IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Komunikasi Persuasif Guru Mengaji Taman Pendidikan Quran Ar Rahmah Sungai Jingah Banjarmasin
Pada era ini, komunikasi memiliki peranan yang sangat penting. Melalui
komunikasi, seseorang dapat menyampaikan atau menerima pesan sehingga terjalin
hubungan yang baik. Hal ini juga berlaku bagi guru mengaji dan anak didik, di
mana komunikasi diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terutama,
seorang guru mengaji perlu menerapkan komunikasi persuasif agar dapat mengajak
anak didik menjadi lebih baik serta memahami suatu hal dengan lebih mendalam.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk komunikasi persuasif
yang dilakukan oleh guru mengaji untuk memotivasi anak didik agar lebih
bersemangat belajar di TPQ Ar Rahmah, dan (2) hambatan komunikasi persuasif
guru mengaji dalam memotivasi anak didik di TPQ Ar Rahmah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data
berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari guru mengaji di TPQ
Ar Rahmah, sedangkan data sekunder berupa dokumentasi, buku, dan bahan lain
yang mendukung proses pengumpulan data. Teknik pengumpulan data meliputi
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komunikasi persuasif yang
dilakukan oleh guru mengaji untuk memotivasi anak didik mencakup komunikasi
yang lemah lembut, pemberian hadiah, perhatian, dan kasih sayang; (2) hambatan
yang dihadapi meliputi masalah ketertiban dan disiplin anak didik, keterlibatan
orang tua, serta keterbatasan waktu pembelajan
Problematika Bimbingan Keagamaan Terhadap Pasien di Panti Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa
penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu tantangan yang besar
dihadapi masyarakat di Indonesia termasuk di Banjarmasin. Tidak
hanya berdampak pada fisik dan mental tetapi juga spiritual. Dalam
konteks ini bimbingan keagamaan penting untuk dilakukan dalam
proses rehabilitasi untuk membantu kesembuhan pasien. Yayasan Al-
Hijrah
Banjarmasin
merupakan
panti
rehabilitasi
yang
mengintegrasikan pendekatan keagamaan dalam proses pemulihan
pasien. Namun, dalam melakukan bimbingan keagamaan, para
pembimbing keagamaan menemukan kendala yang terjadi dalam
pelaksanaan bimbingan keagamaan. Rumusan masalah yaitu,
bagaimana pelaksanaan bimbingan keagamaan dan apa saja kendala
yang dihadapi dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap
pasien di Panti Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin.
Metode penulisan ini adalah penulisan lapangan (field research)
berupa pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penulisan adalah para
ustaz, pembina yayasan, perawat dan pasien di Yayasan Al-Hijrah
Banjarmasin. Objek penulisannya adalah pelaksanaan bimbingan
keagamaan dan kendala yang dihadapi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya
dalam mengolah data menggunakan langkah pengumpulan data, reduksi
data, klasifikasi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan
keagamaan di Yayasan Al-Hijrah yaitu bimbingan salat, dzikir,
mengaji, nasihat keagamaan dan mandi taubat. Kendala yang terjadi
dalam pelaksanaaan bimbingan keagamaan yaitu rendahnya motivasi
spiritual, kurangnya fasilitas tempat untuk salat berjamaah dan kegiatan
keagamaan lainnya, sulitnya membentuk kebiasaan baru dan
keterbatasan kemampuan membaca tulisan arab, rasa malu dan tidak
percaya diri membuka suara, rasa malas dan mudah lupa, kurangnya
kesadaran untuk mendengarkan dan memperhatikan, tidak adanya buku
sebagai pegangan pasien untuk mengulang materi, dan sulitnya
mengingat materi, serta kurangnya pemahaman tentang mandi taubat
sehingga enggan untuk melakukan mandi taubat itu sendir
Perceraian Pada Pasangan Usia Lanjut di Desa Halong Kabupaten Balangan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa pasangan yang
bercerai pada usia lanjut (senja) yang terjadi karena berbagai faktor. Hal ini menarik
perhatian peneliti untuk mengetahui lebih dalam tentang perceraian yang terjadi
pada pasangan usia lanjut di desa Halong. Perkawinan hendaknya untuk
membentuk rumah tangga yang bahagia yang kekal sampai akhir hayat, berujung
pada perpisahan di usia pasangan dan usia pernikahan yang sudah berpuluh-puluh
tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran perceraian
pada pasangan usia lanjut dan faktor apa saja yang menjadi latar belakang terjadinya
perceraian tersebut.
Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum empiris. Data yang digali pada
penelitian ialah gambaran dan faktor perceraian yang terjadi pada pasangan usia
lanjut di Desa Halong Kabupaten Balangan. Sumber data atau informan penelitian
ialah lima pasangan bercerai dan lima orang yang juga mengetahui kebenaran dari
pernyataan para pasangan bercerai, jadi ada lima belas orang yang diwawancarai.
Data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Setelah terkumpul data diolah
dengan editing. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian yang terjadi seluruhnya
dilakukan oleh suami dan sampai saat ini seluruhnya belum dicatatkan resmi pada
Pengadilan Agama. Adapun faktor yang menjadi penyebab perceraian pasangan
usia lanjut ada berbagai macam, yaitu: faktor kekeraan dalam rumah tangga, faktor
ekonomi, faktor orang ketiga dan faktor ketidakharmonisan keluarga. Perceraian
yang terjadi pada pasangan usia lanjut di desa halong, menurut kompilasi hukum
islam itu dibolehkan seperti yang sudah diatur dalam pasal 116 tentang alasan
alasan dapat terjadinya perceraian, sedangkan dalam tinjauan hukum islam,
perceraian tersebut sesungguhnya sesuatu yang halal akan tetapi di benci oleh
Allah. Yang artinya perceraian itu boleh sebagai pintu darurat atau jalan keluar
terakhir dari sebuah masalah perkawinan
Community Teachers Experiences and Challenges in Teaching English Language During a Short-term International Program in Thailand
The short-term International teaching program organized by the Antasari State
Islamic University (UIN) is designed to provide opportunities for students to
teach abroad, one of which is in Thailand, to introduce cross-cultural teaching
experiences and improve professional skills internationally. The program lasts
for one month and provides insight into multicultural education. This study aims
to describe the experiences and challenges the community teachers face in
teaching language subjects during the short-term international teaching program.
This study used a qualitative approach, involving in-depth interviews with
community teachers. The results showed that the teacher community found
various benefits, such as improving professional skills and enriching insights in
managing diverse classes. Community teachers implemented various learning
strategies, using interactive teaching methods. However, they also faced various
challenges, such as language barriers, significant differences in proficiency
levels, and too many students in the class. This study is expected to provide
insight into the development of international education programs and teacher
training in the future, as well as be a reference for education policies that are
more responsive to global needs
Strategi Guru dalam Menanamkan Karakter Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PABP) di SDN SN Kelayan Barat 2 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena atau penyimpangan
pada zaman sekarang yaitu krisis akan karakter dan moralitas pada diri anak sekolah
dasar. Dengan adanya penanaman karakter, seseorang dapat menjadi individu yang
lebih baik dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga perlu ditanamkan pendidikan
karakter agar dapat mempersiapkan anak-anak kaum muslimin mempunyai bekal
yang cukup untuk kehidupan di masa depan serta dapat memberikan dampak yang
positif kepada peserta didik dalam kehidupannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan sekolah
dalam menanamkan program penanaman karakter, mendeskripsikan strategi guru
dalam menanamkan karakter peserta didik, serta mendeskripsikan faktor
pendukung dan penghambat dalam menanamkan karakter peserta didik di SDN SN
Kelayan Barat 2 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru PABP,
dan peserta didik. Objek penelitian yaitu strategi guru dalam menanamkan karakter
peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama Islam budi pekerti di SDN SN
kelayan Barat 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan yaitu reduksi data,
penyajian data dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan Sekolah dalam
Menanamkan Program Pendidikan Karakter Peserta Didik di SDN SN Kelayan
Barat 2 Banjarmasin yang meliputi, kegiatan bersalaman, shalat zuhur berjamaah
kegiatan Jum’at taqwa, program tersebut dilaksanakan setiap hari Jum’at dengan
kegiatan yang bervariasi setiap minggunya. Strategi yang digunakan yaitu Strategi
pembiasaan, strategi keteladanan, strategi pencurahan hati, strategi nasihat dan
strategi pemberian hukuman. Faktor pendukung yaitu keluarga dan lingkungan
sekolah, sedangkan faktor penghambat yaitu teman sebaya dan media informasi
Praktik Pembagian Harta Warisan Di Desa Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau
Harta warisan adalah harta peninggalan seseorang yang meninggal dunia
dan menjadi hak ahli waris setelah dipenuhi kewajiban seperti pengurusan jenazah,
pelunasan utang, dan pelaksanaan wasiat. Dalam hukum Islam, pembagian harta
warisan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan ilmu faraidh. Namun, praktik
pembagian harta warisan di Desa Bahaur, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten
Pulang Pisau, cenderung tidak mengikuti hukum waris Islam. Beberapa keluarga
membagi harta secara merata atau berdasarkan kesepakatan antar ahli waris
dengan tujuan menghindari konflik dan kecemburuan, meskipun hal ini tidak
sesuai dengan syariat Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik pembagian harta warisan
di Desa Bahaur dan alasan masyarakat menggunakan cara tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan ahli waris dari
lima kasus pembagian harta warisan yang dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembagian harta warisan di
Desa Bahaur dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan masyarakat tentang hukum
waris Islam, keinginan untuk menjaga keharmonisan keluarga, serta adanya
persepsi bahwa pembagian harta secara merata lebih adil. Selain itu, beberapa
pewaris membagikan harta sebelum meninggal dunia untuk mencegah konflik di
kemudian hari. Dampaknya, pembagian tersebut seringkali tidak sesuai dengan
hukum faraidh dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan serta konflik antar ahli
waris. Penelitian ini menyarankan perlunya edukasi dan sosialisasi terkait hukum
waris Islam di masyarakat agar pembagian harta warisan dapat dilakukan sesuai
syariat
Pelaksanaan Majelis Ta’lim “Arba Pagi” Sebagai Sarana Penguatan Religiusitas dalam Masyarakat di Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan
Skripsi ini dilatar belakangi dengan adanya majelis ta’lim arba pagi di Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan yang diminati jamaah, dari berbagai kalangan, seperti santri, guru, pedagang, petani, PNS, anak-anak, remaja, orang tua, dan lansia. Majelis ta’lim ini dapat menjadi sarana penguatan religiusitas bagi masyarakat, apalagi dengan berbagai macam kesibukan yang dialami masyarakat. Berdasarkan hal ini, maka tujuan penulisan skripsi ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan majelis ta’lim arba pagi sebagai sarana penguatan religiusitas dalam masyarakat di Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek di dalam penelitian ini yaitu empat orang ustadz, khodimul majelis, dua orang jama’ah perempuan, dan satu orang jama’ah laki-laki. Objek penelitian ini adalah majelis ta’lim arba pagi sebagai sarana penguatan religiusitas dalam masyarakat di Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan teknik pengoalahan data yang meliputi reduksi data, display data, penarik kesimpulan, kemudian dilakukan analisis data.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan majelis ta’lim arba pagi sebagai sarana penguatan religiusitas dalam masyarakat di Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan ini dapat berjalan dengan baik, apalagi dengan adanya faktor pendukung seperti adanya 4 ustadz yang menyampaikan materi tentang kitab tauhid, fiqih, tasawuf dan hadist yang sudah memuat semua materi untuk menguatkan religiusitas masyarakat sehingga dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, ditambah dengan adanya sarana yang nyaman dan lengkap untuk melaksanakannya yaitu bertempat di Masjid Al Amanah, selalu adanya dukungan dari tokoh masyarakat, serta semangat dari masyarakat yang memang selalu ingin menambah wawasan tentang agama. Walaupun memang masih adanya faktor penghambat seperti kelelahan yang dialami para jama’ah karena adanya kesibukan masing-masing, terutama sibuk bekerja
Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Seni Kebudayaan Madihin pada Masyarakat Banjar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beragam nilai pendidikan Islam
di dalam kesenian madihin yang meliputi nilai akidah, ibadah dan akhlak. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif deskriptif dengan
subjek penelitian "pemadihin" orang yang bermain madihin di lingkungan Handil
Babirik dan tokoh masyarakat setempat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang
terdapat pada kesenian madihin, dari nilai akidah, ibadah, serta akhlak. Penelitian
dengan metode analisis deskriftif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala
desa, tiga orang masyarakat dan satu orang pemain madihin di desa Handil Babirik.
Objek penelitian di Desa Handil Babirik, kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten
Tanah Laut yang melibatkan kegiatan pementasan madihin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pementasan seni madihin di
desa Handil Babirik terdapat nilai-nilai pendidikan Islam, hal ini terlihat dari materi
atau lirik syair yang disampaikan oleh "pemadihin" dengan menyisipkan nasihat
nasihat kehidupan dan ajakan untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Adanya nilai
nilai pendidikan Islam dalam kesenian madihin juga terbukti berdasarkan hasil
wawancara bersama masyarakat setempat yang mendengar dan menonton langsung
pementasan tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa kesenian madihin bukanlah hiburan semata,
melainkan salah satu media dakwah yang memiliki keunikan tersendiri yang
menjunjung tinggi nilai budaya dengan lirik yang penuh makna serta terdapat nilai
nilai pendidikan Islam yang selalu disampaikan di setiap pementasannya
Implementasi peraturan walikota nomor 25 tahun 2021 tentang Peran kelurahan dalam pencegahan dan penurunan stunting di kota Banjarmasin (studi kasus kelurahan Basirih)
stunting merupakani keadaan dimana anak balita mengalami kegagalan tumbuh
dikarenakan kurangnya gizi kronis khususnya di seribu hari pertama kehidupan, yang akan
berpengaruh ke perkembangan dan pertumbuhannya otak anak, dimana kemudian akan
membuatnya berisiko lebih besar untuk memperoleh penyakit kronis saat dewasa, yang
seharusnya di masa dewasa tersebut mereka menjadi generasi emas dan salah satu integritas
negara.salah satu dari tujuan dari pemerintah agar penurunan stunting dan pencegahan bisa
diatasi maka terbentuklah peraturan walikota nomor 25 tahun 2021 tentang peran
kelurahan dalam pencegahan dan penurunan stunting di kota Banjarmasin.Namun dalam
pengimplementasian Peraturan walikota ini masih kurang efektif dan pada penghujung
2023 mengalami kenaikan.banyak didapati dari masyarakat masih belum mengetahui
tentang penting nya menjaga pola asuh yang baik dan kurangnya komunikasi serta
koordinasi dan juga kondisi lingkungan menjadi faktor penghambat dalam
pengimplementasian peraturan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana implementasi peraturan walikota nomor 25 tahun 2021 tentang peran kelurahan
dalam pencegahan dan penurunan stunting di kota Banjarmasin. selain itu juga untuk
mengidentifikasi kendala dalam implementasian dan perspektif masyarakat mengenai hal
tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi
hukum, Peneliti melakukan observasi serta wawancara kepada pihak yang bertanggung
jawab dalam pelaksanaan peraturan ini, yaitu kelurahan Basirih, ahli gizi, kader serta
perwakilan dari orang tua anak stunting.
Dalam penelitian ini menemukan bahwa implementasi Peraturan Walikota nomor
25 tahun 2021 tentang peran kelurahan dalam pencegahan dan penurunan stunting di kota
Banjarmasin ini belum sepenuhnya terimplementasi dengan sepenuhnya, dapat dilihat dari
angka prevalensi kelurahan basirih masih tinggi yang mana hal itu menjadi objek dalam
penelitian penulis. Terdapat 5 kendala dalam pengimplementasian peraturan ini yakni
Komunikasi yaitu kurangnya pengetahuan dari masyarakat, Sumber Daya yaitu
ketersediaan UMKM bagi masyarakat kurang mampu, pola asuh yang kurang baik,
kebersihan yang kurang, serta kurang kesadaran dan pengetahuan dari masyaraka
Pendampingan Penyusunan Standar Operasional Prosedur Pada Manajemen Peserta Didik di SDN 3 Murung B Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Manajemen peserta didik yang baik merupakan salah satu kunci untuk
mendukung tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Namun, SDN 3 Murung B
Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah menghadapi kendala karena
belum memiliki SOP terdokumentasi untuk mendukung pelaksanaan manajemen
peserta didik. Ketidakhadiran dokumen SOP ini menyebabkan pengelolaan
administrasi peserta didik, seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Pembinaan Ketidakhadiran Siswa, dan
Mutasi Siswa, sering kali tidak berjalan konsisten dan sistematis. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mendampingi sekolah dalam menyusun, menerapkan,
dan memonitor SOP yang relevan dan dapat diterapkan dengan efektif.
Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR),
yang melibatkan kolaborasi aktif antara peneliti dengan kepala sekolah, guru, dan
staf administrasi. Pendekatan ini melibatkan partisipasi langsung dalam setiap
tahapan penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan,
hingga evaluasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini berhasil
menghasilkan dokumen SOP yang terstruktur untuk empat aspek utama: SOP
PPDB, yang menjamin pelaksanaan pendaftaran, seleksi, dan pengumuman siswa
baru secara transparan; SOP MPLS, yang membantu siswa baru beradaptasi dengan
lingkungan sekolah; SOP pembinaan ketidakhadiran siswa, yang memuat langkah
langkah untuk mengidentifikasi dan menangani masalah absensi siswa; serta SOP
mutasi siswa, yang mengatur proses administrasi perpindahan siswa secara
sistematis.
Implementasi SOP melalui sosialisasi dan pelatihan menghasilkan
peningkatan keteraturan dan konsistensi dalam pengelolaan manajemen peserta
didik di sekolah. Kendala yang dihadapi, seperti perbedaan pemahaman istilah dan
keterbatasan sumber daya, dapat diatasi melalui pelatihan berkelanjutan dan
penyempurnaan SOP. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam
menciptakan pedoman kerja yang mendukung tata kelola peserta didik secara
profesional dan dapat dijadikan model bagi sekolah lai