IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
تطبيق أسلوب الإملاء المسموع في تعليم الكتابة لطالبات الصف الأول في معهد منبع العلوم للبنات ببنجر كاليمنتان الجنوبية = Penerapan Teknik Imla Al-Masmu' dalam Pemberlajran Kitabah bagi Santriwati Kelas Satu Pondok Pesantren Manba'ul Ulum Puteri Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan
Pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting dalam penguasaan empat keterampilan berbahasa, terutama keterampilan menulis yang sering dianggap sulit karena perbedaan sistem tulisan Arab dan Indonesia. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri Kabupaten Banjar menerapkan teknik Imla’ Masmu’, yaitu teknik menulis melalui pendengaran dan penyalinan kata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik Imla’ Masmu’ dalam pembelajaran kitabah bagi santriwati kelas satu pondok pesantren manba’ul ulum puteri serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik Imla’ Masmu’ bagi santriwati kelas satu pondok pesantren manba’ul ulum puteri sesuai teori Musthofa Isma’il Musa, meliputi langkah-langkah yaitu: tahap pembukaan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, serta menyampaikan tujuan pembelajaran imla’ masmu’, guru menjelaskan gambaran umum. Kemudian pada kegiatan inti guru menyebutkan kosakata yang berpotensi menimbulkan kesalahan dan menuliskannya di papan tulis serta melibatkan santriwati dalam diskusi sederhana untuk pemahaman makna. Selanjutnya, guru meminta para santriwati menyiapkan buku mereka, kemudian mulai mendiktekan kosakata dan mengulanginya dua hingga tiga kali. Setelah itu, guru mengumpulkan hasil tulisan mereka, kemudian dikoreksi. Pada tahap penutup guru memanfa’atkan waktu pembelajaran untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti penguatan materi, penarikan kesimpulan, dan terakhir, proses pembelajaran ditutup dengan salam. Penerapan teknik Imla’ Masmu’ juga sesuai dengan teori tujuan imla’ yang terdapat dibuku Islam kootab. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi faktor yang berkaitan dengan karakteristik bahasa tulis, faktor yang berasal dari siswa dan faktor yang berasal dari gur
Studi Deskriptif Kecerdasan Emosional pada Guru Sekolah Luar Biasa di Banjarmasin
Anak Berkebutuhan Khusus adalah mereka yang memiliki kebutuhan
khusus baik itu bersifat permanen ataupun temporer, dimana mereka mengalami
hambatan belajar dan kebutuhan yang berbeda-beda. Lembaga pendidikan di
Indonesia yang dirancang khusus bagi peserta didik yang memiliki kesulitan
dalam mengikuti proses pembelajaran disebabkan oleh kelainan fisik, emosional,
mental, sosial, serta memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa adalah
Pendidikan Luar Biasa atau lebih dikenal sebagai Sekolah Luar Biasa.
Dihadapkan pada pengalaman negatif dengan peserta didik dalam keseharian para
guru di sekolah luar biasa di saat memberikan pembelajaran berdampak secara
signifikan terhadap kondisi emosional mereka, sehingga menimbulkan ketegangan
emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecerdasan
emosional pada guru sekolah luar biasa di Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kuantitatif. Lebih jauh, penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan
(field research) dimana peneliti bergerak dengan turun langsung ke lapangan
untuk mendapatkan data-data yang diperlukan. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yang
dikombinasikan dengan sampel jenuh, yaitu sebanyak 55 orang guru yang bekerja
pada sekolah luar biasa di Banjarmasin akan bertindak sebagai responden. Data
yang terkumpul dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics 22 for Windows
untuk menguji variabel kecerdasan emosional pada guru sekolah luar biasa di
Banjarmasin.
Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa kecerdasan emosional
dari guru luar biasa di Banjarmasin diklasifikasikan ke dalam tiga kategori.
Pertama, pada kategori rendah dengan persentase 13% terdapat 7 orang guru.
Kedua, pada kategori sedang sebanyak 36 orang guru atau dengan persentase
65%. Ketiga, pada kategori tinggi sejumlah 22% atau 12 orang guru. Dari hasil
penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum, tingkat
kecerdasan emosional guru sekolah luar biasa di Banjarmasin yang paling
dominan adalah pada tingkat kategori sedang
Konstruksi Pengetahuan Agama Islam Anak Panti Asuhan (Studi pada PPRSAR Mulia Satria Banjarbaru, LKSA Putra Muhammadiyah Martapura, dan LKSA Putri NU Martapura)
Pengetahuan dan pemahaman agama anak dipengaruhi berbagai faktor,
seperti lingkungan keluarga, pendidikan formal, juga interaksi sosial dalam
komunitas, serta lingkungan sosial seperti panti asuhan. Panti asuhan dalam
peranannya dapat membentuk pengetahuan dan pemahaman agama anak yang
tinggal didalamnya, yaitu mereka yang tidak memperoleh pengasuhan langsung dari
keluarganya. Oleh karena itu, pendidikan agama di panti asuhan perlu dirancang
secara sistematis dan efektif agar anak asuh dapat memperoleh pengetahuan dan
pemahaman yang komprehensif mengenai agama. Selain itu materi pendidikan
agama yang beragam juga perlu diajarkan untuk anak panti asuhan dalam
menghadapi berbagai tantangan di zamannya, seperti perlunya materi pendidikan
aqidah, akhlak, dan ibadah selain dari apa yang mereka temukan di sekolah. Proses
internalisasi aqidah, akhlak, dan ibadah pada anak asuh dapat dianalisis melalui
perspektif perkembangan kognitif. Internalisasi ini tidak hanya mencakup
pengetahuan terhadap ajaran Islam, tetapi juga bagaimana anak-anak menghayati
serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu fokus dalam
penelitian ini adalah bagaimana konstruksi pengetahuan (proses dan hasil) anak
asuh dalam aspek aqidah, akhlak, dan ibadah di masing-masing panti asuhan.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana proses dan hasil anak
asuh membangun pengetahuan agama Islam dalam aspek aqidah, akhlak, dan
ibadah melalui asimilasi, akomodasi, dan equlibrasi di tiga lembaga panti asuhan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan
kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi yaitu untuk menelusuri,
menggambarkan, serta menganalisis makna yang terkandung dalam pengalaman
hidup seseorang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Adapun teknis analisis dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses membangun
pengetahuan agama islam melalui asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi pada aspek
aqidah, akhlak, dan ibadah sebagian besar anak asuh mampu berfikir reflektif dan
mendapatkan penguatan struktur kognitif, mereka mampu melakukan penyesuaian
dan modifikasi terhadap pengetahuan baru, serta memiliki keseimbangan kognitif
dengan pemahaman yang matang. Anak asuh pada PPRSAR Mulia Satria
menampilkan capaian kognitif lebih merata, sementara LKSA Putra
Muhammadiyah dan LKSA Putri NU menghadapi tantangan dalam pemerataan
pemahaman dan kebutuhan bimbingan intensif. Dengan demikian perlunya
v
integrasi pendekatan kognitif, dukungan sosial, serta pengaruh lingkungan.
Selanjutnya juga dalam mengkonstruksi pengetahuan agama dipanti asuhan
menuntut keterlibatan dimensi spiritual, afektif, dan pengalaman batin yang bersifat
personal dan intersubjektif. Dan menegaskan bahwa pembelajaran agama anak
panti asuhan bersifat dinamis, kontekstual, dan memerlukan pendekatan integratif,
juga transformatif yang adaptif dan kolaboratif. Selanjutnya pada hasil konstruksi
pengetahuan agama islam dalam aspek aqidah, akhlak, dan ibadah, sebagian besar
anak asuh dari tiga lembaga panti asuhan telah berhasil membangun pengetahuan
agama sesuai perkembangan kognitifnya. Namun, masih terdapat perbedaan tingkat
pemahaman antarindividu, terutama dalam aspek inovasi kognitif dan kestabilan
keyakinan, yang menandakan perlunya bimbingan intensif dan pendekatan
pembelajaran yang lebih personal. Keberhasilan internalisasi nilai keagamaan
sangat ditentukan oleh efektivitas metode pembelajaran, peran aktif pendidik, serta
lingkungan sosial yang mendukung proses belajar yang integratif, transformatif dan
kontekstua
Pengamalan Zikir Tarekat Sammaniyah pada Majelis Ta’lim Raudhatul Anwar di Martapura
Tarekat Sammaniyah merupakan salah satu tarekat yang berkembang pesat
di Nusantara. Tarekat ini membimbing para pengikutnya untuk membersihkan hati,
memperbaiki akhlak, dan memperdalam kesadaran rohani, sehingga menjadi salah
satu tradisi sufistik yang berpengaruh di wilayah Nusantara. Hal tersebut dapat
ditemukan pada Majelis Ta’lim Raudhatul Anwar yang dipimpin oleh Guru
Munawwar (Guru Kubah) menjadi salah satu pusat pengamalan zikir Tarekat
Sammaniyah di Kalimantan Selatan. Majelis ini melakukan kegiatan zikir secara
rutin yang dilaksanakan setelah salat Subuh dan Asar. Proses ini berfokus pada
bagaimana Pengamalan zikir Tarekat Sammaniyah di Majelis Ta’lim Raudhatul
Anwar di Kampung Melayu Ilir Martapura, serta pengaruhnya terhadap kehidupan
spiritual dan sosial jemaah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengamalan zikir Tarekat
Sammaniyah di Majelis Ta'lim Raudhatul Anwar di Martapura dan menganalisis
pengaruhnya terhadap kehidupan spiritual dan sosial jemaah.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui
observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap enam jemaah yang dipilih
secara purposive sampling, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan
melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik
triangulasi untuk memastikan validitas.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan zikir Tarekat
Sammaniyah dilaksanakan secara rutin dengan tata cara, wirid, dan adab khusus
sebagaimana diajarkan oleh Guru Munawwar. Pengamalan tersebut tidak hanya
memberi ketenangan batin, tetapi juga membentuk karakter spiritual jemaah
melalui peningkatan ketulusan, kesabaran, kedisiplinan ibadah, serta penghayatan
makna zikir. Secara sosial, zikir berpengaruh signifikan dalam mempererat
hubungan antarjemaah, menumbuhkan solidaritas, dan memperkuat ikatan
komunitas. Majelis Raudhatul Anwar berperan sebagai ruang pembinaan rohani
yang efektif, sekaligus sarana transformasi pribadi dan sosial bagi masyarakat.
Tarekat Sammaniyah tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga
sebagai metode pembinaan moral dan penguatan harmonisasi sosial di tengah
masyarakat modern
Konsep Pendidikan Fikih Taharah dalam Kitab Siyarussalikin Karya Syekh Abdussamad Al-Falimbani
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk manusia sebagai
‘Abdullah dan Khalifatullah di muka bumi. Salah satu aspek penting dalam
Pendidikan Agama Islam adalah pembelajaran fikih, khususnya tentang thaharah
(bersuci) yang menjadi dasar sahnya ibadah. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum
al-Din yang diterjemahkan dalam Siyarussalikin memandang thaharah bukan
hanya pembersihan lahiriah, tetapi juga penyucian batin dari sifat-sifat tercela.
Pemahaman ini menunjukkan bahwa pendidikan fikih thaharah memiliki makna
spiritual yang mendalam dalam membentuk insan yang suci lahir dan batin.
Penelitian ini yang bertujuan untuk mendekripsikan biografi Syekh
Abdussamad Al-Falimbani dan Konsep Pendidikan Fikih Thaharah dalam Kitab
Siyarussalikin Karya Syekh Abdussamad Al-Falimbani.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Teknik pengolahan data yang dilakukan dengan langkah
langkah koleksi, pengeditan, dan klasifikasi data. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah menghimpun literatur, mengklasifikasi buku, melakukan cek,
dan mengelompokan. analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah
menggunakan metode analisis isi, deskriptif dan induktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan fikih thaharah
dalam kitab Siyarussalikin Karya Syekh Abdussamad Al-Falimbani, bahwa
thaharah tidak hanya merupakan aktivitas fisik semata, tetapi juga merupakan
proses penyucian jiwa. Kitab Siyarussalikin menjelaskan empat tingkatan
thaharah: thaharah zhahir, jawarih, qalbiyyah, dan sirriyyah. Konsep ini
menegaskan bahwa pendidikan fikih seharusnya tidak hanya berorientasi pada
aspek hukum, tetapi juga menyentuh aspek ruhani dan akhlak. Dalam konteks
pendidikan Islam, pendekatan ini sangat relevan untuk pembentukan karakter dan
spiritualitas peserta didik. Konsep ini juga memberikan kritik terhadap pola
pendidikan fikih modern yang lebih menekankan pada hafalan dan praktik teknis.
Dengan demikian, Siyarussalikin sebagai ringkasan dari Ihya Ulumuddin dapat
dijadikan sumber pendidikan Islam yang integratif
Implementasi Perda Nomor 22 Tahun 2010 Tentang UMKM dan Program Pemberdayaan di Kota Banjarmasin
Beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Banjarmasin, telah
menetapkan peraturan daerah (perda) mengenai pemberdayaan UMKM. Namun,
pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Oktober 2025 tentang
ketidakjelasan program dan pendanaan UMKM secara umum menunjukkan
bahwa keberadaan regulasi belum menjamin efektivitas implementasinya,
sehingga mendorong perlunya evaluasi atas pelaksanaan kebijakan tersebut.
Penelitian ini menganalisis implementasi Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2010
yang telah berlaku hampir 15 tahun di Kota Banjarmasin, yang mencatat 35.897
unit UMKM. Fokus kajian mencakup keterbatasan akses pelaku UMKM terhadap
program yang diatur dalam Perda, serta kesenjangan antara ketentuan normatif
dan lemahnya pelaksanaan program maupun monitoring–evaluasi. Tujuannya
adalah menilai realisasi kebijakan di lapangan dan mengidentifikasi faktor-faktor
penyebab ketidaksesuaian implementasi.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan
sosiologi hukum. Data dihimpun melalui wawancara dengan 21 responden yang
terdiri dari pelaku UMKM di berbagai lokasi—sentra kuliner di Jalan Gatot
Subroto, Jalan Kuripan, Jalan Pengambangan, dan penerima program—serta
pejabat Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin. Selain
itu, peneliti juga mempelajari dokumen anggaran dari tahun 2023, berita online,
dan literatur akademik. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk
menelaah pola implementasi kebijakan dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya akses pelaku UMKM
terhadap program pemberdayaan dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1) alokasi
anggaran yang jauh di bawah ketentuan Pasal 7 Perda 22/2010, (2) lemahnya
sosialisasi, dan (3) kendala administratif terkait persyaratan legalitas usaha.
Kondisi ini menyebabkan hak-hak UMKM sebagaimana diatur dalam Pasal 8–9
dan 11–12 tidak terealisasi secara optimal. Selain itu, kewajiban pemerintah pada
Pasal 18-19 belum terpenuhi secara memadai; kegiatan fasilitasi, pembinaan, dan
evaluasi belum berlangsung secara berkelanjutan maupun terdokumentasi,
sementara mekanisme monitoring berbeda-beda antarprogram. Keterbatasan
sumber daya manusia serta proses evaluasi yang tidak standar dan tidak terstruktur
semakin memperlebar kesenjangan antara kerangka normatif Perda dan
pelaksanaannya dalam kebijakan daerah
Pengembangan Media Nearpod Berbasis PBL Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Materi Termodinamika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang
menekankan pemanfaatan media pembelajaran digital interaktif untuk mendukung
kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, sementara pembelajaran fisika
pada materi termodinamika masih didominasi media konvensional. Adapun tujuan
penelitian ini secara khusus yaitu: (1) Mendeskripsikan validitas media Nearpod
berbasis PBL pada materi termodinamika, (2) Mengetahui kemampuan berpikir
tingkat tinggi peserta didik setelah menggunakan media Nearpod berbasis PBL pada
materi termodinamika, (3) Mendeskripsikan respon peserta didik terhadap media
Nearpod berbasis PBL pada materi termodinamika.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Research and
Development (R&D) melalui model ADDIE yang mencakup tahap analysis, design,
development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas tiga
validator ahli dan 30 peserta didik kelas XII Moving Fisika MAN 3 Banjar. Data
dikumpulkan melalui angket validasi, tes KBTT, dan angket respon peserta didik,
kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Nearpod berbasis PBL
memperoleh tingkat validitas sebesar 92% dengan kriteria sangat tinggi.
Kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik setelah penggunaan media
mencapai 80%, berada pada kriteria tinggi. Adapun respon peserta didik sebesar
71% tergolong positif. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa media Nearpod
berbasis PBL dinyatakan efektif digunakan dalam pembelajaran fisika materi
termodinamik
Workshop Penyiapan Dokumen Akreditasi di SMPN 25 Satu Atap Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kegiatan pengabdian ini di latar belakangi oleh kondisi SMPN 25 Satu Atap
yang masih berakreditasi C dan menghadapi berbagai kendala dalam penyiapan
dokumen akreditasi sehingga dokumen sekolah belum tertata secara sistematis,
banyak eviden tidak lengkap, dan belum sesuai indikator Instrumen Akreditasi
Satuan Pendidikan 2024. Ketiadaan tenaga tata usaha turut menyebabkan
pengelolaan administrasi menjadi terkendala.
Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal dokumen
akreditasi sebelum dilaksanakannya workshop, mendeskripsikan persiapan
workshop, menjelaskan pelaksanaan workshop sebagai bentuk pendampingan, serta
mengidentifikasi dokumen yang akan dibuat dalam kegiatan workshop penyiapan
akreditasi.
Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan Participatory Action
Research (PAR) yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari
identifikasi kondisi awal, pemetaan kebutuhan dokumen, perencanaan langkah
kerja, hingga pelaksanaan penyusunan dan pengelompokan eviden dengan
melibatkan kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah.
Hasil workshop menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam
penataan dokumen akreditasi sehingga memberikan dampak positif bagi sekolah.
Kegiatan ini membantu menata ulang buku induk siswa dan buku klapper yang
baru, serta menyusun dokumen manajerial, perangkat pembelajaran, arsip
keuangan, dan laporan kegiatan sesuai komponen IASP 2024. Kepala sekolah dan
guru juga mengalami peningkatan pemahaman dalam menyusun, mengelola, dan
mengarsipkan dokumen, meskipun tidak semua dokumen dapat diselesaikan karena
keterbatasan waktu dan ketersediaan eviden sehingga masih memerlukan
penyempurnaan lebih lanju