IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Persepsi Karyawan Ritel Modern di Banjarmasin Terhadap Pemotongan Gaji Sebagai Ganti Rugi Barang hilang atau rusak
Kontrak kerja pada karyawan ritel modern di Banjamasin mengikuti
kontrak kerja yang sudah di tetapkan ritel modern, salah satu perjanjian kontrak
kerjanya adalah pemotongan gaji karyawan sebagai tanggung jawab terhadap
barang yang hilang atau rusak. Maka semua karyawan pada gerai ritel modern
yang kehilangan atau kerusakan tersebut dipotong gaji sesuai dengan total barang
yang hilang atau rusak. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kehati-hatian
dan ketelitian para karyawan. Fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
mekanisme pemotongan gaji karyawan ritel modern di Banjarmasin sebagai ganti
rugi barang yang hilang atau rusak dan persepsi karyawan ritel modern mengenai
pemotongan gaji sebagai ganti rugi barang yang hilang atau rusak.
Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum empiris, dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui sumber data
wawancara dan dokumen. Data yang dikumpulkan berkaitan dengan persepsi
karyawan ritel modern di Banjarmasin terhadap pemotongan gaji sebagai
ganti rugi barang hilang atau rusak kemudian dianalisis secara deskriptif
kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh pertama, mekanisme
pemotongan gaji karyawan ritel modern di Banjarmasin sebagai ganti rugi barang
yang hilang atau rusak adalah dengan sistem kompensasi kerugian dilaksanakan
melalui pemotongan gaji karyawan, yang dihitung berdasarkan persentase yang
ditentukan sesuai dengan posisi masing-masing. Penghitungan barang yang hilang
atau rusak di peroleh setiap satu bulan kemudian dan beberapa penyebab
terjadinya pemotongan gaji ini seperti barang yang diterima rusak dan tidak bisa
dikembalikan karena di bawah limit barang yang dapat diganti rugi, barang digigit
hewan seperti rayap dan tikus, dan kerusakan atau kehilangan lainnya yang di luar
kendali karyawan. Orang-orang yang kurang bertanggungjawab juga merugikan
pihak karyawan seperti mencuri atau merusak kemasan barang. Kedua, beberapa
karyawan merasa keberatan dengan adanya pemotongan gaji sebagai ganti rugi
barang yang hilang atau rusak dengan alasan ketidakadilan pembebanan tanggung
jawab, kekhawatiran terhadap keamanan pekerjaan, dan kurangnya transparansi
dalam perhitungan. Ada beberapa karyawan tidak keberatan untuk diterapkan
dengan alasan mendorong rasa tanggung jawab dan terus berkembang untuk
belajar dari kesalahan seperti mendorong tanggung jawab dan pembelajaran dari
viii
kesalahan. Kebijakan ini seharusnya lebih selektif dalam menentukan tanggung
jawab, sehingga hanya karyawan yang bertugas pada saat kejadian yang
dikenakan ganti rugi, sesuai dengan prinsip keadilan dan tanggung jawab. Pihak
perusahaan hendaknya menerapkan sistem keamanan yang lebih ketat seperti
pemasangan CCTV, sensor barang, dan alaram untuk mencegah pencurian serta
keamanan dalam pengiriman baran
Pelaksanaan Kewajiban Suami sebagai Kepala Keluarga (Studi Kasus di Desa Telaga Hanyar Kabupaten Hulu Sungai Utara)
Penelitian ini berangkat dari adanya fakta empiris tentang suami yang kurang
memahami kewajibannya sebagai kepala rumah tangga di Desa Telaga Hanyar. Dalam
Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 31 disebutkan bahwa
suami adalah kepala keluarga dan istri ibu rumah tangga. Terlihat jelas dalam pasal
diatas menegaskan bahwa laki-laki adalah sebagai seorang pemimpin dan kepala
keluarga dan istri ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana pemahaman suami dalam pelaksanaan kewajibannya dalam rumah tangga
dan melihat dampak yang ditimbulkan oleh pelaksanaan kewajiban suami di Desa
Telaga Hanyar Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan teknik pengumpulan data
berupa wawancara dan observasi melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi
penelitian berada di Desa Telaga Hanyar Kabupaten Hulu Sungai Utara. Data yang
digali dalam penelitian ini mengenai pemahaman suami dalam pelaksanaan kewajiban
sebagai kepala keluarga dan dampak yang ditimbulkan di Desa Telaga Hanyar.
Gambaran hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap 3 kasus dengan
dukungan data 2 tokoh masyarakat sebagai tempat menimba ilmu di Desa Telaga
Hanyar. Menunjukkan ketiga kasus pada tingkat pemahaman suami sebagai kepala
keluarga yaitu tidak paham dalam melaksanakan kewajiban di rumah tangga.
Ditemukan pada tiap-tiap kasus, suami hanya sesekali melakukan kewajibannya.
Dampak yang ditimbulkan yaitu bertambahnya tugas istri, tidak saling menghormati,
kelelahan fisik, anak tidak terurus, istri mengeluh dan semua kebutuhan rumah tangga
ditanggung istr
Gambaran Kecemsan Sosial pada Siswa yang Menjadi Korban Bullying di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Laung Tuhup
Kecemasan sosial adalah salah satu pembahasan yang ada didalam ilmu
psikologi. Kecemasan sosial dapat diakibatkan oleh berbagai hal, salah satunya
diakibatkan oleh bullying. Bullying akan berdampak pada korban dan pelaku.
Korban yang mengalami bullying akan merasakan cemas dan trauma yang
berlarut-larut. Jika terjadi dalam waktu yang lama, korban akan mengalami
gangguan kejiwaan akibat stress dan depresi yang menyebabkan menjadi anti
sosial dan pesimistis dan yang paling parahnya adalah bunuh diri. Untuk itu,
kecemasan sosial dan bullying ini merupakan dua hal yang amat penting untuk
diperhatikan. Di SMAN 2 Laung Tuhup bullying merupakan salah satu faktor
yang menyebabkan terjadinya kecemasan sosial pada peserta didik. Bullying
memiliki beberapa tingkatan, seperti ringan, sedang dan berat. Bullying yang
bersifat sedang tidak serta merta menimbulkan efek kecemasan sosial sedang pula,
akan tetapi bisa jadi mengakibatkan kecemasan sosial berat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran kecemasan sosial
pada siswadan faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kecemasan sosial
pada siswa di SMAN 2 Laung Tuhup. Jenis penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan penedekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 3 peserta
didik SMAN 2 Laung Tuhup yang memenuhi kriteria sebagai subjek penelitian.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 3 subjek penelitian dan
informan serta observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kecemasan sosial yang
dialami siswaSMAN 2 Laung Tuhup yang menjadi subjek penelitian ini ialah:
ketakutan akan evaluasi negatif (Fear of Negative Evaluation); penghindaran sosial dan
kesulitan-baru (Social Avoidance and Distress with New Social Situations and Unfamiliar
Peers) yang terdiri atas gugup ditengah banyak orang dan tidak nyaman dengan situasi
baru; serta penghindaran sosial dan kesulitan-umum (Social Avoidance and Distance
General). Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan sosial pada siswa
SMAN 2 Laung Tuhup ialah: faktor lingkungan; faktor bullying meliputi bullying
fisik, verbal dan relational; faktor individu yang meliputi pikiran negatif dan tidak
percaya diri
Kontribusi Resiliensi terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sering menghadapi tantangan dalam
menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan. Tantang dan kendala
dalam menjalankan peran ganda ini tentu akan mempengaruhi kesejahteraan
psikologis mereka. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengidentifikasi tingkat
kesejahteraan psikologis mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di FUH,
mengidentifikasi tingkat resiliensi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di FUH.
mengetahui kontribusi resiliensi terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang
kuliah sambil bekerja di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam
Negeri Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis model regresi linear
sederhana. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang kuliah sambil bekerja
di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam Negeri Antasari
Banjarmasin dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah snowball sampling dengan menggunakan rumus lameshow dan
analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat
kesejahteraan psikologis yang baik, dengan 59% berada pada kategori tinggi, dan
58% memiliki tingkat resiliensi yang sedang. Terdapat Kontribusi resiliensi terhadap
kesejahteraan psikologis mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di FUH dengan
signifikansi sebesar 0.007. Hasil ini menunjukkan Ha diterima (0.007 < 0.05).
Selanjutnya berdasarkan nilai R Square, diketahui sebesar 0.073 sehingga dapat
dikatakan bahwa kontribusi variabel resiliensi terhadap variabel kesejahteraan
psikologis sebesar 7,3%. Meskipun kontribusi resiliensi terhadap kesejahteraan
psikologis hanya sebesar 7,3%, terdapat hubungan positif antara keduanya, di mana
mahasiswa dengan resiliensi lebih tinggi cenderung memiliki kesejahteraan
psikologis yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi berperan
penting dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan dari dua peran tersebut
Respon Pasangan Nikah Siri Terhadap Posisi Ibu dalam Pembuatan Akta Kelahiran Anak (Studi Kasus di Desa Sungai Pinang Kabupaten Tanah Laut)
Penelitian ini mengambil di desa Sungai Pinang Kabupaten Tanah Laut
dilatar belakangi dari kasus pernikahan belum tercatat yang menjalankan
peraturan menteri dalam nergeri Pasal 108 tahun 2019 tentang pelaksanaan
peraturan presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang persyaratan dan tata cara
pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui alasan mengapa pasangan suami istri melakukan nikah siri dan respon
posisi ibu terhadap pembuatan akta kelahiran anak.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dan pendekatan
deskriptif kualitatif, oleh karena itu data yang diperlukan adalah melalui data
hasil wawancara dengan 2 orang pegawai Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan
4 orang ibu dari pasangan nikah siri di desa Sungai Pinang kabupaten Tanah Laut.
Setelah melakukan penelitian maka diperoleh hasil temuan dan analisis
yang dilakukan terhadap pasangan yang melakukan nikah siri bahwa alasan
mereka melakukan nikah siri karena faktor sosial, kendala administrasi,
keterbatasan akses dan pemahaman terhadap prosedur pernikahan resmi,
perjodohan orang tua dan menghindari perzinahan. Adapun respon pasangan yang
menikah siri menerima terhadap pencantuman posisi ibu dalam akta kelahiran
anak, terutama dalam konteks pernikahan yang tidak tercatat secara resmi. Bagi
mereka, yang terpenting anak memiliki akta kelahiran untuk keperluan
administrasi. Dan menerima konsekuensi dari keputusan bersama dengan
pasangannya yang tidak mengurus isbat nikah
Strategi Pimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Pondok Pesantren Di Kota Marabahan
Penelitian ini bertolak dari hipotesis bahwa penerapan trategi-strategi yang
meliputi pengamatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi secara konsisten
akan berdampak signifikan pada peningkatan mutu lulusan pondok pesantren.
Dengan mengkaji tahapan-tahapan tersebut, penelitian ini berusaha
mengeksplorasi sejauh mana penerapan strategi manajerial di lingkungan pondok
pesantren di Kota Marabahan mampu mendukung tercapainya tujuan pendidikan
yang berkualitas.
Grand theory yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen
strategi, khususnya pendekatan yang dikembangkan oleh David Hunger, yang
menekankan pentingnya proses pengamatan terhadap lingkungan internal dan
eksternal, perencanaan strategis, implementasi program, serta evaluasi sebagai
siklus keberlanjutan dalam mencapai tujuan organisasi. Teori ini relevan dalam
menganalisis upaya pimpinan pondok pesantren dalam mengelola sumber daya
dan program pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan pondok pesantren,
observasi langsung, dan analisis dokumen. Penelitian ini dilakukan di dua pondok
pesantren di Kota Marabahan, yaitu Pondok Pesantren Ulumul Qur‘an dan
Pondok Pesantren Al-Mujahidin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pondok pesantren telah
melaksanakan tahap strategi-strategi tersebut. Pada tahap pengamatan, terdapat
upaya sistematis untuk memahami kebutuhan dan tantangan pendidikan. Tahap
perencanaan dilakukan melalui penyusunan program berbasis kebutuhan santri.
Implementasi program melibatkan seluruh elemen pondok secara aktif. Evaluasi
dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program. Data spesifik
terkait dampak kuantitatif pelaksanaan strategi ini terhadap mutu lulusan belum
sepenuhnya tersedia dan perlu digali lebih lanjut untuk pengembangan penelitian
in
Analisis Kontribusi Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Terhadap Retribusi Jasa Umum Kota Banjarmasin Pada Tahun 2018-2023
Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum berpotensi memberikan
kontribusi signifikan terhadap retribusi jasa umum Kota Banjarmasin dengan
meningkatnya jumlah kendaraan bermotor seperti motor dan mobil sebesar
80.155% pada tahun 2023. Penerapan tarif parkir dapat meningkatkan pendapatan
UPTD Parkir Dinas Perhubungan. Namun, realisasi pendapatan belum maksimal.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi retribusi parkir di tepi jalan umum
terhadap retribusi jasa umum pada tahun 2018-2023, serta mengidentifikasi
hambatan dan upaya untuk meningkatkannya. Jenis penelitian adalah lapangan
dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Data diperoleh melalui
wawancara dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk mengidentifikasi
hambatan dan upaya, sementara dokumentasi mencakup data realisasi penerimaan
retribusi parkir dan jasa umum. Analisis kuantitatif menggunakan rumus kontribusi
dari Nugroho Budiyuwono dan analisis kualitatif menggunakan teknik Miles dan
Huberman. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi kontribusi retribusi parkir
terhadap retribusi jasa umum dengan rata-rata 13,06% selama 2018-2023.
Hambatan yang dihadapi meliputi warung atau rumah makan yang tidak
melaporkan tempat parkirnya, terjadinya parkir liar, dan praktik mafia parkir.
Upaya yang dilakukan UPTD Parkir adalah patroli rutin dan kerja sama dengan
aparat keamanan untuk meningkatkan efektivitas pemungutan retribus
Upaya Kepala Madrasah Menciptakan Iklim Organisasi Sekolah untuk Meningkatkan Kinerja Guru MTs Negeri 3 Banjarmasin
Kepala madrasah sebagai seseorang yang bertanggung jawab terhadap
seluruh warga sekolah tidak terkecuali guru sudah seharusnya memperhatikan iklim
organisasi sekolah agar dapat dijaga dan dipelihara dengan baik sehingga dapat
memberikan dampak yang positif terhadap kinerja guru. Oleh karena itu, setidaknya
ada tiga komponen iklim organisasi sekolah yang harus diperhatikan oleh Kepala
madrasah yaitu iklim organisasi pada aspek fisik, iklim organisasi pada aspek sosial
dan iklim organisasi pada aspek psikologis. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti
mengangkat topik penelitian tentang upaya Kepala madrasah menciptakan iklim
organisasi sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MTsN 3 Kota Banjarmasin.
Tujuan penelitian ini meliputi mengetahui upaya Kepala madrasah dalam
menciptakan iklim organisasi sekolah pada aspek fisik, sosial dan psikologis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field reseacrh) dengan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala, wakil kepala dan Guru
MTsN 3 Kota Banjarmasin. Objek penelitian ini meliputi upaya Kepala madrasah
dalam menciptakan iklim fisik, sosial dan psikologis. Data pokok dalam penelitian
ini meliputi upaya Kepala madrasah dalam menciptakan iklim fisik, iklim sosial
dan iklim psikologis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan
verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan aktif dalam
menjamin kenyamanan fasilitas fisik dan memberikan teladan disiplin yang
diharapkan dapat dicontoh oleh guru, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman
dan produktif. Upaya dalam membangun iklim sosial yang kondusif di MTsN 3
Kota Banjarmasin diwujudkan melalui komunikasi yang baik antara Kepala
Madrasah dengan guru, menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan
berorientasi pada kebersamaan. Di MTsN 3 Kota Banjarmasin, upaya menciptakan
iklim psikologis yang kondusif dilakukan dengan memberikan reward kepada guru
yang berkinerja baik, yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka kepala
madrasah
Manajemen Rumah Qur’an Ar-Raudah Pelaihari dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan Santri dan Santriwati
Rumah Qur'an Ar-Raudah Pelaihari merupakan lembaga pendidikan Islam
yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur'an dengan metode tilawati untuk berbagai
usia. Lembaga ini tidak hanya memberikan pendidikan Al-Qur'an tetapi juga
menyediakan pelatihan pengajar gratis dan mendukung kegiatan sosial keagamaan,
serta menerapkan kebijakan sosial seperti pembebasan infak bagi anak yatim piatu
dan keluarga kurang mampu, serta pengembangan fasilitas berupa pembangunan
gedung baru yang lebih modern untuk mengoptimalkan pembinaan santri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Rumah Qur'an Ar-Raudah
Pelaihari dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan Santri dan Santriwati, meliputi
aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ini terdiri dari ketua
pimpinan, ketua harian, dan pengajar di Rumah Qur’an Ar-Raudah Pelaihari,
sementara objek penelitian berfokus pada Manajemen Rumah Qur’an Ar-Raudah
Pelaihari dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan Santri dan Santriwati. Teknik
pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Untuk analisis data, peneliti menggunakan tiga tahap, yaitu
kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data
dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi data, khususnya triangulasi
sumber.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen di Rumah Qur'an
Ar-Raudah Pelaihari telah berjalan dengan efektif dan maksimal. Hal ini dibuktikan
dengan adanya peningkatan yang signifikan terhadap literasi keagamaan para santri
dan santriwati yang dilaksanakan setiap hari Jumat di Rumah Qur’an Ar-Raudah
Pelaihari
Manajemen Produksi Anyaman Purun Pada KUB. Family di Desa Pebaungan Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin
Penelitian ini di latar belakangi pentingnya manajemen produksi dalam
suatu usaha untuk menciptakan kepuasan konsumen terhadap hasil produksi yang
di lakukan. Seperti hal nya ada beberapa usaha kecil yang bergerak di bidang
ekonomi kreatif yaitu kerajinan anyaman purun, salah satunya adalah usaha
kerajinan anyaman purun KUB. Family yang selalu mengutamakan kepuasaan
konsumen atas produk yang dihasilkannya. Melalui usaha kerajinan anyaman purun
milik Ibu Hj.Barniah ini juga masyarakat sekitar memiliki penghasilan tambahan
yang mayoritas menjadi petani dan buruh tani di Desa Pebaungan tersebut. Tujuan
dari penelitian ini adalah ingin mengetahui manajemen produksi pada usaha KUB.
Family milik Ibu Hj.Barniah di Desa Pebaungan dan kendala yang dihadapi usaha
anyaman purun dalam menjalankan usahanya di Desa Pebaungan Kecamatan Candi
Laras Selatan Kabupaten Tapin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik dan
pengrajin anyaman purun Ibu Hj.Barniah sebagai subjek penelitian. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik pengelolaan data adalah editing dan klasifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut : pertama,
manajemen produksi usaha anyaman purun di Desa Pebaungan Kecamatan Candi
Laras Selatan Kabupaten Tapin menggunakan empat fungsi manajemen yaitu
perencanaan (planning), pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (actuanting),
dan pengawasan (controlling). Kedua. Faktor penghambat manajemen produksi
yaitu persaingan yang ketat, keterbatasan pasar, peubahan iklim dan kemunduran
tradisi