IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pendapat Ulama Kota Kuala Kapuas terhadap Jual Beli Minyak Mistik

    Get PDF
    Jual beli merupakan aktivitas ekonomi yang umum dilakukan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Namun, seiring berkembangnya zaman, objek jual beli semakin beragam, termasuk minyak mistik yang diklaim memiliki khasiat tertentu seperti pengasih, penglaris, dan pembuka aura. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan jual beli tersebut dalam perspektif hukum Islam, khususnya karena berkaitan dengan unsur mistik dan keyakinan masyarakat terhadap kekuatan gaib. Islam mengatur bahwa objek akad jual beli harus jelas, memiliki manfaat. Maka dari itu, muncul pertanyaan bagaimana hukum jual beli minyak mistik ini menurut pendapat ulama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapat para ulama di Kota Kuala Kapuas mengenai hukum jual beli minyak mistik serta dasar hukum dalam menilai praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Lokasi penelitian adalah Kota Kuala kapuas. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan para ulama di Kota Kuala Kapuas yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuala Kapuas serta ulama yang memiliki Majelis Ta’lim. Teknik pengumpulan data dilakukan secara wawancara, dan teknik analisis data dilakukan dengan menelaah konsep hasil penelitian dengan analisis dilakukan secara interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama terbagi ke dalam dua kelompok pandangan. Kelompok pertama membolehkan jual beli minyak mistik dengan syarat terpenuhinya unsur syariat seperti akad, kepemilikan barang, serta tidak mengandung unsur syirik, dengan anggapan manfaat mistik bersifat subjektif dan tidak termasuk dalam objek akad. Kelompok kedua melarang praktik ini karena dinilai mengandung unsur penipuan, gharar, dan potensi kesyirikan, terutama ketika manfaat minyak diklaim secara tidak dapat dibuktikan. Dengan demikian, hukum jual beli minyak mistik sangat bergantung pada niat pengguna, isi kandungan minyak, serta cara penyampaiannya, apakah mengarah pada unsur syirik atau tida

    Peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Kecamatan Pelaihari dalam Mewujudukan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi dari fenomena temuan fakta di lapangan menunjukkan banyaknya kasus perceraian di kecamatan Pelaihari. Hal tersebut juga penulis lihat dalam observasi terhadap fenomena yang terjadi di Kecamatan Pelaihari, di mana berdasarkan data yang didapat dari laman resmi Pengadilan Agama Pelaihari yang menyatakan bahwa kasus perceraian di Kabupaten Tanah Laut dalam 5 tahun terakhir terus meningkat di setiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dan strategi BP4 dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif melibatkan kajian mendalam terhadap individu dan perilaku mereka yang diamati, baik melalui data tertulis maupun wawancara. Secara umum, tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap suatu fenomena, khususnya mengenai peristiwa atau pengalaman yang dialami oleh subjek penelitian. Subjek penelitian ini pengurus BP4 dan masyarakat dari organisasi BP4 di kecamatan Pelaihari. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan di KUA Kecamatan Pelaihari terhadap masyarakat sangat berperan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah yang disalurkan melalui program yang mereka laksanakan. Dan strategi Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Kecamatan Pelaihari dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah adalah dengan memberikan bimbingan yang baik terhadap calon pengantin, dan juga melakukan kerjasama dengan lintas sektor yang lebih berkompeten dalam bidang materi yang ingin disampaikan, sehingga materi yang disampaikan bisa dipahami dengan baik oleh para calon penganti

    Pengembangan Kecerdasan Musik Anak Usia Dini Melalui Ekstrakurikuler Angklung di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru

    Get PDF
    Pada hakikatnya setiap anak terlahir mempunyai kelebihan dan kecerdasan. Kecerdasan individu dapat dikembangkan melalui latihan tertentu atau metode tertentu. Pengembangan kecerdasan pada anak hendaknya dilakukan secara maksimal oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah. Studi menunjukkan bahwa pemaparan anak pada musik sejak dini dapat membantu mengembangkan area otak yang terkait dengan keterampilan matematika, membaca, dan kemampuan spasial. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program ekstrakurikuler angklung dalam mengembangkan kecerdasan musik anak di PAUD Terpadu Telkom banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu Kepala PAUD dan guru pelatih ekstrakurikuler angklung di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adlah observasi, wawancara dan dokumentasi teknik analisis data dengan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Serta teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrakurikuler angklung mampu mengembangkan kecerdasan musik anak dengan baik. Adapun proses perencaaan ekstrakurikuler angklung, guru memilih murid TK B, menentukan Waktu, menyiapkan media seperti alat musik angklung dan smart tv, memilih lagu dan memilih guru pelatih angklung. Proses pelaksanaan ekstrakurikuler angklung meliputi pengenalan alat musik angklung pada anak, cara memegang dan membunyikan angklung dengan benar, mengecek suara note angklung bergantian, memilih lagu anak yang sesuai dan memainkan angklung sambil bernyanyi bersama. Proses evaluasi dalam program ekstrakurikuler angklung di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru guru tidak menggunakan format penilaian khusus. Guru selalu melakukan pemantauan perkembangan anak selama kegiatan berlangsung. Selain itu guru juga mempertimbangkan penilaian anak dari dokumentasi video yang dikumpulkan dan penampilan anak diacara pentas angklung maupun persembahan acara akhir semester, hasilnya dimasukan kedalam penilaian raport anak

    The Impact of Dayak Mother Tongue in Speaking English: A Narrative Inquiry Study

    Get PDF
    Bahasa merupakan alat utama komunikasi manusia, dan di era globalisasi, penguasaan bahasa Inggris telah menjadi kebutuhan yang sangat penting—termasuk bagi mahasiswa Dayak. Namun, pembelajar dengan latar belakang bahasa daerah seperti Dayak menghadapi tantangan tersendiri dalam menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris, terutama akibat pengaruh bahasa ibu terhadap intonasi, pelafalan, dan struktur kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman seorang mahasiswa Dayak dalam mempelajari keterampilan berbicara bahasa Inggris serta menganalisis bagaimana bahasa ibu memengaruhi kemampuan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang mahasiswa Dayak yang saat ini sedang menempuh studi di bidang pendidikan bahasa Inggris. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paparan awal terhadap bahasa Inggris sejak sekolah dasar sangat mendukung perkembangan kemampuan berbicara peserta, yang kemudian diperkuat oleh motivasi intrinsik seperti keikutsertaan dalam lomba pidato. Meski demikian, pengaruh bahasa ibu tetap terlihat, khususnya dalam aspek pelafalan dan intonasi, di mana ciri khas bunyi bahasa Dayak terbawa ke dalam pengucapan bahasa Inggris. Tantangan ini diatasi melalui strategi belajar mandiri seperti menonton video berbahasa Inggris, membaca, dan berlatih berbicara bersama teman. Selain itu, rasa percaya diri juga menjadi faktor penting dalam mendorong peserta untuk terus berlatih dan berbicara secara aktif. Secara keseluruhan, studi ini menekankan bahwa meskipun terdapat hambatan linguistik, kemajuan dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris tetap dapat dicapai melalui upaya yang konsisten dan penerapan strategi yang tepat

    Jual Beli Sembako di Atas Harga Wajar (Studi Kasus Area Pertambangan Desa Maruwei Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah)

    Get PDF
    Daerah pertambangan sering kali menjadi tempat di mana pedagang dapat menaikkan harga sembako karena permintaan yang meningkat dari para pekerja tambang dan pendatang lainnya. Penelitian ini dapat mengungkap apakah pedagang di Desa Maruwei menjual sembako dengan harga yang wajar atau lebih tinggi dari yang seharusnya, serta dampaknya bagi masyarakat. Untuk itulah penulis tertarik mengangkat permasalahan ini dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul Jual Beli Sembako di Atas Harga Wajar (Studi Kasus Area Pertambangan Desa Maruwei Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli sembako di atas harga wajar yang terjadi di area pertambangan Desa Maruwei, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, serta meninjau praktik tersebut dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris yaitu penelitian hukum ini menggunakan sumberdata primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, yaitu penjual dan pembeli di warung warung sembako area pertambangan. Selain itu, terdapat pula data sekunder yang berupa buku dan bahan bacaan lainnya yang dapat mendukung data serta informasi terkait dengan permasalahan yang sedang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kenaikan harga sembako disebabkan oleh faktor geografis, tingginya biaya distribusi, dan keinginan pedagang untuk memperoleh keuntungan lebih besar. Praktik ini dirasakan memberatkan bagi para konsumen, terutama karyawan tambang yang mengandalkan warung-warung lokal untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, praktik ini berpotensi melanggar prinsip keadilan, transparansi, dan mengandung unsur ikhtikar (penimbunan) serta gharar (ketidakjelasan), yang tidak diperbolehka

    Reading Fan Fiction To Enhance English Vocabulary: Students’ Perspectives

    Get PDF
    This study examines how fan fiction can help eleventh-grade students at MAN 3 Banjarmasin improve their English vocabulary. This study used the snowball sampling technique to recruit individuals for narrative interviews and theme analysis. According to the study, reading English fan fiction indirectly improves vocabulary since it aligns with students' interests and is motivated by internal motivation. Students use full-fledged English fan fiction platforms to acquire vocabulary and casual language, and they actively modify their reading habits. According to the students, fan fiction broadens their vocabulary with colorful and topical language, introduces idioms and slang, and enhances their cultural awareness. Despite difficulties such as extended sentences and insufficient terminology, fan fiction has proven to be an effective and interesting method for increasing vocabulary, language ability, and drive to study English

    Pemahaman Guru Busu Terhadap Ayat Al-Qur’an tentang Sifat Tuhan dalam Kitab Sifat Dua Puluh

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya pengajian yang membahas tentang sifat-sifat Tuhan berdasarkan kitab Sifat Dua Puluh yang dikarang oleh Sayyid Usman Betawi, oleh Guru Busu yang bertempat di Mesjid Jami Banjarmasin Sungai Jingah. Guru Busu adalah ulama Kharismatik yang diakui keilmuannya oleh seluruh Ulama yang ada di Banjarmasin, ini artinya beliau memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Aqidah, beliau merupakan panutan masyarakat sehingga posisi beliau sangat krusial sebagai contoh bagi masyarakat. Adapun alasan penulis mengambil topik ini adalah kerena dalam penjelasan beliau mengenai sifat Tuhan yang ada dalam sifat Dua Puluh hanya terbatas kepada pemahaman secara umum saja dan sangat jarang Guru membahas tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang ada dalam Sifat Dua Puluh tersebut. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk menggali lebih jauh terkait pemahaman Guru Busu terhadap Ayat Al-Qur’an berdasarkan perspektif Ulumul Qur’an dan Ilmu Kalam yang ada dalam Kitab Sifat Dua Puluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman Guru Busu terhadap ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat Tuhan dalam Kitab Sifat Dua Puluh sekaligus untuk menambah khazanah Ilmu pengetahuan tentang Tafsir ayat-ayat Aqidah dalam pandangan Ulumul Qur’an dan ilmu kalam yang ada dalam kitab Sifat Dua Puluh. Jenis penelitian ini adalah kajian tokoh dengan menggunakan metode kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi rekaman kajian dan wawancara dengan Informan yakni Guru Busu. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa pemahaman Guru Busu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tersebut tidak jauh berbeda sebagaimana para Ulama terdahulu yang menjadikan ayat-ayat Muhkamat sebagai pedoman dalam memahami Sifat-Sifat Tuhan khususnya yang dalam Kitab Sifat Dua Puluh. Berdasarkan pemahaman Guru Busu dalam memahami sifat Tuhan, dapat penulis simpulkan, berdasarkan perspektif Ilmu Kalam Guru Busu memiliki pemikiran yang sama dengan Aliran Asy’ariyah-maturidiyyah Samarkand

    Peran perpustakaan umum dalam melestarikan kebudayaan Banjar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Perkembangan globalisasi yang pesat, ditandai dengan masuknya budaya asing melalui berbagai media, telah menyebabkan penurunan minat masyarakat terhadap budaya lokal. Fenomena ini, yang terlihat di banyak kota besar, menimbulkan kekhawatiran akan kemunduran budaya lokal jika tidak ada langkah pelestarian yang efektif dari pemerintah. Provinsi Kalimantan Selatan, dengan kekayaan budaya Banjar yang melimpah, menghadapi ancaman serupa. Dalam konteks ini, perpustakaan umum memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Banjar, sejalan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menekankan integrasi unsur budaya lokal sebagai bentuk preservasi dan ekspresi kebudayaan. Penelitian ini berfokus pada peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan dalam melestarikan kebudayaan Banjar. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami secara mendalam peran strategis lembaga tersebut dalam upaya pelestarian budaya Banjar. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan pustakawan, staf layanan, dan pemustaka aktif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran aktif dalam melestarikan kebudayaan Banjar, sebagai tempat penghimpun khazanah kebudayaan Banjar melalui kegiatan hunting karya-karya lokal, pelestarian kebudayaan Banjar melalui digitalisasi koleksi, penerbitan buku-buku lokal serta penyelenggaraan lomba dan sosialisasi budaya, menampilkan dan penyebaran kebudayaan Banjar melalui pemutaran film dan video dokumenter bertema lokal dilayanan teater dan penyediaan informasi kebudayaan Banjar melalui pengembangan lokal konten dan koleksi deposi

    Analisis Komparatif pada Program Kelompok Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Program UPPKA merupakan salah satu strategi yang dikembangkan oleh BKKBN ialah menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi keluarga, khususnya bagi keluarga akseptor. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga melalui pembentukan kelompok usaha produktif. Di Kota Banjarmasin, pelaksanaan program berada di bawah naungan DPPKBPM dan telah tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Banjarmasin Utara. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pelaksanaan Program UPPKA antara dua kelompok aktif, yaitu Kelompok Banua dan Kelompok Maju Bersama Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan membandingkan efektivitas program UPPKA pada dua kelompok di Kecamatan Banjarmasin Utara, yaitu Kelompok Banua dan Kelompok Maju Bersama. Sampel dipilih secara purposive dari anggota kelompok yang aktif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus efektivitas, serta dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan keakuratan instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program UPPKA lebih tinggi pada Kelompok Maju Bersama dengan skor 96,4% (kategori efektif), dibandingkan dengan Kelompok Banua yang memperoleh skor 80,6% (kategori cukup efektif). Perbedaan ini mencerminkan keunggulan Kelompok Maju Bersama dalam manajemen, partisipasi anggota, dan dukungan lingkungan yang lebih kuat, sementara Kelompok Banua masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan informasi dan sistem organisasi yang belum optimal

    Implementasi Metode Al-Miftāh Lil ‘Ulūm Dalam Pembelajaran Membaca Kitab Kuning Santri MTS Pondok Pesantren Darul Amien TMI Nagara

    Get PDF
    Kitab kuning merupakan ciri dan identitas yang khas yang tidak bisa dilepaskan dari pondok pesantren. Salah satu unsur dari pondok pesantren yang harus ada adalah kitab kuning, karena kitab kuning adalah akar yang kuat dari tradisi pondok pesantren. Adapun metode dalam pembelajaran membaca kitab kuning yang paling umum digunakan yaitu bandongan. Akan tetapi di pondok pesantren Darul Amien TMI menggunakan metode yang dikenal dengan metode Al-miftāh lil ‘ulūm. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, implementasi, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode Al-Miftāh Lil ‘Ulūm dalam pembelajaran membaca kitab kuning pada santri MTs Pondok Pesantren Darul Amien TMI Nagara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai implementasi metode Al-Miftāh Lil ‘Ulūm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara langsung oleh ustadz tanpa RPP tertulis, namun tetap mempertimbangkan tujuan, materi, metode, media, dan placement test. Implementasi pembelajaran berlangsung dalam tiga tahapan: pendahuluan, inti, dan penutup. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui tes tulis dan lisan sebagai syarat kenaikan jilid. Faktor pendukung meliputi materi yang ringkas, tampilan buku yang menarik, metode bernazham, semangat santri, serta dukungan dari pihak pesantren. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, keterbatasan fasilitas, semangat belajar yang naik turun, serta perbedaan kemampuan santri. Dengan demikian, metode Al-Miftāh Lil ‘Ulūm dapat diterapkan secara efektif di Pondok Pesantren Darul Amien TMI Nagara, meskipun tetap diperlukan penyesuaian agar pembelajaran berjalan lebih optima

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇