IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Persepsi Masyarakat Tentang Janji Politik Anggota DPRD Dapil III Barito Kuala Tahun 2019 di Desa Jelapat I

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di Desa Jelapat I dengan dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang mempertanyakan janji politik yang diucapkan oleh calon anggota DPRD pada saat kampanye. Mereka yang awalnya sangat percaya akan janji-janji politik tersebut merasa dibohongin dan tidak akan memilih jika mencalonkan dirinya lagi sebagai Anggota DPRD Barito Kuala, karena tingkat kepercayaan masyarakat sudah hilang dan juga masyarakat merasa dirugikan karena sudah percaya akan janji-janji manis tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang janji politik anggota DPRD Dapil III di Desa Jelapat I. Selain itu juga, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apasaja faktor-faktor penyebab persepsi masyarakat tentang janji politik anggota DPRD Dapil III di Desa Jelapat I. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologis dengan subjek penelitian ialah masyarakat di Desa Jelapat I seperti ibu rumah tangga, tokoh masyarakat serta perangkat desa dan objek penelitian ialah persepsi masyarakat mengenai janji politik anggota DPRD Dapil III Barito Kuala. Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi melalui proses pengumpulan data dan menganalisis data tersebut dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beragam persepsi dari masyarakat tentang janji politik, diantaranya persepsi yang bersifat positif, netral, dan negatif. Namun, persepi masyarakat cenderung bersifat negatif, karena mereka merasa hanya dimanfaatkan suaranya tanpa ada pergerakan setelah terpilih. Mayoritas masyarakat merasa kecewa karena janji-janji politik yang disampaikan pada masa kampanye tidak direalisasikan secara nyata. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ini ialah tingkat pendidikan, pengalaman masa lalu, kondisi ekonomi, kedekatan dengan caleg, kurangnya komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen, serta minimnya transparasi dan akuntabilitas kinerja angota DPRD Dapil III Barito Kuala setelah terpili

    Tingkat Literasi Keuangan Syariah Pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru terhadap Penggunaan Akad Qardh

    Get PDF
    Literasi keuangan syariah memiliki peran penting dalam mendorong penggunaan produk keuangan sesuai prinsip Islam, namun rendahnya pemahaman pedagang pasar terhadap akad qardh di tengah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia mengakibatkan rendahnya pemanfaatan akad tersebut dan tingginya ketergantungan pada pinjaman konvensional berbunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan syariah pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru terhadap penggunaan akad qardh serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat literasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan merupakan penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini mencakup tiga tahapan utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, sebagian besar pedagang berada pada tingkat literasi keuangan syariah yang rendah. Lima informan tergolong less literate, tiga informan masuk dalam kategori not literate, dan hanya satu informan yang mencapai tingkat sufficient literate. Kedua, Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat literasi ini mencakup faktor demografis, sosio ekonomi, faktor sosial, faktor keuangan, psikologis, faktor nilai keislaman, serta keterbatasan teknologi digita

    Optimalisasi Penghimpunan Dana ZIS Pada Baznas Kabupaten Kapuas (Analisis Strategi Fundraising Dalam Manajemen Pengelolaan Zakat)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan ekonomi umat. Dalam konteks pengelolaan zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran strategis untuk menghimpun, mendistribusikan, dan mendayagunakan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) secara profesional dan akuntabel. Di Kabupaten Kapuas, meskipun potensi zakat sangat besar, namun realisasi penghimpunan dana ZIS masih belum optimal, disebabkan oleh kurangnya partisipasi masyarakat, rendahnya literasi zakat, serta lemahnya kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan metode yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan Baznas Kabupaten Kapuas serta dokumentasi terkait. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi fundraising dan manajemen pengelolaan zakat diterapkan oleh Baznas Kabupaten Kapuas, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya optimalisasi penghimpunan dana ZIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baznas Kabupaten Kapuas telah menerapkan strategi direct fundraising dan indirect fundraising melalui kampanye sosial, pemanfaatan media, serta program edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya peran UPZ, dan keterbatasan sumber daya. Untuk mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS, Baznas perlu meningkatkan sosialisasi, memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, serta memanfaatkan teknologi informasi dalam proses penghimpunan dan pelaporan. Upaya optimalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan dana zakat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kapua

    Strategi Pengembangan Home industry Kerupuk Ikan Haruan di Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati (Analisis SOAR)

    Get PDF
    Usaha kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Home industry kerupuk ikan haruan di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, merupakan contoh UMKM yang berkembang, namun menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha kerupuk ikan haruan tersebut. Pendekatan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan arah pengembangan usaha secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung kepada pemilik home industry kerupuk ikan haruan produksi mama Fatimah. Data yang diperoleh dianalisis dengan model SOAR yang mencakup empat dimensi utama, yaitu kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil. Setiap dimensi dianalisis secara mendalam dan dikembangkan menjadi empat strategi utama, yaitu S-A (Strengths–Aspirations), O-A (Opportunities–Aspirations), S-R (Strengths–Results), dan O-R (Opportunities–Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa home industry “Produksi Mama Fatimah”, melalui analisis SOAR, dirumuskan empat strategi utama: strategi S-A (kualitas produk dan inovasi kemasan), strategi O-A (partisipasi pameran sebagai bentuk promosi), strategi S-R (optimalisasi bahan baku demi peningkatan pendapatan), serta strategi O-R (ekspansi pasar dan kemitraan promosi). Penelitian ini menyimpulkan pendekatan SOAR efektif dalam mengarahkan strategi pengembangan home industry berbasis potensi lokal secara berkelanjutan dan partisipatif

    Gambaran Culture Shock Mahasiswa Perantau Asal Suku Mandar Di Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR) Banjarmasin

    Get PDF
    Orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda memiliki peluang untuk mengalami culture shock budaya. Selama enam bulan hingga satu tahun, pendatang baru, seperti mahasiswa perantau, akan mengalami culture shock selama kedatangan mereka di tempat baru. Seperti halnya pada mahasiswa yang tergabung dalam komunitas mahasiswa mandar atau yang dikenal dengan KOMANJAR. Komunitas ini merupakan komunitas yang merangkul mahasiswa bersuku mandar khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan perguruan tinggi dikota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana gambaran culture shock mahasiswa perantau asal Suku Mandar di Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR) Banjarmasin, 2) Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi culture shock pada mahasiswa perantau asal Suku Mandar di Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR) Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai teknik dalam menentukan subjek dan informan penelitian. Subjek berjumlah enam orang dengan karakteristik utama yang sudah ditentukan peneliti. Hasil penelitian ini diperoleh yakni: 1) Mahasiswa perantau asal Suku Mandar yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR) ketika pertama kali merantau ke Kota Banjarmasin menghadapi perbedaan budaya yang signifikan sehingga memicu terjadinya culture shock. Diantaranya subjek mengalami Ketegangan dan Perasaan Cemas, Perasaan Kehilangan Peran Keluarga, Teman, dan Status Sosial, Kecemasan dan frustasi dalam beradaptasi dengan budaya baru dan Perasaan tidak berdaya. 2) Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan culture shock yang dialami subjek dalam penelitian ini yakni perbedaan budaya, Lama tinggal di lingkungan dengan budaya baru, karakteristik individu. Namun dalam penelitian ini dapat dilihat dari keenam subjek secara keseluruhan merasa kesulitan beradaptasi dan komunikasi akibat perbedaan bahasa antara bahasa Mandar dengan bahasa Banjar

    Exploring Students’ Experiences with Digital Technology Project-Based Language Learning in Improving English Speaking

    No full text
    Digital technology has become an integral part of modern education, offering new opportunities to improve teaching and learning processes. In language education, particularly in speaking skills, the use of digital tools provides innovative ways for students to practice, collaborate, and express themselves creatively.This study aims to explore students' experiences using digital technology in project-based language learning to improve their English speaking skills. Employing a qualitative approach with a narrative method, the data were gathered through in-depth interviews with three people from the eleventh grade of MA Al Furqon Banjarmasin with varied abilities (high, medium, and low).The findings reveal that project-based learning supported by digital technology, such as social media and video editing tools, significantly improves students' confidence, pronunciation, and fluency in speaking. However, challenges such as limited internet access, time constraints, and a lack of supportive social environments were also identified. Digital technology provides significant advantages, including learning flexibility, remote collaboration, and the development of students' critical thinking skills. This study concludes that project- based learning with digital technology is an effective method to improve students' English speaking skills, though it requires adequate environmental and infrastructural support

    Kepercayaan Warga Lembung Gunung Kokop Bangkalan Madura Terhadap Praktik Perdukunan Dalam Perspektif Alfred Schutz

    Get PDF
    Warga Lembung Gunung mayoritasnya beragama Islam, tetapi masih ada yang percaya terhadap praktik perdukunan, mereka percaya bahwa dukun memiliki kemampuan dalam perkara gaib dan mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Timbulnya kepercayaan warga terhadap dukun itu disebabkan keinginan terhadap sesuatu, seperti jimat untuk pelaris dagangan, dan dalam pemilihan kepala desa, untuk mencari jodoh, dan sembuh dari penyakit. Meski demikian, motivasi utama dan faktor pendorong warga tertarik terhadap praktik perdukunan masih belum diketahui. Oleh karena itu, fenomena praktik perdukunan di Desa Lembung Gunung perlu dikaji mendalam dari perspektif Alfred Schutz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian lapangan (field research), dan pendekatan deskriptif guna menggambarkan suatu fenomena secara detail. Proses pengumpulan data dalampenelitian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studipustaka. Data-data penelitian yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, Ditemukan warga Desa Lembung Gunung Kokop Bangkalan melakukan praktik perdukunan di luar wilayah desa, seperti wilayah Banyuwangi, Banjarmasin, dan Banten. Kedua, bentuk-bentuk kepercayaan warga kepercayaan kepada orang sakti (dukun), kepercayaan kepada arwah nenek moyang (leluhurnya adalah kuyang), kepercayaan kepada kekuatan gaib (pagar gaib), dan kepercayaan kepada benda benda keramat (botol berisi minyak). Ketiga, Analisis fenomenologi Alfred Schutz terhadap kepercayaan warga terkait praktik perdukunan di desa Lembung Gunung berdasarkan 3 indikator, yaitu 1) because motive adalah bangkit dari usaha yang bangkrut, ingin sembuh dari penyakit yang sulit disembuhkan, dan beralasan praktik perdukunan lebih cepat daripada pengobatan modern, 2) In Order To Motive adalah ingin usaha maju dan dapat mengikuti pencalonan kepala desa, dan 3) support motive faktor pendorong adalah orang terdekat, yaitu teman baik, teman suami, dan anak buah dalam pekerjaan yang memberikan saran untuk datang ke dukun

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan Selatan pada Materi Program Linear di Kelas XI MA Al-Hidayah

    Get PDF
    Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) adalah perangkat pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi secara terarah melalui aktivitas yang terstruktur. Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan Selatan menjadi inovasi penting untuk mengintegrasikan nilai budaya dan potensi lokal dalam pembelajaran, sehingga materi menjadi lebih relevan dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kearifan Lokal pada materi program linear untuk kelas XI di MA Al-Hidayah. Metode yang digunakan Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif untuk mengembangkan dan menguji efektivitas LKPD Berbasis Kearifan Lokal. Desain penelitian menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang diterapkan secara sistematis untuk menghasilkan produk pembelajaran yang layak dan relevan. Berdasarkan hasil penelitiam dari validasi oleh dua validator, LKPD Berbasis Kearifan Lokal dinyatakan valid dengan skor rata-rata 3,12 dan persentase kelayakan 78%. Respon peserta didik dan guru masing-masing menunjukkan skor rata-rata 3,27 dan 3,43, menandakan kualitas LKPD sangat praktis. Uji hipotesis juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan nilai sig (0,000) < 0,05, sehingga LKPD Berbasis Kearifan Lokal terbukti efektif. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD Berbasis Kearifan Lokal yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi, sangat praktis untuk digunakan, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi program linear. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan media pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Loyalitas Nasabah di BSI KCP Barabai

    Get PDF
    Penelitian ini berbicara mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas nasabah. Loyalitas nasabah dapat dimengerti sebagai sifat setia dari seorang nasabah secara berulang kali bertransaksi pada bank yang sama. Kualitas pelayanan, kepuasan nasabah serta citra bank menjadi faktor yang berpengaruh. Ketika kualitas pelayanan bank terkhusus frontliner seperti satpam, teller, customer service, dan lain-lain melaksanakan kinerjanya dengan ramah dan antusias, nantinya akan menimbulkan perasaan senang dari nasabah. Hal ini akan berujung pada kesetiaan nasabah bertransaksi secara rutin, nantinya pula ketika nasabah senang, kemudian menceritakan kepada nasabah atau masyarakat lain terkait bank yang bersangkutan, bank akan dipandang baik dari segi citra kualitasnya. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan, kepuasan nasabah dan citra bank berpengaruh atau tidak berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap tingkat loyalitas nasabah. Penelitian ini memakai metode kuantitatif, yakni dengan cara mengumpulkan data primer dari google formulir, observasi langsung terjun ke lapangan lapangan (field research) dan wawancara tidak terstruktur yang mana nasabah tabungan wadhiah BSI KCP Barabai yang menjadi subjek dan objek dalam penelitian ini baik sebagai responden maupun menjadi orang yang di wawancara dalam penelitian ini. Sebanyak 100 orang orang menjadi responden dalam penelitian ini. Melalui teknis analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda, dalam penelitian ini didapatkan temuan berupa faktor kualitas pelayanan, faktor kepuasan nasabah dan faktor citra bank, berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan terhadap tingkat loyalitas nasabah di Bank Syariah Indonesia KCP Baraba

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇