IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Kesadaran Hukum Masyarakat Muara Laung Terhadap Praktik Jual Beli di Waktu Sholat Jum’at

    Get PDF
    Salah satu bentuk muamalah yang diatur secara khusus dalam Islam adalah praktik jual beli. Ada beberapa kondisi di mana jual beli dilarang, salah satunya ialah larangan untuk melakukan praktik jual beli di waktu sholat Jum’at, sebagaimana disebutkan dalam Q.S al-Jumu’ah ayat 9. Namun, pada kenyataannya masih banyak ditemukan masyarakat yang masih melakukan transaksi meskipun azan Jum’at telah berkumandang, khususnya di Pasar Sentral Muara Laung. Hal tersebut membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana kesadaran hukum masyarakat Muara Laung terhadap praktik jual beli di waktu sholat Jum’at dan bagaimana faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat Muara Laung terhadap praktik jual beli di waktu sholat Jum’at. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang merupakan pelaku jual beli di Pasar Sentral Muara Laung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan informan yang diwawancarai, hanya empat orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dan sikap yang sejalan dengan hukum dilarangnya jual beli di waktu sholat Jum’at. Namun, kesadaran tersebut tidak diwujudkan dalam perilaku nyata. Tiga informan lainnya tidak mengetahui dan memahami hukum tersebut, meskipun begitu secara sikap mereka setuju dengan hukum tersebut, namun belum mampu menerapkannya. Sementara dua informan lainnya, selain tidak mengetahui dan memahami, mereka juga tidak setuju terhadap larangan tersebut, sehingga tetap melakukan praktik jual beli di waktu sholat Jum’at. Dengan demikian, kesadaran hukum para informan masih tergolong rendah dan belum sepenuhnya memenuhi empat indikator kesadaran hukum menurut Soerjono Soekanto. Adapun faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum mereka disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan yang menyebabkan pemahaman terhadap hukum Islam menjadi terbatas, khususnya tentang larangan jual beli di waktu sholat Jum’at. Sembilan informan yang belum mengetahui hukum tersebut secara utuh karena tidak pernah mendapatkan pembelajaran formal atau penyuluhan agama. Selain itu, faktor ekonomi menjadi alasan utama mengapa masyarakat tetap melakukan jual beli meskipun sudah mengetahui adanya laranga

    Implementasi Evaluasi Syafahi dan Tahriri dalam Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotorik pada Santriwati di Pondok Darul Hijrah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi evaluasi syafahi, tahriri, ranah kognitif, afektif dan psikomotorik pada santriwati di pondok pesantren darul hijrah putri.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, pendekatan penelitian kualitatif, dan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 1 orang kepala bagian pengajaran , empat orang penguji syafahi mata pelajaran Al-Qur’an dan lima orang guru mata pelajaran Al-Qur’an, tajwid dan fiqih di SMP Darul Hijrah Puteri. Objek penelitian ini adalah implementasi evaluasi syafahi dan tahriri dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik pada santriwati di pondok pesantren darul hijrah putri. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu koleksi data, editing, pengklasifikasian data, dan interpretasi data. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman yang memiliki tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi evaluasi syafahi (lisan) santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri dilaksanakan satu kali dalam satu semester. Implementasi evaluasi tahriri (tertulis) santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri merupakan rangkaian dari penilaian akhir semester ganjil yang di laksanakan setelah evaluasi syafahi yang terdiri dari mata pelajaran pondok dan mata pelajaran umum. Pelaksanaan evaluasi tahriri pada mata pelajaran umum sama dengan SMP pada umumnya. implementasi ranah kognitif santriwati dengan evaluasi syafahi dan tahriri di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri menggunakan soal-soal evaluasi syafahi dan tahriri untuk mata pelajaran tajwid, hifzul surah, ad’iyyah, dan fiqih pada kelas VII, VIII, dan IX, implementasi ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom secara umum mencakup tingkatan C1, C2, dan C3. Tingkatan C4 mulai muncul di beberapa materi, terutama dalam analisis hukum bacaan dan praktik fikih. Implementasi ranah afektif santriwati dengan evaluasi tahriri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri pada kelas VII, VIII dan IX tidak di temukan soal yang mengarah pada sikap dan tanggung jawab. Namun ranah afektif dapat di evaluasi dengan observasi langsung (Sikap ketika mengikuti pelajaran dan ujian).Implementasi ranah psikomotorik santriwati dengan observasi di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri menggunakan soal-soal evaluasi syafahi materi qira'atul Qur'an dan ibadah ‘amaliah pada kelas VII, VIII, dan IX, implementasi ranah psikomotorik mencakup hampir seluruh tahapan menurut taksonomi psikomotorik. Level P1, P2, P3, dan P4 (Respons Terbiasa) muncul secara domina

    Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan Pembiayaan di PT. Al Ijarah Indonesia Finance Cabang Banjarmasin

    Get PDF
    PT. Al Ijarah Indonesia Finance atau bisa disingkat PT. ALIF adalah salah satu perusahaan keuangan syariah yang ada di Banjarmasin dengan jumlah nasabah yang cukup banyak. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nasabah menggunakan produk dan jasa adalah lokasi kantor pembiayaan dan juga kenyamanan fasilitas yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lokasi dan fasilitas berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap keputusan nasabah menggunakan pembiayaan yang ada di PT. Al Ijarah Indonesia Finance Cabang Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kuantitatif. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada nasabah PT.ALIF sebanyak 40 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan uji T dan uji F mengunakan aplikasi SPSS Statistic 25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari kedua variabel, secara simultan variabel lokasi dan fasilitas mempunyai pengaruh terhadap keputusan nasabah menggunakan pembiayaan syariah di PT. Al Ijarah Indonesia Finance Cabang Banjarmasin, karena nilai Fhitung lebih besar dari pada Ftabel (7,325 > 2,46) dengan nilai signifikan sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan secara parsial, yang pertama variabel lokasi (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah, karena nilai thitung lebih kecil dari pada nilai ttabel (0,365 < 1,685) dengan nilai signifikan sebesar 0,717 lebih besar dari 0,05. Kedua, variabel Fasilitas (X2) berpengaruh secara parsial terhadap keputusan nasabah, karena nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,663 > 1,685) dengan nilai signifikan sebesar 0.011 lebih kecil dari 0,05

    Jual Beli Handphone Sitaan dalam Persepektif Fiqih Muamalat 4 Madzhab (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura dan Darul Ilmi Banjarbaru)

    Get PDF
    Fenomena pelanggaran membawa barang elektonik berupa handphone di beberapa pondok pesantren sering terjadi, sehingga menuntut kepada pihak pondok pesantren untuk membuat kebijakan penyitaan terhadap barang terlarang tersebut. Dalam praktiknya barang sitaan tersebut diperjualbelikan untuk kemashlahatan pondok pesantren. Penelitian ini berfokus pada hukum jual beli barang sitaan tersebut berdasarkan kacamata syariah fiqih muamalat. Serta fenomena hukum yang berlaku di kalangan pondok pesantren pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris (field research). Data yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yaitu pengurus pondok pesantren dan para santri dengan teknik pengumpulan data, keabsahan data dan analisis data dengan menggunakan teori Mashalahat, teori Jual Beli yang dianalisis dalam Fiqih Muamalat 4 madzhab dan Teori Penyitaan barang sehingga hak kepemilikan barang bisa berpindah ke pihak pondok pesantren Hasil penelitian mengemukakan bahwa dalam jual beli handphone sitaan di pondok pesantren sesuai dengan prinsip syariah yaitu akad hibah, karena mayoritas pondok pesantren sudah menyampaikan aturan yang dimiliki ketika siswa ataupun santri membawa handphone, maka pihak pondok pesantren memiliki hak untuk menyita barang tersebut. Diharapkan ke depannya lewat penelitian ini, seluruh pondok pesantren melakukan akad hibah ketika proses persidangan terjadi serta selalu memberikan edukasi kepada orangtua santri atapun wali mereka terkait larangan membawa hanbphone di lingkungan pondok pesantren, agar pelanggaran membawa dan mengoperasiakn alat elektronik berkurang. Serta memberikan kesadaran kepada seluruh santri agar lebih fokus belajar dan beribadah

    Peran Guru Penggerak Terhadap Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Program Guru Penggerak merupakan salah satu inisiatif strategis dari Kemendikbudristek yang bertujuan mendorong transformasi sistem pendidikan di Indonesia. Program ini tidak hanya menekankan pada penguatan kapasitas guru secara individu, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan. Salah satu sasaran utamanya adalah menghadirkan sosok guru yang mampu menjalankan berbagai peran penting dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi, termasuk di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran Guru Penggerak terhadap kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Peran yang dikaji mencakup lima dimensi utama, yaitu sebagai pemimpin pembelajaran, coach bagi guru lain, pendorong kolaborasi, penguat student agency, serta penggerak komunitas praktisi. Kelima peran tersebut berkontribusi dalam mendorong peningkatan profesionalisme guru PAI melalui praktik pembelajaran yang reflektif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah lima Guru Penggerak yang aktif bertugas di sekolah masing-masing, dengan kepala sekolah dan guru PAI sebagai informan triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Penggerak menjalankan lima peran strategis yang berdampak nyata terhadap kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebagai pemimpin pembelajaran, Guru Penggerak memfasilitasi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan berpusat pada murid. Dalam perannya sebagai coach, mereka memberikan pendampingan teknis dan reflektif secara individual untuk mengembangkan kapasitas profesional guru PAI. Sebagai pendorong kolaborasi dan penggerak komunitas praktisi, Guru Penggerak aktif membangun komunitas belajar di dalam dan lintas sekolah, yang menjadi wadah berbagi praktik baik dan peningkatan mutu pembelajaran. Di sisi lain, mereka juga memperkuat student agency dengan mendorong guru PAI menghadirkan pembelajaran yang memberi ruang pada suara, pilihan, dan kepemilikan belajar peserta didik

    تأثير الأنماط الشخصية والكفاءة الذاتية على التعلم المنظم ذاتيًا في مادة النحو لدى طلبة قسم تعليم اللغة العربية بجامعة أنتساري الإسلامية الحكومية بنجرماسين = Pengaruh Tipe Kepribadian dan Efikasi Diri Terhadap Self Regulated Learning Pada Mata Kuliah Nahwu Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Bahasa Arab merupakan bahasa asing yang menuntut strategi pembelajaran yang sesuai. Salah satu strategi penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan belajar adalah strategi pembelajaran terorganisir secara mandiri yang berfokus pada kemampuan mengatur kognisi, motivasi, dan perilaku akademik. Penggunaan strategi ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian dan efikasi diri. Dalam mata kuliah Tarkib al-Manshubat, dosen mendorong pembelajaran mandiri dengan membagi mahasiswa ke dalam kelompok dan mendiskusikan topik-topik tertentu, sehingga memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan belajar mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh dimensi kepribadian terhadap pembelajaran terorganisir secara mandiri, mendeskripsikan pengaruh efikasi diri terhadap pembelajaran terorganisir secara mandiri, serta mendeskripsikan pengaruh kepribadian dan efikasi diri secara simultan terhadap pembelajaran terorganisir secara mandiri pada mata kuliah nahwu di kalangan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan desain ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2024 yang berjumlah 56 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, serta teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari beberapa dimensi kepribadian dan efikasi diri terhadap pembelajaran terorganisir secara mandiri dalam mata kuliah nahwu. Dimensi kepribadian seperti ekstroversi, conscientiousness (sikap hati-hati/teratur), dan neurotisisme berpengaruh signifikan terhadap aspek kognisi dan motivasi akademik, sedangkan dimensi openness (keterbukaan) menunjukkan pengaruh negatif terhadap perilaku akademik. Efikasi diri berpengaruh positif terhadap kognisi dan motivasi akademik, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku akademik. Secara simultan, lima dimensi kepribadian dan efikasi diri secara signifikan memengaruhi ketiga aspek self-regulated learning, dengan kontribusi sebesar 65,8% terhadap kognisi akademik, 74,3% terhadap motivasi akademik, dan 63,8% terhadap perilaku akademi

    Dualisme Hukum Perceraian di Bawah Tangan pada Masyarakat Kabupaten Banjar (Analisis Hierarki Norma Hukum dan Maqashid al-Syari'ah

    Get PDF
    Fenomena perceraian di bawah tangan yang masih marak terjadi di masyarakat Kabupaten Banjar mencerminkan adanya dualisme hukum antara norma formal negara dan norma informal keagamaan. Praktik talak tanpa pengesahan pengadilan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, namun tetap dianggap sah oleh sebagian masyarakat berdasarkan fikih klasik dan ajaran ulama lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) dinamika hukum formal dan informal dalam praktik perceraian di bawah tangan, serta (2) bagaimana dualisme hukum tersebut ditinjau dari teori hierarki norma hukum dan m q s -sy ‘ . Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris yang menggabungkan analisis terhadap norma hukum tertulis dan studi atas implementasinya dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup pendekatan perundang-undangan, untuk menelaah sistem hukum formal terkait perceraian, serta pendekatan konseptual, guna mengkaji teori hukum seperti hierarki norma hukum dan m q s -sy ‘ . Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menekankan pada ketidaksesuaian antara norma hukum formal dan praktik sosial-keagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, dalam praktik sosial masyarakat Kabupaten Banjar, perceraian di bawah tangan terjadi karena dominasi pandangan keagamaan lokal, rendahnya kesadaran terhadap fungsi hukum formal, serta kuatnya pengaruh tokoh agama. Talak lisan dianggap telah cukup untuk memutuskan pernikahan tanpa memerlukan pencatatan hukum. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidakjelasan status hukum istri, kesulitan administratif, serta kerentanan hak-hak anak dan perempuan. Kedua, dalam analisis teori hierarki norma, perceraian di bawah tangan menunjukkan pelanggaran terhadap keteraturan sistem hukum nasional karena praktik ini berjalan di luar prosedur hukum yang sah. Sedangkan dari perspektif m q s sy ‘ , perceraian yang tidak tercatat secara formal tidak mampu menjamin perlindungan terhadap tujuan utama syariat, seperti menjaga keturunan (ḥifẓ al nasl), harta (ḥifẓ al-m ), jiwa (ḥifẓ al-nafs), dan agama (ḥifẓ al- ). Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi hukum yang memadukan antara legalitas formal dengan nilai-nilai keagamaan lokal melalui edukasi hukum, rekonstruksi regulasi, dan pembentukan mekanisme legalisasi talak lisan yang adaptif terhadap konteks sosial masyaraka

    Peran Koperasi Syariah dalam Meningkatkan Kualitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) (Studi Pada Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah Banjarmasin)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah dalam meningkatkan kualitas UMKM dan mengetahui upaya-upaya yang dilakukan Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah untuk meningkatkan kualitas UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research), dengan metode penelitian kualitatif yang berfokus pada deskripsi, penjelasan, dan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah memiliki peranan dalam meningkatkan kualitas UMKM di wilayahnya. Melalui program pemberian pembiayaan, pemberian edukasi, penyediaan sentra untuk produk UMKM, dan pengembangan kualitas produk dan pelayanan yang diberikan kepada UMKM oleh Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah. Program tersebut sangat pembantu UMKM untuk meningkatkan kualitasnya, baik dari kualitas produk, kualitas pelayanan, dan kualitas internal UMKM itu sendiri. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah kepada UMKM berupa pemberian pembiayaan dengan margin rendah, pembekalan untuk anggota, dan melakukan survei untuk UMKM. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu UMKM meningkatkan kualitasnya dan agar pemberian pembiayaan kepada UMKM tepat sasaran. Dengan segala peran dan upaya yan dilakukan, Koperasi Konsumen Syariah Ar-Rahmah menunjukan keseriusan dalam membantu UMKM dalam meningkatkan kualitasny

    Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Pada Murid di MI Muhammadiyah Kertak Hanyar, MDIM Kindaung, dan MI Muhammadiyah 3 Al Furqan Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Tesis ini menyajikan tentang Internalisasi nilai-nilai Akhlak pada murid di MI Muhammadiyah Kertak Hanyar, MDIM Kindaung, dan MI Muhammadiyah 3 Al Furqan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang Metode-metode yang digunakan dalam Internalisasi, Nilai-nilai Akhlak yang diinternalisasikan, dan Tantangan yang dihadapi oleh pendidik dalam Internalisasi nilai-nilai Akhlak pada murid. Jenis penellitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Internalisasi nilai-nilai akhlak pada murid yang diterapkan di MI Muhammadiyah Kertak Hanyar yaitu; Metode Nasehat, Pembiasaan, Perhatian atau Pengawasan, Keteladanan, Hukuman dan hadiah. Metode Internalisasi nilai-nilai akhlak pada murid yang diterap di MDIM Kindaung yaitu; Berkaloborasi atau bekerjasama dengan orang tua, Pembiasaan, Keteladanan, pengawasan, nasehat, hukuman dan hadiah. Metode Internalisasi nilai-nilai akhlak pada murid di MI Muhammadiyah 3 Al Furqan menerapkan beberapa metode sebagai berikut; Metode Pembiasaan, keteladanan, nasehat, pengawasan, hukuman dan hadiah, kerja sama dengan orang tua. Nilai-nilai akhlak yang diinternalisasikan pada murid di MI Muhammadiyah Kertak Hanyar yaitu; Sopan dalam berperilaku dan berbicara, Kejujuran dan Tanggung jawab. Selanjutnya, nilai-nilai akhlak pada murid yang diinterrnalisasikan di MDIM Kindaung yaitu Mujahadah (bersungguh-sungguh), Uswatun Hasanah (Menjadi suri tauladan yang baik), Musyarokah (suka berkaloborasi atau bekerjasama), Ta’awun (Suka tolong menolong), Amanah (dapat dipercaya), dan Zakiyun (bersih;bersih pikiran, hati, dan perbuatan). Selanjutnya, nilai akhlak yang diinternalisasikan pada murid di MI Muhammadiyah 3 Al Furqan yaitu; Kejujuran, adab bertutur kata, Kesopanan dalam bertingkah laku. Tantangan yang dihadapi dalam Internalisasi nilai nilai akhlak pada murid di MI Muhammadiyah Kertak Hanyar dan MDIM Kindaung yaitu; kurangnya perhatian sebagian orang tua dan pengaruh negative dari teknologi. Tantangan yang dihadapi oleh MI Muhammadiyah 3 Al Furqan yaitu; pengaruh negative dari game onlin

    Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Shalawât Basyâirul Khairât: Resepsi Santri Putri di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang tradisi pembacaan Shalawât Basyâirul Khairât yang dilakukan secara rutin di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, khususnya oleh para santri putri. Shalawat ini merupakan rangkaian pujian kepada Nabi Muhammad Saw. yang di dalamnya terkandung sejumlah ayat- ayat Al-Qur’an. Kehadiran ayat-ayat tersebut menarik untuk diteliti lebih lanjut, terutama dalam konteks bagaimana ayat-ayat tersebut dipahami dan diresapi oleh para santri dalam kehidupan spiritual mereka. Kajian ini masuk ke dalam ranah Living Qur’an, dengan menggunakan pendekatan teori resepsi dari Hans Robert Jauss dan Wolfgang Iser yang menekankan peran pembaca dalam membentuk makna teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif agar pembahasan dapat difokuskan pada praktik dan persepsi aktual di lapangan. Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: a) Apa saja ayat-ayat Al-Qur’an yang terkandung dalam Shalawât Basyâirul Khairât? b) Apa makna teologis dan spiritual yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an dalam Shalawât Basyâirul Khairât? c) Bagaimana santri putri di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai meresapi ayat-ayat Al-Qur’an yang terkandung dalam Shalawât Basyâirul Khairât? d) Apa implikasi pengamalan ayat-ayat Al- Qur’an dalam Shalawât Basyâirul Khairât terhadap kehidupan spiritual dan sosial santri putri di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidayah Amuntai? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Teori yang digunakan adalah teori resepsi dalam kajian Living Qur’an, dengan fokus pada pemahaman dan penerimaan pembaca terhadap teks Al-Qur’an yang termuat dalam Shalawât Basyâirul Khairât. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada lima orang santri putri sebagai responden utama. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan hasil temuan secara sistematis, menyeluruh, dan sesuai dengan konteks budaya pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri putri menerima ayat-ayat Al-Qur’an dalam Shalawât Basyâirul Khairât secara fungsional dan spiritual. Ayat-ayat tersebut diyakini sebagai sarana memperoleh ketenangan batin, keberkahan ilmu, dan penguat dalam menghadapi kesulitan hidup. Para santri juga mengaitkan pembacaan shalawat ini dengan pengharapan syafa’at, penjagaan diri, dan pembinaan akhlak melalui kecintaan kepada Rasulullah. Resepsi mereka termasuk ke dalam kategori fungsional dan emosional, sebab tidak hanya memahami isi teks secara rasional, tetapi juga merasakan dampak spiritual yang mendalam. Motivasi mereka muncul dari dorongan pribadi, arahan guru, serta tradisi pesantren yang sudah mengakar kuat

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇