IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Perspektif Pegawai Negerii Sipil Terhadap Penyaluran Pembiayaan Dana Pensiun di Perbankan Syariah (Studi Kasus di SDN Sidorejo 2)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan yang penulis lakukan terhadap Penyaluran Pembiayaan Dana oleh Perbankan Syariah pada Guru SDN Sidorejo 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana perspektif Guru PNS SDN Sidorejo 2 mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi serta pandangan ekonomi Islam terhadap proses penyaluran dana pensiun di perbankan syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskritif kualitatif. Informan yang penulis wawancarai adalah para guru PNS SDN Sidorejo 2. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis hingga nantinya ditarik kesimpulan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan. Pertama, Faktor yang mendorong proses penyaluran dana pensiun seperti saat ini Perbankan sebagai jembatan untuk mempermudah peserta pensiun dalam menyampaikan aspirasinya, sedangkan faktor penghambat untuk menyalurkan dana pensiun seperti jarak tempat tinggal para nasabah yang jauh dari kantor pusat, sehingga berakibat pada pengunaan jasa bank lain yang bukan bank syariah. Kedua, ditinjau dari perpektif Ekonomi Islam penulis menyimpulkan bahwa proses penyalurannya masih selaras dengan prinsip-prinsip syariah, yaitu dengan tetap menjamin keamanan dan keberlanjutan dana serta memberi manfaat finansial pada penerimanya serta akad yang ditetapkan oleh perbankan tidak memaksakan kehendak nasaba

    Kepercayaan Masyarakat Terhadap Tradisi Sepuluh Ribu Apam di Desa Setarap Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu

    Get PDF
    Tradisi Sepuluh Ribu Apam merupakan suatu tradisi budaya masyarakat pesisir di Desa Setarap, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang masih diwariskan secara turun-temurun dari zaman dahulu hingga sekarang. Tradisi ini identik dengan pembuatan dan pembagian wadai apam dalam jumlah besar sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan. Namun, keterkaitan tradisi ini dengan unsur sesaji, ritual, dan keyakinan lokal kerap menimbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat modern. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna yang sesungguhnya dari tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan serta kepercayaan masyarakat terhadap Tradisi Sepuluh Ribu Apam dengan menggunakan pendekatan Antropologi dan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian ini berbentuk penelitian lapangan (field research). menggunakan metode kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Data yang diperoleh yaitu dari lapangan yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data yang diperoleh darıi literatur. Kemudian data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan Antropologi dan teori fungsionalisme Bronislaw Malmowskı Teknik analisis data yang digunakan adalah koleksi data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Sepuluh Ribu Apam ini merupakan sebuah tradisi yang memiliki makna yang sangat mendalam terhadap kehidupan sosial, religius, dan kultural masyarakat pesisir. Dari segi pelaksanaan Tradisi Sepuluh Ribu Apam berlangsung secara sistematis dan terstruktur, dimulai dari tahapan persiapan dan melibatkan masyarakat secara gotong royong, pelaksanaan ritual doa bersama di tepi pantai, hingga acara puncak yang disertai hiburan dan pembagian apam kepada seluruh peserta.Tradisi ini bukan hanya sebuah bentuk ritual tahunan, tetapi juga menjadi simbol kolektif dari ekspresi spiritual, identitas budaya, dan mekanisme integratif komunitas dalam menghadapi dinamika zaman. Berdasarkan pendekatan fungsionalisme Malinowski, tradisi ini memiliki peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan sosial masyarakat. Malinowski menekankan konsep fungsi dalam melihat kebudayaan sebagai pemenuhan kebutuhan yakni secara biologis, instrumental dan integral. Fungsi biologis yang tercapai dalam tradisi ini adalah untuk kelimpahan hasil laut dengan memohon agar mendapat keselamatan, perlindungan terutama saat melaut, kelimpahan hasil laut dan sebagai wahana sosial yang menghubungkan antar individu dalam masyarakat. Fungsi instrumental dalam tradisi ini seperti adanya masyarakat Desa Setarap yang bertanggung jawab dalam pembuatan wadai apam, ketua adat berperan dalam memimpin doa, aspek organisasi sosial dari masyarakat Desa Setarap yang bertugas mengatur jalannya pelaksanaan tradisi, keterlibatan dukungan dana pemerintah Desa Setarap serta partisipasi aktif aparatur pemerintahan dinas pariwisata. Fungsi integral menunjukkan adanya ketenangan batin dan keharmonisan dengan dunia gaib, memberikan rasa aman kolektif, menghindarkan kecemasan sosial, dan sebagai pemersatu dengan nilai-nilai silaturahmi, gotong royong dalam partisipasi aktif seluruh warga Desa Setarap

    Sikap Dan Perilaku Keagamaan Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Antasari Banjarmasin Angkatan 2021-2022

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa mahasiswa jurusan Studi Agama-Agama rentan terhadap krisis keimanan akibat mempelajari berbagai agama. Stereotip ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana sikap dan perilaku keagamaan para mahasiswa jurusan tersebut, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2021–2022, serta menganalisis faktor-faktor yang membentuknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) yang dibagikan secara online melalui googleform. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Studi Agama-Agama tetap menunjukkan sikap dan perilaku keagamaan yang baik, meskipun mereka mempelajari banyak agama. Mereka menunjukkan tingkat religiusitas yang tinggi dalam dimensi ideologis, ritualistik, konsekuensial, intelektual, dan eksperiensial sebagaimana teori religiusitas Glock dan Stark. Faktor-faktor yang paling dominan memengaruhi sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa adalah lingkungan keluarga, pendidikan agama, pengalaman pribadi, serta media massa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mempelajari berbagai agama justru memperkuat pemahaman, toleransi, dan penghayatan terhadap agama sendiri secara reflektif dan dewas

    Telaah Kritis Terhadap Pemikiran Irshad Manji tentang Perkawinan Sejenis

    Get PDF
    Kajian mengenai perkawinan sejenis kian relevan dalam merespons dinamika pemikiran kontemporer, terutama ketika tokoh seperti Irshad Manji mengemukakan pandangan yang mendukung legalitas hubungan tersebut. Manji menafsirkan kisah kaum Nabi Lut dalam Al-Qur’an tidak sebagai kecaman terhadap orientasi seksual, melainkan sebagai kritik terhadap penyimpangan moral dan penyalahgunaan kekuasaan. Pandangan tersebut bahkan memperoleh dukungan dari sebagian kalangan yang meyakininya sebagai kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pemikiran Irshad Manji tentang perkawinan sejenis; (2) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi konstruksi pemikirannya; dan (3) Mengkaji pemikiran tersebut melalui perspektif epistemologi hukum Islam dan maqâṣid al-syarî‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif analitis. Sumber data utama meliputi dua buku karya Irshad Manji, yaitu Allah, Liberty, and Love: The Courage to Reconcile Faith and Freedom serta The Trouble With Islam Today: A Muslim’s Call for Reform in Her Faith, disertai Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama yang relevan. Teori yang digunakan mencakup teori negara hukum (grand theory), teori hukum keluarga Islam (middle theory), dan epistemologi hukum Islam serta maqâṣid al-syarî‘ah (applied theory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Irshad Manji didasarkan pada prinsip kebebasan individu, reinterpretasi teks keagamaan, serta semangat pluralisme dan inklusivitas. Meskipun pandangannya memperoleh dukungan dari beberapa kalangan, namun jika ditinjau dari epistemologi hukum Islam dan maqâṣid al-syarî‘ah, pandangannya dinilai bertentangan dengan prinsip dasar hukum Islam, terutama dalam aspek perlindungan terhadap nasab, agama, dan moralitas. Dengan demikian, telaah kritis terhadap pemikiran Manji menjadi penting untuk menjaga integritas hukum keluarga Islam di tengah tantangan wacana globa

    Pengaruh Kepercayaan Rekomendasi, dan Pengalaman Terhadap Keputusan Mahasiswa Menggunakan Jasa Titip Untuk Pembayaran Uang Kuliah Tunggal

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji sejauh mana variabel kepercayaan, rekomendasi, dan pengalaman memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menggunakan layanan jasa titip Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sampel terdiri atas 97 mahasiswa aktif yang pernah memanfaatkan jasa titip UKT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel kepercayaan, rekomendasi, dan pengalaman berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa (F hitung = 758,755; p = 0,000) dengan koefisien determinasi R² = 0,961, yang berarti 96,1 % variasi keputusan dapat dijelaskan oleh ketiganya. Secara parsial, kepercayaan (t = 2,075; p = 0,041), rekomendasi (t = 6,000; p = 0,000), dan pengalaman (t = 2,358; p = 0,020) masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa membangun kredibilitas, memicu word-of-mouth positif, dan menyajikan pengalaman layanan yang memuaskan adalah kunci agar mahasiswa makin yakin dan loyal menggunakan jasa titip UKT

    Gambaran Kecemasan Remaja yang Tinggal di Daerah Kawasan Kumuh Kelurahan Kelayan Tengah Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Tempat tinggal atau pemukiman adalah sebuah kebutuhan bagi setiap mahkluk hidup khususnya manusia khususnya remaja, setiap remaja pastinya perlu memiliki tempat tinggal yang layak untuk beraktivitas maupun untuk istirahat, akan tetapi terkadang disuatu pemukiman terdapat masalah yang berdampak bagi penduduknya terlebih khusus terhadap remaja yang akan tinggal dan berkembang di tempat remaja dibesarkan, masalah yang di khawatirkan akan menyebabkan terjadinya persoalan sosial seperti kepadatan penduduk yang mengakibatkan kesesakan sehingga menimbulkan rasa khawatir akan lingkungan sosial seperti sering terjadinya kemacetan, perampokan, atau keributan-keributan lain yang menimbulkan kecemasan di dalam diri. Setiap manusia selalu berusaha dalam memenuhi kebutuhan mereka seperti tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang baik Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menjelaskan permasalahan yang sifatnya khusus dalam menentukan fakta atau peristiwa, penelitian ini menggunakan tiga remaja sebagai subjek, yang diwawancarai secara mendalam, dengan teknik semi terstruktur, Observasi, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Teknik analisi data pada penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh yakni: 1) Pada aspek perilaku para subjek mengatasi kecemasan dengan mengalihkan perhatian, seperti bermain handphone atau berdiam diri, mendengarkan musik, duduk santai, dan merokok, serta menghindari keramaian, terutama jika ada kegiatan minum-minuman keras atau lingkungan yang kotor mengurangi kecemasan dengan menghindari kepadatan lalu lintas di daerah tempat tinggalnya. 2) Subjek menggambarkan kecemasannya dengan perasaan bingung dan merasa tidak ada yang bisa dilakukan. 3) Subjek menyebutkan bahwa emosinya lebih stabil dan subjek merasa tidak mudah terganggu, namun kecemasannya akan muncul terkait dengan potensi perkelahian, pencurian, dan tindak kriminal di lingkungan padat penduduk

    Implikasi Wakaf Diri terhadap Keluarga dalam Perspektif Psikologi Keluarga dan Maqashid Syariah: Studi Kasus di Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai implikasi praktik wakaf diri terhadap keluarga dalam perspektif psikologi keluarga dan maqashid syariah. Fokus penelitian pada para wakif yang telah berkeluarga dan mewakafkan dirinya di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Banjar. Penelitian ini berangkat dari latar belakang fenomena wakaf diri di lingkungan pondok pesantren yang meskipun bernilai ibadah, praktik ini menimbulkan dinamika tersendiri dalam kehidupan keluarga para wakif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wakaf diri yang dilakukan oleh para wakif di lingkungan pondok pesantren memengaruhi faktor penyebab wakaf diri, dinamika psikologi keluarga mereka dalam konsep tujuan perkawinan yakni sakinah, mawaddah, warahmah, termasuk dalam konteks nilai-nilai maqashid syariah (menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian gabungan hukum normatif dan empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Data didapat melalui observasi dan wawancara langsung terhadap para wakif dan keluarganya serta studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik wakaf diri didorong oleh lima faktor utama, yaitu permintaan langsung dari pimpinan pesantren, keikhlasan dan panggilan hati, latar belakang sebagai alumni atau anak pendiri pesantren, dukungan pesantren meskipun terbatas secara finansial, serta kebutuhan operasional pesantren. Praktik wakaf diri memiliki potensi mewujudkan nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam keluarga, terutama apabila didukung oleh keikhlasan, komunikasi yang terbuka, dan sikap saling memahami antaranggota keluarga. Dalam perspektif maqashid syariah, wakaf diri telah berhasil memenuhi tujuan menjaga agama (hifzh al-dîn) dan akal (hifzh al-‘aql) melalui kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Namun, pemenuhan tujuan menjaga jiwa (hifzh al-nafs), keturunan (hifzh al-nasl), dan harta (hifzh al-mâl) belum optimal. Hal ini disebabkan adanya risiko terabaikannya perlindungan terhadap jiwa, keturunan, dan harta apabila tidak didukung oleh sistem pengelolaan yang baik dan kebijakan yang memadai

    Pembelajaran Qirā’āt Sab’ah Pada Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Al-Qur’an diturunkan berbahasa Arab, sedangkan bangsa Arab sendiri ternyata memiliki keberagaman lahjah atau logat dialek yang menyesuaikan dengan qabilah kesukuannya masing-masing, atas permintaan Nabi Muhammad Saw. akhirnya Al Qur’an yang diturunkan kepada bangsa Arab mengikuti dan menyesuaikan dialek kesukuan bangsa Arab. Berangkat dari perbedaan dialek qabilah atau suku bangsa Arab inilah yang akhirnya melahirkan sebuah diskursus cabang keilmuan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang disebut dengan ilmu Qirā’āt. Perbedaan ini dinisbahkan setiap bacaannya kepada seorang imam atau pakar Qirā’āt yang disebut qari’, perbedaan di sini tentunya tetap disandarkan pada geniologi atau sanad yang mutawatir dan dianggap serta diyakini sampai kepada Rasulullah. Penelitian ini berupaya untuk menggali data tentang (1) Perencanaan pembelajaran Qirā’āt Sab’ah yang mencakup: Tujuan, model, metode, bahan ajar, dan media. (2) Pelaksanaan pembelajaran Qirā’āt Sab’ah yang meliputi: Kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup. (3) Evaluasi pembelajaran. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini bertempat di Madrasah Diniyah Takmiliyah Bumi Graha Lestari Banjarmasin dan Ma’had Tahfizhul Qur’an Ummul Qura Banjarmasin. Subjek penelitian terdiri dari mudir pimpinan lembaga, pengajar Qirā’āt Sab’ah dan peserta didik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa keduanya menggunakan teori rumus dan kaidah dari kitab Hirz al-Amani Waa Wajhu at-Tahani al-Amani Waa Wajhu at Tahani, metode pembelajaran dangan menggunakan metode talaqqi praktik membaca Qirā’āt, adapun evaluasi berbentuk formati

    Evaluasi Diagnostik Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Bagi Lansia Berbasis Teori Geragogi Di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Pembelajaran membaca al-Qur’an merupakan sebuah proses yang sangat penting untuk memaksimalkan fungsinya sebagai petunjuk bagi umatnya dalam kehidupan. Menurut beberapa penelitian ditemukan bahwa pembelajaran al Qur’an bagi lansia dalam penerapannya masih belum menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lansia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan pembelajaran membaca al-Qur’an bagi lansia di Madrasah Darul Fatihin Martapura, Rumah Tahfidz al-Qur’an asy-Syamil Banjarbaru, Majlis Taklim al-Qur’an Jalan Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. (2) Untuk menemukan penyebab utama kesulitan dalam pembelajaran membaca al-Qur’an untuk lansia di Madrasah Darul Fatihin Martapura, Rumah Tahfidz al-Qur’an asy-Syamil Banjarbaru, Majlis Taklim al-Qur’an Jalan Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. (3) Untuk menawarkan solusi mengatasi kesulitan pembelajaran membaca al-Qur’an untuk lansia di Madrasah Darul Fatihin Martapura, Rumah Tahfidz al-Qur’an asy-Syamil Banjarbaru, Majlis Taklim al Qur’an Jalan Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala menurut perspektif Teori Geragogi. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta FGD. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan santri lansia. Selanjutnya permasalahan pembelajaran tersebut dicari solusinya menurut Teori Geragogi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Model Analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pembelajaran membaca al-Qur’an bagi lansia pada tiga tempat di kalimantan Selatan belum mampu menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pembelajaran bagi lansia. Hal ini terlihat pada jadwal pembelajaran, materi pembelajaran yang panjang serta tidak ada pengelompokan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. Kesulitan utama dalam pembelajaran al-Qur’an bagi lansia adalah rendahnya semangat pembelajaran lansia, perasaan gengsi, kondisi kesehatan yang menurun, serta sangat peka dengan perasaan. Solusi menurut Teori Geragogi adalah : 1) Kategorisasi Tujuan Pembelajaran al-Qur’an Bagi lansia, 2) Integrasi Materi Pembelajaran al-Qur’an dengan Ibadah Harian, 3) Pengelompokan Pembelajaran sesuai dengan Kemampua

    Analisis Isi Buku Bahasa Arab tingkat Madrasah Aliyah berdasarkan Teori Beban Kognitif

    Get PDF
    Buku Ajar merupakan elemen penting dalam pengajaran bahasa Arab. Kualitas buku ajar sangat ditentukan oleh efektivitas proses pendidikan, karena buku ajar yang sesuai dengan kemampuan kognitif siswa akan memudahkan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini didorong oleh pentingnya menganalisis struktur materi dan menyajikannya dalam buku teks berdasarkan teori beban kognitif. Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui bentuk bentuk beban intrinsic (2) mengetahui bentuk-bentuk beban extraneous (3) mengetahui bentuk-bentuk beban Germane dalam isi buku Bahasa Arab tingkat Madrasah Aliyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berdasarkan jenis studi pustaka. Adapun metode pengumpulan data dengan mendokumentasikan dari sumber buku dan jurnal yang berkaitan dengan teori beban kognitif. Metode analisis data yang digunakan adalah model Analisis Konten Terarah. Hasil penelitian ini: (1) Bentuk beban intrinsic dalam buku ini adalah dari penyajian materi yang kompleks secara langsung tanpa fragmentasi bertahap, tidak adanya pengenalan konsep atau pratinjau, dan tingginya tingkat interaksi unsur unsur informasi dalam setiap keterampilan. Mahasiswa dituntut untuk mengolah informasi semantik, struktural, dan tata bahasa secara bersamaan tanpa dukungan pengantar (2) Bentuk-bentuk beban extraneous dalam buku ini terdiri dari aspek visual dan struktur bahasa. Visual seringkali sangat kecil, tidak memiliki klarifikasi atau arah langsung konten, dan glosarium ditempatkan di akhir buku ajar. Instruksi, di sisi lain, disusun dalam kalimat panjang dan tidak langsung, di mana kata kerja operasional tidak digunakan (3) Buku ajar ini berisi beban germane, terutama dalam keterampilan produktif seperti menulis dan berbicara, serta dalam latihan yang berkaitan dengan membaca dan tata bahasa. Latihan ini mengharuskan siswa untuk meningkatkan perumusan kalimat, menyusun paragraf, menghasilkan ide secara lisan, serta meningkatkan garis besar bahasa, dan memproses informasi secara mendalam dan mendukung pembelajaran yang bermakna dan memungkinkan informasi ditransfer ke memori jangka panjang. Namun, dalam keterampilan mendengarkan, beban germane tidak mencapai tingkat yang diperlukan, karena tidak adanya strategi untuk memproses makna

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇