IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Tradisi Batunggu Kubur di Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Tradisi Batunggu Kubur merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya keagamaan masyarakat Banjar di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Tradisi ini dilakukan setelah prosesi pemakaman, dengan cara berjaga di sekitar makam almarhum selama kurun waktu tertentu, biasanya tiga malam berturut turut. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti membaca al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa bagi almarhum. Meskipun bersumber dari budaya lokal, tradisi ini mengandung dimensi spiritual yang kuat dan mencerminkan hubungan erat antara masyarakat dengan nilai-nilai ajaran Islam yang bersifat transenden. Dalam konteks masyarakat Banjar, tradisi Batunggu Kubur tidak hanya berfungsi sebagai ritual simbolik, tetapi juga sebagai media penguatan solidaritas sosial dan pelestarian nilai-nilai keagamaan yang diwariskan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang munculnya tradisi Batunggu Kubur, menggambarkan proses pelaksanaannya secara rinci, serta mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam memahami bagaimana budaya lokal berperan sebagai sarana efektif dalam proses pendidikan nilai-nilai Islam, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dipraktikkan dan dilestarikan dalam konteks kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang masih aktif melaksanakan tradisi Batunggu Kubur. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan menekankan pemahaman terhadap makna dan fungsi tradisi dalam konteks sosial dan religius masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Batunggu Kubur mengandung sejumlah nilai pendidikan Islam yang penting, antara lain: nilai akidah, yang tercermin dari keyakinan masyarakat terhadap pentingnya mendoakan orang yang telah wafat dan kehidupan setelah mati; nilai ibadah, yang tampak dalam bentuk kegiatan membaca al-Qur’an, doa, dan dzikir yang dilakukan secara berjamaah; nilai akhlak, yang meliputi sikap saling menghormati, empati terhadap keluarga yang berduka, serta kepedulian sosial; dan nilai muamalah, yang terwujud dalam praktik gotong royong dan solidaritas melalui sistem arisan antarwarga untuk membantu pembiayaan pelaksanaan tradisi. Dengan demikian, tradisi ini memiliki fungsi edukatif yang sangat relevan sebagai media penanaman nilai-nilai Islam secara kontekstual di tengah masyarakat

    Pendapat Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami Tentang Hukum Menabuh Duff (Rebana) di Dalam Masjid

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji permasalahan hukum terkait penggunaan duff (rebana) di dalam masjid, sebuah topik yang relevan dengan interaksi antara ekspresi seni dan praktik ibadah dalam Islam. Latar belakang permasalahan ini berakar pada fitrah manusia yang mencintai keindahan dan seni, yang telah ada sejak zaman pra-Islam namun seringkali diasosiasikan dengan kemaksiatan pada era jahiliyah. Meskipun demikian, seni dalam Islam seharusnya berfungsi untuk mendorong kebajikan dan selaras dengan syariat. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan secara mendalam pandangan dua ulama terkemuka, yaitu Imam Jalaluddin al-Suyuthi dan Imam Ibnu Hajar al-Haitami, mengenai legalitas praktik menabuh duff di dalam masjid. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur komparatif. Penelitian ini melibatkan pengumpulan dan analisis teks teks klasik dari kedua imam, serta literatur fiqih terkait, untuk mengidentifikasi argumen, dalil-dalil syar'i, serta kondisi dan batasan yang mungkin ditetapkan dalam pandangan mereka. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk melakukan perbandingan, menemukan persamaan, dan menyoroti perbedaan antara kedua pandangan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Imam Jalaluddin al-Suyuthi mengharamkan penabuhan duff di dalam masjid karena khawatir akan mencederai kesucian dan ketenangan tempat ibadah. Pandangan ini selaras dengan prinsip sadd al-dzari‘ah, yaitu menutup jalan terhadap hal-hal yang berpotensi merusak kehormatan masjid. Sebaliknya, Imam Ibnu Hajar al-Haitami memperbolehkan penabuhan duff di masjid selama tidak melanggar adab. Pandangannya mencerminkan prinsip tahqīq al-masālih, karena beliau melihat adanya nilai maslahat, seperti menjadikan duff sebagai sarana dakwah dan mempererat ukhuwah di lingkungan masjid. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih luas mengenai variasi pendapat dalam khazanah ilmu fikih. Tidak hanya berfungsi sebagai referensi akademik, kajian ini juga bertujuan membantu masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan lebih tepat dan bijak berdasarkan nas yang sahih. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan mendorong tumbuhnya sikap toleransi, membuka ruang dialog yang sehat, serta menumbuhkan rasa saling menghargai dalam menyikapi perbedaan pendapat di tengah kehidupan beragama yang dinami

    Eksplorasi Etnomatematika Pada Rumah Anno 1925 di Banjarmasin

    Get PDF
    Etnomatematika adalah matematika budaya, dan budaya yang dimaksud adalah kebiasaan perilaku manusia di lingkungannya. Ini termasuk perilaku kelompok masyarakat perkotaan atau pedesaan, kelompok kerja, kelas profesi, kelompok umur siswa, masyarakat pribumi, dan kelompok lainnya. Bangunan bersejarah, seperti rumah bersejarah, adalah contoh aplikasi etnomatematika yang dapat diamati. Rumah Anno 1925 di Banjarmasin adalah salah satu rumah tertua di Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek matematika yang ada pada Rumah Anno 1925, mengetahui nilai budaya pada Rumah Anno 1925. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami pandangan masyarakat setempat terhadap Rumah Anno 1925. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian yang disesuaikan dengan teknik pengumpulan data tersebut. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi, serta triangulasi metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam arsitektur Rumah Anno 1925 terdapat unsur matematika berupa titik, garis, sudut, bangun datar dan ruang, serta konsep kekongruenan dan kesebangunan. Unsur-unsur tersebut terlihat pada bentuk jendela, pintu, atap, dan ornamen rumah. Selain itu, rumah ini mengandung nilai budaya masyarakat Banjar yang tercermin dalam fungsi ruang, pola hiasan, penggunaan material lokal seperti kayu ulin, serta tata letak bangunan yang menggambarkan struktur sosial dan filosofi hidup masyarakat. Filosofi yang terkandung dalam Rumah Anno 1925 mencerminkan keseimbangan antara fungsi, budaya, dan alam. Rumah ini menjadi simbol keharmonisan hidup masyarakat Banjar yang mengedepankan keteraturan, kesopanan, dan kearifan lokal

    Analisis Konsep Syibhul ‘Iddah dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P 005/Dj.III/Hk.00.7/10/2021 menurut Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Wahbah Zuhaili

    Get PDF
    Secara umum, masa idah merupakan kewajiban bagi perempuan, bukan laki laki. Namun Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P 005/DJ.III/HK.00.7/10/2021 tentang Pernikahan dalam Masa Idah Istri mengandung isyarat bahwa laki-laki juga harus menunggu hingga berakhirnya masa idah mantan istrinya, seolah-olah turut dikenai masa tunggu sebagaimana perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum ketentuan tersebut melalui perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan konsep man’i syar’i menurut Wahbah Al-Zuhaili. Skripsi ini berjenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi dokumen atau pustaka, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Bahan hukum paling utama yang dianalisis adalah SE Dirjen Bimas Islam No. P-005/DJ.III/HK.00.7/10/2021, KHI, dan Kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Penelitian ini menghasilkan dua temuan utama. Pertama, poin ketiga dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam memuat konsep syibhul ‘iddah (mirip idah) yang berakar pada Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya Pasal 41 dan 42. Pasal-pasal ini mengatur larangan menikahi perempuan yang memiliki tali pernasaban selama masa idah, termasuk kewajiban menunggu bagi suami yang telah menceraikan istri keempatnya. Konsep ini juga sejalan dengan pandangan Wahbah al-Zuhaili mengenai man’i syar’i (halangan syar’i). Namun, berbeda dari KHI dan pendapat Wahbah al Zuhaili yang hanya membatasi pernikahan dengan perempuan tertentu, Surat Edaran ini melarang mantan suami menikahi perempuan manapun selama masa idah mantan istrinya. Kedua, Surat Edaran ini mengisi kekosongan hukum administratif, karena sebelumnya belum ada aturan yang membatasi pencatatan pernikahan selama masa idah istri. Dengan demikian, Surat Edaran ini menjadi jembatan antara ketentuan fikih klasik dan kebutuhan administrasi modern, serta dapat dipahami sebagai bentuk ijtihad administratif dalam merespons kebutuhan hukum kontemporer

    Mekanisme Penyelesaian Sengketa Sewa Rumah dengan Perjanjian Lisan (Studi Kasus Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin)

    Get PDF
    Dalam kehidupan sehari-hari, perjanjian sewa menyewa, baik secara tertulis maupun lisan, merupakan interaksi sosial yang penting, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal dekat dengan kampus. Namun, perjanjian lisan sering kali menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berujung pada sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mekanisme penyelesaian sengketa sewa rumah dengan perjanjian lisan di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin serta kendala dan solusi dalam penyelesaian sengketa sewa rumah dengan perjanjian lisan di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini memuat fakta-fakta empiris yang berkaitan dengan mekanisme penyelesaian sengketa sewa rumah yang dilakukan berdasarkan perjanjian lisan, serta berbagai kendala yang dihadapi saat proses penyelesaian dan solusi yang bisa ditempuh para pihak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa penyewa dan pemilik rumah baik di Banjarmasin maupun di Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa umumnya dilakukan melalui komunikasi langsung dan negosiasi, namun sering kali tidak memiliki kekuatan hukum karena tidak adanya bukti tertulis. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban, serta sikap tidak kooperatif dari salah satu pihak. Dari penelitian ini, disarankan agar perjanjian sewa dilakukan secara tertulis untuk menghindari sengketa di kemudian hari. Edukasi hukum mengenai pentingnya legalitas dalam hubungan sewa-menyewa juga diperlukan untuk melindungi hak-hak penyewa dan pemilik rumah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model penyelesaian sengketa yang lebih efektif dan efisien dalam konteks perjanjian lisan

    Praktik Mengarun Lahan Pertanian di Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kerja sama pertanian tradisional yang dikenal dengan istilah “mengarun” di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Sistem ini telah berlangsung secara turun temurun sebagai bentuk adaptasi masyarakat petani yang tidak memiliki lahan dengan memanfaatkan lahan milik orang lain melalui perjanjian kerja sama yang bersifat lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik mengarun tersebut dijalankan dan bagaimana tinjauan hukum Islam, khususnya dalam perspektif hukum ekonomi syariah, terhadap praktik tersebut yang berkaitan akad muzaara’ah dan mukhabarah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan para pelaku praktik mengarun, baik pemilik lahan maupun penggarap. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan mengkaji fakta fakta lapangan yang kemudian ditinjau berdasarkan teori-teori dalam hukum ekonomi syariah, khususnya prinsip bagi hasil, akad muzaara’ah, dan mukhabarah, serta memperhatikan unsur keadilan dan kesepakatan dalam transaksi muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mengarun di Desa Gudang Hirang terdiri dari dua bentuk, yaitu pembagian hasil tetap berupa satu karung beras, dan pembagian hasil berdasarkan persentase. Bentuk pertama tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam karena penggarap tetap berkewajiban memberikan hasil meskipun mengalami gagal panen, yang berpotensi merugikan salah satu pihak. Sedangkan bentuk kedua lebih mencerminkan prinsip keadilan dan kesesuaian dengan akad muzaara’ah dan mukhabarah karena adanya pembagian risiko dan keuntungan berdasarkan kesepakatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaaran masyarakat untuk menerapkan sistem yang lebih adil dan sesuai syariah, termasuk mempertimbangkan pembuatan perjanjian tertulis agar hak dan kewajiban masing masing pihak lebih terjamin

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantu Media Permainan Teka Teki Silang Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas II pada Mata Pelajaran Matematika Di MI TPI Keramat Banjarmasin

    Get PDF
    Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam membentuk sikap, keterampilan, dan minat belajar peserta didik sejak usia dini. Namun, pembelajaran matematika di tingkat dasar kerap dianggap sulit dan membosankan oleh siswa, terutama jika hanya menggunakan metode ceramah yang konvensional. Rendahnya minat belajar siswa pada pelajaran matematika dapat berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang dipadukan dengan media permainan teka-teki silang terhadap minat belajar matematika siswa kelas II MI TPI Keramat Banjarmasin. Model TGT dipilih karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui kerja sama tim dan kompetisi sehat, sedangkan media teka-teki silang digunakan untuk mengasah daya pikir logis dan konsentrasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan model one group pretest posttest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas II di MI TPI Keramat Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk mengukur signifikansi perbedaan minat belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelumnya untuk memastikan keakuratan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantu media permainan teka-teki silang terhadap peningkatan minat belajar matematika siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor minat belajar siswa setelah perlakuan, serta hasil uji-t yang menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pendekatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berbasis kerja sama dapat menumbuhkan minat belajar siswa secara efektif. Dengan demikian, model TGT dan media teka-teki silang direkomendasikan sebagai alternatif metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar

    Analisis Praktik Pertukaran Mata uang Asing Pada UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin terdapat layanan penukaran mata uang, di mana selama musim haji, mereka menerapkan peraturan bahwa semua kurs tukar mata uang harus sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pertukaran mata uang asing di asrama haji embarkasi banjarmasin Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan pengelola asrama haji, perbankan, dan penyedia layanan penukaran mata uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transaksi valuta asing yang diterapkan telah memenuhi prinsip-prinsip syariah. Keselarasan akad sharf dengan Fatwa DSN-MUI, penggunaan transaksi sharf today, serta sistem kurs tetap menunjukkan upaya menjaga kejelasan, kecepatan, dan keadilan dalam transaksi. Kebijakan kurs tetap selama musim haji dan penerapan paket mata uang untuk kemudahan jamaah haji semakin memperkuat kesimpulan ini.Seluruh mekanisme, dari penentuan kurs hingga pengawasan transaksi, diarahkan untuk memberikan kemudahan dan keamanan bagi jamaah haji dalam melakukan pertukaran mata uang sesuai prinsip Ekonomi Isla

    Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 488 K/Ag/2022 Tentang Gugatan Harta Waris

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 488 K/Ag/2022, yang dilatarbelakangi oleh kompleksitas sengketa waris bertingkat (munasakhah) yang melibatkan objek harta warisan belum terbagi yang telah digadaikan. Mahkamah Agung yang menangani kasus ini tidak dapat memberikan keadilan substantif dan kemanfaatan yang nyata bagi ahli waris dalam putusannya. Sehingga penulis tertarik untuk meneliti putusan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dasar pertimbangan Mahkamah Agung dalam perkara Nomor 488 K/Ag/2022 telah mencapai tujuan hukum, yang meliputi keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian hukum normatif yang berfokus pada analisis hukum tertulis dari berbagai bahan pustaka atau data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang undangan (Statute Approach) dengan mengkaji permasalahan gugatan harta waris dari perspektif peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan pendekatan konseptual (conceptual approach) dengan menganalisisnya menggunakan konsep konsep hukum yang relevan sehingga memungkinkan penulis untuk menyandingkan dan mengevaluasi temuan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Mahkamah Agung dalam putusan ini cenderung fokus pada kepastian hukum prosedural dan formalitas hukum, seperti koreksi terhadap penerapan hukum acara terkait keabsahan kuasa hukum dan metode penilaian harta waris. Namun hasil analisis menunjukkan bahwa pertimbangan Mahkamah Agung dinilai kurang menyentuh keadilan substantif dan kemanfaatan riil bagi para pihak, terutama karena tidak secara tegas menyelesaikan masalah fundamental terkait status cacat hukum objek tanah warisan yang tergadai. Kelalaian MA untuk mempertimbangkan potensi batalnya gadai dan tidak konsistennya penerapan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 mengakibatkan putusan, meskipun telah berkekuatan hukum tetap, gagal memberikan solusi komprehensif dan menyebabkan ahli waris tidak dapat merealisasikan manfaat ekonomi dari warisan mereka. Ini mengindikasikan bahwa tujuan hukum yang holistik, yang mencakup keadilan substantif dan kemanfaatan, belum sepenuhnya terwujud

    Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas IV SD Muhammadiyah 9 Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada penerapan kurikulum merdeka yang mendorong penggunaan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning/PjBL). Meskipun kurikulum tersebut telah diterapkan, hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS masih menunjukkan kinerja rendah. Observasi menunjukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan cenderung berpusat pada guru, mengakibatkan siswa menjadi pasif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam model pembelajaran, khususnya dengan mengimplementasikan PjBL. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan PjBL pada mata pelajaran IPAS di kelas IV dan menguji pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain nonequivalent pretest and posttest control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas IV, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel terdiri dari kelas IVB sebagai kelas eksperimen dan kelas IVC sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, wawancara, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis nonparametrik uji mann whitney dengan software IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PjBL dilakukan melalui beberapa tahapan: kegiatan awal, inti, dan penutup. Pada kegiatan inti, langkah langkah PjBL meliputi penayangan video, penjelasan, pembagian kelompok, diskusi, pembagian alat dan bahan, serta presentasi. Uji statistik menggunakan uji mann whitney menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari PjBL terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV, dengan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇