IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Keterampilan Self Disclosure pada Remaja Yang Mengalami Alienasi di Panti Asuhan Aisyiyah Hikmah Zam-Zam Banjarmasin
Keterasingan atau alienasi dapat dikatakan sebagai kondisi perasaan
individu terkucil dari lingkungan sosialnya. Hurlock mengemukakan bahwa remaja
lebih rentan mengalami alienasi diri, dikarenakan pada umumnya remaja merasa
tidak nyaman dengan standar kelompok secara fisik, sehingga remaja menarik diri
serta menciptakan kepribadian yang dilingkupi sifat egois, keras kepala, pemurung
dan gelisah yang disebabkan oleh kebingungan identitas dan jati diri sehingga
kurang dapat memaknai hidup dengan baik. Kondisi inilah yang dialami oleh anak
yang tinggal di panti asuhan. Remaja panti asuhan yang mengalami alienasi
cenderung sulit membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain, sulit
terbuka, merasa berbeda dari anak seusianya, dan sangat peka terhadap penolakan.
Kemampuan mengungkapkan informasi pribadi atau keterbukaan diri kepada orang
lain disebut juga dengan self disclosure.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif
yang memberikan gambaran tentang keterampilan self disclosure pada remaja panti
asuhan yang mengalami alienasi di Panti Asuhan Aisyiyah Hikmah Zam-Zam.
Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara
mendalam dengan para remaja panti dan pengasuh panti. Adapun teknik analisis
data yang dilakukan di lapangan yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian
data, dan kesimpulan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui lebihdalam
mengenaikemampuan self disclosure remaja panti asuhanyang mengalamialienasi,
dan mengetahuifaktoryang menyebabkanremajapantiasuhanmengalami alienasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Keterampilan self disclosure pada
remaja panti asuhan yang mengalami alienasi yaitu ketepatan, motivasi, waktu,
keintensifan, kedalaman, dan keluasan pengungkapan diri. Remaja cenderung lebih
nyaman bercerita kepada teman sekamar atau kakak-kakak yang lebih dekat secara
emosional daripada kepada pengasuh. 2) Faktor yang menyebabkan remaja panti
asuhan mengalami alienasi yaitu kesan pertama yang kurang baik, ketidakadilan
(tidak sportif), penampilan fisik, perilaku yang dianggap berbeda, sifat dan
kepribadian yang sulit, status perekonomian, dan latar belakang tempat tinggal.
Kesan pertama yang kurang baik, terutama bagi remaja dengan latar belakang
trauma
Implementasi Pendidikan Karakter di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin
Tingginya kasus penyimpangan moral di kalangan pelajar, seperti
kekerasan antarpelajar dan keterlibatan remaja dalam aksi kriminalitas,
mencerminkan lemahnya karakter generasi muda dan menjadi sorotan serius
dalam dunia pendidikan. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung
jawab sekolah formal, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama, termasuk
lembaga pendidikan non-formal seperti lembaga pendidikan al-Qur’an. Oleh
karena itu, diperlukan upaya pengembangan pendidikan karakter yang lebih
terarah dan menyeluruh sejak dini agar peserta didik memiliki fondasi moral yang
kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan
karakter sopan santun, disiplin, mandiri, dan tanggung jawab di TPQ Al-Mira,
RTQ An-Nur, dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin sebagai bentuk kontribusi
pendidikan non-formal dalam pembentukan karakter anak. Jenis penelitian ini
adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif di tiga
lembaga pendidikan al-Qur’an, yaitu TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al
Anshari. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, pengasuh pondok,
ustadz/ustadzah dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter sopan santun, disiplin, dan
mandiri diimplementasikan melalui tiga aspek utama, yaitu 1) pengetahuan moral,
2) perasaan moral, dan 3) perilaku moral, sedangkan karakter tanggung jawab
dikembangkan melalui dua aspek, yaitu 1) pengetahuan moral dan 2) perilaku
moral. Seluruh karakter ini ditanamkan melalui tiga pendekatan, yaitu 1) kegiatan
pembelajaran di kelas/halaqah, 2) pembentukan budaya lembaga, dan 3) kegiatan
kokurikuler. Karakter sopan santun dikembangkan dengan metode 1) ceramah, 2)
nasihat, 3) keteladanan, 4) penguatan, 5) perumpamaan, 6) hukuman, 7) tutor
sebaya, 8) pembiasaan, dan 9) bermain peran. Kemudian karakter disiplin
dikembangkan melalui metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) cerita, 5)
pengalaman langsung, 6) hukuman, 7) diskusi, dan 8) pembiasaan. Adapun
karakter mandiri dikembangkan melalui metode 1) cerita, 2) pembiasaan, 3) tutor
sebaya, 4) penguatan, dan 5) pengalaman langsung. Dan karakter tanggung jawab
dikembangkan melalui metode 1) pembiasaan, 2) diskusi, dan 3) pengalaman
langsung
Pemahaman Para Imam Masjid Desa Pegatan Kalimantan Tengah Terhadap Tanda Waqaf dalam Surah Al-Fatihah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman para imam masjid
Desa Pegatan terhadap tanda waqaf dan konsistensi penerapannya pada bacaan
surah Al-Fatihah ketika memimpin salat fardhu berjamaah. Kajian ini
dilatarbelakangi oleh pentingnya tanda waqaf dalam menjaga kesempurnaan makna
ayat-ayat al-Qur’an, khususnya saat dibaca dalam salat berjamaah. Penelitian ini
merupakan penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Sampel yang diteliti terdiri dari enam imam masjid di Desa
Pegatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman para imam terhadap tanda
waqaf dalam surah Al-Fatihah bervariasi. Dari enam imam yang diteliti, satu imam
memiliki pemahaman yang sangat baik, empat imam memiliki pemahaman yang
baik, dan satu imam memiliki pemahaman yang cukup baik. Konsistensi penerapan
tanda waqaf dalam bacaan surah Al-Fatihah juga menunjukkan perbedaan, dengan
dua imam yang menerapkan tanda waqaf secara konsisten, sementara empat imam
lainnya tidak konsisten dalam penerapannya.
Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan antara pemahaman imam
terhadap tanda waqaf dan konsistensi penerapannya. Memiliki pemahaman yang
baik tidak cukup jika tidak diiringi dengan penerapan yang konsisten. Penelitian ini
menyarankan perlunya pelatihan rutin dan evaluasi berkala bagi para imam untuk
meningkatkan pemahaman dan konsistensi dalam penerapan tanda waqaf, serta
perlunya penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih luas dan metodologi yang
lebih beragam
Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran Fiqih Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Banjarmasin
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa
dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya mata pelajaran Fiqih. Media
digital hadir sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan efektivitas penyampaian
materi dan memperkuat pemahaman peserta didik. Pemanfaatan media digital
menjadi semakin penting. Namun, pada kenyataannya, tidak semua guru mampu
mengintegrasikan teknologi secara optimal, dan belum semua materi Fiqih dapat
disampaikan secara digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media digital
dalam pembelajaran Fiqih Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Banjarmasin
serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang
penelitian ini didasarkan pada pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang menuntut dunia pendidikan, termasuk mata pelajaran Fiqih, untuk
berinovasi dalam metode penyampaian materi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek
penelitian adalah guru Fiqih dan siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota
Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana media digital seperti proyektor,
media video pembelajaran, dan aplikasi pembelajaran berbasis daring telah
dimanfaatkan oleh sebagian guru Fiqih untuk mendukung proses belajar.
Penggunaan media digital membantu meningkatkan pemahaman dan minat siswa
terhadap materi Fiqih. Namun demikian, terdapat kendala seperti keterbatasan
literasi digital pada guru dan ketimpangan akses perangkat teknologi di kalangan
siswa
فعالية استخدام وسيلة "ISpring Suite" في تعليم المفردات لدى طلبة الصف الرابع بالمدرسة الإبتدائية الإسلامية الحكومية ١٤ بنجر = Efekrivitas Penggunaan Media “ISpring Suite” dalam Pembelajaran Mufradat Peserta Didik Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyyah Negeri 14 Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan dalam
pembelajaran bahasa Arab, khususnya pada pembelajaran kosa kata. Saat proses
pembelajaran, seringkali muncul rasa jenuh dan bosan yang dialami beberapa
siswa. Hal ini dikarenakan tidak adanya penggunaan strategi pembelajaran yang
inovatif sehingga menjadikan pembelajaran terasa lebih cepat bosan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektivitasan penggunaan media ISpring
Suite dalam pembelajaran kosa kata bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari
dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media ISpring Suite
dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen yang
digunakan berupa tes untuk mengukur peningkatan kemampuan kosa kata sebelum
dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menggunakan bantuan aplikasi SPSS
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan
post-test pada kelompok eksperimen. Temuan pada penelitian ini membuktikan
bahwa penggunaan media ISpring Suite cukup efektif dalam meningkatkan hasil
pembelajaran kosa kata bahasa Arab. Dengan demikian, media ini dapat menjadi
alternatif solusi dalam mengatasi kejenuhan siswa serta meningkatkan keterlibatan
dan pemahaman mereka dalam pembelajaran kosa kat
تطبيق تطبيقات كاهوت في تقييم اللغة العربية للصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية بسارويان كليمنتان الوسطى = Implementasi Aplikasi Kahoot Dalam Penliaian Bahasa Arab Kelas VIII di MTsN Seruyan Kalimantan Tengah
Media pembelajaran memiliki peran penting dalam kelancaran proses pembelajaran.
Pembelajaran yang monoton cenderung membuat siswa cepat bosan dan kurang fokus. Media
digital seperti Kahoot memudahkan guru dalam menyampaikan materi, tugas, dan evaluasi
secara interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi aplikasi Kahoot
dalam penilaian pembelajaran Bahasa Arab di kelas VIII MTsN Seruyan Kalimantan Tengah
tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
Kahoot menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan, kompetitif, dan meningkatkan
antusiasme siswa. Guru juga terbantu dalam menganalisis hasil belajar secara cepat dan akurat.
Meskipun terdapat kendala teknis, fleksibilitas Kahoot tetap memungkinkan evaluasi berjalan
optimal. Dengan demikian, Kahoot layak dijadikan media evaluasi alternatif yang relevan dan
efektif di era digita
Pengaruh Model Problem based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pelajaran Akidah Akhlak di MI TPI Keramat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam
pembelajaran Akidah Akhlak dan dominannya metode konvensional seperti
ceramah yang menghambat kreativitas serta berpikir kritis, sehingga hasil belajar
siswa kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
yang signifikan terhadap hasil belajar pada pembelajaran Akidah Akhlak antara
sebelum dan setelah menerapkan model Problem Based Learning pada siswa kelas
IV di MI TPI Keramat.
Secara teoretik, model PBL mengacu pada Barrows dan Tamblyn yang
menekankan pembelajaran berbasis masalah untuk mengembangkan keterampilan
berpikir kritis, mandiri, dan kolaboratif. Penerapan PBL juga didukung oleh teori
perkembangan kognitif Piaget. Dalam konteks pembelajaran Akidah Akhlak, model
ini sejalan dengan prinsip belajar aktif dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam
tafsir surah Al-‘Alaq ayat 1–5.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one
group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas IVA MI TPI Keramat
sejumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan
wawancara, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan aplikasi
SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest responden bernilai 84.9728,
sedangkan median nya bernilai 93.2400. Rata-rata posttest responden bernilai
85.2286, sedangkan median nya bernilai 86.5800. Uji Wilcoxon menghasilkan
signifikansi 0,464 > 0,005, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara
hasil pretest dan posttest. Beberapa faktor yang memengaruhi hasil ini antara lain
rendahnya motivasi, keterbatasan waktu pada tahapan PBL, dan siswa tergesa-gesa
saat posttest.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah model PBL belum menunjukkan
pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa dalam pelajaran Akidah
Akhlak, meskipun secara praktis mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan
sisw
Efektivitas PjBL Berbasis Permainan Balogo dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pancasila di MIN Kota Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model
pembalajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis permainan tradisional
Balogo dalam meningkatkan hasil belajar Pancasila pada peserta didik MIN Kota
Banjarbaru. Penelitian ini berdasarkan rendahnya minat dan hasil belajar peserta
didik dalam mata Pelajaran Pancasila yang cenderung disampaikan secara teoritis
dan kurang melibatkan aktivitas yang menyenangkan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
eksperimen dan desain one group pretest-posttest, di mana satu kelompok peserta
didik diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivisme
dan dibandingkan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik pengumpulan data
yaitu, observasi, test, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis statistic deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis paired
samples t-Test menggunakan SPSS 25.
Hasil belajar Pendidikan Pancasila sebelum menggunakan PjBL pada mata
Pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V-B MIN Kota Banjarbaru dengan nilai
rata-rata 71.16 sebanyak 10 peserta didik mendapatkan nilai 56-79 dengan kategori
“Baik”. Sedangkan hasil belajar pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dengan
menggunakan PjBL dengan nilai rata-rata 96.16 sebanyak 12 peserta didik
mendapatkan nilai 95-100 dengan kategori “Istimewa”Berdasarkan hasil uji
hipotesis pada hasil belajar menggunakan PjBL pada mata Pelajaran Pendidikan
Pancasila tes akhir (posttest) dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang
artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat ditarik kesimpullan bahwa PjBL
efektiv terhadap pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V MIN Kota
Banjarbaru.
Kesimpulan efektivitas PjBL berbasis permainan balogo hasil belajar
Pancasila di MIN Kota Banjarbaru, dapat dikatakan efektiv karena memiliki
perbedaan signifikan ketika dilakukan PjBL sebelum dan sesudah membuat
permainan balogo. Sebelum menggunakan PjBL berbasis permainan balogo pada
mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dengan nilai rata-rata 71.16 dikategorikan
“baik”. Sedangkan sesudah mendapatkan nilai rata-rata 96.16 dikategorikan
“istimewa”. Hal ini dapat dikatakan efektiv PjBL berbasis permainan balogo hasil
belajar Pancasila di MIN Kota Banjarbaru
Kecenderungan Perilaku Impulsive Buying pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin
Perilaku impulsive buying merupakan tindakan membeli barang secara
spontan tanpa perencanaan, yang sering dipicu oleh dorongan emosional atau
pengaruh eksternal seperti iklan dan media sosial. Remaja sering membeli barang
tanpa berpikir panjang karena terpengaruh gaya hidup orang dewasa dan tekanan
sosial di sekitar mereka. Hal ini dilakukan untuk meniru, menyesuaikan diri,
atau mencari identitas. Kondisi ini dapat memengaruhi beberapa aspek kehidupan
mahasiswa, seperti pengelolaan keuangan dan fokus akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan perilaku
impulsive buying serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada mahasiswa
Program Stusi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN antasari
Banjarmasin angkatan 2020-2021.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif, dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara kepada 10 mahasiswa sebagai informan
utama. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa BKPI memiliki
kecenderungan impulsive buying yang cukup tinggi. Faktor-faktor internal yang
mempengaruhi antara lain: emosi, kepribadian, usia, jenis kelamin, dan pendapatan.
Sementara itu, faktor eksternal meliputi: iklan, media sosial, lingkungan belanja,
pengaruh sosial, dan ketersediaan baran
Pengaruh Usia dan Persepsi Risiko Terhadap Kepercayaan Dosen Dalam Menggunakan Sistem Informasi Akademik (Siakad) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Penelitian terkait usia, persepsi risiko dan teknologi informasi telah
banyak dilakukan. Namun, penelitian secara spesifik tentang pengaruh usia dan
persepsi risiko terhadap kepercayaan dalam penggunaan teknologi, khususnya di
kalangan dosen dalam konteks Perguruan Tinggi Islam belum pernah dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh usia dan
persepsi risiko terhadap kepercayaan dosen dalam menggunakan Sistem
Informasi Akademik (Siakad) UIN Antasari Banjarmasin.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan dengan survei.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif predictive causal. Penetapan
sampel menggunakan teknik convenience snowball sampling. Penulis
mendistribusikan kuesioner kepada responden dengan cara menyebarkannya
melalui pesan WhatsApp dan juga meminta bantuan orang lain dalam pencarian
kontak responden yang diperlukan. Penulis juga menemui responden yang
memungkinkan untuk ditemui secara langsung dengan membagikan tautan
kuesioner melalui kode QR. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis
PLS-SEM dengan bantuan software SmartPLS 4.0.9.9. Populasi penelitian ini
adalah dosen homebase S-1 UIN Antasari Banjarmasin yang terdata di PDDikti
berjumlah 294 orang. Responden penelitian berjumlah 123 orang, terdiri atas 59
orang laki-laki dan 64 perempuan. Jumlah responden penelitian ini sudah
memenuhi batas minimal sampel menurut analisis power yaitu 107 orang.
Temuan pertama dari penelitian ini yaitu tingkat persepsi risiko dosen
terhadap Siakad berada pada kategori rendah dengan nilai 1,96. Sedangkan
tingkat kepercayaan dosen dalam menggunakan Siakad berada pada kategori
sangat tinggi dengan nilai 3,29. Kedua, usia tidak berpengaruh terhadap
kepercayaan dosen dalam menggunakan Sistem Informasi Akademik (Siakad)
UIN Antasari Banjarmasin. Ketiga, persepsi risiko berpengaruh signifikan dan
negatif terhadap kepercayaan dosen dalam menggunakan Sistem Informasi
Akademik (Siakad) UIN Antasari Banjarmasi