IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Public Views on Money Politics Regional Elections in Thaibah Raya Village, Tatah Makmur District, Banjar Regency in the 2020
Meskipun telah ada beberapa kajian terkait politik uang, namun masih
terbatas penelitian yang secara spesifik membahas adanya politik uang yang sudah
menjadi kebiasaan masyarakat. Salah satu pendekatan yang relevan untuk
membantu memahami fenomena ini adalah mengetahui kejadian politik uang
dengan mengaitkan teori patron-klien. Masyarakat mengatakan siapapun nantinya
yang menjadi pemimpin tidak memberikan perubahan apapun dalam hidupnya,
kepentingan rakyat atau aspirasi rakyat seakan akan menjadi yang nomor sekian,
tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan ketika kampanye, maka dari itulah mereka
meminta uang muka sebagai timbal balik. Meskipun begitu perbuatan ini bukanlah
sebuah kebenaran yang dibenarkan oleh negara bahkan sekalipun agama. Dengan
menggunakan kerangka ini peneliti dapat menggali makna yang lebih dalam dari
pengalaman subjek.
Adapun tujuan masalah penelitian ini ialah bagaimana perspektif
masyarakat terhadap politik uang pada Pilkada Desa Thaibah Raya dan faktor
penyebab terjadinya politik uang di Desa Thaibah Raya Tahun 2020. Penelitian ini
bertujun mengetahui perspektif masyarakat dan faktor penyebab politik uang di
Desa Thaibah Raya.
Metode penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang di mana
penelitian hukum yang mengkaji dan menganalisis tentang sebuah perilaku hukum
individu atau masyarakat dalam kaitannya dengan hukum dan sumber data yang
digunakan berasal dari data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
cara wawancara dengan narasumber dan melakukan studi pustaka. Data yang
terkumpul secara sistematis yang diperoleh Peneliti baik dari hasil wawancara
dengan narasumber, catatan-catatan maupun dari bahan lainnya yang mudah
dipahami peneliti dan orang lain.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara langsung di lapangan
ditemukan bahwa perspektif masyarakat terhadap politik uang dalam pilkada di
Desa Thaibah Raya tahun 2020 di anggap wajar. Adapun faktor penyebab adanya
politik uang yaitu adanya faktor persaingan dan lemahnya pengetahuan masyarakat
terhadap politik uang sehingga politik uang dianggap sesuatu yang waja
Pembiasaan Keagamaan Melalui Program Shalat Berjamaah Untuk Membangun Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin
Pembiasaan salat berjamaah merupakan salah satu strategi penting dalam
pendidikan karakter, terutama untuk membentuk peserta didik yang bertanggung
jawab dan jujur. Di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin, pelaksanaan salat
berjamaah menjadi program yang diharapkan mampu menanggapi berbagai
permasalahan karakter siswa seperti minimnya kesadaran beribadah serta pengaruh
lingkungan yang kurang mendukung.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembiasaan
keagamaan melalui program salat berjamaah dalam membangun karakter peserta
didik serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat dan solusi yang
ditempuh dalam pelaksanaannya.
Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam
dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan salat berjamaah
terlaksana melalui tahap persiapan guru, pengorganisasian pelaksanaan ibadah,
pemanfaatan waktu serta peran teladan guru sebagai motivator utama. Program ini
memberikan dampak positif dalam membentuk karakter yang menumbuhkan
tanggung jawab melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ibadah serta menanamkan
kejujuran dalam sikap dan tindakan. Faktor pendukung meliputi sarana prasarana
yang memadai, kerja sama guru, tambahan waktu istirahat dan motivasi. Adapun
faktor penghambat berasal dari rendahnya kesadaran siswa, lingkungan keluarga,
fasilitas wudhu terbatas serta pengaruh teman sebay
Eksplorasi Etnomatematika pada Gumbaan Sebagai Media Pembelajaran Matematika
Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya kurikulum yang
relevan dengan budaya lokal untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa
terhadap matematika. Etnomatematika dipandang sebagai jembatan yang
menghubungkan konsep-konsep matematika dengan kehidupan dan budaya
masyarakat, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang
terdapat pada Gumbaan sebagai bentuk penerapan etnomatematika dalam
pembelajaran.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif
dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi
langsung terhadap bentuk fisik dan mekanisme kerja Gumbaan, wawancara
dengan pengrajin, petani, dan tokoh masyarakat di Desa Jelapat 1, Kecamatan
Tamban, Kabupaten Barito Kuala, serta dokumentasi pendukung. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gumbaan mengandung berbagai
konsep matematika. seperti geometri (garis, sudut, persegi, persegi panjang,
segitiga, silinder, balok, trapesium, prisma trapesium, lingkaran dan transformasi
geometri), aritmatika (pengukuran, konversi satuan, dan proporsi), mekanika
(gaya, kecepatan, dan momen), serta statistika (perhitungan efisiensi pembersihan)
yang dapat di terapkan dalam pembelajaran matematika sesuai dengan capaian
pembelajaran fase B, C, D, dan F kurikulum merdeka. Temuan ini membuktikan
bahwa alat tradisional suku Banjar tersebut merupakan wujud nyata penerapan
matematika dalam konteks budaya. Dengan demikian, Gumbaan dapat dijadikan
media pembelajaran berbasis budaya lokal yang memperkuat pemahaman siswa
terhadap konsep matematika abstrak melalui benda nyata di lingkungan mereka
Problematika Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqih Praktis dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Anak Tunagrahita di sekolah Luar Biasa Negeri Pelambuan Banjarmasin
Pembelajaran PAI materi fiqih praktis penting dalam membentuk
kemampuan ibadah peserta didik. Namun, pada anak tunagrahita dalam
Kurikulum Merdeka masih ditemukan berbagai kendala pembelajaran. Hal ini
menjadi tantangan bagi guru dalam menyampaikan materi.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika guru yang
dihadapi pada pembelajaran PAI Materi Fiqih Praktis dalam implementasi
Kurikulum Merdeka di SLB Pelambuan Banjarmasin, faktor penghambat dan
pendukung serta solusi yang di lakukan guru dalam menghadapi problematika
pada pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data di lakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek terdiri guru Pendidikan
Agama Islam, siswa tunagrahita ringan dan sedang dan staf-staf seperti tata
usaha dan kepala sekolah di SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin. Teknik
pengolahan dan analisis data di lakukan melalui koleksi data, editing data,
klasifikasi data, interpretasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi guru
dalam pembelajaran PAI Fiqih Praktis pada implementasi Kurikulum Merdeka
bagi anak tunagrahita yaitu keterbatasan sumber panduan capaian pembelajaran,
kesulitan guru dalam menerapkan inovasi Kurikulum Merdeka, suasana hati
anak tunagrahita yang kurang baik, kelas kurang kondusif akibat perilaku peserta
didik, keterbatasan tes tertulis dalam mengukur kemampuan akademik anak
tunagrahita serta kesulitan anak tunagrahita dalam ujian praktik wudu dan salat
secara mandiri. Faktor penghambat yang dihadapi guru yaitu rentang
pemahaman terbatas, ruang kelas yang terbatas serta waktu kurang memadai.
Adapun faktor pendukung meliputi peran orang tua, penyederhanaan materi,
serta pemanfaatan internet sebagai sumber mencari materi. Adapun solusi guru
dalam mengatasi problematika meliputi pelatihan untuk guru SLB dalam
Kurikulum Merdeka, memodifikasi modul ajar, pemanfaatan kelengkapan media
pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, kolaborasi
antara guru, pendekatan individual serta penilaian akhir berdasarkan
karakteristik peserta didi
Strategi Guru dalam Mengelola Program Ta’limul Qur’an untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Siswa MTs Inayatul Marzuki Kabupaten Banjar
Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan keterampilan fundamental
yang harus dimiliki setiap siswa pada lembaga pendidikan Islam karena terkait
dengan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman tajwid, serta pembentukan
sikap religius dan kecintaan terhadap kalam Allah. Program Ta’limul Qur’an di
MTs Inayatul Marzuki disusun untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui
kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis membaca,
tetapi juga pada pembentukan adab, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al
Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam
mengelola program Ta’limul Qur’an di MTs Inayatul Marzuki dan untuk
mengidentifikasi faktor pendukung serta faktor penghambat yang memengaruhi
pelaksanaan program tersebut. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana strategi
pembelajaran diterapkan dan kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan
membaca Al-Qur’an siswa.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi guna mendeskripsikan situasi nyata di lapangan
secara rinci. Subjek penelitian terdiri dari guru pelaksana program Ta’limul Qur’an
dan siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, sedangkan objek penelitian adalah
strategi pembelajaran yang diterapkan serta dampaknya terhadap kemampuan
membaca Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengelola
program Ta’limul Qur’an sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca
siswa. Pengelompokan berdasarkan kemampuan awal, penggunaan metode talaqqi
dan musyafahah, serta kegiatan evaluasi berkelanjutan terbukti mampu
meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, meskipun dalam
pelaksanaannya terdapat faktor pendukung dan penghambat yang perlu
diperhatikan untuk optimalisasi program
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menanamkan Visi Berakhlak di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Khair Barabai
Pendidikan karakter dalam perspektif Islam menempatkan akhlak sebagai
inti proses pendidikan yang diinternalisasi melalui pembiasaan dan keteladanan.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis sebagai figur
teladan untuk merepresentasikan nilai moral dalam perilaku nyata di sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Guru BK dalam
menanamkan Visi Berakhlak kepada murid di SMPIT Al-Khair Barabai melalui
layanan bimbingan, konseling, keteladanan, dan pembiasaan. Metode penelitian
yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi mendalam dengan Guru BK dan murid, serta dokumentasi
terhadap fasilitas dan program sekolah. Analisis data dilakukan dengan
menyinergikan temuan lapangan dengan teori keteladanan Al-Ghazali (Al
Qudwah Al-Hasanah), teori modeling Albert Bandura, dan prinsip operant
conditioning B.F. Skinner.
Upaya Guru BK dalam menanamkan Visi Berakhlak dilakukan melalui
integrasi strategi yang mencakup: 1) Keteladanan (Al-Qudwah Al-Hasanah)
sebagai model percontohan perilaku islami; 2) Pembiasaan perilaku secara
berulang dan teratur, seperti budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun); 3)
Penerapan sistem hukuman dan hadiah (reward and punishment) yang bersifat
edukatif ; serta 4) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, klasikal, dan
mediasi untuk membangun efikasi diri murid. Faktor pendukung utama meliputi
nilai visi sekolah yang kuat, kultur islami yang konsisten, serta dukungan penuh
dari kepala sekolah, guru, dan orang tua. Guru BK di SMPIT Al-Khair Barabai
berperan
strategis
sebagai
figur
moral
dan
koordinator
dalam
menginternalisasikan nilai-nilai akhlak melalui pendekatan yang bergerak dari
stimulus eksternal (modeling dan penguatan) menuju kemandirian internal (efikasi
diri) muri
Eksplorasi Etnomatematika pada Arsitektur Masjid Al-A’la Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Indonesia memiliki ragam kebudayaan, kebudayaan akan bertahan selama
masih ada masyarakat yang mendiaminya, dan kebudayaan membawa manfaat
yang berarti untuk kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk perwujudan yang dapat
dijadikan objek peninjauan dari aspek budaya adalah bangunan bersejarah. Dalam
hal ini bangunan bersejarah yang dimaksud ialah Masjid Al-A’la yang merupakan
salah satu contoh dari bangunan bersejarah yang terdapat di Kota Barabai,
Kalimantan Selatan. Masjid Al-A’la ialah tempat ibadah bersejarah dan yang
hingga kini masih aktif digunakan di Barabai. Masjid ini memiliki nilai budaya
berupa warisan bersejarah yakni panji-panji. Bangunan masjid ini juga memiliki
keunikan bersejarah yang mana menurut masyarakat setempat katanya masjid ini
selalu bertambah tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi keterkaitan antara konsep matematika dengan arsitektur Masjid Al
A’la Barabai.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara
dengan tokoh masyarakat, dan melakukan studi dokumentasi terkait bangunan
Masjid Al’A-la Barabai. Fokus penelitian diarahkan pada elemen-elemen arsitektur
yang mencerminkan konsep geometri, termasuk bentuk 2 dan 3 dimensi, simetri,
transormasi, serta pola-pola geometris yang kompleks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan tersebut menyajikan
berbagai konsep matemaatika yang dapat dimanfaatkan sebagai media
pembelajaran kontekstual di kelas, sehingga siswa dapat memhami materi geometri
secara nyata melalui contoh yang ada di lingkungan sekitar. Penelitian ini juga
menekankan pentingnya integrasi antara seni arsitektur dan pendidikan matematika
untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep abstrak, serta
memberikan perspektif baru dalam pengembangan kurikulum matematika berbasis
konteks lokal. Selain aspek matematika, Masjid Al’Ala Barabai juga menyimpan
nilai-nilai filosofis Islami karena dibangun di atas tanah wakaf milik Penghulu
Muda Yuda Lena dan memiliki peninggalan bersejarah berupa panji-panji dan
mushaf Al-Qur’an tulisan tangan yang dipercaya sebagai hadiah dari kerajaan Arab
Saud
Pengaruh Gaya Hidup, Sikap Keuangan, Religiusitas, Dan Kemudahan Menggunakan Mobile Banking Terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Generasi Z sebagai generasi
yang akrab dengan teknologi dan gaya hidup digital, yang mana hal ini memicu
peningkatan perilaku konsumtif. Perilaku tersebut didukung oleh kemudahan
bertransaksi non-tunai, seperti penggunaan Mobile Banking.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gaya Hidup, Sikap
Keuangan, Religiusitas, Dan Kemudahan Menggunakan Mobile Banking terhadap
Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota Banjarmasin. Jenis penelitian yang
dilakukan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kuantitatif dengan bantuan statistik. Populasi pada penelitian ini yaitu
Generasi Z Di Kota Banjarmasin dengan sampel 96 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Hidup dan Religiusitas secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota
Banjarmasin, Sedangkan Sikap Keuangan, Dan Kemudahan Menggunakan Mobile
Banking secara parsial tidak berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
Di Kota Banjarmasin. Secara simultan Gaya Hidup, Sikap Keuangan, Religiusitas,
Dan Kemudahan Menggunakan Mobile Banking berpengaruh signifikan terhadap
Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota Banjarmasi