IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Peran Penggunaan Media Sosial Dalam Mengatasi Gejala Homesickness Pada Mahasiswa Perantau di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena homesickness yang umum
dialami oleh mahasiswa perantau, khususnya mahasiswa tahun pertama di Fakultas
Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin. Gejala homesickness seperti
rasa rindu, cemas, dan kesepian dapat mengganggu proses adaptasi dan kesejahteraan
emosional mahasiswa. Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu sarana
yang banyak digunakan untuk mengatasi tekanan emosional tersebut. Media sosial
memungkinkan mahasiswa tetap terhubung dengan keluarga, teman, serta lingkungan
sosialnya, sehingga berpotensi membantu mereka melewati masa transisi di tempat
baru. Berdasarkan hal ini, penelitian bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan
media sosial dalam mengatasi gejala homesickness pada mahasiswa perantau.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi.
Informan terdiri dari sembilan mahasiswa perantau angkatan 2023 yang mengalami
gejala homesickness. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media
sosial seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan YouTube berperan penting dalam
memenuhi lima kategori kebutuhan menurut teori Uses and Gratifications: kebutuhan
kognitif, afektif, integrasi sosial, identitas pribadi, dan pelepasan. Mahasiswa
menggunakan media sosial untuk komunikasi, hiburan, motivasi, dan membangun
jaringan sosial baru. Media sosial terbukti menjadi strategi coping yang efektif dalam
mengatasi tekanan emosional, meskipun tetap diperlukan keseimbangan dengan
interaksi nyata agar tidak menimbulkan ketergantungan berlebiha
Aktivitas bimbingan Keagamaan Pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya problem keagamaan yang
dialami anak-anak seperti pada akidah yang kurang baik pada ibadah yang belum
tepat dan pada akhlak yang masih memerlukan bimbingan, sehingga diperlukannya
bimbingan keagamaan, penelitian ini diarahkan pada lembaga yang bersifat formal
seperti lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan. Berkaitan dengan latar
belakang masalah, fokus masalah pada penelitian ini tentang bagaimana aktivitas
bimbingan keagamaan pada lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan
Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
aktivitas bimbingan keagamaan pada lembaga kesejahteraan sosial anak panti
asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field
Research) dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.
Subjek penelitian yakni ketua, pengasuh dan anak-anak dari lembaga kesejahteraan
sosial anak panti asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur.
Hasil dari penelitian ini yaitu aktivitas bimbingan keagamaan meliputi tiga
aspek yaitu aspek akidah, aspek ibadah dan aspek akhlak. Pada aspek akidah
kegiatan bimbingan dilakukan oleh pengasuh panti. Materi tentang ajaran
keyakinan atau keimanan kepada Allah. mengunakan metode ceramah dan praktik
serta media yang digunakan papan tulis. Pada aspek ibadah kegiatan bimbingan
dilakukan oleh pengasuh panti dibantu oleh anak panti. Materi tentang Ibadah yaitu
bersuci, sholat dan membaca Al-Qur’an. Metode bimbingan mengunakan metode
praktik. Dalam proses bimbingian akhlak dilakukan oleh pengasuh panti.
Bimbingan akhlak diberikan kepada anak-anak asuh bersifat langsung. Materi
Akhlak, mencakup tentang mengajarkan sopan santun, saling menghormati,
menghargai dan sifat akhlakul karimah lainnya. Metode bimbingan akhlak dalam
bentuk pembiasaan dan keteladanan. Pelaksanaan aktivitas bimbingan keagamaan
menjadi salah satu hal yang sangat penting. Aktivitas bimbingan keagamaan
dilakukan secara rutin setiap hari, serta yang tidak mengikuti aktivitas keagamaan
akan mendapatkan sanksi
Peran Kepala Madrasah dalam Mengatasi Kesenjangan Prestasi Akademik Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di MTsN 1 Balangan
Kepala madrasah mempunyai berbagai peran selain menjadi pemimpin.
Peran kepemimpinan kepala madrasah berpengaruh dalam keberhasilan prestasi
siswa. MTsN 1 Balangan adalah salah satu lembaga pendidikan menengah pertama
yang memiliki reputasi baik di Kabupaten Balangan dengan banyaknya calon
pendaftar setiap tahunnya. Peningkatan jumlah siswa baru menyebabkan
ketidaknyamanan belajar yang mengakibatkan kesenjangan prestasi akademik di
antara siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala madrasah
dalam mengatasi kesenjangan prestasi akademik siswa di MTsN 1 Balangan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek
kepala madrasah, waka kurikulum, guru Bahasa Arab, dan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan aktif
sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan
motivator (EMASLIM) dalam upaya mengatasi kesenjangn akademik tersebut.
Strategi yang digunakan merujuk pada filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara,
yaitu: Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri
handayani, yang diterapkan dalam bentuk pembinaan guru, pemetaan siswa, serta
pemberdayaan sarana-prasarana pembelajaran. Faktor penyebab kesenjangan
meliputi faktor internal siswa seperti minat, motivasi, dan kemampuan dasar, serta
faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan latar belakang Madrasah asal.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran dan strategi kepala madrasah sangat
signifikan dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Arab yang inklusif dan merata
di Madrasah
Strategi Pembelajaran Numerasi yang Menyenangkan di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru
Numerasi memiliki peran yang sangat penting untuk dikenalkan sejak dini
kepada anak-anak, karena menjadi dasar dalam pengembangan kemampuan
berpikir logis dan pemecahan masalah yang menyenangkan, anak-anak tidak hanya
belajar mengenal angka, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan yang sesuai dengan
tahap perkembangan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta faktor pendukung
dan penghambat dalam penerapan strategi pembelajaran numerasi yang
menyenangkan di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini meliputi
guru kelas yang berjumlah 6 orang, yaitu 3 guru kelas kelompok A dan 3 guru kelas
kelompok B serta anak kelompok A1, A2, A3, B1, B2, dan B3. Sedangkan objek
penelitiannya adalah strategi pembelajaran numerasi yang menyenangkan. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam,
dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yakni
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Keabsahan data dapat diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru menggunakan berbagai
strategi, seperti bermain sambil belajar, pendekatan tematik, proyek aktif seperti
menjahit angka, serta pengulangan melalui media visual dan lagu angka. Evaluasi
pembelajaran dilakukan melalui catatan anekdot dan ceklis yang disesuaikan
dengan perkembangan masing-masing anak. Adapun faktor pendukung yang
meliputi perencanaan pembelajaran yang tersusun dengan baik, keberagaman
media pembelajaran yang digunakan, serta penerapan metode yang interaktif dan
menyenangkan bagi anak. Sementara itu faktor penghambatnya yaitu, keterbatasan
waktu pembelajaran dan kesulitan anak dalam mengenal konsep angk
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Banjarmasin
Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka ini adalah
sesuatu pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui karakter setiap peserta didik untuk
membantu dan memberikan kesempatan belajar yang sesuai dengan minat belajarnya.
Namun, pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka masih menemui berbagai
kendala. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka ini penting
dilakukan agar setiap peserta didik terlayani dengan maksimal dalam kegiatan belajar, yaitu
mulai dari Perencanaan, Pelaksanaan dan Penilaian.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perencanaan Pembelajaran
Berdiferensiasi yang Dilakukan dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Al-Qur’an
Hadis di MAN 3 Banjarmasin, Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi yang Dilakukan
dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Banjarmasin
dan Penilaian Pembelajaran Berdiferensiasi yang Dilakukan dalam Kurikulum Merdeka pada
Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Banjarmasin.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini
adalah guru Al-Qur’an Hadis dan peserta didik di MAN 3 Banjarmasin. Sedangkan objek
penelitian ini Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran
Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Banjarmasin.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi
dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Banjarmasin
cukup bagus walaupun ada beberapa hal yang kurang diperhatikan terkait tentang
pembelajaran berdiferensiasi. Dalam perencanaan sudah menyiapkan modul ajar, instrument
penilaian yang memang sudah ditentukan dan media yang dipakai cukup mendukung untuk
proses belajar mengajar tetapi untuk desain materi tetap mengikuti buku paket yang ada dan
tidak ada desain materi khusus. Dalam pelaksanaan menggunakan media dan metode yang
beragam dan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, untuk materi sesuai dengan
buku paket tidak ada materi khusus yang disiapkan. Dan untuk penilaian juga dilakukan
penilaian sumatif dan formatif yang sudah disiapkan dengan baik, untuk kriteria ketuntasan
minimal mengikuti aturan yang sudah diberlakukan pihak sekolah, yaitu kelas X (75), XI
(76), XII (77) dalam pencapaiannya itu 90% tercapai
Pendapat Ulama Kabupaten Banjar Terhadap Ujrah dari Kesenian Madihin
Sebagaimana diketahui bahwa kabupaten Banjar merupakan wilayah yang
agamis (religius), sehingga tidak bisa lepas daripada pandangan para tokoh agama.
Apabila kesenian Madihin dianggap bertolak belakang dengan pemikiran ulama,
maka akan sulit berkembang dan bertahan. Sebaliknya apabila kesenian Madihin
dianggap tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, maka besar kemungkinan
kesenian Madihin dan pelakunya (Pemadihinan) akan mampu bertahan dan tetap
lestari di kabupaten Banjar. Dalam hal ini penulis memfokuskan penelitian pada
boleh tidaknya upah (Ujrah) atas jasa hiburan kesenian Madihin.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian lapangan
(field research) dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif.
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan
dokumentasi, kemudian hasil wawancara tersebut dianalisis dengan cara editing,
klasifikasi data dan interpretasi data selanjutnya dibuat kesimpulan akhir.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pendapat ulama kabupaten Banjar
terhadap Ujrah dari kesenian Madihin apabila syairnya melanggar aturan Islam
yaitu: 1) 3 Ulama yang tidak membolehkan, dan 2 Ulama yang membolehkan; 2) 3
Ulama yang tidak membolehkan dasar hukumnya: “Celakalah bagi orang yang
berbicara lantas ia berdusta hanya karena ingin orang lain tertawa, celakalah dia,
celakalah dia” (H.R. Abu Dawud dan Thirmidzi). “Seseorang tidak dikatakan
beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta dan debat walau itu benar”(H.R.
Ahmad). “Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar” (H.R.
Thabrani). dan 2 Ulama yang membolehkan, dasar hukumnya: “Beliau (Rasulullah
Saw) bersabda,”Aku tidak melihat kecuali bahwa Allah telah memberikan rukhshah
(keringanan) bagi orang yang berdusta dalam tiga keadaan: dalam peperangan,
untuk mendamaikan antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya serta istri
kepada suaminya” (H.R. Muslim). “Rasulullah Saw bercanda, tetapi beliau tidak
berkata kecuali yang benar” (H.R. Tirmidzi)
تطوير مادة القراءة المكثفة في ضوء النظرية البنائية بالواقع المعزز لطلبة قسم تعليم اللغة العربية على قراءة النصوص المعاصرة بجامعة أنتساري الإسلامية الحكومية بنجرماسين = Pengembangan Bahan Ajar Qiraah Mukatsafah dalam Perspektif Konstruktivisme dengan Augmented Reality untuk Membaca Teks Kontemporer Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar qiraah mukatasafah (membaca intensif) dalam perspektif teori konstruktivisme dengan mengintegrasikan augmented reality. Peneliti melakukan studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa mahasiswa PBA UIN Antasari kurang perhatian, motivasi, dan minat dalam membaca teks bahasa Arab. Penelitian ini menerapkan R&D model ADDIE dengan 5 langkah: Analisis, Desain, Pengembangan, Pelaksanaan, Evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan tes. Analisis data kualitatif menggunakan pendekatan teori Miles Huberman, sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan dengan skala Likert.
Hasilnya: 1) Mahasiswa PBA UIN Antasari merasa senang dengan kisah-kisah yang digandrungi, yang berisi banyak gambar dan sedikit teks. Ada tiga tema yang disukai, yaitu abad pertengahan, petualangan, dan fantasi. Peneliti menggabungkan ketiga tema tersebut menjadi dua tema baru yang berhubungan dengan budaya Indonesia. Desain produk disesuaikan dengan CPMK dan RPS mata kuliah Qiraah. Hasil validasi produk oleh ahli materi mencapai 92%, ahli bahasa 93%, ahli desain 92%, kelompok kecil rata-rata 82%, dan kelompok besar rata-rata 86%, oleh Dosen Qiraah mencapai 88%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sangat valid untuk digunakan dalam pembelajaran Qiraah. 2) Produk ini memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu: integrasi budaya lokal; dalam perspektif teori konstruktivisme; penggunaan teknologi interaktif modern; integrasi kosakata dari kitab terkenal serta ungkapan-ungkapan dari prosa sastra Arab modern; desain fisik yang praktis dan menarik; struktur cerita yang menarik; kesesuaian dengan standar kurikulum yang digunakan; serta kesesuaian dengan hasil analisis kebutuhan mahasiswa
Efektivitas Permenimipas No. 2 Tahun 2025 Tentang Pengawasan Keimigrasian dan Tindak Administratif Keimigrasian di Kalimantan Selatan
Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi telah mendorong
peningkatan arus mobilitas warga negara asing ke Indonesia, termasuk wilayah
Kalimantan selatan. Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam pengawasan
keimigrasian, terutama terkait meningkatnya potensi pelanggaran hukum dan
gangguan terhadap ketertiban umum. Diperlukan instrumen hukum yang efektif
untuk menjamin pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing,
sehingga Permenimipas no 2 tahun 2025 hadir sebagai peraturan yang mengatur
tata cara pengawasan dan tindakan administratif keimigrasian. Namun, luasnya
wilayah kerja dan terbatasnya sumber daya di Kalimantan selatan menjadi
hambatan dalam implementasi kebijakan tersebut, yang memerlukan evaluasi
mendalam untuk menilai efektivitasnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efektivitas
penerapan permenimipas no 2 tahun 2025 dalam pengawasan keimigrasian di
Kalimantan selatan. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor
penghambat dan pendukung implementasi peraturan tersebut serta dampak yang
ditimbulkannya terhadap pengawasan keimigrasian di Kalimantan selatan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan
analisis yuridis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi
pustaka. Teknik Purposive Sampling digunakan dan pemilihan informan guna
memperoleh data yang relevan dan mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan permenimipas
No. 2 tahun 2025 masih menghadapi beberapa kendala, di antaranya kurangnya
sosialisasi WNA, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengawasan serta
minimnya sarana dan prasarana pendukung. Faktor penghambat dari kurangnya
sosialisasi ini menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman dan pelanggaran. Di sisi
lain, terdapat faktor pendukung dalam implementasi kebijakan ini, seperti adanya
dukungan instansi pemerintah daerah dan peningkatan sistem teknologi informasi
dalam pengawasan keimigrasian
Eksistensi Perempuan Di Majelis Taklim Nurul IslamPimpinan Ustadzah Syarifah Latiefah Al-Muhdor Di Desa Kurau Kabupaten Tanah Laut Perspektif Eksistensialisme Simone De Beauvoir
Majelis taklim berperan strategis dalam pemberdayaan spiritual dan sosial perempuan Muslim, khususnya di masyarakat Banjar. Penelitian ini mengkaji eksistensi perempuan dalam Majelis Taklim Nurul Islamdi Desa Kurau, Kabupaten Tanah Laut, yang dipimpin oleh Ustadzah Syarifah Latiefah Al-Muhdor. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui Eksistensi Perempuan di Majelis Taklim Nurul IslamPimpinan Ustadzah Syarifah Latiefah Al-Muhdor Di Desa Kurau Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Untuk mengetahui Perspektif Eksistensialisme Simone De Beauvoir Terhadap Eksistensi Perempuan di Majelis Taklim Nurul IslamPimpinan Ustadzah Syarifah Latiefah Al-Muhdor Di Desa Kurau Kab.Tanah Laut. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan berpijak pada teori eksistensialisme Simone de Beauvoir, khususnya konsep the Other, kebebasan, dan The Second Sex, penelitian ini menganalisis bagaimana perempuan membangun makna hidup dan identitas keagamaannya secara sadar dan reflektif di tengah budaya patriarkal.
Hasil dari penelitian ini Eksistensi perempuan dalam Majelis Taklim Nurul Islam di Desa Kurau tercermin melalui peran aktif mereka sebagai pembelajar, pengelola, dan penggerak sosial. Majelis ini menjadi ruang aman untuk mendalami agama, membahas isu kewanitaan, serta membentuk solidaritas dan kepemimpinan perempuan. Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat dan partisipasi mereka membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi subjek yang mandiri dan strategis dalam transformasi spiritual dan sosial di lingkungan masyarakat. Majelis Taklim Nurul Islam di Desa Kurau, dalam perspektif eksistensialisme Simone de Beauvoir, menjadi ruang transformatif yang memungkinkan perempuan keluar dari posisi sebagai "the Other" dan tampil sebagai subjek yang bebas, sadar, dan otonom. Melalui proses belajar yang reflektif, mereka menafsirkan agama secara kritis, membentuk identitas spiritual dan sosial secara mandiri, serta mendobrak norma patriarkal yang selama ini membatasi eksistensi merek
Pengembalian Mahar Pasca Perceraian Ba’da Dukhul (Studi Kasus di Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin)
Dinamika konflik dalam rumah tangga, seperti kurangnya komunikasi,
minimnya introspeksi, dan lemahnya pengendalian emosi, kerap kali berujung
pada perceraian sebagai solusi terakhir. Namun, perceraian sering memunculkan
problematika baru, terutama terkait aspek finansial, termasuk permasalahan
mengenai pengembalian mahar. Fokus analisis penulis terletak pada kondisi pasca
terjadinya hubungan biologis antara suami dan istri (ba’da dukhul), bukan pada
fase pra-hubungan tersebut (qabla dukhul), dengan berlandaskan perspektif
hukum syariah dan ketentuan regulasi yang berlaku.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris menggunakan
pendekatan studi kasus. Dengan subjek penelitian antara lain responden yang
terlibat langsung dalam pengembalian mahar pasca perceraian ba’da dukhul.
Pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur. Selanjutnya data diolah
dalam bentuk editing dan matriks dan data dianalisis menggunakan teknik
deskriptif kualitatif yaitu menjabarkan data mengenai pengembalian mahar dalam
konteks pasca-dukhul.
Temuan dari dua studi kasus menunjukkan bahwa permintaan tuntutan
mahar pasca talak bersifat personal dan tidak mencerminkan kebiasaan umum
dalam masyarakat. Pada kasus pertama, mantan suami menuntut pengembalian
mahar karena merasa tidak memperoleh hak sebagai suami, yang dipicu oleh
keluhan mantan istri terkait bau badan dan berujung pada konflik. Pada kasus
kedua, konflik bermula dari perselingkuhan dan persoalan hutang, di mana
mantan suami meminta kembali mahar yang telah diberikan sebagai kompensasi
atas pinjaman usaha, dan mantan istri memilih mengembalikannya untuk
mengakhiri hubungan secara tuntas. Dalam kasus ini, talak dijatuhkan oleh suami
disertai tuntutan pengembalian mahar. Mahar adalah hak mutlak istri setelah
ba’da dukhul dan bukan hutang yang dapat ditagih. Tindakan tersebut tidak
memiliki dasar dalam hukum Islam maupun peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Sehingga perlunya pemahaman yang tepat tentang hukum syariah dan
hukum negara sangat penting agar kasus serupa tidak terulang, khususnya di
Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin