IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Al-Qur’an sebagai Media Self Healing (Kajian Terhadap Buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT)
Fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental di era modern
mendorong berkembangnya berbagai pendekatan pemulihan diri (self healing) di
tengah masyarakat. Namun, praktik self healing yang populer sering kali dipahami
secara sempit sebagai aktivitas rekreatif, sehingga mengaburkan makna
penyembuhan batin yang sesungguhnya. Dalam Islam, konsep penyembuhan diri
berkaitan dengan syifâ’, yaitu pemulihan batin melalui pendekatan spiritual. Al
Qur’an sebagai sumber ajaran Islam diyakini memiliki fungsi tersebut, meskipun
kajian akademik yang memposisikan Al-Qur’an sebagai media self healing masih
relatif terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Al-Qur’an diposisikan sebagai
media self healing dalam buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT
serta keterkaitannya dengan konsep self healing dalam psikologi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan
menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang dikutip dalam buku tersebut berdasarkan
perspektif tafsir mufasir klasik dan modern serta teori self healing dalam psikologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai media
self healing melalui proses refleksi, pemaknaan ayat, dan internalisasi nilai-nilai
Qur’ani yang berorientasi pada penguatan batin, ketenangan jiwa, dan pemulihan
emosional. Analisis terhadap Q.S. Yûnus ayat 57, Q.S. At-Taubah ayat 40, Q.S. Az
Zumar ayat 53–54, Q.S. Ar-Ra’d ayat 28, dan Q.S. Al-Qaṣaṣ ayat 7 memperlihatkan
bahwa ayat-ayat tersebut merepresentasikan respons Qur’ani terhadap kegelisahan,
ketakutan, keputusasaan, dan kecemasan manusia, yang bekerja melalui
penghayatan makna, regulasi emosi, dan pembentukan kesadaran batin. Keterkaitan
antara konsep self healing dalam Al-Qur’an dan teori self healing dalam psikologi
bersifat fungsional, bukan epistemologis, di mana Al-Qur’an dipahami sebagai
sumber nilai dan makna spiritual, sementara psikologi berperan sebagai kerangka
bantu untuk menjelaskan mekanisme kejiwaan yang terlibat, sehingga buku Self
Healing with Qur’an merepresentasikan pemaknaan Al-Qur’an sebagai media
pemulihan batin yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani serta berorientasi pada
penguatan iman dan ketenangan jiwa
Akulturasi Nilai-Nilai Islam dan Budaya dalam Pendidikan Islam Masyarakat Adat Kajang di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan
Penelitian ini mengkaji akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Berbasis sistem nilai Pasang ri Kajang, nilai-nilai adat seperti tallasa’ kamase-masea (kesederhanaan), kejujuran, kepatuhan sosial, dan harmoni ekologis terintegrasi dengan ajaran Islam melalui proses dialogis dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk 1).Menganalisis proses akulturasi nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dan 2).Menganalisis integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis artefak, dengan informan Ammatoa, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, tokoh masyarakat, orang tua, serta generasi muda masyarakat adat Kajang. Analisis data dilakukan dengan tahapan Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung melalui strategi integrasi kultural yang dialogis, sistematis, dan berkelanjutan, bukan secara insidental. Proses tersebut terjadi melalui tahapan pedagogis berupa penyesuaian teologis dan moral, internalisasi nilai melalui pembiasaan sosial dan ritual adat, serta pelembagaan nilai dalam struktur adat dan hukum sosial, sehingga pendidikan Islam berkembang sebagai pendidikan kultural yang hidup. Integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung dengan menjadikan adat sebagai media utama internalisasi nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Pasang ri Kajang berfungsi sebagai cultural tools yang dimediasi oleh tokoh adat, tokoh agama, guru, dan orang tua dalam menyelaraskan adat dengan ajaran Islam. Melalui pembiasaan dan keteladanan sosial, nilai Islam dihidupi sebagai norma kolektif dan diinternalisasi secara bertahap hingga menjadi kesadaran religius personal, sehingga pendidikan Islam bersifat kontekstual, dialogis, dan transformatif tanpa menegasikan adat
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Kerja Tenaga Kependidikan (Studi Kasus di MA Raudhatusysyubban Sungai Tabuk Kabupaten Banjar)
Pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam bidang administrasi
pendidikan merupakan tuntutan krusial guna mendukung profesionalisme serta
kinerja tenaga kependidikan. Namun, implementasi di lapangan sering menghadapi
kendala teknis dan keterbatasan keterampilan pengguna. Kondisi tersebut juga
ditemukan di MA Raudhatusysyubban Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, sehingga
diperlukan kajian mendalam terkait hal ini. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan secara komprehensif bagaimana pemanfaatan teknologi informasi
dilakukan serta kontribusinya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja
tenaga kependidikan pada madrasah tersebut.
Landasan teori merujuk pada konsep Peter F. Drucker mengenai efektivitas
(doing the right things) dan efisiensi (doing things right). Efektivitas berfokus pada
kualitas hasil kerja , sedangkan efisiensi menekankan optimalisasi sumber daya.
Fokus kajian diarahkan pada tiga platform utama manajerial Kementerian Agama,
yaitu EMIS, SIMPATIKA, dan e-RKAM.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam
dengan tenaga kependidikan dan kepala madrasah, serta dokumentasi administrasi
digital. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui kredibilitas,
transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi
meningkatkan efektivitas kerja melalui akurasi, keteraturan alur administrasi, dan
validitas data yang didukung verifikasi digital sehingga meminimalkan kesalahan
administrasi. Efisiensi kerja tercapai melalui percepatan penyusunan laporan,
penghematan waktu, serta pengurangan pekerjaan manual dan penggunaan kertas.
Kendala yang muncul berupa gangguan jaringan dan perbedaan kemampuan teknis
operator, namun hambatan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi kerja dan
pembelajaran mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi informasi
berkontribusi dalam memperkuat tata kelola administrasi madrasah secara lebih
efektif
Kesadaran Buruh Sawit Terhadap Praktik Utang Piutang Di Desa Teluk Haur Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin
Praktik utang piutang merupakan fenomena yang lazim dijumpai dalam
kehidupan masyarakat perdesaan, khususnya pada kelompok buruh sawit yang
memiliki keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis Kesadaran Hukum Buruh Sawit Terhadap Praktik
Utang Piutang di Desa Teluk Haur, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten
Tapin, ditinjau dari perspektif kesadaran hukum, hukum perdata, dan hukum Islam,
serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum
masyarakat terhadap praktik tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara dengan buruh sawit dan
pemberi pinjaman, serta observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara
deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori kesadaran hukum Soerjono
Soekanto serta pendekatan hukum perdata dan fiqh muamalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Utang piutang di Desa Teluk
Haur pada umumnya dilakukan secara lisan tanpa perjanjian tertulis, dengan
penambahan yang relatif tinggi, yaitu berkisar antara 10–20% per bulan. Ditinjau
dari perspektif hukum perdata, praktik Utang piutang dengan penambahan tinggi
tersebut berpotensi mengandung sebab yang bertentangan dengan kesusilaan,
sehingga perjanjiannya dapat dinyatakan batal demi hukum. Sementara itu, dalam
perspektif hukum Islam, praktik tersebut tidak memenuhi ketentuan akad qardh
yang sah karena adanya tambahan (bunga) yang disyaratkan sejak awal, sehingga
dapat dikualifikasikan sebagai riba yang diharamkan. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa praktik Utang piutang buruh sawit di Desa Teluk Haur tidak hanya
merupakan persoalan individual, tetapi juga persoalan struktural yang memerlukan
intervensi hukum, ekonomi, dan sosial secara komprehensif. Praktik ini diterima
sebagai kebiasaan sosial meskipun secara substansi bertentangan dengan prinsip
keadilan dan kepatutan. Tingkat kesadaran hukum buruh sawit terhadap praktik
Utang piutang masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain rendahnya tingkat pendidikan, kondisi ekonomi yang lemah, sistem upah
bulanan, ketiadaan akses lembaga keuangan formal, lemahnya peran penegak
hukum, serta norma sosial dan budaya yang permisif terhadap praktik Utang
piutang berbung
Pengembangan Modul StoryTelling Untuk Meningkatkan Minat Baca di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru
Minat baca anak merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan
budaya literasi sejak dini. Namun, berdasarkan hasil observasi di Dinas Arsip dan
Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, minat baca anak masih tergolong rendah,
ditandai dengan kecenderungan anak-anak yang lebih banyak bermain
dibandingkan membaca buku. Program StoryTelling sebelumnya terbukti mampu
meningkatkan minat baca anak, tetapi pelaksanaannya belum berkelanjutan karena
belum adanya panduan atau modul tertulis yang dapat digunakan secara mandiri
oleh pustakawan. Oleh karena itu, diperlukan suatu produk pembelajaran berupa
modul StoryTelling yang sistematis dan mudah digunakan untuk mendukung
kegiatan literasi anak di perpustakaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul StoryTelling sebagai
panduan pustakawan serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan
efektivitas modul dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan
Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE
yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan
evaluasi.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket,
dan tes. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kepraktisan
modul diukur menggunakan angket respon pustakawan, sedangkan efektivitas
modul diukur melalui pre-test dan post-test minat baca anak menggunakan skala
smiley face. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif
kuantitatif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired Sample T-Test, serta
perhitungan N-Gain Score untuk mengetahui tingkat efektivitas modul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul StoryTelling yang
dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata persentase kevalidan sebesar 80%
dan kategori valid dengan revisi kecil. Modul juga memperoleh tingkat kepraktisan
sebesar 92,5% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan
adanya peningkatan signifikan minat baca anak, dengan nilai rata-rata pre-test
sebesar 14,20 dan post-test sebesar 28,25. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan
nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta nilai N-Gain sebesar 0,8067 dengan
kategori tinggi. Dengan demikian, modul StoryTelling dinyatakan efektif dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota
Banjarbaru
Strategi Guru dalam Mengajarkan Keterampilan Fiqh Ibadah pada Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Harapan Bunda Banjarmasin
Pembelajaran fiqh ibadah bagi anak tunagrahita memerlukan strategi
khusus karena keterbatasan kemampuan intelektual yang dimiliki membuat
mereka sulit memahami konsep abstrak dalam ajaran agama, termasuk tata cara
dan makna ibadah shalat. Oleh karena itu, guru di Sekolah Luar Biasa (SLB)
dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang konkret, berulang, dan
disesuaikan dengan kemampuan individual siswa agar mereka mampu memahami
serta melaksanakan ibadah secara mandiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru
serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapan strategi dalam pembelajaran
keterampilan fiqh ibadah shalat bagi anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa
(SLB) Harapan Bunda Banjarmasin.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru
Pendidikan Agama Islam dan siswa tunagrahita. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan
model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembelajaran
fiqh ibadah shalat dilakukan secara konkret melalui metode demonstrasi,
pengulangan, pembiasaan, serta pendekatan individual yang disesuaikan dengan
kemampuan masing-masing anak. Faktor pendukung pembelajaran meliputi
komitmen dan kesabaran guru, dukungan dari pihak sekolah, serta pemanfaatan
media pembelajaran yang sesuai. Adapun faktor penghambatnya antara lain
keterbatasan kognitif siswa, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya penguatan
di rumah. Secara keseluruhan, strategi guru di SLB Harapan Bunda Banjarmasin
bersifat adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan individual siswa
sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan beribadah serta membentuk
kemandirian spiritual pada anak tunagrahita
Penerapan Penggunaan Media Sistem Artificial Intelligence (AI) ChatGPT Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Deret Bilangan Kelas X di Sekolah SMA Islam Sabilal Muhtadin Kota Banjarmasin Tahun Ajaran 2025/2026
Pendidikan mempunyai peran penting dalam membentuk kemampuan
berpikir kritis siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika. Namun, proses
pembelajaran matematika di sekolah masih sering didominasi oleh metode
konvensional yang berpusat pada guru, sehingga kemampuan berpikir kritis
matematis siswa belum berkembang secara optimal, terutama pada materi deret
bilangan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu
mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka memahami konsep
secara lebih mendalam dan aplikatif. Salah satu alternatif yang dapat digunakan
adalah dengan media sistem Artificial Intelligence (AI) ChatGPT. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa
sebelum di terapkan media AI ChatGPT (2) kemampuan berpikir kritis matematis
siswa sesudah di terapkan media AI ChatGPT (3) pengaruh dari media AI ChatGPT
terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa (4) respon kemampuan
berpikir kritis matematis siswa pada Materi Deret Bilangan dalam penerapan media
Sistem AI ChatGPT.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan
desain Quasi-Experiment melalui One-Group Pretest-Posttest Design. Data di
kumpulkan menggunakan tes yitu pretest dan posttest yang telah diuji validitas oleh
validator ahli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA
Islam Sabilal Muhtadin Kota Banjarmasin yang terdiri dari satu kelas berjumlah 33
orang siswa, dengan sampel kelas X. Pengumpulan data dilakukan dengan tes,
angket, dan dokumentasi. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan uji
analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji hipotesis
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hasil tes kemampuan berpikir kritis
Matematis siswa sebelum diterapkannya media sistem AI ChatGPT berada dengan
nilai rata-rata pretest sebesar 37,21 (2) Hasil tes kemampuan berpikir kritis
matematis siswa sesudah diterapkannya media sistem AI ChatGPT berada dengan
nilai rata-rata posttestt sebesar 73,09 (3) pengaruh media AI ChatGPT terhadap
kemampuan berpikir kritis matematis siswa dapat dilihat dari hasil selisih nilai ratarata
adalah
sebesar
-35,879
yang
artinya
ada
pengaruh
kemampuan
berpikir
kritis
matematis siswa, (4) Hasil respon kemampuan berpikir kritis matematis siswa
dalam di terapkannya media AI ChatGPT menunjukkan dengan kategori sangat
baik
Program Kewirausahaan Outing Class di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3
Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter dan
keterampilan dasar anak. Pada masa perkembangannya, anak membutuhkan
pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, salah satunya melalui program
kewirausahaan dengan kegiatan outing class. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pelaksanaan program kewirausahaan outing class serta faktor pendukung dan
penghambat program tersebut di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3.
kualitatif.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian
Pengumpulan data menggunakan wawancara dan
dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan pendidik yang
meliputi guru KB, Guru TK A, dan Guru TK B di PAUD Terpadu Khalifah
Banjarmasin 3. Sedangkan objek penelitian ini adalah pelaksanaan program
kewirausahaan outing class serta faktor pendukung dan penghambat program
tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan yaitu pelaksanaan program kewirausahaan
outing class di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3 terbagi menjadi tiga
program yaitu market day, cooking class, dan kunjungan usaha. Faktor pendukung
dukungan sekolah, orang tua, dan antusias anak didik. Faktor pengambat
katerbatasan waktu pelaksanaan, keterlibatan anak didik yang kurang maksimal,
dan kendala koordinasi pengawasan
Program Lima Hari Penerapan Metode Talaqqi pada Pembelajaran Qiraʻat Sab’ah di Taman Pendidikan Qur’an Al Mumtaaz Pelaihari
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya lembaga pendidikan
yang mengajarkan qiraʻat sab’ah secara sistematis, serta anggapan bahwa
pembelajaran qiraʻat memerlukan waktu yang panjang dan sulit diterapkan secara
efektif dalam durasi singkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran qiraʻat
sab’ah serta menganalisis efektivitas program lima hari penerapan metode talaqqi
pada pembelajaran qiraʻat saab’ah di Taman Pendidikan Qur’an Al-Mumtaaz
Pelaihari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pengajar qiraʻat sab’ah dan
santri yang mengikuti program pembelajaran lima hari. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis
data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran qiraʻat sab’ah di TPQ
Al-Mumtaaz Pelaihari dilaksanakan secara terstruktur melalui penerapan metode
talaqqi yang menekankan interaksi langsung antara guru dan santri. Program lima
hari yang dilaksanakan pada masa libur sekolah dan kuliah dinilai efektif karena
didukung oleh pengaturan durasi dan intensitas pertemuan yang menyesuaikan
kesiapan santri. Metode talaqqi yang dipadukan dengan latihan intensif dan
koreksi langsung mampu meningkatkan kualitas bacaan santri, terutama pada
aspek makhraj, sifat huruf, panjang-pendek bacaan, serta penguasaan lagu
Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Simbol Motif Kain Sasirangan (Kangkung Kaombakan dan Ombak Sinapur Karang)
Kain Sasirangan Adalah bukti warisan nenek moyang Masyarakat Banjar
yang memiliki nilai Sejarah dan filosofi mendalam. Pada awal pembuatan kain ini
tidak sekedar berfungsi sebagai penutup tubuh, melaikan digunakan didalam
berbagai upacara adat dan pengobatan tradisional. Setiap motif sasirangan lahir dari
kearifan lokal yang diturunkan secara turun-temurun sekaligus merepresentasikan
pandangan hidup Masyarakat Banjar. Hal ini pun selaras dengan Q.S Al-A’raf (26)
yang berarti : Wahai anak cucu Adam, Sesungguhnya kami telah menyediakan
pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian
takwa, itulah yang lebih baik. Demikian Sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah,
mudah-mudahan mereka ingat.
Penelitian dilakukan dengan tujuan menggali Nilai-Nilai Pendidikan Islam
yang terdapat pada Sejarah dan makna pada motif kain sasirangan yang terkhusus
pada 2 motif kain sasirangan yaitu kangkong kaombakan dan ombak sinapur
karang. Penelitipun ingin mengetahui nilai-nilai Pendidikan islam yang
berkesinambungan dengan nilai-nilai makna motif kain sasirangan pada kangkong
kaombakan dan ombak sinapur karang.
Jenis Penelitian yang digunakan ialah Kualitatif dengan pendekatan field
research dan Etnografi. Dimana peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data
dengan mengamati peristiwa yang terjadi dilapangan, wawancara dengan
narasumber, dan dokumen yang berkaitan yang kemudian data disajikan dalam
bentuk narasi deskriptif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam Makna motif kain sasirangan
kangkung kaombakan dan ombak sinapur karang terdapat nilai-nilai pendidikan
Islam, hal ini terlihat dari simbolik makna dari kedua motif tersebut yang
mengandung nilai ketenangan, ketahanan mental, serta sikap tidak mudah
menyerah ketika menghadapi tekanan dan kesulitan. Adapun kedua motif ini
memiliki perbedaan dalam konsep penekanan nilai sabar