IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Gambaran Burnout pada Pegawai dalam Organisasi Perpustakaan yang Mengalami Kekurangan SDM di Perpustakaan SMA Negeri 1 Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi burnout pada pegawai dalam organisasi perpustakaan yang mengalami kekurangan sumber daya manusia SDM di Perpustakaan SMA Negeri 1 Banjarbaru. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang muncul akibat tuntutan pekerjaan yang berlangsung secara terus-menerus, terutama pada profesi yang bergerak di bidang pelayanan. Kekurangan jumlah pegawai di perpustakaan berdampak pada meningkatnya beban kerja, yang berpotensi memicu stres berkepanjangan dan menurunkan kinerja pegawai.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap dua orang pegawai perpustakaan sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai perpustakaan SMA Negeri 1 Banjarbaru mengalami gejala burnout yang ditandai dengan kelelahan emosional, kelelahan fisik, serta menurunnya motivasi dan semangat kerja. Faktor utama penyebab burnout meliputi tingginya beban kerja akibat keterbatasan jumlah SDM, jam kerja yang relatif panjang, tuntutan pelayanan yang berkelanjutan, serta minimnya penghargaan dan peluang pengembangan karier. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas layanan perpustakaan dan kinerja pegawai secara keseluruhan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelola perpustakaan dan pihak sekolah dalam memahami pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang seimbang, serta menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan dan penanganan burnout guna meningkatkan kinerja dan kesejahteraan pegawai perpustakaan
Kontribusi Self Efficacy Terhadap Disiplin Kerja Pada Pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan
Self efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan diri
dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan dimanapun, baik itu di
tempat kerja. Sementara itu, disiplin kerja adalah sikap patuh dan taat terhadap
peraturan serta tanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban kerja. Penelitian
ini dilakukan berdasarkan dengan kemungkinan adanya gejala ketidakdisiplinan
pada pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat
kontribusi self efficacy terhadap disiplin kerja pegawai di lingkungan Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan
Selatan.
Pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperimen
dengan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampel total, sampel
penelitian yang digunakan berjumlah 137 pegawai, baik Aparatur Sipil Negara
(ASN) 66 pegawai maupun Non-ASN 71 pegawai, dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan instrumen penelitian terdiri atas skala disiplin kerja dengan
reliabilitas sebesar 0,867 dan skala self efficacy dengan reliabilitas sebesar 0,914.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat disiplin kerja dengan
kategori tinggi sebesar (20,4%), kategori sedang sebesar (63,5%), dan kategori
rendah sebesar (16,1%). Khusus kategori rendah dipengaruhi kurangnya disiplin
waktu (waktu datang, istirahat, dan pulang kerja), disiplin peraturan (penggunaan
atribut pakaian kerja dan prosedur yang berlaku), dan disiplin tanggung jawab
terhadap tugas tetap yang diberikan. Sedangkan pada tingkat self efficacy pegawai
termasuk dalam kategori tinggi sebesar (21,2%), kategori sedang sebesar (59,1%),
dan kategori rendah sebesar (19,7%). Khusus kategori rendah dipengaruhi
kurangnya keyakinan diri berdasarkan tingkatan, kekuatan, dan keluasan self
efficacy yang dimiliki oleh individu. Sedangkan Uji linearitas menunjukkan
hubungan yang linear antara self efficacy dan disiplin kerja dengan nilai signifikansi
0,301 (> 0,05), dan uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan
signifikansi 0,200 (> 0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self efficacy
berpengaruh signifikan dan positif terhadap disiplin kerja dengan nilai koefisien (β
= 0,397, t(135) = 9,36, p < 0,05) dan koefisien determinasi sebesar (39,4%). Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self efficacy pegawai, maka
semakin tinggi pula disiplin kerja yang ditunjukkan. Selain itu, faktor-faktor
lainnya yang tidak disebutkan dalam penelitian ini juga memiliki pengaruh sebesar
(60,6%) dalam meningkatkan self efficacy dan disiplin kerj
Kontribusi Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Berisiko Penyalahgunaan Narkotika Pada Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Banjarbaru
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kontrol diri (X)
dapat memberikan kontribusi terhadap kecenderungan perilaku berisiko
penyalahgunaan narkotika (Y) pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
4 Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
pengaruh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner, wawancara, dan analisis data yang dikumpulkan melalui buku, arsip,
jurnal, dan skripsi. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan
menggunakan skala kontrol diri yang telah diadaptasi dari penelitian Kenyawati,
dengan mengacu pada teori Averill dan skala perilaku berisiko penyalahgunaan
narkotika yang diadaptasi dari hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkotika
dari Badan Narkotika Nasional tahun 2019. Penelitian ini dianalisis dengan
melakukan beberapa uji, seperti validitas, reliabilitas, normalitas, dan analisis
regresi.
Dari hasil analisis data ditunjukkan bahwa 97,6% siswa memiliki kontrol diri
yang tinggi dan 2,4% lainnya rendah. Adapun ditunjukkan bahwa 95% siswa
memiliki tingkat kecenderungan perilaku berisiko penyalahgunaan narkotika yang
rendah dan 5% lainnya tinggi. Nilai koefisien regresinya adalah -0,191 dan nilai
p-value-nya <0,001, serta nilai R square-nya sebesar 0,145. Tingkat kontrol diri
siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Banjarbaru dominan tinggi
dan tingkat perilaku berisiko penyalahgunaan narkotikanya dominan rendah.
Kontribusi yang diberikan variabel X merupakan kontribusi negatif yang
signifika
Jual Beli Online di Toko Clairy Kosmetik pada Platform Shopee Ditinjau Dari Perspekif Ekonomi Islam
Penelitian ini mengkaji praktik jual beli online yang dilakukan oleh Toko
Clairy Kosmetik melalui platform Shopee, ditinjau dari perspektif ekonomi Islam.
Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya e-commerce sebagai
sarana baru dalam melakukan transaksi jual beli. Fenomena ini menuntut analisis
mendalam untuk mengetahui apakah praktik jual beli secara daring sudah sesuai
dengan prinsip-prinsip syariah, seperti kejelasan akad, kehalalan produk, serta
keadilan bagi para pihak yang terlibat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
metode studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi terhadap pemilik, admin toko, dan konsumen Clairy Kosmetik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Clairy Kosmetik menjalankan transaksi secara
transparan dan profesional, dengan memastikan produk yang dijual adalah halal,
sistem pembayaran tidak mengandung unsur riba, serta adanya mekanisme retur
dan perlindungan konsumen. Proses transaksi meliputi pemasaran, pemesanan,
pembayaran, hingga pengiriman barang yang seluruhnya berjalan sesuai prosedur
syariah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik jual beli online yang
diterapkan oleh Toko Clairy Kosmetik melalui platform Shopee telah memenuhi
ketentuan-ketentuan dalam muamalah Islam. Aktivitas ini tidak hanya
memudahkan konsumen dalam bertransaksi, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai
etika bisnis Islam seperti kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab. Penelitian
ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam
mengembangkan e-commerce yang sesuai dengan prinsip syariah
Resiliensi Guru di TK Inklusi Cemara Banjarmasin
Guru memberikan pengajaran kepada anak didik untuk mendukung
perkembangan dan pertumbuhan, namun di satu sisi guru pastinya menghadapi
berbagai masalah di kehidupan. Baik di keluarga, masyarakat, atau sesama rekan
kerja. Itulah sebabnya mereka mengalami tekanan dan tidak nyaman dalam
bekerja disebut resiliensi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kondisi resiliensi guru di TK Inklusi Cemara Banjarmasin untuk mengetahui
strategi untuk meningkatkan resiliensi guru TK Inklusi Cemara Banjarmasin serta
untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat resiliensi guru TK
Inklusi Cemara Banjarmasin.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini yaitu guru wali kelas dan
kepala sekolah. Adapun objek pada penelitian ini resiliensi guru di TK Inklusi
Cemara, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan resiliensi guru di TK Inklusi Cemara
Banjarmasin masih termasuk rendah atau belum mencukupi karena para guru
tidak suka tantangan atau stagnan yang disebabkan oleh berbagai faktor yaitu
adanya hubungan keluarga serta faktor usia. Strategi untuk meningkatkan
resiliensi guru di TK Inklusi Cemara Banjarmasin yaitu mencintai dan
mensyukuri profesi, belajar dengan yang lebih berpengalaman, dan sikap
kepedulian terhadap anak-anak. Faktor pendukung dan penghambat untuk
mempertahankan resiliensi di TK Inklusi Cemara Banjarmasin yaitu adanya
dukungan dari sekolah, rekan kerja yang nyaman, mengikuti pelatihan dan
motivasi. Sedangkan faktor penghambat diantaranya: Gaji yang rendah,
perkembangan anak dan ABK, serta kurangnya alat peraga
Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhwan Banjarmasin
Akidah Akhlak merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam
yang menjadi fondasi utama dalam membentuk keimanan dan karakter mulia.
Mata pelajaran Akidah Akhlak berfungsi sebagai sarana pembinaan spiritual dan
moral peserta didik agar mampu meneladani sifat-sifat mulia dan menjauhi
perilaku tercela. Oleh karena itu, Akidah Akhlak menjadi salah satu mata
pelajaran utama di madrasah. Namun, kompleksitas konsep serta kedalaman nilai
nilai yang terkandung di dalamnya seringkali membuat sebagian peserta didik
mengalami kesulitan dalam memahami dan mengamalkan materi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar yang
dialami peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah
Tsanawiyah Al-Ikhwan Banjarmasin, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya,
serta mengungkap solusi yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek terdiri dari siswa, guru
mata pelajaran Akidah Akhlak, wali kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengolahan
dan analisis data dilakukan melalui koleksi data, editing data, klasifikasi data,
interpretasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa terjadi pada
tiga tahapan, yaitu sebelum, selama, dan setelah proses pembelajaran. Sebelum
belajar, siswa mengalami kesulitan dalam mempersiapkan diri secara fisik dan
mental. Selama proses belajar, siswa mengalami kesulitan memahami materi,
menghafal, serta menjaga fokus. Setelah belajar, kesulitan tampak pada rendahnya
hasil belajar, kurangnya kebiasaan mengulang materi, dan munculnya perilaku
negatif. Faktor penyebab kesulitan belajar terdiri dari faktor internal (fisiologis
dan psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, dan teman
sebaya). Adapun solusi yang dilakukan oleh guru dan pihak sekolah meliputi
pembelajaran remedial, motivasi personal, pendekatan afektif, sistem poin
kedisiplinan, serta pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaa
Persepsi Siswa terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Islam Terpadu Insan Madani Kota Banjarmasin
Layanan BK di sekolah memiliki peran penting dalam membantu siswa
mengatasi berbagai permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan pribadi,
sosial, belajar, dan karir. Pentingnya layanan BK dalam mendampingi siswa yang
tidak hanya mengikuti pendidikan formal di sekolah, tetapi juga menjalani
kehidupan sebagai santri di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan
mengetahui persepsi siswa terhadap layanan BK serta faktor yang menjadi
kebutuhan dan harapan siswa terhadap layanan BK.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi deskriptif. Subjek penelitian 10 orang siswa yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5
perempuan yang menjadi siswa di SMP Islam Terpadu Insan Madani Kota
Banjarmasin. Objek penelitian ini Persepsi Siswa Terhadap Layanan Bimbingan
dan Konseling. Metode pengumpulan datanya melalui wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan
Bimbingan dan Konseling dianggap sebagai tempat aman untuk bercerita, sarana
penyelesaian masalah, pendukung kesehatan mental dan emosional siswa,
fasilitator, dan pendamping siswa. Adapun faktor yang menjadi kebutuhan dan
harapan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling terletak pada aspek sosial
dan emosional, termasuk dalam hal mengelola konflik, tekanan emosi, dan
pembentukan karakter. Harapan siswa mencakup layanan yang lebih aktif,
terjadwal, responsif, dan mampu menjangkau siswa secara personal. Saran siswa
meliputi pembagian guru BK berdasarkan jenis kelamin siswa, peningkatan fasilitas
ruang BK agar lebih nyaman, pendekatan yang lebih individual dan mendalam oleh
guru BK, peningkatan kepekaan dan ketepatan tanggapan guru BK terhadap kondisi
sisw
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Sastra Anak Berbasis Kerifan Lokal Terhadap Minat Baca Dan Berpikir Kritis Siswa Kelas 4 MI AL Muhajirin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan dan
kemampuan berpikir kritis siswa, serta terbatasnya bahan ajar yang relevan dengan
konteks lokal. LKPD ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan
mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal kedalam materi sastra anak. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan
terhadap minat baca dan berpikir kritis siswa kelas 4 MI Al Muhajirin.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, evaluation). Subjek pada penelitian ini
adalah seluruh peserta didik kelas 4 MI Al Muhajirin yang berjumlah 26 peserta
didik. Data dikumpulkan melalui angket minat baca, tes berpikir kritis, dan angket
respon peserta didik serta guru terhadap LKPD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD Sastra Anak Berbasis kearifan
Lokal yang dikembangkan memiliki kualitas baik berdasarkan penilaian validator
ahli materi dengan nilai 70,83% (kategori valid), ahli bahasa dengan nilai 75%
(kategori valid), dan ahli media dengan nilai 91,67% (kategori sangat valid).
Respon peserta didik terhadap kepraktisan LKPD mencapai rata-rata 82%, yang
tergolong dalam kriteria “sangat valid”. Implementasi LKPD menunjukkan
peningkatan yang signifikan pada minat baca peserta didik, rata-rata skor angket
minat baca dari pertanyaan meningkat dari 75,85% (kategori sedang) sebelum
perlakuan menjadi 83,85% (kategori tinggi) sesudah perlakuan. Selain itu,
kemampuan berpikir kritis juga mengalami peningkatan, terlihat dari hasil tes
berpikir kritis (Post-test) di mana 24 dari 26 peserta didik mencapai ketuntasan,
yang berarti tingkat ketuntasan mencapai 92,31
Implementasi Bauran Pemasaran Pada Produk Kewirausahaan Di Yayasan Kesejahteraan Madani Sentosa Banjarmasin
Penelitian ini berangkat dari pentingnya pengelolaan usaha hotel secara
profesional guna mencapai keberlanjutan usaha serta mendukung pencapaian
tujuan sosial Yayasan Kesejahteraan Madani Sentosa. Usaha hotel yang dikelola
yayasan diharapkan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga menjadi
sumber pendanaan yang stabil bagi kegiatan sosial, khususnya operasional panti
asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan hotel melalui
penerapan manajemen pemasaran berbasis marketing mix (bauran pemasaran) yang
mencakup tujuh elemen utama: product, price, place, promotion, people, process,
dan physical evidence.
Penelitian ini berfokus pada bagaimana implementasi bauran pemasaran
pada produk kewirausahaan Yayasan Kesejahteraan Madani Sentosa Banjarmasin,
serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang
mempengaruhi pelaksanaan strategi pemasaran tersebut. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, jenis penelitian deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara serta
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran telah
diimplementasikan dengan mempertimbangkan keberlanjutan usaha dan dukungan
terhadap misi sosial yayasan. Strategi pemasaran diarahkan untuk memperkuat
posisi hotel di tengah persaingan, memperluas jangkauan pasar melalui platform
digital, serta menjaga kualitas layanan guna meningkatkan kepuasan tamu. Faktor
pendukung keberhasilan implementasi meliputi lokasi hotel yang strategis, kerja
sama dengan platform pemesanan daring, dan dukungan manajemen. Adapun
faktor penghambatnya adalah persaingan ketat dari hotel baru, kendala teknis
operasional, dan keterbatasan kemampuan bahasa asing pada sebagian karyawa
Pesan Dakwah dalam Akun @Ilham Randa yang Berjudul La Tahzan: Don’t Be Sad Pada Aplikasi Webtoon
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan pesan dakwah
serta bentuk penyampaiannya dalam Webtoon berjudul “La Tahzan: Don’t Be Sad”
karya Ilham Randa yang dipublikasikan melalui akun @IlhamRanda di platform
Aplikasi Webtoon. Webtoon tersebut memuat ajaran-ajaran Islam yang dikemas
secara visual dan naratif dengan pendekatan yang ringan dan mudah dipahami,
sehingga mampu menarik minat khalayak muda. Kajian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis isi, serta berpijak pada
kerangka teori komunikasi dakwah.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi terhadap sejumlah episode Webtoon serta penelusuran referensi
pendukung berupa dokumentasi literatur. Hasil kajian mengungkapkan bahwa
pesan dakwah dalam Webtoon ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis utama,
yakni pesan akidah yang mencakup aspek keyakinan terhadap Allah dan takdir,
pesan syariah yang mencerminkan ajakan untuk menjalankan ibadah serta etika
sosial, serta pesan akhlak yang meliputi nilai-nilai seperti kesabaran, keikhlasan,
dan tawakal. Penyampaian pesan dakwah dilakukan secara eksplisit melalui
penyisipan ayat Al-Qur’an dan hadis pada bagian akhir setiap episode, serta secara
implisit melalui percakapan antar tokoh, visualisasi ilustratif, dan narasi yang
merefleksikan dinamika kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa
Webtoon tersebut mampu berfungsi sebagai media dakwah alternatif yang relevan,
karena gaya penyajiannya kontekstual, komunikatif, dan selaras dengan
karakteristik pengguna media sosial, khususnya kalangan muda yang akrab dengan
dunia digital