermin dalam penyampaian pesan yang jujur dan sesuai dengan ajaran Islam,
sementara qaulan baligha terlihat dari efektivitas pesan yang disampaikan melalui cerita
sederhana dan kontekstual. Adapun qaulan maysura dan qaulan karima diwujudkan melalui
penyampaian pesan yang tidak memberatkan serta penuh penghormatan kepada lawan bicara.
Temuan ini menunjukkan bahwa serial Omar & Hana berfungsi sebagai media dakwah yang
efektif dan etis, khususnya dalam membentuk karakter dan pemahaman keislaman anak di era
digital
Aktivitas Dakwah Ustadz H. Zainal Arifin di Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa dakwah dalam cakupan luas merupakan
kewajiban seluruh umat Islam yang mukallaf tanpa kecuali. Pada poin dakwah yaitu
amar ma’ruf dan nahi munkar yang merupakan kunci dari kesejahteraan dan
keselamatan manusia. Maka dapat digaris bawahi jika dakwah tidak ada kontinuitas
dan berhenti berakibat bumi akan dipenuhi dengan segala kemaksiatan dan
kemungkaran yang berujung pada kehancuran kehidupan manusia yang sudah dapat
dipastikan tidak ada manusia yang menginginkannya. Salah satu komponen penting
dalam dakwah adalah seorang Ustadz atau Da’i yang dapat memberikan dorongan dan
mengajak masyarakat agar senantiasa dalam jalan yang benar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana aktivitas dakwah Ustadz
H. Zainal Arifin di Kota Banjarmasin dan apa saja faktor penunjang dan penghambat
aktivitas dakwah Ustadz H. Zainal Arifin di Kota Banjarmasin. Penelitian ini termasuk
jenis penelitian lapangan, dengan terjun langsung ke dalam lapangan untuk melakukan
observasi dalam pencarian data yang diperlukan sesuai dengan rumusan masalah yang
akan diteliti. Selain itu juga dilakukan wawancara langsung kepada Ustadz H. Zainal
Arifin, pengumpulan data, pengolahan data, serta pengelompokkan data sampai hasil
penelitian.
Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa aktivitas dakwah yang terlaksana,
yaitu majelis taklim dan pembacaan sholawat yang dilakukan dua kali dalam satu
minggunya. Terdapat beberapa jenis kitab dan sholawat yang dibaca dalam
kegiatannya, diantaranya kitab Attashrif, Is’afutthalibin, Maulid ‘Azab dan beberapa
kitab dan sholawat lainnya yang akan dibahas dalam skripsi ini. Kegitan ini sangat
membantu dalam menanamkan nilai-nilai keislaman bagi jamaah. Secara keseluruhan
bentuk dakwah yang dilakukan oleh Ustadz H. Zainal Arifin dilaksanakan dengan
bentuk pengajian, sedangkan faktor penunjang dalam aktivitas dakwah beliau adalah
kemampuan dalam berdakwah dan juga sarana prasarana yang memadai seperti kitab,
papan tulis dan lain-lain. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu dan
keterbatsan fisik beliau
Narasi Pengalaman Jemaah Haji Lansia Terhadap Pelayanan Petugas Haji di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman jemaah haji lansia dalam
menerima pelayanan kesehatan, konsumsi, dan administrasi di Asrama Haji Embarkasi
Banjarmasin, serta menganalisis bagaimana dimensi responsiveness dan empathy
dipersepsikan dan dialami oleh jemaah haji lansia. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh (7) jemaah haji
lansia yang dipilih secara purposive dan dianalisis secara tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelayanan jemaah haji lansia
tidak hanya bersifat prosedural, tetapi berorientasi pada rasa aman, kemudahan akses, dan
interaksi personal yang empatik. Pada pelayanan kesehatan, jemaah merasakan keamanan
melalui pemeriksaan yang teliti dan penjelasan yang jelas. Pada pelayanan konsumsi,
pengantaran makanan ke kamar menciptakan kenyamanan fisik dan suasana sosial yang
hangat. Pada pelayanan administrasi, prosedur yang tertib dan pengantaran dokumen ke
kamar mengurangi kebingungan dan kecemasan.
Dimensi responsiveness dan empathy dipersepsikan sebagai satu kesatuan
pelayanan yang manusiawi. Responsiveness dimaknai sebagai pelayanan proaktif yang
meringankan beban melalui inisiatif petugas dan desain layanan yang adaptif, sedangkan
empathy dimaknai sebagai penghargaan terhadap martabat jemaah melalui komunikasi
yang sabar dan personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara
responsiveness dan empathy menjadi kunci keberhasilan pelayanan ramah lansia di Asrama
Haji Embarkasi Banjarmasin
Motivasi Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin dalam Memposting Konten Konten Dakwah di Akun Instagram
Perkembangan media sosial membawa perubahan signifikan dalam praktik
dakwah Islam, khususnya di kalangan generasi muda. Instagram sebagai platform
berbasis visual menjadi ruang baru bagi mahasiswa untuk mengekspresikan nilai
nilai keagamaan melalui konten dakwah. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai calon
pendakwah dan komunikator Islam yang dituntut mampu beradaptasi dengan
perkembangan media digital. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam
menyebarkan konten dakwah di Instagram menarik untuk dikaji, terutama dari sisi
motivasi yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
motivasi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari
Banjarmasin dalam menyebarkan konten dakwah melalui Instagram.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang aktif atau pernah
membagikan konten dakwah di Instagram. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa terbagi ke dalam
tiga bentuk utama, yaitu motivasi sebagai pengingat diri sendiri yang bersifat
intrinsik, motivasi untuk berbagi nilai-nilai kebaikan kepada orang lain, serta
motivasi karena adanya keterkaitan emosional dan pengalaman personal dengan isi konten dakwah. Perbedaan frekuensi dan bentuk konten dipengaruhi oleh
kondisi personal dan lingkungan digital.
Penelitian
ini
menyimpulkan bahwa motivasi mahasiswa dalam
menyebarkan konten dakwah di Instagram bersifat kompleks, melibatkan faktor
intrinsik dan ekstrinsik, serta menjadikan Instagram sebagai media dakwah,
refleksi diri, dan ekspresi religius di era digital