IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Proses Resiliensi Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Anak Di Panti Asuhan Sentosa Dan Panti Asuhan Al-Ikhlas Banjarmasin
Resiliensi merupakan kemampuan penting bagi anak-anak di panti asuhan
yang menghadapi tantangan psikososial berat, seperti kehilangan keluarga dan
tekanan hidup. Pendidikan agama Islam, dengan nilai-nilai seperti sabar, tawakal,
dan syukur, menjadi salah satu pendekatan strategis untuk membangun daya tahan
anak asuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses pengembangan resiliensi
melalui pendidikan agama Islam pada anak-anak di Panti Asuhan Al-Ikhlas dan
Sentosa di Banjarmasin, serta untuk mengevaluasi faktor pendukung dan
penghambatnya.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi,
wawancara mendalam, dan angket berbasis Skala Likert. Subjek penelitian adalah
anak-anak asuh usia baligh dari kedua panti tersebut. Analisis dilakukan
berdasarkan tujuh indikator resiliensi, seperti regulasi emosi, optimisme, dan
kemampuan mencari dukungan. Validitas data diperoleh melalui triangulasi
sumber, teori, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi di
Panti Asuhan Al-Ikhlas lebih tinggi, dengan 68,75% anak berada pada kategori
resiliensi tinggi, dibandingkan dengan 37,5% di Panti Asuhan Sentosa. Perbedaan
ini dipengaruhi oleh pendekatan pendidikan agama yang lebih terstruktur, kualitas
pengasuh, dan dukungan lingkungan sosial.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan agama Islam memiliki
peran signifikan dalam meningkatkan resiliensi anak asuh, namun perlu adanya
integrasi yang lebih baik dengan pendekatan psikososial untuk mengatasi hambatan
seperti keterbatasan fasilitas dan adaptasi sosial. Temuan ini memberikan kontribusi
bagi pengembangan pendidikan agama Islam di panti asuhan, sekaligus
memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis anak
asu
Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Kebudayaan Islam berbasis Aplikasi Canva
Penelitian ini didasarkan pada keterbatasan media pembelajaran dan
kurangnya variasi sumber belajar yang digunakan oleh guru, yang selama ini masih
didominasi oleh buku teks. Dengan memanfaatkan aplikasi Canva, pengembangan
bahan ajar diharapkan mampu menghadirkan materi pembelajaran yang lebih
menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dari Thiagarajan.
Metode ini sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengembangkan bahan ajar
mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis aplikasi Canva pada kelas
X Madrasah Aliyah. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, angket,
dan dokumentasi, yang digunakan untuk mengumpulkan data kevalidan,
kepraktisan, dan keefektifan produk. Subjek penelitian melibatkan guru dan peserta
didik kelas X di dua Madrasah Aliyah di Banjarbaru. Validasi dilakukan oleh ahli
materi dan ahli media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar Sejarah Kebudayaan Islam
berbasis Canva yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif
untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Produk yang dihasilkan tidak hanya
memperkaya media ajar, tetapi juga meningkatkan pemahaman peserta didik
terhadap materi secara visual dan menarik. Dengan demikian, pengembangan bahan
ajar berbasis Canva ini direkomendasikan sebagai salah satu solusi inovatif dalam
peningkatan kualitas pembelajaran SKI
Pemetaan Kajian Skripsi Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Tahun 2020-2024
Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir telah menghasilkan banyak sarjana
dengan bermacam jenis naskah skripsinya, terutama dalam kurun waktu 5 tahun
terakhir. Penulis ingin mengetahui sudah sejauh manakah kajian Ilmu Al-Qur’an di
Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melalui naskah-naskah yang mahasiswa
kerjakan.
Penelitian ini bertujuan memetakan karya tulis ilmiah mahasiswa Jurusan
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sesuai dengan ruang lingkup kajiannya. Melalui
penelitian ini dapat diketahui peluang pembahasan bidang kajian serta tema yang
dapat diteliti oleh mahasiswa setelahnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan
kepustakaan. Sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah
naskah skripsi mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir berdasarkan SK
Yudisium tahun 2020-2024 serta website IDR UIN Antasari Banjarmasin. Juga
didukung dengan referensi yang relevan dengan penelitian ini.
Dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 455 naskah skripsi mahasiswa
Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sejak tahun 2020-2024. Dengan hasil pemetaan
12 naskah dibidang kajian Lafazh Al-Qur’an, 5 naskah dibidang kajian Qashas Al
Qur’an, 2 naskah di bidang kajian Ilmu Suwar Al-Qur’an, 8 naskah skripsi dibidang
kajian Rasm Al-Qur’an, 2 naskah skripsi dibidang kajian Balaghah Al-Qur’an, 189
naskah skripsi dibidang kajian Tafsir dan Pemikiran, 162 naskah skripsi dibidang
kajian Living Qur’an, 42 naskah skripsi dibidang kajian Qira’at Al-Qur’an dan 33
naskah skripsi dibidang kajian Tahfizh Al-Qur’an. Adapun tema kajian yang paling
dominan dibahas dari tahun 2020-2024 ialah tema Tradisi, Bacaan Al-Qur’an dan
Hafalan Al-Qur’a
Analisis Prinsip Syariah Terhadap Pembiayaan Musyarakah (Studi Kasus BMT UGT Nusantara Banjarmasin)
Pembiayaan musyarakah merupakan salah satu bentuk kerja sama dalam
perbankan syariah yang menekankan prinsip bagi hasil dan partisipasi aktif kedua
belah pihak dalam pengelolaan usaha. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan akad
ini seringkali hanya dijalankan secara formal tanpa keterlibatan langsung lembaga
pembiayaan dalam kegiatan usaha. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis
sejauh mana implementasi prinsip syariah dalam pembiayaan musyarakah di BMT
UGT Nusantara Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala cabang dan staf
terkait di BMT UGT Nusantara Banjarmasin dan kepala bagian simpanan dan
pembiayaan. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad musyarakah di BMT
UGT Nusantara Banjarmasin telah sesuai dengan prinsip syariah secara formal,
terutama dalam hal ijab dan qabul serta kesepakatan nisbah bagi hasil. Namun
dalam praktiknya, pengelolaan usaha sepenuhnya dilakukan oleh nasabah tanpa
partisipasi aktif dari pihak BMT, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam
prinsip musyarakah. Meski demikian, pembagian keuntungan dan kerugian tetap
dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi modal, sebagaimana diatur dalam
Fatwa DSN-MUI No. 08/DSN-MUI/IV/2000. Hal ini menunjukkan bahwa
meskipun implementasinya belum ideal, akad musyarakah di BMT UGT Nusantara
Banjarmasin masih berada dalam koridor prinsip syariah
Resiliensi Akademik Mahasiswa yang mengerjakan Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Mahasiswa yang mudah stress adalah mahasiswa yang tidak memiliki
resiliensi akademik yang baik. Mahasiswa seringkali merasa terbebani dengan
penyelesaian tugas akhir, akibatnya kesulitan yang dirasakan ini dapat
menimbulkan sikap negatif yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan dan
stress. Hal ini menunjukkan bahwa resiliensi dapat menjadi suatu hal yang penting
untuk penghalang atau pencegah munculnya stress pada mahasiswa, terutama
mahasiswa tingkat akhir (sedang mengerjakkan skripsi) yang dituntut agar cepat
dalam pengerjaan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat
resiliensi akademik mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Fakultas Ushuluddin
dan Humaniora Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 590 responden dan
mengambil sampel 187 responden menggunakan teknik pengambilan sampel non
probability sampling dengan memakai metode purposive sampling. Purposive
sampling adalah metode pemilihan untuk tujuan tertentu saja. Metode ini berfokus
pada sampel yang dipilih, kelompok yang memiliki spesifik dari peneliti dan tujuan
tertentu. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu uji
homogenitas, uji anova one way dan uji post-hoc untuk melihat perbedaan dari 3
kelompok (program studi, angkatan, dan jenis kelamin).
Hasil analisis yang didapat dari uji statistik. Dari analisis data diketahui
bahwa mayoritas mahasiswa yang mengerjakan skripsi Fakultas Ushuluddin dan
Humaniora Universitas Islam Negeri Banjarmasin terdapat 17 responden (9,1%)
memiliki tingkat resiliensi akademik yang rendah dan 170 responden ( 90,9%)
memiliki tingkat resiliensi akademik tinggi. Hasil uji statistik homogenitas dan
anova one way menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan resiliensi akademik
program studi (P Value =0,793) dan angkatan (P Value=1.000). Namun pada uji
post hoc terdapat perbedaan signifikan resiliensi akademik berdasarkan jenis
kelamin (P Value = 0.005) dimana mahasiwa laki-laki memiliki resiliensi akademik
yang rendah dibandingkan dengan mahasiswa perempua
Manajemen Program Literasi Al-Qur`an di Sekolah Dasar Negeri Penggerak Se Kota Banjarmasin
Surat Al-‘Alaq sebagai wahyu pertama menekankan pentingnya membaca
dan ilmu pengetahuan dalam Islam, yang diperkuat oleh Surat Al-Mujadalah ayat
11. Literasi, termasuk literasi Al-Qur’an, menjadi fondasi utama dalam pendidikan
untuk membentuk sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Namun, tingkat literasi umum dan literasi Al-Qur’an di Indonesia masih tergolong
rendah. Meski telah diluncurkan program Sekolah Penggerak untuk meningkatkan
mutu pendidikan, khususnya di bidang literasi, hingga kini belum ada penelitian
yang mengkaji manajemen program literasi Al-Qur’an di sekolah-sekolah
penggerak, termasuk di 5 Sekolah Dasar Negeri Penggerak di Kota Banjarmasin
angkatan pertama. Kota Banjarmasin dikenal sebagai kota dengan mayoritas
penduduk beragama Islam. Menanamkan kemampuan membaca dan memahami
Al-Qur’an sejak di bangku sekolah dasar akan memperkuat nilai-nilai keislaman
dalam diri siswa, membentuk akhlak mulia, serta meningkatkan kesadaran spiritual
mereka sejak usia dini. Program literasi Al-Qur’an di Sekolah Dasar sangat penting
sebagai upaya mengatasi permasalahan rendahnya kualitas literasi Al-Qur`an sejak awal
pendidikan formal. Oleh sebab itu penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen
program literasi Al-Qur`an di sekolah dasar negeri penggerak se-kota Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Metode wawancara,
observasi dan dokumentasi merupakan cara yang digunakan penulis untuk
mengumpulkan data penelitian ini. Adapun penyajian data menggunakan teknik
Deskriptif Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah dan guru
PAI dan BTQ. Objek penelitian ini adalah manajemen program literasi Al-Qur`an
di sekolah dasar negeri penggerak yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan evaluasi program literasi Al-Qur`an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lima sekolah dasar negeri penggerak
yang diteliti, yaitu SDN Pelambuan 4, SDN Antasan Kecil Timur 1, SDN Kebun
Bunga 3, SDN Seberang Mesjid 1, dan SDN Murung Raya 1, telah melaksanakan
manajemen program literasi Al-Qur’an dengan baik, akan tetapi perlu lebih
ditingkatkan lagi tata kelola manajemen program literasi Al-Qur`annya terutama
pada perencanaan, dan evaluasi. Seluruh sekolah memiliki program literasi Al
Qur’an yang beragam, dilakukan secara harian, mingguan, bulanan, hingga
tahunan, Secara umum, sasaran dari kegiatan literaasi Al-Qur`an yang dilaksanakan
adalah siswa. Namun ada pula yang menerapkan literasi Al-Qur`an tidak hanya
untuk siswa tetapi juga untuk kepala sekolah, guru dan staf
Pengaruh Tingkat Religiusitas dan Pengetahuan Terhadap Menabung di Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin)
Dalam beberapa tahun terakhir, industri perbankan syariah di Indonesia
mengalami pertumbuhan pesat, termasuk dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia
(BSI) sebagai hasil merger tiga bank syariah utama. Namun minat menabung di
bank syariah, khususnya di kalangan mahasiswa, masih belum optimal. Penelitian
ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat religiusitas dan pengetahuan terhadap
minat menabung di BSI.
Peenelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi
linear berganda diterapkan pada data dari 94 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam UIN Antasari Banjarmasin yang dikumpulkan melalui kuesioner.
Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Tingkat religiusitas dan
pengetahuan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat
menabung (F=21.162, p<0.001) dengan kontribusi 31.7% (R²=0.317); (2) Secara
parsial, pengetahuan memiliki pengaruh lebih kuat (koefisien=0.345, p<0.01)
dibanding religiusitas (koefisien=0.264, p<0.05). Temuan ini menegaskan
pentingnya upaya peningkatan literasi keuangan syariah sebagai strategi
memperluas inklusi keuangan berbasis syariah di kalangan generasi muda.
Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi BSI untuk meningkatkan sosialisasi
produk perbankan syariah melalui pendekatan edukatif di lingkungan kampus
MENINGKATKAN KECERDASARAN ADVERSITAS MAHASISWA BERBASIS ISLAM : MATERI DAN STRATEGI PELATIHANNYA
Gambaran Emosi Masyarakat yang Beraktivitas di Daerah Padat Lalu Lintas di Jalan Veteran Kota Banjarmasin
Pada kemacetan sering terdapat orang yang marah atau kesal, hal ini juga terjadi di
Jalan Veteran Sungai Bilu Kelurahan Melayu Banjarmasin, sehingga dapat disimpulkan
ketika macet terdapat beberapa emosi disekitar lokasi macet itu berada. Hal ini yang
mendorong peneliti untuk melakukan penelitian yang menggambarkan emosi masyarakat
di Jalan Veteran ketika macet berdasarkan teori Daniel Goleman tentang bentuk dan
karakteristik emosi. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif dengan
pendekatan fenomenologi empiris.
Populasinya adalah masyarakat yang sering berada di Jalan Veteran dan mengalami
macet dalam aktivitasnya. Sample yang diambil adalah jenis Non probability sampling
dengan model Purposive sampling. Hal ini membuat subjek dibagi 3 kelompok yaitu orang
yang bekerja, orang yang berkendara, dan orang yang berbelanja atau jalan-jalan yang
setiap kelompok terdiri dari 2 orang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat
bentuk emosi marah, benci, sedih, dan senang (enjoyment). Karakteristik bentuk emosi
marah yaitu pengendara yang marah cenderung mengklakson atau berteriak, dan
mempercepat aktivitas bagi orang yang berbelanja.
Karakteristik bentuk emosi benci yaitu menyalip pengendara lain dan menghindari
jalan bagi orang yang berbelanja. Karakteristik bentuk emosi sedih yaitu pekerja pada Jalan
Veteran yang sedih menatap jalanan dengan tatapan kosong. Karakteristik bentuk emosi
senang yaitu dengan senang mendengarkan musik ataupun melayani pelanggan dengan
semangat
Peluang Dan Tantangan Pengembangan Program Filantropi Di Desa Murung B Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Filantropi sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas masyarakat
memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan desa, terutama di
wilayah pedesaan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan sumber daya.
Desa Murung B, yang terletak di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai
Tengah, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi kuat dalam
pengembangan program-program filantropi berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai
gotong royong. Namun, hingga saat ini pemanfaatan potensi tersebut belum
optimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menggali peluang dan
mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pengembangan program
filantropi agar dapat menjadi strategi alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research
(PAR), dimana masyarakat terlibat dalam mengidentifikasi masalah dan resolusi
bersama. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi,
wawancara, Forum Group Discussion (FGD), dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peluang utama
dalam pengembangan program filantropi di Desa Murung B, antara lain tingginya
semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat, keberadaan lembaga
keagamaan yang aktif, serta potensi sumber daya alam dan manusia yang
mendukung. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya literasi
filantropi di kalangan masyarakat, kurangnya struktur kelembagaan yang
mendukung kegiatan filantropi secara berkelanjutan, serta keterbatasan akses
terhadap informasi dan jejaring eksternal yang dapat memperkuat program,serta
kurangnya rasa percaya dan partisipasi dari masyarakat. Penelitian ini
merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti meningkatkan kapasitas
kelembagaan lokal, pelatihan manajemen program sosial berbasis komunitas, serta
penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak ketiga
(NGO, akademisi, dan sektor swasta), untuk menciptakan sistem filantropi yang
terorganisir dan berkelanjuta