IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Produksi Pentol Rumahan Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Pada Pedagang Keliling Komunitas Lamongan di Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan etika bisnis Islam
dalam proses produksi makanan, khususnya pada usaha pentol rumahan yang
dijalankan oleh pedagang keliling komunitas Lamongan di Kelurahan Kelayan
Selatan, Kota Banjarmasin. Fenomena praktik usaha yang belum sepenuhnya
selaras dengan prinsip Islam menimbulkan pertanyaan terkait sejauh mana
pedagang memahami dan menerapkan etika produksi Islam. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan etika produksi yang dijalankan serta menilai keselarasan
dengan prinsip etika bisnis Islam.
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik observasi dan wawancara mendalam. Lima informan dipilih secara purposif
dari kalangan pedagang keliling komunitas Lamongan. Data dianalisis melalui
teknik interaktif Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa etika produksi yang dijalankan
pedagang mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip halal dan thayyib. Pedagang
memastikan kehalalan bahan, menghindari zat berbahaya, berkualitas, serta
menjaga kebersihan selama proses penggilingan, pencampuran, hingga pencetakan.
Produksi dilakukan secara manual di rumah masing-masing dengan tetap
memperhatikan sanitasi dasar. Meskipun, para pedagang belum sepenuhnya
mengerti secara konseptual mengenai etika bisnis Islam, praktik produksi mereka
telah mencerminkan nilai-nilai tauhid, kejujuran, keadilan, tanggungjawab, dan
ihsan. Etika produksi yang mereka terapkan menunjukkan nilai-nilai Islam dapat
terinternalisasi melalui kebiasaan kerja yang bersumber dari pengalaman dan tradisi
moral
Teknik Humor Dalam Dakwah Di Channel Youtube Ustadz Abara Masrawi
Penelitian ini tentang bagaimana teknik humor dalam dakwah di
channel youtube Ustadz Abrar Masrawi. Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif dengan metode dekriptif. Penelitian ini
menghasilkan temuan Bahwa teknik humor dakwah yang di gunakan
oleh Ustadz Abrar Masrawi termasuk kategori ironi dengan
menggunakan kata yang berlawanan, puns yang mempermainkan kata
kata menggunakan makna ganda, parodi yang menyampaikan perilaku
yang dilakukan orang yang menjadi bahan parodi dan history
menceritakan cerita zaman Nabi dan Sahabat serta cerita zaman kakek
buyut. Berdasarkan penelitian ini diharapkan ada penelitian lanjut yang
berfokus pada teknik humor dakwah ustadz abrar masrawi secara
langsun
Pengaruh Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan dengan Prestasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Banjarmasin
Pemanfaatan perpustakaan menjadi salah satu faktor pendukung dalam
kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber
daya manusia yang unggul. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas
pendidikan adalah prestasi belajar. Untuk mencapai prestasi belajar
dibutuhkannya pusat sumber belajar yang menyediakan berbagai informasi dan
pengetahuan. Perpustakaan diharapkan mampu membantu siswa mengembangkan
keterampilan mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam tentang seberapa
besar pengaruh tingkat pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar siswa
kelas XI di SMA Negeri 7 Banjarmasin. Dalam penelitian ini menggunakan
penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner (angket), observasi, dokumentasi. Populasi pada
penelitian ini adalah seluruh siswa/I SMA Negeri 7 Banjarmasin yang berjumlah
437 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 40 responden
dari siswa/I SMA Negeri 7 Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam
penarikan sampel yaitu teknik simple random sampling dan dalam menentukan
jumlah sampel menggunakan rumus slovin.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa siswa kelas XI di
SMA negeri 7 Banjarmasin sering memanfaatkan perpustakaan, baik dari koleksi
maupun fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Pada penelitian ini terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan dari pemanfaatan perpustakaan terhadap
prestasi belajar siswa kelas XI dengan presentase sebesar 31,5% selebihnya
disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak ditelit
Manajemen Program Tahfiz Al- Qur;an dan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Putri Kec. Kertak Hanyar Kab. Banjar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen program Tahfiz Al
Qur’an dan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Putri Kec. Kertak
Hanyar Kab. Banjar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Tahfiz Al-Qur’an
dan Bahasa Arab dilaksanakan dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan
melalui penyusunan kurikulum dan jadwal yang terstruktur; pengorganisasian
dilakukan dengan pembagian tugas antara ustaz/ustazah, pengurus, dan santri;
pelaksanaan melibatkan kegiatan hafalan, muroja’ah, dan pembelajaran Bahasa Arab;
sementara pengawasan dilakukan secara berkala oleh pengelola dan pengurus pondok.
Faktor pendukung program antara lain adalah komitmen pengelola, fasilitas
yang memadai, serta semangat santri. Sedangkan faktor penghambat meliputi
keterbatasan tenaga pengajar, variasi kemampuan santri, dan kendala sarana pada
waktu-waktu tertentu.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
manajemen program pendidikan di Pondok Pesantren, khususnya dalam meningkatkan
mutu pembelajaran Tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab secara terarah dan
berkelanjutan
Bauran Pemasaran pada PT. Salfany Safanusa Banjarmasin
Pemasaran pada dasarnya menitik beratkan konsumen, atau berorientasi
pada konsumen dari pada pesaing. Menurut prinsip syariah, kegiatan pemasaran
harus dilandasi semangat beribadah kepada Allah Sang Maha Pencipta, berusaha
semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama demi pencapaian hasil yang
diinginkan. Bisnis umrah dan haji memang dipandang cukup menggiurkan. Begitu
pula pada perusahaan yang bergerak di bidang biro perjalanan atau yang sering kita
kenal dengan istilah tour dan travel PT. Salfany Safanusa Banjarmasin. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui bauran pemasaran pada PT. Salfany Safanusa
Banjarmasin dan mengetahui kendala dalam bauran pemasaran pada PT. Salfany
Safanusa Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif.
Subjek dalam penelitian ini terdiri dari pimpinan dan staff karyawan dan objek
penelitian yaitu bauran pemasaran jasa pada PT. Salfany Safanusa. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini diambil melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi. Adapun analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian
data, kesimpulan dan verifikasi.
Hasil temuan dari penelitian ini adalah bauran pemasaran atau marketing
mix yang terdiri dari 4P yaitu product, price, promotion dan place. Product yang
dimiliki oleh PT. Salfany Safanusa terdiri dari berbagai macam diantaranya haji,
umrah plus, umrah regular dan wisata muslim baik dalam maupun luar negeri. Price
atau harga yang ditawarkan oleh perusahaan ini berasal dari segmen pasar
menengah ke atas. Promotion atau promo yang dilakukan PT. Salfany Safanusa
dengan cara pendekatan pemasaran secara pribadi kepada pengusaha, ulama dan
tokoh masyarakat, selain itu juga dengan menggunakan media cetak yaitu
Banjarmasin post serta membagikan brosur dan mengikuti pameran. Place atau
tempat yang dijadikan sebagai pendistribusian pasar melalui penjualan langsung
saat calon jemaah datang ke kantor. Kendala bauran pemasaran dalam PT. Salfany
Safanusa Banjarmasin terletak pada produk yang ditawarkan oleh travel sama
dengan travel jasa perjalanan ibadah haji dan umrah lainnya, banyaknya travel
travel yang memiliki izin diluar Banjarmasin namun mencari calon jamaah di
Banjarmasin, harga yang cukup tinggi dari travel lain (segmentasi menengah ke
atas) dan kurangnya strategi promosi yang masih dijalanka
Praktik Lomba Pemancingan Ikan dengan Sistem Galatama di Kolam Aneka Ria Desa Sungai Dikum
Penelitian ini membahas mengenai praktik lomba pemancingan ikan dengan
sistem galatama di kolam aneka ria Desa Sungai Dikum dalam perspektif hukum
Islam. Latar belakang penelitian ini adalah berawal dari praktik lomba
pemancingan ikan dengan sistem galatama dilaksanakan pada hari memperingati
kolam pemancingan ikan aneka ria itu berdiri. Diadakannya praktik lomba
pemancingan ikan dengan sistem galatama ini yang dilakukan oleh penyelenggara
lomba biasanya membagikan menyebarkan informasi lomba melalui brusor yang
dikirimkan ke grub whatsApp dan Story WhatsApp. Lomba ini diadakan dengan 2
sesi, satu sesinya dengan membayar harga tiket registrasi sebesar Rp.50.000
dengan waktu 2 jam satu sesinya. Hadiah akan dibagikan di akhir kegiatan untuk
pemenang juara 1,2 dan 3, dari hadiah yang didapat juara 1,2, dan 3 itu
sepenuhnya hasil dari uang registrasi peserta tanpa adanya sponsor pihak ketiga.
Namun, hal ini menimbulkan pernyataan mengenai adanya hadiah yang
diperebutkan oleh peserta lomba apakah hadiah tersebut itu termasuk hadiah yang
diperbolehkan atau hadiah yang dilarang. Berdasarkan permasalahan tersebut,
penulis ingin mengetahui praktik lomba pemancingan ikan dengan sistem
galatama aneka ria Desa Sungai Dikum.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan
pemilik kolam pancing dan panitia yang menjalankan praktik galatama, serta
analisis terhadap tinjauan hukum Islam mengenai hadiah yang diperoleh dari
praktik ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadiah pada praktik lomba
pemancingan ikan Dengan sistem galatama di kolam aneka ria Desa Sungai
Dikum belum sesuai dan tidak diperbolehkan, karena hadiah perlombaan
terindikasi mengandung unsur maysir atau perjudian. Adanya unsur maysir dapat
dilihat dari sumber dana hadiah yang diberikan oleh para peserta, yaitu
diambilkan dari hasil penjualan tiket masuk seluruh kumpulan uang pendaftaran
peserta bukan diperoleh dari pihak sponsor, pemerintah ataupun pihak ketiga yang
lainnya, maka dengan demikian hadiah perlombaan menjadi tidak diperbolehkan
karena terdapat unsur ketidakadilan bagi peserta lain, dalam hal ini perolehan
nominal jumlah uang yang diperoleh setiap peserta yang mendapatkan juara lebih
banyak dari pada harta yang dikeluarkan di awal perlombaan dengan nominal uang pembelian tiket masuk tersebut. Untuk peserta yang tidak memenangkan
lomba di pemancingan Aneka Ria mereka tidak mendapatkan hadiah apapun,
sehingga dalam hal ini peserta yang kalah akan kehilangan seluruh harta mereka
untuk dipertaruhkan dalam perlombaan sistem galatama
Karakteristik Sosial Manusia dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan petunjuk yang sangat penting tentang karakteristik
sosial manusia sebagai makhluk yang hidup dalam masyarakat. Manusia sebagai
makhluk sosial tidak dapat hidup terisolasi, melainkan selalu membutuhkan
interaksi dan hubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggali
dan memahami karakteristik sosial manusia dalam Al-Qur’an dengan
mengidentifikasi ayat-ayat yang berkaitan dengan peran manusia sebagai makhluk
sosial, serta nilai-nilai sosial yang dapat diambil dari ajaran Islam untuk diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode
tafsir
tematik untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas
karakteristik sosial manusia. Melalui pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat
pilihan, penelitian ini mengkaji bagaimana Al-Qur’an menggambarkan potensi
sosial manusia, tanggung jawabnya sebagai khalifah di bumi, serta peran aktifnya
dalam menjaga harmoni sosial. Kajian ini difokuskan pada ayat-ayat seperti Q.S.
Al-Baqarah/2:30 dan 2:251, Q.S. Al-Maidah/5:2, serta Q.S. Al-Hujurat/49:10–13
yang memberikan kerangka normatif terhadap relasi sosial manusia berdasarkan
prinsip keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.
Analisis terhadap ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia
diciptakan sebagai makhluk yang memiliki potensi besar untuk mengelola
kehidupan sosial secara konstruktif. Dalam Q.S. Al-Baqarah/2:30, manusia
diangkat sebagai khalifah di bumi, dengan tanggung jawab moral dan sosial untuk
menjaga tatanan kehidupan. Ayat Q.S. Al-Baqarah/2:251 memperkuat posisi
manusia sebagai agen penyeimbang sosial yang mencegah dominasi kezaliman
melalui mekanisme saling tolak-menolak. Sementara itu, ayat-ayat dalam Q.S. Al
Hujurat menekankan pentingnya nilai persaudaraan, larangan terhadap prasangka
buruk dan ejekan, serta ajaran kesetaraan yang menolak segala bentuk diskriminasi.
Keseluruhan temuan ini menunjukkan bahwa peran sosial manusia menurut Al
Qur’an bukan hanya sebagai makhluk yang berinteraksi, melainkan juga sebagai
penjaga nilai-nilai ilahiah dalam struktur sosial. Adapun karakter negatif seperti
kesombongan, prasangka, perundungan, dan ketidakadilan dikategorikan sebagai
faktor-faktor perusak tatanan sosial yang harus dihindari. Dengan demikian, Al
Qur’an menghadirkan kerangka etis yang komprehensif untuk membangun
masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat
Urgensi Pembentukan Pengadilan Khusus Sengketa Pilkada dalam Menjamin Kepastian Hukum dan Demokrasi Daerah (Studi Kasus Pilwalkot Banjarbaru 2024)
Penelitian ini mengkaji urgensi pembentukan pengadilan khusus dalam
penyelesaian sengketa Pilkada di tingkat daerah, dengan fokus pada studi kasus
Pilwalkot Banjarbaru tahun 2024. Pilkada sebagai instrumen demokrasi lokal
kerap menghadapi persoalan hukum, terutama yang bersifat administratif dan
prosedural. Mahkamah Konstitusi (MK) selama ini diberi wewenang
menyelesaikan sengketa hasil Pilkada, meskipun secara konstitusional hanya
berwenang pada hasil penghitungan suara. Dalam kasus ini, Mahkamah Konstitusi
menangani pelanggaran administratif Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM)
yang berada di luar kompetensinya. Hal ini menunjukkan absennya lembaga
yudisial yang secara sah dan efektif menyelesaikan sengketa prosedural pemilu.
Metode penelitian yang digunakan bersifat hukum normatif dengan
pendekatan perundangan-undangan dan konseptual, selain itu juga
mengidentifikasi hambatan serta merumuskan solusi institusional yang konkret
untuk memperkuat sistem hukum pemilu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pengadilan khusus
menciptakan kekosongan hukum, menimbulkan ketidakpastian, dan membebani
MK dengan tugas di luar kewenangannya. Pembentukan pengadilan khusus dinilai
mendesak sebagai solusi kelembagaan untuk menjamin keadilan elektoral dan
memperkuat demokrasi konstitusional di tingkat daerah. Pengadilan ini
diharapkan mampu menangani sengketa Pilkada secara independen, adil, dan
efisien, sekaligus menjadi penjaga integritas suara rakyat dalam sistem demokrasi
lokal. Kesimpulannya, pengadilan khusus merupakan instrumen strategis untuk
memperkuat demokrasi daerah serta memastikan penyelesaian sengketa pilkada
secara adil dan legal, sehingga mendukung stabilitas politik dan kepercayaan
masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat lokal
Pengaruh Event Marketing dan Digital Marketing terhadap Keputusan Menjadi Nasabah di BSI KCP Banjarmasin A. Yani 1
Persaingan yang semakin ketat dalam industri perbankan syariah mendorong
institusi keuangan untuk merancang strategi pemasaran yang inovatif guna menarik
dan mempertahankan nasabah. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) secara aktif
memanfaatkan event marketing dan digital marketing untuk memperluas
jangkauannya. Namun, efektivitas relatif dan pengaruh gabungan dari kedua
strategi ini terhadap keputusan masyarakat untuk menjadi nasabah, khususnya pada
segmen demografis muda, masih memerlukan analisis yang mendalam. Penelitian
ini bertujuan untuk menguji secara kuantitatif pengaruh simultan dan parsial dari
event marketing dan digital marketing terhadap keputusan menjadi nasabah di BSI
KCP Banjarmasin A. Yani 1.
Penelitian ini menggunakan penelitian asosiatif yang menggunakan
pendekatan kuantitatif strategi survei yang dikumpulkan melalui kuesioner dari 140
nasabah aktif BSI KCP Banjarmasin A. Yani 1 dipilih dengan metode accidental
sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online
dengan menggunakan skala likert, dan dianalisis dengan regresi linier berganda di
SPSS versi 31.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa event marketing (X1) dan digital
marketing (X2) secara simultan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap
keputusan menjadi nasabah (Y), yang dibuktikan dengan nilai f hitung sebesar
263,380. Namun, secara parsial, ditemukan bahwa digital marketing memiliki
pengaruh yang positif dan sangat signifikan, sementara event marketing tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Berdasarkan nilai Adjusted
R Square mengindikasikan bahwa 79,1% variasi dalam keputusan menjadi nasabah
dapat dijelaskan oleh kedua strategi pemasaran ini. Dengan demikian, dari tiga
hipotesis alternatif yang diajukan, dua hipotesis (Ha1 dan Ha3) diterima, dan satu
hipotesis (Ha2) ditolak
Analisis Perbandingan Akad Murabahah dengan Akad Musyarakah Mutanaqisah pada Pembiayaan Konsumtif di PT. Bank Syariah di Indonesia Tbk
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terhadap akad
pembiayaan konsumtif yang sesuai prinsip syariah. Akad Murabahah dan
Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) merupakan dua akad yang umum digunakan di
Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan karakteristik dan mekanisme berbeda.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan akad murabahah
dan akad musyarakah mutanaqisah dan untuk mengetahui keunggulan dan
kelemahan dalam akad murabahah dan akad musyaarakah mutanaqisah pada
pembiayaan konsumtif di PT. Bank Syariah Indonesia Tbk.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research)
dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan cara wawancara kepada staff Consumer Business Relationship
(CBR) BSI KCP Banjarmasin A.Yani dan studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara akad
Murabahah dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) pada pembiayaan konsumtif di
BSI, khususnya dalam aspek karakteristik akad, skema prosedur, penentuan margin
atau ujrah, ketentuan agunan, serta upaya penanganan pembiayaan bermasalah.
Dari sisi keunggulan, akad Murabahah unggul dalam kecepatan proses, fleksibilitas
jaminan (bisa tanpa aset), dan cocok untuk nasabah ASN atau payroll. Namun, akad
ini juga memiliki kelemahan, seperti potensi terjadinya ba’i al-ma’dum serta risiko
ketidaksesuaian barang dengan RAB. Di sisi lain, akad MMQ memiliki keunggulan
dalam keadilan struktur kepemilikan, margin yang kompetitif (bahkan dapat
mencapai 1% melalui skema ITSI), serta legalitas aset yang lebih kuat. Meskipun
demikian, MMQ juga memiliki kelemahan berupa struktur akad yang kompleks,
kurang inklusif bagi nasabah yang tidak memiliki aset, dan berpotensi tadakhul
al‘uqud jika pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan syariah