IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Driver Gojek dan Pesanan Fiktif di Banjarmasin: Kajian atas Perlindungan Hukum dari Negara dan Perusahaan

    Get PDF
    Peluang bekerja sebagai mitra perusahaan penyedia jasa online di bidang transportasi dan pemesanan makanan ternyata juga mengandung risiko pesanan fiktif. Orderan fiktif adalah pesanan palsu yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, menyebabkan driver tidak dapat menemukan pemesan untuk menyerahkan pesanan dan menerima pembayaran. Motifnya bisa iseng atau persaingan. Banyak driver Gojek di Banjarmasin, misalnya, yang pernah mengalami pesanan fiktif. Peneliti tertarik untuk mengetahui apakah ada perlindungan hukum bagi mereka, dan siapa yang menyediakannya: negara atau perusahaan? Penelitian ini bertujuan mempelajari bentuk-bentuk perlindungan hukum yang ada bagi driver Gojek yang mengalami pesanan fiktif. Peneliti menggunakan metode penelitian hukum empiris, dengan turun ke lapangan untuk mewawancarai beberapa driver Gojek di Banjarmasin, pihak perusahaan, dan pihak kepolisian. Hasil wawancara disusun secara sistematis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan perspektif perlindungan hukum non formal. Penelitian ini menghasilkan dua temuan utama. Pertama, negara melindungi driver Gojek dari pesanan fiktif melalui Kepolisian RI. Polisi menyelesaikan masalah dengan perjanjian damai, di mana pemesan membayar dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, tanpa proses hukum formal. Driver pun mendapatkan uangnya kembali. Kedua, jika driver tidak dapat membawa pelaku pesanan fiktif ke polisi, mereka dapat melapor ke perusahaan secara online. Jika terbukti fiktif, perusahaan akan mengembalikan dana dan driver berhak menikmati pesanan makanan yang tidak bertuan. Kedua perlindungan ini bersifat tidak tertulis, namun efektif dan bermanfaat. Hal ini menunjukkan bahwa dampak perlindungan hukum lebih penting daripada status tertulisnya dalam melindungi masyaraka

    Tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah Datuk Imran Jembrana Bali

    Get PDF
    Syekh Ahmad Khatīb Sambas dikenal sebagai tokoh sentral bagi terbentuknya tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah. Dalam merumuskan ajaran-ajarannya, beliau bersama dengan Syekh Muhammad Ismail bin Abdurrahim al-Bali melahirkan sebuah handbook yang berjudul “Fath al Ārifīn”. Berkaitan dengan ini, Sri Mulyati menyatakan secara singkat bahwasanya pendirian tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Bali dihubungkan dengan tokoh Muhammad bin Ismail. Sementara itu di provinsi Bali, tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah yang tetap eksis dan dipraktikkan hingga saat ini adalah bersumber dari seorang tokoh bernama Muhammad Imran bin Abdurrahman dari Jembrana yang mengambil sanad tarekatnya dari Syekh Nawawi Berjan, Jawa Tengah. Dengan sanad yang berbeda, tarekat ini juga diajarkan oleh Habib Ali Bafaqih dari Jembrana. Beliau mempelajari ajaran tarekat ini dari Syekh Khalil Bangkalan. Penelitian ini difokuskan kepada tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah jalur Muhammad Imran karena pengamalan majelis tarekatnya lebih aktif dan terjadwal. Setelah melakukan observasi dengan menelusuri dokumen dokumen peninggalan Muhammad Imran serta melakukan wawancara dengan generasi penerusnya, baik mursyid khalifah ataupun beberapa murid seniornya, secara genealogis penulis tidak menemukan adanya keterkaitan sanad keilmuan maupun keturunan biologis dengan Muhammad Ismail al Bali. Sehingga penelitian ini tidak sependapat dengan teori Sri Mulyati dan menyimpulkan bahwasanya pendirian TQN yang masih bertahan hingga kini di Bali tidak dapat dihubungkan dengan tokoh Muhammad Ismail al Bali. Selain itu, kajian ini juga mengkonfirmasi bersambungnya sanad tarekat Muhammad Imran Jembrana dan Nawawi Berjan meski terdapat modifikasi dalam praktik amalan TQN di Bali dengan melakukan penyederhanaan bacaan sehingga menjadi lebih simpel dan juga menambahkan amalan yasin fadhilah. Di samping itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa TQN Bali tersebut cenderung sejalan dengan ajaran tarekat ortodoks, bersandar kepada teori klasifikasi tarekat yang dicetuskan oleh Fazlur Rahma

    Manajemen Produksi Home Industry Emping Jagung Barokah Di Desa Martadah Baru Dalam Perspektif Ekonomi Islam

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya home industry emping jagung di Desa Martadah Baru, yang didukung bahan baku yang melimpah dan permintaan pasar yang tinggi. Namun sayangnya, home industry emping jagung Barokah belum bisa meningkatkan jumlah produksinya. Sehingga diperlukan manajemen produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen produksi dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen produksi pada home industry emping jagung Barokah di Desa Martadah Baru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pemilik usaha terkait manajemen produksi pada home industry emping jagung barokah, kemudian data yang didapat dianalisis dengan penyajian data, serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, manajemen produksi pada home industry emping jagung Barokah sudah mencakup perencanaan yang cukup baik dalam aspek produk, lokasi, fasilitas, bahan baku, tenaga kerja, hingga pemasaran. Proses pengolahan dijalankan masih bergantung pada cara tradisional, dan tenaga kerja yang terbatas belum dapat sepenuhnya mandiri. Pengawasan mutu produk dilakukan langsung oleh pemilik usaha, dengan mempertahankan standar kualitas emping jagung agar tetap baik di mata konsumen. Kedua, Faktor pendukung: kualitas produk yang konsisten, ketersediaan bahan baku jagung yang melimpah, serta tingginya permintaan pasar. Faktor penghambat: modal yang tidak mencukupi, keterbatasan tenaga kerja, kurangnya mesin dan peralatan, serta jumlah produksi yang belum mampu memenuhi permintaan pasa

    Pengaruh Pengalaman Dan Persepsi Terhadap Preferensi Masyarakat Kota Banjarmasin Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Digital

    Get PDF
    Implementasi QRIS di Indonesia tidak hanya berlaku pada para pedagang yang sudah memiliki skala usaha besar saja, namun mahasiswa yang memiliki bisnis dengan skala kecil bisa menggunakan QRIS ini sebagai metode pembayaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pengalaman dan persepsi terhadap preferensi masyarakat Kota Banjarmasin secara parsial dan secara simultan dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 96 orang dari generasi Z yang ada di Kota Banjarmasin. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dan dianalisis menggunakan rumus regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh secara parsial variabel pengalaman (X1) diperoleh t hitung -0,770 dengan t tabel sebesar 1,985 yang berarti t hitung < t tabel. Signifikansinya sebesar 0,443 < (0,05) maka H0 diterima artinya variabel Pengalaman (X1) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Preferensi masyarakat Kota Banjarmasin dalam penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Pengaruh secara parsial Variabel persepsi (X2) diperoleh t hitung 3,898 dengan t tabel sebesar 1.985 yang berarti t hitung > t tabel. Signifikansinya sebesar 0,000 < (0,05) maka H0 ditolak artinya variabel Persepsi (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap preferensi masyarakat Kota Banjarmasin dalam penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Pengaruh secara simultan variabel Pengalaman (X1) dan Persepsi (X2) bahwa nilai signifikasi berpengaruh terhadap preferensi masyarakat Kota Banjarmasin dalam penggunaan QRIS sebagai alat Pembayaran digital adalah 0.000 Ftabel 2.701, sehingga dapat disimpulkan H diterima. Artinya ada pengaruh variabel pengalaman (X1) dan Persepsi (X2) secara simultan terhadap preferensi masyarakat kota Banjarmasin dalam penggunaan Qris sebagai alat pembayaran digita

    Efektivitas Penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pada Transaksi Jual Beli di Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pada transaksi jual beli di Pasar KeramatBarabai, yang diterapkan oleh Dinas Perdagangan Hulu Sungai Tengah bersama dengan instansi-instansi perbankan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dimana data diperoleh melalui wawancara/interview dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, didapatkan kenyataan bahwa: pertama, efektivitas penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pada transaksi jual beli di Pasar KeramatBarabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih kurang efektif, yang mana pengukuran efektivitas dilakukan berdasarkan 4 indikator, yaitu ketepatan sasaran program, tujuan program, sosialisasi program, serta pemantauan program. Kedua, terdapat berbagai kendala yang ada dalam program, adapun kendala yang sangat berpengaruh terhadap tingkat efektivitas dari program tersebut, yaitu kurangnya literasi pelaku pasar dalam memahami penggunaan QRIS. Sedangkan untuk keuntungan yang didapat dalam penggunaan QRIS hanya terasa bagi pelaku pasar yang sudah begitu paham dalam menggunakan serta memanfaatkannya

    Perspektif Kepala Kantor Urusan Agama Kabupaten Banjar Tentang Penyelesaian Hukum Nikah Siri Menyelaraskan Nilai Syariah dan Kepastian Hukum

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik nikah siri di Kabupaten Banjar, yaitu pernikahan yang sah menurut syariat tetapi tidak tercatat secara resmi oleh negara. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Martapura, pada bulan januari sampai bulan mei tahun 2025 tercatat 187 perkara isbat nikah yang umumnya dipicu oleh faktor usia yang belum memenuhi syarat hukum, kendala ekonomi, ketidakmauan mengurus proses administrasi, serta rendahnya literasi hukum di masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus pada perspektif kepala Kantor Urusan Agama sebagai pihak yang berhadapan langsung khususnya terkait penyelesaian hukum nikah siri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum nikah siri di Kantor Urusan Agama Kabupaten Banjar dan menganalisis perspektif kepala Kantor Urusan Agama dalam menyelaraskan penyelesaian tersebut dengan nilai-nilai syariah dan prinsip kepastian hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi mengenai kasus nikah siri serta upaya penyelesaiannya di Kantor Urusan Agama Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian hukum nikah siri di Kantor Urusan Agama Kabupaten Banjar dilakukan melalui dua jalur, yaitu isbat nikah di Pengadilan Agama dan tajdid nikah di Kantor Urusan Agama. Pilihan jalur penyelesaian ini sangat bergantung pada status kependudukan, keberadaan anak, dan kelengkapan dokumen pasangan. Berdasarkan perspektif kepala Kantor Urusan Agama Kabupaten Banjar terkait penyelesaian hukum nikah siri, terdapat beberapa rekomendasi kebijakan yaitu: pembebasan biaya dan penyederhanaan prosedur isbat nikah, penyusunan regulasi nasional tentang tajdid nikah, penerapan sanksi administratif yang bersifat edukatif seperti kewajiban mengikuti bimbingan pranikah atau penyuluhan hukum, serta penguatan literasi hukum berbasis komunitas. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan sekaligus menyelaraskan nilai syariah dan prinsip kepastian hukum dalam penyelesaian nikah siri

    Fenomena Living Qur'an tentang Qur'anic Healing dalam Praktik Pijat Tradisional di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Al-Qur’an dalam fungsinya sebagai penyembuh bukan hanya dipahami sebagai penawar bagi penyakit rohani, namun juga diyakini mampu menyembuhkan penyakit jasmani. Di tengah masyarakat, keyakinan terhadap Al-Qur’an sebagai media penyembuh terepresentasi dalam praktik pijat tradisional di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini diarahkan untuk menjawab dua fokus utama, yaitu bagaimana proses penggunaan ayat Qur'an dalam praktik pijat tradisional di Desa Sungai Pinang, serta bagaimana pemahaman praktisinya terhadap ayat ayat yang digunakan dalam proses tersebut. Penelitian ini merupakan bagian dari kajian living Qur'an, yang berfokus pada dinamika sosial-keagamaan yang berkaitan dengan keberadaan dan fungsi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi, yang bertujuan memahami pengalaman dan makna yang dirasakan langsung oleh individu atau kelompok dalam menjalin relasi dengan Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh temuan bahwa para praktisi pijat tradisional di Desa Sungai Pinang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an seperti surah al-Fātiḥah, al-Ikhlāṣ, al-Falaq, an-Nās, al-Qalam ayat 1, al-Fîl ayat 1, dan al-Naml ayat 30 dalam praktik pengobatan mereka. Ayat ayat tersebut dipahami oleh para praktisi memiliki khasiat spiritual dan fungsional, seperti memberikan ketenangan, menyembuhkan penyakit, mengusir gangguan makhluk halus, mempermudah proses persalinan hingga menjadi pegangan batin atas kekuasaan Allah SWT. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ayat-ayat Al-Qur’an dalam praktik penyembuhan tradisional tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga megandung keyakinan fungsional yang kuat di kalangan masyarakat. penelitian ini memberikan indikasi bahwa fenomena living Qur’an dalam praktik pijat tradisional mencerminkan bentuk integrasi antara warisan budaya lokal dan pemaknaan spiritual terhadap ayat suci, yang layak dikembangkan sebagai kajian interdisipliner dalam bidang studi Al-Qur’an, antropologi, dan pengobatan tradisiona

    Peran Koperasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota Pada Koperasi UPT Asrama Haji Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di Koperasi UPT Asrama Haji Banjarmasin dengan tujuan untuk mengetahui peranan koperasi UPT Asrama Haji Banjarmain dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Dengan upaya setiap para anggota yang melakukan transaksi disemua unit usaha mendapatkan potongan harga 10% tetapi unit usaha yang sering digunakan yaitu hajj mart (minimarket) dan hajj cafe (kantin), unit usaha simpan pinjam mendapatkan bunga 1,5% dengan syarat yang mudah, dan terakhir mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahunnya yang berkisar antara Rp500.000 hingga Rp800.000 per orang tergantung seberapa sering melakukan melakukan transaksi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan pengelola Koperasi UPT Asrama Haji Banjarmasin. Menggunakan Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Koperasi UPT Asrama Haji Banjarmasin terbukti berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara menyeluruh, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Melalui berbagai program seperti penyediaan kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, pemberian potongan harga, serta pemanfaatan dana cadangan dan SHU secara bijak, koperasi ini mampu menciptakan dampak positif yang nyata bagi anggotany

    Penundaan Perkawinan pada Generasi Milenial di Kalangan Pengajar Pondok Pesantren Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Perkawinan adalah anjuran yang memiliki nilai penting dalam ajaran Islam dan budaya masyarakat Indonesia. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, fenomena penundaan perkawinan semakin meningkat, termasuk di lingkungan yang secara tradisional menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan seperti pesantren. Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, fenomena ini muncul di kalangan generasi milenial pengajar pondok pesantren. Mereka menunda perkawinan meskipun telah mencapai usia ideal menikah, bahkan sebagian telah memiliki kemandirian ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi penundaan perkawinan, memahami pandangan keagamaan para pengajar pesantren terhadap fenomena tersebut, serta menganalisis dampak psikologis dan sosiologis yang ditimbulkannya. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan sosiologi tentang hukum. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sembilan pengajar milenial dari empat pondok pesantren modern di Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan perkawinan dipengaruhi oleh lima faktor utama: (1) personal (belum menemukan jodoh, kriteria ideal, kesiapan mental, trauma masa lalu), (2) ekonomi (belum stabil secara finansial, menjadi tulang punggung keluarga), (3) pendidikan dan karier, (4) sosial-budaya (pengaruh media, pengalaman pernikahan orang lain, serta dukungan lingkungan), dan (5) keagamaan (hasil istikharah, kesiapan spiritual). Analisis peneliti menunjukkan bahwa penundaan ini merupakan bentuk rasionalisasi dan individualisasi generasi modern, yang menempatkan perkawinan sebagai keputusan reflektif, bukan sekadar tuntutan norma sosial. Dalam perspektif maqâshid syarî‘ah, alasan-alasan tersebut mencerminkan upaya menjaga maslahat dalam lima aspek utama: agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Dampak psikologis penundaan meliputi sisi positif seperti rasa bahagia, kebebasan, dan fokus pada pengembangan diri, serta sisi negatif berupa kesepian, iri, kecemasan, dan kebutuhan biologis. Dampak sosiologisnya mencakup penerimaan dari keluarga dan pesantren, namun juga muncul tekanan sosial, prasangka, dan diskriminasi simbolik terhadap yang belum menikah. Fenomena ini merefleksikan dinamika sosial yang kompleks dalam komunitas pesantren, serta menjadi indikator pergeseran nilai dari norma kolektif menuju pilihan personal yang rasional dan kontekstual dalam kehidupan generasi milenial religius

    Isim Isyȃrah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 2: Studi Tafsir M. Quraish Shihab dan Adi Hidayat di YouTube

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Isim Isyârah dalam QS. al-Baqarah Ayat 2: Studi Tafsir M. Quraish Shihab dan Adi Hidayat di YouTube.” Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang memiliki keindahan bahasa dan kedalaman makna. Salah satu unsur kebahasaan yang menarik dikaji adalah isim isyârah (kata tunjuk), karena dapat memengaruhi makna linguistik, retoris, dan teologis dalam ayat-ayat Al Qur’an. Pada QS. al-Baqarah [2]: 2, penggunaan kata “َ كِل ٰ ذ (dzâlika)” yang berarti “itu” mengandung makna simbolik tentang kemuliaan dan ketinggian Al-Qur’an sebagai wahyu ilahi. Di era digital, kajian tafsir tidak hanya disampaikan melalui kitab cetak, tetapi juga melalui media online seperti YouTube. Dua mufasir kontemporer, M. Quraish Shihab dan Adi Hidayat, aktif menafsirkan Al-Qur’an melalui media tersebut dengan pendekatan dan gaya yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana keduanya menafsirkan isim isyârah dzâlika dalam QS. al-Baqarah [2]: 2 serta untuk melihat corak, metode, dan karakteristik penafsiran mereka dalam konteks dakwah digital. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan makna dzâlika dalam ayat tersebut serta menganalisis pendekatan dan karakteristik penafsiran dua mufasir kontemporer. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan unsur perbandingan (komparatif), adapun pendekatannya digunakan deskriptif-analitis. Data primer dari dokumentasi kajian di YouTube dan data sekunder dari kitab tafsir serta literatur terkait. Analisis dilakukan berdasarkan teori semantik (Toshihiko Izutsu) dan teori pragmatik (Herbert Paul Grice). M. Quraish Shihab menjelaskan makna dzâlika al-kitâb secara mendalam dan sistematis dengan merujuk pada tafsir al-Mishbah. Sedangkan Adi Hidayat, dengan gaya populer dan komunikatif. keduanya sama-sama menjelaskan bahwa dzâlika bukan sekadar penunjuk jauh, melainkan simbol kemuliaan wahyu dan otoritas kebenaran Ilahi

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇