IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Al-Qur’an sebagai Media Self Healing (Kajian Terhadap Buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT)

    Full text link
    Fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental di era modern mendorong berkembangnya berbagai pendekatan pemulihan diri (self healing) di tengah masyarakat. Namun, praktik self healing yang populer sering kali dipahami secara sempit sebagai aktivitas rekreatif, sehingga mengaburkan makna penyembuhan batin yang sesungguhnya. Dalam Islam, konsep penyembuhan diri berkaitan dengan syifâ’, yaitu pemulihan batin melalui pendekatan spiritual. Al Qur’an sebagai sumber ajaran Islam diyakini memiliki fungsi tersebut, meskipun kajian akademik yang memposisikan Al-Qur’an sebagai media self healing masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Al-Qur’an diposisikan sebagai media self healing dalam buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT serta keterkaitannya dengan konsep self healing dalam psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang dikutip dalam buku tersebut berdasarkan perspektif tafsir mufasir klasik dan modern serta teori self healing dalam psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai media self healing melalui proses refleksi, pemaknaan ayat, dan internalisasi nilai-nilai Qur’ani yang berorientasi pada penguatan batin, ketenangan jiwa, dan pemulihan emosional. Analisis terhadap Q.S. Yûnus ayat 57, Q.S. At-Taubah ayat 40, Q.S. Az Zumar ayat 53–54, Q.S. Ar-Ra’d ayat 28, dan Q.S. Al-Qaṣaṣ ayat 7 memperlihatkan bahwa ayat-ayat tersebut merepresentasikan respons Qur’ani terhadap kegelisahan, ketakutan, keputusasaan, dan kecemasan manusia, yang bekerja melalui penghayatan makna, regulasi emosi, dan pembentukan kesadaran batin. Keterkaitan antara konsep self healing dalam Al-Qur’an dan teori self healing dalam psikologi bersifat fungsional, bukan epistemologis, di mana Al-Qur’an dipahami sebagai sumber nilai dan makna spiritual, sementara psikologi berperan sebagai kerangka bantu untuk menjelaskan mekanisme kejiwaan yang terlibat, sehingga buku Self Healing with Qur’an merepresentasikan pemaknaan Al-Qur’an sebagai media pemulihan batin yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani serta berorientasi pada penguatan iman dan ketenangan jiwa

    Akulturasi Nilai-Nilai Islam dan Budaya dalam Pendidikan Islam Masyarakat Adat Kajang di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Berbasis sistem nilai Pasang ri Kajang, nilai-nilai adat seperti tallasa’ kamase-masea (kesederhanaan), kejujuran, kepatuhan sosial, dan harmoni ekologis terintegrasi dengan ajaran Islam melalui proses dialogis dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk 1).Menganalisis proses akulturasi nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dan 2).Menganalisis integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis artefak, dengan informan Ammatoa, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, tokoh masyarakat, orang tua, serta generasi muda masyarakat adat Kajang. Analisis data dilakukan dengan tahapan Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung melalui strategi integrasi kultural yang dialogis, sistematis, dan berkelanjutan, bukan secara insidental. Proses tersebut terjadi melalui tahapan pedagogis berupa penyesuaian teologis dan moral, internalisasi nilai melalui pembiasaan sosial dan ritual adat, serta pelembagaan nilai dalam struktur adat dan hukum sosial, sehingga pendidikan Islam berkembang sebagai pendidikan kultural yang hidup. Integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung dengan menjadikan adat sebagai media utama internalisasi nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Pasang ri Kajang berfungsi sebagai cultural tools yang dimediasi oleh tokoh adat, tokoh agama, guru, dan orang tua dalam menyelaraskan adat dengan ajaran Islam. Melalui pembiasaan dan keteladanan sosial, nilai Islam dihidupi sebagai norma kolektif dan diinternalisasi secara bertahap hingga menjadi kesadaran religius personal, sehingga pendidikan Islam bersifat kontekstual, dialogis, dan transformatif tanpa menegasikan adat

    Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Kerja Tenaga Kependidikan (Studi Kasus di MA Raudhatusysyubban Sungai Tabuk Kabupaten Banjar)

    Full text link
    Pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam bidang administrasi pendidikan merupakan tuntutan krusial guna mendukung profesionalisme serta kinerja tenaga kependidikan. Namun, implementasi di lapangan sering menghadapi kendala teknis dan keterbatasan keterampilan pengguna. Kondisi tersebut juga ditemukan di MA Raudhatusysyubban Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, sehingga diperlukan kajian mendalam terkait hal ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara komprehensif bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dilakukan serta kontribusinya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja tenaga kependidikan pada madrasah tersebut. Landasan teori merujuk pada konsep Peter F. Drucker mengenai efektivitas (doing the right things) dan efisiensi (doing things right). Efektivitas berfokus pada kualitas hasil kerja , sedangkan efisiensi menekankan optimalisasi sumber daya. Fokus kajian diarahkan pada tiga platform utama manajerial Kementerian Agama, yaitu EMIS, SIMPATIKA, dan e-RKAM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tenaga kependidikan dan kepala madrasah, serta dokumentasi administrasi digital. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi meningkatkan efektivitas kerja melalui akurasi, keteraturan alur administrasi, dan validitas data yang didukung verifikasi digital sehingga meminimalkan kesalahan administrasi. Efisiensi kerja tercapai melalui percepatan penyusunan laporan, penghematan waktu, serta pengurangan pekerjaan manual dan penggunaan kertas. Kendala yang muncul berupa gangguan jaringan dan perbedaan kemampuan teknis operator, namun hambatan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi kerja dan pembelajaran mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi informasi berkontribusi dalam memperkuat tata kelola administrasi madrasah secara lebih efektif

    Kesadaran Buruh Sawit Terhadap Praktik Utang Piutang Di Desa Teluk Haur Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin

    Full text link
    Praktik utang piutang merupakan fenomena yang lazim dijumpai dalam kehidupan masyarakat perdesaan, khususnya pada kelompok buruh sawit yang memiliki keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kesadaran Hukum Buruh Sawit Terhadap Praktik Utang Piutang di Desa Teluk Haur, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, ditinjau dari perspektif kesadaran hukum, hukum perdata, dan hukum Islam, serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara dengan buruh sawit dan pemberi pinjaman, serta observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori kesadaran hukum Soerjono Soekanto serta pendekatan hukum perdata dan fiqh muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Utang piutang di Desa Teluk Haur pada umumnya dilakukan secara lisan tanpa perjanjian tertulis, dengan penambahan yang relatif tinggi, yaitu berkisar antara 10–20% per bulan. Ditinjau dari perspektif hukum perdata, praktik Utang piutang dengan penambahan tinggi tersebut berpotensi mengandung sebab yang bertentangan dengan kesusilaan, sehingga perjanjiannya dapat dinyatakan batal demi hukum. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, praktik tersebut tidak memenuhi ketentuan akad qardh yang sah karena adanya tambahan (bunga) yang disyaratkan sejak awal, sehingga dapat dikualifikasikan sebagai riba yang diharamkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik Utang piutang buruh sawit di Desa Teluk Haur tidak hanya merupakan persoalan individual, tetapi juga persoalan struktural yang memerlukan intervensi hukum, ekonomi, dan sosial secara komprehensif. Praktik ini diterima sebagai kebiasaan sosial meskipun secara substansi bertentangan dengan prinsip keadilan dan kepatutan. Tingkat kesadaran hukum buruh sawit terhadap praktik Utang piutang masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya tingkat pendidikan, kondisi ekonomi yang lemah, sistem upah bulanan, ketiadaan akses lembaga keuangan formal, lemahnya peran penegak hukum, serta norma sosial dan budaya yang permisif terhadap praktik Utang piutang berbung

    Pengembangan Modul StoryTelling Untuk Meningkatkan Minat Baca di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru

    Full text link
    Minat baca anak merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan budaya literasi sejak dini. Namun, berdasarkan hasil observasi di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, minat baca anak masih tergolong rendah, ditandai dengan kecenderungan anak-anak yang lebih banyak bermain dibandingkan membaca buku. Program StoryTelling sebelumnya terbukti mampu meningkatkan minat baca anak, tetapi pelaksanaannya belum berkelanjutan karena belum adanya panduan atau modul tertulis yang dapat digunakan secara mandiri oleh pustakawan. Oleh karena itu, diperlukan suatu produk pembelajaran berupa modul StoryTelling yang sistematis dan mudah digunakan untuk mendukung kegiatan literasi anak di perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul StoryTelling sebagai panduan pustakawan serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas modul dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kepraktisan modul diukur menggunakan angket respon pustakawan, sedangkan efektivitas modul diukur melalui pre-test dan post-test minat baca anak menggunakan skala smiley face. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired Sample T-Test, serta perhitungan N-Gain Score untuk mengetahui tingkat efektivitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul StoryTelling yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata persentase kevalidan sebesar 80% dan kategori valid dengan revisi kecil. Modul juga memperoleh tingkat kepraktisan sebesar 92,5% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat baca anak, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 14,20 dan post-test sebesar 28,25. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta nilai N-Gain sebesar 0,8067 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, modul StoryTelling dinyatakan efektif dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru

    Strategi Guru dalam Mengajarkan Keterampilan Fiqh Ibadah pada Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Harapan Bunda Banjarmasin

    Full text link
    Pembelajaran fiqh ibadah bagi anak tunagrahita memerlukan strategi khusus karena keterbatasan kemampuan intelektual yang dimiliki membuat mereka sulit memahami konsep abstrak dalam ajaran agama, termasuk tata cara dan makna ibadah shalat. Oleh karena itu, guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang konkret, berulang, dan disesuaikan dengan kemampuan individual siswa agar mereka mampu memahami serta melaksanakan ibadah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapan strategi dalam pembelajaran keterampilan fiqh ibadah shalat bagi anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Harapan Bunda Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan siswa tunagrahita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembelajaran fiqh ibadah shalat dilakukan secara konkret melalui metode demonstrasi, pengulangan, pembiasaan, serta pendekatan individual yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Faktor pendukung pembelajaran meliputi komitmen dan kesabaran guru, dukungan dari pihak sekolah, serta pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterbatasan kognitif siswa, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya penguatan di rumah. Secara keseluruhan, strategi guru di SLB Harapan Bunda Banjarmasin bersifat adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan individual siswa sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan beribadah serta membentuk kemandirian spiritual pada anak tunagrahita

    Penerapan Penggunaan Media Sistem Artificial Intelligence (AI) ChatGPT Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Deret Bilangan Kelas X di Sekolah SMA Islam Sabilal Muhtadin Kota Banjarmasin Tahun Ajaran 2025/2026

    Full text link
    Pendidikan mempunyai peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika. Namun, proses pembelajaran matematika di sekolah masih sering didominasi oleh metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga kemampuan berpikir kritis matematis siswa belum berkembang secara optimal, terutama pada materi deret bilangan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka memahami konsep secara lebih mendalam dan aplikatif. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan media sistem Artificial Intelligence (AI) ChatGPT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebelum di terapkan media AI ChatGPT (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa sesudah di terapkan media AI ChatGPT (3) pengaruh dari media AI ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa (4) respon kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada Materi Deret Bilangan dalam penerapan media Sistem AI ChatGPT. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain Quasi-Experiment melalui One-Group Pretest-Posttest Design. Data di kumpulkan menggunakan tes yitu pretest dan posttest yang telah diuji validitas oleh validator ahli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Islam Sabilal Muhtadin Kota Banjarmasin yang terdiri dari satu kelas berjumlah 33 orang siswa, dengan sampel kelas X. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, angket, dan dokumentasi. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji hipotesis Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hasil tes kemampuan berpikir kritis Matematis siswa sebelum diterapkannya media sistem AI ChatGPT berada dengan nilai rata-rata pretest sebesar 37,21 (2) Hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa sesudah diterapkannya media sistem AI ChatGPT berada dengan nilai rata-rata posttestt sebesar 73,09 (3) pengaruh media AI ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dapat dilihat dari hasil selisih nilai ratarata adalah sebesar -35,879 yang artinya ada pengaruh kemampuan berpikir kritis matematis siswa, (4) Hasil respon kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam di terapkannya media AI ChatGPT menunjukkan dengan kategori sangat baik

    Program Kewirausahaan Outing Class di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3

    Full text link
    Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan dasar anak. Pada masa perkembangannya, anak membutuhkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, salah satunya melalui program kewirausahaan dengan kegiatan outing class. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program kewirausahaan outing class serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3. kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan pendidik yang meliputi guru KB, Guru TK A, dan Guru TK B di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3. Sedangkan objek penelitian ini adalah pelaksanaan program kewirausahaan outing class serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan yaitu pelaksanaan program kewirausahaan outing class di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3 terbagi menjadi tiga program yaitu market day, cooking class, dan kunjungan usaha. Faktor pendukung dukungan sekolah, orang tua, dan antusias anak didik. Faktor pengambat katerbatasan waktu pelaksanaan, keterlibatan anak didik yang kurang maksimal, dan kendala koordinasi pengawasan

    Program Lima Hari Penerapan Metode Talaqqi pada Pembelajaran Qiraʻat Sab’ah di Taman Pendidikan Qur’an Al Mumtaaz Pelaihari

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya lembaga pendidikan yang mengajarkan qiraʻat sab’ah secara sistematis, serta anggapan bahwa pembelajaran qiraʻat memerlukan waktu yang panjang dan sulit diterapkan secara efektif dalam durasi singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran qiraʻat sab’ah serta menganalisis efektivitas program lima hari penerapan metode talaqqi pada pembelajaran qiraʻat saab’ah di Taman Pendidikan Qur’an Al-Mumtaaz Pelaihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pengajar qiraʻat sab’ah dan santri yang mengikuti program pembelajaran lima hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran qiraʻat sab’ah di TPQ Al-Mumtaaz Pelaihari dilaksanakan secara terstruktur melalui penerapan metode talaqqi yang menekankan interaksi langsung antara guru dan santri. Program lima hari yang dilaksanakan pada masa libur sekolah dan kuliah dinilai efektif karena didukung oleh pengaturan durasi dan intensitas pertemuan yang menyesuaikan kesiapan santri. Metode talaqqi yang dipadukan dengan latihan intensif dan koreksi langsung mampu meningkatkan kualitas bacaan santri, terutama pada aspek makhraj, sifat huruf, panjang-pendek bacaan, serta penguasaan lagu

    Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Simbol Motif Kain Sasirangan (Kangkung Kaombakan dan Ombak Sinapur Karang)

    Full text link
    Kain Sasirangan Adalah bukti warisan nenek moyang Masyarakat Banjar yang memiliki nilai Sejarah dan filosofi mendalam. Pada awal pembuatan kain ini tidak sekedar berfungsi sebagai penutup tubuh, melaikan digunakan didalam berbagai upacara adat dan pengobatan tradisional. Setiap motif sasirangan lahir dari kearifan lokal yang diturunkan secara turun-temurun sekaligus merepresentasikan pandangan hidup Masyarakat Banjar. Hal ini pun selaras dengan Q.S Al-A’raf (26) yang berarti : Wahai anak cucu Adam, Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikian Sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat. Penelitian dilakukan dengan tujuan menggali Nilai-Nilai Pendidikan Islam yang terdapat pada Sejarah dan makna pada motif kain sasirangan yang terkhusus pada 2 motif kain sasirangan yaitu kangkong kaombakan dan ombak sinapur karang. Penelitipun ingin mengetahui nilai-nilai Pendidikan islam yang berkesinambungan dengan nilai-nilai makna motif kain sasirangan pada kangkong kaombakan dan ombak sinapur karang. Jenis Penelitian yang digunakan ialah Kualitatif dengan pendekatan field research dan Etnografi. Dimana peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data dengan mengamati peristiwa yang terjadi dilapangan, wawancara dengan narasumber, dan dokumen yang berkaitan yang kemudian data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam Makna motif kain sasirangan kangkung kaombakan dan ombak sinapur karang terdapat nilai-nilai pendidikan Islam, hal ini terlihat dari simbolik makna dari kedua motif tersebut yang mengandung nilai ketenangan, ketahanan mental, serta sikap tidak mudah menyerah ketika menghadapi tekanan dan kesulitan. Adapun kedua motif ini memiliki perbedaan dalam konsep penekanan nilai sabar

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇