IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Memanah untuk Mengembangkan Fisik Motorik Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Alam Omah Kepompong Banjarbaru

    Get PDF
    Kegiatan ekstrakurikuler memanah di PAUD Terpadu Omah Kepompong Banjarbaru merupakan salah satu program pengembangan fisik motorik anak usia dini yang dirancang secara terarah dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler memanah dalam mengembangkan kemampuan fisik motorik anak usia 5–6 tahun, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek terdiri dari kepala sekolah, pelatih memanah, dan anak-anak kelompok B yang berjumlah 63 peserta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan memanah dilaksanakan melalui tahapan terstruktur, meliputi pengenalan alat panahan, teknik dasar memanah, latihan keseimbangan, koordinasi mata–tangan, serta kontrol postur tubuh. Program ini terbukti memberikan stimulasi signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak, terutama dalam aspek kekuatan otot lengan, stabilitas tubuh, fokus, dan konsentrasi. Selain itu, kegiatan memanah juga membentuk karakter positif anak seperti disiplin, kemandirian, dan kemampuan mengelola emosi. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan meliputi tersedianya pelatih khusus, sarana prasarana yang memadai, serta antusiasme anak dan dukungan orang tua. Adapun hambatan yang ditemukan ialah variasi alat panahan yang masih terbatas dan kondisi cuaca yang mengganggu latihan di luar ruangan. Secara keseluruhan, ekstrakurikuler memanah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan fisik motorik anak usia dini di PAUD Terpadu Omah Kepompong

    Pembacaan Surah Al– ‘Ashr Sebelum Pulang Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Telaga Mas Kecamatan Danau Panggang (Studi Living Qur’an)

    Get PDF
    Waktu memiliki posisi penting dalam Islam, sebagaimana ditegaskan dalam surah al-‘Ashr yang mengandung nilai pemanfaatan waktu, amal saleh, dan kesabaran. Tradisi living Qur’an dalam pendidikan terwujud melalui integrasi praktik al-Qur’an dalam kegiatan sekolah guna menanamkan nilai-nilai Qur’ani sejak dini, salah satunya melalui tradisi pembacaan surah al-‘Ashr sebelum pulang sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pembacaan surah al-‘Ashr di SDN Telaga Mas Kecamatan Danau Panggang, serta memahami pemaknaan guru dan murid terhadap surah tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menerapkan teori resepsi fungsional Ahmad Rafiq dalam kerangka living Qur’an untuk mengkaji fungsi dan penerimaan surah al-‘Ashr dalam kehidupan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan surah al-‘Ashr dilaksanakan secara rutin setiap hari menjelang kepulangan murid secara bersama-sama, dipimpin oleh ketua kelas dan dibimbing oleh guru. Kegiatan ini telah menjadi tradisi sekolah yang tertib dan terstruktur, yang menumbuhkan kedisiplinan, pembiasaan religius, serta internalisasi nilai-nilai Qur’ani secara kolektif. para guru memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang surah al ‘Ashr, mencakup pesan utama mengenai urgensi waktu, keimanan dan amal saleh, serta anjuran untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Secara keseluruhan, praktik pembacaan surah al-‘Ashr di SDN Telaga Mas membentuk budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Qur’ani dan berkontribusi pada pembentukan karakter religius murid sejak usia dini. Adapun Para murid memiliki pemahaman sederhana terhadap kandungan surah, misalnya menyadari pentingnya memanfaatkan waktu dan melaksanakan salat, sesuai dengan tingkat perkembangan mereka

    Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Berbasis Multiple Representation Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Laju Reaksi di MAS Darul Imad

    Get PDF
    Kimia ialah mata pelajaran yang kompleks serta abstrak, sehingga peserta didik banyak kesulitan ketika memahami kimia. Oleh sebab itu, terjadinya miskonsepsi karena adanya perbedaan pemahaman yang tidak sejalan dengan para ahli. Konsep kimia terdiri dari tiga komponen ialah makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Dalam pembelajaran kimia, kita harus memahami kimia dari makroskopik, mikroskopik, dan simbolik supaya tidak terjadi miskonsepsi dan berdampak negatif pada hasil belajar peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang bisa menangani permasalahan tersebut ialah model inkuiri terbimbing berbasis multiple representation. Berdasarkan wawancara dengan guru kimia di MAS Darul Imad diperoleh informasi bahwa hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi masih belum memuaskan yaitu rata-rata nilai berada di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu berada di bawah 70. Sebagian peserta didik juga mengalami masalah dalam menguasai berbagai konsep abstrak dan kurang aktifnya peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model inkuiri terbimbing berbasis multiple representation terhadap hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi di MAS Darul Imad. Kuasi eksperimen (Quasi Eksperiment) dengan desain non-equivalent control group design ialah jenis penelitian yang diterapkan dan kuantitatif sebagai pendekatan penelitian. Populasi pada penelitian ini meliputi seluruh peserta didik kelas XI di MAS Darul Imad. Sampel ditentukan lewat teknik purposive sampling, terdiri dari kelas XI A yang berjumlah 23 peserta didik dan kelas XI B yang berjumlah 24 peserta didik. Teknik pengambilan datanya menggunakan tes, observasi, dokumentasi, dan angket. Terdapat 14 pertanyaan yang dipakai pada pre-test dan post-test, dan angket ada 20 pernyataan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis memakai uji independent sample t-test dihasilkan nilai Sig. (2-tailed) 0,010 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, model inkuiri terbimbing berbasis multiple representation terbukti memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi di MAS Darul Ima

    Dimensi Esoterik Tafsir Ayat-Ayat Ekologi (Studi terhadap The Study Quran: A New Translation and Commentary. Ed. Seyyed Hossein Nasr)

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena krisis ekologi global yang tidak hanya berakar pada persoalan teknis-material, tetapi juga melibatkan aspek teologis dan spiritual dari hilangnya kesadaran terhadap sakralitas alam. Dalam kerangka ini, tafsir The Study Quran yang disunting oleh Seyyed Hossein Nasr dan diprakarsai oleh akademisi Muslim Barat lainnya menawarkan perspektif ekologi berbasis teologis-esoterik Islam. Penelitian berorientasi pada bentuk penafsiran dan nilai-nilai Qur`ani yang dikemukakan oleh penafsiran The Study Quran terhadap ayat-ayat ekologi dan relevansinya terhadap isu ekologi kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai teologis-esoterik yang terkandung dalam penafsiran The Study Quran terhadap ayat-ayat ekologi yang dikaji serta kontribusinya dalam memberikan alternatif paradigma ekologi Islami yang solutif terhadap fenomena ekologis masa kini. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhû’î) dengan memusatkan kajian pada ayat-ayat ekologi yang terpilih, yakni: Q.S. Al-An’âm/6: 156; Q.S. Al-A’râf/7: 56; Q.S. Al-Rûm/30: 41 dan Q.S. Al Jâtsiyah/45: 3-15, sebagaimana yang ditafsirkan dalam The Study Quran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat ekologis tidak hanya bersifat moral dan normatif tetapi juga memuat dimensi esoterik yang menyingkap relasi integral inti keagamaan antara Tuhan, manusia dan alam. Nasr menegaskan bahwa krisis ekologi modern berakar dari desakralisasi terhadap alam dan paradigma antroposentris. Sebagai sarana solusi, Nasr dan juga akademisi yang berhaluan sama dengannya menawarkan paradigma berbasis teologis-esoterik yang menekankan pada transendensi dan spiritualitas dalam memberikan pandangan dunia (world-view) terhadap alam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi serta menghadirkan landasan epistimologis dan etis bagi respon Islam terhadap problematika lingkungan globa

    Gaya retorika Dakwah Ustadz Dzulkifli Manshur di Masjid Hajjah Nuriyah Banjarbaru

    Get PDF
    Dakwah merupakan aktivitas penting dalam penyebaran ajaran Islam yang bertujuan mengajak manusia menuju jalan kebenaran dengan cara yang bijaksana. Saat ini, dakwah tidak hanya dipahami sebagai penyampaian ajaran agama secara informatif, tetapi juga memerlukan strategi komunikasi efektif agar pesan dapat diterima dan diamalkan oleh audiens. Salah satu metode dakwah yang banyak digunakan adalah ceramah, di mana keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan retorika seorang da’i.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan efektivitas retorika dakwah yang digunakan oleh Ustadz Dzulkifli Manshur dalam ceramahnya di Masjid Hajjah Nuriyyah. Fokus kajian mencakup tiga aspek retorika yaitu ethos, pathos, dan logos serta pengaruhnya terhadap pemahaman dan sikap jamaah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi ceramah, dokumentasi rekaman, dan wawancara kepada jamaah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika dakwah Ustadz Dzulkifli Manshur bersifat komunikatif, edukatif, dan persuasif, dengan penggunaan bahasa yang sederhana namun bermakna. Beliau memadukan humor, narasi, serta dalil agama secara proporsional sehingga mampu menciptakan kedekatan emosional dan meningkatkan motivasi spiritual jamaah. Dengan demikian, penguasaan retorika menjadi aspek penting dalam keberhasilan dakwah melalui cerama

    Pandangan Masyarakat Terhadap Ahli Waris Pengganti Dalam Kompilasi Hukum Islam Di Kecamatan Banjarmasin Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan masyarakat terhadap kedudukan ahli waris pengganti sebagaimana diatur dalam Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, dan keagamaan yang memengaruhi pandangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima orang informan di beberapa kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Selatan, yaitu Kelurahan Murung Raya, Kelayan Dalam, dan Kelayan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat Kecamatan Banjarmasin Selatan terhadap kedudukan ahli waris pengganti bermacam ragam. Sebagian besar belum memahami ketentuan Pasal 185 KHI sehingga tetap berpegang pada faraid klasik yang tidak menempatkan cucu sebagai ahli waris karena hijab. Akibatnya muncul sikap penolakan, keraguan, atau posisi netral karena belum pernah mendengar konsep ahli waris pengganti dan tidak ditemukan secara tegas dalam dalil. Hanya sebagian kecil masyarakat yang menerima dan memahami keberlakuannya, terutama mereka yang memiliki pendidikan lebih baik atau pengalaman beracara di Pengadilan Agama. Perbedaan pandangan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu pengetahuan, pemahaman dan literasi terhadap KHI, adat musyawarah keluarga, pengaruh tokoh agama yang lebih menekankan ajaran faraid klasik, perbedaan tingkat pendidikan, perlunya sosialisasi hukum dari lembaga keagamaan dan pemerintah, serta pengalaman masyarakat dalam berperkara seperti proses penetapan ahli waris atau sengketa waris di Pengadilan Agam

    Perilaku Prososial dalam Perspektif Tafsir Kontemporer

    Get PDF
    Perilaku prososial dalam Islam meliputi lebih dari sekedar membantu dan berbuat baik kepada orang lain. Al-Qur‘an mengajarkan bahwa perilaku prososial harus dilakukan dengan persiapan yang matang dan niat yang ikhlas karena Allah Swt. Persiapan ini mencakup kesiapan mental dan fisik untuk memberikan bantuan, tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan, serta komitmen untuk mengedepankan akhlak yang baik seperti kesabaran, kejujuran, dan empati. Dalam penelitian ini mengkaji perilaku prososial dalam perspektif tafsir kontemporer dengan merujuk pada tiga kitab tafsir, yaitu tafsir Al Mishbah karya Quraish Shihab, tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pandangan para mufassir kontemporer mengenai perilaku prososial dalam Al-Qur‘an, serta mengidentifikasi faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku tersebut. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengkontekstualisasikan nilai-nilai prososial dalam tafsir dengan realitas sosial masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan tafsir maudhu‘i (tafsir tematik), yang membahas ayat-ayat Al-Qur‘an sesuai dengan tema dan judul yang telah ditentukan. Penelitian ini mencakup identifikasi ayat-ayat Al-Qur‘an yang berkaitan dengan perilaku prososial dan pengembangan pemahaman penulis melalui penggunaan kata kunci (term) yang relevan, seperti Mu'ȃwanah, Ȋtsȃr, Shadaqah, dan Ikhlȃsh. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Al-Qur‘an memaknai perilaku prososial bukan hanya sebagai anjuran untuk berbuat baik dan membantu orang lain, tetapi juga menyuruh untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum melakukan tindakan prososial. Ini meliputi niat yang ikhlas karena Allah Swt., kesiapan diri secara fisik dan mental untuk memberikan bantuan, serta tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Selain itu, perilaku prososial dalam perspektif Al-Qur‘an mengedepankan akhlak yang baik seperti kesabaran, kejujuran, dan empati. Al-Qur‘an juga menekankan pentingnya mengamalkan setiap perbuatan baik dan pengetahuan yang dimiliki kepada orang-orang yang memerlukannya. Konsep-konsep ini dapat menjadi panduan yang efektif untuk meningkatkan perilaku prososial di kalangan masyarakat

    “Relasi Budaya Dan Syariat Pada Tradisi Balawang Tujuh: Studi Kasus Di Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan”

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji relasi antara budaya lokal dan syariat Islam dalam pelaksanaan tradisi Belawang Tujuh pada masyarakat Banjar di Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Tradisi Belawang Tujuh merupakan prosesi adat yang dilaksanakan setelah akad nikah dan sarat dengan simbolisme budaya, doa, serta unsur religius yang hidup dalam praktik sosial masyarakat. Penelitian ini berangkat dari temuan lapangan adanya dua kasus pelaksanaan Belawang Tujuh di dua desa yang berbeda, dengan konsep, tata cara, dan penekanan simbolik yang tidak sepenuhnya sama. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dinamika adaptasi budaya lokal dalam merespons nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi hukum dan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi partisipatif, serta wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat pelaku tradisi. Analisis difokuskan pada pemaknaan simbol adat, praktik keagamaan yang menyertainya, serta penilaian hukum Islam terhadap keberlangsungan tradisi Belawang Tujuh. Dari sudut pandang peneliti, Belawang Tujuh merupakan praktik budaya yang berada dalam ruang ijtihadiyyah hukum Islam, di mana adat dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi praktik antar desa, Balawang Tujuh secara substansial tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, karena pelaksanaannya lebih menekankan pada kebersamaan,do’a dan rasa syukur serta penguatan ikatan sosial pasca pernikahan. Oleh karena itu, dalam perspektif hukum Islam, peneliti melihat tradisi ini dapat dikategorikan sebagai `urf ṣahih atau al-`adah al-muhakkamah, yaitu adat yang diakui dan dapat dijadikan pertimbangan hukum selama tidak bertentangan dengan nash. Relasi budaya dan syariat dalam tradisi Belawang Tujuh bersifat integratif dan harmonis, di mana budaya berperan sebagai media ekspresi sosial yang simbolik, sementara syariat Islam berfungsi sebagai pondasi hukum yang membimbing dan mengatur praktik adat tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hukum Islam dan budaya lokal, serta merekomendasikan pelestarian tradisi Balawang Tujuh dengan tetap menjaga kemurnian nilai-nilai syariat Isla

    Pengaruh Beban Kerja terhadap Kepuasan Kerja pada Pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Moderator

    Get PDF
    Beban kerja merupakan aspek krusial yang seringkali mempengaruhi kepuasan kerja pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam hal ini kepuasan kerja pegawai merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, khususnya pada instansi pemerintah yang menuntut pelayanan publik yang optimal. Selain itu, motivasi kerja juga dipandang berperan dalam memengaruhi hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin serta menguji peran motivasi kerja sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 67 pegawai, yang seluruhnya dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang mengukur variabel beban kerja, kepuasan kerja, dan motivasi kerja. Analisis data penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana serta analisis regresi moderasi (moderated regression analysis) dengan bantuan SPSS versi 25.0 dan PROCESS Macro versi 4.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien regresi β = 0,510 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis pertama (Ha1) diterima. Nilai R Square sebesar 0,536 menunjukkan bahwa beban kerja memberikan kontribusi sebesar 53,6% terhadap kepuasan kerja. Sementara itu, hasil uji interaksi antara beban kerja dan motivasi kerja menunjukkan nilai β = -0,167 dengan signifikansi p = 0,764 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat pengaruh moderasi, sehingga hipotesis kedua (Ha2) ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa beban kerja secara langsung memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja, namun tidak dimoderasi oleh motivasi kerj

    Dialektika Feminisme dan Anti-Feminisme: Islam Progresif Vis A Vis Islam Konservatif Di Indonesia

    Get PDF
    Riset ini bermula dari ketertarikan atas perselisihan yang hadir di tengah masyarakat Indonesia dalam merespons feminisme sebagai gerakan yang membebaskan perempuan dari ketertindasan. Di tengah masyarakat yang mayoritasnya beragama Islam, penerimaan terhadap feminisme dipersoalkan dengan polemik apakah feminisme sesuai dengan ajaran Islam atau tidak, karena dinilai sebagai pandangan yang lahir dari Barat dan sekular. Meskipun dalam perkembangannya, penerimaan feminisme di Indonesia tetaplah masif dengan melihat dari isu-isu yang diperjuangkan, sesuai dengan harapan untuk menghapuskan penindasan terhadap perempuan. Kalangan mereka yang menerima disebut kalangan Islam progresif dan mereka yang menolak disebut kalangan Islam konservatif. Riset yang dilakukan ini ditujukan untuk mengetahui perbincanan feminisme di kalangan Islam progresif dan Islam konservatif, serta proses dialektika yang hadir atas respons masing-masing pada setiap isu yang dikemukakan, hingga tawaran berupa gagasan untuk melanjutkan atau menyanggah segala hal tentang feminisme yang dikaitkan dengan keislaman. Untuk mencapai tujuan dari riset ini, penulis melakukan penelitian berdasarkan data kepustakaan (library research) melalui data-data yang diambil dari buku yang ditulis oleh kalangan Islam progresif dan kalangan Islam konservatif. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif-kualitatif, untuk menjelaskan pemahaman yang muncul dari mereka masing-masing terkait isu-isu yang dipersoalkan dalam feminisme dan Islam. Adapun analisis dialektika diterapkan untuk menemukan argumen peneriman (tesis) dan argumen penolakan (anti-tesis) yang saling dipertentangkan, tetapi membawa pada pandangan yang lebih berkembang dalam menjelaskan keberpihakan terhadap perempuan. Hasil temuan dalam penelitian ini menjelaskan persoalan isu perempuan mengenai kerja domestik; jilbab dan aurat; poligami; wanita berkarier; dan kepemimpian perempuan haruslah memberi penekanan pada sumber yang diambil dari tradisi keislaman yakni aspek-aspek ketauhidan serta al-Qur’an dan hadis. Di samping itu, peran yang dikerjakan atau dipilih oleh perempuan harus mendapat apresiasi selama mengandung maslahat, dan perempuan diperbolehkan memilih segala peran yang memang sesuai dengan kemampuan (potensi) dirinya. Dari sanalah peran perempuan yang dikerjakan dan dipilih tetap bisa memiliki relasi dengan laki-laki, sehingga terciptanya apa yang diinginkan sebagai keadilan gender

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇