IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Nasional tentang Syibhul Iddah Bagi Laki-Laki serta Relevansinya dengan Maslahat dan Keadilan Gender

    Get PDF
    Kajian literatur fikih klasik umumnya membahas masa iddah (masa tunggu) bagi pihak perempuan. Adapun dalam literatur fikih kontemporer yang merujuk pendapat Wahbah az-Zuhaily terdapat konsep syibhul iddah (menyerupai iddah) bagi laki-laki. Lalu, konsep syibhul iddah bagi laki-laki tersebut juga diakomodir hukum nasional di Indonesia. Maka, penting dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini: (1) Bagaimana ketentuan syibhul Iddah bagi laki-laki menurut hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia; (2) Bagaimana titik taut persamaan dan perbedaan ketentuan syibhul iddah bagi vlaki-laki menurut hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia; (3) Bagaimana relevansi ketentuan syibhul iddah bagi laki-laki terkait maslahat dan keadilan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab berbagai rumusan masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan tiga pendekatan penelitian, yaitu 1. Pendekatan Perbandingan (comparative approach); 2. Pendekatan Konseptual (conceptual approach); 3. Pendekatan Analitis (analytical approach). Penelitian diuraikan secara deskriptif dan dianalisis secara deduktif. Data yang diteliti berupa data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teori hukum yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Grand Theory (teori makro) berupa teori negara hukum; 2. Middle Theory (teori meso) berupa teori sistem hukum; 3. Applied Theory (teori mikro), meliputi teori tujuan hukum, teori perlindungan hukum, teori maslahat dan teori keadilan gender. Hasil penelitian ini: (1) Syibhul iddah memiliki pengertian serupa dengan iddah yang berlaku bagi laki-laki disebabkan adanya mani syar’i dalam perkawinan. Dasar hukum syibhul iddah bagi laki-laki dalam hukum Islam merujuk pada pendapat Wahbah az-Zuhaili melalui pertimbangan mani syar’i dan sȧd żȧri‘ah. Adapun dasar hukum syibhul iddah bagi laki-laki dalam hukum nasional di Indonesia merujuk pada ketentuan Pasal 41 dan 42 Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Nomor P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 tentang Pernikahan dalam Masa Iddah Istri; (2) Persamaan ketentuan syibhul iddah bagi laki-laki menurut hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia meliputi 6 (enam) hal, sedangkan perbedaannya meliputi 4 (empat) hal; (3) Ketentuan syibhul iddah bagi laki-laki relevan dalam mewujudkan kemaslahatan terkait hifz an-nafs (perlindungan jiwa) dan hifz an-nasl (perlindungan keturunan) serta relevan dalam upaya mewujudkan keadilan gende

    Kinerja Tenaga Administrasi dalam Layanan Pendidikan di SMPN 23 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran tenaga administrasi dalam mendukung kelancaran layanan pendidikan di sekolah. Kinerja tenaga administrasi sangat menentukan kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan kepada seluruh stakeholder sekolah. Namun, berdasarkan observasi awal di SMPN 23 Banjarmasin, ditemukan sejumlah kendala, seperti kurangnya tenaga administrasi yang kompeten, minimnya pelatihan, serta ketidaksesuaian latar belakang pendidikan tenaga administrasi dengan bidang tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja tenaga administrasi dalam layanan pendidikan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta merumuskan strategi peningkatan kinerja di SMPN 23 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, kepala tata usaha, tenaga administrasi, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tenaga administrasi masih memerlukan peningkatan dalam beberapa aspek, terutama dalam hal administrasi kesiswaan, kurikulum, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat (humas). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga administrasi antara lain kurangnya pelatihan, keterbatasan jumlah tenaga administrasi, serta rendahnya motivasi dan latar belakang pendidikan yang tidak relevan. Strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan pelatihan, penempatan sesuai kompetensi, serta dukungan manajerial dari kepala sekolah

    Pengaruh Media Pembelajaran Baby Octopus Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di MIN 4 Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas VI dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak diakibatkan oleh metode konvensional dan kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Baby Octopus terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran akidah akhlak sebelum dan sesudah pembelajaran, serta mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media Baby Octopus terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran akidah akhlak di MIN 4 Banjar. Penelitian ini ialah penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen (Pre-Experiment Design) menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VI C MIN 4 Banjar yang berjumlah 29 orang dan sampel diambil seluruh populasi. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 58,62 dan posttest sebesar 77,41. Nilai N-Gain sebesar 0,45 termasuk dalam kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran Baby Octopus terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhla

    تنفيذ البرنامج اللغوي لقسم اللغة في مهارة الكلام لدى الطالبات بمعهد النجاح للبنات شينداي ألوس مرتابورا = Pelaksanaan program kebahasaan oleh bagian bahasa dalam keterampilan berbicara santriwati di Pondok Modern Annajah Cindai Alus Putri Martapura

    Get PDF
    Penguasaan keterampilan berbicara dalam bahasa Arab merupakan aspek penting dalam pendidikan pesantren, karena berkaitan langsung dengan kemampuan komunikasi santriwati dalam kehidupan sehari-hari, serta akses terhadap sumber sumber keilmuan Islam. Di Pondok Modern Annajah Cindai Alus Putri, bagian bahasa memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan berbahasa melalui pelaksanaan program kebahasaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program kebahasaan bagian bahasa serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam upaya penguasaan keterampilan berbicara santriwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program mencakup empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Perencanaan melibatkan kesiapan program dan sarana. Pelaksanaan mencakup kegiatan seperti pembagian mufrodat mingguan, penguatan nahwu dan shorof, muhadatsah antara dua orang, haditsul jum’ah, uslub hikmah, dan pekan bahasa. Pengawasan dilakukan oleh pengurus pusat, rayon, dan pembimbing. Evaluasi diberikan pada kegiatan tertentu seperti mufrodat, nahwu shorof, dan pekan bahasa. Kendala yang ditemukan meliputi lingkungan bahasa yang kurang mendukung seperti minimnya kesadaran diri dan pengawasan, waktu pelaksanaan yang tidak ideal, serta hambatan dari diri santriwati seperti kurangnya kepercayaan diri dan kemampuan yang tidak merata. Secara umum, program ini berkontribusi positif dalam penguatan keterampilan berbicara dan pembiasaan penggunaan bahasa Arab di lingkungan pondo

    Pemberian Hak Pilih Secara Penuh Tehadap Penyandang Disabilitas Mental Pada Pemilihan Umum 2024 di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Pemberian hak pilih kepada penyandang disabilitas mental merupakan salah satu bentuk perwujudan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam demokrasi. Pada Pemilihan Umum 2024, Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum di Kabupaten Banjar menjadi salah satu lokasi yang mengakomodasi hak konstitusional warga negara penyandang disabilitas mental. Pelaksanaan hak pilih di rumah sakit ini menandai komitmen negara dalam menjamin partisipasi politik tanpa diskriminasi, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) yang telah diakui Indonesia. Proses pemungutan suara di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum menghadirkan tantangan tersendiri, baik dari sisi administratif maupun teknis. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama pihak rumah sakit dan pengawas pemilu melakukan koordinasi untuk memastikan daftar pemilih tetap (DPT), kesiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta pendampingan yang sesuai bagi pemilih yang memerlukan bantuan. Penilaian kapasitas mental menjadi isu yang sensitif, karena tidak semua pasien dalam kondisi stabil atau memahami proses pemilu. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan lebih menekankan pada penghormatan atas hak asasi dan penilaian individual berbasis kondisi riil pasien. Pelaksanaan pemilu di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang inklusif dan koordinasi lintas sektor, penyandang disabilitas mental dapat berpartisipasi secara bermakna dalam demokrasi. Hal ini menantang stigma lama yang menganggap penyandang disabilitas mental tidak layak menggunakan hak politiknya. Ke depan, penting untuk memperkuat kebijakan dan mekanisme pendukung agar pelibatan kelompok rentan ini semakin optimal, serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan dalam hak politik bagi seluruh warga negar

    Pelaksanaan Wisata Tahura Sultan Adam Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dalam Perspektif Konsep Wisata Syariah

    Get PDF
    Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar yang sangat penting dalam suatu wilayah. Di kabupaten Banjar, banyak masyarakat seringkali melakukan kegiatan pariwisata. Salah satu wisata unggulan dan populer di Kalimantan Selatan di wilayah Kabupaten Banjar ialah Wisata Tahura Sultan Adam Mandiangin. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana Pelaksanaan Wisata Tahura Sultan Adam Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Dalam Perspektif Konsep Wisata Syariah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris yaitu Penelitian hukum ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, yaitu pengelola dan pedagang di Tahura Sultan Adam. Selain itu, terdapat pula data sekunder yang berupa buku dan bahan bacaan lainnya yang dapat mendukung data serta informasi terkait dengan permasalahan yang sedang diteliti yakni Pelaksanaan Wisata Tahura Sultan Adam dalam Perspektif Konsep Wisata Syariah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dari sebelas ketentuan dalam bagian ketujuh Fatwa DSN-MUI No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang “Ketentuan Destinasi Wisata” dalam pedoman pariwisata syariah, poin kedelapan merupakan aspek yang paling membutuhkan perhatian lebih lanjut yang berbunyi, “Makanan dan minuman halal yang terjamin kehalalannya dengan sertifikat Halal MUI.” Kendala yang diidentifikasi adalah persepsi di kalangan pedagang bahwa sertifikasi halal hanya relevan bagi perusahaan berskala besar, sehingga pelaku usaha kecil cenderung mengabaikan kebutuhan akan sertifikat tersebut. Serta kurangnya pemahaman dari juru pelihara Wisata Tahura Sultan Adam tentang alur pelaksanaan wisata syariah, kendala yang disebabkan ialah kurangnya sosialisasi mengenai penerapan wisata syariah dan dukungan dari Pemerintah, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terkhusus pemerintah daerah Kabupaten Banjar dalam mendukung penerapan wisata syariah dan pendampingan dalam sertifikasi halal kepada para pedagang

    Dinamika Kemandirian Pada Anak Remaja di Panti Asuhan Al-Ikhlas Banjarmasin

    Get PDF
    Anak yang dimasukkan kedalam panti karena suatu alasan yang mengharuskan mereka untuk tinggal di panti asuhan seperti anak yatim, piatu, dan dhuafa. Anak-anak yang masuk dalam panti asuhan berkisar antara usia 10 sampai 20 tahun yang memasuki usia remaja. Usia remaja merupakan fase perkembangan dimana mereka mulai mencari jati diri mereka dan dimulainya perkembangan kemandirian yang mereka hadapi. Kemandirian merupakan suatu modal yang besar terhadap penentuan sikap dan pernbuatan dalam lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika gambaran kemandirian serta faktor apa saja yang mempengaruhi kemandirian pada anak remaja di panti asuhan AL-Ikhlas Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak asuh yang menginjak usia remaja di panti asuhan AL-Ikhlas Banjarmasin yang berjumlah tiga orang, yaitu subjek R, subjek MR, dan subjek B. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan teknik semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian didapatkan bahwa dalam gambaran bentuk-bentuk kemandirian pada anak remaja di panti asuhan Al-Ikhlas Banjarmasin adanya variasi dari setiap subjek penelitian dari kemandirian emosional, kemandirian tingkah laku, dan kemandirian nilai. Adapun juga adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian pada anak remaja di panti asuhan AL-Ikhlas Banjarmasin terbagi menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal yaitu faktor yang dari dalam berupa kecerdasan, jenis kelamin yang semuanya laki-laki, harga diri, usia, dan konsep diri. Dan faktor eksternal yaitu faktor dari luar berupa pola asuh orang tua, sistem pendidikan di panti, sistem kehidupan di masyarakat dan dukungan sosial

    Pandangan Ulama Martapura Terhadap Pasangan Suami-Istri yang Mengumbar Kemesraan di Media Sosial

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari fenomena mengumber kemesraan di media sosial oleh pasangan suami istri yang menimbulkan adanya pendangan yang berbeda di antara ulama Martapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan dan dalil ulama Martapura terhadap pasangan suami istri yang mengumbar kemesraan di media sosial. Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data yang digali pada penelitian ialah pandangan dan dalil yang digunakan ulama Martapura. Sumber data atau informan penelitian ialah 6 orang informan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pandangan ulama Martapura terkait pasangan suami istri yang mengumbar kemesraan di media sosial. Pandangan pertama membolehkan dengan syarat pasangan tersebut menutup aurat, tidak menimbulkan syahwat, serta tidak memicu fitnah. Pandangan kedua tidak menganjurkan, karena dinilai berpotensi menimbulkan fitnah, ‘ain, dan dampak negatif sehingga hukumnya makruh. Keduanya merupakan pandangan yang bersifat penuh kehati-hatian, meskipun berbeda dalam aspek kebolehan. Ulama yang membolehkan merujuk pada kaidah fikih bahwa hukum asal segala sesuatu adalah mubah, dengan batasan yang merujuk pada ketentuan dalam Q.S. al Nur/24:30–31 dan al-Nisā’/4:34. Sementara ulama yang tidak menganjurkan mengacu pada hadis riwayat Abu Dawud Nomor 1840, an-Nasa’i Nomor 2515, dan Q.S. al-Baqarah/2:264. Kedua kelompok ulama ini tidak sampai pada penetapan hukum haram, melainkan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial karena adanya potensi mudarat yang bisa ditimbulkan

    Analisis Strategi Personal Selling dalam Meningkatkan Penjualan di PT. Rizki Mining Pratama Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam

    Get PDF
    Industri batubara berperan penting dalam perekonomian Indonesia, sehingga perusahaan perdagangan batubara perlu strategi pemasaran yang efektif. PT. Rizki Mining Pratama mengandalkan personal selling sebagai strategi utama untuk meningkatkan penjualan. Melalui interaksi langsung antara tenaga penjual dan calon pembeli agar membangun kepercayaan dan mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan personal selling di PT. Rizki Mining Pratama serta dampaknya terhadap kinerja penjualan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan tahapan personal selling, yaitu mencari dan menilai calon pelanggan (prospecting and qualifying), pendekatan awal (pre- approach), presentasi dan demonstrasi produk (presentation and demonstration), menangani keberatan pelanggan (overcoming objections), menutup transaksi (closing), dan tindak lanjut layanan (follow-up service). Tahapan ini membantu perusahaan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal selling berkontribusi positif terhadap peningkatan penjualan dan sesuai dengan etika bisnis Islam, terutama dalam membangun kepercayaan dan memahami kebutuhan pelanggan. Namun, perusahaan menghadapi tantangan seperti persaingan pasar, fluktuasi harga batubara, dan kendala logistik, yang mengharuskan adanya inovasi dalam strategi pemasara

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇