Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Gambaran Mean Arteri Pressure (MAP) dan Protein Urine Untuk Skrining Preeklampsi pada Ibu Hamil

    Get PDF
    Early detection of preeclampsia in pregnant women with BMI, ROT, and MAP aims to screen for risk factors for preeclampsia. If pregnant women are found to have risk factors, it can be prevented so that complications do not occur during pregnancy and childbirth. Accompaniment or follow-up can be done for the mother. pregnant with risk factors. The study aimed to analyze the Mean Arterial Pressure (MAP) and Urine Protein for preeclampsia screening in pregnant women. The results of the study were that most of the ages were not at risk as many as 185 people 88%, some parity multigravida mothers were 137 people 65%, and some third-trimester pregnant women were 115 people 54.7%. Most of the body mass index is obese 53.8% and blood pressure is mostly normal as much as 95.1%. MAP ≥ 90 22% and urine protein examination results in 6.68% positive, pregnant women should routinely have their pregnancies checked, especially at Integrated Ante Natal Care, so they can control blood pressure and regulate their eating patterns to avoid blood pressure increases such as by reducing consumption of salt, fatty and fried foods. Screening in pregnant women should be carried out continuously to reduce the incidence of preeclampsia in pregnant women.Deteksi dini preeklampsi pada ibu hamil bertujuan untuk mencegah terjadinya preeklampsi. Skrining yang sering dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah salah satunya adalah Mean Arteri Pressure (MAP) dan protein urine, apabila MAP >90 maka dikatakan positif dan protein urine juga sebagai salah satu dasar dalam menegakkan diagnosis. Tujuan penelitian menganalisis gambaran Mean Arteri Pressure (MAP) dan Protein Urine Untuk skrining Preeklampsi Pada Ibu Hamil. Desain penelitian deskriptif. Populasi yang diteliti dalam penelitian semua ibu hamil yang ada di data rekam medis dan data lengkap. Penelitian diambil dari Data sekunder dari Bulan Januari Sampai Maret 2023, ibu hamil sebanyak 210 orang dikumpulkan melalui data rekam medis sesuai dengan kriteria penelitian. Diantaranya: data rekam medis yang lengkap, Trimester 1, 2 dan 3, dan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Bangkalan. Hasil penelitian sebagian besar umur tidak berisiko 88%, sebagian ibu paritas multigravida sebanyak 137 orang 65%, sebagian ibu hamil trimester III sebanyak 115 orang 54,7%. Indeks massa tubuh sebagian besar obesitas 53,8% dan tekanan darah sebagian besar normal sebanyak 95,1%. MAP ≥ 90 22% dan hasil pemeriksaan protein urine 6.68% positif, ibu hamil sebaiknya rutin memeriksakan kehamilannya terutama di Ante Natal Care Terpadu, sehingga bisa mengontrol tekanan darah dan mengatur pola makan untuk menghindari kenaikan tekanan darah seperti mengurangi konsumsi garam, berlemak dan gorengan. Skrining pada Ibu hamil sebaiknya dilakukan secara terus menerus untuk mengurangi angka kejadian preeklampsi pada ibu hamil

    Analisis Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Petani Penyadap Karet di Kabupaten Padang Lawas Utara

    Get PDF
    The rubber tapping process is still carried out manually, relying on human power, and is carried out repeatedly and has the potential to cause complaints of musculoskeletal disorders (MSDs). This research aims to describe the MSDs complaint factors felt by rubber-tapping farmers due to unergonomic working postures. Data collection was carried out in February-March 2024 among rubber tapping farmers in Sihopuk Baru village, East Halongonan subdistrict, North Padang Lawas district with a total sample of rubber tappers. The instrument used in collecting data on complaints from rubber-tapping farmers was the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. The research results showed that the number of farmers who did not experience MSDs complaints was 36 people (72%) while the number of rubber tappers who experienced complaints was 14 people (28%). On the other hand, gender does not affect MSDs complaints, while age and work posture have a relationship with MSDs complaints.Proses penyadapan karet masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan tenaga manusia dan dan dilakukan secara berulang-ulang berpotensi menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor keluhan MSDs yang dirasan oleh petani penyadap karet karena postur kerja yang tidak ergonomis. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari- maret 2024 pada petani penyadap karet di desa sihopuk baru, kecamatan halongonan timur kabupaten padang lawas utara dengan jumlah sampel 50 orang penyadap karet. Instrument yang dipergunakan dalam pengumpulan data keluhan Petani penyadap karet adalah kuesioner Nordc Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah petani yang tidak mengalami keluhan MSDs adalah sebanyak 36 orang (72%) sedangkan jumlah penyadap karet yang mengalami keluhan adalah sebanyak 14 orang (28%). Di sisi lain, jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap keluhan MSDs sedangkan umur dan postur kerja memiliki hubungan dengan keluah MSDs

    Hubungan Pengetahuan Kesehatan Prakonsepsi dengan Hasil Skrining Aplikasi ELSIMIL Pada Calon Pengantin

    Get PDF
    Stunting is a condition of growth failure in children with short bodies that do not match their developmental age, the cause of which can be identified from the preconception period through the ELSIMIL application screening. The research aimed to determine the relationship between preconception health knowledge and the results of ELSIMIL application screening for prospective brides and grooms. Cross-sectional research design with a sample of 106 prospective bride and groom respondents who were recorded as having applied ELSIMIL in three sub-districts of Padang City (Koto Tangah, Padang Timur, and Padang Selatan). The research was conducted from January-May 2024 and the analysis techniques were univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression test). The results of the analysis show that there is a relationship between preconception health knowledge (p=0.000), employment (p=0.001), and income (p=0.003) and there is no relationship between education (p=0.432) and the results of the ELSIMIL application screening as well as the most dominant factor. related is preconception health knowledge with an OR value of 13.754. This research concludes that preconception health knowledge is the main factor influencing ELSIMIL application screening results for prospective brides and grooms.Stunting merupakan suatu kondisi masalah kegagalan pertumbuhan anak yang memiliki tubuh pendek tidak sesuai dengan usia perkembanganya yang penyebabnya dapat diketahui sejak masa prakonsepsi melalui skrining aplikasi ELSIMIL. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan prakonsepsi dengan hasil skrining aplikasi ELSIMIL pada calon pengantin. Desain penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 106 responden calon pengantin yang terdata diaplikasi ELSIMIL di tiga Kecamatan Kota Padang (Koto Tangah, Padang Timur dan Padang Selatan) pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan instrumen penelitian menggunakan dokumen rekapan hasil skrining aplikasi ELSIMIL dan kuesioner. Penelitian dilakukan dari Januari-Mei 2024 dan teknik analisis secara univariat, bivariat (uji chi square) dan multivariat (uji regresi logistik berganda). Hasil analisis diketahui bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan kesehatan prakonsepsi (p=0,000), pekerjaan (p=0,001) dan pendapatan (p=0,003) dan tidak terdapat hubungan antara pendidikan (p=0,432) dengan hasil skrining aplikasi ELSIMIL serta faktor paling dominan yang berhubungan adalah pengetahuan kesehatan prakonsepsi dengan nilai OR 13,754. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan kesehatan prakonsepsi menjadi faktor utama memberikan pengaruh terbesar terhadap hasil skrining aplikasi ELSIMIL pada calon pengantin.

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Soil Transmitted Helminth Pada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Soil-transmitted helminth (STH) is a group of intestinal nematodes that are transmitted through the soil. STH infection can affect all ages, but the highest rate is found in elementary school children, which is 60-80%. The purpose of this study was to determine the relationship between risk factors and STH infection. This type of research is an analytical survey with a Cross-Sectional approach. Examination of worm eggs using the Kato-Katz method. The population is 197 students. The sample is public elementary school students with a total sample of 100. The inclusion criteria are grade 4 and 5 elementary school students in Lalan sub-district. The exclusion criteria are not grade 4 and 5 elementary school students in Lalan sub-district. The test was performed with a Chi-square test with an alpha of 0.05. The results of the study were 28 (28%) infected with STH. Chi-Square statistical test showed a relationship between gender (p-value 0.016, OR 3.545), the habit of defecation (p-value 0.017, OR 3.317), and the habit of using footwear (p-value 0.005, OR 13.50) with STH infection. Then there is no relationship between nail habits (p-value 0.118) with STH infection.Soil Transmitted Helminth (STH) adalah kelompok nematoda usus yang penularannya melalui tanah. Infeksi STH dapat menyerang semua umur namun angka tertinggi didapatkan pada anak SD yakni 60-80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko dengan infeksi STH. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pemeriksaan telur cacing menggunakan Metode Kato-Katz. Populasi berjumlah 197 siswa. Sampel siswa sekolah dasar negeri sebanyak 100. Kriteria inklusi adalah siswa kelas 4 dan 5 SDN di Kecamatan Lalan. Kriteria ekslusi adalah bukan siswa SDN kelas 4 dan 5 di Kecamatan Lalan. Pengujian dilakukan dengan uji Chi square dengan alpa 0,05. Hasil penelitian sebanyak 28 (28%) yang terinfeksi STH. Uji Chi-Square ada hubungan antara jenis kelamin (p value 0,016, OR 3,545), kebiasaan tempat defekasi (p value 0,017, OR 3,317), kebiasaan menggunakan alas kaki (p value 0,005, OR 13,50) dengan infeksi STH. Kemudian tidak ada hubungan antara kebiasaan memotong kuku (p value 0,118) dengan infeksi STH

    Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode HIRARC pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSI Ibnu Sina Pekanbaru

    Get PDF
    Nurses in carrying out their duties have the risk of having a work accident or getting an occupational disease. Based on data from RSI Ibnu Sina Pekanbaru it was recorded that work accidents that occurred to nurses included cases of being stabbed by a needle, slipping, officers being squeezed by a stretcher, and slashing. The purpose of this study was to analyze hazard identification, risk assessment, and risk control using the HIRARC Method for Nurses at the Inpatient Installation of RSI Ibnu Sina Pekanbaru with 10 informants. Collecting data using in-depth interviews, observation, and document review and processing using the triangulation method, namely the researcher carried out observations, and looked at archives as well as pictures and photos.  The results showed the identification of dangers, namely needle stick wounds, contracting Hepatitis A, Hepatitis B, HIV/AIDS, wrong posture and anxiety about contracting infectious diseases, high-risk assessment of drug injection, infusion, blood sampling, and control. Risk, namely substitution, administrative, and personal protective equipment. The conclusion of this study states that the identification of hazards in inpatient installations are mechanical hazards, biological hazards, ergonomic hazards, and psychosocial hazards. The highest risk value is mechanical hazards, namely needle sticks resulting in needle stick wounds and contracting infectious diseases. The existing hazard controls are SOP and personal protective equipment. Suggestions need to be increased monitoring of officer compliance, socialization of SPOs, monitoring of incident reporting, ergonomic training, and routine health check programs.Perawat dalam pelaksanaan tugasnya memiliki risiko mengalami kecelakaan kerja atau mendapatkan penyakit akibat kerja. Berdasarkan data dari RSI Ibnu Sina Pekanbaru tercatat kecelakaan kerja yang terjadi pada perawat antara lain kasus tertusuk jarum suntik, terpeleset, petugas terjepit brankar, tersayat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dengan Metode HIRARC pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan di RSI Ibnu Sina Pekanbaru dengan 10 orang informan.  Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Data diolah dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi bahaya yaitu luka tertusuk jarum suntik, tertular penyakit Hepatitis A, Hepatitis B, HIV/AIDS, postur tubuh yang salah dan cemas tertular penyakit menular, penilaian risiko tinggi pada pemberian obat injeksi, pemasangan infus, pengambilan sampel darah, dan pengendalian risiko yaitu substitusi, administratif dan alat pelindung diri.  Simpulan penelitian ini menyatakan identifikasi bahaya di Instalasi Rawat Inap yaitu bahaya  mekanikal, bahaya biologi, bahaya ergonomi dan bahaya psikososial. Nilai risiko tertinggi adalah bahaya mekanikal yaitu tertusuk jarum berdampak luka tertusuk jarum dan tertular penyakit menular. Pengendalian bahaya yang ada yaitu SPO dan alat pelindung diri. Saran perlu ditingkatkan pengawasan kepatuhan petugas, sosialisasi SPO, pemantauan pelaporan insiden, training ergonomic dan program pemeriksaan kesehatan rutin

    Efektivitas Psikoedukasi Melalui Musik terhadap Peningkatan Self Esteem Remaja Beresiko

    Get PDF
    The development of adolescence is very important throughout the life cycle. At this time, there is a change in adolescents' experience of fundamental physical and psychological. They also do not yet have effective coping experiences, causing difficulties in managing their emotions and behavior. The low self-esteem in adolescents causes them to be unable to maximize their potential. This study aimed to see an increase in self-esteem in at-risk adolescents by applying psychoeducation through music at SMPN 39 Padang. This quantitative study was designed in a "Quasi-experimental pre-posttest control group" by applying psychoeducational therapy through music using social media. The results of the analysis showed that there was an effect of psychoeducation through music on changes in the self-esteem of at-risk adolescents before and after the intervention in the treated group. The results of the statistical test can be concluded that there was a significant increase in self-esteem before and after giving psychoeducational therapy through music (Pvalue <0.05). The average self-esteem of at-risk adolescents in the group that received psychoeducation through music was 1.85 lower than the group that did not receive psychoeducation through music. Self-esteem in adolescents at risk differed significantly between the group that received psychoeducation through music and the group that did not receive psychoeducation through music.Perkembangan masa remaja sangat penting sepanjang daur kehidupan, dimana pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik dan psikologis yang mendasar dan belum memiliki pengalaman koping yang efektif  sehingga  menimbulkan kesulitan dalam  mengelola emosi dan  perilaku. Harga diri rendah (low self esteem) pada remaja menyebabkan remaja tidak dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki. Penelitian ini  bertujuan untuk melihat peningkatan self esteem pada remaja yang berisiko dengan menerapkan  psikoedukasi melalui musik di SMPN 39 Padang. Penelitian kuantitatif ini didesain secara ”Quasi-experimental pre-post test kontrol group” dengan menerapkan terapi psikoedukasi melalui musik dengan menggunakani media sosial. Waktu penelitian 8 bulan dengan jumlah sampel adalah 64 yang terdiri dari 32 orang kelompok intervensi dan 32 orang kelompok kontrol. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji T. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh psikoedukasi melalui musik terhadap perubahan self esteem remaja berisiko sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok yang diberikan perlakuan. Hasil uji statistik dapat disimpulkan ada peningkatan yang bermakna antara self esteem sebelum dan sesudah pemberian terapi psikoedukasi melalui musik (Pvalue<0,05). Rata-rata self esteem remaja berisiko pada kelompok yang mendapatkan psikoedukasi melalui musik lebih rendah 1,85 dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan psikoedukasi melalui musik. Self esteem pada remaja berisiko berbeda secara bermakna antara kelompok yang mendapatkan psikoedukasi melalui musik dengan kelompok yang tidak mendapatkan psikoedukasi melalui musik. Guru BK disekolah perlu meningkatkan kualitas dan kesinambungan penerapan terapi psikoedukasi  melalui musik untuk meningkatkan self-esteem remaja

    Pengetahuan tentang Hipertensi dan Hubungannya dengan Kepatuhan Minum Obat di Kalangan Masyarakat Hipertensi

    Get PDF
    Non-adherence of hypertensive patients in the treatment of their disease has an impact on uncontrolled blood pressure which can worsen the patient's health status and even death. One important factor that must be considered in efforts to improve hypertension compliance is patient knowledge about the disease and the necessary management. This study aimed to determine the relationship between knowledge in supporting practice and compliance with hypertension sufferers in taking antihypertensive drugs. The research design used was cross-sectional descriptive analysis. The sample size for this study was 220 respondents who were recruited using purposive sampling techniques. Analysis of research data was carried out using the chi-square statistical test. A total of 51.8% of hypertensive patients had sufficient knowledge and 65.9% of hypertensive patients admitted that they were not compliant in taking the recommended medication. The value of the test results < α 0.05 (p= 0.000), which means that knowledge is significantly related to adherence to taking medication. Knowledge is the most important component that sufferers must have so that they can be actively involved in compliance practices. It is hoped that these findings can be used as material for consideration in formulating treatment interventions for people with hypertension about efforts to increase patient compliance in terms of taking anti-hypertensive medication.Ketidakpatuhan penderita hipertensi dalam pengobatan penyakitnya berdampak pada tidak terkontrolnya tekanan darah yang dapat memperburuk status kesehatan dan bahkan kematian. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan kepatuhan hipertensi adalah pengetahuan penderita tentang penyakitnya dan penatalaksanaan yang diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dalam mendukung praktik kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat anti-hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis deskritif cross sectional. Besar sampel penelitian ini sebanyak 220 responden, direkrut melalui teknik purposive sampling. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square. Sebanyak 51,8% penderita hipertensi memiliki pengetahuan cukup dan 65,9% penderita hipertensi mengaku tidak patuh dalam meminum obat yang dianjurkan. Nilai hasil uji < α 0,05 (p= 0,000), artinya pengetahuan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat. Pengetahuan adalah komponen terpenting yang harus dimiliki penderita agar mereka dapat terlibat aktif dalam praktik kepatuhan. Diharapkan temuan ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan intervensi pengobatan bagi penderita hipertensi kaitannya dengan upaya meningkatkan kepatuhan penderita dalam hal meminum obat anti-hipertensi

    Distribusi Stunting dan Determinan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia Tahun 2021: Analisis Spasial

    Get PDF
    The problem of stunting is still fundamental in Indonesia's human development. East Nusa Tenggara Province is an archipelago dryland area with the highest prevalence of stunted children under five in Indonesia. This study aims to determine the relationship of child characteristics with the prevalence of stunting. This type of research is an observational study with a cross-sectional design. This study used individual secondary data from the Indonesian Nutritional Status Survey in 2021 consisting of 7,835 children under five. The results of the spatial analysis showed that in the child's characteristic factor, there was a relationship between short birth length and low birth weight with stunting prevalence. It is hoped that there will be a special model of stunting control interventions that are integrated and of high quality through multisectoral cooperation in the dryland areas of the islands of East Nusa Tenggara Province.Permasalahan stunting masih menjadi permasalahan mendasar dalam pembangunan manusia Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah lahan kering kepulauan yang memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor karakteristik anak dengan kejadian stunting. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder individu Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang terdiri dari 7.835 balita. Hasil analisis spasial menunjukkan terdapat hubungan antara faktor karakteristik anak terhadap stunting. Diharapkan adanya model khusus intervensi pengendalian stunting pada terkait pencegahan kejadian stunting sejak dini di wilayah lahan kering kepulauan Provinsi NTT

    Pendugaan Umur Simpan Nupate (Nugget Patin Tempe) Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) dengan Pendekatan Arrhenius

    Get PDF
    Patin fish nuggets are a processed form of fish that is finely ground, mixed with a binder and spices, then steamed and molded. 12 Nuggets are often added to other food ingredients to increase nutritional value, one of which is tempeh. It is hoped that the nutritional content of catfish and tempeh can meet nutritional intake needs, especially protein so that they can be an alternative to highly nutritious processed foods, however, there are problems in their use, namely that these two food ingredients are easily damaged, so that they remain available in the community they can be made into processed foods. One way to see the quality of food is to calculate its shelf life. This research aims to estimate the shelf life of Nupate (Patin Tempe Nuggets) using the ASLT method, with the Arrhenius approach, namely assessing the shelf life of food ingredients using water content as a critical point. The research was carried out at the integrated laboratory of the Riau Ministry of Health Polytechnic. The research results showed that the selected formula was P3, and then the water content was tested using thermography. The result of measuring the water content is 40.43%, which means it meets the requirements of SNI 7758:2013, namely less than 60%, then stored at a temperature of -5, a temperature of -10, and a temperature of -15, the higher the storage temperature, the higher the water content. contained therein, the lower the storage temperature, the lower the water content in it. The shelf life at -5 is 4 months, -10 is 6 months and -15 is 8 months. The research suggestion is to carry out microbiological, and chemical tests and packaging and labeling processes.Nugget ikan patin merupakan bentuk olahan dari ikan yang digiling halus, dicampur dengan bahan  pengikat ditambahkan bumbu lalu dikukus dan dicetak.12 Nugget sering ditambahkan bahan pangan lain untuk menambah nilai gizi salah satunya dengan tempe. Kandungan gizi pada ikan patin dan tempe diharapkan dapat mencukupi kebutuhan asupan gizi khususnya  protein,  sehingga dapat menjadi alternatif makanan olahan yang bergizi tinggi, namun terdapat permasalahan dalam pemanfaatannya yaitu kedua bahan pangan tersebut mudah rusak, sehingga agar tetap tersedia di masyarakat dapat dibuat menjadi makanan olahan. salah satu cara untuk melihat mutu makanan adalah dengan menghitung umur  simpan. Penelitian bertujuan untuk   menduga  umur simpan Nupate  (Nugget Patin Tempe) menggunakan metode ASLT,dengan pendekatan Arhennius.  Titik kritis yang digunakan adalah kadar air. Penelitian dilakukan di Laboratorium terpadu Poltekkes Kemenkres Riau. Hasil penelitian menunjukkan formula terpilih adalah P3,  kemudian dilakukan pengujian kadar air menggunakan termografimetri. Hasil pengukuran  kadar air adalah  40,43% yang berarti telah memenuhi persyaratan SNI 7758:2013, yaitu kurang dari 60%, kemudian di simpan  pada suhu -5, suhu – 10 dan suhu -15, Kadar air dipengaruhi oleh suhu, dengan bertambah tinggi suhu maka akan bertambah tinggi kadar air dan begitu juga  sebaliknya, suhu penyimpanan rendah, kadar air juga akan rendah.  . Umur simpan pada -5 adalah 4 Bulan, -10 6 bulan dan -15 8 Bulan. Saran penelitian adalah  dilakukan uji mikrobiologi,kimia dan proses pengemasan serta pelebelan

    Analisis Faktor Risiko KLB Hepatitis A di Pondok Pesantren X Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau

    Get PDF
    In January 2023, an outbreak of Hepatitis A occurred at Islamic Boarding School (IBS) X, Rokan Hilir Regency, which infected many students. This study aims to identify the risk factors for hepatitis A outbreaks. This study uses a case-control design with a ratio of 1:1. Total sample is 232 (116 samples per group). The research population was all students and residents of IBS X. Cases were people who have clinical criteria for hepatitis A according to the doctor's diagnosis. Controls were people who did not experience clinical symptoms of hepatitis A, selected using a consecutive sampling method with matching by age and sex. Data were analyzed univariate, bivariate using a chi-square test, and multivariate using a conditional logistic regression test. This study found that the index case started to feel symptoms on October 20, 2022. The epidemic curve shows a continuous common source pattern. The final model of the regression logistic test obtained two significant variables, namely contact history (OR=9.92, 95% CI: 3.31-29.72, p=<0.001) and unclean nail conditions (OR=4.64, 95% CI: 1.55-13.87, p=0.006). This study concluded that the risk factors for hepatitis A outbreaks at IBS X were contact history and unclean nail conditions. We recommend isolating cases to prevent transmission through contact from cases to healthy people as well as providing adequate facilities for washing hands with soap and increasing education about healthy behavior to maintain good nail cleanliness and personal hygiene conditions for all students and residents of IBS X.Pada bulan Januari 2023, terjadi KLB Hepatitis A di Pondok Pesantren (Ponpes) X yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau dan telah menginfeksi banyak santri. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko terjadinya KLB hepatitis A di Ponpes X. Studi ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan perbandingan 1:1. Total sampel berjumlah 232 (116 sampel per kelompok). Populasi penelitian adalah semua siswa dan penghuni Ponpes X. Kasus adalah orang yang memenuhi kriteria klinis hepatitis A menurut diagnosis dokter. Kontrol adalah orang yang tidak mengalami gejala klinis hepatitis A, dipilih menggunakan metode consecutive sampling dengan matching berdasarkan umur dan jenis kelamin. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji conditional logistic regression. Hasil studi ini menemukan bahwa indeks kasus mulai merasakan gejala pada tanggal 20 Oktober 2022. Kurva epidemi menunjukkan pola continuous common source. Model akhir uji regresi logistik model prediksi mendapatkan dua variabel signifikan yaitu riwayat kontak (OR=9,92, CI 95%: 3,31-29,72, p=<0,001) dan kondisi kuku yang tidak bersih (OR=4,64, CI 95%: 1,55-13,87, p=0,006). Studi ini menyimpulkan bahwa faktor risiko KLB Hepatitis A di Ponpes X adalah riwayat kontak dan kondisi kuku tidak bersih. Kami merekomendasikan agar dilakukan isolasi kasus untuk mencegah penularan melalui kontak dari kasus kepada orang yang sehat serta menyediakan fasilitas CTPS yang memadai dan meningkatkan edukasi PHBS untuk menjaga kondisi kebersihan kuku dan personal hygiene yang baik bagi seluruh santri dan penghuni Ponpes X

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇