IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Efektivitas Dakwah Langsung dan Dakwah Digital dalam Penerimaan Pesan Dakwah di Era Generasi Z oleh Guru Muhammad Hanafi pada Majelis Ta’lim Nuril Amin Desa Gunung Raja
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media dakwah yang
sesuai dengan karakteristik generasi Z atau gen Z di era digital. Guru Muhammad
Hanafi di Majelis Ta’lim Nuril Amin Desa Gunung Raja menyampaikan dakwah
melalui dua media, yaitu dakwah langsung (tatap muka) dan dakwah digital
(YouTube). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dakwah langsung
dan dakwah digital dalam menyampaikan pesan agama serta untuk membandingkan
tingkat efektivitas antara keduanya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60
responden gen Z yang pernah mengikuti salah satu atau kedua jenis dakwah
tersebut. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif, uji komparatif dengan
independent sample t-test, dan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi
SPSS versi 22.
Hasil penelitian menunjukkan baik dakwah langsung maupun dakwah
digital tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penerimaan pesan dakwah
oleh gen Z. Meskipun secara deskriptif keduanya menunjukkan efektivitas yang
cukup baik, namun secara statistik tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya.
Temuan ini didukung oleh hasil observasi yang mengungkapkan beberapa faktor
penyebab, seperti suasana majelis yang kurang kondusif akibat kebisingan dan
gangguan teknis, minimnya interaksi dua arah dalam dakwah langsung, serta sifat
komunikasi satu arah pada dakwah digital yang membuat pesan mudah dilupakan
dan kurang membekas. Selain itu, sebagian besar responden menunjukkan sikap
netral dalam menjawab kuesioner, mengindikasikan bahwa pemahaman terhadap
pesan dakwah tidak sepenuhnya mendalam. Faktor lain seperti cepatnya perubahan
preferensi komunikasi gen Z, keterbatasan keterlibatan emosional dalam dakwah
digital, serta variasi dalam literasi digital turut memengaruhi hasil. Dengan
demikian, dapat disimpulkan efektivitas dakwah langsung maupun digital belum
sepenuhnya optimal menjangkau gen Z di Majelis Ta’lim Nuril Amin. Penelitian ini
diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pendakwah untuk meningkatkan strategi
dakwah yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik gen Z di era digita
Peran Takmir Masjid Dalam Memakmurkan Masjid Assasuttaqwa di Kota Sampit Kalimantan Tengah
Masjid didirikan untuk keperluan masyarakat muslim dalam hal spiritual
maupun nonspiritual. Maka dari itu, inovasi tanpa henti selalu dibutuhkan agar
masjid dapat senantiasa selaras dengan perkembang zaman agar tidak ditinggalkan
umat, dan upaya ini tak bisa hadir jika tidak diimbangi dengan pengurusan yang
baik. Peran takmir masjid menjadi sangat penting sebagai pengurus masjid dalam
mewujudkan masjid yang nyaman dan sejahtera hingga berdampak pada
kemakmuran masjid. Masjid Assasutaqwa terhitung mengalami peningkatan
jumlah Jamaah shalat dan pengajian rutin, maka dari itu Masjid Assasuttaqwa
khususnya takmir masjid di tempat diharapkan bisa menjadi contoh untuk
pengurusan masjid lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang
peran takmir masjid dalam memakmurkan Masjid Assasuttaqwa kota Sampit
Kalimantan Tengah, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam
upaya memakmurkan Masjid Assasuttaqwa kota Sampit Kalimantan Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif
dengan jenis penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulan
data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik analisisnya,
penulis menggunakan teknik yang diuraikan oleh Miles dan Huberman yaitu,
Reduksi data, Display Data dan Penarikan Kesimpulan. Subjek penelitian meliputi
Bapak H. Kamaruddin selaku wakil ketua pengurus masjid dan Bapak Nour Arifin
selaku kaum masjid.
Penelitian ini mendapati hasil bahwa peran takmir masjid di Masjid
Assasuttaqwa meliputi 3 aspek, yakni 1) meramaikan masjid yakni dengan
mengurus kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin dan program
pengumpulan zakat, 2) mengurus sarana prasarana serta fasilitas masjid dan 3)
mengurus keuangan. Dalam kegiatan keagamaan meliputi pengajian rutin (3
minggu sekali dan 1 bulan sekali) serta mengumpulkan zakat. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan berasas pada prosedur pelaksanaan yang ditetapkan yaitu,
melibatkan semua unsur masyarakat, manajemen masjid yang tepat sasaran,
membuat kajian yang menarik, melakukan perancangan terhadap pendanaan dan
struktur perbendaharaan. Untuk faktor pendukung dan penghambatnya, penulis
menyimpulkan dari hasil penelitian yang penulis dapatkan bahwa faktor yang
menjadi pendukung dalam memakmurkan masjid ialah antusias masyarakat dalam
melaksanakan shalat dan antusias dalam mengikuti kegiatan pengajian rutin,
adanya agenda yang terstruktur dan adanya dana yang memfasilitasi kegiatan
kegiatan yang ditetapka
Representasi keadilan dalam Web Series Cinta Pertama Ayah Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure
Perkembangan media digital, termasuk Web Series, menjadi ruang baru
untuk menyuarakan isu sosial yang sering kali terpinggirkan, salah satunya adalah
perjuangan mendapatkan keadilan bagi korban kekerasan seksual. Web Series
Cinta Pertama Ayah menggambarkan kisah seorang ayah dari kalangan ekonomi
menengah ke bawah yang memperjuangkan keadilan bagi anaknya yang menjadi
korban kekerasan seksual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi keadilan
dikonstruksi dalam Web Series Cinta Pertama Ayah dengan menggunakan
pendekatan semiotika struktural Ferdinand de Saussure. Serial ini mengangkat
kisah perjuangan seorang ayah dari kelas ekonomi menengah ke bawah dalam
mencari keadilan bagi anaknya yang menjadi korban kekerasan seksual. Dengan
fokus pada relasi tanda, penelitian ini menganalisis bagaimana makna keadilan
dibentuk dan disampaikan melalui elemen-elemen visual dan verbal dalam serial.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan
semiotika Saussure, yang menitikberatkan pada hubungan antara penanda
(signifier) dan petanda (signified), serta analisis hubungan sintagmatik dan
paradigmatik antar elemen naratif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap
adegan-adegan penting dalam serial yang menampilkan konflik sosial, perbedaan
status ekonomi, dan perjuangan memperoleh keadilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna keadilan dalam serial ini
dibentuk secara simbolik melalui struktur tanda yang mencerminkan ketimpangan
sosial. Tokoh dari kelas atas ditampilkan memiliki akses yang lebih mudah
terhadap perlindungan hukum, sedangkan tokoh dari kelas bawah digambarkan
kesulitan dalam memperoleh keadilan. Melalui relasi sintagmatik, narasi
membentuk makna perjuangan keadilan sebagai proses yang penuh hambatan.
Sementara itu, relasi paradigmatik menunjukkan bahwa makna keadilan dalam
cerita sangat bergantung pada posisi sosial tokoh dan pilihan naratif yang diambil.
Pendekatan semiotika Saussure memungkinkan analisis atas makna keadilan
sebagai hasil konstruksi sosial, bukan sesuatu yang universal, melainkan
dikonstruksi melalui sistem tanda yang dipengaruhi oleh struktur sosial
Pemanfaatan Media Sosial YouTube Sebagai Sumber Belajar Akhlak oleh Pelajar SLTA di Desa Timbuk Buruk Rantau
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan teknologi
digital yang semakin pesat, di mana YouTube menjadi salah satu platform populer
yang menyediakan beragam konten edukatif, termasuk materi-materi seputar nilai
nilai akhlak dan keagamaan. Penelitian menunjukkan bahwa pelajar SLTA di Desa
Timbuk Buruk Rantau secara aktif menggunakan YouTube untuk mencari konten
yang berkaitan dengan pembelajaran akhlak, seperti ceramah keagamaan, kisah
teladan, dan video edukasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Desa Timbuk Buruk
Rantau memanfaatkan media sosial YouTube sebagai sumber belajar akhlak, serta
faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan
dalam penelitian ini terdiri dari pelajar SLTA yang aktif menggunakan YouTube,
dan orang tua siswa. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah bahwa YouTube dapat menjadi sumber belajar
akhlak yang efektif apabila digunakan secara bijak dan disertai dengan bimbingan
yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan adanya peran aktif dari guru dan orang
tua dalam mengarahkan siswa untuk mengakses konten yang bermanfaat serta
mengembangkan literasi digital yang kritis
Penerapan Prinsip Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah dalam Menentukan Kebijakan Kurikulum di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah Banjarmasin
Pengambilan keputusan merupakan aspek krusial dalam kepemimpinan
pendidikan, khususnya dalam menetapkan kebijakan kurikulum yang berpengaruh
langsung terhadap proses pembelajaran. Kepala sekolah dituntut untuk mampu
mengambil keputusan yang strategis, adaptif, dan berbasis prinsip, terutama dalam
konteks implementasi Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prinsip-prinsip pengambilan
keputusan yang digunakan oleh kepala sekolah dalam menentukan kebijakan
kurikulum, (2) proses pengambilan keputusan kepala sekolah, dan (3) faktor-faktor
yang memengaruhi prinsip pengambilan keputusan kepala sekolah di Sekolah
Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek
terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dua guru tim kurikulum,
dan dua guru wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan enam
prinsip pengambilan keputusan secara konsisten, yakni otoritas, kredibilitas, acuan,
etika, orientasi, dan cakupan, dengan mengedepankan partisipasi, data valid, nilai
etis, serta keselarasan visi-misi sekolah. Proses pengambilan keputusan dilakukan
secara sistematis dan kolaboratif melalui identifikasi masalah, perumusan alternatif,
pelaksanaan kebijakan, hingga evaluasi. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi
pengambilan keputusan mencakup kedudukan kepala sekolah, kompleksitas
masalah, situasi sosial-budaya, kondisi sumber daya, serta tujuan lembaga. Temuan
ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang berbasis prinsip dalam
menetapkan kebijakan kurikulum yang responsif dan berorientasi pada mutu
pendidikan
Pengembangan Buku Referensi Tanaman Obat Keluarga di Kelurahan Mambulau Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan: mendeskripsikan jenis tanaman obat keluarga,
pemanfaatan dan cara pengolahan tanaman obat keluarga, dan validitas buku
referensi yang dikembangkan tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga di
Kelurahan Mambulau Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas
Jenis penelitian ini adalah Educational Design Research dengan
menggunakan model Plomp dan Nieveen (2013) melalui tiga fase, yaitu fase
pendahuluan, fase pengembangan, dan fase penilaian. Namun, penelitian ini
dibatasi sampai fase pengembangan karena sesuai dengan tujuan penelitian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan
kualitatif berupa data hasil kajian jenis tanaman obat keluarga sedangkan
pendekatan kuantitatif berupa data hasil uji validitas buku referensi. Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling yaitu purposive sampling
(informan) dan snowball sampling (responden). Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Data penelitian
dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian diperoleh 13 jenis tumbuhan obat keluarga yang
dimanfaatkan di Kelurahan Mambulau Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten
Kapuas yaitu ganda suli (Hedychium coronarium), jahe (Zingiber officinale), serai
(Cyambopongon citratus), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), sirsak (Anona murica
L.), karamunting (Melastoma malabatchhricum L.), rambusa (Passiflora feotida),
kumis kucing (Orthosiphon aristatus), brotowali (Tinospora crispa L.), kencur
(Kaempferia galanga), lengkuas (Alpina galanga L.), sirih (Piper betle L.), dan
kunyit (Curcuma domestica). Produk buku referensi yang dikembangkan
memperoleh hasil validasi ahli pakar dengan skor rata-rata 86%, berdasarkan
kriteria persentase validitas buku referensi hasil skor tersebut dapat disimpulkan
bahwa buku referensi yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan dapat
digunakan tanpa revisi
Efektivitas Pengelolaan Dana pada Program Distribusi Beras di LAZISMU PWM Kalimantan Selatan Kantor Fundraising dan Kerjasama Masjid Al-Jihad
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Indonesia sebagai negara dengan
penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengelolaan dana
zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Salah satu lembaga yang berperan aktif dalam pendayagunaan dana zakat adalah
LAZISMU PWM Kalimantan Selatan Kantor Fundraising dan Kerja Sama Masjid
Al-Jihad Banjarmasin. Inovasi program distribusi beras melalui ATM Beras
menjadi salah satu upaya nyata dalam menyalurkan bantuan secara efisien,
transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengukur efektivitas pengelolaan dana pada program distribusi
beras di LAZISMU PWM Kalimantan Selatan serta mengidentifikasi kendala yang
dihadapi dalam implementasinya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sybjek
penelitian ini adalah LAZISMU PWM Kalimantan Selatan dan Program Distribusi
Beras. Sedangkan objek penelitian ini adalah efektivitas pengelolaan dana zakat
pada program distribusi beras. Data diperoleh dengan wawancara dan dokumentasi,
kemudian hasil wawancara diolah dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan \ud
penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan dana pada
program distribusi beras diukur melalui beberapa indicator yaitu: pemahaman
program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan
nyata. Efektivitas pada program dinilai cukup baik dan efektif
Pelaksanaan Pembelajaran Individual Anak Autis Di Ra Ulumul Qur’an Al-Madani Banjarbaru
Penerapan Program pembelajaran individual merupakan program rumusan
pembelajaran yang disusun dan dikembangkan untuk mengupayakan kemampuan
anak berkebutuhan khusus berdasarkan hasil asesmen baik dalam hal jenis maupun
kemampuannya. Perencanaan Program pembelajaran Individual di RA Ulumul
Qur’an Al-Madani disusun secara sistematis melalui tahapan asesmen
perkembangan anak dengan menggunakan instrumen KPSP (Kuesioner Pra
Skrining Perkembangan). Perencanaan ini dilakukan oleh tim yang melibatkan
kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping khusus (GPK), dan tenaga profesional
lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perencanaan, Pelaksanaan,
Evaluasi dan mengidentifikasi beberapa faktor penghambat dan pendukung dalam
Penerapan Program Pembelajaran Individual di RA Ulumul Qur’an Al Madani
Kota Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. . Subjek pa l
da l
penelitia l
n ini a l
da l
la l
h, guru da l
n a l
na l
k didik ya l
ng
mengikuti progra l
m pembela l
ja l
ra l
n individua l
l di RAl
Ulumul Qur’a l
n Al
l-Ma l
da l
ni.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Pembelajaran
Individual (PPI) di RA Ulumul Qur’an Al-Madani berjalan terstruktur melalui
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengelolaan faktor pendukung dan
penghambat. Pembelajaran dilaksanakan setiap hari secara inklusif dengan strategi
berdiferensiasi sesuai kemampuan anak, mengikuti Kurikulum Merdeka. Guru
kelas, meskipun belum seluruhnya didampingi GPK, aktif memberikan layanan
individual dengan dukungan kepala sekolah dan pelatihan rutin. Evaluasi dilakukan
berkala melalui jurnal harian, observasi, checklist, dan dokumentasi perkembangan
anak, serta penyesuaian indikator untuk ABK. Penerapan PPI menciptakan suasana
kondusif yang mendukung perkembangan optimal ABK. Faktor pendukungnya
meliputi komitmen lembaga dan fasilitas pembelajaran, sementara hambatannya
adalah keterbatasan GPK dan kurangnya dukungan orang tu
Strategi Komunikasi Public Relations di Mesjid Jami Pemurus Dalam Kota Banjarmasin
Di era sekarang, masjid memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat
melaksanakan ibadah. Masjid juga menjadi pusat aktivitas keagamaan, pendidikan,
sosial, serta sarana penyampaian dakwah. Dalam hal ini, keberadaan Humas (Public
Relations) memegang peran penting dalam membentuk citra baik masjid dan
mempererat hubungan dengan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji strategi komunikasi yang digunakan oleh Public Relations (Humas)
di Mesjid Jami Pemurus Dalam, Banjarmasin, dalam mendukung kegiatan
keagamaan serta membina hubungan baik antara pengurus masjid dan masyarakat.
Masjid saat ini tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai
pusat pembelajaran, sosial, dan dakwah. Dalam konteks tersebut, Public Relations
memiliki peran penting dalam membangun citra positif masjid dan meningkatkan
partisipasi jamaah.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
pendekatan lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara
mendalam dengan pengurus masjid, serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan
teori strategi komunikasi dengan unsur-unsur seperti tujuan komunikasi, audiens,
pesan, media, saluran komunikasi, sumber daya, dan tenggat waktu. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh Public
Relations di Mesjid Jami Pemurus Dalam melibatkan perencanaan matang melalui
musyawarah rutin, penggunaan kombinasi media tradisional dan digital (seperti
pengumuman langsung, media sosial, dan live streaming YouTube), serta
pendekatan komunikasi yang inklusif kepada semua kalangan masyarakat. Strategi
ini efektif dalam menjangkau audiens yang luas dan meningkatkan partisipasi
dalam berbagai kegiatan masjid, seperti kajian rutin, peringatan hari besar Islam,
pelatihan jenazah, dan khitanan massal. Penelitian ini menegaskan pentingnya
peran komunikasi dalam mengembangkan fungsi sosial dan dakwah masjid secara
berkelanjutan
Manajemen Pelayanan Jemaah Umrah pada PT. Abu Zein Batara Tour & Travel
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen pelayanan yang
efektif dalam menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah umrah. Ibadah umrah
merupakan ibadah sunnah yang sangat diminati oleh umat Islam, termasuk
masyarakat Indonesia. Namun, pelaksanaannya memerlukan kesiapan yang matang
dan pelayanan yang baik dari biro perjalanan. Pelayanan yang profesional dapat
meningkatkan kenyamanan serta kekhusyukan ibadah para jemaah. Oleh karena itu,
manajemen pelayanan oleh biro perjalanan, seperti PT. Abu Zein Batara Tour &
Travel, menjadi hal yang penting untuk diteliti lebih lanjut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen
pelayanan jemaah umrah yang dilakukan oleh PT. Abu Zein Batara Tour & Travel di
tanah air, serta mengetahui bagaimana respon jemaah terhadap pelayanan tersebut.
Fokus penelitian ini mencakup proses pelayanan dari tahap perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan yang dilakukan oleh pihak biro
terhadap jemaahnya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam terhadap pihak manajemen
dan jemaah umrah, observasi langsung terhadap kegiatan pelayanan, serta
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Pendekatan ini dipilih untuk mendapatkan gambaran secara
menyeluruh dan mendalam mengenai praktik manajemen pelayanan yang diterapkan
biro perjalanan dalam memenuhi kebutuhan para jemaah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Abu Zein Batara Tour & Travel telah
menjalankan fungsi-fungsi manajemen dengan baik dalam enam aspek utama
pelayanan: administrasi, transportasi, bimbingan, konsumsi, kesehatan, dan
perlindungan. Pelayanan administrasi meliputi pengurusan dokumen seperti paspor
dan visa. Pelayanan transportasi mencakup pengaturan perjalanan dari daerah asal
menuju embarkasi. Bimbingan dilakukan melalui manasik yang cukup intensif.
Konsumsi dan kesehatan diperhatikan melalui penyediaan makanan halal dan
layanan medis. Perlindungan diberikan melalui pendampingan selama proses
perjalanan. Sebagian besar jemaah memberikan respon positif terhadap pelayanan
yang diterima, meskipun terdapat beberapa saran untuk perbaikan di masa
mendatang